cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Berbicara Berbasis Kearifan Lokal Melalui Permainan Bahasa di Sekolah Dasar Ita Komalasari; Aan Kusdiana; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.129 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.13177

Abstract

Pendidikan bahasa Indonesia merupakan salah satu bidang keilmuan yang dipelajari oleh siswa sekolah dasar. Pelajaran bahasa Indonesia akan lebih menarik jika menggunakan permainan bahasa dalam proses belajarnya dan menggunakan bahan ajar sebagai penunjang kegiatan pembelajarannya. Penggunaan bahan ajar sangat berpengaruh dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran, karena bahan ajar digunakan sebagai perantara antara guru dengan murid dalam penyampaian sebuah materi atau informasi belajar.  Namun pada kenyataan dilapangan, penggunaan bahan ajar masih terbatas. Guru hanya menggunakan buku sumber saja sebagai pedoman belajar siswa. Peneliti memberikan solusi untuk memecahkan masalah yang ditemukan dilapangan yaitu mengembangkan bahan ajar berbicara berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa di sekolah dasar. Oleh karena itu, tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang dibutuhkan, rancangan, kelayakan, dan refleksi pengembangan bahan ajar pembelajaran berbicara berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa di sekolah dasar. Peneliti menggunakan metode Desain Based Research (DBR)  dengan prosedur penelitian menurut Reeves. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, penilaian para ahli, dan kuisioner/angket. Peneliti menghasilkan produk berupa buku panduan bertelepon untuk siswa sekolah dasar kelas rendah yang didalamnya terdiri dari deskripsi tujuan pembelajaran, petunjuk belajar, materi, langkah-langkah permainan telepon bertema, dan beberapa contoh percakapan dalam telepon yang telah direvisi sesuai saran dari para ahli. Contoh percakapan dalam teleponnya yakni membahas mengenai payung geulis, kelom geulis, nasi tutug oncom (TO), dan situ gede. Hasil uji coba ini menggambarkan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal dapat digunakan oleh pendidik maupun peserta didik dalam proses belajar mengajar sebagai penunjang dalam permainan bahasa yang menjadikan kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan, aktif, dan efektif.
Video Animasi terhadap Kemampuan Menulis Puisi Dewi Febrianita Br Ginting; Seni Apriliya; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.662 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39223

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang melihat kemampuan siswa dalam menulis puisi. Permasalahan menulis puisi sering kali terhambat dalam menemukan ide tulisan. Permasalahan yang sering muncul juga diiringi dengan ketidakmauan siswa dalam berpikir, dampak dari permasalahan inilah yang memunculkan tingkat kemalasan siswa dalam menulis puisi semakin tinggi dengan alas an mereka tidak tertarik dengan puisi. Untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi diperlukan suatu metode yang efektif dalam proses belajar mengajar di kelas. Salah satu metode tersebut adalah metode memberikan video animasi. Hal ini dapat diikuti dengan memberikan latihan yang maksimal kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan video animasi terhadap kemampuan menulis puisi melalui pendekatan eksperimen berbasis Experimental Design - Posttest-Only Control Design. Metode ini untuk melihat pengaruh video animasi terhadap kemampuan menulis puisi. Proses kinerja eksperimen video animasi telah membantu siswa dalam menemukan ide penulisan puisi. Unsur yang membantu siswa yaitu melalui tampilan video animasi, dimana guru mempertontonkan video yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehinnga siswa mampu mendapatkan ide tulisan yang dicari. Lokasi dilaksanakannya penelitian ini yaitu di SD Negri 045952 Gurusinga, kecamatan Berastagi, kabupaten Karo. Terdapat 29 siswa kelas IV yang menjadi subjek penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebelum penerapan video animasi sebagai kelas control berada pada nilai rata-rata 1,64 dengan standar deviasi 0,56 dengan perolehan nilai tertinggi 3  dan nilai terendah 1, sedangkan setelah menggunakan video animasi  sebagai kelas eksperimen mendapatkan  nilai rata-rata rata 3,53, dengan standar deviasi 0,5 dengan perolehan nilai tertinggi 4 dan nilai terendah 3 dalam sekala 1-4. Penggunaan video animasi dalam meningkatkan kemampuan menulis puisi sangat disarankan karena memiliki pengaruh yang signifikan dan sangat mampu mendorong keinginan siswa dalam menulis.
Analisis Hambatan Pembelajaran (Learning Obstacle) Siswa Pada Materi Luas Daerah Persegi Panjang Zeerin Tastbita; Epon Nur'aeni L; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25323

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang hambatan belajar pada materi luas daerah persegi panjang di sekolah dasar dan solusi untuk mengatasi hambatan pembelajaran. Pada umumnya dalam menyampaikan materi, guru mengacu pada dokumen bahan ajar berupa buku paket atau buku referensi namun hambatan belajar pada pembelajaran tidak diperhatikan. Hambatan belajar didefinisikan sebagai gangguan dari eksternal maupun internal yang dialami siswa sehingga menyebabkan kesulitan dalam suatu pembelajaran. Hambatan belajar ditemukan pada siswa dalam pembelajaran materi luas daerah persegi panjang. Maka dari itu, penting dilakukan sebuah penelitian untuk mengkaji hambatan pembelajaran pada materi persegi panjang di sekolah dasar dan menentukani solusi mengatasi hambatan pembelajaran tersebut. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hambatan pembelajaran pada materi persegi panjang di sekolah dasar, dan menentukan solusi mengatasi hambatan belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan sebagai berikut. Siswa mengalami hambatan pembelajaran pada pemahaman konsep persegi panjang dan konsep luas daerah persegi panjang. Terlihat dari hasil studi pendahuluan, wawancara dan skala sikap siswa, dalam pembelajaran persegi panjang siswa mengalami didactical obstacle, ontogenic obstacle, dan  epistimological obstacle. Salah satu cara untuk mengatasi hambatan belajar yaitu dengan merancang suatu desain didaktis pembelajaran. Racangan desain didaktis dapat dikemas menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan sehingga dapat mengatasi hambatan pembelajaran yang dialami siswa sesuai dengan tahap kognitif siswa di kelas IV sekolah dasar.
Penerapan Media Poster untuk Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa Mata Pelajaran IPS dinar putri ayu; Sumardi sumardi; nana ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.38 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7271

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS.  Selama ini guru dalam melaksanakan pembelajaran cenderung tidak menggunakan media sebagai alat bantu dalam menyampaiakan materi pembelajaran, sehingga pembelajaran bersifat verbalisime, ditambah anggapan siswa terhadap pelajaran IPS bagi sebagian siswa masih dianggap sebagai pelajaran yang relatif sulit, sehingga hasil belajar siswa hanya mampu mencapai nilai di bawah KKM. Oleh karena itu maka perlu kiranya untuk membuat suatu kondisi pembelajaran yang dapat mengakrabkan IPS dengan lingkungan anak, salah satunya adalah dengan melakukan pembelajaran dengan menggunakan media Poster . Adapun  rumusan masalah dalam penelitian adalah bagaimana  penggunaan media Poster  dalam pembelajaran IPS tentang  sumber daya alam ?. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, model Kemmis dan MC Taggart dengan tahapan-tahapannya, yaitu: perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection).  Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 4 Buniseri Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis .  Subjek penelitian berjumlah 32 orang siswa ditambah satu orang observer sebagai mitra kerja. Adapun pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes dan teknik observasi.  Sedangkan pengolahan datanya melalui deskriptif kualitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa 1) kemampuan guru dalam merancang RPP dengan menggunakan media Poster  meningkat dengan nilai rata-rata mencapai 72,5% pada siklus I, pada Siklus II  nilai rata-rata mencapai 92,1%, 2) kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan media Poster  meningkat dengan nilai rata-rata mencapai 73,75%  pada siklus I , pada siklus II nilai rata-rata mencapai 90%, 3) hasil belajar siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan media Poster  meningkat dengan nilai rata-rata siswa mencapai 69,5%, pada siklus II nilai rata-rata mencapai 78,46%. Dengan dilaksanakan tindakan pembelajaran IPS dengan menggunakan media Poster  melalui tahapan-tahapan kegiatan yang direncanakan dan dilaksanakan dengan baik membuktikan hasil belajar siswa terhadap pelajaran IPS menjadi lebih meningkat
Pengaruh Model Pembelajaran Make A Match dalam Peningkatan Pemahaman Siswa tentang Tokoh Pejuang Melawan Penjajah Belanda di Kelas V SD Rian Juliana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.082 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7163

Abstract

Terdapat permasalahan yang ditunjukkan dengan rendahnya pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda. Penelitian ini menemukan salah satu alternatif melalui penerapan model pembelajaran yang diasumsikan dapat meningkatkan pemahaman siswa, yakni model pembelajaran Make A Match. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran Make A Match untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda dalam materi perjuangan tokoh daerah untuk mengusir penjajah Belanda. Metode yang digunakan, yakni kuasi eksperimen bentuk Nonequivalent Control Group Desaign. Penelitian dilakukan di SDN 1 Cibeureum yang ada di wilayah UPTD Kecamatan Cibeureum. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pilihan ganda, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesi dan statistik deskriptif dari data pretest dan posttest. Temuan yang diperoleh meliputi: 1) Pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda sebelum pembelajaran di kelas kontrol dan kelas eksperimen berada pada kategori rendah dengan perolehan rata-rata 33,00 kelas kontrol dan 31,00 kelas eksperimen. 2) Proses pembelajaran menggunakan model Make A Match dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda, dan siswa antusias dalam proses pembelajaran. 3) Pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda setelah pembelajaran di kelas kontrol berada pada kategori tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah dengan perolehan rata-rata 48,25 dan kelas eksperimen berada pada kategori sangat tinggi dan tinggi dengan perolehan rata-rata 79,00. 4) Pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang tinggi dengan nilai gain 0,70. Terdapat peningkatan yang signifikan pada kelas eksperimen. Peningkatan tersebut lebih baik dibandingkan peningkatan pemahaman tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda di kelas kontrol.Kata kunci :                model pembelajaran Make A Match, pemahaman siswa tentang tokoh pejuang melawan penjajah Belanda.There is a problem that is indicated by the low understanding of the students about the fighters against the Dutch colonialists. This study found one alternative through the application of learning model that is assumed to improve students' understanding, that is Make A Match learning model. This study aims to explain the effect of Make A Match learning model to improve students' understanding of the fighters against the Dutch colonialists in the struggle material of local leaders to expel the Dutch colonialists. The method used is quasi experiment form Nonequivalent Control Group Desaign. The research was conducted at SDN 1 Cibeureum in UPTD area of Cibeureum Subdistrict. Data collection techniques used are multiple choice test, observation and documentation, while data analysis techniques performed are normality test, homogeneity test, hypothetical test and descriptive statistics of pretest and posttest data. The findings include: 1) The students' understanding of the combatant against the Dutch colonists before the control class and experimental class were in the low category with the average acquisition of 33,00 control classes and 31,00 experimental classes. 2) The learning process using the Make A Match model can improve students' understanding of the fighters against the Dutch colonialists, and students are enthusiastic in the learning process. 3) The students' understanding of the fighters against the Dutch colonizers after the control class learning was in the high, medium, low and very low category with an average gain of 48.25 and the experimental class was in very high and high category with an average gain of 79 , 00. 4) The students' understanding of the fighters against the Dutch colonists in the experimental class experienced a high increase with a gain value of 0.70. There was a significant increase in the experiment class. The increase is better than the increase in understanding of the fighters against the Dutch colonists in the control class.Key word :      Make A Match learning model, students' understanding of the fighters against the Dutch colonialists.
Analisis Kemampuan Siswa Kelas V Sekolah Dasar dalam Menemukan Unsur Paragraf pada Teks Nonfiksi Armi Nurmaisyah; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.624 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf dalam teks nonfiksi. Pemetaan kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf dalam teks nonfiksi diharapkan menjadi sumber guru atau pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif, yaitu mendeskripsikan analisis kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf dalam teks nonfiksi. Teknik pengumpulan datanya adalah tes dan wawancara mendalam, dimana siswa diminta untuk menganalisis unsur paragraf dari 3 (tiga) teks nonfiksi yang berbeda. Objek penelitian adalah beberapa siswa kelas V. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa kemampuan siswa dalam menemukan unsur paragraf tergolong rendah. Siswa umum salah dalam menemukan ide pokok, kalimat utama, kalimat penjelas dan konjungsi teks nonfiksi. Kesalahan umum siswa pada teks pertama adalah menemukan gagasan utama, kesalahan umum siswa pada teks kedua adalah menemukan kalimat penjelas, dan kesalahan umum siswa pada teks ketiga adalah konjungsi atau kata penghubung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis unsur paragraf dalam teks nonfiksi masih kurang baik. Pada umumnya kesalahan siswa disebabkan oleh ketidakpahaman dengan unsur paragraf dan kurangnya literasi membaca.
ANALISIS KETERAMPILAN PROSES SISWA SD MELALUI PENERAPAN SKENARIO PEMBELAJARAN BERBASIS PCK TENTANG GAYA GRAVITASI Ina Oktarina Rahman; Rustono W S; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.256 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4130

Abstract

Skenario pembelajaran diperlukan sebagai panduan secara teknis operasional bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran. Analisis PCK pada konsep gaya gravitasi bumi memberikan gambaran tentang bagaimana guru mengembangkan konsep IPA dan bagaimana mengajarkannya, sehingga dapat mengembangkan keterampilan proses siswanya. Menganalisis keterampilan proses siswa kelas V SDN 1 Pasirtamiang melalui penerapan skenario pembelajaran berbasis PCK tentang gaya gravitasi menjadi tujuan pada penelitian ini. Metode deskriptif kuantitatif digunakan dengan alat pengumpulan data berupa pedoman observasi, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan proses yang dimiliki siswa yaitu melalui observasi sebesar 87% (sangat tinggi) dan melaui tes sebesar 81% (sangat tinggi), dan keterlaksanaan skenario pembelajaran berbasis PCK secara umum guru dapat melaksanakan tahapan pengajaran dengan baik dan siswa lebih memahami konsep gaya gravitasi bumi.
Pengembangan Lembar Kerja Siswa Menggunakan Strategi React Perubahan Wujud Benda di Kelas V Sekolah Dasar Diana Apriyani; Ghullam Hamdu; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.579 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.26176

Abstract

Penelitian Ini bertujuan untuk mengembangkan LKS sebagai salah satu penunjang pembelajaran siswa mengenai perubahan wujud benda di kelas V sekolah dasar. LKS yang dikembangkan peneliti menggunakan strategi REACT, LKS yang dikembangkan mengacu pada tahapan strategi REACT, yaitu Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, dan Transfering. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Educational Design Research (EDR). Menurut Mc Knney reevers, terdapat 3 tahapan penelitian EDR yaitu : 1) Tahapan analisis dan eksplorasi 2) Tahap desain dan kontruksi 3) Tahapan evaluasi dan refleksi Lokasi penelitian di SD Negeri 2 Citeureup di Kabupaten Ciamis , dengan melibatkan guru dan siswa kelas V sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan studi literature dan studi lapangan yaitu obhservasi, wawancara, studi dokumentasi, dan kuisioner respon siswa. Hasil Penelitian ini, menjadikan LKS sebagai media pembelajaran di sekolah dasar. Dari data hasil rancangan produk penelitian berdasarkan hasil validasi beberapa validator ahli bidang dapat disimpulkan bahwa pengembangan LKS menggunakan strtegi REACT perubahan wujud benda di kelas V sekolah dasar layak diujicobakan menjadi salah satu media yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran materi perubahan wujud benda. LKS berbasis startegi REACT dapat diajdikan alternatif guru sebagai media penunjang pembelajaran lhusunya materi perubahan wujud benda.
Desain Didaktis Keliling Persegi Berbasis Permainan Tradisional Engklek di Sekolah Dasar Revina Putri Hermawan; Epon Nur'aeni L; Dindin Abdul Muiz Lidinillah; Ika Fitri Apriani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.755 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41903

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle  yang dialami siswa pada materi keliling persegi. Hal ini diketahui berdasarkan hasil soal tes yang dilakukan pada saat studi pendahuluan kepada siswa kelas IV Sekolah Dasar. Untuk mengatasi learning obstacle yang dialami siswa, peneliti akan merancang sebuah desain didaktis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan desain didaktis pada materi keliling persegi serta memaparkan respon siswa dan guru terhadap implementasi desain didaktis tersebut. Desain didaktis dapat diartikan sebagai desain pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek didaktik yakni cara pengajaran guru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahap penelitian, yakni analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran (prospective analysis) berupa Desain Didaktis Hipotesis termasuk ADP (Analisis Didaktis Pedagogis), analisis metapedadidaktif, dan analisis retrospektif (retrospective analysis), dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi, dan skala sikap. Subjek penelitian yaitu 26 siswa kelas IV dan VI serta 1 guru kelas IV SDN 1 Sindangrasa. Berdasarkan hasil penelitian, melalui penerapan desain didaktis yang dilakukan pada tahap I dan II dapat membantu mengatasi learning obstacle yang dialami siswa pada materi keliling persegi. Hal ini ditunjukkan dari respon siswa pada skala sikap, hasil pengerjaan LAS (Lembar Aktivitas Siswa) serta wawancara terhadap guru. Selain itu, desain didaktis mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
Pengaruh Media Gambar Seri terhadap Keterampilan Menulis Karangan Deskripsi di Sekolah Dasar Rini Amalia; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 1 (2023): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v10i1.53690

Abstract