cover
Contact Name
Anas Fakhruddin
Contact Email
a.fakhruddin@uinsby.ac.id
Phone
+6281332955690
Journal Mail Official
jrp@uinsa.ac.id
Editorial Address
Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, St. Ahmad Yani 117 Surabaya, East Java 60237, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Review Politik
ISSN : 20886241     EISSN : 26156504     DOI : https://doi.org/10.15642/jrp
Core Subject : Social,
Jurnal Review Politik (JRP) is a high-quality peer-reviewed research journal published by the Department of Islamic Political Thought, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya. The languages used are Indonesian and English. JRP is published twice a year, June and December. The journal focuses on the studies of Islamic Political Thought, political science, religion and politics, governance issues, and public policies in Indonesia and other Islamic countries. The journal publishes theoretical and empirical research articles to promote and disseminate the academic atmosphere in and around the regions. The journal has areas of concern that include political science, Indonesian politics, gender politics and identity, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy, international politics & security, media, information & literacy, religion and politics, digital society and disruption, civil society movement, governance & democracy, radicalism, and terrorism.
Articles 184 Documents
Konflik Elit Partai Berbasis Agama dan Rekruitmen Calon Kepala Daerah di Provinsi Lampung hawari, nadirsah
Jurnal Review Politik Vol. 9 No. 2 (2019): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.529 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2019.9.2.%p

Abstract

This study attempts to map the internal dynamics of several faith-based political parties in facing the Lampung governor election contest in 2018. This theme is considered important because the solidity of political parties is largely determined by the party's ability to manage existing dynamics or conflicts. In fact, sometimes Islamic parties find it difficult to be free from intrigue, conflicts of interest which lead to a pragmatic attitude in determining political decisions, especially when intersected with the axis of power. Whatever the reason, we believe that building political awareness by adopting education, recruitment and religious political awareness is precisely a recipe for the creation of strong political immunity for a political party so that the Islamic political philosophy of maintaining religious norms and managing world affairs can be realized. Preaching of the mass media about the conflicts or internal dynamics of political parties at the local level such as in the Lampung governor election in 2018 was the main focus of this research. As a result, both of PAN, PPP, PKB, and PKS are indicated to be trapped in the practice of political pragmatism in determining the support of candidates even though the four political parties are not the same in addressing and resolving any differences that occur within the party's body.
How Political Party Handle Their Internal Problem? Comparative Studies Between The Nationalist Party and Islamic Party in Indonesia (Golkar and PKS) Juswil, Addin Khaerunnisa; Purnomo, Eko Priyo; Nur Kasiwi, Aulia
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.676 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.51-68

Abstract

In recent era, we can see so many party trapped into an internal conflict, one of them is Golkar and PKS, see two parties with different ideological foundations, which of course has a mechanism of different conflict resolution processes, but falls within the same internal conflict circle that is still related to the existence of party elites especially when the conflict is up to the binding decision of the Supreme Court then the author seeks to dig the political party in Indonesia in resolving the internal problems of the party so as not to affect the internal party. This paper use a qualitative methods with most of the data came from literature review and from secondary data from the party itself. The result of this paper is that party internal conflict aren’t causes by ideological things, but causes by elites needs. This can be solved by strengthen the position of party court and increasing the amount of member in party court.
Relasi Kuasa Kiai Pesantren dan Pejabat Publik dalam Merumuskan Kebijakan Pendidikan Islam di Madura (Analisis Teori Kekuasaan Michel Foucault) Rusydiyah, Evi; AR, Zaini Tamin
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.84 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.27-50

Abstract

One interesting political phenomenon today is the figure of the Kiai, who has a strong influence, both in communication and policy formulation. This study aims to analyze the relationship between pesantren Kiai and public officials in formulating Islamic education policies from the perspective of Michel Foucault. The method used in this research is qualitative by using naturalistic interpretative. Data collection techniques using interviews, observation, and capture literature. The results of this study reveal the relationship between pesantren Kiai and public officials are; 1) Patriarch. This relationship is a form of leadership that is based on relationships and leadership that is led. In social structure, Kiai is categorized as an elite structure. The Kiai has a strong formal and informal authority; 2) Collegial. This relationship is a bond or relationship like a partner or colleague (colleague). A collegial relationship occurs where several places can influence each other with different strengths. Both forms of relations in the Foucault’s opinion occur because the Kiai has the power of science and public power that has political power. Relations between the occur in the formality of the Madurese community.
Respon Pemerintah Indonesia dalam Menyikapi Keberadaan ISIS di Indonesia Azizah, Nur; Shofa, Data Yaumis; Adi, Depict Pristine
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.26 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.116-140

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan respon pemerintah Indonesia dalam menyikapi keberadaan Islam Irak dan Suriah atau ISIS yang memiliki ideologi yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan dengan menyajikan data secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan seperti jurnal, buku, artikel, dan berita di internet yang berkaitan dengan obyek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia sangat responsif dalam menyikapi keberadaan ISIS di Indonesia, bebragai upaya telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam memberantas keberadaan ISIS di Indonesia. Diantaranya dengan mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada bupati, gubernur, wali kota diseluruh daerah, mencegah WNI untuk pergi ke Suriah dan Irak, dan tidak memulagkan WNI eks ISIS.
Filsafat Politik Plato Andariati, Leni
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.222 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.88-115

Abstract

Plato merupakan salah satu filosof terkemuka hingga saat ini. Pemikirannya tentang politik terletak pada konsep Negara Ideal. Penelitian ini melihat bagaimana maksud Plato tentang negara Ideal, dimulai dari bentuk negaranya dan bagaimana masyarakat seharusnya. Bermula dari pengalaman hidupnya, Plato mampu menawarkan sistem pemerintahan yang sangat baik. Pembahasan ini menemukan benang merah bahwa, negara ideal yang dimaksudkan Plato adalah negara yang berasas pada pendidikan dan kebajikan, betujuan untuk terciptanya keadilan dan kebahagiaan bagi semua masyarakat. Bentuk negara ideal yang ditawarkan Plato adalah Aristokrasi, yaitu negara yang dipimpin oleh seorang filosof atau orang yang mahir dalam bidang filsafat. Plato sangat menekankan pentingnya pendidikan dalam sebuah negara yang ideal, dengan adanya pendidikan akan menjadikan masyarakat bermoral, mampu berfikir kritis dan sistematis. Kebahagiaan dalam masyarakat akan tercapai ketika semuanya saling bekerja sama, baik dari masyarakat golongan penguasa, golongan tentara, dan golongan petani.
Mencermati Gerakan Mahasiswa dalam Perspektif Populisme Islam Ritonga, Alwi Dahlan; Muradi, Muradi; Manan, Firman
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.301 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.1-26

Abstract

Naiknya gelombang kebangkitan populisme adalah salah satu fenomena politik yang sedang terjadi di seluruh dunia saat. Hal ini ditandai dengan kemunculan tokoh-tokoh dan narasi populistik dalam setiap kontestasi pemilu. Hampir seluruh negara mengalami hantaman gelombang ini dengan berbagai corak tersendiri. Dalam konteks Indonesia, para peneliti mengatakan bahwa populisme yang bangkit di Indonesia adalah populisme sayap kanan yang membawa narasi agama sebagai semangat perjuangannya. Lebih spesifik, populisme sayap kanan yang dimaksud di Indonesia adalah populisme Islam. Kajian mengenai populisme Islam di Indonesia sangat banyak, akan tetapi hampir tidak ada ahli yang menjadikan mahasiswa sebagai fokus penelitiannya. Padahal, mahasiswa adalah salah satu entitas yang tidak bisa dinafikan perannya dalam melakukan perubahan sosial di Indonesia. Dalam artikel ini, peneliti akan memuat kajian tentang adanya gerakan populisme Islam pada kalangan mahasiswa Islam di Indonesia. Fokus penelitian ini membahas tentang beberapa organisasi kemahasiswaan Islam digerakkan oleh mahasiswa di lingkungan kampus/universitas.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan studi literatur serta teknik analisis data adalah menggunakan teknik analisis deskriptif.
Spiritualisme dan Politik (Filosofi dalam Politik di Indonesia) Utomo, Wahyu Wiji; Aswin, Muhammad
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.187 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.141-166

Abstract

Many people consider politics as a tool to gain power, it is not wrong but on the other hand politics has a noble purpose. The purpose of this study focuses on the political problems in Indonesia which experience spiritual emptiness and the influence of the spiritualism movement on politics. The method used is a qualitative method with descriptive analysis research to see various aspects of current political problems. As a result of the spiritual emptiness it was found that the politics that developed did not have a direction and purpose, so politics was oriented only to power and not to the people. With this, at least politics in Indonesia must return to the philosophical spirit, which is the welfare of the people. The solution offered is the idea of improving political spiritualism, with religion as the basis for improving the current political situation.
Mohammad Natsir: Konsep Hubungan antara Negara dan Islam dalam Mosi Integral Natsir Pangestu, Dimas Aldi; Sudrajat, Ajat
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 1 (2020): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.394 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.1.69-87

Abstract

Momen penyelamatan penting Natsir untuk mencegah disintegrasi bangsa adalah Mosi Integral Natsir. Tujuan artikel ini adalah menganalisis hubungan antara negara dan Islam dalam Mosi Integral Natsir. Metode yang digunakan adalah metode sejarah Kuntowijoyo dengan langkah-langkah pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Mosi Integral Natsir dalam konsepsi Islam dan negara bisa dilihat dalam dua konteks kesejahteraan dan persatuan. Indonesia menurut beliau secara de facto dalam persoalan kenegaraan tidak bisa dipisahkan dari agama sehingga Republik Indonesi Serikat perlu dilebur kembali ke Republik Indonesia negara yang ideal menurut Islam. Negara bertujuan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat dalam jasmani maupun rohani dimana hak dan kewajiban yang menurut Islam perlu dipenuhi negara tidak mencukupi.
Kebijakan Nawa Cita sebagai Dasar Pembangunan di Kawasan Perbatasan Kalimantan Barat Alunaza, Hardi; Sudagung, Adityo Darmawan
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.042 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.2.167-189

Abstract

Tulisan ini disajikan guna menjawab pertanyaan penelitian bagaimana Nawa Cita dapat dimanfaatkan sebagai pendorong pembangunan kawasan perbatasan di Kalimantan Barat. Kawasan perbatasan tersebut kurang diperhatikan oleh pemerintah. Masalah yang ditemui di sana, antara lain adalah buruknya infrastruktur, penegakan hukum yang tidak maksimal, dan pemanfaatan sumber daya alam dan manusia yang tidak optimal. Penulis menggunakan Teori Pilihan Rasional sebagai turunan dari perspektif dalam kebijakan luar ngeri dengan pengumpulan data didapatkan melalui teknik studi literatur yang berasal dari bab buku, artikel di dalam jurnal, dan artikel daring. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perwujudan kebijakan Nawa Cita di kawasan perbatasan di Kalimantan Barat telah dilakukan dengan pergeseran arah kebijakan, pembangunan Pos Lintas Batas Negara, infrastruktur penunjang, dan pengamanan perbatasan. Indonesia juga merevitalisasi peran dan fungsi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), meningkatkan perlindungan terhadap sumber daya alam, dan melakukan penyelarasan pendekatan kesejahteraan dan keamanan untuk mengurangi tingkat kemiskinan.
Bejingan Penggerak Governing Elite : Perspektif Baru Makelar Suara Suwarno, Asmawati; Tawakkal, George Towar Ikbal; Muadi, Sholih
Jurnal Review Politik Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.856 KB) | DOI: 10.15642/jrp.2020.10.2.190-200

Abstract

Studi seluruh dunia telah banyak membahas terkait makelar suara membantu kandidat dalam proses mobilisasi massa. Namun hal mengejutkan terjadi ketika makelar suara menjadi penggerak pemerintahan membantu kandidat dalam kepemimpinan formal. Tidak hanya terbatas pada makelar suara yang membantu kepemimpinan formal, tak jarang Bejingan juga memiliki andil sebagai klebun (kepala desa) sebagai hasil dari makelar suara mengantarkan bos politik mereka menuju kursi pemerintahan. Untuk memberikan pemahaman terkait Bejingan sebagai tokoh lokal sekaligus makelar suara menjadi pemimpin formal di desa artikel ini mengeksplorasi bagaimana Bejingan menempati posisi formal di pemerintahan sera Bejingan sebagai badan eksekutif yang membantu kepala desa menyenyejahterakan masyarakat. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus dimana dapat memberikan nilai tambah pada pengetahuan secara unik terkait makelar suara. Berdasarkan wawancara mendalam dan observasi lapangan di Kabupaten Pamekasan, peneliti menemukan bahwa Bejingan sebagai kepala desa menimbulkan banyak hal positif dimana kiprah dan status sosial Bejingan mampu menjadikan desa jauh dari konflik masyarakat dan hal kriminalitas misalnya pencurian dan perampokan. Bejingan sebagai makelar suara yang bertindak sebagai eksekutif memiliki keuntungan nama baik di mata masyarakat yang dapat menjadi prospek kedepanya ketika Bejingan mencari suara di masa pemilu yang akan datang. Kontribusi keilmuan artikel ini adalah mendiskusikan perluasan makelar suara yang berhasil menduduki posisi formal pemerintahan tidak terbatas pada mencari suara untuk kandidat.