cover
Contact Name
Ika Fathin Resti Martanti
Contact Email
ika.fathin@sttkd.ac.id
Phone
+6285743418861
Journal Mail Official
jgh@sttkd.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan Jl. Parangtritis No.KM.4,5, Druwo, Bangunharjo, Kec. Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55143
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ground Handling Dirgantara
ISSN : 24601594     EISSN : 29626625     DOI : -
Jurnal Ground Handling Dirgantara ini diterbitkan untuk mengembangkan kajian dibidang kedirgantaraan khususnya untuk pelayanan dari staff ground di bandara, maupun bidang lain seperti kepariwisataan dan public relation. Jurnal Ground Handling Dirgantara mempublikasikan artikel-artikel kajian teoritis maupun empiris yang berkaitan dengan masalah-masalah yang berhubungan dengan segala pelayanan ground staff di bandara maupun bidang lain seperti kepariwisataan, dan public relation.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 122 Documents
PENANGANAN DANGEROUS GOODS CLASSIFICATION 6 MENURUT ANNEX 18 DI BANDAR UDARA SULTAN BABULLAH TERNATE Sriwulan Sari Amirudin; Djoko Widagdo
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i01.901

Abstract

Dangerous Goods atau zat yang dapat membahayakan terhadap kesehatan keselamatan apabila diangkut dengan pesawat udara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pembagian kerja unit Aviation security untuk penanganan dengerous goods classification 6, alat penunjang yang digunkan untuk penanganan dengerous goods classification 6 dan dokumen yang butuhkan untuk penanganan dengerous goods hingga dimuat kedalam pesawat. Penelitian ini menggunkan metode kualitatif dengan menggunakan teknik mengumpulan data observasi,wawancara dan dokumentasi, guna untuk mengetahui penaganan dangerous goods classification 6 di Bandar Udara Sultan Babullah Ternate. Hasil penelitian dalam penelitian ini menunjukan pembagian kerja unit aviation security menggunakan sistem shift kerja, Alat penunjang yang digunakan untuk pemeriksaan barang berbahaya classification 6 divisi 6 2 Infactious Subtance yaitu menggunakan X-Ray tipe 150150A Jenis dokumen yang dibutuhkan penanganan dangerous goods hingga dimuat kedalam pesawat yaitu PTI SMU CSD SHIPDEC NOTOC dan Pembagian kerja dibentuk dalam kelompok untuk penanggung jawab yaitu komandan regu dan pembagian kerja menggunakan sistem shift adapun alat penunjang digunakan dalam pemeriksaan dangerous goods menggunakan mesin X-Ray tipe 150150A saat ini ada kerusakan pada generator X-Ray maka X-Ray tidak dapat digunakan Jenis dokumen yang dibutuhkan saat penanganan dangerous goods hingga dangerous goods dimuat kedalam pesawat yaitu dokumen Pemberitahuan Tentang Isi PTI Surat Muatan Udara SMU Consignment Security Delaration CSD Shipper Declaration For Dangerous Goods SHIPDEC Notification To Caption NOTOC. Penanganan,Aviation Security (AVSEC),Dangerous Goods, Infactious Subtance,Annex 18
ANALISIS PENYEBAB KURANG BAGASI/ ADVICE HANDLING (AHL) DAN CARA PENANGANANNYA DI BANDAR UDARA ABDULRAHMAN SALEH MALANG Khuluk Gagah Pradipta; Dhiani Dyahjatmayanti
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 01 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i01.946

Abstract

Pelayanan kepada penumpang yang mengatasi masalah bagasi penumpang yang mengalami irregularities, kerusakan bagasi, kehilangan bagasi dan keterlambatan bagasi atau barang bawaan penumpang merupakan tugas dari unit lost and found. Kasus kehilangan bagasi masih terjadi pada PT Avia Citra Dirgantara Bandar Udara Abdulrahman Saleh Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kurang bagasi / Advice Handling (AHL) Di Bandar Udara Abdulrahman Saleh Malang dan cara mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek pada penelitian ini adalah karyawan lost and found sedangkan objek pada penelitian ini adalah penyebab kurang bagasi / Advice Handling (AHL) dan cara penangananya di Bandar Udara Abdulrahman Saleh Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Jenis data pada penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Penelitian ini dilaksanakan di Bandar Udara Abdulrahman Saleh Malang pada April 2023.Hasil dari penelitian ini adalah Penyebab kurang bagasi atau Advice Handling di Bandar Udara Abdulrahman Saleh Malang terdiri dari beberapa faktor, yaitu label tag bagasi yang terlepas, human eror, banyaknya label pada koper, bagasi yang tertukar dengan penumpang lain, dan adanya penumpang yang lupa mengambil bagasi miliknya dan Petugas akan mencari tahu claim tag bagasi yang mengalami Advice Handling, Petugas Lost and Found melakukan crosscheck ke breakdown checklist untuk memastikan terdapat nomornya atau tidak, jika bagasi sudah ditemukan maka akan diserahkan kepada penumpang dengan syarat sesuai aturan yaitu identitas KTP dan boarding pass harus sesuai dengan claim tag.
ANALISIS PENGAWASAN AREA LANDSIDE OLEH PETUGAS TERMINAL SERVICE OFFICER PASCA LUAPAN AIR DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SULTAN AJI MUHAMMAD SEPINGGAN BALIKPAPAN TRIAWAN, FANDI YOGA
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.992

Abstract

Luapan air merupakan sebuah masalah yang berpotensi menimbulkan terganggunya operasional bandara serta keselamatan, keamanan dan kenyamanan petugas maupun pengguna jasa. Pengawasan terkait penanganan luapan air tersebut merupakan tanggung jawab dari unit Terminal Service Officer (TSO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengawasan, hambatan dan dampak pasca luapan air oleh Petugas unit Terminal Service Officer (TSO). Penelitian ini dilakukan pada tahun 2023 dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer yang berupa hasil observasi secara langsung, hasil wawancara kepada 5 narasumber dan hasil dokumentasi. Selain itu terdapat data sekunder yang digunakan seperti jurnal penelitian terdahulu, prosedur mutu kerja, dan data lainnya yang berkaitan dengan penelitian yang kemudian diolah menggunakan metode triangulasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa semua proses pembersihan, pengeringan, perbaikan dan hasil kerja diawasi langsung oleh petugas unit Terminal Service Officer (TSO). Hambatan yang dihadapi keterbatasan SDM, minimnya peralatan dan kesiapan petugas dalam menghadapi luapan air. Dampak yang ditimbulkan yaitu tidak berfungsinya fasilitas bandara, kelelahan yang dialami petugas, macetnya pendistribusian tray bandara dan terganggunya operasional tenant.
PERSEPSI KARYAWAN ATAS PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI YOGYAKARTA INTERNASIONAL AIRPORT Septiana, Kristin; Yudianto, Kifni
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.995

Abstract

Agar tujuan perusahaan dapat tercapai diperlukan dukungan karyawan yang memiliki kinerja optimal terhadap visi dan misi perusahaan dan hal tersebut harus memiliki fasilitas pendukung sehingga membuat karyawan merasa nyaman dan aman. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu organisasi adalah dengan memperhatikan lingkungan kerja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara dan pemeriksaan dokumen. Waktu penelitian tanggal 1 Agustus 2020 hingga tanggal 31 Agustus 2020. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Perusahaan berperan penting dalam menjaga kinerja karyawan agar tetap bagus dan tidak menurun, yakni dengan cara memberikan training kepada karyawan, memperbaiki sistem menejemen perusahaan, transparasi penilaian kerja, adanya jenjang karir yang diberikan oleh perusahaan, penghargaan serta bonus yang diberikan kepada karyawan yang memiliki kinerja yang baik sehingga menjadi motivasi bagi karyawan lainnya, adanya kenaikan gaji, meberikan jam kerja yang sesuai serta menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan. kata kunci: Karyawan, Lingkungan Kerja,Kinerja, Persepsi. Abstract In order for the company's goals to be achieved, it requires the support of employees who have optimal performance towards the company's vision and mission and this must have supporting facilities so that employees feel comfortable and safe. One of the factors that influences the level of success of an organization is paying attention to the work environment. This type of research is qualitative research. The data collection techniques in this research are observation, interviews and document examination. The research time is August 1 2020 to August 31 2020. Data analysis techniques in this research include: data collection, data reduction, data presentation and data verification. The company plays an important role in maintaining employee performance so that it remains good and does not decline, namely by providing training to employees, improving the company's management system, transparent work assessment, career paths provided by the company, awards and bonuses given to employees who have good performance. good so that it becomes motivation for other employees, there is a salary increase, providing appropriate working hours and creating a pleasant work environment. Keywords: Employees, Work Environment, Performance, Perception.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KEAMANAN PASSENGER SECURITY CHECK POINT (PSCP) OLEH UNIT AVIATION SECURITY (AVSEC) TERHADAP KERPUASAN PENUMPANG DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL SUPADIO PONTIANAK Yunislamiaty, Wulan; Fatmayati, Fryda
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1008

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode olah data menggunakan SPSS Statistik 21, jumlah reponden dalam penelitian ini sebanyak 100 responden. Dalam pembuktian dan menganalisis hal tersebut, maka dilakukan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik : uji normalitas, uji linearitas dan uji homogenitas, kemudian uji regresi sederhana, uji determinasi (R2), uji hipotesis : uji t (parsial). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh secara signifikan kualitas pelayanan kemanan Passenger Security Check Point (PSCP) oleh unit Aviation Security terhadap kepuasan penumpang Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak, hasilnya diperoleh dari nilai T hitung 19,365 > 1.984 T tabel dengan nilai sig 0,00 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Kualitas pelayanan kemanan Passenger Security Check Point (PSCP) oleh unit Aviation Security (AVSEC) memberikan kontribusi terhadap kepuasan penumpang di Bandar Udara Internasional Supadio Pontianak sebesar 79,3% yang artinya adalah terdapat hubungan yang kuat antara kualitas pelayanan kemanan Passenger Security Check Point dan kepuasan penumpang.
ANALISIS MANAJEMEN FASILITAS GROUND SUPPORT EQUIPMENT DALAM MENDUKUNG KELANCARAN PENERBANGAN DI BANDAR UDARA RAHADI OESMAN KETAPANG Rozaky, Muhammad; Masyi`ah, Anita
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1010

Abstract

Ground Support Equipment (GSE) facility management is an activity carried out by Ground Handling officers. In its implementation, management activities start from planning, organizing, implementing, to controlling. The use of a GSE facility also requires procedures and rules related to aviation security and safety. The aim of this research is to find out how GSE facility management supports the smooth running of flights at Rahadi Oesman Airport, Ketapang. This research uses a descriptive qualitative method where data collection techniques are carried out by means of interviews, observation and documentation. Interviews were conducted with the Head of KPN Koperhud, Supervisor of PT. ASI (Avia Sejahtera Iskandar), and Operational Ground Handling. Observations were carried out by observing GSE facility management activities at Rahadi Oesman Airport. And documentation is carried out by reviewing documents related to the research object. Data analysis techniques are carried out using reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validation was carried out by technical triangulation and source triangulation. The results of the research show that the challenges faced in GSE facility management activities are when changes or adjustments occur, for example, aircraft having system or engine problems, and also bad weather or GSE facilities suddenly experiencing damage, therefore action is needed. fast and precise in making decisions and it is hoped that this management activity will be safer with the Standard Operating Procedures that officers have when carrying out activities in the field, thereby creating effective flight safety at Rahadi Oesman Airport in Ketapang. Keywords: Facilities management, GSE, Ground Handling
ANALISIS PENGAWASAN UNIT APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) TERHADAP KETERTIBAN BERLALU LINTAS PADA AREA SERVICE ROAD GUNA MENINGKATKAN SAFETY MANAGEMENT SYSTEM DI BANDAR UDARA INTERNASIONAL HANG NADIM BATAM Riyono, Ilham Bagus; Novianty Z, Rezty Fauziah
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1046

Abstract

Abstrak Pengawasan unit AMC terhadap ketertiban berlalu lintas diarea service road sangat berperan penting untuk terciptanya keamanan dan keselamatan berlalu lintas sehingga bisa meningkatkan Safety Management Sytem. Permasalahan yang sering ditemukan masih adanya petugas yang parkir kendaraan diarea service road, masih adanya petugas yang mengemudi kendaraan dengan kecepatan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku hingga menyebabkan nearmiss bagi para pekerja dan masalah lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan keselamatan pergerakan lalu lintas diarea sercive road mulai dari petugas maupun penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengawasan unit AMC,untuk mengetahui dampak akibat tidak tertibnya berlalu lintas di area service road serta mengetahui cara unit AMC menertibkan berlalu lintas diarea service road guna meningkatkan Safety Management System di Bandar Udara Internasional Hang Nadim Batam. Penelitian ini dilaksanakan pada 6 sampai dengan 16 Desember 2023 menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik dengan melakukan observasi diunit AMC, wawancara terstruktur kepada 11 narasumber yaitu petugas AMC dan pengguna service road dan dokumentasi sebagai pendukung untuk menjawab rumusan pertanyaan penelitian. Peneliti menggunakan analisis 3 tahap yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Pengawasan unit AMC sangat berperan penting dalam mengawasi keamanan dan keselamatan pada area service road, 2) Dampak yang terjadi akibat kurang tertibanya berlalu lintas pada area service road dapat menyebabkan incident atau accident yang tidak diinginkan, 3) Cara unit AMC menertibakan berlalu lintas pada area service road dengan melakukan random check dan melakukan tindakan untuk petugas yang melakukan pelanggaran. Kata Kunci : Pengawasan unit Apron Movement Control (AMC), Ketertiban Berlalu Lintas, Service Road. Safety Management System Abstract AMC unit supervision of traffic order in the service road area plays an important role in creating traffic safety and security so that it can improve Safety Management Sytem. Problems that are often found are still officers who park vehicles in the service road area, there are still officers who drive vehicles at speeds not in accordance with applicable regulations to cause near misses for workers and other problems that can interfere with the security and safety of traffic movements in the sercive road area starting from officers and passengers. This study aims to determine the supervision of the AMC unit, to determine the impact of disorderly traffic in the service road area and to find out how the AMC unit curbs traffic in the service road area in order to improve the Safety Management System at Hang Nadim International Airport Batam. This research was conducted from December 6 to 16, 2023 using qualitative method. Data collection techniques used triangulation techniques by conducting observations at the AMC unit, structured interviews with 11 resource persons, namely AMC officers and service road users and documentation as support to answer the formulation of research questions. Researchers used a 3-stage analysis consisting of data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that 1) AMC unit supervision is very important in overseeing security and safety in the service road area, 2) The impact that occurs due to lack of traffic order in the service road area can cause unwanted incidents or accidents, 3) The way AMC units discipline traffic in the service road area is by conducting random checks and taking action for officers who commit violations. Keywords: Apron Movement Control (AMC) unit supervision, Traffic Order, Service Road, Safety Management System
ASPEK HUKUM PENANGANAN KEAMANAN SENJATA BAWAAN PENUMPANG DALAM PENERBANGAN Sutarwati, Sri
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1049

Abstract

Dalam suatu penerbangan biasanya penumpang membawa barang bawaan baik yang dimasukkan dalam bagasi kabin maupun bagasi tercatat. Sebelum terbang penumpang dan bagasinya akan diperiksa oleh petugas keamanan bandar udara. Penumpang yang diketahui membawa senjata akan dilakukan pemeriksaan keamanan secara khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek hukum nasional penanganan keamanan senjata bawaan penumpang dalam penerbangan, kewajiban penumpang yang membawa senjata dan tanggung jawab perusahaan angkutan dalam penanganan senjata selama penerbangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif yaitu menggunakan data sekunder yang berasal dari studi kepustakaan. Sumber data berasal dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Dalam menganalisis data digunakan analisis data normatif dengan menafsirkan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dan menghubungkan dengan peraturan hukum yang lain. Hasil penelitian melalui studi pustaka menunjukkan aspek hukum nasional penanganan keamanan senjata bawaan penumpang dalam penerbangan di atur di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan; Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan Keselamatan penerbangan; Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor : PM 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional, dan SKEP/100/VII/2003 mengenai Petunjuk Teknis Penanganan Penumpang. Kaidah hukum tersebut pada dasarnya mengatur bahwa setiap orang atau penumpang pesawat udara yang membawa senjata, baik senjata tajam maupun senjata api wajib melaporkan senjata dan menyerahkan kepada perusahaan angkutan udara. Senjata yang diterima oleh perusahaan angkutan udara akan disimpan pada tempat tertentu di pesawat udara yang tidak dapat dijangkau oleh penumpang pesawat udara. Senjata yang diterima tersebut akan dimasukkan dalam kategori security item sedangkan pelurunya sebagai dangerous goods. Selama penerbangan berlangsung, senjata yang disimpan oleh pengangkut menjadi tanggung jawab pihak perusahaan angkutan. Tanggung jawab beralih kepada pemilik setelah senjata tersebut diserahkan kembali kepada pemiliknya di bandar udara tujuan.
Analisis Kelengkapan Fasilitas Apron Movement Control (AMC) Berdasarkan KP 038 Tahun 2017 tentang Apron Management Service terhadap Kelancaran Pengawasan Sisi Udara di Bandar Udara Halu Oleo Kendari Satrio Dayyanu, Muhammad Rayhan; Resti Martanti, Ika Fathin
Jurnal Ground Handling Vol 5 No 02 (2023): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v5i02.1050

Abstract

Apron Movement Control (AMC) merupakan unit yang mengatur, mengawasi, mengendalikan pergerakan pesawat, kendaraan, petugas, penumpang dan peralatan pendukung (Ground Support Equipment) serta bertanggung jawab penuh terhadap segala kegiatan yang ada di apron dan wilayah sisi udara lainnya. Unit AMC bertugas dalam melaksanakan pengawasan terhadap ketertiban, keselamatan pergerakan lalu lintas di apron, kebersihan di sisi udara serta pencatatan data penerbangan. Kelancaran kegiatan pengawasan sisi udara didukung dengan adanya fasilitas sehingga kegiatan tersebut dapat termonitor dan terlaksana dengan lancar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan fasilitas AMC dan kelancaran serta kendala pengawasan sisi udara dengan fasilitas yang tersedia di Bandar Udara Halu Oleo Kendari. Metode yang digunakan daam penelitian ini merupakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan fasilitas yang ada pada unit Apron Movement Control (AMC) berdampak pada kelancaran pengawasan sisi udara, dengan tidak adanya beberapa fasilitas berupa CCTV yang dapat dipantau dari sisi udara cukup menyulitkan personel AMC dalam melakukan pengawasan secara manual dan tanpa rekaman apabila terjadi insiden di sisi udara. Beberapa fasilitas yang diharuskan dalam KP 038 Tahun 2017 tentang Apron Management Service masih belum tersedia diantaranya Binocular dan Surface Movement Guidance and Control System (SMGCS) Monitor. Selain fasilitas yang tidak ada, beberapa fasilitas mengalami kendala seperti komputer yang cukup lambat, follow me car mogok, sepeda rusak, dan jumlah yang kurang seperti Handy Talky, Safety Vest, Ear-Muff. Hal ini berakibat pada kurang optimal dan maksimalnya pengawasan sisi udara di Bandara Halu Oleo Kendari.
PENGARUH PENERAPAN BAGASI BERBAYAR TERHADAP KEPUASAN PENUMPANG MASKAPAI WINGS AIR DI BANDAR UDARA H. HASAN AROEBOESMAN ENDE Tenda, Khairunnissa Fitria; Putrie, Annike Resty
Jurnal Ground Handling Vol 6 No 1 (2024): Ground Handling Dirgantara
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56521/jgh.v6i1.1062

Abstract

Wings Air (PT Wings Air Abadi) is a domestic airline based in Jakarta, Indonesia. Wings Air has won the trust of air transportation users with its Low Cost Carrier and can accompany transportation users to routes that are not covered by other airlines. On 8th January 2019 Lion Air implemented new regulations by removing checked baggage services for domestic Wings Air flights. Regarding this policy, passengers only get free cabin baggage facilities with a maximum weight of 7 kg and one personal item such as a laptop bag, hand bag, with maximum cabin baggage dimensions of 40 cm × 30 cm × 20 cm. In this article, we will examine the effect of implementing paid baggage on Wings Air passenger satisfaction at H. Hasan Aroeboesman Ende Airport. The research was conducted quantitatively. Data collection was carried out by conducting a literature study of the results carried out by previous researchers, taking from the documentation that had been created, and using questionnaire techniques. Validity test, reliability test, hypothesis test, T test, simple linear regression test and coefficient of determination were carried out in analyzing the data obtained. The results show that Ha is accepted and Ho is rejected. This means that there is an influence of the application of paid baggage on the satisfaction of Wings Air airline passengers at H. Hasan Aroesboeman Ende Airport. This is proven by the value of tcount (i.e. 33.248) > ttable (i.e. 1.984) with a significance of 0.000 (or < 0.05) in hypothesis testing. The coefficient of determination test produces an R square of 0.919 (or 91.9%), which means it is true that paid baggage is a variable that is strongly related to passenger satisfaction.

Page 9 of 13 | Total Record : 122