cover
Contact Name
Hermawan Setyo Widodo
Contact Email
hsw@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
angon.unsoed@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman R 108 Jl. Dr. Soeparno No 60, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Banyumas. Kode Pos 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Ruang Lingkup : Produksi, seleksi dan pemuliabiakan ternak Nutrisi dan makanan ternak Teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil ternak Sosial ekonomi peternakan Bioteknologi peternakan
Articles 387 Documents
TOTAL PADATAN DAN PERSENTASE PRODUK DADIH SUSU SAPI DENGAN LAMA FERMENTASI BERBEDA Dzilali, Millati Shounia; Setyawardani, Triana; Fadhlurrohman, Irfan
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul. Penelitian ini berjudul total padatan dan persentase produk dadih susu sapi dengan lama fermentasi berbeda. Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap total padatan dan persentase produk dadih telah dilaksanakan pada 10 – 21 Februari 2025. Materi dan Metode. Materi utama yang digunakan adalah susu sapi dengan penambahan starter yogourmet dan susu skim. Perlakuan yang diberikan yaitu dadih dibuat dengan lama fermentasi 10 jam (P1); 20 jam (P2); 30 jam (P3); dan 40 jam (P4). Analisis data yang digunakan adalah analisis variansi (ANAVA). Metode rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 5 kali sehingga terdapat 20 unit percobaan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berbeda dadih pada susu sapi  berpengaruh tidak nyata terhadap total padatan (P>0,05). Namun demikian, lama fermentasi berbeda pada dadih susu sapi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase produk dengan rataan hasil analisis variansi sebesar 77,06±4,55 – 87,49±2,24. Kesimpulan. Semakin lama fermentasi menurunkan persentase dadih susu sapi secara linear.
PENGARUH SUPLEMENTASI SUMBER FITOGENIK TERHADAP KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN AYAM NIAGA PETELUR Nugroho, Ocvian; Ismoyowati, Ismoyowati; Rosidi, Rosidi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi sumber fitogenik berupa tepung bawang putih, sambiloto, jahe dan campuran ketiganya terhadap konsumsi dan konversi pakan ayam niaga petelur. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri atas 4 ekor ayam niaga petelur. Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah ayam niaga petelur strain Hyline Brown sebanyak 100 ekor berumur 50 minggu. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan sumber fitogenik yang terdiri atas P0 : Pakan basal (kontrol), P1 : Pakan basal + 2% tepung bawang putih, P2 : Pakan basal + 2% tepung sambilto, P3 : Pakan basal + 2% tepung jahe dan P4 : Pakan basal + 2% campuran tepung bawang putih, sambiloto dan jahe. Peubah yang diukur meliputi konsumsi pakan dan konversi pakan. Analisis data menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil rataan konsumsi pakan yaitu 118,91 ± 0,67 gram/ekor/hari. Hasil rataan konversi pakan yaitu 2,05 ± 0,74. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa suplementasi sumber fitogenik berupa tepung bawang putih, sambiloto, dan jahe berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap konsumsi dan konversi pakan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi sumber fitogenik memberikan respon yang sama dengan pakan kontrol.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK TERHADAP JUMLAH TELUR DAN MASSA TELUR ITIK TEGAL YANG DIPELIHARA SECARA TERKURUNG Hati, Putri Lembah; Ismoyowati, Ismoyowati; Suswoyo, Imam
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian “Pengaruh Pemberian Probiotik dan Antibiotik Terhadap Jumlah Telur Dan Massa Telur Itik Tegal Yang Dipelihara Secara Terkurung” telah dilaksanakan pada tanggal 15 juni – 19 agustus 2024. Penelitian probiotik lacsacpro dan antibiotic zinc bacitracin bertujuan untuk melihat pengaruh probiotik lacsacpro terhadap jumlah telur dan massa telur Itik Tegal. Penelitian ini berlokasi dikandang kelompok Peternak Itik “Berkah Abadi” yang berlokasi di Desa Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal. Materi dan bahan penelitian terdiri atas Itik Tegal berusia produktif (12 bulan) yang berjumlah 540 ekor, Antibiotik Zinc Bacitracin, Probiotik  Lacsacpro. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yang terdiri dari L1 (pakan basal + antibiotic zinc bacitracin), L2 (pakan basal + probiotik lacsapro), L3 (pakan basal) sebagai control, setiap unitperlakuan berisi 30 ekor itik dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Data penelitian telah dilakukan analisis data dengan menggunakan analisis variansi (ANAVA). Hasil penelitian diperoleh rataan jumlah telur yaitu 710,7 ± 34,23 butir sampai dengan 749,5 ± 78,82 butir dari 30 ekor itik Tegal selama 40 hari dan nilai dari massa telur 37,21 ± 0,17 gram sampai dengan 39,59 ± 0,21 gram. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pemberian probiotik lacsacpro dan antibiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap jumlah telur dan massa telur itik Tegal. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa probiotik lacsacpro dan antibiotik belum dapat meningkatkan jumlah telur dan massa telur itik tegal umur 12 bulan
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI DAN KONSENTRAT TERHADAP LAMA WAKTU DAN FREKUENSI RUMINASI Triyanto, Ramadhani; Bata, Muhamad; Rahayu, Sri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bangsa sapi lokal terhadap lama waktu dan frekuensi ruminasi pada sapi yang diberi pakan jerami padi dan konsentrat. Penelitian ini dilaksanakan selama 17 hari di Amanah Bata Farm, Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Ada empat bangsa sapi yaitu sapi Madura (MM), Bali Flores (BF), Madura Flores (MF), dan Peranakan Ongole (PO) dengan rataan bobot badan ±300kg, digunakan sebagai peubah dan setiap perlakuan diulang empat kali. Pakan yang diberikan terdiri atas jerami padi secara ad libitum terukur dan konsentrat yaitu sekitar 2,5% dari bobot badan sapi. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan pola searah. Variabel yang diukur adalah lama  waktu ruminasi dan frekuensi ruminasi. Analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa sapi lokal berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lama waktu ruminasi, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap frekuensi ruminasi. Lama ruminasi satu hari pada sapi PO lebih tinggi (P<0,005) dibandingkan dengan MM,  akan tetapi sama dengan MF dan BF. Lama ruminasi siang hari pada sapi MM lebih rendah  (P<0,01) dibandingkan dengan BF, akan tetapi sama dengan MF dan PO. Lama ruminasi malam hari pada sapi PO sama dengan BF, akan tetapi lebih tinggi (P<0,001) dibandingkan dengan MF dan MM. Kesimpulannya adalah terdapat persamaan dan perbedaan lama waktu ruminasi, akan tetapi tidak ada perbedaan frekuensi ruminasi pada bangsa sapi lokal berbeda
KANDUNGAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK AMONIASI FERMENTASI (AMOFER) JERAMI PADI MENGGUNAKAN MIKROORGANISME LOKAL ONGGOK DENGAN LEVEL YANG BERBEDA Adla, Wildan Habba; Hindratiningrum, Novita; Reyhan, Muhammad
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Jerami padi adalah hasil samping dari tanaman padi yang berpotensi besar sebagai sumber pakan untuk ternak ruminansia. Pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak terkendala oleh nilai nutrisi yang rendah terutama kandungan protein kasar rendah dan serat kasar yang tinggi sehingga kecernaan rendah. Salah satu cara meningkatkan kualitas jerami padi yaitu dengan pembuatan amofer, yang merupakan paduan proses amoniasi dan fermentasi. Amoniasi fermentasi pada Jerami padi merupakan suatu cara pengolahan secara anaerob dengan memanfaatkan peran mikroorganisme. Mikroorganisme sebagai starter fermentasi jerami padi dapat menggunakan bahan dasar limbah yang tersedia di lingkungan sekitar, salah satunya adalah onggok. Limbah onggok merupakan sumber karbohidrat mudah larut atau Ready Available Carbohydrat (RAC) yang menjadi sumber zat makanan untuk mikroba dalam mempercepat pertumbuhan bakteri penghasil asam, khususnya asam laktat. Bakteri asam laktat berperan penting dalam fermentasi melalui penurunan pH, pengawetan bahan, peningkatan kualitas nutrisi, pengendalian mikroorganisme patogen, peningkatan stabilitas dan mutu hasil fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi menggunakam starter mikroorganisme lokal onggok dengan level yang berbeda. Materi dan Metode. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan jika terdapat perbedaan perlakuan dilakukan uji lanjut analisis DMRT. Perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 : Amofer jerami padi tanpa starter (kontrol), P1 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa gula merah 4%, P2 : Amofer jerami padi menggunakan MOL limbah tomat dengan sumber glukosa molasses 4%, P3 : Amofer jerami padi menggunakan EM4 4%. Variabel yang diamati adalah kandungan bahan kering dan bahan organik amofer jerami padi yang diukur menggunakan metode analisis proximat. Hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starter MOL limbah tomat pada amofer jerami padi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik. Uji lanjut DMRT menunjukkan kandungan bahan kering tertinggi pada perlakuan P0 sebesar 93,82±0,28% dan kandungan bahan organik tertinggi pada perlakuan P2 sebesar 82,00±0,87%. Penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda dapat menyebabkan hasil perlakuan yang berbeda. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan starter MOL limbah tomat dengan sumber glukosa berbeda pada amoniasi fermentasi jerami padi berpengaruh nyata terhadap kandungan bahan kering, namun pada bahan organik menunjukkan hasil yang sama.
PENGARUH FORTIFIKASI MINERAL MAGNESIUM DAN SULFUR DALAM PAKAN TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN PRODUKSI GAS METAN SECARA IN VITRO Yusuf, Hammam Faturahman; Suhartati, Fransisca Maria; Prihambodo, Tri Rachmanto
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul. Penelitian ini berjudul pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan secara in vitro. Latar Belakang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan secara in vitro telah dilaksanakan pada 16 November – 15 Desember 2025. Materi dan Metode. Pakan yang diberikan berupa jerami padi amoniasi (50%) dan konsentrat (50%). Metode eksperimental secara in vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) one way classification. Hasil. Rata-rata kecernaan serat kasar pada penelitian ini yaitu sebesar 34,33 – 59,31 %. Rata-rata produksi gas metan yaitu 3,22 – 1,05 mM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi mineral magnesium dan sulfur dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan serat kasar dan produksi gas metan. Hasil uji BNJ kecernaan serat kasar tertinggi dicapai pada pakan yang difortifikasi mineral magnesium dan sulfur (P2) yaitu sebesar 59,31 ± 3,51 % dan produksi gas metan terendah dicapai pada pakan ang difortifikasi mineral magnesium dan sulfur (P2) yaitu sebesar 1,05 ± 0,33 mM. Simpulan. Fortifikasi mineral magnesium 0,11% (BK) dan sulfur 0,83% (BK) dalam pakan yang terdiri dari jerami padi amoniasi dan konsentrat dengan imbangan 50 : 50 dapat meningkatkan kecernaan serat kasar dan menurunkan produksi gas metan.
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL YANG DIBERI PAKAN SAMA TERHADAP KECEPATAN MAKAN DAN RASIO KONSUMSI HIJAUAN DAN KONSENTRAT Effendi, Anvicko Firstyda; Rahayu, Sri; Bata, Muhamad
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bangsa sapi lokal terhadap kecepatan makan konsentrat serta rasio konsumsi hijauan dan konsentrat pada pemberian pakan berupa jerami padi dan konsentrat. Kegiatan penelitian berlangsung selama tiga minggu di UD. Sapi Amanah, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Materi penelitian terdiri atas 16 ekor sapi lokal jantan yang berasal dari empat bangsa, yaitu sapi Bali Flores (BF), sapi Madura Flores (MF), sapi Peranakan Ongole (PO), dan sapi Madura (MM), masing-masing sebanyak empat ekor. Bobot hidup awal rata-rata dari setiap bangsa sapi berturut-turut adalah 388,25 ± 26,8 kg (BF), 343,75 ± 16,52 kg (MF), 340,25 ± 9,29 kg (PO), dan 280,5 ± 5 kg (MM). Pakan yang diberikan berupa konsentrat sebanyak 2,5% dari bobot hidup, sedangkan jerami padi disediakan secara ad libitum terkontrol. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat bangsa sapi sebagai perlakuan. Variabel yang diamati meliputi tingkah laku makan, khususnya kecepatan makan pagi dan sore hari serta rasio konsumsi hijauan dan konsentrat. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan bangsa sapi tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap kecepatan makan pada pagi dan sore hari, namun berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi hijauan dan berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap konsumsi konsentrat. Uji Lanjut menggunakan uji DMRT pada rasio konsumsi hijauan dan konsentrat menunjukkan bahwa sapi Bali memiliki konsumsi hijauan dan konsentrat tertinggi (3,80 ± 0,21 kg) dan (4,95 ± 0,65 kg) dibandingkan sapi PO, sapi Madura Flores, dan Sapi Madura. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan kecepatan makan konsentrat antar bangsa sapi lokal, akan tetapi terdapat perbedaan konsumsi hijauan dan konsentrat antar bangsa sapi lokal di Indonesia.
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL PADA PEMBERIAN PAKAN YANG SAMA TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR Sakti, Raditya Ziqri Kasnaya; Rimbawanto, Efka Aris; Hartoyo, Bambang
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Bangsa Sapi Lokal pada Pemberian Pakan yang Sama Terhadap Kecernaan Protein dan Serat Kasar” dilakukan dengan bertujuan mengkaji pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kondisi pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 ekor sapi lokal jantan yang terdiri dari sapi Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), dan sapi Madura (R4) masing-masing 4 ekor dan keempat jenis bangsa sapi tersebut sebagai perlakuan. Jerami padi diberikan secara adlibitum dan konsentrat diberikan sebanyak 2 kali sehari dengan imbangan 70:30. Peubah yang diukur yaitu kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan serat kasar (P<0,01), namun tidak berpengaruh pada kecernaan protein kasar (P>0,05). Rataan kecernaan serat kasar bangsa sapi lokal R1: 73.18 ± 5.5%, R2: 51.64 ± 11.09%, R3 : 40.68 ± 14.78%, dan R4 : 56.46 ± 6.2% (P<0,01), sedangkan rataan kecernaan protein kasar bangsa sapi lokal R1 : 67.38 ± 10.7%, R2 : 80.39 ± 3,01%, R3 : 75.33 ± 6.2%, R4 : 70.37 ± 1.4% (P>0,05). Uji lanjut menggunakan uji DMRT menunjukkan bangsa sapi bali flores memiliki presentase nilai kecernaan serat kasar tertinggi diantara bangsa sapi lokal lainya yaitu sebesar (73.18%) yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan sapi Madura Flores (51,64%), sapi Peranakan Onggole (40,68%) dan sapi Madura (56,46%).
PENGARUH PENAMBAHAN CAIRAN FERMENTATION BROTH DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (KBO) SECARA IN VITRO Mukholifah, Dwi Rahayu; Rimbawanto, Efka Aris; Bata, Muhamad
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Cairan Fermentation Broth dalam Pakan Domba terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) secara In Vitro” dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi antara jerami padi dan cairan fermentation broth, mengetahui pengaruh penggunaan jerami padi dan jerami padi amoniasi dan mengetahui pengaruh penggunaan cairan fermentation broth dalam meningkatkan KBK dan KBO secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pola faktorial 2x3 dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah ransum JP (jerami padi 30% + konsentrat 70%) dan JPA (jerami padi amoniasi 30% + konsentrat 70%) sebagai faktor utama dan faktor kedua dosis fermentation broth 0, 150, dan 300 µL dan sebagai kelompok adalah sumber inokulum (cairan rumen). Materi yang digunakan yaitu jerami padi, jerami padi amoniasi, konsentrat, cairan fermentation broth, dan bahan kimia untuk percobaan in vitro. Percobaan in vitro berdasarkan metode dua tahap (Tilley and Terry, 1963). Peubah respon yang diamati meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Tukey HSD). Hasil menunjukkan bahwa interaksi penambahan cairan fermentation broth dan jenis jerami padi tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Penggunaan jerami padi amoniasi mampu meningkatkan KBK dan KBO secara signifikan (P<0,01) dibanding jerami padi dan penggunaan cairan fermentation broth pada dosis (0, 150, 300 µL) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Rata-rata KBK dan KBO untuk perlakuan jerami padi dengan dosis fermentation broth yang berbeda adalah berkisar 38,91 - 39,20% dan 48,46-48,72% sedangkan untuk perlakuan jerami padi amoniasi adalah berkisar 39,69-39,90% dan 49,97-50,43%.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT BSF TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, KONVERSI PAKAN, PALATABILITAS DAN MORTALITAS BURUNG PUYUH FASE GROWER Nurnaningsih, Wida; Tuswati, Sari Eko; Sukmaningsih, Tri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penambahan tepung maggot Black Soldier Fly (BSF) dalam pakan terhadap performa pertumbuhan, palatabilitas, dan mortalitas burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) fase grower hingga layer. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dosis tepung maggot: P0 (0%), P1 (8%), P2 (16%), dan P3 (24%), dengan lima ulangan untuk setiap perlakuan. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot badan (PBB), konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), palatabilitas, dan angka mortalitas. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung maggot BSF berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap peningkatan PBB dan penurunan nilai FCR, di mana level 8% sudah memberikan hasil yang optimal secara signifikan. Pada parameter palatabilitas, terjadi penurunan yang sangat nyata (P<0,01) pada fase grower akibat proses adaptasi, namun tidak berpengaruh nyata pada fase layer. Sementara itu, angka mortalitas tetap rendah (0-3,33%) dan tidak menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (P>0,05), mengindikasikan bahwa tepung maggot aman digunakan hingga level 24%. Kesimpulannya, penambahan tepung maggot BSF sebesar 8% merupakan dosis paling efektif untuk meningkatkan produktivitas puyuh dengan efisiensi pakan yang lebih baik.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 3 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 1 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 2 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 1 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 1 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 1 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ANGON Vol 1 No 3 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 2 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology More Issue