cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 824 Documents
Tingkat Pengetahuan tentang Penyembelihan Halal Ayam pada Pedagang Ayam Potong di Pasar Tradisional Kota Bogor Pratiwi, Sandrine Putri; Basri, Chaerul; Supratikno, Supratikno
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100891

Abstract

Bogor menjadi daerah dengan mayoritas penduduk muslim  di Jawa Barat yaitu 96,67% dari total penduduk. Konsumen muslim sangat mementingkan aspek halal, khususnya yang berkaitan dengan daging yang merupakan sumber utama protein.  Penyembelihan ayam yang dilakukan di pasar tradisional umumnya dilakukan oleh pedagang ayam yang tidak diketahui keabsahannya di bidang penyembelihan halal pada ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan pedagang ayam yang melakukan penyembelihan mandiri di pasar tradisional Kota Bogor.  Penelitian dilakukan dengan survei melalui wawancara secara langsung pada pedagang ayam yang melakukan penyembelihan ayam mandiri dengan menggunakan kuesioner terstruktur.  Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode sensus.  Data hasil dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.  Pedagang ayam memiliki pengetahuan yang masih masuk ke dalam kategori cukup terkait aspek kehalalan dalam penyembelihan ayam, yaitu sekitar 68,57%.  Pedagang dengan pengetahuan baik masih memiliki nilai yang cukup rendah yaitu sekitar 14,29%.  Tingkat pengetahuan paling rendah pedagang ayam berada pada aspek penanganan setelah penyembelihan yaitu pada waktu pengeluaran darah ayam.  Pedagang ayam potong masih memiliki pengetahuan yang salah terkait jenis pisau yang dapat digunakan untuk penyembelihan. Permasalahan dalam aspek teknik penyembelihan yang masih kurang yaitu penanganan leher ayam yang salah.  Pelatihan dapat mempersiapkan juru sembelih yang memiliki kompetensi dari segi aspek teknis kesehatan masyarakat veteriner, aspek kehalalan, dan kesejahteraan hewan.  Pengetahuan perlu ditingkatkan dengan pelatihan, pengawasan dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran pedagang ayam mengenai penyembelihan halal pada ayam.
Evaluation of Blood Biochemistry and Level Function of Friesian Holstein Dairy Cows Fed UMMB Based on Cocoa Pulp as a Molasses Substitute Rahman, Andi Arif; Utamy, Renny Fatmyah; Ako, Ambo; Sukri, Siti Annisa; Nurfaisal, Nurfaisal; Hanif, Hanif
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.101534

Abstract

Cocoa pulp is a mucous membrane tissue that wraps cocoa beans and high in carbohydrates that have the potential to substitute the use of molasses in the production of UMMB for FH dairy cows. This study aims to evaluate the effect of molasses substitution with cocoa pulp to produce UMMB on blood biochemistry and liver function of FH dairy cows. This study used a completely randomised design (CRD) with three treatments and five replications. 15 Lactating dairy cows were divided by treatment: no UMMB supplementation (P0); supplementation of 500 g UMMB without molasses filler substitution (P1); and supplementation of 500 g UMMB with 50% molasses filler substitution with 50% cocoa pulp (P2). The treatments had no significant effect (P>0.05) on blood glucose and blood urea levels. The highest blood glucose and urea levels were sequentially obtained in P2, P1 and then the lowest was obtained in P0. The treatment had a significant effect (P<0.05) on SGPT and SGOT levels. The highest SGPT levels were sequentially obtained in P1, P2, and then the lowest were obtained in P0. Then, the highest SGOT levels were sequentially obtained in P0, P2, and the lowest were obtained in P1. The use of 50% cocoa pulp as a substitute for molasses as a filler to produce UMMB does not affect blood biochemical levels and liver function of FH dairy cows.ah FH.
Laporan Kasus: Suspek Hidronefrosis akibat Tumor Prostat pada Anjing di Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP) Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University Wibowo, Deny Setyo; Wulansari, Retno; Esfandiari, Anita; Widhyari, Sus Derthi; Wijaya, Agus; Gunanti, Gunanti; Fitri, Arni Diana
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.102272

Abstract

Seekor anjing jantan ras domestik berumur 16 tahun dibawa ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan (RSHP), Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB), IPB University. Pasien datang dengan keluhan tidak mau makan hingga dua hari, berdiri dan jalan tidak stabil, muntah, nistagmus, dan sempat jatuh terguling. Pemeriksaan fisik palpasi abdomen menunjukkan adanya pembesaran serta nyeri pada kelenjar prostat. Setelah dilakukan pemeriksaan penunjang hematologi, anjing menunjukkan penurunan jumlah eritrosit, hemoglobin, hematokrit, trombosit, dan PCT. Hasil pemeriksaan kimia darah menunjukkan penurunan kadar SGOT serta peningkatan kadar BUN dan kreatinin. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan adanya formasi kristal pada pyelum ginjal kiri, perubahan batas antara korteks dengan medula dan atrofi ginjal kanan, peningkatan ketebalan vesika urinaria, serta perubahan ekogenitas parenkim dan ukuran prostat. Hasil pemeriksaan radiografi menunjukkan adanya pembesaran pada prostat dan preputium. Hasil pemeriksaan urinalisis menunjukkan peningkatan UPC serta adanya protein, darah, kreatinin, dan leukosit. Kasus ini memiliki diagnosa banding yaitu hidronefrosis, tumor prostat, prostatitis, dan neuron injury dengan prognosis infausta. Penanganan pada kasus ini dilakukan dengan pemberian terapi berupa infus asering, suplemen, bronkodilatator, diuretik, serta antiemetik.  
Comparison of Morphology and Protein Profile of Acetone and PBS-Fixed Toxoplasma gondii Tachyzoites for Detection of IgG and IgM Seropositivity VALINATA, SISCA; Cahyaningsih, Umi; Nugraha, Arifin Budiman; Kurniawati, Dyah Ayu; Desem, Muhammad Ibrahim; Fong, Sulinawati
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.103155

Abstract

Toxoplasma gondii is an obligate intracellular protozoan that causes zoonotic diseases. The prevalence of toxoplasmosis in humans in Indonesia ranges from 9.7-70%. The parasite is difficult to detect in tissues; therefore, serological testing is the most common method for detecting antibodies against Toxoplasma. Antibodies are often used as the testing criteria for IgG and IgM antibodies. Previous research has shown that agglutination testing with acetone-fixed tachyzoites was only positive for acute infection. The aim of this study was to examine microscopic changes in acetone-fixed tachyzoites, determine their ability to detect IgG and IgM seropositivity, and detect specific proteins for IgG and IgM against toxoplasmosis. Tachyzoites were fixed with acetone (A) and PBS (P). After fixation, tachyzoites were prepared to observe the morphology and sonicated to obtain Soluble Toxoplasma Antigen (STA). STA was then subjected to SDS page and western blotting. The addition of aseton resulted in morphological and protein changes. Although changes occur, acetone-fixed tachyzoites can still react with IgG and IgM seropositivity. Protein bands that can be used as IgG seropositive markers in western blot testing are bands measuring 20, 24, 27, 73, and 110 kDa, and the combination of acetone fixation with anti-goat IgM conjugate will result in seropositive bands.
Histomorfometri Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Strain Sprague Dawley Setelah Pemberian Doksisiklin dan Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Ariyanto, Hana Fadhillah; Kasiyati, Kasiyati; Sitasiwi, Agung Janika
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.103306

Abstract

Doksisiklin merupakan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi infeksi. Doksisiklin dengan dosis berlebih dapat menimbulkan radikal bebas yang mampu menyebabkan toksik bagi tubuh. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa antioksidan, seperti flavonoid, antosianin, asam fenolik, prosianidin, dan flavonol glikosida. Antioksidan yang terkandung di dalam bunga telang berfungsi dalam menetralisir radikal bebas dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini, yaitu menganalisis histomorfometri ginjal tikus putih (Rattus norvegicus L.) strain Sprague Dawley setelah pemberian doksisiklin dan ekstrak etanol bunga telang (Clitoria ternatea L.). Tikus diaklimatisasi selama 1 minggu dan diberi perlakuan selama 2 minggu. Kelompok perlakuan yang diujikan pada penelitian ini, yaitu P0 (1 mL aquades), P1 (1 mL larutan doksisiklin), P2 (1 mL larutan ekstrak etanol bunga telang), P3 (1 mL larutan doksisiklin dan 1 mL larutan ekstrak etanol bunga telang). Hasil uji ANOVA satu arah menunjukkan bahwa hasil berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap diameter glomerulus, jarak ruang kapsula Bowman, tebal epitel tubulus kontortus distal, tebal epitel tubulus kontortus proksimal, bobot ginjal, dan konsumsi air minum pada tikus setelah perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu pemberian doksisiklin dan ekstrak etanol bunga telang tidak memberikan dampak negatif pada struktur histologi ginjal tikus putih.
Perilaku dan Gambaran Hematologis Beruk (Macaca nemestrina) yang Dipasang Bare metal stent pada Arteri Iliaca Arifianto, Dinar; Wijayanti, Agustina Dwi; Budhi, Setyo; Wijayanto, Heri; Siswomihardjo, Widowati
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.70940

Abstract

Penyakit kardiovaskuler yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia adalah penyakit jantung coroner. Salah satu metode terapi jantung korner adalah dengan pemasangan stent jantung. Saat ini stent jantung yang digunakan oleh kardiolog di Indonesia masih mengandalkan produk impor. Saat ini Universitas Gadjah Mada (UGM) sedang mengembangkan stent dengan desain dan bahan yang telah diteliti sebelumnya yang disebut dengan INA-Stent. Tahap pre-klinis telah dilaksanakan dengan menggunakan hewan beruk (Macaca nemestrina). Pemasangan bare metal stent (tanpa salut obat) telah dipasang pada bulan September tahun 2018. Proses euthanasia dilaksanakan pada bulan September 2021 di ruang kateterisasi Rumah Sakit Hewan pendidikan Prof. Soeparwi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH UGM). Sebelum pelaksanaan euthanasia diambil sampel darah sebanyak 1 ml pada tabung ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA). Pemeriksaan darah menunjukkan total eritrosit, hemoglobin, PCV, MCV, total leukosit, dan trombosit dalam batas normal. Abnormalitas yang terjadi antara lain limfopenia, monositosis dan hipokromia.
Antibacterial Activity of Turmeric (Curcuma domestica Val.) Extract on the Growth of Klebsiella sp.: In Vitro Hardiati, Aprilia; Satriani, Muchamad Armand
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.73639

Abstract

Klebsiella sp. is one of the causes of bacterial diseases that attack large farm animals and poultry. Treatment of infections caused by these bacteria is using antibiotics. Cases of antibiotic resistance against Klebsiella sp. encouraging researchers to study spice plants as antibacterial, especially turmeric (Curcuma domestica Val.). Research related to the antibacterial activity of turmeric against Klebsiella spp. not much has been done. Therefore, this study aimed to determine the antibacterial activity of turmeric extract against Klebsiella sp. in vitro. re-identified by testing on MacConkey agar, triple sugar iron agar, and IMViC (indole, methyl red, Voges-Proskauer, citrate). Overall results showed the characteristics of Klebsiella sp. Making turmeric powder simplicia extract by maceration method followed by evaporation using a spray dryer. Turmeric extract was diluted with dimethyl sulfoxide (DMSO). The antibacterial activity test of turmeric extract (20%, 40%, 60%, 80%, 100%) was carried out on Mueller-Hinton agar that had been given wells. Chloramphenicol (30 g) was used as a positive control and DMSO as a negative control. The test was carried out with three repetitions. The mean inhibition zone diameter of three repetitions was 20.00 mm; 0.00mm; 10.17mm; 10.67 mm; 10.67 mm; 11.17 mm and 12.17 mm for positive control, negative control, 20-100% turmeric extract. Based on the results of phytochemical tests, turmeric extract contains flavonoids, alkaloids, quinones and triterpenoids. Turmeric extract with concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% had the activity to inhibit the growth of Klebsiella sp. with a strong category on in vitro testing.
Kepadatan Lalat di Area Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta Astuti, Raden Roro Upiek Ngesti Wibawaning; Windyaraini, Dila Hening; Kartikasari, Ratriana; Maheswari, Nayla Humaira
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.74449

Abstract

Lalat merupakan Arthropoda yang termasuk Ordo Diptera dengan karakteristik tubuh  bersegmen-segmen. Lalat merupakan vektor food-borne disease yang dapat menyebabkan penyakit diare, disentri, typhus, dan juga myiasis. Umumnya keberadaan sampah sesuai untuk  lalat hidup dan melanjutkan perkembangbiakannya. Lalat  dapat bertahan hidup di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan dan spesies lalat di TPST Piyungan dan permukiman sekitarnya. Penelitian dilakukan pada Juli–September 2021. Lalat dikoleksi dengan menggunakan sweep net dan dihitung kepadatannya dengan  fly grill. Lalat yang sudah dikoleksi kemudian diidentifikasi dengan buku identifikasi “Borror and Delong’s Introduction To The Study of Insect” (Triplehorn and Johnson, 2005). Analisis keanekaragaman dilakukan dengan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan pola distribusi menggunakan Indeks Morisita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan lalat di TPST Piyungan dan permukiman sekitarnya termasuk tinggi  yaitu masing-masing sebesar 68 dan 43,6. Indeks keanekaragaman di TPST Piyungan temasuk rendah dengan nilai sebesar 0,37 dan pada permukiman sebesar 1,07 yang berarti sedang. Ditemukan spesies lalat masing- masing berjumlah 4 dan 5 di TPST Piyungan dan area permukiman sekitarnya. Spesies lalat yang ditemukan berupa Musca domestica, Fannia sp., Chrysomya megacephala, Lucilia sp., dan Sarcophaga sp. Pola distribusi kelima spesies lalat sendiri tergolong kedalam penyebaran secara mengelompok. Pola distribusi lalat dipengaruhi oleh faktor seperti suhu sebesar 28-29,5⁰C dan kelembaban berkisar 69%-78% yang optimal untuk hidup lalat.
Potential Anticholesterol Infusion of Malaca Leaf (Phyllanthus Emblica) In Mice (Mus Musculus) Hypercholesterolemia Silvana, Sartika; Asmilia, Nuzul; TR, T. Armansyah; Rasmaidar, Rasmaidar; Isa, M
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.86890

Abstract

The aim of this research was to find out infusion test of malaka leaves (Phyllantus emblica) to mice (Mus musculus) blood cholesterol rate which hypercholesterolemic mice. Twenty male mice with the age of 3 month and clinically healthy were used in this research. All mice were randomly divided into 4 treatment groups, 5 mice each. K1 was negative control group. K2 was positif control group, fed with hypercholesterolemic feed. K3 and K4 group were fed with hypercholesterolemic feed and infusion of malaka leaves with the doses of 0,04 and 0,08 mg body weight respectively. The result of statistic analysis showed that infusion of malaka leaves significantly effect (P<0,01) on the decrease of cholesterol level of male mice inducedby hypercholesterolemic feed. The treatment of infusion of malaka leaves 0,04 mg and 0,08 mg was able to decrease the cholesterol level ofmice induced by hypercholesterolemic feed. The advance test showed that the treatment K1 significantly effect (P<0,01) compare to K2 and K3. The K2 treatment significantly effect (P<0,01) with K1, K3, and K4. The K3 treatment showed no significanly effect compare to K4 (P<0,05). In conclusion, the administration of infusion of malaka leaves with the dose of 0,04 and 0,08 mg reduce cholesterol level.
Gambaran Makroskopis dan Histopatologi Hati Broiler yang Diinfeksi Escherichia coli dan Diberi Pakan Terapi Linkomisin-spektinomisin dinullah, lestari sukma
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91095

Abstract

Antibiotik sebagai senyawa terapi dapat digunakan dengan mencampur ke dalam pakan ternak unggas yang disebut sebagai pakan terapi (medicated feed). Tingginya tingkat resistensi akibat pemberian antibiotik yang tidak tepat menyebabkan sulitnya terapi penyakit yang disebabkan oleh bakteri seperti E. coli. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan bakterisidal antibiotik ialah dengan mengkombinasikan antibiotik yang tersedia di pasar seperti linkomisin dan spektinomisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terapi linkomisin-spektinomisin terhadap gambaran makroskopis dan mikroskopis hati broiler yang diinfeksi E. coli. Delapan puluh ekor day old chicken (DOC) strain Cobb dibagi kedalam 4 kelompok masing-masing 20 ekor perkelompok secara acak yaitu kontrol positif (KP), kontrol negatif (KN), kelompok perlakuan 1 (K1), kelompok perlakuan 2 (K2) dan dipelihara selama 35 hari. Kelompok KP, K1 dan K2 diinfeksi isolat E. coli melalui 3 rute yaitu intratrakeal sebanyak 0,2 ml, intraperitoneal 0,5 ml dan 0,3 ml oral (109) CFU pada hari ke 16. Kelompok K1 diberi pakan yang telah ditambahkan linkomisin-spektinomisin dengan dosis 5 g/kg selama 7 hari, sedangkan kelompok K2 diberikan selama 14 hari. Kelompok KN dan KP diberi pakan tanpa penambahan kombinasi antibiotik. Ayam yang diinfeksi diamati gejala klinis selama 1-2 hari, seperti bulu kusam dan kasar, ayam terlihat depresi, dan mengalami kelemahan.  Semua kelompok perlakuan dinekropsi pada hari ke 35. Hasil skoring lesi hati dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis sedangkan hasil pengamatan mikroskopis dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan kelompok ayam yang diberikan pakan terapi linkomisin-spektinomisin dan diinfeksi E. coli dapat memberikan efek kesembuhan pada organ hati baik secara makroskopis dengan berkurangnya lesi dan secara histopatologi berkurangnya proses inflamasi.

Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue