cover
Contact Name
Abdullah Syahab
Contact Email
syahab@centrism.or.id
Phone
+6281278995932
Journal Mail Official
centrism@centrism.or.id
Editorial Address
Kertamukti - Cireundeu - Ciputat Timur - Banten 15419
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Journal of Comprehensive Islamic Studies (JOCIS)
ISSN : 29624398     EISSN : 29624371     DOI : 10.56436/jocis
Fokus kajian Jurnal JOCIS antara lain: Pemikiran Islam dan Filsafat Pemikiran Ekonomi Islam Pemikiran Hukum Islam Pemikiran Pendidikan Islam Pemikiran Politik Islam Sosiologi Islam Psikologi Islam The focus of the JOCIS Journal study includes: Islamic Thought and Philosophy Islamic Economic Thought Islamic Legal Thought Islamic Education Thought Islamic Political Thought Islamic Sociology Islamic Psychology
Articles 40 Documents
Resolusi Konflik Talak di Luar Pengadilan Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif Pitria, Ana; Rahman, Fuad; Ramlah, Ramlah
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 1 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i1.235

Abstract

This article reveals that the implementation of divorce outside the Religious Courts carried out by the people of Bathin II Babeko District, Bungo Regency, is allegedly not in accordance with the regulations set by the government for people to carry out divorces in front of a court hearing. This article comes from qualitative research using data collection methods through observation, interviews and documentation. Research findings show that the implementation of divorce outside the Religious Courts by the people of Bathin II Babeko District was witnessed by religious figures and the families concerned and some were not witnessed by anyone. While the guarantee of child support is usually with the father, there are also some who do not receive their rights because their husband remarries, or goes abroad and is irresponsible. The response of religious leaders and local sharia officials stated that divorce carried out outside of court has two legal positions; valid according to religious law but not valid according to state law. Artikel ini mengungkap pelaksanaan perceraian di luar Pengadilan Agama yang di lakukan oleh masyarakat Kecamatan Bathin II Babeko Kabupaten Bungo yang disinyalir tidak sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah agar masyarakat melaksanakan perceraian di depan sidang pengadilan. Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data secara observasi, wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perceraian di luar Pengadilan Agama oleh masyarakat Kecamatan Bathin II Babeko disaksikan oleh tokoh agama dan pihak keluarga yang bersangkutan dan ada pula yang tidak disaksikan  oleh siapapun. Sedangkan jaminan nafkah anak biasanya berada pada ayah, namun ada juga beberapa dari mereka yang tidak mendapatkan haknya dikarenakan sang suami menikah lagi, ataupun pergi merantau dan tidak bertanggung jawab. Respon tokoh agama dan pegawai syara’ setempat menyatakan bahwa perceraian yang dilakukan di luar pengadilan mempunyai dua kedudukan hukum; sah secara hukum agama akan tetapi tidak sah secara hukum Negara.
Theory of al- Istiṣlaḥ as the Istinbāt al-Ḥukmi Method on the MUI Fatwa Yusuf, Maulana; Umar, Hasbi; Ulum, Bahrul; Badarussyamsi, Badarussyamsi
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.239

Abstract

This article presents a theoretical study of Istiṣlaḥ and also its application to the MUI fatwa of Jambi Province. The four fatwas studied include; fatwas about religious lectures, the bride and groom sitting side by side at wedding receptions, friendship between Muslims and other people, and fatwas about the commemoration of Islamic holidays. The main problem studied is what is the position of Istiṣlaḥ and its application to the MUI fatwa of Jambi Province? This article comes from qualitative phenomenological research which examines the phenomenon of fatwa application using the Istiṣlaḥ paradigm on four cases that are the focus. The results of the research show that in implementing the fatwa with the application of the principles of al-Istiṣlaḥ, the Jambi MUI succeeded in getting out of its attachment to certain schools of jurisprudence. The use of fatwa using Istiṣlaḥ independently is not found in the uṣūl fiqh of the Syafi'i school, nor in the practice of its fiqh issues, while the MUI fatwa uses it. The MUI fatwa continues to follow the patterns and manhaj outlined by sectarian scholars, even though it does not limit itself to certain sects. Artikel ini menyajikan kajian teoretis Istiṣlaḥ dan juga penerapannya pada fatwa MUI Provinsi Jambi. Empat fatwa yang dikaji antara lain; fatwa tentang ceramah agama, pengantin yang duduk bersanding dalam resepsi pernikahan, silaturahmi Umat Islam dengan umat lain, dan fatwa tentang peringatan Hari- hari Besar Islam. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana kedudukan Istiṣlaḥ dan aplikasinya pada fatwa MUI Provinsi Jambi? Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif fenomenologis yang mengkaji fenomena aplikasi fatwa yang berparadigma Istiṣlaḥ terhadap empat kasus yang menjadi fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penerapan fatwa dengan penerapan prinsip-prisip al- Istiṣlaḥ, MUI Jambi berhasil keluar dari keterikatan terhadap mazhab fiqih tertentu. Penggunaan fatwa dengan menggunakan Istiṣlaḥ secara mandiri tidak ditemukan dalam uṣūl fiqh mazhab Syafi’i, pun dalam praktik masalah fiqihnya, sementara fatwa MUI memakainya. Fatwa MUI tetap mengikuti pola dan manhaj yang digariskan para ulama mazhab, sekalipun tidak membatasi diri pada mazhab tertentu.
Etika Komunikasi Bagi Pengguna Media Sosial Menurut Al-Qur’an Anggraini, Novi
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v3i1.242

Abstract

Social media has become the main platform for communicating and interacting in modern life. However, irresponsible use can lead to negative consequences such as slander, violations and misunderstandings. Therefore, it is important to understand the communication ethics indicated by the Al-Qur'an as a moral guideline in using social media. This article aims to outline the principles of communication ethics contained in the Al-Qur'an that can be applied by social media users. The research used is qualitative research of the Library Research type using the thematic interpretation method, collecting verses on communication ethics. The results of this research found that the communication ethics recommended according to the Al-Qur'an for social media users are closely related to the characteristics of social media users. Rasulullah SAW who is a role model for us, namely Siddiq, Amanah, Tabligh and Fatonah. Thus, these findings provide an overview of how the Al-Qur'an can be a source of inspiration for developing responsible and ethical communication behavior in the digital environment. Media sosial telah menjadi platform utama untuk berkomunikasi dan berinteraksi dalam kehidupan modern. Namun, penggunaan yang tidak bertanggung jawab dapat mengarah pada konsekuensi negatif seperti fitnah, penghinaan, dan kesalahpahaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami etika komunikasi yang ditunjukkan oleh Al-Qur'an sebagai panduan moral dalam bermedia sosial. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip etika komunikasi yang terkandung dalam Al-Qur'an yang dapat diterapkan oleh pengguna media sosial. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif jenis Library Research dengan menggunakan metode tafsir tematik, mengumpulkan ayat-ayat etika komunikasi.Hasil penelitian ini menemukan bahwasanya mengenai etika komunikasi yang dianjurkan menurut Al-Qur’an terhadap para pengguna media sosial, erat kaitanya dengan sifat-sifat Rasulullah SAW yang menjadi tauladan bagi kita, yaitu Shiddiq, Amanah, Tabligh dan Fatonah. Dengan demikian, hasil temuan ini memberikan pandangan tentang bagaimana Al-Qur'an dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan perilaku komunikasi yang bertanggung jawab dan etis dalam lingkungan digital.
Urgensi Isbat Nikah Sebagai Aspek Legalitas Nikah Sirri Nurmadiah, Risti
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.247

Abstract

This article reveals the understanding of the people of Muara Bulian District, Batang Hari Regency regarding the impact of sirri marriage on women and children. This article comes from field research using a qualitative approach method. The types of data used are primary, secondary and tertiary data sources. Data collection was carried out through interviews, observation and documentation. Research findings show that the factors causing sirri marriages in the Muara Bulian District include; because there is no blessing from parents, to avoid committing the sin of adultery, and to avoid the burden of administrative costs. On the other hand, the reason people have not carried out the marriage isbat is because of the cost factor. Furthermore, it cannot be avoided that there is an influence of unregistered marriage on the rights of wives and children. Artikel ini mengungkap pemahaman masyarakat Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari akan dampak dari pernikahan sirri  pada perempuan dan anak. Artikel ini berasal dari penelitian lapangan (Field research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Jenis data yang digunakan adalah sumber data primer, skunder, dan tersier. Pengumpulan data dilakukan secara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab pernikahan sirri masyarakat Kecamatan Muara Bulian antara lain; karena tidak adanya restu dari orang tua, menghindari perbuatan dosa zina, dan untuk menghindari beban biaya administrasi. Di sisi lain, alasan masyarakat yang belum melaksanakan isbat nikah adalah karena faktor biaya. Seterusnya, tidak dapat dihindari bahwa terdapat pengaruh nikah sirri terhadap hak-hak isteri dan anak.
Media Sosial dan Penyimpangan Perilaku Keagamaan Remaja dalam Perspektif Islam Irawan, Dedi; Abbas, Pirhat; Arifullah, Moh.
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.248

Abstract

This article discusses social media and deviant religious behavior among teenagers. The main problem raised is why there is deviation in teenagers' religious behavior? This article comes from qualitative-literature research to obtain the latest data regarding the relationship between social media and deviant religious behavior in adolescents. The findings of this research indicate that deviations in adolescent religious behavior stem from negative use of social media. The presence of social media is actually very beneficial for human life, because social media provides various information and needs. However, when teenagers are immersed in social media, it is not uncommon for them to abandon their religious values, resulting in various violations and deviations from actual norms. In fact, Islam prohibits behavior that deviates from religious rules. Artikel ini membahas tentang media sosial dan penyimpangan perilaku keagamaan remaja. Permasalahan utama yang diangkat adalah mengapa terjadi penyimpangan perilaku keagamaan remaja? Artike ini berasal dari penelitian kualitatif-literatur untuk mendapatkan data terkini tentang kaitan media ssial dengan  penyimpangan perilaku keagamaan remaja. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyimpangan perilaku keagamaan remaja bermula dari pengunaan media sosial yang negatif. Kehadiran media sosial sebenarnya bermaanfaat sekali bagi kehidupan manusia, karena media sosial menyediakan berbagai informasi dan kebutuhan. Namun demikian, ketika para remaja tenggelam dalam media sosial, tidak jarang mereka menanggalkan nilai-nilai religiusitasnya sehingga terjadi beragam pelanggaran dan penyimpangan dari norma yang sebenarnya. Padahal,  Islam melarang perilaku yang menyimpang dari aturan keagamaan.
Pemahaman Masyarakat Tentang Penerapan Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Waris Islam Saputri, Rafika Kurnia
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.255

Abstract

This study aims to determine and analyze the understanding of the people of Suka Maju Village, Rimbo Ulu District, Tebo Regency regarding the distribution of inheritance according to Islamic law. The method used to answer this research problem is qualitative with an interpretative/hermeneutic approach. Data collection techniques are carried out by observation, interviews. The results of the study show that people's understanding greatly influences the implementation of Islamic inheritance law in practice. So that conflicts often occur in the distribution of inheritance due to a lack of understanding and awareness of the community as well as a lack of the role of the government or local religious leaders. The distribution of inheritance equally between men and women is also not fully blamed and may be done if this division does not cause conflict or dispute. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman masyarakat Desa Suka Maju Kecamatan Rimbo Ulu Kabupaten Tebo terhadap pembagian harta waris menurut hukum Islam. Metode yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan interpretative/hermeunetik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat sangat mempengaruhi terhadap pelaksanaan hukum kewarisan Islam dalam praktiknya Sehingga sering terjadi konflik dalam pembagian harta warisan tersebut karena kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat sekaligus kurangnya peranan pemerintah atau tokoh agama setempat. Pembagian waris sama rata antara laki-laki dengan perempuan juga tidak disalahkan sepenuhnya dan boleh dilakukan jika dengan pembagian tersebut tidak menimbulkan konflik atau perselisihan.
Jual Beli Uang Rusak Perspektif Hukum Bisnis Syariah Alfaruq, Muhammad; Harun, Hermanto; Fitri Habi, Nuraida
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v2i2.282

Abstract

This study aims to analyze the causes of the practice of buying and selling damaged money in the City of Sungaipuh, Jambi Province. This research is qualitative research that is descriptive qualitative in nature. Based on the results of research in the field, a picture is obtained that (1) The causes of the practice of buying and selling damaged currency in Sungaipuh City, Jambi Province include economic factors, family factors, situational factors and cultural factors; (2) The practice of buying and selling damaged currency by the community in Sungaipuh City, Jambi Province, is carried out at half the price or 50% of the nominal value of the damaged currency, there is a price determined unilaterally by the buyer and there are also buyers who do not set a price (negotiation). ; (3) In terms of Islamic economics, the practice of buying and selling damaged currency that occurred in Sungaipuh City, Jambi Province, is not permissible because it is included in the category of usury fadhl. This is because the money exchanged does not match the original nominal amount or there are additions. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyebab terjadinya praktik jual beli uang rusak di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.  Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif kualitatif.  Berdasarkan hasil penelitian di lapangan, maka diperoleh suatu gambaran bahwa (1) Penyebab terjadinya praktik jual beli mata uang rusak di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi diantaranya adalah faktor ekonomi, faktor keluarga, faktor situasional dan faktor budaya; (2) Praktik jual beli mata uang rusak yang dilakukan masyarakat di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi ada yang dilakukan dengan setengah harga atau 50% dari nominal uang yang rusak, ada harga ditentukan secara sepihak oleh pembeli dan ada juga pembeli tidak menetapkan harga (negosiasi); (3) Praktik jual beli uang rusak yang terjadi di Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi dalam tinjauan hukum bisnis syariah tidak diperbolehkan karena termasuk kategori riba fadhl. Hal tersebut dikarenakan uang yang ditukarkan tidak sesuai nominal aslinya atau terdapat tambahan.
Kiai Leadership in Implementing Religious Moderation in Islamic Boarding Schools Parmoko, Parmoko; Muntholib, Muntholib; Badarussyamsi, Badarussyamsi
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v3i1.308

Abstract

This article reveals the implementation of religious moderation as a hidden curriculum at the Al-Ishlah Islamic Boarding School, Jambi Province. This article comes from ethnographic research with a qualitative qualitative approach. The results of this research show that the factors behind religious moderation in this Islamic boarding school include; haliyah, ibrah, amtsal, syawir, and culture. The implementation of attitudes and values that reflect religious moderation in this Islamic boarding school is reflected in the attitudes and behavior of national commitment, tolerant attitudes, non-violence attitudes, and accommodating attitudes towards local culture. Barriers to religious moderation revolve around the institutional environment, fanaticism, family, and information media. The results achieved in implementing religious moderation in the hidden curriculum are found in the curriculum, teachers' personalities and students. The implementation of religious moderation that has been implemented in the hidden curriculum is reflected in the Islamic education model which is holistic and inclusively integrative spiritually based. Artikel ini mengungkap implementasi moderasi beragama sebagai hidden kurikulum di Pondok Pesantren Al-Ishlah Propinsi Jambi. Artikel ini berasal  dari penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi moderasi beragama di pondok pesantren ini antara lain; haliyah, ibrah, amtsal, syawir, dan kultur. Implementasi sikap dan nilai yang mencerminkan moderasi beragama di Pesantren ini tergambar dalam sikap dan perilaku komitmen kebangsaan, sikap toleran, sikap anti kekerasan, sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Hambatan moderasi beragama berkisar pada lingkungan lembaga, fanatisme, keluarga, dan media informasi. Hasil yang dicapai dalam penerapan moderasi beragama pada hidden kurikulum terdapat dalam kurikulum, pribadi guru, dan santri. Implementasi moderasi beragama yang telah diterapkan dalam hidden kurikulum tercermin dalam model pendidikan Islam yang berbasis spiritual holistik dan inklusif integratif.
Bid‘ah and Its Implementaton on Wahhabi’s Concept Noor Rohmad, Rudik; Ritonga, A. Husein; Al-Munawwar, S. Sagap
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v3i1.324

Abstract

This article discusses the concept of heresy from the Wahhabi perspective who live in Jambi. The main problem is how Wahhabis conceptualize and implement bid‘ah in their worship practices. This article comes from qualitative research with a phenomenological approach. Data collection was carried out through observations made at several mosques used for activities. The data sources in this research are library data consisting of books, books, journals and field data obtained from observations. The results of the research show that for Wahhabis, bid‘ah is making things up or creating new things in worship that have never been prescribed. For Wahhabis, what is called worship must have a determined type, number, procedure and time. However, not all worship that did not exist during the time of the Prophet or was never exemplified by the Prophet can be called heretical. Artikel ini membahas tentang konsep bid‘ah perspektif Wahhabi yang berdomisili di Jambi. Permasalahan utamanya adalah bagaimana Wahhabi mengkonsepsikan dan mengimplementasikan bid‘ah dalam praktik ibadah mereka. Artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi yang dilakukan di beberapa masjid yang digunakan untuk kegiatan. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah data kepustakaan yang terdiri dari Kitab, buku, journal, dan data lapangan yang diperoleh dari observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagi Wahhabi, bid‘ah adalah mengada-ada atau membuat hal baru dalam ibadah yang tidak pernah disyari’atkan. Bagi Wahhabi, yang disebut ibadah pastilah sudah ditentukan jenisnya, bilangannya, tata caranya, dan waktunya. Namun demikian, tidak semua ibadah yang tidak ada pada zaman Nabi ataupun tidak pernah dicontohkan oleh Nabi bisa disebut sebagai sesat.
Kajian Living Qur’an atas Tradisi Pembacaan Manakib Samman Hayat, Nurul; Gaffar, Abdul; Firdaus, Abd.
Journal of Comprehensive Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2024): Comprehensive Perspective on Islamic Studies
Publisher : Center for Religious Studies and Social Empowerment Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56436/jocis.v3i1.286

Abstract

This study describes the community's understanding of the tradition of reciting the Samman manakib. This tradition is one of the living Qur'an phenomena in Bukit Sulah Village, Batang Asai District, Sarolangun Regency, Jambi Province. This article comes from qualitative research using the living Qur'an study method and a phenomenological approach, namely observing people who carry out traditions in the research environment, interacting with tradition actors, trying to understand, and studying the meaning of tradition. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the recitation of the Samman manakib aims to change the animist tradition that exists in the community such as worshiping something supernatural, trees, and the Sulah hill. As time goes by, the tradition of reciting the manakib is still carried out today with various specific intentions and purposes. Penelitian ini memaparkan tentang pemahaman masyarakat terhadap tradisi pembacaan manakib Samman. Tradisi ini merupakan salah satu dari fenomena living Qur’an yang ada di Desa Bukit Sulah Kecamatan Batang Asai Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. artikel ini berasal dari penelitian kualitatif dengan menggunakan metode kajian living Qur’an dan pendekatan fenomenologi yaitu mengamati orang yang melakukan tradisi dalam lingkungan penelitian, berinteraksi dengan pelaku tradisi, berusaha memahami, dan mengkaji makna tradisi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interview, dan dokumuntasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan manakib Samman bertujuan untuk mengubah tradisi animisme yang ada ditengah masyarakat seperti menyembah sesuatu yang gaib, pepohonan, dan bukit sulah. Seiring berkembangnya waktu, tradisi pembacaan manakib masih tetap dilaksanakan hingga kini dengan berbagai maksud dan tujuan tertentu.

Page 4 of 4 | Total Record : 40