cover
Contact Name
Renaldi M
Contact Email
renaldimumar11@gmail.com
Phone
+628114103562
Journal Mail Official
lppm.stikmks@gmail.com
Editorial Address
Jl. Maccini Raya No. 197 Panakukang Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mitrasehat
ISSN : 20892551     EISSN : 2615143X     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menerima tulisan ilmiah berupa laporan penelitian (original article research paper) dan hasil-hasil pemikiran ilmiah dengan fokus dan scope meliputi Ilmu Kesehatan Masyarakat yakni Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Gizi Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Reproduksi serta Ilmu Keperawatan yakni Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen, Keperawatan Komunitas, Keluarga dan Keperawatan Gerontik.
Articles 358 Documents
Gambaran Kepatuhan Minum Obat pada Penderita TB Paru di RS. TK.II. Pelamonia Makassar Jufri; Sanghati; Nur Qalbi Sukri
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.249

Abstract

Pada tahun 2018, diperkirakan 7,2 juta orang menderita TB paru (WHO, 2019). Menurut Global Tuberculosis Report 2019, Indonesia berada pada peringkat ke empat tertinggi kejadian TB di dunia setelah China, India, dan Amerika. Dikawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pada penderita TB paru di RS. TK. II Pelamonia Makassar. Jenis penelitian yang dugunakandalam penelitian ini adalah deskriptif” Populasi dalam penelitian ini sebanyak 37 penderita TB Paru, jumlah sampel yaitu 37 responden dengan meggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan baik 36 responden (97,3%), sebagian besar mendapat dukungan keluarga 35 responden (94,6%), sebagian besar merasakan efek samping jika minum obat 30 responden (81,9%,), dan sebagian besar tidak patuh minum obat yaitu 24 responden (64,9%). Kesimpulan dari penelitianini adalah masih ada penderita TB Paru yang tidak patuh minum obat, sebagian besar penderita TB Paru mendapat dukungan dari keluarganya, selajutnya diharapkan untuk pada penderita TB paru agar berupaya patuh menjalankan program pengobatan).
Gambaran Peran Kader Dalam Program Imunisasi Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto Esse Puji Pawenrusi; Muh. Hatta; Rafiuddin
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 2 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i2.250

Abstract

Kader posyandu merupakan seorang tenaga sukarela yang dipilih dari masyarakat untuk membantu mengembangkan kesehatan masyarakat dengan menjalankan kegiatan di posyandu yang di antaranya memberikan informasi dan motivasi kepada ibu sehingga dapat meningkatkan cakupan imunisasi di posyandu. Cakupan imunisasi dasar untuk Kabupaten Jeneponto pada Tahun 2017 sebesar 96,9% dan untuk Tahun 2018 sebesar 92,6%, sementara untuk cakupan imunisasi wilayah Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto pada Tahun 2017 mencapai 96,7% dan Tahun 2018 meningkat menjadi 97,9%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran peran kader dalam program imunisasi di posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tarowang Kabupaten Jeneponto. Penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini yaitu kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Tarowang yang jumlahnya sebanyak 105 orang. Berdasarkan hitungan besar sampel didapatkan 83 sampel menggunakan tehnik random sampling. Pengolahan data dengan menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kehadiran kader dalam program imunisasi diperoleh nilai sebesar 96,4%, untuk pemberian informasi oleh kader terkait program imunisasi diperoleh nilai 95,2% dan untuk pemberian motivasi ke ibu bayi oleh kader terkait program imunisasi diperoleh nilai sebesar 95,2%. Simpulan dari penelitian ini yaitu gambaran peran kader ditinjau dari segi kehadiran kader, pemberian informasi oleh kader terkait program imunisasi dan pemberian motivasi ke ibu bayi oleh kader terkait program imunisasi dikatakan cukup karena nilai yang diperoleh ≥ 50%. Disarankan agar kader senantiasa meningkatkan keaktifan dan kehadirannya, selain itu meningkatkan perannya dalam memberikan informasi khususnya penyuluhan terkait program imunisasi dan memotivasi ibu agar selalu mencari informasi tentang imunisasi dan selalu memperhatikan status imunisasi anaknya, serta tetap aktif ikut di posyandu.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Chitra Dewi; Muti Sahida; Erni Corlina Tiotor
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i2.272

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas, Menurut World Health Organization (WHO) jumlah kasus ISPA pada balita lebih dari 50% kematian bayi dan anak terkait gizi buruk 13 juta anak dan balita di dunia meninggal setiap tahun dengan angka kematian diatas 40 per 1000 kelahiran hidup. Data yang di temukan di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa bahwa Data tahun 2016 penderita ispa sebanyak 79 balita, tahun 2017 sebanyak 100 dan tahun 2018 260 penderita ispa. Tujuan khusus untuk mengetahui hubungan status imunisasi dengan kejadian penyakit Infeksi Saluran penapasan akut pada balita,untuk mengetahui hubungan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit Infeksi saluran pernapasan pada baita, untuk mengetahui hubungan keberadaan anggota keluarga yang merokok didalam rumah dengan kejadian penyakit Infeksi saluran pernapasan pada balita. Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi adalah semua balita yang ada di Wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah Sampel sebesar 92 balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang mendapatkan imunisasi lengkap dan menderita ispa 0 orang (0,0%), tidak menderita 26 orang (28,3%), status imunisasi lengkap 60 orang (65,2%) semua menderita dan yang tidak mendapatkan imunisasi tidak lengkap sebanyak 66 orang (71,7%), Kepadatan hunian yang padat dan menderita sebanyak 60 dan yang menderita 6 orang tidak padat 26 orang tidak menderita,anggota keluarga yang merokok dan menderita ispa 60 orang yang merokok dan tidak menderita 6 orang dan tidak merokok semuanya menderita ispa 26 orang. Simpulan yang diperoleh dari penelitian adalah adanya status Imunisasi, kepadatan hunian dan keberadaan anggota keluarga yang merokok dalam rumah saran untuk pemerintah setempat agar leb ih memperhatikan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tamangapa Kota Makassar khususnya faktor kesehatan lingkungan.
Gambaran Mutu Komunikasi Perawat terhadap Pelayanan Pasien di Instalasi Rawat Inap RSUD Labuang Baji Makassar Andi Ayumar; Irwan; Andi Yulia Kasma; Fifi Alfirah
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.274

Abstract

Komunikasi merupakan faktor yang paling mendukung untuk kesuksesan seseorang, berdasarkan penelitian sebelumnya di RSUD Labuang Baji Kota Makassar tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan komunikasi yang kurang baik sebanyak 12 pasien (23,1%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran mutu komunikasi terhadap pelayanan perawat di instalasi rawat inap RSUD Labung Baji Makassar. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian adalah pasien rawat inap kelas II RSUD Labuang Baji Makassar sebanyak 262 pasien dengan sampel sebanyak 158 pasien dengan tehnik Purposive Sampling. Hasil penelitian diperoleh 96,8% pasien yang menyatakan Baik terhadap Keterbukaan perawat Instalasi Rawat Inap kelas II. Sebesar 98,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Empati Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 86,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Mendukung Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 87,7% pasien yang menyatakan Baik terhadap Sikap Positif Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Sebesar 86,1% pasien yang menyatakan Baik terhadap Kesamaan Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II. Simpulan penelitian ini adalah dari 5 variabel Mutu Komunikasi Perawat berada pada kategori baik. Oleh karena itu disarankan kepada Perawat di Instalasi Rawat Inap Kelas II mampu mempertahankan dan meningkatkan lagi Mutu komunikasi Perawat terhadap Pelayanan Pasien di RSUD Labuang Baji Makassar.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN CHF YANG MENGALAMI REHOSPITALISASI DI RSUD KAREL SADSUITUBUN LANGGUR KABUPATEN MALUKU TENGGARA Andi Wahyuni; Muhammad Sahlan Zamaa; Nicky Hery HN
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.275

Abstract

Introduction CHF adalah gangguan struktural maupun fungsional dari ejeksi darah atau pengisian ventrikel yang menghasilkan sindrom klinis yang kompleks. Akibat dari gangguan pada kardiovaskuler menyebabkan 17,5 juta orang di dunia meninggal (WHO 2016). Prevalensi CHF di Indonesia menurut Riskesdas (2016) sebesar 0,3% dari total jumlah penduduk di Indonesia. Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk diketahuinya gambaran kepatuhan minum obat pada pasien CHF yang mengalami rehospitalisasi di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Kabupaten Maluku Tenggara Objectives Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk diketahuinya gambaran kepatuhan minum obat pada pasien CHF yang mengalami rehospitalisasi di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur Kabupaten Maluku Tenggara Methods Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penlitian ini sebanyak 55 orang Result Responden yang tidak patuh minum obat tertinggi yaitu 31 dengan persentase sebanyak 86,1% sedangkan responden yang patuh minum obat terendah 5 dengan persentase sebanyak 13,9%. Conclusion Simpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah mayoritas pasien CHF yang mengalami rehospitalisasi memiliki tingkat kepatuhan minum obat yang rendah. Diharapkan kepada pasien CHF untuk mematuhi terapi obat yang telah ditentukan karena kepatuhan minum obat merupakan aspek penting dalam keberhasilan penatalaksanaan gagal jantung kongestif.
STUDI SANITASI LINGKUNGAN DI PD TERMINAL MAKASSAR METRO JL KAPASA RAYA NO 33 DAYA MAKASSAR Jufri; Muhammad Hatta; Fresya Mouw
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.276

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah usaha pengawasan yang tertujuh pada faktor lingkungan yang menjadi mata rantai penularan penyakit. Terminal Regional Daya adalah Terminal tipe A yang dikelolah oleh Perusahaan Daerah PD. Terminal Makassar Metro, kondisi sanitasi lingkungan Terminal seperti sampah yang masih banyak berserakan, konstruksi saluran pembuangan air limbah serta toilet yang belum memenuhi syarat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui studi sanitasi lingkungan di Terminal Regional Daya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan pada Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua fasilitas sanitasi lingkungan Terminal Regional Daya Makassar yang terdiri dari fasilitas sanitasi toilet, tempat pembuangan sampah dan saluran pembuangan air limbah. teknik penarikan sampel yang digunakan yaitu dengan total sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi toilet yang ada di Terminal yang memenuhi syarat sebanyak 13 (52,0%) dan yang tidak 7 (28,0), kondisi tempat sampah yang memenuhi syarat sebanyak 19 (76,0) dan yang tidak 6 (24,0), sedangkan kondisi saluran pembuangan air limbah tidak memenuhi syarat yaitu 4 (100%). Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini yaitu Kondisi sanitasi terminal regional daya tidak memenuhi syarat Keputusan Direktorat PLP-Ditjen PPM Tahun 1997. Disarankan untuk pengelolah yang bertugas di Terminal Daya Makassar untuk lebih memperhatikan kondisi fasilitas sanitasi yang berada di Terminal dan untuk pengunjung mohon kiranya ada kesadaran untuk jangan membuang sampah sembarangan tetapi buanglah sampah pada tempat sampah yang sudah disediakan.
Pengaruh Pemberian Air Hangat Terhadap Frekuensi Pernapasan Pasien Tb Paru di RSUD Haji Makassar Ross Anna; Abd. Majid; Basri
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.277

Abstract

Tb paru adalah salah satu dari sepuluh penyebab utama kematian di dunia. Pada tahun 2018 jumlah penderita Tb paru di Indonesia mencapai 842 ribu kasus dan di Sulawesi Selatan mencapai 22.793 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru di RSUD Haji Makassar. Jenis penelitian menggunakan quasi experimental dengan rancangan two group pre test and post test design menggunakan metode purposive sampling dimana sampel sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol sebanyak 16 orang dan kelompok intervensi sebanyak 16 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji t berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata frekuensi pernafasan kelompok kontrol sebelum 25 x/menit dan setelah 23,5 x/menit. Sedangkan rata-rata frekuensi pernafasan kelompok intervensi sebelum pemberian air hangat 24,5 x/menit dan setelah pemberian air hangat 20,75 x/menit. Jadi penurunan rata-rata frekuensi pernafasan pada kelompok intervensi lebih besar daripada kelompok kontrol. Sehingga dari hasil uji analisis bivariat menggunakan uji t-test berpasangan maka diperoleh p-value=0,001 yang menunjukkan adanya pengaruh pemberian air hangat terhadap frekuensi pernafasan pasien Tb paru. Kesimpulan penelitian adalah pemberian air hangat dapat membantu menurunkan keluhan takipnoe pada pasien Tb paru yang mengalami batuk dan sesak karena air hangat mampu mengencerkan sputum sehingga peneliti menyarankan agar air hangat dapat dijadikan sebagai salah satu terapi non farmakologi pada pasien tuberkulosis paru dengan keluhan batuk dan sesak.
Hubungan Antara Pengetahuan Orang Tua Terhadap Perilaku Pencegahan Diare Pada Balita Di Poli Anak RSKD Ibu Dan Anak Pertiwi Makassar Asmiana Saputri Ilyas; Yayu Angriani
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.278

Abstract

Morbidity and mortality rates of diarrheal disease are still high. Nurses as health workers can contribute in the handling of diarrhea in accordance with its role, one of which is to provide education to parents, especially mothers for the prevention of diarrheal diseases. The purpose of this study was to find out the relationship between the knowledge of parents in the prevention of diarrhea in the poly children RSKD mother and child pertiwi Makassar. This research is a descriptive analytical research with cross sectional method. The population in the study was the parents of toddlers suffering from diarrhea and a sample of 30 people. Data analysis with univariate and bivariate analysis using Chi-Square statistic. Based on the results of the study showed that the statistic test using chi-squaretest, with alternative continuity correction test obtained value p= 0.030 (p<0.05) which means H1 received or there is a relationship between parental knowledge to diarrhea prevention behavior in child poly RSKD Mother And Child Pertiwi Makassar.
Pengaruh Pemberdayaan Keluarga Melalui Edukasi Terhadap Kemampuan Merawat Pasien Gangguan Jiwa di Kota Makassar Pada Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2018 Adi Hermawan
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.279

Abstract

Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan, pengenalan dini, serta perawatan pasien gangguan jiwa, termasuk mencegah terjadinya kekambuhan. Pemberdayaan keluarga dengan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan merupakan upaya mencapai kemandirian keluarga merawat pasien gangguan jiwa. Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi permasalahan tingginya pasien yang kambuh dan kembali dirawat di rumah sakit jiwa, kondisi ini diduga akibat pemberdayaan keluarga melalui edukasi belum terlaksana secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberdayaan keluarga melalui edukasi terhadap kemampuan merawat pasien gangguan jiwa di Kota Makassar pada Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Selatan. Desain penelitian cross sectional dengan metode kuantitatif, dilakukan kepada 39 kepala keluarga dari pasien ganguan jiwa di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Selatan Makassar sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara statistik menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda pada α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan pemberdayaan melalui edukasi keluarga pasien gangguan jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Selatan Makassar pada komponen didaktik. emosi, proses keluarga dan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan merawat pasien gangguan jiwa. Variabel yang paling dominan memengaruhi kemampuan merawat pasien gangguan jiwa adalah komponen sosial (p=0,025 dan OR=47,229). Disarankan kepada manajemen Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Selatan perlu meningkatkan kegiatan pendidikan atau edukasi bagi keluarga pasien, khususnya pasien yang akan pulang dari rumah sakit, sehingga perawatan pasien dapat dilakukan oleh keluarga serta menghindari terjadinya kekambuhan, serta melakukan evaluasi metode edukasi yang dilakukan saat ini. Perawat yang bertugas memberikan edukasi kepada keluarga pasien, hendaknya dilakukan pendidikan atau pelatihan khusus yang terkait dengan family education, sehingga proses edukasi keluarga pasien dapat lebih optimal.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan dalam Menjalankan Diet pada Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Wundulako Kabupaten Kolaka Sitti Herliyanti Rambu
Jurnal Mitrasehat Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v11i1.280

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah seseorang berada diatas normal yaitu 120 mmHg untuk sistolik dan 80 mmHg untuk diastolic. Diet adalah pengaturan jenis makanan dengan maksud mempertahankan kesehatan, serta status nutrisi dan membantu kesembuhan penyakit dan mempercepat lama perawatan. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Wundulako kabupaten Kolaka. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan metode penelitian Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 36 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling dengan mengambil keseluruhan populasi sebagai sampel penelitian sebanyak 36 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan menggunakan program Komputer. Analisis data mencakup analisis univariat dengan mencari distribusi frekwensi, analisis brivariat dengan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan (p < 0,05) untuk mengetahui hubungan antara variable. Hasil analisis brivariat di dapatkan ada hubungan antara dukungan keluarga, gaya hidup dan jenis hipertensi dengan kepatuhan menjalankan diet hipertensi dengan nilai dukungan keluarag (p = 0,002), gaya hidup dengan nilai (p = 0,005) dan jenis hipertensi dengan nilai (p = 0,009). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara faktor yang berhubungan dengan kepatuhan dalam menjalankan diet hipertensi di wilayah kerja puskesmas Wundulako Kabupaten Kolaka