cover
Contact Name
Yasmir
Contact Email
lppmiakss@gmail.com
Phone
+6285266128252
Journal Mail Official
lppmiakss@gmail.com
Editorial Address
Jl. Setih Setio No. 5 Pasir Putih, Muara Bungo 37214 085266128252
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora (JASIORA)
ISSN : -     EISSN : 26561328     DOI : https://doi.org/10.56957/jsr.v6i2
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Setih Setio sebagai wadah bagi para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang ilmu sosial. Selain itu jurnal ini juga dapat menjadi wahana tukar pandang dan informasi di antara para cendekiawan, praktisi, maupun peminat ilmu sosial yang terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juli dan Desember.
Articles 170 Documents
Evaluasi Pelaksanaan Program Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) Di Kecamatan Bathin III Muara Bungo Provinsi Jambi Tri Wera Agrita; Titis Wulandari
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.784 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v4i1.149

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Kemiskinan ini muncul sebagai akibat kenaikan berbagai bahan kebutuhan pokok dan hilangnya berbagai pendapatan masyarakat. Hal ini mengakibatkan adanya pemutusan hubungankerja dari berbagai bencana yang terjadi diberbagai daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendiskripsikan Pelaksanaan BLSM dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Bungo tepatnya di Kecamatan Bathin III.Kecamatan Bathin III yang mana Kabupaten Bungo terdiri dari 17 Kecamatan dikarenakan penduduk masyarakat Kecamatan Bathin III mata pencahariannya rata-rata sebagai petani yang mana hasil pendapan tidak menentu. Berdasarkan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bungo berupaya untuk melaksanakan kebijakan tersebut. UUD Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pelaksanaan Program BLSM. UUD Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pedoman dan Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial. Melalui Kemensos Nomor 28/HUK/2013 PT.Pos Indonesia dan BRI sebagai pelaksana penyaluran dana BLSM kepada Rumah Tangga Miskin. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif.? Pelaksanaan lapangan berupa peranan operator sebagai fasilitasi dalam melakukan sosialisasi, Pendataan Penerima, Ketepatan Sasaran dan Penyaluran dana BLSM. Kendala-kendala yang ada dalam pelaksanaan program BLSM Kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah dan Rendahnya keterampilan petugas dalam memantau dan memonitor pelaksanaan program BLSM serta organisasi dan manajemen pemerintahan yang belum terpadu di Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo. Upaya-upaya Pemerintahan Kabupaten Bungo dalam pelaksanaan program BLSM dapat memantau dan mengawasi pelaksanaan program BLSM dilapangan.
Pelaksanaan Koordinasi Pemerintah Daerah dan Perusahaan Listrik Negara Dalam Pengadaan Jaringan Listrik Daerah Pedesaan Zepa Anggraini; Siti Masruroh
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 3, No 2 (2019): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.815 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v3i3.104

Abstract

Di Era modern ini perkembangan penggunaan listrik sangatlah melekat pada masyarakat, sudah umum dipahami bahwa listrik adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan saat ini. Maka sudah menjadi keharusan bagi pemerintah untuk menyediakan pelayanan listrik bagi seluruh penduduknya baik dikota maupun didesa. berbagai permasalahan ketenagalistrikan telah diantisipasi dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan koordinasi pemerintah daerah dan PLN dalam pengadaan jaringan listrik daerah perdesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BAPPEDA Kabupaten Bungo dan seluruh karyawan PT. PLN, sedangkan sampel yang diambil sebanyak tujuh orang menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan koordinasi Bappeda dan PT.PLN dalam pengadaan jaringan listrik daerah pedesaan pada teorinya sudah berjalan dengan baik, akan tetapi pada prakteknya belum efektif dikarenakan masih terdapatnya desa yang belum memiliki jaringan listrik dan masih terdapatnya masyarakat yang belum dialiri listrik. Adapun Kendala-kendala yang dihadapi oleh Bappeda adalah tidak mempunyai kebijakan langsung untuk membangun jaringan listrik daerah pedesaan. Kurangnya sosialisasi oleh PLN. Jumlah penduduk dan faktor geografis yang sulit dijangkau. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Bappeda dan PLN adalah meningkatkan standar regulasi penyusunan, pengelolaan, pengawasan, dan tata cara pengadaan jaringan listrik daerah perdesaan, Memanfaatkan Dana desa untuk pembangunan sarana prasarana termasuk infrastruktur jaringan listrik, membuat kebijakan khusus yang mengatur tentang pengadaan jaringan listrik daerah perdesaan dan desa yang belum dialiri listrik.
Pelaksanaan Koordinasi Pemerintah Daerah Dan Perusahaan Listrik Negara Dalam Pengadaan Jaringan Listrik Daerah Pedesaan Fajar Ifan Dolly; Asra'i Maros; Ade Sofa; Aisyah Aisyah
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 2, No 1 (2018): Juni
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.57 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v2i4.46

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan koordinasi pemerintah daerah dan PLN dalam pengadaan jaringan listrik daerah pedesaan. Selain itu juga untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi oleh pemerintah daerah dan PLN dalam pengadaan jaringan listrik pedesaan. Dan untuk mengetahui upaya apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan PLN dalam pengadaan jaringan listrik pedesaan. Penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan metode kualitatif. Populasi penelitian adalah manajer dan kepala teknisi PT. PLN, Kepala Bappeda dan Kepala Sarana dan Prasarana, sedangkan sampel diambil sebanyak delapan orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan koordinasi Bappeda dan PT PLN dalam pengadaan jaringan listrik pedesaan secara teori telah berjalan dengan baik, tetapi dalam praktiknya belum efektif karena masih ada desa yang belum memiliki jaringan listrik dan masih ada masyarakat yang belum listrik. Hambatan yang dihadapi Bappeda adalah tidak memiliki kebijakan langsung untuk membangun jaringan listrik pedesaan. Sedangkan kendala yang dihadapi oleh PT. PLN adalah PLN berharap pemerintah untuk menegaskan kebijakan pembebasan lahan, kurangnya sosialisasi oleh PLN, kepadatan penduduk yang rendah dan faktor geografis yang sulit dijangkau. Upaya yang dilakukan oleh Bappeda dan PLN adalah untuk meningkatkan standar peraturan untuk persiapan, pengelolaan, pengawasan, dan prosedur untuk penyediaan jaringan listrik pedesaan, dana desa, untuk membuat kebijakan khusus yang mengatur pengadaan jaringan listrik pedesaan dan desa yang belum didukung oleh listrik.
Pengaruh Harga, Iklan dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Realme di Kota Muara Bungo Muslimin Muslimin; Yasmir Yasmir; Silvia Jesika
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 5, No 2 (2021): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.329 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v4i3.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga, iklan dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian smartphone realme di kota Muara Bungo. Populasi penelitian ini adalah pengguna smartphone realme dengan cara acidental sampling. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 96 pengguna smartphone realme metode pengumpulan data dengan metode kuesioner.Dalam uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dalam kuesioner untuk variabel independen dan dependen adalah valid dan reliabel. Adapun uji asumsi klasik menunjukkan bahwa data terdistribusi secara normal, sedangkan hasil uji asumsi klasik yang lain menunjukkan bahwa untuk seluruh variabel terbebas dari multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Model regresi yang dihasil kan baik dan tidak bias.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial variabel harga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai thitung (-1,140) < ttabel (1.986), atau sig 0,257 > 0.05, Iklan berpengaruh secara parsial dengan nilai thitung (13.890) > ttabel (1,986), atau sig 0.00 < 0.05, dan kualiatas produk berpengaruh secara parsial dengan nilai thitung (2,794) >ttabel (1,986), atau sig 0,006 < 0.05, secara simultan harga, iklan dan kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan nilai F hitung > F tabel (293.964 > 2,70).?
PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU DALAM PERSPEKTIFTEKNOLOGI DIGITAL Erwin H Harahap H Harahap; Nanik Istianingsih; Mukhtar Latief
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.33 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v4i1.138

Abstract

Filsafat Ilmu diorientasikan untuk menjelaskan bagaimana kedudukan filsafat ilmu pengetahuan dalam peta filsafat secara keseluruhan, dan secara khusus mendeskripsikan bagaimana teori-teori ilmu pengetahuan, baik dari perspektif ontologi, epistemologi maupun aksiologinya. Ilmu dan teknologi bukanlah entitas yang sederhana karena bersangkut paut dengan dorongan hakiki dan naluri kreatif dalam diri manusia. Bagaimana hubungan senyatanya antara ilmu dengan teknologi yang saling kait, saling gayut maupun saling-pengaruh. Terdapat hubungan dialektis antara ilmu dan teknologi.Pada satu sisi, ilmu menyediakan bahan pendukung penting bagi kemajuan teknologi yakni berupa teori-teori. Pada sisi lain penemuan teknologi sangat membantu perluasan cakrawala penelitian ilmiah, yakni dengan dikembangkannya perangkat penelitian berteknologi mutakhir. Bahkan dapat dikatakan, dewasa ini kemajuan ilmu mengandalkan dukungan teknologi, sebaliknya kemajuan teknologi mengandalkan dukungan ilmu.Semakin canggihnya teknologi digital masa kini membuat perubahan besar terhadap dunia, dan telah melahirkan berbagai macam teknologi baru yang semakin maju. Teknologi pada era digital ini membawa banyak manfaat dari berbagai bidang seperti politik, eknomi, sosial budaya, pertahanan atau keamanan serta teknologi informasi, namun tidak dipungkiri setiap pemanfaatannya memiliki tantangan.
Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku Guna Memperlancar Proses Produksi Pupuk Organik (Studi Pada CV. Prolific Organik Muara Bungo) Dessy Marhandrie; Yasmir Yasmir; Fina Afriany; Adi Saputra
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.514 KB)

Abstract

Terkait masalah manajemen persediaan bahan baku di CV. Prolific Organik Muara Bungo peneliti menemukan fenomena-fenomena masalah yang diteliti adalah bahan baku pembuatan pupuk masih bergantung pada pemasok/masyarakat, belum adanya sistem manajemen persediaan yang digunakan oleh perusahaan, tidak adanya kerjasama tentang permintaan bahan baku kepada pihak pemasok dan belum adanya sistem manajemen persediaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, adapun yang menjadi populasi ialah Direktur dan seluruh karyawan beserta pelanggan CV. Prolific Organik Muara Bungo, dan metode penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposie Sampling (sampel bertujuan), sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 (delapan) orang yang terdiri dari, direktur, wakil direktur, manager bagian bahan baku, dua orang karyawan bagian bahan baku, tiga orang pelanggan. Berdasarkan indikasi permasalahan yang terjadi dalam fenomena-fenomena di atas maka dengan ini CV. Prolific Organik Muara Bungo melakukan berbagai upaya dalam mengatasi hambatan yang terjadi diantaranya ialah adanya penyimpanan bahan baku supaya pembuatan pupuk tidak selamanya bergantung pada perusahaan pabrik, permintaan pupuk organik oleh konsumen dapat dipenuhi karena tersedianya bahan baku diperusahaan, terciptanya proses kerjasama tentang permintaan bahan baku kepada pihak pemasok dan diterapkannya sistem manajemen persediaan yang dilakukan oleh pihak perusahaan untuk kedepannya.
PENGARUH FUNGSI KOMUNIKASI DAN KEPUASAN KERJA KARYAWAN TERHADAP PEMBERIAN PELAYANAN NASABAH PT. BPR LPN TALAWI SAKATO Susriyanti Susriyanti; Rio Nardo
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 3, No 1 (2019): Juni
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.437 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v3i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana fungsi
Implementasi Program ASI Eksklusif Dalam Meningkatkan Kesehatan Bayi (Studi Pada Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Sarimulya Kecamatan Rimbo Ilir) Fina Afriany; Ira Widyastuti; Delvita Juniarsih; Dian Eka Sari Abrina
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 1, No 2 (2017): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.26 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v2i3.61

Abstract

Dalam penelitian ini terdapat beberapa fenomena yaitu : Masih ditemui bayi usia bawah 6 bulan ditinggal kerja oleh sang ibu, hal ini terjadi karena izin cuti yang diberikan oleh perusahan atau dinas tempat ibu bekerja hanya 3 bulan, sehingga sang ibu tidak bisa sepenuhnya memberikan ASI kepada bayinya selama 6 bulan tersebut; Masih ditemui bayi budaya menyusui dengan botol, hal ini terjadi karena sang ibu bekerja dan bayi tidak bisa dibawa ke tempat ibu bekerja maka jalan keluar satu-satunya dengan memberikan susu botol kepada bayi; Kurangnya pengetahuan dukun beranak terhadap arti penting ASI. Hal ini menyebabkan bayi tidak memdapatkan ASI secara langsung setelah bayi lahir, karena dukun beranak pengetahuannya masih awan dan tidak memberikan masukan kepada sang ibu bayi tentang arti penting ASi dan masih ada permasalahan lain. Rumusan masalah yaitu :Bagaimana implementasi program Air Susu Ibu ( ASI ) Eksklusif di Puskesmas Pembantu (pustu) desa Sarimulya?; Apa kendala yang dihadapai oleh puskesmas pembantu (pustu) dalam mengimplementasikan program Air Susu Ibu ( ASI ) Eksklusif di desa Sarimulya?; Apa upaya yang dilakukan oleh puskesmas pembantu (pustu) desa Sarimulya dalam mengatasi kendala implementasi program Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif ?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Populasi adalah wilayah generalisasi objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Berdasarkan pengertian itu, populasi dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas Alai ilir, KIA Puskesmas Alai ilir, petugas puskesmas pembantu, bidan desa, ibu-ibu menyusui, ibu-ibu hamil, di desa Sarimulya. Dalam penelitian ini unit analisis yang diambil dan ditetapkan berjumlah yaitu 18 (delapan belas) orang. Hasil penelitian menunjukan Dalam mengimplementasikan program ASI Eksklusif puskesmas pembantu (pustu) desa Sarimulya telah cukup banyak melakukan pengembangan dan pengelolaan berbagai macam kegiatan yang mendukung program ASI Eksklusif, walaupun saat ini cakupan ASI Eksklusif sudah mengalami peningkatan namun masih belum maksimal karena pencapaian persentase target dinas kesehatan kabupaten sejauh ini belum tercapai. Dalam mengimplementasikan program ASI Eksklusif Puskesmas pembantu (pustu) desa Sarimulya melakukan kerjasma dengan berbagi instansi terkait.
ANALISIS PENERAPAN RENCANA BISNIS BUDIDAYA AYAM BROILER DALAM PENGEMBANGAN USAHA GUNA MENINGKATKAN PENDAPATAN PT. SABAS GROUP MUARA BUNGO Ira Widyastuti; Delvita Juniarsih
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 2, No 2 (2018): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.891 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v3i1.18

Abstract

Kekurangan jumlah stok ayam broiler (pedaging) di Muara Bungo menjadi permasalahan yang mendasari penulis untuk meneliti tentang penerapan rencana bisnis budidaya ayam broiler dalam pengembangan usaha guna meningkatkan pendapatan PT. Sabas Group Muara Bungo. Penerapan yang dimaksud adalah penambahan jumlah populasi ayam dan peternak yang bermitra dengan PT. Sabas Group Muara Bungo untuk mengembangkan usaha yang sudah ada guna meningkatkan pendapatan perusahaan dan eksistensi perusahaan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan rencana bisnis budidaya ayam boriler dalam pengembangan usaha guna meningkatkan pendapatan PT. Sabas Group Muara Bungo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, hambatan PT. Sabas Group Muara Bungo dalam mengembangkan usaha guna meningkatkan pendapatan perusahaan adalah jumlah DOC (bibit ayam) yang masih terbatas, performance ayam buruk dan manajemen pelayanan yang belum memuaskan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, PT. Sabas Group Muara Bungo telah melakukan upaya-upaya untuk menedukung penerapan rencana bisnis budidaya ayam broiler dalam pengembangan usaha guna meningkatkan pendapatan perusahaan.
ANALISIS KEBIJAKAN PENGAWAS KOPERASI DALAM MENINGKATKAN SISA HASIL USAHA (SHU) (Studi Pada Koperasi Serba Guna Pasar Bungur Muara Bungo) Deni Handani; H.Muhammad Nasir; Ulil Amri
Jurnal Administrasi Sosial dan Humaniora Vol 6, No 2 (2022): Desember
Publisher : Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.412 KB) | DOI: 10.56957/jsr.v6i2.240

Abstract

Koperasi Serba Guna Pasar Bungur Muara Bungo merupakan sebuah koperasi pasar yang berdiri pada 21 September 1995. Berdasarkan perkembangan kegiatannya, koperasi inii mengalami naik turun dalam hal jumlah anggota maupun sisa hasil usahaTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan pengawas Koperasi Serba Guna Pasar Bungur Muara Bungo dalam meningkatkan sisa hasil usaha, untuk mengetahui hambatan dan upaya yang dihadapi pengawas Koperasi Serba Guna Pasar Bungur Muara Bungo dalam meningkatkan sisa hasil usaha, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif sedangkan yang menjadi populasi adalah pengawas koperasi, pengurus koperasi dan anggota koperasi, dengan sampel berjumlah 8 (delapan) orang yaitu dua orang pengawas, dua orang pengurus, dan empat orang anggota koperasi. Dalam penarikan dan pengambilan sampel peneliti memakai teknik Purposive Sampling dan Sample Random Sampling.Hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan pengawas koperasi dalam meningkatkan pendapatan sisa hasil usaha (SHU) sudah cukup baik, akan tetapi pengawas masih belum optimal dalam menjalankan kebijakan tersebut. Dalam menjalankan kebijakan tersebut pengawas menemukan beberapa masalah yang dihadapi yaitu anggota yang memilih keluar karena membutuhkan modal dan anggota yang dikeluarkan karena tidak mengikuti aturan yang ada, dana pada kas koperasi tidak siap / tidak mencukupi untuk diberikan pinjaman kepada anggota, serta rendahnya perekonomian yang ada di Kabupaten Bungo. Adapun upaya yang dilakukan pengurus dalam mengatasi hambatan yang ada adalah Pengurus mempertimbangkan permasalahan yang ada pada setiap anggota sebelum mengeluarkan anggota yang bermasalah, Pengurus koperasi menunda permohonan pinjaman anggota, Pengurus belum melakukan upaya apapun terkait rendahnya perekonomian di Kabupaten Bungo.Kata Kunci: Koperasi, Kebijakan, Sisa Hasil Usaha

Page 3 of 17 | Total Record : 170