cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Ibu Post Operasi Sectio Caesarea Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aktivitas Dan Istirahat Vinny Octaviani Pakamundi; Zulfia Samiun; St. Suarniati; Nasriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.303

Abstract

Latar Belakang : Sectio Caesarea adalah persalinan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. Persalinan melalui Sectio Caesarea menyebabkan adanya luka bekas operasi yang cukup besar, luka operasi ini menimbulkan nyeri dan membuat ibu khawatir untuk bergerak, sehingga ibu lebih memilih berbaring dan tidak mau melakukan mobilisasi setelah operasi. Mobilisasi sangat penting untuk ibu post SC yaitu untuk membantu proses penyembuhan luka, pengeluaran lochea juga pemulihan kekuatan ibu akan terpengaruh. Tujuan Penelitian : Memperoleh gambaran asuhan keperawatan pada ibu post operasi section caesarea dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas dan istirahat. Metode Penelitian : Teknik pengumpulan data menggunakan instrument format pengkajian kebutuhan aktivitas dengan pemenuhan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil : Setelah implementasi selama 3 hari penulis mendapatkan data subjektif yaitu klien mengatakan mampu beraktivitas secara mandiri dan nyeri pada perut dapat dikontrol. Data Objektif : klien nampak lebih rileks dan mampu melakukan aktivitas sendiri, pada mobilisasi tahap 6-10 jam pertama klien mampu menggerakan ekstremitas, dan miring kiri miring kanan hari kedua klien sudah mampu duduk, dan hari ketiga klien mampu berjalan. Kesimpulan : Setelah dilakukan tindakan pada klien selama 3 hari dengan masalah gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri didapatkan klien mampu beraktivitas sendiri secara perlahan lahan dan defisit perawatan diri berhubungan dengan penurunan motivasi didapatkan klien mampu merawat dirinya secara mandiri. Saran : pada penerapan asuhan keperawatan ini diharapkan keluarga dapat terlibat dan membantu klien dapat beraktiviats dan merawat diri, dan pentingnya untuk mengetahui perawatan yang tepat untuk klien
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Kebutuhan Gizi Dengan Status Gizi Balitadi Puskesmas Wanggar Sari Kabupaten Nabire Provinsi Papua Asmiana Saputri Ilyas; Meylanie Monalisa Nauri Gamay
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.304

Abstract

Gizi adalah proses metabolisme dalam tubuh makhluk hidup untuk menerima bahan-bahan dari lingkungan hidupnya dan menggunakan bahan-bahan tersebut agar dapat menghasilkan berbagai aktivitas penting dalam tubuh. Bahan-bahan dari lingkungan hidup tersebut dikenal dengan istilah unsur gizi .Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, menggunakan instrument berupa kuesioner. Jumlah populasi 95 orang dan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin jumlah sampel sebanyak 45 orang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kemaknaan (α<0,05). Hasil penelitian menujukan bahwa dari 45 reponden, ibu yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 29 orang (64,4%) yang berpengetahuan buruk 16 orang (35,6%). Balita yang memiliki status gizi baik 30 orang (66,7%) status gizi kurang sebanyak 15 orang (33,3%). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang siginifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita di Puskesmas Wanggar Sari Kabupaten Nabire Provinsi Papua dengan nilai p=0,02 (p<0,05). Penulis menyarankan untuk meningkatkan program komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) khususnya tentang stats gizi pada ibu-ibu hamil maupun ibu yang mempunyai balita.
Penerapan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Mellitus Dalam Pemenuhan Kebutuhan Aman Nyaman Selviana; Harmawati; Nurlina; Aslinda
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.305

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak . World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tercatat 422 juta orang didunia menderita Diabetes Mellitus atau terjadi peningkatan sekitar 8,5% pada populasi orang dewasa dan diperkirakan terdapat 2,2 juta kematian dengan presentase akibat penyakit Diabetes Mellitus yang terjadi sebelum usia 70 tahun adekuat. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui penerapan terapi pijat refleksi kaki pada pasien Diabetes Mellitus Type II dengan pemenuhan kebutuhan aman nyaman. Metode Penelitian : Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik pengkajian aman nyaman, wawancara, observasi dan pemeriksaan gds. Hasil : Menunjukan setelah dilakukan terapi pijat refleksi kaki didapatkan kebutuhan aman nyaman pada klien terpenuhi serta didapatkan hasil pemeriksaan GDS adanya penurunan yang signifikan sebelum dan setelah dilakukan terapi pijat refleksi pada kaki. Kesimpulan: Dalam pemenuhan kebutuhan aman nyaman dengan masalah keperawatan gangguan rasa nyaman dan resiko cedera dengan dilakukan terapi pijat refleksi kaki selama 30-40 menit sebanyak 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut didapatkan hasil terpenuhinya rasa aman nyaman pada pasien dan terjadi penurunan kadar glukosa darah. Saran : dalam pemenuhan kebutuhan aman nyaman pada pasien diabetes mellitus tipe II diharapkan klien dan keluarga klien dapat menerapkan terapi pijat refleksi pada kaki
Latihan Relaksasi Nafas Dalam Pada Pasien Hipertensi Dalam Pemenuhan Kebutuhan Rasa Aman Nyaman Juliet Sindy Opentu; Rahmawati; Fitria Hasanuddin; Rahma Mahmud
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.306

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit yang tidak menular yang berpotensi menyebabkan kematian dini secara tiba-tiba. Faktor pemicu yakni umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan factor terkait dengan gaya hidup serta perilaku juga dapat menjadi alasan terbesar, di akibatkan sedikit mengeluarkan energi (kurangnya aktivitas fisik), konsumsi alkohol dan tembakau, kelebihan berat badan atau obesitas, diet yang tidak sehat (konsumsi garam berlebih, diet tinggi lemak jenuh, dan rendahnya konsumsi buah dan sayuran), konsumsi makanan yang instan memiliki kandungan kimia yang tinggi disebabkan semakin maraknya produk makanan kemasan dan cepat saji yang cenderung lebih di sukai oleh masyarakat karena kenikmatan rasa dan kemudahan dalam memperolehnya. Tujuan penelitian untuk mengetahuai penerapan latihan relaksasi nafas dalam pada pasien hipertensi dalam pemenuhan kebutuhan rasa aman nyaman. Penelitian ini menggunakan design quasi experiment, one group pre-test dan post test. Hasil penelitian menujukkan teknik relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan pada hari pertama sampai hari ke empat, hal ini di karenakan pasien yang sering mengalami nyeri pada tengkuk dan melakukan teknik relaksasi secara mandiri, namun hasil tekanan darah masih dalam kategori hipertensi. Kesimpulan: latihan relaksasi nafas dalam dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan, mampu menurunkan tingkat nyeri pada pasien hipertensi di Puskesmas Panambungan dan terdapat hubungan antara usia, stress serta mengkomsumsi garam berlebih terhadap peningkatan tekanan darah
Penerapan Senam Ergonomik Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi: Literature Review Rusli Abdullah; Safira Uffarahma Mulane
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.307

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah merupakan salah satu tanda vital bersama dengan laju pernapasan, denyut jantung, saturasi oksigen, dan suhu tubuh. Salah satu masalah yang sering terjadi pada tekanan darah adalah hipertensi yang menyebabkan kematian dini secara global. Seseorang disebut mengalami hipertensi apabila tekanan sistolik > 140 mmHg dan diastolik > 90 mmHg. Untuk mencegah risiko komplikasi penyakit yang lebih parah, tekanan darah dapat dikontrol dengan mengubah gaya hidup dan melakukan aktivitas fisik secara rutin, salah satunya adalah senam ergonomik yang sangat praktis, efisien, dan mudah dilakukan. Literature review ini bertujuan untuk menganalisis penerapan senam ergonomik dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Metode: Proses pencarian dan seleksi atikel dalam literature review ini dilakukan melalui database elektronik pubmed, google cendikia, adelaide research & scholarship (GARUDA), dan proquest. Dalam literature ini kami melakukan review terhadap 6 artikel yang memiliki full text mulai dari abstrak, tujuan, metode, dan hasil penelitian paling sesuai dengan tujuan literature. Hasil: Rata-rata tekanan darah pasien menurun secara signifikan setelah diberikan terapi latihan senam ergonomik. Kesimpulan: Berdasarkan hasil review pada beberapa artikel terlihat bahwa penerapan senam ergonomik terbukti efektif dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan khsusunya perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat khususnya pada penderita hipertensi mengenai pelaksanaan latihan senam ergonomik
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Tingkat Kecemasan Orang Tua Terhadap Ketepatan Pemberian Imunisasi Di Masa Pandemi Covid-19 Di Wilayah Desa Galesong Baru Sitti Herliyanti Rambu
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.308

Abstract

Tujuan pemberian imunisasi adalah untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mengecah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. Sejak indonesia melaporkan kasus covid-19 pertama pada bulan maret 2020, cakupan imunisasi rutin untuk mengecah penyakit-penyakit pada anak berkurang lebih dari 35% dibandingkan periode waktu yang sama pada tahun sebelumnya. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan orang tua terhadap ketepatan pemberian imunisasi di masa pandemi covid 19. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Survey Korelasional dengan metode penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 103 orang. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 82 orang. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekuensi, analisis brivariat dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p < 0,05) untuk mengetahui hubungan antara variable. Hasil analisis brivariat di dapatkan tidak ada hubungan tingkat pengetahuan orang tua terhadap ketepatan imunisasi di masa pandemi Covid-19 (p = 0,497) dan terdapat Hubungan tingkat kecemasan orang tua terhadap ketepatan imunisasi di masa pandemi Covid-19 (p = 0,000). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada Hubungan tingkat kecemasan orang tua terhadap ketepatan imunisasi di masa pandemi Covid-19.
Gambaran Perilaku Ibu Dan Status Gizi Balita Pasca Program Pemulihan Gizi Di Kota Makassar Tahun 2017 Muhammad Syafri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.309

Abstract

Program pemulihan gizi merupakan salah satu upaya penanggulangan anak gizi buruk dengan melibatkan ibu atau keluarga. Para ibu dibekali pengetahuan agar ibu menjadi mandiri dalam merawat dan memberikan makanan tambahan yang telah diberikan maupun dianjurkan pihak puskesmas. Selama tiga bulan berlangsung, masih ada anak yang tidak mengalami perubahan status gizi yaitu sangat kurus, dan hanya beberapa anak yang mengalami perubahan status gizi menjadi kurus dan normal. Jenis penelitian ini adalah survei dengan desain penelitian cross sectional dan bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku ibu dan status gizi balita pasca program pemulihan gizi di Kota Makassar Tahun 2017. Data dikumpulkan dengan wawancara langsung kepada ibu menggunakan kuesioner. Berat badan anak diukur menggunakan timbangan injak dan tinggi badan anak menggunakan papan pengukur dan microtoise. Status gizi diukur dengan indikator BB/TB. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 balita yang mengikuti program pusat pemulihan gizi berusia 0-59 bulan di empat wilayah Kota Makassar. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori cukup sebanyak 80,4%, sikap ibu dalam kategori cukup 66,1%, tindakan ibu dalam kategori cukup 58,9%. Pada saat pasca program, anak sudah mengalami perubahan status gizi yang lebih baik dimana anak yang status gizi sangat kurus 37,5%, kurus 26,8% dan normal 35,7%. Petugas diharapkan untuk lebih meningkatkan pengetahuan ibu melalui penyebarluasan informasi mengenai pusat pemulihan gizi, melakukan sosialisasi mengenai anak gizi buruk, MP-ASI, Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) dan pemberian motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu terhadap status gizi balita. Kader perlu diberdayakan untuk pemantauan pemberian makanan tambahan dengan menggunakan formulir konsumsi makanan.
Asuhan Kebidanan Ibu Hamil, Bersalin, Nifas Dan Bayi Baru Lahir Normal Pada Ny “S” Dengan G2P1A0 Sainah
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i2.310

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis secara mendalam bagaiman pola Asuhan Kebidanan Ibu Hamil, Bersalin,Nifas Dan Bayi Baru lahir Normal Pada Ny”S” Dengan G2P1A0 Di Wilayah Kerja RSU Bahagia Makassar. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik melalui crossan sectional dalam bentuk studi kasus untuk mengeksplorasi masalah Asuhan Kebidann Pada Ibu Hamil, Bersalin,Nifas Dan Bayi Baru Lahir Normal Pada NY”S” Di Rumah Sakit Umum Bahagia Makassar.Asuhan Kebidanan dilakukan pada Tanggal 24 Mei 2021 sampai dengan 03 Juli 2021. Hasil: Setelah dilakukan analisa dan interpretasi data diperoleh Usia Kehamilan 37 Minggu 0 hari, 38 Minggu 0 Hari yaitu dengan hasil ANC I sampai ANC II berlangsung normal. Selama 2 Kali ANC tidak pernah merasa keluhan yang berlebihan. Diagnosa yang didapatkan adalah G2P2A0 Hamil 38 Minggu 4 hari dengan inpartu kala I fase aktif, janin tunggal hidup presentasi kepala. Lama persalinan Ny “S” dari kala I sampai kala IV yaitu kala I berlangsung 5 jam, kala II 15 menit, kala III 5 menit, dan kala IV berlangsung 2 jam, berlangsung normal tidak ada komplikasi. Implikasi penelitian Hasil ANC , Persalinan kala I, Kala II, Kala II, Kala IV tidak terdapat komplikasi ,sedangkan masa nifas tidak terdapat pendarahan dan infeksi. Pada bayi baru lahir 6 jam pertama bayi sehat, menangis kuat,dan mulai mencari dan menghisap puting susu. Dari data objektif, BB 2600 gram, PB 49 cm, tidak ada komplikasi pada bayi.
Hubungan Asupan Energi Protein, Status Penyakit Infeksi, dan Pendidikan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 25-60 Bulan Sitti Zakiyyah Putri; Sitti Maryam Bachtiar
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.312

Abstract

Stunting merupakan pertumbuhan fisik tinggi badan yang tidak normal sesuai dengan umur. Stunting dipengaruhi oleh multifactor diantaranya adalah asupan energi, protein, status penyakit infeksi dan pendidikan orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi protein, status penyakit infeksi, dan pendidikan orang tua dengan kejadian stunting pada balita. Desain penelitian yang digunakan yaitu analitik observational dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh balita usia 25-60 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Totoli yang berjumlah 98 balita. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu, yang pertama menggunakan cluster random sampling untuk pemilihan puskesmas kemudian yang kedua menggunakan consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 79 balita. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis person chi-square dan fisher’s exact test dengan α=0.05. Balita usia 25-60 bulan sebagian besar mengalami asupan energi dan protein yang rendah, status penyakit infeksi yang jarang terjadi, dan rata-rata pendidikan Ibu Rendah. Kesimpulan Hasil Analisis ada hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan kejadian stunting nilai p = 0.010 (p ˃ 0.05), ada hubungan yang bermakna antara asupan protein dengan kejadian stunting nilai p = 0.003 (p ˃ 0.05), tidak ada hubungan yang bermakna antara status penyakit infeksi dengan kejadian stunting nilai p = 1.000 (p ˃ 0.05), ada hubungan yang bermakna antara pendidikan orang tua dengan kejadian stunting pada nilai p = 0.013 (p ˃ 0.05) dengan kejadian stunting pada balita usia 25 – 60 bulan. Saran bagi responden sebaiknya lebih meningkatkan pengetahuan terkait status gizi pada anak, utamanya dalam pemenuhan asupan energi, Protein dan faktor yang mempengaruhi status gizi anak dan dampak yang dapat terjadi karena kekurangan gizi. Sehingga responden mampu melakukan tindakan pencegahan terhadap status gizi buruk anak khususnya kejadian stunting. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan wawasan ilmu Asupan energi, Asupan Protein, Status penyakit infeksi, dan pendidikan orang tua terhadap kejadian stunting pada balita.
Gambaran Pengetahuan dan Pola Makan pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Masyarakat Bugis Makassar di Puskesmas Pallangga Kab. Gowa Jufri; Muh. Hatta; Basri; Muh. Farid
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.313

Abstract

Diabetes yaitu suatu penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu menghasilkan insulin, atau ketika tubuh tidak dapat memanfaatkan insulin yang dihasilkan pankreas dengan baik. Data penderita DM di Sulawesi Selatan tahun 2015 berjumlah 17.842 orang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran informasi dan contoh makan penderita DM tipe II pada kelompok masyarakat Bugis Makassar di Puskesmas Pallangga Kab. Gowa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita DM tipe 2 yang berjumlah 1027 orang di Kecamatan Pallangga Kab. Gowa. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 54 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data penelitian. Hasil penelitian ini berdasarkan variabel pengetahuan di dapatkan data bahwa responden yang memiliki pengetahuan yang kurang berjumlah 2 responden (3.7%) dan responden yang memiliki pengetahuan yang cukup berjumlah 52 orang (96.3%). Hasil penelitian ini berdasarkan variabel pola makan didapatkan pola makan yang tidak terkontrol berjumlah 35 orang (64.8%) dan responden yang memiliki pola makan yang terkontrol berjumlah 19 orang (35.2%). Simpulan dari penelitian, bahwa mayoritas tingkat pengetahuan responden adalah cukup dan mayoritas pola makan responden adalah tidak terkontrol. Diharapkan responden dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka tentang DM terutama dalam hal pola makan sehingga dapat mengontrol atau menurunkan gula darah mereka.