Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi adalah jurnal peer-review dan akses terbuka yang mempublikasikan karya ilmiah orisinil berkaitan dengan kemajuan biologi. Jurnal ini mengundang artikel penelitian, komunikasi singkat, tinjauan ilmiah yang kritis dan komprehensif mengenai Biologi, khususnya dalam bidang-bidang berikut: Biologi yang terintegrasi dengan Islam Keanekaragaman hayati tropis dan konservasi Biosistematika spesies tropis Biokimia dan fisiologi spesies tropis Studi ekologi dan perilaku spesies tropis Genetika tropis, bioteknologi, dan bioinformatika
Articles
120 Documents
Analisis aflatoksin pada pakan ayam buras dengan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA)
Zainuddin, Dhea Nanda;
Hafsan, Hafsan;
Rukmana, Rusmadi;
Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.29655
Aflatoksin, senyawa toksin yang umumnya dihasilkan oleh jamur Aspergillus, dapat membahayakan kesehatan hewan dan manusia melalui produk-produk hewani terkontaminasi. Penelitian ini mengevaluasi tingkat kontaminasi aflatoksin pada pakan ayam buras menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA). Mini riset dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Besar Veteriner Maros, Sulawesi Selatan. Pendekatan analitik kuantitatif dengan metode deskriptif digunakan untuk menyelidiki konsentrasi aflatoksin dalam sampel. Hasilnya menunjukkan nilai absorbansi sampel dan konsentrasi aflatoksin ketiga sampel pakan ayam buras menunjukkan kandungan aflatoksin berbeda, namun semuanya berada di bawah batas maksimum 20 ppb sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 3144:2015. Metode ELISA terbukti efektif dan dapat diandalkan dalam mendeteksi aflatoksin dengan tingkat sensitivitas tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa ELISA adalah alat yang efektif untuk memantau kontaminasi aflatoksin dalam pakan ayam buras. Meskipun hasil saat ini memenuhi standar keamanan, pendekatan preventif dan pemantauan terus-menerus tetap penting untuk menjaga kesehatan ternak dan keamanan hasil ternak. Pengembangan metode analisis yang lebih inovatif di masa depan akan memperkuat upaya deteksi dini dan pencegahan optimal dalam penyediaan pakan yang aman dan berkualitas tinggi.
Deteksi keberadaan bakteri pengkontaminasi pangan Salmonella sp. pada telur
Risdayanti, Risdayanti;
Latif, Ulfa Triyani A;
Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.29811
Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme patogen seperti Salmonella sp. yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan bakteri Salmonella sp. pada telur ayam. Penelitian ini dilakukan degan menggunakan sampel telur ayam yang kemudian diuji di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Balai Besar Veteriner Maros dengan menggunakan 3 media selektif untuk pertumbuhan koloni yaitu media Xylose Lysine Deoxychoalate agar (XLD), Hektoen Enteric agar (HE) dan Bismuth Salt Agar (BSA). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dari 3 media uji yang digunakan menunjukkan hasil yang negatif atau tidak ada pertumbuhan bakteri Salmonella sp., sehingga dapat disimpulkan bahwa sampel telur yang diuji pada penelitian ini tidak terkontaminasi dengan bakteri patogen Salmonella sp..
Identifikasi telur cacing nematoda pada sampel feses babi (Sus barbatus) pada Balai Besar Veteriner Maros
Riakurnaini, Riakurnaini;
Rukmana, Rusmadi;
Wirawan, Hadi Purnama
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.29814
Parasit adalah salah satu jenis organisme yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan ternak dan makhluk hidup lainnya. Kerugian tersebut terjadi dikarenakan adanya kerusakan pada organ dan sistem organ sehingga berakibat fatal bahkan kematian dan kerugian bagi peternak. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis telur nematoda yang terindikasi sebagai telur parasit pada tubuh hewan ternak yaitu hewan ternak babi. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode apung dengan menggunakan sampel feses babi. Penelitian dilakukan di Balai Besar Veteriner Maros. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pada sampel feses babi yang diteliti terdapat telur Ascaris lumricoides dan Eimeria sp. Hal ini membuktikan bahwa hewan ternak babi telah terinfeksi parasit nematoda yang kemungkinan berasal dari lingkungan peternakan atau berasal dari pakan yang dikonsumsi.
Tingkat infeksi endomikoriza pada perakaran tanaman murbei (Morus alba L.)
Melinda, Nurul;
Hafsan, Hafsan;
Prayudyaningsih, Retno
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.29980
Murbei (Morus alba L.) dikelompokkan ke dalam suku Moraceae dan umumnya digunakan secara meluas pada ragam manfaat. Keberadaan endomikoriza atau jamur yang berasosiasi dengan akar dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman, termasuk murbei. Tujuan dari mini riset ini yaitu untuk mengisolasi mikoriza dan mengetahui kekayaan mikoriza perakaran serta tingkat infeksi mikoriza pada tanaman murbei. Keberadaan mikoriza dideteksi dan diidentifikasi melalui proses isolasi dari tanah perakaran dengan metode wet sieving serta pewarnaan akar murbei untuk melihat visualisasi mikoriza yang berada di dalam akar, termasuk keberadaan hifa, arbuskular, spora dan vesikel. Hasil isolasi menunjukkan bahwa pada sampel tanah perakaran murbei terdapat kekayaan spora endomikoriza jenis Glomus dan infeksi endomikoriza pada akar murbei mencapai kisaran 83,3-100%. Tanaman dengan tingkat infeksi endomikoriza yang tinggi mengindikasikan adanya hubungan simbiotik yang kuat antara tanaman dan mikoriza. Hal ini memberikan manfaat bagi tanaman, seperti penyerapan nutrisi yang lebih baik, perlindungan terhadap patogen, toleransi terhadap kondisi lingkungan yang buruk, dan pertumbuhan yang lebih baik.
Identifikasi jenis capung (Odonata) pada daerah persawahan dan rawa di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan
Irmawati, Irmawati;
Amrullah, Syarif Hidayat;
Zulkarnain, Zulkarnain
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.30448
Capung (Odonata) adalah salah satu ordo dari kelompok Arthropoda yang dapat digunakan sebagai parameter kualitas air dan pencemaran lingkungan. Hal ini dikarenakan capung termasuk serangga air yang sangat sensitif terhadap perubahan kandungan zat di dalam air. Capung memiliki peran sebagai predator hama, baik dalam bentuk nimfa (larva) maupun dewasa. Beberapa famili nimfa capung dikelompokkan dalam kategori serangga air yang sensitif terhadap pencemaran dan perubahan kandungan zat di dalam air. Sehingga perubahan jumlah nimfa capung dapat dijadikan sebagai indikator baik buruknya perairan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis capung (Odonata) yang terdapat di daerah persawahan dan rawa di Jalan Veteran Bakung Somba Opu Gowa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan cara survei dan pengamatan langsung (tangkap lepas). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pada daerah persawahan ditemukan 3 jenis capung dari famili Libellulidae dan di kawasan rawa ditemukan 2 jenis capung dari famili Libellulidae dan Coenagrionidae.
Teknik pendederan benih kakap putih (Lates calcarifer) di BPBAP Takalar, Sulawesi Selatan
Sifatullah, Nur;
Furqan, Andi Al;
Rustam, Aswar;
Hamka, Hamka
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.31422
Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan spesies budidaya penting yang berasal dari wilayah Indo-Pasifik Barat yang dapat dibudidayakan baik di kolam serta di keramba dan merupakan ikan dengan nilai ekonomis tinggi, baik dalam pemenuhan kebutuhan konsumsi di dalam negeri maupun untuk tujuan ekspor. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini yaitu untuk mengkaji aspek-aspek teknis dalam budidaya perikanan khususnya teknik pendederan benih kakap putih. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2022 yang berlokasi di Divisi Ikan Laut, Unit Pendederan Benih Ikan Laut, Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar, Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pendederan benih kakap putih (L. calcarifer) terdiri atas beberapa tahap yaitu persiapan bak, manajemen kualitas air, pemberian pakan, grading dan seleksi, pemanenan, pengepakan, serta transportasi benih.
Analisis kadar nitrit pada air sumur menggunakan spektrofotometer UV-Vis di Laboratorium Lingkungan Hidup Makassar
Aguslianti, Yunita;
Nur, Fatmawati;
Rosmah, Rosmah
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 3 No 3 (2023): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v3i3.34749
Air merupakan salah satu senyawa yang memiliki peranan penting bagi kehidupan. Manusia banyak memanfaatkan air untuk kehidupan sehari-hari. Salah satu sumber air yang banyak dikonsumsi oleh manusia adalah air yang berasal dari sumur gali. Air sumur memiliki banyak kelemahan karena dapat terkontaminasi oleh zat-zat mineral berbahaya salah satunya ialah air memiliki banyak kandungan nitrit. Nitrit dapat menyebabkan methemoglobinemia yang berbahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar nitrit pada air sumur menggunakan spektrofotometer dan mengetahui batas deteksi berdasarkan SNI. Metode penelitian ini berupa penelitian deskriptif berbasis laboratorium dan berdasarkan pengujian SNI. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu kadar nitrit yang diperoleh dari sampel air sumur berkisar antara -0,015 - 0,016 mg/L, dan dapat dikatakan masih memenuhi standar mutu Permenkes Nomor 32 Tahun 2017 yaitu kurang dari 1 mg/L sehinga air sumur tersebut dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Analisis potensi dan pengembangan Situ Cipanten berbasis ekowisata di Kabupaten Majalengka
Arumsari, Arumsari;
Cahyanto, Tri
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.34789
Situ Cipanten adalah salah satu obyek wisata danau alami yang dikelilingi oleh hutan, terletak di Kabupaten Majalengka. Objek wisata ini memiliki daya tarik berupa mata air yang jernih, keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna, serta kawasan yang masih alami. Situ Cipanten berpotensi menjadi kawasan ekowisata dengan daya tarik dan atraksi di dalamnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata dan merumuskan strategi pengembangan objek wisata Situ Cipanten sebagai ekowisata di Kabupaten Majalengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menganalisis gambaran berdasarkan kondisi fakta di lapangan. Pengumpulan data diperoleh dengan cara pengisian kuisioner dan wawancara. Parameter yang diukur dalam pengambilan data adalah atraksi, amenitas, aksesibilitas dan keterlibatan masyarakat. Data dianalisis melalui analisis SWOT untuk menentukan strategi pengembangan ekowisata Situ Cipanten. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Situ Cipanten memiliki potensi untuk dijadikan ekowisata dengan melihat potensi daya tarik serta unsur aksesiblitas, amenitas, dan atraksi berada dalam kondisi cukup baik serta terdapat keterlibatan masyarakat. Hasil analisis SWOT strategi prioritas yaitu menyusun strategi operasional pengembangan dengan berbagai atraksi, tetap menonjolkan unsur pendidikan konservasi serta peningkatan ekonomi bagi masyarakat setempat dan pembanguan forum kegiatan pengelolaan.
Pembuatan sediaan gel dari ekstrak melon (Cucumis melo L. “Gama Melon Parfum”) di Laboratorium Farmasi Universitas Gadjah Mada
Nurdilfa, Nurdilfa;
Meriem, Selis;
Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifullah;
Yusuf, Adib Fakhruddin;
Daryono, Budi Setiadi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.34887
Kosmetika bahan alam saat ini menjadi penggunaan yang sangat esensial misalnya penggunaan Gama Melon Parfum sebagai bahan baku pembuatan gel, karena penggunaan tumbuhan sebagai bahan dasar kosmetika memiliki bahan baku yang aman untuk digunakan dan memiliki efek samping yang lebih kecil. Gama Melon Parfum merupakan melon yang saat ini dikembangkan oleh Universitas Gadjah Mada yang dapat dijadikan sebagai bahan baku kosmetik alami karena memiliki metabolit sekunder berupa flavonoid, saponin, terpenoid dan cucurbitacin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan gel dari ekstrak Gama Melon Parfum. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental, yang terdiri atas pembuatan ekstrak melon melalui metode dekokta (pemanasan) dan pembuatan gel. Adapun hasil yang didapatkan yaitu sediaan gel dengan banyak gelembung udara di dalamnya disebabkan karena proses pengadukan yang terlalu cepat dan banyaknya udara yang masuk pada saat pembuatan sediaan gel. Hal ini menunjukkan proses pembuatan gel harus diperhatikan agar mendapatkan sediaan gel yang sesuai.
Pembuatan sediaan serum dari ekstrak Gama Melon Parfum (GMP) di Laboratorium Farmasi Universitas Gadjah Mada
Masita, Masita;
Masriany, Masriany;
Sulaiman, ‪Teuku Nanda Saifulllah;
Wibowo, Wiko Arif;
Daryono, Budi Setiadi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 4 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24252/filogeni.v4i1.34997
Kosmetik menurut Food and Drug Administration merupakan produk yang digunakan pada kulit dengan tujuan untuk membersihkan, mempercantik, memperbaiki diri ataupun untuk meningkatkan daya tarik. Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM nomor 18 tahun 2015 tentang persyaratan teknis bahan kosmetik, bahan kimia pada kosmetik dibedakan menjadi dua, yaitu bahan kimia berbahaya yang dilarang dan bahan kimia berbahaya yang diperbolehkan digunakan dengan pembatasan dalam penggunaannya pada produk kosmetik. Namun pada dasarnya, kosmetik tidak hanya terbuat dari bahan kimia melainkan dapat pula terbuat dari bahan alami seperti ekstrak buah yang dimanfaatkan. Salah satu tumbuhan yang dapat dijadikan bahan alami dalam pembuatan kosmetik yaitu buah melon. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif yang terfokus pada proses pembuatan sediaan serum dari ekstrak melon kultivar Gama Melon Parfum yang diperoleh melalui metode dekokta (pemanasan). Hasil yang diperoleh yaitu diketahui adanya batasan-batasan dalam pembuatan kosmetik terkhusus pada penambahan bahan dan perlakuan yang membantu keberhasilan pembuatan serum, seperti pengadukan campuran harus dilakukan secara konstan, jika tidak maka akan menimbulkan buih atau gelembung yang menyebabkan pH serum tidak stabil.