cover
Contact Name
Aprilita Br. Sitepu
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6281361952005
Journal Mail Official
editor@itscience.org
Editorial Address
Official Address: Jalan bunga rampai II No. 86, Simalingkar Medan, North Sumatera, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28099117     DOI : https://doi.org/10.47709
Core Subject : Health,
HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan merupakan terbitan berkala enam bulanan, setiap terbitan memuat minimal 5 artikel. Artikel yang dikirimkan akan diterbitkan setiap bulan Januari dan Juli. Misi HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah menyebarluaskan berbagai informasi kesehatan dan membahasnya melalui komunikasi tertulis ilmiah tentang kesehatan di Indonesia bahkan dunia, baik kesehatan klinis maupun kesehatan sosial. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi media interaksi bagi orang-orang yang berkepentingan dengan dunia kesehatan, antara lain organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, instansi pemerintah terkait, industri obat, asuransi kesehatan, peneliti kesehatan dan terkait. ilmu, pengajaran, ilmuwan yang tertarik pada penerapan ilmu di bidang kesehatan.
Articles 112 Documents
Perilaku Ibu yang Mempunyai Bayi 0-6 Bulan dalam Perawatan Tali Pusat Disalambue Kota Padangsidimpuan Syera Mahyuni Harahap; Nurhayati; Lisna Khairani Nasution
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8889

Abstract

Perawatan tali pusat yang tidak steril akibat intervensi tradisi lokal berisiko memicu omfalitis dan sepsis neonatal pada bayi baru lahir. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku ibu yang mempunyai bayi 0–6 bulan dalam perawatan tali pusat di Kelurahan Salambue, Kota Padangsidimpuan. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 20 ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebanyak 55% ibu memiliki sikap positif mendukung medis, namun pada tindakan nyata 60% ibu tidak patuh dan membubuhkan ramuan tradisional (kunyit/kencur tumbuk 41,7%, minyak kelapa 33,3%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan tindakan riil perawatan tali pusat (p-value = 0,016). Ibu berkekuatan kognitif baik cenderung lebih asertif menolak ramuan tradisional. Kesimpulan: Perilaku tindakan ibu di Salambue didominasi kepatuhan kultural keluarga daripada standar medis. Edukasi klinis puskesmas disarankan bersifat inklusif dengan melibatkan nenek bayi dan tokoh adat/dukun bayi (parumbat) lokal untuk memutus rantai penggunaan ramuan non-steril di rumah.
Implikasi Metabolik Terapi Kombinasi Mirtazapine dan Asam Valproat pada Pasien Depresi: Laporan Kasus Elly Tania; Ferina Angelia
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9006

Abstract

Mirtazapine dan asam valproat sering dikombinasikan untuk depresi kompleks, namun bukti klinis mengenai risiko metabolik dini pada dosis rendah masih terbatas. Laporan kasus ini menggambarkan luaran klinis dan pergeseran metabolik pada terapi kombinasi tersebut. Seorang perempuan 47 tahun dengan depresi menetap, insomnia berat, dan ide bunuh diri mendapat mirtazapine 15 miligram (mg) malam hari dan ajuvan asam valproat 150 mg/hari. Perbaikan psikiatri yang signifikan tercapai dalam 8 minggu, disertai peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan 6 kilogram (kg). Dalam 3 bulan, kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) melonjak dari 4,0% menjadi 5,6%. Kasus ini menunjukkan tren pergeseran glikemik subklinis yang cepat mendekati ambang batas prediabetes, meskipun asam valproat hanya digunakan dengan dosis sangat rendah. Meskipun sangat efektif mengatasi gejala, kombinasi ini dapat memicu perubahan metabolik dini secara cepat. Pemantauan parameter metabolik secara berkala sangat krusial dilakukan.
Efektivitas Latihan Stabilisasi Trunk terhadap Peningkatan Keseimbangan dan Penurunan Risiko Jatuh Lansia Skoliosis Degeneratif Renni Hidayati Zein; Futhri Rifa Zaimsyah
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9099

Abstract

Skoliosis degeneratif merupakan deformitas tulang belakang yang banyak ditemukan pada populasi lanjut usia akibat proses degeneratif pada diskus intervertebralis, sendi faset, dan struktur penyangga tulang belakang. Kondisi ini menyebabkan perubahan alignment spinal, kelemahan otot trunk, gangguan keseimbangan, serta meningkatnya risiko jatuh yang berdampak terhadap penurunan kualitas hidup lansia. Salah satu pendekatan fisioterapi yang dapat diberikan adalah latihan stabilisasi trunk yang bertujuan meningkatkan aktivasi otot inti, memperbaiki kontrol postural, dan meningkatkan stabilitas tubuh selama melakukan aktivitas fungsional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas latihan stabilisasi trunk terhadap peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia dengan skoliosis degeneratif. Penelitian menggunakan desain studi kasus terhadap satu orang lansia berusia 68 tahun dengan diagnosis skoliosis degeneratif. Intervensi fisioterapi berupa latihan stabilisasi trunk diberikan selama dua minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu sehingga diperoleh enam sesi terapi. Evaluasi dilakukan menggunakan Berg Balance Scale (BBS) dan Timed Up and Go Test (TUG) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor keseimbangan berdasarkan BBS disertai penurunan waktu TUG yang menunjukkan perbaikan mobilitas fungsional dan penurunan risiko jatuh. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan stabilisasi trunk berpotensi menjadi intervensi fisioterapi yang efektif untuk meningkatkan keseimbangan serta menurunkan risiko jatuh pada lansia dengan skoliosis degeneratif.
Perbandingan Efektivitas Aromaterapi dan Akupresur sebagai Intervensi Nonfarmakologis dalam Menurunkan Mual dan Muntah Pascaoperasi Heriviyatno Julika Siagian; Abd. Gani Baeda
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9169

Abstract

Mual dan muntah pascaoperasi (postoperative nausea and vomiting/PONV) merupakan komplikasi yang sering terjadi setelah tindakan pembedahan dan dapat menghambat proses pemulihan pasien. Aromaterapi dan akupresur merupakan intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi mual melalui mekanisme relaksasi dan stimulasi sistem saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas aromaterapi dan akupresur terhadap penurunan mual pada pasien pascaoperasi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan two-group pretest–posttest. Sebanyak 60 pasien pascaoperasi dilibatkan dan dibagi menjadi kelompok akupresur dan aromaterapi. Tingkat mual diukur menggunakan Numeric Rating Scale for Nausea (NRS-N) sebelum dan setelah intervensi. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test, independent sample t-test, dan Cohen’s d. Kedua intervensi menunjukkan penurunan skor mual yang signifikan (p < 0,001). Skor mual kelompok akupresur menurun dari 6,23 ± 2,53 menjadi 3,23 ± 2,01, sedangkan kelompok aromaterapi menurun dari 6,10 ± 2,47 menjadi 2,87 ± 1,96. Tidak terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,230). Kedua intervensi menunjukkan ukuran efek yang besar (akupresur d = 1,08; aromaterapi d = 1,21). Aromaterapi dan akupresur efektif serta memiliki efektivitas yang sebanding dalam menurunkan mual pascaoperasi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Stroke Hemorhagic dengan Penerapan Intervensi Slow Back Massage di Ruang Perawatan Kelas 3 RS Bhayangkara Polda Lampung Eko Nopi Prasetyo; Giri Susanto; Dian Arif Wahyudi
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.8901

Abstract

Stroke hemoragik merupakan jenis stroke dengan mortalitas dan morbiditas tinggi akibat perdarahan pada jaringan otak yang mengganggu perfusi serebral. Kondisi ini dapat menimbulkan penurunan kesadaran, gangguan mobilitas, gangguan komunikasi, dan ketidaknyamanan sehingga memerlukan asuhan keperawatan komprehensif. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diberikan adalah slow back massage, yaitu pijatan lembut dan ritmis pada area punggung untuk memberikan relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta membantu menstabilkan respons fisiologis pasien. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan desain pra-eksperimental one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah pasien stroke hemoragik dengan hipertensi emergensi di Ruang Perawatan Kelas III RS Bhayangkara Polda Lampung. Intervensi dilakukan selama tiga hari. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, serta pemantauan tekanan darah dan tingkat kesadaran sebelum dan sesudah intervensi. Hasil awalmenunjukkan GCS 3 dan tekanan darah 196/111 mmHg dengan diagnosis perfusi serebral tidak efektif, intoleransi aktivitas, dan gangguan komunikasi verbal. Setelah intervensi, tekanan darah menurun bertahap hingga 150/76 mmHg pada hari ketiga, GCS meningkat menjadi 15, aktivitas membaik, dan komunikasi verbal meningkat. Slow back massage dapat menjadi terapi pendukung yang aman, sederhana, dan bermanfaat dalam asuhan keperawatan pasien stroke hemoragik. Temuan ini mendukung penggunaan intervensi nonfarmakologis sebagai pelengkap tindakan medis dan keperawatan rutin di klinik.
Analisis Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pada Pekerjaan Open Flame di Zona Satu PT XYZ Kota Balikpapan Komeyni Rusba; Impol Siboro; Achmat Hady Bowo
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9009

Abstract

Pekerjaan open flame seperti pengelasan, pemotongan, dan penggerindaan merupakan aktivitas yang memiliki potensi tinggi terhadap kebakaran, terutama jika dilakukan di area dengan risiko tinggi seperti zona satu PT. XYZ Kota Balikpapan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis sistem K3 dan implementasi mekanisme inhibition serta override dalam sistem proteksi kebakaran di PT. XYZ Kota Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, wawancara mendalam, dan observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pekerja lapangan terhadap fungsi inhibition dan override masih terbatas. Sebagian besar supervisor memahami prosedur teknis namun masih menghadapi tekanan operasional yang memengaruhi pelaksanaan K3. Observasi menunjukkan bahwa beberapa prosedur K3 telah diterapkan dengan baik, namun masih ditemukan kendala seperti kurangnya sosialisasi dan pelatihan teknis rutin. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan teknis dan kesadaran pekerja terhadap sistem proteksi kebakaran, penguatan kontrol administratif dalam penggunaan inhibition dan override, serta pemantauan berkala untuk memastikan prosedur K3 berjalan efektif. Penerapan sistem proteksi yang optimal sangat penting dalam menjamin K3 di lingkungan industri yang berisiko tinggi.
Surveilans HAIs pada Infeksi Daerah Operasi: Sebuah Studi Deskriptif di Rumah Sakit Ayu Febri Wulanda; Esti Sri Ananingsih; Sinta Octaviana
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9064

Abstract

Infeksi yang terkait dengan pelayanan kesehatan  merupakan masalah serius dalam dunia medis, terutama di rumah sakit. HAIs dapat meningkatkan risiko komplikasi, memperpanjang masa rawat inap, dan menambah biaya perawatan. Di Indonesia, prevalensi infeksi nosokomial berkisar antara 5% hingga 15%. Oleh karena itu, implementasi surveilans yang efektif menjadi krusial dalam mengendalikan infeksi ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap petugas pengumpul data surveilans. Dari 47 petugas surveilans yang diamati, 95,7% memiliki checklist yang terisi lengkap, menunjukkan kemajuan dalam kelengkapan data. Seluruh data yang dikumpulkan dan diolah dinyatakan valid dan berhasil dianalisis secara komprehensif. Selain itu, 100% hasil surveilans berhasil diseminasi kepada pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi surveilans HAIs di RS. Mohammad Hoesin Palembang telah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat tantangan dalam pemahaman pentingnya kelengkapan data oleh sebagian petugas. Disarankan agar rumah sakit meningkatkan pelatihan dan sumber daya untuk mendukung pengumpulan dan pengolahan data yang lebih efektif.  
Prevalensi Gagal Ginjal Kronik di Kota Palangka Raya Berdasarkan Kajian Literatur Sri suhartati; Nira Meirita Wijayanti; Noor Fadillah
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9209

Abstract

Gagal ginjal kronik (PGK) merupakan gangguan struktur atau fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari tiga bulan dan biasanya ditandai oleh albuminuria atau kelainan struktural ginjal. WHO memperkirakan sekitar 674 juta orang mengalami gagal ginjal pada tahun 2025, sementara ISN-GKHA melaporkan sekitar 700 juta kasus secara global. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi PGK di Kota Palangka Raya melalui metode narrative literature review. Hasil menunjukkan bahwa kelompok usia lansia merupakan kasus terbanyak, dengan laki-laki lebih dominan dibanding perempuan. Hipertensi dan Diabetes Melitus tercatat sebagai penyakit penyerta utama, didukung oleh pola makan tinggi natrium, konsumsi minuman manis, kebiasaan minum herbal tanpa resep, konsumsi alkohol, merokok, serta kurangnya aktivitas fisik. Data nasional menunjukkan angka hemodialisis laki-laki sebesar 2,55% dan perempuan 14,42%, sedangkan Kalimantan Tengah mencapai 7,72% dengan distribusi 53,4% laki-laki dan 46,6% perempuan. Faktor lingkungan seperti cuaca panas yang memicu dehidrasi serta rendahnya kesadaran deteksi dini turut meningkatkan risiko PGK
Perbedaan Adaptasi Psikologis Ibu Nifas Primipara dan Multipara Pada Fase Taking In di BPM Helen Tarigan 2025 Ermawaty Arisandi; Aprilita Br Sitepu; Merlina Sinabariba; Desriati Sinaga
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9227

Abstract

  Fase taking in merupakan periode ketergantungan yang berlangsung dari hari 1-2 setelah melahirkan. Ibu terfokus pada dirinya sendiri dan cenderung pasif terhadap lingkungannya. Gangguan psikologis yang dialami ibu pada fase ini yaitu ketidaknyamanan akibat perubahan fisik, rasa bersalah karena belum bisa merawat dan menyusui bayinya. Sekitar 50-70% ibu melahirkan menunjukkan gejala awal kemunculan perubahan adaptasi psikologis, jika tidak mampu beradaptasi maka ibu akan mengalami ganguan seperti, postpartum blues 13-19%, depresi 1,5-5,6% dan psikosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan perubahan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara di BPM Helen Tarigan. Penelitian ini observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah ibu nifas primipara dan multipara yang bersalin sebanyak 49 orang. Hasil penelitian dari 49 ibu nifas, sebagian besar adaptasi psikologis pada ibu nifas dalam kategori normal sebanyak 30 orang (61,2%). Adaptasi psikologis ibu nifas kategori normal paling banyak multipara 27 orang (55,1%), adaptasi psikologis kategori tidak normal paling banyak primipara 11 orang (22,4%). Ada perbedaan adaptasi psikologis ibu nifas primipara dan multipara pada fase taking in Di BPM Helen Tarigan (13,08  p-value=0,001). Dari hasil penelitian diharapkan untuk tenaga kesehatan mengoptimalkan perawatan lanjutan dengan cara kunjungan pelayanan kelas ibu nifas dengan melibatkan keluarga untuk meminimalkan terjadinya ketidaknormalan psikologis ibu nifas.
Hubungan Teknik Effeleurage Massage dengan Penurunan Nyeri Afterpains Pada Ibu Nifas Primipara di Klinik Pratama SejahteraTahun 2026 Mardiani Purba; Rismeni Saragih
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 (2026): Vol : 5 No : 2 : Periode Juli 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i2.9280

Abstract

Effeleurage Massage merupakan salah satu teknik massage dengan memberi usapan pada abdomen dan memberikan sensasi kenyamanan untuk mengurangi nyeri pada ibu nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik effeleurage massage dengan penurunan nyeri afterpains pada ibu nifas primipara di Klinik Pratama Sejahtera tahun 2026. Dengan populasi sampel 35 ibu nifas primipara terhadap penurunan nyeri afterpains di Klinik Pratama Sejahtera. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data analisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chisquare. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan teknik effeleurage massage dengan penurunan nyeri afterpains dengan derajat kemaknaan (a) = 0,005, dan df = 1 diperoleh hasil perhitungan yaitu Sig (2-tailed) 0,005, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya ada hubungan teknik effeleurage massage dengan penurunan nyeri afterpains pada ibu nifas primipara. Diharapakan kepada ibu nifas yang mengalami nyeri afterpains untuk melakukan teknik effeleurage massage dengan rutin untuk mengurangi nyeri afterpains pada masa nifas.

Page 11 of 12 | Total Record : 112