cover
Contact Name
Devi Armita
Contact Email
devi.armita@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285398401602
Journal Mail Official
filogeni@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/filogeni/
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi
ISSN : -     EISSN : 27765784     DOI : https://doi.org/10.24252/filogeni
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi adalah jurnal peer-review dan akses terbuka yang mempublikasikan karya ilmiah orisinil berkaitan dengan kemajuan biologi. Jurnal ini mengundang artikel penelitian, komunikasi singkat, tinjauan ilmiah yang kritis dan komprehensif mengenai Biologi, khususnya dalam bidang-bidang berikut: Biologi yang terintegrasi dengan Islam Keanekaragaman hayati tropis dan konservasi Biosistematika spesies tropis Biokimia dan fisiologi spesies tropis Studi ekologi dan perilaku spesies tropis Genetika tropis, bioteknologi, dan bioinformatika
Articles 120 Documents
Morfologi dan Perilaku Kepiting (Brachyura) di Pantai Gajah, Air Tawar Barat Syafitri, Aulia Rahayu; Mardiyah, Tri Ulfi; Syamsurizal, Syamsurizal
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57072

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan ekosistem pesisir yang kaya memiliki keanekaragaman hayati tinggi, termasuk kepiting (Brachyura) yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti pentingnya ekologi kepiting (Brachyura) dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan mengatasi kekurangan data tentang keanekaragaman hayati kepiting di kawasan Pantai Gajah, Air Tawar Barat. Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologis dan perilaku spesies kepiting yang ditemukan di wilayah tersebut. Metode yang digunakan meliputi eksplorasi lapangan melalui pengamatan visual dan fisik, serta identifikasi spesies menggunakan aplikasi Google Lens yang didukung oleh referensi ilmiah. Analisis data dilakukan menggunakan indeks keragaman Shannon-Wiener. Studi ini mengidentifikasi tiga spesies kepiting: Portunus sanguinolentus, Ocypode cordimana, dan Ocypode ceratophthalmus, masing-masing memiliki ciri morfologi dan perilaku unik, seperti adaptasi kamuflase dan aktivitas nocturnal. Nilai indeks keragaman (H') sebesar 1.03 menunjukkan tingkat keragaman spesies yang moderat. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang keragaman hayati kepiting lokal dan memberikan landasan untuk pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.
Potensi sumber daya genetik bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) yang dirilis Balitsa tahun 1984-2018 Masithoh, Dewi; Daryono, Budi Setiadi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57076

Abstract

Bawang merah (Allium cepa L. var. ascalonicum) termasuk dalam tujuh komoditas pangan yang harganya berfluktuasi dan berkontribusi terhadap inflasi. Komoditas bawang merah ini memiliki banyak manfaat dan potensial dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Pengembangan varietas bawang merah baru memerlukan ketersediaan variasi genetik dalam plasma nutfah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sumber daya genetik untuk meningkatkan produktivitas bawang merah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi variasi 21 kultivar bawang merah di Indonesia berdasarkan karakter morfologis sebagai informasi potensi sumber daya genetik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2021-Oktober 2023 di Laboratorium Kebun Percobaan Sawitsari, Fakultas Biologi, UGM. Sampel penelitian terdiri dari 21 kultivar bawang merah yang dilepas oleh Balai Penelitian Tanaman Sayuran (BALITSA) pada tahun 1984-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif mengikuti metode pengamatan. Prosedur kerja menggunakan teknik penanaman mengikuti standar operasional prosedur dari Departemen Pertanian yang dimodifikasi media tanam. Data penelitian berupa data deskriptif dari pengamatan morfologis 55 karakter bawang merah, terdiri dari daun, umbi, akar, bunga, biji, serta masa tanam, panen dan pascapanen. Hasil penelitian mengungkapkan 21 kultivar bawang merah terdapat karakter morfologis yang beragam pada daun dan umbi. Adanya variasi tersebut kemungkinan disebabkan oleh faktor genetik yang dihasilkan dari adaptasi tanaman terhadap lingkungan yang berbeda. Hasil yang diperoleh menunjukkan pentingnya karakter morfologis sebagai bahan informasi sumber daya genetik komoditas bawang merah Indonesia.
Analisis gas chromatography-mass spectrometry (GC-MS) dan uji daya hambat ekstrak tanaman Cassia alata terhadap Trycophyton rubrum Nurhikmah, Nurhikmah; Salmitha, Lely; Suhartini, Suhartini; Miranda, Miranda
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57357

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki tingkat kelembapan dan suhu tinggi yang mendukung pertumbuhan mikroorganisme, termasuk jamur dermatofita penyebab infeksi kulit seperti Tinea pedis (kutu air). Kalimantan Timur merupakan salah satu provinsi yang berkembang dalam sektor pertambangan dan perkebunan sawit. Pada sektor perkebunan sawit, pekerja umunya diwajibkan untuk menggunakan sepatu sebagai pelindung kaki, begitupun pada sektor pertambangan dimana para pekerja diwajibkan menggunakan APD, salah satunya yakni sepatu pengaman atau sepatu safety. Sehingga, para pekerja tersebut rentan terserang Tinea pedis, karena penggunaan sepatu yang tertutup serta pemakaian dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kelembapan pada kaki, sehingga terjadi proses ekskresi keringat, dan dapat menjadi media potensial untuk pertumbuhan jamur Trycophyton rubrum. Salah satu alternatif pengobatan yang potensial adalah penggunaan tanaman tradisional seperti Cassia alata (ketepeng cina), yang diketahui mengandung senyawa antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antifungal ekstrak daun Cassia alata terhadap jamur penyebab Tinea pedis melalui pendekatan uji In Vitro dan uji GC-MS. Hasil pengamatan uji daya hambat ekstrak daun Cassia alata terhadap Trycophyton rubrum konsentrasi terbaik dalam menghambat pertumbuhan Trycophyton rubrum terdapat pada konsentrasi 4000 ppm, dimana zona hambat yang terbentuk sebesar 19 mm dan termasuk dalam kategori kuat. Selanjutnya, hasil analisis GC-MS menunjukkan bahwa terdapat 46 peak dan 46 komponen senyawa yang didapatkan. Komponen senyawa terbesar pada ekstrak daun Cassia alata terletak pada peak 27 yakni senyawa Hexadecanoic acid methyl ester. dengan nilai retention area sebesar 66,64%. Senyawa ini telah dilaporkan berpotensi menjadi antifungi.
Optimasi formula salep ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) sebagai antijamur terhadap Candida albicans dan Malassezia fur fur secara in-vitro Siagian, Irvina; Mayasari, Ulfayani; Nasution, Rizki Amelia
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.56860

Abstract

Daun sirih hijau adalah salah satu tanaman herbal yang mudah ditemukan dan dibudidayakan di lingkungan masyarakat. Jamur Candida albicans dan Malassezia furfur merupakan penyebab infeksi yang paling umum di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep yang diformulasikan dari ekstrak daun sirih hijau terhadap pertumbuhan C. albicans dan M. furfur secara in-vitro. Dua teknik eksperimen digunakan dalam penelitian ini: difusi sumur dan difusi Kirby-Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun sirih hijau mengandung metabolit sekunder flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, tanin, dan saponin. Ekstrak dari daun sirih hijau mempunyai daya hambat kuat hingga sangat kuat terhadap C. albicans (zona hambat 27,4 ± 3,074 mm) dan M. furfur (25,8 ± 4,010 mm) pada konsentrasi 50%. Sebaliknya, salep ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) dengan konsentrasi 25% dan 50% hanya menunjukkan daya hambat lemah, yaitu 2,4 ± 0,556 mm dan 7,8 ± 0,378 mm terhadap C. albicans, serta 2,0 ± 1,006 mm dan 4,9 ± 1,761 mm terhadap M. furfur. Penurunan khasiat salep diduga akibat terbatasnya difusi dan stabilitas senyawa aktif selama formulasi. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau berpotensi menjadi antijamur alami yang efisien, namun khasiatnya berkurang bila digunakan sebagai salep.
Pola Perilaku Harian Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus) di Kawasan Konservasi Ex-Situ RTH Taman Hutan Kota Langsa Nasution, Hasbi Assidiqi; Jayanthi, Sri; Syahfitri, Nabila; Bissilmi, Shallu; Miraza, Syafrila Aini; Irmanda, Reva Putri
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.56933

Abstract

Populasi bangau tongtong terus menurun akibat perusakan habitat, perburuan liar, dan gangguan manusia. Oleh karena itu, upaya konservasi bangau tongtong menjadi penting, baik melalui pendekatan in situ maupun ex situ. Kawasan konservasi ex situ seperti taman hutan kota Langsa menjadi salah satu model untuk menjaga kelangsungan hidup spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi waktu yang dihabiskan bangau tongtong untuk berbagai aktivitas di lingkungan konservasi buatan. Setiap individu diamati selama 900 menit, sehingga total akumulasi waktu pengamatan untuk empat individu mencapai 3600 menit dengan menggunakan metode scan animal sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas istirahat memiliki frekuensi paling tinggi, dengan total waktu selama 1871,72 menit, diikuti oleh aktivitas ingesti (656,09 menit), preening (618,69 menit), dan lokomosi (442,5 menit). Sementara itu, aktivitas interaksi sosial dan ekskresi memiliki frekuensi yang sangat rendah, masing-masing hanya tercatat selama 7,57 menit dan 3,43 menit. Analisis lebih lanjut terhadap tingkat dominansi perilaku pada setiap periode waktu menunjukkan bahwa perilaku diam berdiri paling mendominasi di semua periode, yaitu pagi (26,27%), siang (38,64%), dan sore (49,02%). Perilaku lainnya seperti makan, berjalan, menelisik bulu, dan bertengger juga muncul dengan proporsi yang bervariasi sesuai waktu pengamatan. Penelitian ini menunjukkan bahwa bangau tongtong telah mengalokasikan sebagian besar waktunya untuk istirahat pasif. Temuan ini mencerminkan adaptasi terhadap lingkungan konservasi yang minim rangsangan dan menjadi dasar peningkatan kesejahteraan satwa serta efektivitas konservasi jangka panjang.
Biodegradasi Jenis Polimer PET Dan HDPE dengan Variasi Konsentrasi dan Masa Inkubasi Eco-Enzyme Lutvianti, Rizqi; Hafsan, Hafsan; Rukmana, Rusmadi; Latif, Ulfa Triyani A
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57118

Abstract

Pencemaran lingkungan akibat limbah plastik merupakan krisis global yang terus memburuk, ditandai dengan rendahnya tingkat daur ulang dan akumulasi plastik yang sulit terdegradasi secara alami. Salah satu pendekatan alternatif yang ramah lingkungan adalah pemanfaatan eco-enzyme, larutan hasil fermentasi limbah organik yang mengandung senyawa aktif dan komunitas mikroba potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas eco-enzyme terhadap proses biodegradasi dua jenis plastik polimer, yaitu polyethylene terephthalate (PET) dan high-density polyethylene (HDPE), dengan variasi konsentrasi larutan (0%, 20%, 40%, 60%, dan 100%) serta durasi fermentasi (3, 4, dan 5 bulan). Rancangan eksperimental menggunakan metode faktorial dalam rancangan acak lengkap (RAL), dan pengamatan dilakukan selama 60 hari terhadap penurunan massa plastik dan perubahan gugus fungsi menggunakan spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR). Hasil menunjukkan bahwa degradasi paling signifikan terjadi pada plastik PET yang diberi perlakuan eco-enzyme 100% hasil fermentasi lima bulan, dengan penurunan massa sebesar 0,11 gram serta terjadinya pemutusan gugus ester dan karbonil. HDPE menunjukkan resistensi yang lebih tinggi dengan degradasi terbatas melalui proses oksidasi awal. Temuan ini menggarisbawahi potensi eco-enzyme sebagai agen biologis dalam bioteknologi lingkungan untuk pengelolaan limbah plastik yang lebih berkelanjutan.
Etnobotani Pengobatan Tradisional: Studi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Oleh Masyarakat Tolotongga, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat Hafidzah, Ditiyyah; Purwati, Nining
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57450

Abstract

Etnobotani merupakan cabang ilmu biologi yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan tumbuhan yang terdapat di sekitar. Tumbuhan obat mempunyai khasiat sebagai obat, baik yang diperoleh secara liar ataupun dibudidaya. Tumbuhan obat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diracik dan diramu guna untuk menyembuhkan penyakit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan ntuk mengetahui dan mengidentifikasi jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit oleh masyarakat Tolotongga, Kota Bima. Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan dilakukan wawancara pada beberapa masyarakat Tolotongga terpilih yang sering mengolah dan menggunakan tanaman obat untuk mengobati berbagai penyakit. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Tolotongga terdapat 16 spesies tumbuhan obat yang sering digunakan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit tertentu. Adapun bagian tumbuhan yang sering digunakan ialah rimpang, daun, bunga, umbi, getah, buah dan batang. Pelestarian pengetahuan etnobotani ini sangat penting untuk dilakukan sebagai bagian dari menjaga kearifan lokal dan potensi sumber daya alam di daerah tersebut.
Keanekaragaman Tumbuhan Air di Sumber Sira dalam Menjaga Keseimbangan Ekosistem Hestina, Alsya Eka; Sari, Dela Nuratika; Alifia, Fahra Nafila; Priska, Flavia Benedicta; Sholihah, Nikmatus; Fardhani, Indra; Akhsani, Farid
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57136

Abstract

Tumbuhan air merupakan tumbuhan yang hidup atau tumbuh di air atau sebagian besar siklus hidupnya di air yang berperan penting bagi ekosistem perairan. Sumber Sira adalah tempat wisata beruba telaga atau kolam dengan sumber air yang bersih dan jernih. Tujuan utama dari penelitian yang dilakukan adalah mengidentifikasi dan mendata keanekaragaman tumbuhan air di Sumber Sira, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan yaitu observasi, identifikasi, dan dokumentasi langsung di tempat wisata tersebut. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan memaparkan data dan gambar yang diperoleh secara naratif. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu keanekaragaman tumbuhan air diperoleh tiga spesies tumbuhan air yang ada di Sumber Sira yaitu Bacopa monnieri, Cabomba caroliniana, dan Pistia stratiotes. Ketiga tanaman air tersebut memperlihatkan adaptasi morfologi dan ekologi yang baik pada perairan Sumber Sira yang jernih dan dangkal.
Keanekaragaman dan Struktur Komunitas Moluska yang Berasosiasi pada Ekosistem Mangrove di Pulau Kelapa Dua dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Kurniawan, Mohammad Ananda Reza; Andrian, Muhammad Frandika; Mavi, Ammar; Nazihah, Syifa
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.57824

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan habitat pesisir yang penting karena mendukung keanekaragaman hayati, termasuk moluska dari kelas Gastropoda dan Bivalvia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan struktur komunitas moluska di Pulau Kelapa Dua dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2024 di enam stasiun dengan metode purposive random sampling menggunakan transek berukuran 10 m ×10 m. Setiap transek dibuatkan frame quadran berukuran 1 m x 1 m dengan lima titik yang diletakkan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan mangrove lebih dari 1500 ind/ha yang termasuk kategori sangat padat, dengan indeks keanekaragaman moluska (H’) berkisar 1,87–1,98, indeks keseragaman (E) 0,90–0,95, dan indeks dominansi (C) 0,14–0,17. Analisis regresi dan korelasi menunjukkan hubungan positif dan kuat antara kerapatan mangrove dan kepadatan moluska (R² = 0,63; r = 0,79). Temuan ini mengindikasikan bahwa mangrove berperan penting dalam mendukung kehidupan moluska, karena kerapatan mangrove berpengaruh terhadap kepadatan komunitas moluska yang berasosiasi di habitat pesisir.
Kajian in Silico Kekerabatan Filogenetik dan Kandungan Fitokimia Tanaman Rimpang Endemik Indonesia untuk Identifikasi Potensi Pengobatan Sahdan, Fahrizal; Azrial, Fahmi
Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi Vol 5 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/filogeni.v5i3.60470

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman rimpang (Zingiberaceae) yang sejak lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, namun identifikasi morfologi sering terkendala oleh variasi bentuk dan ketergantungan pada organ reproduktif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kandungan fitokimia secara in silico pada Zingiberaceae endemik Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai kandidat obat, dengan dasar konfirmasi kekerabatan filogenetik melalui penanda ITS. Data sekuen ITS dari 17 spesies dan 1 outgroup diunduh dari GenBank, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak MEGA 12 dengan metode Neighbor-Joining. Hasil menunjukkan terbentuk dua klade utama, yaitu Klade I (Curcuma, Zingiber, Kaempferia, Boesenbergia) dan Klade II (Etlingera, Amomum, Alpinia, Elettaria), masing-masing dengan karakteristik fitokimia dan aktivitas terapeutik khas. Spesies berkerabat dekat seperti C. xanthorrhiza, C. zedoaria, dan C. aeruginosa memiliki senyawa bioaktif serupa berupa kurkuminoid dan minyak atsiri dengan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antimikroba, sedangkan perbedaan filogenetik menghasilkan diversifikasi senyawa aktif seperti antikanker (Z. zerumbet) dan antibakteri (Z. cassumunar). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan in silico berbasis ITS efektif untuk memetakan hubungan evolusi dan fitokimia, memperkuat dasar ilmiah pemanfaatan rimpang dalam pengobatan tradisional, serta memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan fitofarmaka dan konservasi keanekaragaman genetik Indonesia.

Page 12 of 12 | Total Record : 120