cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
ANALISIS BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS NARASI DI SEKOLAH DASAR Kiki Dzakiyatun Nafiah; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.466 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7298

Abstract

Abstrak Bahan ajar merupakan salah satu komponen pembelajaran yang menentukan keberhasilan pembelajaran. Penyusunan bahan ajar tidak boleh dilakukan sembarangan. Bahan ajar pembelajaran menulis narasi disusun berdasarkan tahapan proses menulis dan langkah-langkah menulis narasi. Penelitian dilaksanakan di 12 Sekolah Dasar mitra UPI Kampus Tasikmalaya. Tujuan umum penelitian ini untuk mendeskripsikan bahan ajar dalam pembelajaran menulis narasi di Sekolah Dasar. Kemudian tujuan khusus penelitian ini untuk mendeskripsikan penentuan topik karangan narasi berdasarkan tema, pemilihan dan penyusunan gagasan utama untuk mendeskripsikan topik berdasarkan tema, pengoreksian kerangka tulisan, penulisan buram (draf) sesuai karangan pengembangan tulisan berdasarkan kelengkapan kebahasaan, dan perbaikan (perevisian) kesalahan hasil tulisan berdasarkan temuan kesalahan dalam menjabarkan ide gagasan berdasarkan draf yang telah dibuat dirumuskan dalam bahan ajar. Penelitian disusun dan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif berdasarkan pedoman analisis melalui pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partispasi pasif dan studi dokumetasi. Hasil penelitian secara umum menunjukkan persentase bahan ajar dalam pembelajaran menulis narasi sebesar 23,9%. Kemudian hasil penelitian secara khusus dalam bahan ajar menunjukkan persentase sebesar 36,1% untuk penentuan topik karangan narasi berdasarkan tema, persentase sebesar 27,8% untuk pemilihan dan penyusunan gagasan utama untuk mendeskripskan topik berdasarkan tema, persentase sebesar 5,6% untuk pengoreksian kerangka tulisan, persentase sebesar 30,6% untuk penulisan buram (draf) sesuai karangan pengembangan tulisan berdasarkan kelengkapan kebahasaan, dan persentase sebesar 19,4% untuk perbaikan (perevisian) kesalahan hasil tulisan berdasarkan temuan kesalahan dalam menjabarkan ide gagasan berdasarkan draf yang telah dibuatKata Kunci:  bahan ajar, pembelajaran menulis narasi
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP ILMIAH PADA PEMBELAJARAN DENGAN MODEL LATIHAN PENELITIAN DI SEKOLAH DASAR Iis Suryani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.644 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5152

Abstract

Penilaian adalah bagain terpenting dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013, penilaian harus autentik. Penilaian autentik adalah penilaian yang menyeluruh harus mencakup tiga ranah yaitu pengetahuan, sikap dan keterampilan namun, guru masih mengalami kesulitan dalam proses penilaian sikap termasuk penilaian sikap ilmiah, dalam melakukan penilaian sikap ilmiah guru belum menggunakan instrumen, guru masih melakukan proses penilaian secara langsung tanpa menggunakan instrumen sehingga penilaian lebih subjektif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan penelitian dan pengembangan instrumen penilaian sikap ilmiah pada pembelajaran dengan model latihan penelitian di Sekolah Dasar melalui metode Design Based Research (DBR) yang terdiri dari empat tahap. Instrumen penilaian sikap ilmiah yang dikembangkan dijadikan solusi dan dapat dijadikan alternatif bagi guru dalam melakukan proses penilaian sikap ilmiah, sehingga sikap ilmiah yang dikembangkan menurut Harlen dan sikap ilmiah dalam Kurikulum 2013. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Subjek sumber data penelitian adalah observer, siswa SDN Sukamulya, siswa SDN 2 Karangsambung, dan satu orang praktikan. Uji coba dilakukan dua kali dalam dua pembelajaran. Pada temuan penelitian, instrumen penilaian sikap ilmiah yang dikembangkan valid, reliabel, dan praktis digunakan. Kevalidan ditunjukkan dengan hasil validasi ahli, kemudian reliabel ditunjukkan dengan keidentikan skor yang diberikan oleh observer pada siswa. Dalam uji coba pertama terdapat 3 rubrik yang harus direvisi karena persentase kesamaa 75%. Pada uji coba kedua semua kriteria layak digunakan karena persentase kesamaan 75%. 
Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Operasi Hitung Pembagian Bilangan Cacah pada Siswa Kelas V SD Meli Andriyani; Oyon Haki Pranata; Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35335

Abstract

Kesulitan siswa kelas V SDN Kamulyan dalam operasi hitung pembagian, merupakan hambatan pada operasi hitung lainnya dalam matematika. Karena itu perlu ditinjau secara seksama, hingga ditemukan faktor-faktor yang meyebabkan kesulitan tersebut. Dengan ditemukannya faktor-faktor kesulitan siswa dalam melakukan operasi hitung pembagian, dapat memudahkan siswa belajar operasi pembagian dan operasi hitung lainnya dalam matematika. Untuk itu diperlukan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu lima orang siswa kelas V SDN Kamulyan yang kesulitan dalam operasi hitung pembagian. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, kuesioner. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pemaparan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan dua faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa dalam operasi hitung pembagian. Faktor internal yaitu, rendahnya minat dan motivasi pada pelajaran matematika. Ditunjukkan dengan rasa tidak senang pada pelajaran matematika dan operasi hitung pembagian, mudah merasa bosan, menganggap bahwa operasi hitung pembagian merupakan materi yang sulit, mengerjakan tugas tentang operasi hitung pembagian masih dengan bantuan teman. Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi kesulitan siswa dalam operasi hitung pembagian yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah.
Pendidikan Karakter; Penumbuhan Kreativitas siswa melalui Program Ekstrakurikuler Teater di Sekolah Dasar Nur Apriyanti Suci; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.899 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12751

Abstract

Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peranan penting khususnya dalam pendidikan karakter terutama karakter kreativitas siswa. Dari beberapa jenis ekstrakurikuler yang ada, drama atau Teater merupakan salah satu alternatif program ekstrakurikuler yang dapat menumbuhkan kreativitas siswa. Kegiatan drama atau teater dapat membantu siswa mengembangkan kreativitasnya dalam berkarya, siswa mengekspresikan dirinya melalui berakting, menari, memainkan alat musik, menulis naskah cerita, membuat kerajinan. Dalam konteks dunia pendidikan, pendidikan karakter sangat diperlukan untuk menanamkan sikap kreatif kepada siswa. Namun ruang gerak untuk melahirkan ide kreatif bagi siswa masih minim. Dengan alasan itu, adanya kegiatan ekstrakurikuler teater memberikan ruang bagi siswa untuk menumbuhkan kreativitasnya. Adapun fokus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, pendukung dan hambatan pendidikan karakter penumbuhan kreativitas siswa melalui ekstrakurikuler teater. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini berusaha mengungkap fenomena upaya penumbuhan kretivitas siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler teater di sekolah dasar. data diungkap melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, melalui tiga tahap: reduksi data, display data, dan verifikasi data . Berdasarkan hasil interpretasi terhadap data penelitian,  menunjukkan bahwa kreativitas siswa tumbuh dan berkembang secara optimal melalui ekstrakurikuler teater dengan menggunakan strategi 4P (Pribadi, Pendorong, Proses, Produk) dan metode tutor sebaya. Tetapi masih di temukan kekurangan dari apresiasi pihak sekolah terhadap hasil karya siswa dan sarana prasarana yang harus diperbaharui dan dilengkapi.
ANALISIS PENGEMBANGAN KOSAKATA SISWA KELAS V SDN 02 GUNUNGREJA MELALUI MEMBACA CERITA ANAK Rizky Pramudyas Ratri K; Epon Nur’aeni; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.853 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5240

Abstract

Membaca selain untuk mendapatkan informasi,  juga dapat menambah kosakata baru. Sebagian siswa Sekolah Dasar  sangat menyukai cerita anak. Karena cerita anak berisi  tentang kehidupan anak-anak dengan  tokoh utama anak-anak. Membaca cerita anak tercantum dalam KTSP untuk kelas V semester II. Tujuan membaca adalah memahami isi pesan yang ada pada cerita. Diperlukan membaca pemahaman agar siswa memahami pesan tersebut. Membaca pemahaman memerlukan kosakata yang luas agar dapat menikmati dan memahami isi cerita anak. Untuk itu, penelitian ini akan menganalisis pengembangan kosakata siswa kelas V SDN 02 Gunungreja subyek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 02 Gunungreja dan objek penelitian adalah pengembangan kosakata siswa SDN 02 Gunungreja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subyek penelitian ialah pengembangan kosakata dan obyek penelitian adalah siswa yang  akan di analisis dan dideskripsikan secara terperinci. Instrument yang digunakan adalah pedoman wawancara dan format dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua siswa kelas V SDN 02 Gunungreja mampu mengembangkan kosakata mealui membaca cerita anak.  Jumlah kosakata terbanyak yang berhasil dikembangkan siswa adalah 24 kosakata, paling sedikit 5 kosakata, dan rata-rata mendapat tujuh kosakata. Jumalah seluruh kosakata yang berbeda dari 18 siswa adalah 62 kosakata dari cerita anak  yang berjudul Gelang Macrame Veve. Pemahaman kosakata  yang dimiliki siswa rata-rata mendekati pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pengambangan kosakata siswa kelas V SDN 02 Gunungreja melalui membaca cerita anak berhasil, dan pemahaman kosakata siswa rata-rata mendekati pengertian dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Systematic Literature Review: Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar Mia Andani; Oyon Haki Pranata; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.994 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh model problem based learning terhadap pembelajaran matematika di sekolah dasar, yakni dengan melihat ketercapaian dari tujuan pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Dari hasil strategi pencarian ditemukan sebanyak 196 artikel dari tahun 2010 sampai 2021, kemudian diseleksi secara bertahap dan sistematis menjadi 10 artikel yang relevan dengan topik model problem based learning pada pembelajaran matematika sekolah dasar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh model problem based learning pada pembelajaran matematika di sekolah dasar, dibuktikan dari 10 artikel yang diteliti mampu menjawab pertanyaan penelitian, yaitu: (1) Bagaimana ketercapaian tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar berdasarkan hasil review artikel penelitian mengenai model Problem Based Learning? (2) Apakah model Problem Based Learning berpengaruh terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran matematika di sekolah dasar? Hasil dan temuan dalam artikel-artikel tersebut menunjukkan adanya peningkatan ketercapaian tujuan pembelajaran matematika setelah diimplementasikannya model problem based learning pada pembelajaran matematika, yakni: (1) meningkatnya kognitif peserta didik, (2) meningkatnya kemampuan pemecahan masalah, (3) meningkatnya hasil belajar peserta didik, (4) peningkatan peserta didik dalam mengomunikasikan ide dan (5) pengembangan karakter. Dari hasil ini membuktikan bahwa adanya pengaruh model problem based learning pada pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Studi Literatur Tentang Model Pembelajaran Berbasis Teori Van Hiele Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Ida Royani; Epon Nur'aeni L
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.703 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan komunikasi siswa dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran berbasis teori Van Hiele dapat menjadi strategi untuk mengembangkan keterampilan komunikasi siswa. berdasarkan apa yang terjadi dilapangan keterampilan komunikasi matematika siswa masih perlu dikembangkan khususnya dalam materi geometri seperti (1) minimnya penyampaian siswa dalam memberikan gagasan berupa konsep. (2) terbatasnya kemampuan komunikasi matematika siswa pada materi geometri. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan beberapa jurnal berkaitan dengan pembelajaran berbasis teori Van Hiele untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa. Alasan pembelajaran berbasis teori Van Hiele dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika yaitu  (1) Pada setiap tahapan pembelajaran Van Hiele siswa diharuskan untuk aktif dalam memberikan  pendapat, ide, atau gagasan siswa dengan argumen yang tepat sesuai dengan logika. (2) Pada tahap pembelajaran Van Hiele tepatnya pada tahap  informasi guru mengidentifikasi apa yang diketahui siswa tentang topik yang akan dipelajari melalui komunikasi antara guru dan siswa terdapat aktivitas dan percakapan mengenai objek yang diamati. (3) Fase-fase dalam pembelajaran Van Hiele dapat memberikan kontribusi terhadap kemampuan komunikasi. Dengan merancang kegiatan berdasarkan tahap pembelajaran Van Hiele serta memperhatikan tingkat berpikir geometri dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aktif dalam mengungkapkan ide atau gagasannya menggunakan bahasa sendiri.  Berdasarkan analisis literatur dari sejumlah jurnal yang relevan, praktik pembelajaran berbasis teori Van Hiele terbukti dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa.
Penerapan Model Kuantum TANDUR Dalam Pembelajaran Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Cacah Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Imas Purnamasari; Yusuf Suryana; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.755 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7145

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh anggapan masyarakat  yang menyatakan bahwa matematika tidak mudah dipelajari sehingga dampaknya banyak siswa SD kurang tertarik belajar matematika padahal dalam kehidupan ini tidak terlepas dari matematika. Selain itu, pemahaman siswa akan pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah khususnya masih sangat kurang. Hal tersebut menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. Solusi yang dibutuhkan adalah adanya jembatan yang dapat menghubungkan antara konsep matematika dengan cara mempelajarinya, sehingga siswa mudah memahami konsep pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah. Alternatif solusi yang diberikan yaitu penerapan model pembelajaran kuantum TANDUR. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental, yaitu mencari perbandingan hasil pre-test dan post-test  pada kelas ekperimen (kelas yang diberi perlakuan) dengan kelas kontrol (kelas yang tidak diberi perlakuan). Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan model kuantum TANDUR dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sehingga diketahui dapat atau tidaknya penerapan model kuantum TANDUR tersebut untuk meningkatkan pemahaman siswa. Subjek penelitian ini adalah pemahaman siswa Sekolah Dasar Negeri 1 Gunungpereng Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2016/2017 yang terdiri dari kelas  eksperimen yaitu kelas I-B sebanyak 28 siswa dan kelas kontrol yaitu kelas I-A sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen test dan wawancara tak berstruktur. Data yang didapatkan dari test selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif-kuantitatif. Berdasarkan data hasil penelitian,  diketahui bahwa perbandingan pemahaman siswa dalam pembelajaran penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol  adalah asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimnya Ha (hipotestis alternatif)dan ditolaknya H0 (hipotestis nol). Kata Kunci: Model kuantum TANDUR; Pemahaman Siswa; Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Cacah,; Wawancara Tidak Berstruktur.
Pentingnya Literasi Emosi terhadap Kemampuan Mengelola Emosi Marah Guru di Sekolah Dasar Mulkan Azijul Haq; Seni Apriliya; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i2.54081

Abstract

PENGEMBANGAN REMEDIAL BENTUK RE-TEACHING PADA PEMBELAJARAN TEMATIK SUBTEMA MAKANANKU SEHAT DAN BERGIZI DI SD Lusi Septiani; Aan Kusdiana; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.191 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5846

Abstract

Ketidaksesuaian antara pemahaman dan pelaksanaan pembelajaran remedial yang dilakukan merupakan latar belakang dari penelitian ini. Hal tersebut dikarenakan guru tidak membuat perencanaan terlebih dahulu sebelum melakukan pembelajaran remedial. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian yang menghasilkan produk berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Remedial Bentuk Re-Teaching pada subtema makananku sehat dan bergizi dengan metode Research and Development (R D) yang melibatkan guru dan siswa kelas IV SD Negeri 1 Nagarawangi, SD Negeri 2 Nagarawangi dan satu orang praktikan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, observasi, dan kuisioner. Tahap uji coba dilakukan dua kali, yaitu uji coba produk dan uji coba pemakaian. Uji coba produk diikuti 3 siswa dari SD Negeri 2 Nagarawangi dan uji coba pemakaian diikuti 4 siswa dari SD Negeri 1 Nagarawangi. Sebelum uji coba RPP remedial bentuk re-teaching divalidasi oleh ahli, sehingga RPP remedial tersebut valid, praktis, dan dapat digunakan. Keterpakaian dari produk dapat dilihat dari hasil uji coba. Pada uji coba produk, respon siswa dalam kategori positif sebesar 83%, sedangkan pada uji coba pemakaian respon siswa dalam kategori positif sebesar 100%. RPP remedial bentuk re-teaching dapat dijadikan guru sebagai alat untuk membantu siswa dalam menangani kesulitan belajar sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh guru.