cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
IMPLEMENTASI STRATEGI THINK-TALK-WRITE (TTW) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SD Niken Larasati; Karlimah Karlimah; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.473 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4692

Abstract

Komunikasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam pemecahan masalah matematika karena dengan kemampuan komunikasi matematis, siswa mampu mengubah ide matematis ke dalam bentuk algoritma dan gambar, ataupun sebaliknya sehingga siswa mampu memecahkan masalah tersebut dengan baik. Namun berdasarkan observasi yang dilakukan, menunjukan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pemecahan masalah matematika masih sangat rendah. Penelitian tentang implementasi strategi think-talk-write terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa SD ini mempunyai tujuan untuk mendapatkan deskripsi mengenai perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write dan tanpa menggunakan strategi think-talk-write. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen desain post-test only dengan populasi siswa kelas IV SD di kecamatan Gandrungmangu Kabupaten Cilacap. Sampel terdiri dari 2 kelas, yang dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan purposive, yaitu siswa kelas IV SDN 01 Gandrungmangu sebagai kelas kontrol dan siswa kelas IV SDN 02 Gandrungmanis sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah soal tes akhir (post-test) pemecahan masalah tentang keliling dan luas segitiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write termasuk ke dalam kategori rendah; (2) kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga tanpa menggunakan strategi think-talk-write termasuk ke dalam kategori sangat rendah (3) terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write  dan tanpa menggunakan strategi think-talk-write. Rata-rata peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa pada pembelajaran pemecahan masalah keliling dan luas segitiga menggunakan strategi think-talk-write lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran tanpa menggunakan strategi think-talk-write.
Pengembangan Media Puzzle tentang Sejarah Kerajaan Hindu Budha di Indonesia untuk Siswa Sekolah Dasar Ervina Hafidah; Sumardi Sumardi; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.928 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.26468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain sebuah produk berupa media puzzle berbentuk kubus yang layak digunakan sebagai media pembelajaran IPS materi sejarah kerajaan Hindu Budha di Indonesia untuk siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian Design Based Research (DBR) dengan model yang dikembangkan oleh Reeves melalui empat tahap yaitu, identifikasi dan analisis masalah, mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle dan inovasi teknologi, melakukan proses berulang menguji dan memperbaiki solusi praktis, dan refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktis. Subyek penilaian produk untuk kelayakan media terbatas pada tiga ahli yaitu ahi materi IPS, ahli media, dan ahli pedagogik. Sasaran uji coba produk yaitu siswa sekolah dasar. Hasil dari penelitian berupa media pembelajaran berbasis permainan puzzle berbentuk kubus yang semua komponennya bertemakan materi sejarah kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Dari hasil validasi media ini memiliki kelayakan dengan hasil validasi ahli materi IPS menyatakan layak untuk digunakan dengan revisi sesuai saran, validasi ahli media menyatakan layak untuk dugunakan dengan revisi sesuai saran, validasi ahli pedagogik menyatakan layak untuk dugunakan uji coba tanpa revisi. Hasil uji coba pertama menunjukan respon baik karena 97% siswa memberi jawaban “ya” terhadap 13 pertanyaan yang terdapat pada angket.  Sedangkan pada uji coba tahap kedua menunjukan sebanyak 100% siswa memeberi jawaban “ya” terhadap 13 pertanyaan pada angket, artinya siswa merespon sangat baik terhadap media puzzle yang dikembangkan. Jadi dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa Media Puzzle tentang Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran yang dikembangkan. 
Pengaruh Media Gambar Seri Terhadap Kemampuan Daya Ingat Siswa dalam Materi Teks Fiksi Fauzi Azhari; Hodidjah Hodidjah; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.572 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12737

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan kemampuan daya ingat siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan umumnya masih bersifat tradisional dan belum mampu mengembangkan kemampuan daya ingat siswa secara signifikan. Kemampuan daya ingat siswa sering kali terabaikan sehingga berimplikasi terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Peneliti memilih menggunakan media gambar seri yang didasarkan atas studi pustaka yang telah dilakukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni melihat kemampuan mengingat siswa tanpa menggunakan media gambar seri dan dengan menggunakan gambar seri serta melihat pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap materi teks fiksi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan mengingat siswa tanpa menggunakan media gambar seri dan dengan menggunakan gambar seri serta mendeskripsikan pengaruh penggunaan media gambar seri terhadap materi teks fiksi. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Gunungpereng 1 Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya dengan teknik pengambil sampel berupa sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Analisis data kuantitatif menggunakan microsoft excel 2010 dan SPSS 16.0. Pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 58 dan nilai posttest sebesar 80.3. Pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 67,3 dan nilai posttest  sebesar 71,75. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 0,05. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan daya ingat siswa dengan menggunakan gambar seri pada materi teks fiksi lebih baik dibandingkan dengan kemampuan daya ingat siswa tanpa menggunakan gambar seri pada materi teks fiksi.
Pengaruh Model Pembelajaran NHT terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Perjuangan Mealawan Penjajahan Jepang yuni futriani; karlimah karlimah; ahmad mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.683 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7323

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS khususnya pada materi perjuangan melawan penjajahan Jepang. Selain itu, penelitian ini dilakukan karena model pembelajaran NHT ini dianggap sebagai salah satu model pembelajaran yang mampu memberikan kemudahan bagi siswa dalam memahami materi. Pembelajaran NHT memiliki ciri khusus yakni adanya tahap penomoran, mengajukan pertanyaan, berpikir bersama dan memberikan jawaban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh model pembelajaran NHT terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Pre-Eksperimental Design dengan tipe One-Group Pretest-Posttes. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Sukamulya dan sampelnya adalah siswa kelas V yang berjumlah 30 orang. Untuk pengujian sampelnya menggunakan uji non parametrik dengan uji Wilcoxon. Temuan tersebut menyatakan bahwa nilai rata-rata posttest setelah diberikan treatment menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih besar dengan perolehan 81,833 dengan kategori sangat tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata pretest sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan perolehan 51,00 dengan kategori sedang. Berdasarkan nilai perhitungan N Gain nilai rata-ratanya adalah 0,629 dengan kategori kualitas hasil belajar cukup efektif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif NHT, Hasil Belajar
Analisis Kemampuan Berpikir Sistem Berbasis Education for Sustainable Development di Sekolah Dasar Ami Haniyah; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.119 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i2.53038

Abstract

Meningkatkan Pemahaman Siswa SD Terhadap Konsep KPK Melalui Experiental Learning Herna Nurfadilah; Yusuf Suryana; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.13154

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya penggunaan model pembelajaran dalam pelajaran matematika, juga dalam proses pembelajaran siswa cenderung pasif sehingga tidak mudah memahami konsep matematika. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah:(1) mendeskripsikan pemahaman siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen pada materi KPK sebelum diberikan pelakuan.(2) mendeskripsikan pemahaman siswa di kelas kontrol dan kelas eksperimen pada materi KPK setelah diberikan pelakuan.(3) mendeskripsikan peningkatan pemahaman siswa pada materi KPK dengan menggunakan model experiential learning dibandingkan dengan tanpa menggunakan model experiential learning. Model experiential learning adalah model pembelajaran berbasis pengalaman sehingga dianggap dapat meningkatkan pemahaman siswa karena siswa dituntut untuk mencari pemahamannya sendiri. Peneliti menggunakan Quasi Experimental Design  dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan yaitu pre-test dan post-test pada materi kelipatan persekutuan terkecil (KPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) nilai rata-rata pre-test kelas kontrol 33,33% dan kelas eksperimen 33,33% termasuk pada kategori sedang. (2) nilai rata-rata post-test kelas kontrol 40% termasuk dalam kategori tinggi dan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 53,33% termasuk pada kategori sangat tinggi.(3) peningkatan pemahaman siswa pada konsep KPK di kelas eksperimen dengan menggunakan model experiential learning lebih baik dibandingkan dengan siswa di kelas kontrol tanpa menggunakan model experiential learning. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata n-gain kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol. 
pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar siswa pada materi jenis-jenis pekerjaan di sekolah dasar Desti Patmawati; Rustono Rustono; Momoh Halimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.447 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7256

Abstract

Desti Patmawati 1Rustono WS2 “Penanggung Jawab”Hj. Momoh Halimah3 “Penanggung Jawab” Abstrak Pada pembelajaran di sekolah dasar cenderung guru menyampaikan serta melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah. Media Audio Visual merupakan media pembelajaran yang inovatif yang dapat meningkatkan proses pembelajaran terutama untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan itu hasil belajar siswa tidak sesuai yang diharapkan atau tidak memenuhi target. Sampel penelitian adalah siswa kelas III A dan kelas III B SD Negeri 1 Parakannyasag dengan jumlah masing-masing kelas berjumlah 24 orang siswa. Pada tujuan penelitian ini untuk mendenskripsikan pengaruh media Audio Visual terhadap hasil belajar siswa pada materi jenis-jenis pekerjaan di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah soal obyektif untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil pengolahan dan analisis data, antara lain: 1) hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran tanpa menggunakan media Audio Visual di kelas III B berada pada kategori tinggi (73), namun dari hasil normal gain menunjukan nilai (0,44) dengan kategori kurang efektif, 2) hasil belajar siswa dengan menggunakan media Audio Visual di kelas ekperimen berada pada kategori sangat tinggi (88) dengan normal gain (0,67) dengan kategori cukup efektif, 3) terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan media Audio Visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan penggunaan media Audio Visual, hal tersebut dibuktikan dengan nilai rerata normal gain kelas eksperimen 0,67 (cukup efektif), sedangkan nilai rerata normal gain kelas kontrol 0,44 (kurang efektif). 4) Besar perbedaan hasil belajar kelas kontrol dan eksperimen adalah 0,23. Maka disimpulkan penggunaan media Audio Visual mempengaruhi hasil belajar siswa.    Kata Kunci: Media Audio Visual, hasil belajar siswa.
PENGARUH MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASAR Sinta Rahayu; Cece Rakhmat; Edi Hendri Mulyana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.36 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i2.4972

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengalaman guru dalam menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk melaksanakan pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Model pembelajaran yang digunakan seringkali kurang mendorong partisipasi aktif siswa sehingga hasil belajar yang diperoleh belum sesuai dengan harapan. Pada dasarnya pembelajaran tematik menuntut adanya keterlibatan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran. Model Quantum Teaching merupakan model pembelajaran yang dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengalaman dari suatu konsep yang dipelajari. Dengan demikian, pengetahuan siswa lebih mendalam terhadap materi. Oleh karena itu, model Quantum Teaching diasumsikan sebagai suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas dan keberhasilan pembelajaran. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model Quantum Teaching terhadap hasil belajar dalam pembelajaran tematik khususnya pada pembelajaran Subtema Pemanfaatan Energi. 
Domain Kognitif Soal di Buku Matematika Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Tri Asih Soleha; Karlimah Karlimah; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.974 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32895

Abstract

Kemampuan matematika peserta didik yang rendah dalam mengerjakan soal level penalaran, mungkin karena soal yang ada dalam buku belum member soal variatif mengembangkan kemampuan tiga level kognitif yaitu pengetahuan (knowing), penerapan (applying) dan penalaran (reasoning). Karena itu perlu diteliti hingga memperoleh informasi level kognitif soal pada buku  pelajaran kelas IV sekolah dasar berdasarkan domain kognitif TIMSS 2015. Sumber data penelitian ini adalah soal-soal latihan pada setiap akhir bab dalam buku matematika siswa kelas IV sekolah dasar terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kurikulum 2013 revisi 2018. Soal yang dianalisis berjumlah 120 soal pada setiap bab. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan instrumen penelitian berupa lembar klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: soal dengan domain kognitif pengetahuan (knowing) berjumlah  64 soal (53,33%); soal dengan domain kognitif penerapan (applying) berjumlah  40 soal (33,33%); dan soal dengan domain kognitif penalaran (reasoning) berjumlah  16 soal (13,33%) dari jumlah soal keseluruhan yaitu 120 soal. Dengan demikian soal yang paling dominan pada buku yang diteliti adalah soal dengan level kognitif pengetahuan (knowing). Proporsi level kognitif soal pada buku yang diteliti belum sesuai dengan proporsi soal TIMSS tahun 2015 sehingga perlu perbaikan agar bisa meningkatkan kemampuan matematika siswa.Kata kunci: butir soal, buku ajar, level kognitifKemampuan matematika peserta didik yang rendah dalam mengerjakan soal level penalaran, mungkin karena soal yang ada dalam buku belum member soal variatif mengembangkan kemampuan tiga level kognitif yaitu pengetahuan (knowing), penerapan (applying) dan penalaran (reasoning). Karena itu perlu diteliti hingga memperoleh informasi level kognitif soal pada buku  pelajaran kelas IV sekolah dasar berdasarkan domain kognitif TIMSS 2015. Sumber data penelitian ini adalah soal-soal latihan pada setiap akhir bab dalam buku matematika siswa kelas IV sekolah dasar terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia kurikulum 2013 revisi 2018. Soal yang dianalisis berjumlah 120 soal pada setiap bab. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan instrumen penelitian berupa lembar klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: soal dengan domain kognitif pengetahuan (knowing) berjumlah  64 soal (53,33%); soal dengan domain kognitif penerapan (applying) berjumlah  40 soal (33,33%); dan soal dengan domain kognitif penalaran (reasoning) berjumlah  16 soal (13,33%) dari jumlah soal keseluruhan yaitu 120 soal. Dengan demikian soal yang paling dominan pada buku yang diteliti adalah soal dengan level kognitif pengetahuan (knowing). Proporsi level kognitif soal pada buku yang diteliti belum sesuai dengan proporsi soal TIMSS tahun 2015 sehingga perlu perbaikan agar bisa meningkatkan kemampuan matematika siswa.
Media Papan Magnet untuk Pembelajaran Ritmis Siswa Sekolah Dasar Nur Hayati; Aan Kusdiana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.621 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12797

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan musikalitas siswa dalam pembelajaran seni musik di Sekolah Dasar. Pembelajaran musik yang dilaksanakan umumnya belum mampu mengembangkan musikalitas siswa. Selain itu,  belum ada media pembelajaran yang didesain khusus dalam pembelajaran seni musik di Sekolah Dasar. Misalnya dalam pembelajaran pola irama, umumnya guru mengisi pembelajaran dengan bernyanyi tanpa mengajarkan terlebih dahulu rasa irama siswa. Media pembelajaran dalam pembelajaran ritmis sangat berperan penting sebagaimana fungsi dan peran media yang sangat membantu siswa dalam pembelajaran.  Dalam semua musik dari semua budaya, irama sangat penting bagi pengalaman dan pemahaman musikal. Mempelajari pola irama atau ritme sangat bermanfaat bagi siswa dalam menumbuhkan musikalitas terhadap musik. Sensitifitas siswa terhadap musik terkhusus irama dapat dikembangkan melalui latihan ritmis. Ritmis adalah bunyi yang dihasilkan dari alat musik atau pun bukan alat musik dan membentuk suatu bunyi berpola atau pun bunyi tidak berpola. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang dibutuhkan dalam pengembangan produk, desain/rancangan pengembangan produk, uji kelayakan produk, sehingga memperoleh refleksi dari pengembangan produk berupa media papan magnet untuk pembelajaran ritmis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode design based research. Penelitian ini melibatkan ahli, guru sekolah dasar, dan siswa sekolah dasar. Produk yang dikembangkan dapat digunakan untuk latihan bentuk dan variasi pola irama. Penelitian ini menghasilkan media papan magnet untukpembelajaran ritmis siswa sekolah dasar. Kesimpulannya, rancangan media papan magnet untuk pembelajaran ritmis siswa sekolah dasar layak digunakan sebagai penunjang dalam pembelajaran pola irama.