cover
Contact Name
I Wayan Suky Luxiana
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
info.jurnalcsj@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office of Community Services Journal (CSJ) Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar, Tel/Fax: (0361) 223858, 081547397113/(0361) 235073 Email: info.jurnalcsj@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Services Journal (CSJ)
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 26549360     EISSN : 26549379     DOI : https://doi.org/10.22225/csj
Core Subject : Social,
Community Service Journal (CSJ) is published by the community service department, Universitas Warmadewa. The main aim of this journal is to publish original articles based on the latest knowledge, research, and applied research as well as the latest scientific developments in Community Services, People, Local Food Security, Training, Marketing, Appropriate Technology, Design, Community Empowerment, Social Access, Student Community Services, Border Region, Less Developed Region, Education for Sustainable Development. This journal is open to academics, graduate and postgraduate students, practitioners, and individuals who have an interest in community services issues. This journal is published 2 times a year in June and December. The language used in this journal is Bahasa Indonesia.
Articles 126 Documents
Pendampingan BUPDA Desa Bangbang Dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Desa Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Gusti Agung Prama Yoga; I Nyoman Angga Prabawa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.1-8

Abstract

BUPDA atau Baga Utsaha Padruwen Desa Adat adalah badan usaha milik desa adat, yang dikelola dan diperuntukkan untuk menyejahterakan masyarakat desa. Desa Bangbang terletak diwilayah Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali yang masih sangat menjunjung tinggi asas gotong royong dan kekeluargaan. BUPDA Bangbang memberi pelayanan jasa selip (penggilingan padi) dan grosir toko klontong. Masyarakat dapat menggunakan fasilitas selip (proses pelepasan kulit ari beras) dan tempat menjemur gabah (bulir padi yang terbungkus oleh sekam) hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari hasil panen untuk BUPDA, atau hanya mengganti biaya bahan bakar mesin tanpa dikenakan biaya tambahan lain. Hal ini sangat membantu warga dalam mengolah hasil panen. Selain itu BUPDA menjalankan usaha grosir berbagai keperluan pokok sehari-hari dan keperluan upacara adat secara grosir, yang nantinya akan dijual ecer oleh warga. Maka hal ini akan menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat yang membuka warung dan sejenisnya. Namun dalam BUPDA belum didukung oleh sistem pencatatan berbasis IT, sedangkan masih secara manual. PKM ini dilaksanakan dengan memberikan pendampingan penyusunan pencatatan akuntansi memanfaatkan IT (informasi dan teknologi), serta aspek perpajakan. Agar nantinya BUPDA dapat menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan (SAK), memenuhi seluruh kewajiban terkait pajak, serta memanfaatkan IT untuk me-manage usaha dengan baik dan efisien. Pelaksanaan PkM melibatkan prebekel, prajuru adat, bagian administrasi, serta pembantu umum di BUPDA. Terdapat dua mitra yang terlibat, yaitu Prebekel Desa Bangbang dan Kantor Konsultan Pajak Rajawali Consulting. PkM dapat dijalankan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan.
Penguatan BUMDES, Penanggulangan Demam Berdarah, dan Pemasaran Digital UMKM di Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan Ni Kd Sioaji Yamawati; Ni Luh Putu Indiani
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.28-33

Abstract

Marga Dajan Puri merupakan salah satu desa di kecamatan Marga, kabupaten Tabanan. Dari hasil observasi, terdapat sejumlah permasalahan yang dialami oleh desa yaitu kurangnya kesadaran masyarakat mengenai keberadaan dan pentingnya BUMDES. Masalah yang kedua yaitu masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terutama genangan air yang berpotensi menimbulkan penyakit DBD. Di samping itu, terdapat sejumlah permasalahan yang dialami oleh para pelaku UMKM di Desa Marga Dajan Puri. Namun, masalah utama UMKM yang menghambat pertumbuhan usaha, yaitu kurangnya pemahaman tentang pemasaran digital. Dengan permasalahan yang dihadapi Desa Marga Dajan Puri maka solusi yang diberikan adalah: sosialisasi mengenai BUMDES agar masyarakat Desa Marga Dajan Puri memahami tentang apa itu BUMDES, tujuan pendirian BUMDES, dan manfaat pendirian BUMDES, dan pembuatan banner untuk BUMDES agar meningkatkan visibilitasnya. Kemudian untuk permasalahan DBD, solusi diberikan adalah mengadakan sosialisasi melalui kegiatan penyuluhan ke rumah-rumah warga serta membagikan ABATE. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit DBD dan cara penanggulangannya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemberantasan sarang nyamuk. Kemudian untuk permasalahan UMKM perlu adanya pendataan serta penyuluhan pada pelaku UMKM mengenai strategi pemasaran menggunakan sosial media seperti, Instagram dan facebook. Keberhasilan kegiatan dapat dilihat dari terlaksananya semua kegiatan dengan baik dan menghasilkan luaran yang jelas. Kegiatan pelatihan perlu dilanjutkan ke depannya dengan materi lanjutan untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat dan ketercapaian tujuan kegiatan pengabdian.
Edukasi Kesehatan Covid-19 Varian Omicron dan Pengembangan Kewirausahaan Pada Komunitas Banteng Muda Banjar Tangkeban, Gianyar Agus Santosa; Putu Nita Cahyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Asri Lestarini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.22-27

Abstract

Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah Komunitas Banteng Muda di Banjar Tangkeban, Gianyar. Komunitas ini beranggotakan sekitar 50 orang. Hasil diskusi awal diketahui bahwa mayoritas mitra belum mengetahui tentang varian Omicron dan perbedaannya dengan virus Covid-19 lainnya. Warga belum bekerja aktif seperti sebelum pandemi, sehingga beberapa orang tua dan anak muda mendaftar sebagai ojek online untuk mendapatkan penghasilan. Beberapa warga juga mendaftar sebagai calon pegawai negeri sipil, namun belum berhasil lolos. Anggota komunitas juga menyampaikan bahwa mereka belum memahami dasar-dasar membangun usaha kecil terutama dalam hal permodalan dan pengelolaan usaha, mengetahui peluang usaha, dan mengatur keuangannya. Oleh karenannya, program kegiatan PKM ini akan difokuskan pada pemberian edukasi terkait gejala-gejala keluhan saluran nafas atas terkait varian Omicron dan pengembangan kewirausahaan. Mitra yang hadir berada pada rentang usia 21 tahun hingga 37 tahun. Mitra didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (85,71%) dan beragama hindu (100%). Terdapat 42,86% mitra yang belum bekerja, 42,86% bekerja sebagai kariawan swasta, dan 14,86% merupakan wiraswasta. Hasil pretest menunjukkan rerata tingkat pengetahuan mitra terkait materi kesehatan yang akan diberikan sangat rendah yaitu sebesar 48,57 poin, sedangkan untuk materi kewirausahaan sebesar 45,71 poin. Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi berupa posttest untuk menilai tingkat pemahaman terhadap materi yang berikan. Hasil analisis nilai posttest ditemukan terdapat peningkatan nilai posttest baik untuk materi kesehatan dan kewirausahaan. Nilai posttest materi kesehatan yaitu 71,43 poin sedangkan nilai posttest materi kewirausahaan yaitu 77,14 poin. Kegiatan pengabdian mampu meningkatkan pengetahuan mitra hampir 2 kali lipat dari nilai awal.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolan Sampah Rumah Tangga di Desa Peliatan Ubud Putu Nita Cahyawati; Agus Santosa; Asri Lestarini; Anak Agung Sri Agung Aryastuti
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.34-39

Abstract

Ubud merupakan salah satu destinasi wisata yang terkenal di Bali. Desa Peliatan merupakan salah satu desa yang berlokasi di Ubud. Sampah merupakan salah satu dampak negatif akibat perkembangan pariwisata desa ini. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah warga Desa Peliatan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan monitoring. Indikator keberhasilan program yaitu partisipasi mitra, peningkatan pengetahuan mitra, dan pemberian bantuan pada mitra. Mitra yang hadir pada kegiatan ini berjumlah 20 orang. Pemberian materi dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan. Pada awal kegiatan dilakukan pretest untuk menilai pengetahuan awal mitra. Hasil pretest menunjukkan rerata nilai pretest sebesar 5,05. Pada akhir kegiatan dilakukan postest. Hasil penilaian postest ditemukan rerata nilai postest sebesar 8,1. Bantuan tim pengabdian diterima secara simbolis oleh Kepala Desa. Kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan mitra dari rerata nilai 5,05 menjadi 8,1. Seluruh indikator keberhasilan program telah terpenuhi sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan telah terlaksana dengan baik.
PKM Pembuatan Sabun Berbahan Dasar Minyak Jelantah Pada Kelompok Guru Program Keahlian Tata Boga di SMK Negeri 1 Tembuku Bangli Anak Agung Gede Indraningrat; Made Dharmesti Wijaya; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.40-46

Abstract

Program Keahlian Tata Boga adalah salah satu jurusan yang ditawarkan untuk peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Tembuku Bangli. Program keahlian ini mengajarkan keahlian di bidang memasak berbagai jenis menu makanan baik nasional maupun internasional. Menggoreng makanan adalah satu aktivitas memasak yang diajarkan program tataboga di SMK 1 Tembuku Bangli. Sebagai konsekuensi aktivitas menggoreng akan dihasilkan limbah berupa minyak jelantah. Berdasarkan pemaparan mitra yang diwakilkan oleh ketua program studi tataboga para guru ingin mendapatkan pelatihan cara mengolah limbah minyak jelantah yang dihasilkan selama proses menggoreng menjadi produk yang ramah lingkungan. Mitra juga berharap produk olahan minyak jelantah ini dapat dipasarkan dan menambah nilai ekonomi selain mengurangi limbah cair. Hal ini sejalan dengan program sekolah yang mewajibkan setiap program keahlian menghasilkan satu produk unggulan. Hasil diskusi mengerucut pada keinginan dari mitra untuk diberikan pelatihan dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun. Beranjak dari permasalahan mitra, maka kegiatan PKM akan difokuskan pada solusi penanganan limbah minyak jelantah melalui pemberian penyuluhan kesehatan dan memberikan pelatihan tentang cara pengolahan minyak jelantah menjadi sabun batangan yang dapat dimanfaatkan mitra dan dapat pula diajarkan pada peserta didik mereka. Disamping aspek kesehatan lingkungan, mitra juga akan mendapatkan pelatihan manajemen produksi dan pemasaran produk sabun minyak jelantah. Kegiatan PKM ini akan dikerjakan dengan metode focus group discussion secara tatap muka langsung dan diikuti dengan proses evaluasi dan monitoring. Hasil PKM menunjukkan mitra secara umum memiliki pemahaman dasar tentang dampak minyak jelantah bagi kesehatan, cara mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun dan cara pemasaran produk sabun minyak jelantah. Evaluasi pre dan posttest menunjukkan peningkatan pemahaman mitra yang signifikan mencapai 60% tentang cara membuat sabun berbahan dasar minyak jelantah. Pendampingan terhadap mitra mengindikasikan bahwa mitra sudah mampu secara mandiri mengolah limbah minyak jelantah menjadi sabun. Hal ini dibuktikan dengan kreasi sabun minyak jelantah yang sudah dibuat mitra dan dokumentasi proses pembuatan berupa video dan foto. Sabun minyak jelantah sudah digunakan oleh mitra untuk kegiatan membersihkan kain atau lingkungan sekitar dapur. Mitra juga sudah mengajarkan pada murid-murid di kelas tata boga tentang cara pengolahan limbah minyak jelantah dan memasarkan produk dalam skala kecil. Mitra mengapresiasi bantuan fasilitas alat dan bahan pembuatan sabun minyak jelantah dan telah menggunakan bantuan buku-buku teks yang disumbangkan tim pengabdi kepada perpustakaan sekolah.
Pendampingan Akuntansi dan Perpajakan Bumdes dan LPD Pada 9 Desa di Kintamani Barat Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli Ida I Dewa Ayu Manik Sastri; I Ketut Selamet; I Wayan Sudemen; I Gusti Agung Prama Yoga; Desak Rurik Pradnya Paramita Nida
Community Service Journal (CSJ) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.6.1.2023.47-52

Abstract

Kintamani Barat (Kibar) adalah Desa Binaan Universitas yang menjadi tempat aplikasi ilmu dan teori yang ada di kampus untuk diejawantahlkan dalam dunia nyata dalam Upaya pembentukan Desa Wisata. Kintamani Barat memiliki 3 potensi besar yaitu: desa wisata, karena alamnya yang memukau, Mayoritas pertanian Kopi yang sudah memiliki penciri khas kopi Robusta dan arabica. Memiliki pernik-pernik budaya yang belum tergali sebagai daya dukung obyek wisata Batur dan Penulisan. Kintamani barat terdiri dari 9 Desa yaitu: Desa Mengani, Selulung, Belantih, Catur, Binyan, Belanga, Daup, Batukaang, dan desa Pengejaran. Melalui BUMDes dan LPD diharapkan antar Lembaga yang ada di masyarakat saling bersinergi untuk lebih maksimal menciptakan kesejahteraan masyarakat yang setara. Pendirian Bumdes dan LPD didasarkan pada kebutuhan dan potensi desa, sebagai upaya meningkatkan kesejaheraan masyarakat. Oleh karena itu perlu upaya yang serius untuk menjadikan pengelolaan BUMDes dan LPD tersebut berjalan secara efektif, efisien, professional dan mandiri. Penyusunan laporan keuangan pada setiap entitas perlu dilaksanakan, tidak terkecuali pada BUMDesdan LPD. Laporan keuangan menjadi gambaran penting di dalam melihat posisi keuangan dan kinerja keuangan unit usaha. Laporan keuangan yang tersaji pada LPD masih menggunakan system manual dan belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan, hal ini dapat diatasi dengan mengajarkan pengelola menggunakan program akuntansi berbasis computer. Sedangkan Laporan keuangan BUMdes sudah terkomputerisasi, namun pengurus belum mengerti makna dan fungsi laporan keuangan dan cara menjelaskannya kepaada masyarakat. Pengelolaan manajemen usaha BUMDes dan LPD juga belum memadai, sehingga perlu pendampingan dengan memberikan pengetahuan tentang pengelolaan bisnis sehingga dapat memanfaatkan potensi masyarakat secara optimal. Dengan adanya Pendampingan ini pengurus LPD dan BUMDes mampu menjelaskan kepada Masyarakat semua informasi yang tersaji dalam angka-angka laporan keuangan. Permasalahan kredit macet menjadi hal yang urgen untuk segera mendapatkan pemecahannya. Dalam PDB tersebut sudah diberikan Solusi dengan menyertakan peminjam pada Asuransi kredit dan bagi penabung agar terjaga keamanan dananya, maka disarankan masuk ke Lembaga Penjamin Simpanan, sehingga baik penabung maupun LPD dan BUMDes aman dari masalah utang piutang dengan warga dan LPD serta BIMDes mendapatkan manfaat yang optimal.
Pelatihan Pembuatan Sediaan Farmasi Sederhana dan Literasi Finansial bagi Guru SMK Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.138-146

Abstract

Mitra dalam program ini adalah para guru Jurusan Farmasi Klinis dan Komunitas di SMKN 1 Tembuku, Bangli. Berdasarkan hasil diskusi awal antara tim pelaksana dan mitra, teridentifikasi beberapa kebutuhan penguatan kapasitas pada aspek kesehatan dan ekonomi. Pada aspek kesehatan, mitra memerlukan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam formulasi sediaan farmasi sederhana, seperti gel kosmetik, guna mendukung pengembangan pembelajaran berbasis praktik dan inovasi produk. Kegiatan praktikum yang selama ini dilaksanakan umumnya masih berfokus pada materi dasar, seperti farmasetika, farmakognosi, dan farmasi klinis, sehingga diperlukan pengayaan dalam pengembangan produk farmasi aplikatif. Pada aspek ekonomi, mitra juga memerlukan penguatan literasi finansial, khususnya terkait perencanaan keuangan dan diversifikasi investasi seperti reksadana, saham, obligasi, dan emas. Berbagai studi menunjukkan bahwa peningkatan literasi finansial berkorelasi positif dengan perilaku keuangan yang lebih baik. Berdasarkan kebutuhan tersebut, program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru melalui pelatihan pembuatan sediaan farmasi sederhana dan literasi finansial berbasis investasi cerdas, sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 (Quality Education) dan poin 8 (Decent Work and Economic Growth). Metode yang digunakan meliputi focus group discussion, pemberian materi, pelatihan formulasi gel kosmetik, pengenalan mikrobiologi farmasi dasar, serta penyuluhan literasi finansial. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra yang signifikan, ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata dari 73/100 menjadi 99/100. Monitoring pascakegiatan menunjukkan bahwa bantuan berupa alat laboratorium, bahan pembuatan sediaan, dan buku-buku farmasi telah dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan PKM ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi mitra dan memberikan dampak positif terhadap penguatan pembelajaran vokasi di bidang farmasi.
Legal Education on Legal Certainty Guarantee for Electronic Land Certificates in Batu Cermin Village, Komodo District Labuan Bajo, East Nusa Tenggara I Made Pria Dharsana; I Gusti Agung Ayu Gita Pritayanti Dinar; Gregorius Yolan Setiawan
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.74-78

Abstract

Land certificates are essential in investment as they serve as proof of legal ownership of the land. They ensure legal certainty for investors, safeguard land rights, and support various land-related investment activities. Therefore, it is important to have a thorough legal understanding of the legal certainty of electronic land certificates, which are currently being promoted by the Ministry of Agrarian and Spatial Planning/National Land Agency (ATR/BPN). Batu Cermin Village holds significant potential for global tourism due to its natural culture and attractions. Located in Komodo district within West Manggarai regency, East Nusa Tenggara province, Batu Cermin covers an area of 1555 km² and had a population of 7,000 in 2020. Tourism is a vital source of Regional Original Income for West Manggarai. The main attraction in this district is Taman Nasional Komodo (TNK). Additionally, Batu Cermin Cave is frequently included in tour packages as a popular tourist spot. The growth of tourism in Batu Cermin and nearby areas has attracted more local and international investors. Land certificates are essential for investment, serving as proof of legal ownership of the land involved.
Akselerasi Literasi Perpajakan dan Pendampingan Teknis Coretax System untuk Penguatan Self-Assessment di RS Puri Raharja I Gusti Agung Prama Yoga; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; Ida I Dewa Ayu Mas Manik Sastri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.123-137

Abstract

The implementation of the Coretax Administration System (CTAS) as part of Indonesia's digital tax transformation requires taxpayers' readiness to understand the technology-based tax administration system. However, low digital tax literacy and limited technical understanding of self-assessment mechanisms remain major obstacles, especially in institutions with high work mobility, such as hospitals. This community service activity aims to increase digital tax literacy and provide technical assistance with tax reporting using the Coretax System for Puri Raharja Hospital employees. The implementation method uses a participatory empowerment approach in three stages: seminars, assistance with filling out the Coretax for personal accounts, and follow-up consultation. The implementation will be carried out at Puri Raharja Hospital, Denpasar, in March 2026. Tax literacy seminars, technical workshops, and the opening of the "Tax Corner" were conducted to provide on-site assistance to medical personnel, administrative staff, and hospital management. The material provided includes the integration of NIK into NPWP, the operation of the Coretax portal, independent data validation, and simulation of reporting Annual Tax Returns forms 1770S and 1770. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of the Coretax System, an increase in their ability to report taxes independently, and an increase in awareness of the importance of digital tax compliance. However, there are still obstacles, including application errors and a lack of readiness. This program is expected to foster a more adaptive, accurate, and timely tax compliance culture within Puri Raharja Hospital while advancing the transformation of national tax administration in the digital era.
Pemberdayaan Masyarakat Sebagai Duta Demam Berdarah Untuk Mencapai Sustainable Development Goals Ketiga, Kehidupan Sehat dan Sejahtera Dewa Ayu Putri Sri Masyeni (Scopus ID: 56160618900); Saraswati Laksmi Dewi; Niti Widari
Community Service Journal (CSJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/csj.8.2.2026.95-100

Abstract

Background: Dengue infection remains a global health threat in tropical countries. The number of dengue cases fluctuates and continues to increase, with a relatively high mortality rate. This community service aims to provide Dengue Fever Ambassadors among restaurant employee group partners, who will educate other community groups about dengue fever and its prevention. Methods: This community service method involved socialising activities through focus group discussions, delivering counselling materials, conducting training, evaluation, and mentoring, which was done in December 2024. Results: The PKM shows a 70% increase in partner knowledge, observed across all partners, based on pre- and post-test results. The service assessment was conducted over three months and has shown behavioural changes in dengue prevention. Conclusion: Empowering the community is key to managing dengue effectively. Sustainable community education is necessary to enhance the community's knowledge and behaviour to reduce dengue incidence.

Page 12 of 13 | Total Record : 126