Jurnal Ground Handling Dirgantara
Jurnal Ground Handling Dirgantara ini diterbitkan untuk mengembangkan kajian dibidang kedirgantaraan khususnya untuk pelayanan dari staff ground di bandara, maupun bidang lain seperti kepariwisataan dan public relation. Jurnal Ground Handling Dirgantara mempublikasikan artikel-artikel kajian teoritis maupun empiris yang berkaitan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan segala pelayanan ground staff di bandara maupun bidang lain seperti kepariwisataan, dan public relation.
Articles
122 Documents
ANALISIS PERAN UNIT SAFETY & RISK MANAGEMENT DALAM MENGIDENTIFIKASI POTENSI HAZARD DI AREA SISI UDARA (AIRSIDE) BANDAR UDARA INTERNASIONAL HUSEIN SASTRANEGARA BANDUNG
Javier Indra Almer;
Ika Fathin Resti Martanti
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.842
Untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan penerbangan diperlukan suatu pendekatan yang berbentuk sistem manajemen keselamatan (Safety Management System) di dalam wilayah bandar udara. Sistem manajemen keselamatan (Safety Management System) merupakan suatu pendekatan atau upaya yang sistematis untuk mengelola keselamatan dan keamanan penerbangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran, penindaklanjutan temuan potensi hazard, dan kendala yang dialami unit Safety and Risk Management dalam mengidentifikasi potensi hazard. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara Bandung pada bulan Agustus sampai dengan Desember tahun 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran dari unit Safety and Risk Management adalah mengidentifikasi potensi hazard di area sisi udara agar potensi tersebut tidak menimbulkan accident dan incident yang bertujuan untuk menjaga kelancaran operasi penerbangan. Temuan-temuan potensi hazard dominan kepada Foreign Object Debris (FOD), wildlife hazard, kerusakan infrastruktur (weakspot dan one wheel lock). Sementara itu, kendala utama dari unit Safety and Risk Management adalah tidak adanya kendaraan operasional milik sendiri dan kurangnya sumber daya manusia.
ANALISIS KINERJA PETUGAS TERMINAL SERVICE OFFICER PADA FASILITAS DI TERMINAL KEDATANGAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL JUANDA SURABAYA
Dian Anjeli Pratiwi;
Ika Fathin Resti Martanti
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.843
Industri penerbangan di Indonesia semakin berkembang dan terus mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dalam rangka memaksimalkan efisiensi dan efektivitas kegiatan dalam bandar udara atau bandara, sector pengawasan fasilitas menjadi salah satu bagian yang sangat penting. Di karenakan unit Terminal Service officer (TSO) menjadi salah satu unit yang penting dalam pemeliharaan fasilitas, terutama dalam profesionalitas dan kesesuaian dengan (SOP). Namun dalam melakukan pengawasan masih ditemukan beberapa kendala di area terminal kedatangan khususnya pada fasilitas yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja petugas TSO pada fasilitas di terminal kedatangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis kualitatif deskriptif menggunakan 2 sumber data yaitu, data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung dengan cara wawancara dengan pihak terkait dan dengan cara observasi langsung ke Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Data sekunder diperoleh dengan dokumentasi laporan-laporan terkait pengawasan fasilitas terminal kedatangan.Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu dengan menjelaskan hasil penelitian dengan penyajian dalam bentuk kalimat deskriptif dengan 3 langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja petugas Terminal Service Officer dalam inspeksi fasilitas di terminal kedatangan sudah terlaksana dengan baik namun dalam pengawasan rutin masih ditemukan beberapa kendala, yaitu meliputi tampilan layar FIDS mengalami error system, Conveyor belt mengalami kerusakan, ketersediaan trolley yang terbatas dan keterbatasan jumlah trolleymen. Namun kendala tersebut ditindak lanjuti dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang meliputi dengan personel ATNOS, AOCC dan Mechanical Section.
ANALISIS PENGATURAN UNDERLOAD DAN LAST MINUTE CHANGE TERHADAP WEIGHT AND BALANCE PADA PESAWAT ATR 72-600 MASKAPAI WINGS AIR PT. MERPATI ANGKASA ABADI BANDAR UDARA SULTAN M KAHARUDDIN SUMBAWA.
Yumanda Jibril Aditya Martha Hendra
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.850
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan data underload dari loadsheet dan pengaturan LMC (Last Minute Change) terhadap data muatan weight and balance pada pesawat ATR 72-600 Maskapai Wings Air untuk mencapai titik keseimbangan yang ideal. Metode penelitian ini menggunakan mix methods yaitu perhitungan kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan, serta didukung dengan observasi, dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 7 April 2023 sampai dengan 24 April 2023, di bandar udara Sultan M Kaharuddin Sumbawa PT. Merpati Angkasa Abadi. Penelitian ini dilakukan pada unit Load Control, data yang diperoleh melalui observasi, dokumentasi dan wawancara yang dilakukan pada unit Load Control. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam perhitungan data underload dari loadsheet tidak ditemukan overload yang signifikan. Pengaturan muatan jika terjadi LMC (Last Minute Change), jika load penumpang kurang dari 500kgs maka cukup dituliskan pada kolom LMC pada loadsheet dan tidak perlu mengganti dengan loadsheet baru. Pengaturan barang muatan (cargo) apabila overload, Load Control dan Load Master harus berkoordinasi melakukan offload pada kompartemen depan maupun belakang untuk memaksimalkan ground time pesawat ATR 72- 600 Maskapai Wings Air dengan rute Sumbawa (SWQ) – Lombok (LOP).
ANALISIS IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PENANGANAN BAGASI PENUMPANG OLEH PT. AVIA SEJAHTERA ISKANDAR DI BANDAR UDARA ISKANDAR PANGKALAN BUN
Muhammad Irzha Rizky Mahmuda;
Syifa Fauziah
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.853
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang harus dilaksanakan di setiap tempat kerja. Keselamatan dan kesehatan kerja tidak hanya dilakukan oleh pekerja, tetapi juga dilakukan oleh setiap orang di tempat kerja. Semua pekerjaan buatan manusia memiliki potensi bahaya dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja dan masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kualitas keselamatan dan kesehatan kerja (K3) penanganan bagasi penumpang oleh PT. Avia Sejahtera Iskandar Pangkalan Bun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif dimana peneliti melakukan wawancara, dokumentasi, serta observasi langsung dalam pengumpulan data. Wawancara yang digunakan yaitu menggunakan wawancara semi terstruktur dan peneliti melakukan wawancara kepada manajer PT. Avia Sejahtera Iskandar serta staf pelaksana penanganan bagasi penumpang. Peneliti terjun langsung ke lapangan dalam melakukan observasi langsung untuk melihat kegiatan make up area serta melakukan pengamatan penerapan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) saat menangani bagasi. Peneliti juga melakukan dokumentasi berupa wawancara serta pengambilan gambar. Hasil penilitian menunjukan bahwa kualitas dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penanangan bagasi penumpang oleh PT. Avia Sejahtera Iskandar Pangkalan Bun dilaksanakan sesuai dengan peraturan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tetapi masih terdapat beberapa pelanggaran dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam penanganan bagasi seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan sudah tersedia acuan standar operasional prosedur (SOP).
PERAN OTORITAS BANDAR UDARA WILAYAH V MAKASSAR UNIT KEAMANAN, ANGKUTAN UDARA DAN KELAIKUDARAAN (KAUK) DALAM MELAKUKAN PELAYANAN DAN PENGAWASAN PASS BANDARA DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN HASANUDDIN MAKASSAR
Virman Hi Aries;
Syifa Fauziah
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.854
Salah Satu unit pelaksana di lngkungan resolusi perhubungan (kemenhub) dalam struktur organisasi bandar udara disebut Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan (KAUK). Unit merupakan sebuah unit dibawah pimpinan KABU yang memiliki melaksanakan tugas penyiapan, pengaturan dan peralatan, pelayanan dan pengawaan di darat maupun di area sisi udara yang diusahakan menjadi tempat pertanggung jawab Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran Otoritas Bandara Wilayah V Makassar dalam melakukan Pelayanan dan Pengawasan Pass Bandara di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara petugas Otban V Makassar Unit Keamanan, Angkutan Udara dan Kelaikudaraan da mendokumentasikan beberapa pelayanan serta pengawasan pass bandara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pelayanan pass bandara di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar memberikan kualitas pelayanan prima yang baik kepada pengguna pass bandara. Untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkembang maka unit KAUK sudah menggunakan pelayanan berbasis Web. Selain itu adapun pengawasan pass bandara harus mampu memberikan pengawasan yang baik dan dapat menjamin keselamatan penerbangan agar tidak terjadi gangguan pada bandara disekitar area terminal bandar udara. Untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkembang maka unit KAUK sudah menggunakan pelayanan berbasis Web. Selain itu adapun pengawasan pass bandara harus mampu memberikan pengawasan yang baik dan dapat menjamin keselamatan penerbangan agar tidak terjadi gangguan pada bandara disekitar area terminal bandar udara. Untuk mendukung pelayanan yang cepat dan berkembang maka unit KAUK sudah menggunakan pelayanan berbasis Web. Selain itu adapun pengawasan pass bandara harus mampu memberikan pengawasan yang baik dan dapat menjamin keselamatan penerbangan agar tidak terjadi gangguan pada bandara disekitar area terminal bandar udara.
UPAYA MENINGKATKAN PELAYANAN UNTUK MENCAPAI ON TIME PERFORMANCE PADA PETUGAS CHECK-IN MASKAPAI CITILINK DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO HATTA
Nadia Citra Maharani;
Sri Sutarwati
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.856
Pelayanan merupakan aspek terpenting di dunia bisnis yang mengandalkan jasanya.Setiap Bandar udara yang ada di Indonesia pasti memberikan pelayanan sesuai dengan target pencapaian level of service di Bandar Udara sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Jendral Perhubungan Udara, Nomor Surat Keputusan 284/X/1999. Kualitas pelayanan yang baik dapat diukur dari ketepatan waktu penerbangan keberangkatan atau On Time Performance (OTP).Semakin besar jumlah ketepatan waktu penerbangan maka kualitas pelayanan yang diberikan semakin baik. Pada Maskapai Citilink di Bandara Internasional Soekarno Hatta sendiri, masih ada beberapa kali penerbangan yang tidak memenuhi OTP atau bisa dikatakan delay, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala yang dihadapi dalam pelayanan petugas Check-In Counter untuk mencapai On Time Performance dan upaya yang dilakukan dalam meningkatkan pelayanan petugas Check-In Counter untuk mencapai On Time Performance pada Maskapai Citilink di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan data yang diperoleh berasal data primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi.Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari 2023 sampai dengan Februari 2023.Tempat penelitian di PT. Gapura Angkasa Unit Check-In Counter Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Obyek pada penelitian ini adalah pelayanan petugas Check-In Counter untuk mencapai On Time Performance dan Subyek pada penelitian ini adalah petugas pasasi Check-In Counter Maskapai Citilink di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta. Hasil dari penelitian ini adalahkendala yang dihadapi dalam pelayanan petugas Check-In Counter untuk mencapai On Time Performance pada Maskapai Citilink di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta meliputi kendala internal dan eksternal. Kendala internal yaitu terjadinya System Server Check In Down dan waktu pengecekan yang diberikan terlalu singkat untuk untuk check in dan drop bagasi. Sedangkan untuk kendala secara eksternal antara lain penumpang yang tidak dapat menunjukan identitas atau kartu pengenal, penumpang dengan kedatangan last minute check-in atau penumpang yang terlambat, dan Bagasi Stranded. Upaya tersebut antara lain Maskapai Citilinkmenyiapkan SDM Counter check in yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dan berkompeten sehingga dapat menjalankan SOP yang sesuai dalam bekerja. Petugas check-in telah bekerja ramah, cepat tanggap (responsif) serta mengutamakan penumpang yang sudah berada pada antrian serta dengan kondisi 15 menit sebelum tutup check-in counter serta adanya proses check in melalui web check in atau aplikasi citilink dan mesin self check in.
PERAN AVIATION SECURITY (AVSEC) DALAM MENUNJANG KEAMANAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA RAHADI OESMAN KETAPANG KALIMANTAN BARAT
Sulistyo Dwi Pamuji;
Suprapti
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.892
Peran Aviation security sangat penting dalam menunjang kegiatan penerbangan. Aviation security memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga keamanan penerbangan dan memastikan barang yang masuk kedalam pesawat tidak membahayakan keamanan penerbangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Peran petugas Aviation Security dalam menunjang keamanan penerbangan di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang Kalimantan Barat. Pada penelitian ini, peneliti hanya membatasi pada bagian Passenger Security Check Point khususnya yang berkaitan dengan pemeriksaan terhadap barang-barang yang termasuk jenis Prohibited Item, dimana barang-barang tersebut tidak diperbolehkan masuk kedalam kabin pesawat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti langsung melakukan observasi dilapangan sekaligus melakukan dokumentasi. Untuk wawancara peneliti melakukannya kepada 3 tingkatan lisensi Aviation Security, yaitu Basic, Junior, Senior. Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, pembahasan, dan kesimpulan. Peran petugas Aviation Security di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang sangat penting karena mereka bekerja untuk menjaga keamanan bandar udara. Mereka memeriksa penumpang dan barang untuk memastikan aman untuk bepergian dengan pesawat. Setiap penumpang yang akan terbang keluar dari bandar udara harus melalui tempat pemeriksaan keamanan untuk memastikan mereka tidak membawa barang terlarang. Jika suatu barang ditemukan dilarang, petugas Aviation Security akan mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) mereka untuk menentukan apa yang harus dilakukan dengan barang tersebut.
PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) SERTA DISIPLIN KERJA TERHADAP KELANCARAN OPERASIONAL PETUGAS APRON MOVEMENT CONTROL DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SENTANI JAYAPURA
Berliana Nur Salsabil
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.895
Jalanya operasional petugas Apron Movement Control di suatu bandara akan berjalan dengan lancar apabila para karyawan telah memenuhi standar sikap yang diperlukan sebagai sumber daya professional di bidang Apron Movement Control. Oleh karena itu penelitian ini dibuat untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi kelancaran operasional petugas Apron Movement Control di Bandar Udara Sentani Jayapura. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen penelitian menyebar kuisioner kepada seluruh petugas AMC dan melakukan wawancara tidak terstruktur.Teknik analisis data penelitian ini menggunakan Uji regresi linier berganda, Uji T, Uji F dan Koefisien Determinasi yang diolah menggunakan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kelancaran operasioal petugas AMC namun variabel Disiplin Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap kelancaran operasioal petugas AMC di Bandar Udara Sentani Jayapura. Serta persentase pengaruh menunjukkan variabel Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan variabel Disiplin Kerja memberi pengaruh sebesar 54% terhadap variabel Kelancaran Operasional dan memiliki nilai interpretasi koefisien korelasi sebesar 0,735 yang masuk kedalam kategori korelasi kuat
ANALISIS KINERJA CERTIFYING STAFF GUNA MEMENUHI REGULASI CASR PART 145 DI PT. BATAM AERO TEKNIK
Vina Juniar Prima Dewi;
Kifni Yudianto
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.896
Kinerja sumber daya manusia (SDM) merupakan hasil kerja yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan oleh organisasi tersebut. Pada saat melakukan maintenance pesawat, tentunya perusahaan memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidangnya. Seperti halnya pada perusahaan perawatan pesawat udara atau disebut Aircraft Maintenance Organization (AMO). Dalam AMO, sumber daya manusia yang dapat memenuhi regulasi CASR Part 145 dan memegang mandat besar dalam melakukan maintenance disebut dengan certifying staff. Tugas dari certifying staff ialah memastikan pesawat tersebut layak terbang dan juga memastikan bahwa komponen ataupun engine pesawat dapat berguna dengan baik sesuai dengan sehingga dapat menjamin keselamatan penerbangan bagi semua penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja certifying staff pada PT. Batam Aero Teknik dalam memenuhi regulasi CASR Part 145 dan mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja certifying staff ketika ataupun setelah melakukan maintenance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan digunakan sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini. Hasil yang ditunjukkan dalam penelitian ini ialah bahwa kinerja certifying staff yang mencakup kualitas, kuantitas, kemampuan bekerja, pemahaman, dan kemampuan dalam memecahkaan masalah dalam memenuhi standarisasi CASR Pasrt 145 yaitu Aircraft Maintenance Organization (AMO) yang dianut oleh PT. Batam Aero Teknik sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. Ditemukan juga beberapa faktor yang sering terjadi oleh para certifying staff selama melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi kinerja dan juga dapat berpengaruh pada keselamatan bagi konsumen maupun para certifying staff itu sendiri. Namun, pembekalan materi serta ujian yang diberikan oleh perusahaan kepada para certifying staff ini mampu mengatasi faktor-faktor yang menghambat pekerjaan ketika melakukan maintenance di lapangan.
PENGARUH KINERJA APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) DALAM PENANGANAN FOREIGN OBJECT DEBRIS (FOD) TERHADAP KESELAMATAN DAN KEAMANAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA HALUOLEO KENDARI
Titin Findarsih;
Djoko Widagdo
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56521/jgh.v5i01.897
Apron Movement Control (AMC) merupakan petugas yang bertanggung jawab penuh terhadap segala hal yang terjadi di apron dan memiliki kewajiban untuk mengawasi segala pergerakan pesawat, non-pesawat, orang, hingga barang di apron juga memastikan daerah apron bersih dari Foreign Object Debris (FOD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kinerja Apron Movement Control (AMC) dalam penanganan Foreign Object Debris (FOD) terhadap Keselamatan dan Keamanan penerbangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan sumber data primer adalah kuisioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima dapat disimpulakan bahwa kinerja AMC dalam menangani FOD mempengaruhi keselamatan dan keamanan penerbangan di Bandar Udara Haluoleo Kendari. Hasil Uji T menggunakan signifikan lebih kecil dari 0,05 (0,002<0,05). Hasil uji R2 ditemukan bahwa presentase varabel X terhadap Variabel Y sebesar 0,704 atau 70,4% dan selebihnya 29,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Apron Movement Control (AMC) is the officer who is fully responsible for everything that happens on the apron and has the obligation to oversee all movements of aircraft, non-aircraft, people and goods on the apron as well as ensuring the apron area is clean from Foreign Object Debris (FOD) . This study aims to determine the effect of the performance of Apron Movement Control (AMC) in handling Foreign Object Debris (FOD) on Aviation Safety and Security. The research method used in this study is a quantitative approach using primary data sources, namely questionnaires. The sampling technique used in this research is saturated sampling technique. The results of this study indicate that Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that AMC's performance in handling FOD affects flight safety and security at Haluoleo Kendari Airport. T-test results using a significant less than 0.05 (0.002 <0.05). The results of the R2 test found that the percentage of variable X to variable Y was 0.704 or 70.4% and the remaining 29.6% was influenced by other variables not examined.