cover
Contact Name
Trianom Suryandharu
Contact Email
lppm@machung.ac.id
Phone
+62341-550171
Journal Mail Official
lppm@machung.ac.id
Editorial Address
https://ocs.machung.ac.id/index.php/senam/editorialteam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat
Published by Universitas Ma Chung
ISSN : -     EISSN : 28086813     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat merupakan prosiding yang menjadi media publikasi atas makalah atau paper yang diseminarkan pada seminar pengabdian yang diselenggarakan oleh LPPM Universitas Ma Chung. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarkat ber ISSN 2808-6813 terbit satu kali dalam setahun (bulan Oktober) dengan cakupan materi: Ilmu Eksakta untuk Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Sosial untuk Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Kependidikan untuk Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Kesehatan untuk Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Ekonomi untuk Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Seni untuk Pengabdian Kepada Masyarakat Ilmu Agama & Filsafat untuk Pengabdian Kepada Masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 260 Documents
PONKESDES GO DIGITAL DAN VISUAL: Revitalisasi Fasilitas Kesehatan Desa Berbasis Kearifan Lokal dan Teknologi Informasi Agung Suwandaru; Dirta Ardini Hernowo; Dwi Nur Asisah; Dio Okta Ramadhan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan akses informasi dan lemahnya identitas visual seringkali menjadi kendala dalam optimalisasi fungsi Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi Ponkesdes Gondowangi di Kabupaten Malang melalui peningkatan identitas visual dan pengembangan sistem informasi digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatoris yang melibatkan dosen, mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Program utama meliputi: (1) perancangan dan pemasangan neon box dengan motif wayang sebagai representasi kearifan lokal, (2) pengembangan website responsif sebagai pusat informasi layanan, (3) pendaftaran lokasi di Google Maps untuk kemudahan akses, serta (4) revitalisasi fisik bangunan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada visibilitas Ponkesdes baik siang maupun malam hari, tersedianya platform digital yang memuat informasi jadwal layanan, kontak tenaga kesehatan, dan persyaratan administrasi, serta terintegrasinya lokasi Ponkesdes dalam peta digital. Respons masyarakat sangat positif, ditandai dengan partisipasi aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Program ini berkontribusi pada penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat sekaligus menjadi model sinergi perguruan tinggi dan desa dalam implementasi Tri Dharma.
PENINGKATAN PEMAHAMAN GURU BAHASA INGGRIS TENTANG INTEGRASI AI DALAM TASK-BASED LEARNING MELALUI KOLABORASI INTERNASIONAL I Gde Putu Agus Pramerta; Ida Bagus Nyoman Mantra; Georgeson Pangilinan; Ni Luh Putu Shintya Pradnyanita; Ni Wayan Nadia Redma Artami; Ni Wayan Devi Lia Wahyuni; Purushotamma Krsna Persad
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membuka peluang baru dalam pembelajaran bahasa Inggris, namun pemanfaatannya oleh guru masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam mengintegrasikan AI dengan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru bahasa Inggris mengenai integrasi AI dalam penerapan Task-Based Learning (TBL). Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi internasional antara Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Mahasaraswati Denpasar dan University of Cagayan Valley Filipina dengan melibatkan 21 guru bahasa Inggris tingkat SMP. Metode pemecahan masalah dilakukan melalui ceramah, diskusi interaktif, contoh penggunaan AI dalam pembelajaran bahasa Inggris, dan evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Materi pelatihan mencakup konsep TBL, pemanfaatan AI untuk mendukung aktivitas pembelajaran yang otentik, dan penggunaan AI secara efektif dan etis. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor rata-rata post-test dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan meningkatnya pemahaman peserta terhadap integrasi AI dalam pembelajaran berbasis aktivitas-aktivitas yang otentik dan bermakna. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan respons positif terhadap pelatihan yang diberikan. Kegiatan PkM ini telah berjalan dengan efektif dalam memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan TBL berbasis AI. Dengan demikian, program pengabdian kepada masyarakat ini telah berkontribusi secara positif dalam mendukung pengembangan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan di era AI.
PKK ECOCULTURE INITIATIVE: INTEGRASI BUDAYA ORGANISASI DAN KESETARAAN GENDER DALAM RINTISAN EKONOMI SIRKULAR RUMAHTANGGA PERDESAAN Tatiek Koerniawati Andajani; Wisnu Eko Murdiono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan menginisiasi model pemberdayaan rumah tangga perdesaan melalui integrasi budaya organisasi, kesetaraan gender, dan ekonomi sirkular dalam program PKK Ecoculture Initiative di Desa Tumpukrenteng, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Kegiatan dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan PKK sebagai motor penggerak pemberdayaan perempuan dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan sumber daya lokal serta pengurangan limbah rumah tangga. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berupa penyuluhan, pelatihan, pendampingan, dan praktik langsung kepada pengurus dan anggota PKK desa. Penguatan budaya organisasi difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan, komunikasi organisasi, kerja kolaboratif, dan pengenalan perspektif kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan rumah tangga maupun organisasi. Sementara itu, pengembangan ekonomi sirkular diimplementasikan melalui pemanfaatan limbah kaca menjadi produk terarium, pembuatan oshibana berbasis herbarium aneka tanaman, serta pelatihan produksi frozen food rumah tangga berupa sosis ayam, ayam dan bebek presto, bandeng presto, bakso, dan nugget ayam. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tata kelola organisasi yang lebih inklusif dan responsif gender, meningkatnya keterampilan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomi, serta tumbuhnya motivasi masyarakat dalam mengembangkan usaha rumah tangga berbasis ekonomi sirkular. Program ini memperlihatkan bahwa integrasi penguatan kelembagaan PKK dan pelatihan ekonomi kreatif berpotensi mendukung ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong terciptanya praktik pembangunan perdesaan yang berkelanjutan dan menjadi wujud kontributif pencapaian SDGs 1 (Desa Tanpa Kemiskinan) dan SDGs 5 (Desa Ramah Perempuan).
PENERAPAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL DALAM MEMBANGUN KARAKTER SISWA ANTI-BULLYING: STUDI KASUS DI SMPK SANTA MARIA 1 MALANG Anwen Steven Athena Cahyono; Edwin Sanjaya Sijoatmodjo; Ignasius Angello Leonel Christiputra Susianto; Imam Rubai Putra; Muhammad Anggoro Binadro; Paulus Lucky Tirma Irawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan platform media sosial telah menjadi ruang interaksi utama tanpa batas ruang dan waktu, namun intensitas penggunaannya di kalangan remaja sering kali tidak diimbangi dengan penerapan etika digital yang memadai. Rendahnya kesadaran ini kerap memicu permasalahan serius, khususnya perilaku cyberbullying melalui interaksi daring, termasuk penyalahgunaan second account yang memungkinkan anonimitas tanpa kontrol moral. Permasalahan faktual ini diidentifikasi pada siswa kelas VIII di SMPK Santa Maria 1 Malang, di mana kecenderungan tersebut berpotensi memicu konflik nyata di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan edukasi etika bermedia sosial guna membangun karakter siswa yang anti-bullying. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif melalui empat tahapan: pendampingan awal daring (pre-test), pelaksanaan seminar interaktif luring, pendampingan akhir daring (post-test) dan tahap evaluasi kegiatan (refleksi siswa, dan wawancara guru). Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif 80 siswa. Meskipun terdapat dinamika teknis penggunaan gawai di lapangan, tingkat penyelesaian instrumen evaluasi berhasil mencapai lebih dari 90% representasi data valid. Hasil pengukuran menunjukkan pemahaman teoritis awal siswa mengenai etika digital telah berada pada kategori sangat baik, dengan rata-rata ketepatan jawaban 90% saat pre-test. Setelah intervensi melalui simulasi kasus, pemahaman siswa mengalami penguatan (reinforcement) guna menyempurnakan celah pemahaman tersisa hingga mencapai ketuntasan optimal (mendekati 100%). Lebih lanjut, hasil evaluasi pasca-kegiatan mengonfirmasi bahwa siswa secara praktis semakin menyadari dampak psikologis komentar negatif dan pentingnya empati di ruang maya. Dengan demikian, penerapan edukasi etika digital interaktif terbukti efektif mematangkan karakter positif siswa dan mencegah potensi perundungan di sekolah.
Edukasi Inovasi Teknologi: Pengenalan Augmented Reality dan Virtual Reality untuk Mengatasi Kesenjangan Digital di Panti Asuhan Putri Elim Jeremy Marcellino Limantoro; Moh. Khadafi Wijaya; Immanuel Hadikusumo; Paulus Lucky Tirma Irawan
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adanya perkembangan teknologi di zaman globalisasi membuat adanya perkembangan yang signifikan. Adanya teknologi Informatika dapat membantu manusia dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari, banyaknya teknologi Informatika seperti adanya Kecerdasan Buatan, Internet of Things, Big Data, Cloud Computing, Virtual Reality, Keamanan Data, dan lain sebagainya. Salah satu yang kami tonjolkan adalah perkembangan dari VR (Virtual Reality) dan adanya AR (Augmented Reality). Adanya fitur VR dan AR yang harapannya dapat bermanfaat untuk masa sekarang, tidak hanya digunakan dalam industri hiburan, harapannya dapat digunakan dalam media pembelajaran ataupun ilmu pengetahuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa paham anak-anak Panti Asuhan Putri Elim kota Malang dengan rentang jenjang Pendidikan SD hingga SMA dalam teknologi yang ada di Teknik Informatika, khususnya dalam pengenalan Oculus Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang meliputi fitur game, hiburan, informasi dan konten edukatif yang mengandung ilmu pengetahuan. Subjek penelitian terdiri dari 10 hingga 20 anak yang menjadi subjek dalam penelitian kami. Untuk mengukur pemahaman subjek, penelitian ini menggunakan metode kuesioner dengan dilakukannya pre-test dan post-test. Tujuannya adalah untuk melacak perubahan opini dan pemahaman peserta setelah interaksi langsung dengan VR dan AR. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan alat pembelajaran interaktif berbasis VR dan AR, khususnya untuk anak-anak di panti asuhan, dan memberikan peluang untuk memperkenalkan teknologi ini dalam pendidikan inklusif.
EDUKASI LITERASI DIGITAL DAN PENGUNAAN AI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN ANTI-RASISME DAN ANTI-BULLYING PADA SISWA SMP Felicia Larisa Jonathan; Michelle Angelina Chandra; Monica Clarista Gracianna; Yoga Cipta Surya Pradana; Muhammad Nurwegiono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital serta kesadaran anti-bullying dan anti-rasisme bagi siswa SMP Kalam Kudus Malang. Peningkatan intensitas penggunaan gawai tanpa diimbangi etika komunikasi digital sering kali memicu perundungan siber (cyberbullying) dan diskriminasi verbal berbasis suku, ras, dan agama (SARA) di kalangan remaja. Untuk mengatasi permasalahan ini, dirancang sebuah program intervensi edukasi terstruktur yang mengombinasikan pendekatan sosial dan teknologi. Metode pelaksanaan menggunakan tiga pendekatan utama: Pendidikan Masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD), Pelatihan Praktis pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara positif (prompt engineering), dan Simulasi Sosial non-gadget melalui permainan peran (roleplay). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam tiga pertemuan tatap muka di kelas: (1) sosialisasi konsep perundungan/rasisme dan penyusunan draf Kode Etik Kelas pada 21 Mei 2026, (2) edukasi formulasi perintah AI (prompt) untuk membuat slogan kampanye damai pada 4 Juni 2026, dan (3) permainan empati kebinekaan "Langkah Empati" pada 5 Juni 2026. Hasil evaluasi pasca-kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman etika bermedia digital, kedewasaan sosial-emosional siswa dalam membedakan candaan dari perundungan, serta kemampuan praktis memanfaatkan teknologi Generative AI untuk menyebarkan konten positif. Selain itu, nilai-nilai kemanusiaan (Sila Kedua Pancasila) dan persatuan (Sila Ketiga Pancasila) berhasil diinternalisasikan dalam bentuk Kode Etik Kelas sebagai instrumen regulasi sosial mandiri. Pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi FGD terarah dan teknologi kecerdasan buatan dapat melahirkan komitmen kelas yang inklusif dan mendidik karakter siswa secara berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN ANGGOTA KOMUNITAS OMAH GEMBIRA MELALUI PENGEMBANGAN WEBSITE, MANAJEMEN MEDIA SOSIAL, DAN PENGUATAN LIFE SKILLS Paulus Lucky Tirma Irawan; Alfa Christian Rafael Sihite; Alvin Christian Gunawan; Glenn Emmanuel Abraham; Jeremy Natanael Setya Putra; Marcel Maximillian Pandey; Scolastika Luiza Abuk Iru Bere
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap belum tersedianya media informasi resmi berupa website serta masih terbatasnya kemampuan pengurus Komunitas Omah Gembira dalam mengelola media digital. Kondisi tersebut berdampak pada kurang optimalnya penyebaran informasi mengenai advokasi inklusif maupun promosi produk hasil karya penyandang disabilitas. Selain itu, peserta disabilitas juga memerlukan penguatan kemampuan motorik, kognitif, dan keterampilan pemanfaatan teknologi digital, khususnya penyuntingan visual berbasis Artificial Intelligence (AI). Program dilaksanakan menggunakan pendekatan pendidikan masyarakat melalui pelatihan interaktif secara tatap muka. Kegiatan meliputi pengembangan website komunitas, pelatihan pengelolaan media sosial bagi 11 pengurus, pelatihan keterampilan hidup berupa pembuatan miniatur bagi 9 penyandang disabilitas, serta workshop pemanfaatan AI untuk pembuatan konten digital yang diikuti oleh 13 anggota komunitas. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipatif dan pengukuran menggunakan kuesioner skala Likert berbasis pre-test dan post-test. Hasil pelatihan life skills menunjukkan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 10,33 menjadi 11,33, dengan peningkatan paling signifikan pada aspek motorik halus, sedangkan aspek kognitif mengalami peningkatan yang lebih terbatas karena kompleksitas pemahaman instruksi. Di sisi lain, kompetensi pengelolaan media sosial pengurus meningkat dari rata-rata 25,18 menjadi 33,63. Workshop AI juga memberikan hasil positif, di mana 69,3% peserta mampu mengadopsi teknologi tersebut dengan baik dan 92,3% menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam mengelola media sosial komunitas. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang adaptif efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik, kompetensi digital, serta kemandirian komunitas secara berkelanjutan.
LITERASI DIGITAL BERBASIS AI DAN PENDEKATAN HUMAN-IN-THE-LOOP UNTUK MENANGKAL HOAKS DI KOMUNITAS CONNECT GROUP GEREJA Cornelia Gisela Thealova; Andrew Steine Christopher Winardi; Farid Heka Magfirio; Michael Azarya Samputra; Muhammad Nurwegiono
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era digital saat ini, penyebaran disinformasi sangatlah merajalela, terutama karena kebohongan terbukti menyebar jauh lebih cepat dan lebih mudah dibagikan oleh orang-orang dibandingkan fakta yang sebenarnya. Kerentanan ini menjadi sangat nyata di dalam kelompok sosial yang memiliki ikatan kepercayaan tinggi (high-trust network), seperti pada komunitas connect group gereja. Di dalam grup perpesanan privat komunitas ini, kedekatan emosional dan rasa saling percaya sering kali membuat anggotanya langsung meneruskan pesan secara spontan tanpa mengecek ulang kebenarannya. Tantangannya kini semakin berat dengan hadirnya kecerdasan buatan (AI) generatif yang disalahgunakan untuk memproduksi hoaks secara massal dan instan layaknya sebuah pabrik. Kecepatan mesin pembuat hoaks ini membuat cara-cara cek fakta manual dan literasi digital konvensional tidak lagi cukup untuk membendungnya. Berangkat dari kegelisahan tersebut, kegiatan pengabdian ini mengajak anggota komunitas gereja untuk berlatih secara partisipatif dalam menghadapi krisis informasi ini. Menariknya, kajian ini menemukan sebuah solusi: meskipun AI kerap dipakai untuk menciptakan hoaks, teknologi yang sama sebenarnya bisa kita manfaatkan sebagai pendeteksi dini untuk memilah informasi yang mencurigakan. Melalui penerapan pendekatan Human-in-the-Loop, kami melatih warga untuk menggunakan AI sebagai alat bantu pemilah awal (triage). Dalam sistem ini, AI membantu menyaring informasi secara cepat, tetapi manusialah yang memegang kendali proaktif sebagai penentu akhir kebenarannya. Singkatnya, kolaborasi hibrida antara kecerdasan mesin dan nalar kritis manusia ini menciptakan sebuah sistem pertahanan informasi yang tangguh di tingkat akar rumput. Alih-alih menyerahkan keputusan mutlak pada algoritma mesin, pendekatan ini justru memberdayakan warga untuk mencegat hoaks bersama-sama sebelum kebohongan tersebut telanjur viral.
INTEGRASI LITERASI AI DAN KEUANGAN BERBASIS PARTICIPATORY ACTIVE LEARNING UNTUK MEMINIMALISIR PENIPUAN DIGITAL MASYARAKAT PEDESAAN: STUDI KASUS PADA IBU-IBU PKK DESA MULYOAGUNG, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Darrel Imanuel Purnomo; Maulida Tri Atmajayanti; Sherry’n Sherry’n; Melina Parami Dewi; Vincent Gunawan; Bagas Brian Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) menciptakan celah kejahatan digital baru yang lebih personal dan adaptif, seperti deepfake, phishing, hingga voice cloning. Di wilayah pedesaan seperti Desa Mulyoagung, Malang, kerentanan ini meningkat tajam akibat rendahnya literasi digital serta minimnya kemampuan mengidentifikasi risiko keuangan, termasuk skema investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang kian marak. Artikel ini bertujuan memaparkan rancangan serta implementasi program pengabdian masyarakat berbasis Participatory Action Learning(PAL) yang mengintegrasikan literasi AI dan finansial untuk memperkuat ketahanan komunitas. Program dilaksanakan melalui lima kunjungan terstruktur yang mencakup: pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal, edukasi mengenai manfaat dan risiko penyalahgunaan AI, pelatihan teknis manajemen keuangan rumah tangga, serta literasi investasi legal yang berkolaborasi dengan PT Pegadaian. Melalui metode PAL, peserta tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga terlibat aktif dalam bedah kasus penipuan nyata untuk memahami pola dan ciri-ciri rekayasa sosial secara kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi kompetensi yang signifikan, yang tercermin melalui peningkatan rata-rata sebesar 43,7% pada hasil evaluasi akhir peserta. Secara individual, sebanyak 95,8% peserta mengalami kenaikan skor, yang membuktikan bahwa materi yang disampaikan dapat diserap dengan baik oleh kelompok sasaran. Program ini juga berhasil menetapkan tiga Duta Anti Penipuan Digital yang bertugas sebagai agen edukasi berkelanjutan dari tingkat dusun hingga RT. Secara teoretis, keberhasilan ini mendukung pendekatan Andragogi yang membuktikan bahwa hambatan teknologi dapat diatasi melalui materi yang relevan dengan kebutuhan praktis harian. Program ini berpotensi menjadi model desa digital percontohan bagi wilayah lain dalam membangun kemandirian digital dan finansial secara mandiri.
PENDAMPINGAN BERBASIS REGULASI DIRI DALAM PENGUATAN KARAKTER DAN MANAJEMEN WAKTU REMAJA PANTI ASUHAN Fulvian Wahyu Danendra Mangkuluhur; Jonathan Kevin Setiabudi
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung Vol. 6 No. 01 (2026): Prosiding SENAM 2026: Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Ch
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter dan kemampuan manajemen waktu merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan remaja panti asuhan agar mampu menghadapi tuntutan kehidupan secara mandiri. Namun, hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian remaja di Panti Asuhan Kristen Beit Nauli Buala Zo'aya (B.N.B.Z.) masih mengalami kesulitan dalam mengenali potensi diri, membangun kepercayaan diri, serta menyusun perencanaan aktivitas secara terarah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter dan meningkatkan kemampuan manajemen waktu melalui pendekatan regulasi diri. Program dilaksanakan menggunakan metode pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan melalui empat kali pertemuan yang meliputi pengenalan diri, goal setting, penguatan kedisiplinan, dan penyusunan action planner. Kegiatan diikuti oleh 28 peserta, sedangkan evaluasi dilakukan terhadap 11 remaja tingkat SMP dan SMA menggunakan instrumen pre-test dan post-test regulasi diri yang dianalisis secara deskriptif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor regulasi diri dari 3,13 pada pre-test menjadi 3,24 pada post-test. Selain itu, hasil observasi menunjukkan peningkatan keberanian peserta dalam menyampaikan pendapat, partisipasi dalam diskusi, serta kemampuan menetapkan target dan menyusun rencana kegiatan harian secara lebih terstruktur. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan regulasi diri memberikan kontribusi positif terhadap penguatan karakter dan kemampuan manajemen waktu remaja panti asuhan. Program serupa direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan durasi pendampingan yang lebih panjang agar perubahan perilaku peserta dapat berkembang secara lebih optimal.