cover
Contact Name
Hermawan Setyo Widodo
Contact Email
hsw@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
angon.unsoed@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman R 108 Jl. Dr. Soeparno No 60, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Banyumas. Kode Pos 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Ruang Lingkup : Produksi, seleksi dan pemuliabiakan ternak Nutrisi dan makanan ternak Teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil ternak Sosial ekonomi peternakan Bioteknologi peternakan
Articles 387 Documents
TINGKAT KEKERASAN DAN PROFIL WARNA DADIH SUSU SAPI DENGAN LAMA FERMENTASI BERBEDA Kristanto, Tiara Balapradhina; Setyawardani, Triana; Fadhlurrohman, Irfan
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul. Penelitian ini berjudul tingkat kekerasan dan profil warna dadih susu sapi dengan lama fermentasi berbeda. Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap tingkat kekerasan dan profil warna dadih telah dilaksanakan pada 10 – 21 Februari 2025. Materi dan Metode. Materi utama yang digunakan adalah susu sapi dengan penambahan starter yogourmet dan susu skim. Perlakuan yang diberikan yaitu dadih dibuat dengan lama fermentasi 10 jam (P1); 20 jam (P2); 30 jam (P3); dan 40 jam (P4). Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (ANAVA). Metode rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berbeda dadih pada susu sapi  berpengaruh tidak nyata terhadap tingkat kekerasan, kecerahan dan whiteness index (P>0,05). Namun demikian, lama fermentasi berbeda pada dadih susu sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kemerahan dengan rataan hasil analisis variansi sebesar 2,60±0,21 – 3,29±0,36. Lama fermentasi berbeda pada dadih susu sapi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekuningan dadih susu sapi dengan rataan hasil analisis variansi sebesar 6,79±0,20 – 7,88±0,11. Simpulan. Semakin lama fermentasi akan meningkatkan warna kemerahan dan kekuningan dadih susu sapi secara linear
PENAKSIRAN HERITABILITAS PRODUKSI SUSU SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN (FH) MENGGUNAKAN CATATAN PRODUKSI MINGGUAN AWAL LAKTASI Tigana, Daffa Stean; Susanto, Agus; Santosa, Setya Agus
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menaksir nilai heritabilitas produksi susu mingguan pada pekan pertama hingga keempat laktasi awal dan menentukan pekan dengan nilai heritabilitas tertinggi. Data diperoleh dari 70 ekor sapi FH laktasi pertama yang berasal dari lima pejantan berbeda dan dianalisis menggunakan metode korelasi saudara tiri sebapak serta analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa nilai heritabilitas berturut-turut dari pekan pertama hingga keempat adalah 0,69±0,42; 0,81±0,47; 0,74±0,44; dan 0,59±0,38, dengan nilai tertinggi pada pekan kedua yang menandakan dominannya pengaruh genetik pada periode tersebut. Berdasarkan hasil tersebut, pekan kedua awal laktasi dapat digunakan untuk seleksi genetik dalam upaya mempercepat perbaikan mutu genetik ternak
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI DAN KONSENTRAT TERHADAP LAMA WAKTU DAN FREKUENSI MAKAN Rama, Adhifa Putra Dwi; Bata, Muhamad; Rahayu, Sri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangsa sapi lokal terhadap lama waktu dan frekuensi makan ketika diberi pakan berupa jerami padi dan konsentrat. Penelitian dilakukan menggunakan empat bangsa sapi lokal yaitu Sapi Madura (MM), Madura Flores (MF), Bali Flores (BF), dan Peranakan Ongole (PO) yang masing-masing memiliki bobot badan rata-rata ±300 kg. Pakan yang diberikan berupa jerami padi secara ad libitum dan konsentrat sebanyak 2,5% dari bobot badan. Penelitian dilaksanakan di Amanah Bata Farm, Banyumas, dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Hasil analisis menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lama waktu makan dan frekuensi makan harian. Rataan lama waktu makan harian masing-masing bangsa sapi yaitu MF (124,2 ± 6,76), BF (143,70 ± 20,20), PO (144,2 ± 10,28), dan MM (173,0 ± 20,57), dengan sapi MM memiliki lama makan yang lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan sapi MF, sapi BF, dan sapi PO, sedangkan diantara sapi MF, BF, dan PO tidak menunjukkan adanya perbedaan nyata (P>0,05) dalam lama aktu makan. Sedangkan rataan frekuensi makan harian yaitu MF (11,00 ± 0,47), PO (11,17 ± 0,76), BF (12,17 ± 0,58), dan MM (12,83 ± 0,58), dengan sapi sapi MM memiliki frekuensi makan yang sama (P>0,05) dengan BF dan PO, akan tetapi lebih tinggi (P<0,05) dibandingkan dengan MF. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap bangsa sapi memiliki kebiasaan makan yang berbeda meskipun diberi pakan dan kondisi lingkungan yang sama. Faktor genetik dan adaptasi fisiologis terhadap jenis pakan di wilayah asal diduga berkontribusi terhadap perbedaan ini
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK TERHADAP RASIO YOLK/ ALBUMEN DAN HAUGH UNIT TELUR ITIK TEGAL YANG DIPELIHARA SECARA TERKURUNG Fathurohman, Muhammad Alfan; Suswoyo, Imam; Indradji, Mohandas
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan pengaruh pemberian probiotik dan antibiotik terhadap rasio yolk/ albumen dan haugh unit telur itik tegal. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu Itik Tegal berjumlah sebanyak 540 ekor dengan umur produktif yaitu 12 bulan yang dipelihara di Kelompok Ternak Tani Itik (KTTI) Berkah Abadi kota Tegal. Pakan yang di digunakan terdiri dari nasi aking 30,30%, dedak 45,46%, ikan giling 22,73%, dan konsentrat 1,51%, dengan kandungan nutrien pakan PK 15,66%, LK 6,95%, SK 38,70%, Abu 9,88%, BETN 25,81%, Ca 8,2%, P 1,93% dan energi metabolik 2.900 kkal/kg, probiotik Lacsacpro yang terdiri dari Lactobacillus sp. dan Saccharomycess cerevisiae, dan antibiotik. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari L1 (pakan basal), L2 (pakan basal + probiotik lacsapro), L3 (pakan basal + antibiotik) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Data penelitian dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai dari Rasio Yolk/ Albumen yang dihasilkan berkisar 0.72 – 0.73 gram dengan nilai rataan 0.73 ± 0.03 gram dan hasil dari Haugh Unit berkisar 88.86 – 90.11 dengan nilai rataan 89.40 ± 1.95. Berdasarkan hasil penelitian pemberian Probiotik Lacsacpro dan pemberian antibiotik pada pakan belum memberikan pengaruh nyata terhadap nilai rasio yolk/ albumen, serta haugh unit telur itik Tegal
ANALISIS TREND JUMLAH PEMOTONGAN SAPI DAN HARGA DAGING SAPI DI KABUPATEN BANYUMAS Septian, Arman Bahar Dwi; Hidayat, Nunung Noor; Widiyanti, Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Analisis Trend Jumlah Pemotongan Sapi dan Harga Daging Sapi di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk menganalisis trend jumlah pemotongan sapi dan harga sapi di Kabupaten Banyumas dan menganalisis hubungan antara jumlah pemotonan sapi dengan harga daging di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan menggunakan data utama yaitu data sekunder, metode yang digunakan berupa dokumenter dari Dinas Perikanan dan Peternakan dan KEPOKMAS, data yang diambil yaitu 24 bulan terakhir (2023-2024). Lokasi Penelitian di wilayah Kabupaten Banyumas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linear dan korelasi. Hasil analisis didapatkan persamaan regresi jumlah pemotongan Y = 415.79 + 1.1204X dengan koefesien determinasi sebesar 0.0082 dan harga daging sapi Y = 132.286 + 641.99X dengan koefesien determinasi sebesar 0.3984. Hasil korelasi antara keduanya menunjukkan hubungan yang lemah dengan nilai korelasi Rxy = 0,3821. Menunjukkan tidak berhubungan nyata antara jumlah pemotongan dengan harga daging sapi
ANALISIS KEBUTUHAN MODAL USAHA TERNAK SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE (PO) KEBUMEN Rasyad, Fakhri Akmal; Hidayat, Nunung Noor; Wakhidati, Yusmi Nur
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan sapi potong di pedesaan Indonesia sering menghadapi kendala pada modalnya terutama karena sifatnya masih tradisional dan turun temurun. Peternak belum memiliki informasi yang jelas tentang kebutuhan modal yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mengetahui besarnya kebutuhan modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen.; (2). Mengetahui modal yang paling dibutuhkan dalam usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen.; (3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei terhadap peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen. Sampel wilayah diambil dengan metode purposive sampling yaitu memilih enam kecamatan dengan populasi sapi PO terbanyak, yaitu Kecamatan Buluspesantren, Puring, Ambal, Klirong, Mirit, dan Petanahan. Jumlah responden dipilih menggunakan kuota sampling, diperoleh 90 peternak. Variabel yang diteliti yaitu penerimaan dari usaha ternak, umur peternak, pendidikan peternak, jumlah ternak, dan pekerjaan utama peternak. Analisis data meliputi analisis deksriptif untuk mendeskripsikan modal dan analasis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh dari faktor-faktor yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Nilai rata-rata kebutuhan modal investasi peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen yaitu sebesar Rp. 49.667.748 dan kebutuhan modal kerja yaitu sebesar Rp. 10.722.198.; 2). Modal yang paling dibutuhkan oleh peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen adalah modal investasi untuk pembelian ternak indukan; 3). Modal investasi peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen dipengaruhi signifikan oleh penerimaan (P<0,01), umur peternak (P<0,05), pendidikan peternak (P<0,05), dan jumlah ternak (P<0,01) sedangkan modal kerja peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen dipengaruhi signifikan oleh penerimaan (P<0,01), dan jumlah ternak (P<0,01).
PERBANDINGAN ANGKA MORTALITAS PADA AYAM NIAGA PEDAGING YANG DI PELIHARA PADA LANTAI SATU DAN LANTAI DUA DI KHAERUN FARM ‘Aini, Aridha Nur; Rosidi, Rosidi; Wakhidati, Yusmi Nur
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan daging ayam, para peternak dituntut untuk mengoptimalkan produksi sambil meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh angka mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan angka mortalitas pada ayam niaga pedaging yang dipelihara di lantai satu dan lantai dua di Khaerun Farm. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama periode pemeliharaan, dengan pengumpulan data mengenai jumlah ayam, tingkat kematian, serta faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan di masing-masing lantai. Hasil penelitian angka mortalitas ayam yang dipelihara pada lantai atas sebesar 10,41 ± 5,30 ekor dan pada lantai bawah sebesar 20,11 ± 20,55 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan dalam angka mortalitas antara kedua lantai. Ayam yang dipelihara di lantai satu menunjukkan angka mortalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam di lantai dua. Temuan ini dihubungkan dengan faktor-faktor seperti ventilasi, akumulasi amonia, dan stres lingkungan yang lebih tinggi pada lantai dua. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi peternak dalam memilih metode pemeliharaan yang optimal untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam niaga pedaging.
ANALISIS STRENGTH, WEAKNESS, OPPORTUNITIES, AND THREATS PETERNAKAN SAPI POTONG DI SAPI JALU FARM KECAMATAN CIGANDAMEKAR KABUPATEN KUNINGAN Akbar, Ivo Galang Al Fathan; Susanto, Agus; Sugiarto, Mochamad
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha peternakan sapi potong di Sapi Jalu Farm, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan  menggunakan pendekatan SWOT. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara dan observasi dilapangan, kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan matriks IFAS dan EFAS untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi usaha. Hasil penelitian menunjukkan skor IFAS sebesar 3,3 untuk kekuatan, 2,8 untuk kelemahan, sedangkan skor EFAS 2,8 untuk peluang, dan 3,0 untuk ancaman, yang menempatkan Sapi Jalu Farm pada kuadran I matriks SWOT, mengindikasikan potensi yang kuat untuk pengembangan usaha dengan strategi agresif. Berdasarkan hasil perhitungan dapat diketahui bahwa Sapi Jalu Farm memiliki kekuatan berupa siklus produksi terencana, sumber daya manusia kompeten, dan produksi pakan mandiri, serta peluang pasar yang stabil dan meningkat terutama saat musim Idul Adha dan Idul Fitri. Namun, terdapat kelemahan seperti keterbatasan lahan hijauan dan diversifikasi produk yang perlu diperbaiki, serta ancaman dari risiko penyakit dan fluktuasi harga bahan baku. Berdasarkan analisis, Sapi Jalu Farm berada pada posisi strategis untuk menerapkan strategi agresif yang memaksimalkan kekuatan dan peluang guna meningkatkan efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan usaha peternakan sapi potong di wilayah Kabupaten Kuningan.
PENGARUH PENAMBAHAN KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORIS DAN WARNA YOGHURT SUSU SAPI Anggraeni, Catur Aprilia; Setyawardani, Triana; Fadhlurrohman, Irfan
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Penambahan Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Persentase yang Berbeda terhadap Karakteristik Sensoris dan Warna Yoghurt Susu Sapi. Materi dan metode.  Bahan yang digunakan yaitu 10.000 g susu sapi, 50 g kayu secang, 25 g stater. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan kayu secang 0,1% (P1), 0,3% (P2), 0,5% (P3), 0,7% (P4), 0,9% (P5). Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANAVA) dengan uji lanjut beda nyata terkecil (BNT) dan beda nyata jujur (BNJ). Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan kayu secang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap karakteristik sensoris dan whiteness index (WI). Rataan karakteristik sensoris adalah warna 5,27±0,91 (P1) - 3,63±1,40 (P5), aroma 5,30±1,34 (P1) - 4,00±1,15 (P5), tekstur 4,77±1,04 (P1) - 3,88±1,29 (P5), rasa 4,17±1,12 (P1) - 3,03±1,38 (P5), kesukaan (overall) 4,57±0,97 (P1) - 3,60±1,07 (P5) dan whiteness index (WI) 73,53±3,52 (P1) - 45,11±22,67 (P5), L*(lightness) 73,98±3,54 (P1) - 46,06±22,92 (P5), a*(redness) -1,96±2,68 (P1)- -4,70±3,07 (P5), b*(yellowness) -0,67±4,33 (P1)- -3,21±8,57 (P5). Kesimpulan. Penambahan bubuk kayu secang dengan persentase berbeda menghasilkan karakteristik sensoris yang disukai hingga agak disukai dan nilai whiteness index (WI) dan L*(lightness) yang sama lalu menurun sementara nilai a*(redness) dan b*(yellowness) relatif sama.
PENGARUH PENAMBAHAN PERSENTASE EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA KEJU BERBAHAN DASAR SUSU KAMBING TERHADAP TEKSTUR DAN pH Paramanindra, Maharsukma; Sumarmono, Juni; Fadhlurrohman, Irfan
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Persentase Ekstrak Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Pada Keju Berbahan Dasar Susu Kambing Terhadap Tekstur Dan pH” bertujuan untuk mengkaji bagaimana penambahan ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) memengaruhi tekstur dan tingkat keasaman (pH) keju yang dibuat dari susu kambing. Kayu manis dipilih karena kandungan senyawa aktif seperti cinnamaldehyde yang memiliki sifat antioksidan dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas keju. Penelitian dilakukan menggunakan lima persentase ekstrak kayu manis berbeda yaitu 0% (kontrol), 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%, dengan pengulangan sebanyak empat kali untuk tiap perlakuan. Tekstur keju diukur menggunakan alat Texture Analyzer sedangkan pH keju diukur dengan pH meter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kayu manis memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap tekstur keju dengan nilai kekerasan (hardness) rata-rata sekitar 765,73 g/mm². Keju dengan 1% ekstrak kayu manis justru menunjukkan tekstur paling lunak dengan hardness terendah yaitu 592,19 g/mm². Sementara itu nilai pH keju dari semua perlakuan relatif stabil dan tidak berbeda secara signifikan dengan rata-rata pH 5,05. Kesimpulan, penambahan ekstrak kayu manis dengan persentase 0%-2% memberikan perubahan yang tidak signifikan terhadap tekstur dan pH keju berbahan dasar susu kambing.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 3 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 1 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 2 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 1 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 3 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 3 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 2 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 1 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 3 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 3 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 2 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 1 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 3 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 2 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology More Issue