cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282262130800
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu, Bandung, Provinsi Jawa Barat, 40257
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Management
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559357     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe
Core Subject : Economy, Science,
merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian management. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 2,093 Documents
Representasi Konsumersime pada Film Fight Club (Analisis Semiotika Roland Barthes) Surya, Muhammad; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumerisme telah menjadi fenomena dominan dalam masyarakat modern, mendorong individu untuk terusmembeli dan mengonsumsi barang di luar kebutuhan riil. Fight Club karya David Fincher menampilkan kritikterhadap budaya konsumsi dan dampaknya terhadap identitas individu. Namun, masih terdapat kesenjangan dalamanalisis mendalam mengenai bagaimana film ini merepresentasikan konsumerisme melalui tanda dan simbol.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi konsumerisme dalam Fight Club menggunakan pendekatansemiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotika untuk menguraikan maknadenotasi, konotasi, dan mitos dalam elemen visual serta naratif film. Hasil penelitian menunjukkan bahwakonsumerisme direpresentasikan melalui obsesi protagonis terhadap barang-barang material, yang pada akhirnya tidakmemberikan makna sejati dalam hidupnya. Selain itu, kekerasan dalam Fight Club digambarkan sebagai bentukpembebasan dari sistem konsumsi yang menindas. Gerakan anarkis yang dipimpin oleh Tyler Durden bertujuanmenghancurkan simbol kapitalisme dan mendorong individu untuk melepaskan keterikatan material demi menemukanmakna hidup yang lebih dalam. Dengan demikian, Fight Club menawarkan kritik tajam terhadap budaya konsumsidan pengaruhnya terhadap identitas individu.Kata Kunci: Representasi, Konsumerisme, Semiotika Roland Barthes, Fight Club.
Representasi Love Language Dalam Video Musik Love Epiphany Karya Reality Club Dengan Pendekatan Semiotika Roland Barthes Revanza, Naufal Fabian; Putra, Asaas
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cinta merupakan bagian esensial dalam kehidupan manusia dan kerap diwujudkan melalui hubungan romantis. Untukmembangun hubungan yang sehat dan bermakna, diperlukan komunikasi yang efektif antar pasangan. Konsep LoveLanguage yang meliputi kata-kata afirmasi, waktu berkualitas, pemberian hadiah, tindakan pelayanan, dan sentuhanfisik menjadi cara untuk mengekspresikan kasih sayang secara verbal maupun non-verbal. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengkaji bagaimana Love Languagedirepresentasikan dalam video musik Love Epiphany karya Reality Club. Dengan menganalisis lima belas adeganpilihan serta lirik yang menyertainya, penelitian ini menemukan bahwa kelima dimensi Love Language hadir baiksecara eksplisit maupun implisit. Representasi tersebut memperlihatkan bagaimana media musik dapat menjadisaluran ekspresi emosional dan nilai budaya terkait cinta.Kata Kunci-Love Language, Semiotika Roland Barthes, Video Musik, Komunikasi Interpersonal, Reality Club
Representasi Penumpasan Komunisme dalam Film ”Gadis Kretek” Kesuma, Satyawada Wiratama; Mahadian, Adi Bayu
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi penumpasan komunisme pasca-peristiwa Gerakan 30 September (G30S) dalamfilm serial Netflix Gadis Kretek. Tujuan utamanya adalah untuk mengungkap bagaimana elemen-elemen sinematikdalam film tersebut merepresentasikan trauma kolektif dan konflik ideologis, serta bagaimana film menghadirkanperspektif baru yang lebih inklusif terhadap ingatan sejarah, khususnya terkait simpatisan Partai Komunis Indonesia(PKI). Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika sosial Theo van Leeuwen, penelitian ini berfokuspada analisis episode 3 hingga 5, dengan unit analisis mencakup Representational Meaning, Gramatika Desain danVisual, serta Analisis Multimodal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Gadis Kretek merepresentasikanpenumpasan komunisme secara implisit melalui berbagai simbol (seperti "Partai Merah", tanda "X", dan "KretekMerah"), dialog, dan elemen visual. Representasi ini tidak hanya menantang narasi sejarah dominan denganmemanusiakan korban dan menampilkan dampak antar generasi, tetapi juga mengindikasikan adanya penggunaan isupolitik sensitif sebagai elemen yang berpotensi komersial dalam industri film populer. Film ini disimpulkan berfungsisebagai media alternatif yang penting dalam merepresentasikan sejarah kelam Indonesia, mengkritisi cara-cararepresentasi di media arus utama, dan membuka ruang bagi narasi tandingan sekaligus menyoroti multifungsi mediafiksi dalam diskursus sejarah, politik, hingga komersialisasi budaya.Kata Kunci- Representasi Sejarah, Gadis Kretek, Penumpasan Komunisme, Semiotika Sosial, Budaya PopulerIndonesia
Representasi Wanita Gen – Z Berjerawat di Media Sosial Instagram Gusriatara, Rizka; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Standar kecantikan yang ditampilkan di media sosial, khususnya Instagram, sering kali menciptakan tekanan bagiwanita, terutama mereka yang memiliki kondisi kulit wajah berjerawat. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisisdan memahami bagaimana wanita Gen Z yang berjerawat merepresentasikan dirinya di media sosial Instagram.Penelitian ini menggunakan teori representasi Stuart Hall yang memiliki beberapa fokus yaitu refleksi, konstruksi,dan intensi serta penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untukmengeksplorasi pengalaman mendalam para informan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi,dan dokumentasi terhadap wanita Gen Z yang aktif menggunakan Instagram dan memiliki kondisi kulit berjerawat.Penelitian ini menunjukkan bahwa para informan membentuk representasi diri dengan berbagai strategi, sepertimenggunakan filter, menyembunyikan bagian wajah tertentu, atau memilih tidak mengunggah foto wajah samasekali, dimana representasi diri para informan di Instagram tidak lepas dari paparan standar kecantikan sosial yangmenekankan kulit mulus sebagai simbol kecantikan ideal. Temuan ini menunjukkan adanya dampak yang cukupkuat dari lingkungan sosial dan media terhadap cara individu menampilkan diri. Representasi yang dibentuk bukanhanya sebagai ekspresi diri, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan sosial. Hasil dari penelitian iniadalah bahwa wanita Gen Z berjerawat membentuk representasi diri yang berdasarkan oleh stigma sosial dantekanan media digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya membentuk mediasosial yang lebih inklusif terhadap keberagaman penampilan fisik. Kata Kunci: Instagram, kulit berjerawat, media sosial, representasi diri, standar kecantikan, wanita Gen – Z
Resepsi Khalayak Terhadap Konten Kesehatan Mental di Tempat Kerja (Studi Pada Pengikut Akun Instagram @menjadimanusia.id) Noer, Salma; Adim, Adrio Kusmareza
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental di tempat kerja merupakan aspek penting yang memengaruhi produktivitas dan kesejahteraanindividu. Isu ini semakin relevan di tengah tingginya tekanan kerja yang dapat berdampak pada kondisi psikologispara pekerja. Media sosial sebagai saluran komunikasi digital berperan penting dalam menyebarkan informasimengenai kesehatan mental. Salah satu platform yang aktif membahas topik ini adalah akun Instagram@menjadimanusia.id. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pesan tentang kesehatan mental di tempatkerja yang disampaikan oleh akun tersebut diterima oleh khalayak lewat analisis resepsi Stuart Hall yaitu DominantHegemonic Position, Negotiated Position, dan Opposite Position. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatifmelalui pendekatan studi kasus dengan paradigma konstruktivisme dan metode analisis resepsi Stuart Hall. Subjekpada penelitian ini merupakan pengikut akun Instagram @menjadimanusia.id yang merupakan pekerja aktif kemudianmemberikan interpretasi terhadap 5 konten bertema kesehatan mental di tempat kerja. Hasil penelitian inimenunjukkan 9 informan meresepsi pesan mengenai kesehatan mental di tempat kerja dan menempatkan 7 dari 9informan dalam Dominant-Hegemonic Position, 1 dari 10 informan menempati Negotiated Position, dan 1 dari 10informan menempati Opposite Position.Kata Kunci: Kesehatan Mental , Analisis Resepsi, Media Sosial, Instagram, Menjadi Manusia
Semiotika Video Musik “Eat Your Young” Oleh Hozier Dan Representasinya Pada Pola Komunikasi Keluarga (Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure) Larasati, R. Putri; Destiwati, Rita
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola asuh yang diajarkan oleh orang tua kepada anak akan sangat berpengaruh pada kehidupan sang anak. Di erasekarang, media mempunyai peran besar untuk bisa merepresentasikan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan.Dalam penelitian ini akan dibahas mengenai bagaimana komunikasi keluarga toksik direpresentasikan di media, salahsatunya adalah pada video musik “Eat Your Young” oleh Hozier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis maknamakna penanda dan petanda dengan semiotika Ferdinand de Saussure yang ada di video musik “Eat Your Young”yang berkaitan dengan pola komunikasi keluarga serta menganalisis representasi pandangan pola komunikasi keluargadalam video musik “Eat Your Young”. Penelitian ini mengkaji semiotika dan menganalisa dengan teori polakomunikasi keluarga DeVito, sehingga metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitiankualitatif. Sebagai subjek penelitiannya adalah video musik “Eat Your Young”. Sebagai objek penelitiannya adalahpotongan adegan video tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah makna petanda dan penanda yang merepresentasikanbagaimana komunikasi keluarga yang toksik memperburuk hubungan antara orang tua dan anak.Kata kunci: Pola Komunikasi Keluarga, Semiotika, Ferdinand de Saussure, Video Musik “Eat Your Young”,Komunikasi Nonverbal.
Penggunaan Bahasa Jaksel Sebagai Penguat Identitas Komunitas BOT (Batavia On Telkom) di Telkom University Premono, Michelle Zevana; Supratman, Lucy Pujasari
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji penggunaan Bahasa Jaksel sebagai alat penguatan identitas Komunitas BOT (Batavia OnTelkom) di Telkom University. Bahasa Jaksel, campuran bahasa Indonesia, Inggris, dan slang lokal, mencerminkankreativitas linguistik dan identitas anak muda urban. Dengan pendekatan etnografi komunikasi, penelitian inimenganalisis praktik linguistik, aspek pragmatik, dan pengaruh media sosial untuk memahami peran Bahasa Jakseldalam memperkuat solidaritas kelompok di luar Jakarta. Penelitian ini mengisi kesenjangan studi sebelumnya yangberfokus pada Jakarta atau platform digital, serta menawarkan rekomendasi bagi pendidik untuk memanfaatkanBahasa Jaksel dalam memperkuat solidaritas tanpa mengabaikan bahasa formal.Kata kunci: Bahasa Jaksel, identitas komunitas, Komunitas BOT, Telkom University, Sosiolinguistik
STUDI FENOMENOLOGI PERAN ISTRI SEBAGAI TULANG PUNGGUNG KELUARGA DI DESA KALIPUTU KUDUS Mahindira, Helena Amanda Fidela; Ramadhana, Maulana Rezi; Widya P, Chairunnisa
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana keluarga beradaptasi dalam menghadapi tantangan hingga mampumenerima dan beradaptasi dengan perubahan peran dalam keluarga pada pekerja pelinting rokok di Desa Kaliputu,Kudus. Perubahan peran ini memicu ketegangan dalam komunikasi keluarga yang dianalisis menggunakan RelationalDialectics Theory (RDT) oleh Leslie Baxter dan Barbara Montgomery. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan pendekatan fenomenologi dan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitianmenunjukkan ketegangan dalam komunikasi keluarga umumya terjadi pada masa transisi ketika istri mulai mengambilperan sebagai tulang punggung keluarga. Seiring berjalannya waktu, keluarga mulai beradaptasi dan menerima kondisitersebut sehingga ketegangan cenderung mereda dan komunikasi menjadi lebih stabil. Penelitian ini memberikanpemahaman bagaimana keluarga menghadapi perubahan struktur peran dan pentingnya komunikasi dalam menjagakeharmonisan keluarga walaupun terjadi perubahan peran.Kata Kunci: Komunikasi Keluarga, Istri Tulang Punggung, Ketegangan.
ENVIRONMENTAL COMMUNICATION ON INSTAGRAM OF DKI JAKARTA ENVIRONTMENTAL AGENCY (DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI JAKARTA) Taufiqulhakim, Ferdio Rizqi; Dirgantara, Pradipta
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective is to find out how the environmental communication is applied on the Instagram account ofDLH DKI Jakarta. Jakarta faces various environmental problems such as air pollution, flooding, and suboptimal wastemanagement. The DKI Jakarta Environmental Agency (DLH) as a government institution utilizes Instagram as amedium to disseminate information and raise public awareness about environmental issues. This study aims to explorehow environmental communication is conducted by DLH DKI Jakarta through Instagram in addressing environmentalproblems. The research uses a qualitative approach with an instrumental case study type and constructivist paradigm.Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The analysis refers to Foulger(2004) Ecological Model of the Communication Process, which includes elements such as message creators, media,language, audience feedback, and the relationship between sender and receiver. The findings show that DLH DKIJakarta applies a structured and adaptive communication strategy through visual and educational content, with twoway interaction between the agency and the public. The study concludes that social media, especially Instagram, canserve a communication tool to build public awareness and participation in environmental issues.Keywords: Environmental communication, Instagram, Environmental Agency, Jakarta, Social Media
perception of Romance Relationship Standards of Generation Z on TikTok Lessy, Putri Ballgis; Dimyati, Dindin
eProceedings of Management Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates how Generation Z perceives romantic relationship standards on TikTok, focusing on howcurated content influences their expectations and emotional responses. TikTok introduces idealised romanticrepresentations that shape how young people interpret love and relationships. This study applies Richard Gregory’sConstructivist Theory of Perception to examine how prior experiences, incomplete information, and digital cuesinfluence users’ perception of relationship reality. A qualitative phenomenological method was used, involving seveninformants aged 18–24 from Jakarta and Bandung. Data were collected through in-depth interviews and analysedusing Jhonny Saldaña thematic analysis to identify patterns in how romantic content on TikTok shapes and reinforcesromantic ideals. The findings show that informants often internalised unrealistic standards, resulting in insecurity,disappointment, and relational pressure. However, some developed awareness of the curated nature of suchportrayals. Further studies may explore emotional well-being impacts, screen time, gender differences, and culturalcontexts using quantitative methods to deepen understanding.Keywords: Generation Z, TikTok, Romantic Relationship, Expectations