cover
Contact Name
Hermawan Setyo Widodo
Contact Email
hsw@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
angon.unsoed@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman R 108 Jl. Dr. Soeparno No 60, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Banyumas. Kode Pos 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Ruang Lingkup : Produksi, seleksi dan pemuliabiakan ternak Nutrisi dan makanan ternak Teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil ternak Sosial ekonomi peternakan Bioteknologi peternakan
Articles 387 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN GRADIEN PERCOLL DAN LAMA INKUBASI TERHADAP KONSENTRASI DAN VIABILITAS SPERMATOZOA X HASIL SEPARASI SEKS PADA KAMBING SAANEN Agustin, Choirina Melly; Sumaryadi, Mas Yedi; Hidayah, Chomsiatun Nurul
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan viabilitas spermatozoa X hasil separasi seks pada kambing Saanen. Materi penelitian yang digunakan yaitu 1 ekor pejantan kambing Saanen berumur 2 tahun. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x3 yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor gradien (g₁ 30:75, g₂ 45:90) dan lama inkubasi (t₁=30, t₂=45, dan t₃ 60). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi dengan gradien 30:75 memiliki hasil yang optimal yaitu sebesar 1333,2±190,84. dengan lama inkubasi 60 menit. Viabilitas dengan gradien 35:70 memiliki hasil yang optimal yaitu 67,77±12,96 dengan lama inkubasi 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor gradien berpengaruh sangat nyata atau (P<0,01) terhadap konsentrasi spermatozoa X dan berpengaruh sangat nyata atau (P<0,01) terhadap viabilitas spermatozoa X dan lama inkubasi berpengaruh sangat nyata atau (P<0,01) terhadap viabilitas spermatozoa X, tidak terdapat interaksi atau (P>0,01) antara gradien dan lama inkubasi terhadap viabilitas dan konsentrasi spermatozoa X. Disimpulkan bahwa untuk memperoleh konsentrasi dan viabilitas spermatozoa X yang tinggi, sebaiknya dilakukan pemisahan dengan konsentrasi gradien percoll g₁ 30:75 dengan lama inkubasi t₂=45 sampai t₃=60 menit.  
EVALUASI PENGGUNAAN ALBENDAZOLE PADA KASUS TREMATODIASIS DI KELOMPOK PETERNAK SAPI POTONG JATI MULYO KECAMATAN SUMBANG, KABUPATEN BANYUMAS Candrasari, Leony Yulvi; Indrasanti, Diana; Indradji, Mohandas
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan albendazole terhadap kasus trematodiasis pada sapi potong di Kelompok Peternak Jati Mulyo, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Sebanyak 23 ekor sapi potong digunakan sebagai sampel penelitian yang diuji menggunakan metode sedimentasi dan uji McMaster untuk mengidentifikasi keberadaan telur cacing trematoda. Perlakuan dilakukan dengan pemberian albendazole secara oral pada dosis 1 ml per 12 kg bobot badan, dan pengambilan sampel dilakukan pada hari ke-15, ke-30, dan ke-60 setelah pengobatan. Hasil pemeriksaan menunjukkan prevalensi trematodiasis sebelum pengobatan sebesar 73,91%, yang menurun menjadi 43,47% pada hari ke-15, 39,13% pada hari ke-30, dan sedikit meningkat menjadi 43,47% pada hari ke-60 sehingga persentase prevalensi di Kelompok Peternak Jati Mulyo Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas 48,86 %. Jenis cacing trematoda yang teridentifikasi adalah Fasciola sp. dan Paramphistomum sp. Uji Chi-square menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,664 (p>0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian albendazole dengan penurunan kasus trematodiasis. Meskipun demikian, penurunan prevalensi paling optimal terjadi pada hari ke-30 setelah pengobatan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN PERENDAMAN TELUR ITIKDENGAN SARI DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Blimbi L.) TERHADAPKUALITAS INTERNAL TELUR Fauzi, Aliefnur; Herijanto, Soegeng; Evadewi, Fani Dwi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur itik dalam sari daun belimbing wuluh terhadap indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Penelitian ini dilaksankan mulai tanggal 8 Mei – 8 Juni 2025, di laboratorium Fakultas Peternakan Universitas Wijayakusuma Purwokerto. Materi penelitian yang digunakan adalah 72 butir telur itik, 2.025 ml sari daun belimbing wuluh dan air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dua factorial dengan dasar rancangan acak lengkap (RAL). Factor A sebagai perlakuan atau dosis sari P0 (tanpa perendaman), P1 (dosis sari 15% + perendaman 24jam), P2 (dosis sari 15% + perendaman 48jam), P3 (dosis sari 15% + perendaman 72jam), dan Faktor B sebagai lama penyimpanan yaitu LP1 (lama penyimpanan 10 hari), LP2 (lama penyimpanan 20 hari), LP3 (lama penyimpanan 30 hari) dengan masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah indeks putih telur (IPT), indeks kuning telur (IKT) dan bobot susut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu penyimpanan telur itik setelah direndam dengan sari daun belimbing wuluh selama 30 hari meningkatkan bobot susut (P<0,05); menurunkan kualitas indeks putih telur (P<0,05) dan menurunkan indeks kuning telur (P<0,05). Disarankan untuk menggunakan bahan lain selain sari daun belimbing wuluh karena sari daun belimbing wuluh tidak mampu mempertahankan kualitas telur ditinjau dari bobot susut, indeks putih telur (IPT) dan indeks kuning telur (IKT).
PERBEDAAN PERFORMA AYAM BIBIT INDUK PEDAGING JANTAN DAN BETINA Muzakki, Ahmad; Ismoyowati, Ismoyowati; Suswoyo, Imam
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan daging ayam global diketahui cenderung meningkat setiap tahun. Optimalisasi unggas bibit diperlukan agar produksi ayam konsumsi lebih efisien sehingga dapat memenuhi permintaan yang terusmeningkat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa ayam bibit induk pedaging jantan dan betina dari segi konsumsi pakan, bobot badan, keseragaman, dan tingkat deplesi. Penelitian dilakukan diPT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Cipunagara 1 menggunakan ayam Strain Lohmann Indian River berusia 12 minggu, terdiri dari 14.799 ekor jantan dan 103.621 ekor betina. Data dikumpulkan melalui laporan performa mingguan dari kandang, dan analisis dilakukan dengan uji-t dua sampel dengan varians yang sama untuk menilai perbedaan antara jenis kelamin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam jantan memiliki konsumsi pakan dan bobot badan yang lebih tinggi, yang mencerminkan pertumbuhan yang lebih cepat dan kebutuhan nutrisi yang lebih besar. Sedangkan, ayam betina menunjukkan keseragaman populasi yang lebih baik serta tingkat deplesi yang lebih rendah, yang dipengaruhi oleh perilaku yang lebih tenang, dominansi yang lebih rendah, dan respons imun yang lebih stabil. Perbedaan dalam keseragaman juga dipengaruhi oleh tingkat persaingan pakan dan perilaku agresif yang lebih tinggi pada jantan. Tingginya deplesi pada jantan berkaitan dengan stres metabolik, sensitivitas terhadap suhu tinggi, dan agresivitas sosial. Secara keseluruhan, perbedaan antara jenis kelamin memiliki dampak signifikan terhadap performa ayam bibit, sehingga manajemen pemeliharaan yang spesifik untuk setiap jenis kelamin sangat dibutuhkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dalam hal pertumbuhan, jantan menunjukkan keunggulan, sementara betina lebih unggul dalam hal keseragaman dan daya hidup.
EVALUASI PERFORMA PRODUKSI AYAM BROILER DI EKO SETIA B FARMDITINJAU DARI KONVERSI PAKAN, RATAAN BOBOT BADAN, DAN MORTALITAS Praselia, Zahwa Ainur; Suswoyo, Imam; Indraji, Mohandas
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan performa pemeliharaan ayam broiler di Eko Setia B farm dengan standar produksi internal yang mencakup konversi pakan (Feed Conversion Ratio), bobot badan rata-rata, dan tingkat mortalitas. Penelitian dilakukan selama satu periode pemeliharaan dari September hingga Oktober 2024 pada ayam broiler strain CP 707 berpopulasi 40.500 ekor yang dipelihara di kandang closed house tiga lantai. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan rekaman produksi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa nilai FCR mingguan rata-rata 1,295 ± 0,204 yang setara dengan standar produksi (1,299 ± 0,279). Bobot badan rata-rata ayam di Eko Setia B farm lebih tinggi dari standar produksi dengan rata-rata pertambahan mencapai 475,67 ± 235,55 gram/ekor, serta bobotakhir mendekati 2,9 kg pada minggu keenam. Tingkat mortalitas selama periode pemeliharaan juga lebih rendah dibandingkan standar produksi, yaitu 2,10% ± 1,08% vs 2,65% ± 1,32%. Pencapaian bobot badan yang tinggi sejalan dengan pengurangan mortalitas menunjukkan manajemen pemeliharaan yang efektif dan efisien, sehingga usaha peternakan berada pada posisi menguntungkan untuk memperoleh nilai ekonomi maksimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan pakan, lingkungan, dan kesehatan dalam mendukung pertumbuhan optimal ayam broiler.
HUBUNGAN ANTARA SUHU KELEMBABAN DENGAN BOBOT BADAN DANMORTALITAS ANTARA LANTAI 1,2,DAN 3 Syarifuddin, Destian Akhmad; Ismoyowati, Ismoyowati; Indraji, Mohandas
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem kandang bertingkat semakin populer dalam industri peternakan ayam broiler karenaefisiensi penggunaan lahan dan kapasitas produksi yang lebih besar. Namun, perbedaan kondisi mikroklimat pada setiap tingkat lantai dapat mempengaruhi parameter lingkungan seperti suhu dan kelembaban yang berdampak pada performa dan mortalitas ayam. Masalah utama yang dihadapi peternak adalah tingginya variasi mortalitas antar lantai yang sulit diprediksi dan dikendalikan. Penelitian mengenai hubungan spesifik antara parameter lingkungan dengan mortalitas pada sistem kandang bertingkat masih terbatas, padahal informasi ini penting untuk optimalisasi manajemen pemeliharaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara suhu, kelembaban, dengan bobot badan dan mortalitas ayam pedaging pada sistem kandang bertingkat tiga lantai. Metode penelitian eksperimental dengan materi 66000 ekor ayam broiler yang ditempatkan pada kandang bertingkat tiga lantai dengan 22000 ekor per lantai. Parameter yang diukur meliputi suhu, kelembaban, bobot badan, dan mortalitas harian. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda dengan SPSS untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap mortalitas pada setiap lantai. Pengambilan data dilakukan selama periode pemeliharaan lengkap dengan pengukuran parameter lingkungan secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan tingkat mortalitas antar lantai, dengan lantai 2 memiliki mortalitas terendah (2,70%), lantai 1 sebesar (5,50) %, dan lantai 3 tertinggi (24,30%). Analisis regresi menunjukkan bahwa kelembaban berpengaruh signifikan terhadap mortalitas pada lantai 3 dengan koefisien determinasi tertinggi (24,3%). BB bervariasi ekstrem antar lantai, dengan lantai 3 mencapai 88 gram, lantai 2 sebesar 82,71 gram, dan lantai 1 sebesar 81,57-gram pada periods starter. Kesimpulannya sistem kandang bertingkat menunjukkan karakteristik mikroklimat yang berbeda pada setiap tingkat dengan implikasi yang signifikan terhadap mortalitas ayam broiler. Kelembaban merupakan faktor lingkungan yang paling konsisten mempengaruhi mortalitas, terutama pada lantai atas.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU DAN BAMBU TERHADAPKECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN DOMBA Ramadhan, Dimas Gema; Bata, Muhamad; Rahayu, Sri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu. Penelitian dilaksanakan di UD. Amanah, Desa Datar Kec. Sumbang, Kab. Banyumas. Analisis kimia dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Jenderal Soedirman, pengujian analisis kadar protein kasar pakan konsentrat pemberian di Laboratorium Loka Pengujian Standar Instrumen Ruminansia Besar. Penelitian menggunakan 24 ekor domba ekor tipis (koefisien keragaman 10%) berumur 12-18 bulan. Rancangan Acak Lengkap digunakan dengan enam perlakuan: P0 (jerami padi amoniasi + konsentrat); P1 (P0 + TDW 2,4 gr/kg konsentrat); P2 (P0 + TDW 1,8 g/kg konsentrat + TDB 0,325 g/kg konsentrat); P3 (P0 + TDW 1,2 g/kg konsentrat + TDB 0,65 g/kg konsentrat); P4 (P0 + 0,6 g TDW/ kg konsentrat + 0,975 g TDB/kg konsentrat); P5 (P0 + TDB 1,3 g/kg konsentrat)) dan enam ulangan. Parameter yang diukur kecernaan protein kasar dan serat kasar. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecernaan protein kasar berkisar antara 61,69-65,94% dan hasil dari rataan kecernaan serat kasar berkisar antara 37,77-41,55%. Analisis variansi menunjukkan bahwa penambahan tepung daun Waru dan daun Bambu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein kasar akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar domba. Hasil uji lanjut menunjukan penambahan 1,2 g TDW + 0,65 TDB manunjukan hasil terbaik untuk menaikan kecernaan protein kasar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kombinasi tepung daun Waru dan daun Bambu 1,2 gr/kg BK konsentrat dan 0,65 gr/kg BK konsentrat terbaik dalam meningkatkan kecernaan protein kasar, dan cenderung meningkatkan (P=0,616) kecernaan serat kasar pakan domba lokal.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 1 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 3 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 1 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 2 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 1 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 1 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 1 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ANGON Vol 1 No 3 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 2 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology More Issue