cover
Contact Name
Aprilita Br. Sitepu
Contact Email
choir.harahap@yahoo.com
Phone
+6281361952005
Journal Mail Official
editor@itscience.org
Editorial Address
Official Address: Jalan bunga rampai II No. 86, Simalingkar Medan, North Sumatera, Indonesia
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 28099117     DOI : https://doi.org/10.47709
Core Subject : Health,
HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan merupakan terbitan berkala enam bulanan, setiap terbitan memuat minimal 5 artikel. Artikel yang dikirimkan akan diterbitkan setiap bulan Januari dan Juli. Misi HealthCaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan adalah menyebarluaskan berbagai informasi kesehatan dan membahasnya melalui komunikasi tertulis ilmiah tentang kesehatan di Indonesia bahkan dunia, baik kesehatan klinis maupun kesehatan sosial. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi media interaksi bagi orang-orang yang berkepentingan dengan dunia kesehatan, antara lain organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, dinas kesehatan, instansi pemerintah terkait, industri obat, asuransi kesehatan, peneliti kesehatan dan terkait. ilmu, pengajaran, ilmuwan yang tertarik pada penerapan ilmu di bidang kesehatan.
Articles 91 Documents
EFEK MIRROR THERAPY PADA FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN PASCA STROKE Fadlilah, Lia
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2024): Vol : 3 No : 1 (2024 ) : Periode Januari 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i1.3623

Abstract

Stroke adalah masalah kesehatan masyarakat terkemuka di seluruh dunia. Stroke menyebabkan urutan gangguan sensorik-motorik termasuk penurunan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh yang terkena dan ketidakmampuan untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Terapi cermin sangat membantu dalam meningkatkan fungsi ekstremitas atas pada pasien stroke subakut. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menentukan efektivitas terapi miror dalam meningkatkan fungsi motorik ekstremitas atas. Metode yang digunakan dalam pencarian tinjauan sistematis ini dilakukan melalui beberapa database termasuk Scopus, Sience Direct, ProQuest, Ebsco dan Sage selama 5 tahun terakhir. Deskripsi berikut digunakan: Terapi cermin AND Ekstremitas Atas AND fungsi motorik AND Pasien Stroke. Hasil dari penelitian ini yaitu PRISMA flow chart digunakan dari total 33 judul, menjadi hanya 15 studi yang dipilih sebagaimana ditentukan oleh peneliti. Kesimpulan: Terapi cermin selain program rehabilitasi konvensional menghasilkan peningkatan yang lebih besar di area bawah fungsi motorik ekstremitas dan ambulasi, yang berlangsung dalam waktu singkat setelah perawatan. Terapi cermin juga efektif dalam meningkatkan fungsi ekstremitas atas pada pasien dengan hemiplegia ringan sampai sedang akibat stroke.
Terapi Farmakologis dalam Manajemen Obesitas: Tinjauan Sistematis Laksono, Sidhi; Widyani, Wella
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7167

Abstract

Abstrak: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat. Meskipun modifikasi gaya hidup tetap menjadi terapi utama, perkembangan farmakoterapi kini berperan penting dalam pengelolaan obesitas secara komprehensif. Tinjauan ini bertujuan mengevaluasi efektivitas, keamanan, dan penerapan klinis terapi farmakologis obesitas. Metode Tinjauan sistematis dilakukan melalui pencarian dengan kata kunci (obesity OR overweight) AND ("pharmacological treatment" OR "drug therapy" OR medication) AND ("cardiometabolic complications") pada PubMed, Scopus, dan ScienceDirect untuk artikel berbahasa Inggris yang terbit tahun 2020–2025. Inklusi ditetapkan dengan kerangka PICO (P: individu dewasa dengan obesitas; I: terapi farmakologis untuk obesitas; C: plasebo atau terapi perilaku non-farmakologis; O: efektivitas klinis). Artikel dieliminasi dengan kriteria eksklusi akses terbatas dan terjadi pengulangan. Hasil Dari 349 artikel yang terkumpul, 20 artikel dieliminasi karena pengulangan, 1 artikel tidak berbahasa Inggris, 141 artikel bukan artikel original, 175 artikel tidak sesuai PICO, dan 2 artikel memiliki akses terbatas. Dari 10 studi yang dianalisis, diketahui bahwa terapi agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP memberikan penurunan berat badan signifikan serta perbaikan metabolik dan kardiovaskular, sementara agen konvensional seperti metformin dan niasin tetap relevan pada pasien dengan disfungsi metabolik. Selain itu, penyesuaian terapi berdasarkan komorbiditas diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitas dan keamanan pengobatan obesitas. Kesimpulan yang ditemukan Agonis reseptor GLP-1 dan dual agonis GLP-1/GIP menunjukkan efektivitas tertinggi, sementara agen konvensional tetap relevan. Penyesuaian terapi menjadi kunci keberhasilan pengelolaan obesitas.   Kata kunci: Obesitas, terapi farmakologis, tinjauan sistematis
Analisis Hubungan Tingkat Cognitive Flexibility Perawat terhadap Akurasi Identifikasi Shock Index pada Penanganan Pasien Trauma di RSUD Sumedang Sulistiyawati, Arie; Pratama, Oktarian; Herdian, Fitra; Rahima, Dea Gheriya; Pamella , Diva
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2024): Vol : 3 No : 2 (2024 ) : Periode Juli 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v3i2.7536

Abstract

Cognitive flexibility merujuk pada kapasitas individu untuk beralih di antara skema berpikir, menyesuaikan respons terhadap kondisi yang berubah, serta mengintegrasikan informasi baru secara efisien. Pada konteks kegawatdaruratan, kemampuan ini berperan dalam penalaran klinis, pengenalan pola vital sign yang abnormal, dan respons cepat terhadap perubahan fisiologis pasien trauma. Namun, hubungan langsung antara tingkat cognitive flexibility perawat dan akurasi identifikasi Shock Index masih jarang diteliti di Indonesia, khususnya pada rumah sakit daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat cognitive flexibility perawat dengan akurasi identifikasi Shock Index dalam penanganan pasien trauma di RSUD Sumedang. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengukuran cognitive flexibility melalui instrumen baku dan penilaian akurasi identifikasi SI menggunakan studi kasus terstandar. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan bahwa perawat dengan skor cognitive flexibility lebih tinggi memiliki tingkat akurasi penilaian SI yang lebih baik. Temuan ini mempertegas bahwa kemampuan kognitif adaptif merupakan determinan penting dalam kecepatan dan ketepatan pengambilan keputusan klinis pada situasi trauma. Implikasi penelitian memberikan landasan bagi rumah sakit untuk mempertimbangkan integrasi pelatihan cognitive flexibility dalam program pengembangan kompetensi perawat IGD. Selain itu, hasil penelitian dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan peningkatan mutu pelayanan kegawatdaruratan melalui penguatan kapasitas kognitif tenaga kesehatan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan kognitif perawat bukan hanya atribut individual, tetapi juga faktor yang berkontribusi langsung pada keselamatan pasien, khususnya pada fase emas penanganan trauma
Pengaruh Terapi Komplementer SICRING terhadap Kualitas Tidur pada Pasien dengan Insomnia Ringan hingga Sedang di Wilayah Kerja Puskesmas Arcamanik Sulistiyawati, Arie; Hartiningsih, Siti Sugih; Pratama, Oktarian; Maulana, Fitriyani; Apriliana, Zahra
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2025): Vol : 4 No : 2 : Periode Juli 2025
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v4i2.7537

Abstract

Gangguan insomnia merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menurunkan kualitas hidup, meningkatkan kelelahan, dan memengaruhi fungsi kognitif seseorang. Berbagai pendekatan komplementer mulai digunakan dalam pelayanan kesehatan primer untuk membantu meningkatkan kualitas tidur, salah satunya adalah terapi spiritual coherence healing (SICRING) yang mengintegrasikan teknik olah napas, olah tubuh, healing touch, dan penguatan spiritual untuk mencapai relaksasi mendalam serta keseimbangan tubuh–pikiran–jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi komplementer SICRING terhadap kualitas tidur pada pasien dengan insomnia ringan hingga sedang di wilayah kerja Puskesmas Arcamanik. Penelitian menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pre–post test with control group. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan responden berusia 18–60 tahun yang mengalami insomnia berdasarkan Insomnia Severity Index (ISI) kategori ringan hingga sedang. Kelompok intervensi mendapatkan terapi SICRING selama 4 sesi dalam 7 hari, yang meliputi latihan olah tubuh, pernapasan koheren, healing touch, dan relaksasi spiritual terpandu, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan edukasi sleep hygiene standar. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan Mann–Whitney, dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan kualitas tidur yang signifikan pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi SICRING (p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna (p > 0,05). Perbandingan antarkelompok juga menunjukkan perbedaan signifikan pada skor PSQI post-test (p < 0,001), yang berarti terapi SICRING lebih efektif dibandingkan edukasi sleep hygiene standar dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien dengan insomnia ringan hingga sedang. terapi komplementer SICRING terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi komplementer dalam pelayanan kesehatan primer, khususnya pada pasien dengan gangguan insomnia ringan hingga sedang. Integrasi terapi ini berpotensi mendukung pendekatan holistik dan promotif di Puskesmas Arcamanik
Telepsikiatri sebagai Inovasi Layanan terhadap Gangguan Cemas dan Depresi: Literature Review Dewa Gede Putra Mahayana; I Komang Gunawan Landra; Made Bayu Permasutha; Made Kurnia Widiastuti Giri
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7571

Abstract

Gangguan kecemasan dan depresi menimbulkan dampak besar terhadap kualitas hidup berbagai populasi serta beban sosioekonomi yang masif. Hal tersebut mendorong pentingnya tatalaksana terhadap gangguan kecemasan dan depresi. Keterbatasan jumlah psikiater di Indonesia menjadikan telepsikiatri sebagai solusi potensial untuk memperluas akses layanan. Kajian ini bertujuan meninjau efektivitas klinis, kepuasan pasien, serta hambatan dan peluang penerapan telepsikiatri pada gangguan kecemasan dan depresi. Tinjauan literatur naratif dilakukan melalui pencarian artikel di PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar (2015–2025) menggunakan kata kunci terkait telepsikiatri dan gangguan kecemasan/depresi. Studi yang disertakan mencakup penelitian eksperimental, quasi-eksperimental, observasional prospektif, dan meta-analisis pada populasi dewasa. Analisis tematik-deskriptif digunakan untuk mensintesis bukti terkait efektivitas, kepuasan, hambatan, dan peluang penerapan. Sebanyak 5 artikel memenuhi kriteria inklusi. Intervensi telepsikiatri mencakup konsultasi video sinkron, aplikasi psikiatri berbasis mobile, cognitive behavior therapy digital, dan layanan psikologi berbasis chat. Secara umum, telepsikiatri menunjukkan efektivitas setara dengan layanan tatap muka, dengan beberapa intervensi digital intensif menghasilkan efek klinis lebih besar. Kepuasan pasien dilaporkan tinggi, terutama terkait kenyamanan, fleksibilitas, dan mengurangi stigma. Hambatan meliputi keterbatasan aliansi terapeutik, literasi digital yang terbatas, dan infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai. Namun, peluang implementasi telepsikiatri luas, termasuk dalam cost-effectiveness dan perluasan akses di daerah terpencil. Telepsikiatri efektif dan diterima baik untuk penatalaksanaan kecemasan dan depresi, serta berpotensi memperkuat sistem layanan kesehatan jiwa di Indonesia.
Analisis Green Technology pada Produksi Monosodium Glutamat Alami dari Limbah Udang untuk Pencegahan Stunting ayudianningsih, novarizki; Nely Zulfa; Chairunisa Nur Rarastiti; Agus Sudrajat
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7606

Abstract

Pemanfaatan limbah udang sebagai bahan baku penyedap rasa alami (Monosodium Glutamate alami) merupakan inovasi yang selaras dengan prinsip green technology dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting. Limbah udang mengandung protein dan mineral tinggi yang dapat diolah menjadi penyedap alami bergizi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan green technology pada proses produksi MSG alami dari limbah udang serta mengkaji nilai gizinya yang berkontribusi terhadap pencegahan stunting. Metode penelitian menggunakan pendekatan eksperimental dengan True Experimental Design laboratorium dengan metode pengeringan termal menggunakan oven. Hasil uji menunjukkan bahwa bubuk MSG alami memiliki kadar protein 49,05%, kadar lemak 3,21%, kadar air 5,55%, kadar abu 22,82%, karbohidrat total 19,37%, dan natrium 1991 mg/kg dengan energi total 300 kkal/100 g. Kandungan protein dan mineral yang tinggi serta natrium dalam batas aman menjadikan produk ini potensial sebagai penyedap rasa alami yang aman dan bergizi. Implementasi green technology terbukti efisien dalam meminimalkan limbah perikanan serta menghasilkan produk fungsional yang mendukung peningkatan gizi masyarakat, khususnya anak-anak berisiko stunting.
Pengetahuan Ibu dan Kepatuhan Imunisasi Tetanus Toxoid pada Ibu Hamil Desa Bitung Sari Ciawi Astri, Sapariah; Hafizah Che , Hassan; Fatimah , Yahya
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.7635

Abstract

Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) merupakan upaya pencegahan penting bagi ibu hamil untuk melindungi ibu dan bayi dari infeksi tetanus. Namun, cakupan imunisasi TT pada ibu hamil masih belum optimal, yang salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan kepatuhan ibu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) selama kehamilan di RT 03 RW 03 Desa Bitung Sari, Kecamatan Ciawi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 45 ibu hamil dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur tingkat pengetahuan ibu dan kepatuhan terhadap imunisasi TT selama kehamilan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan kepatuhan imunisasi TT dengan nilai p sebesar 0,036 (p < 0,05). Meskipun sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik, masih ditemukan kesenjangan antara pengetahuan dan perilaku kepatuhan imunisasi.   Kata kunci: Pengetahuan Ibu; Tetanus Toxoid; Kehamilan; Antenatal
Efektivitas Aromaterapi Fresh Oil terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Trimester III dalam menghadapi Persalinan di Puskesmas Sukaluyu Kabupaten Cianjur Tahun 2025 Rustandi, Indri Gustiani; Leri Septiani; Herri S Sastramihardja; Mamun Sutisna
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.6912

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil dapat berdampak serius pada ibu dan janin. Penanganan nonfarmakologi seperti aromaterapi fresh oil dinilai lebih aman untuk mengurangi kecemasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas aromaterapi fresh oil terhadap tingkat kecemasan ibu hamil trimester III menjelang persalinan di Puskesmas Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, tahun 2025.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain true experiment dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil primigravida trimester III di Puskesmas Sukaluyu kabupaten Cianjur pada bulan Mei – Juni 2025. Sampel berjumlah 86 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu 43 kelompok eksperimen dan 43 orang kelompok kontrol. Tekhik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Tekhnik analisa data yang digunakan adalah uji T Ttest dan uji NGain dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan kelompok eksperimen memiliki nilai mean sebesar 14,84 sedangkan pada kelompok kontrol memiliki nilai mean sebesar 18,8, terdapat pengurangan kecemasan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan selisih nilai mean 3,97. Hasil uji efektivitas menunjukkan angka 70% pada kelompok eksperimen, sedangkan pada kelompok kontrol menunjukkan 43,86% yang berarti bahwa fresh oil lebih efektif menurunkan tingkat kecemasan dibandingkan dengan grapeseed oil pada ibu hamil trimester III.
Efektivitas Harmomia Oilin untuk mengatasi Postpartum Blues Pada Ibu Nifas Di TPMB Wilayah Kelurahan Bekasi Jaya Tahun 2025 Indriasari, Istiana; Teni Nurlatifah; Udin Sabarudin; Meti Widiya
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.6913

Abstract

Postpartum blues adalah suatu tingkat keadaan depresi bersifat sementara yang dialami oleh kebanyakan ibu yang baru melahirkan karena perubahan tingkat hormon, tanggung jawab baru akibat perluasan keluarga dan pengasuhan terhadap bayi. Mengatasi postpartum blues sebelumnya dapat dilakukan dengan terapi herbal yang diberikan pada ibu nifas salah satunya dengan serbuk jahe merah namun pemberian nya kurang optimal maka peneliti membuat suatu inovasi Harmomia Oilin yang merupakan salah satu alat terapi komplementer yang mengandung  kenanga (Canganga Odorata) essential oli, serei (Cymbopogon citratus) essential oli, dan lemon (Citrus Limon) essential oil  untuk mengatasi postpartum blues.Tujuan penelitian ini untuk menilai seberapa besar Efektivitas Harmomia Oilin Untuk Mengatasi postpartum Blues Pada Ibu Nifas di TPMB Wilayah Kelurahan Bekasi Jaya Tahun 2025. Metode penelitian menggunakan true experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang mengalami postpartum blues pada periode Mei – Juni 2025 sejumlah 74 orang. Analisis data menggunakan uji sample T test dan uji efektivitas menggunakan N-Gain score.Hasil penelitian uji statistik menggunakan uji paired sample T test menunjukkan terdapat penurunan skor postpartum blues pada ibu hamil setelah diberikan harmomia oilin dibanding dengan serbuk jahe merah. Hasil uji efektivitas Harmonia Oilin menunjukkan lebih tinggi dengan penurunan skor rata-rata. postpartum blues sebesar 6,82 poin (dari 12,41 menjadi 5,59), dibandingkan dengan Serbuk Jahe Merah yang hanya menurunkan skor rata-rata sebesar 2,54 poin (dari 11,68 menjadi 9,14). Simpulannya pemberian harmomia oilin lebih efektif dibandingkan dengan serbuk jahe merah untuk penuruan skor postpartum blues
Efektivitas Pemberian Makanan Tambahan Cookies Moridu terhadap Kenaikan Berat Badan Balita Gizi Kurang di Puskesmas Leuwinutug Kabupaten Bogor Tahun 2025 Windusari; Mamun Sutisna; Meti Widiya; Herry Garna
Healthcaring: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Vol : 5 No : 1 : Periode Januari 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/healthcaring.v5i1.6918

Abstract

Program intervensi dari pemerintah sebelumnya untuk meningkatkan status gizi anak adalah diberikan makanan tambahan biskuit standar dengan tujuan meningkatkan status gizi serta mencukupi kebutuhan zat gizi anak akan tetapi balita hanya terfokus pada krim nya saja sehingga kurang optimal terhadap pemberian makanan tambahan, peneliti membuat suatu inovasi Cookies Moridu dengan bahan dasar daun kelor, madu,  dan raisin yang diolah serta diuji sesuai dengan syarat dan mutu dalam pemberian makanan tambahan pada balita gizi kurang. Pemberian makanan tambahan ini diharapkan dapat menjadi produk yang dapat digunakan dalam meningkatkan berat badan gizi balita kurang. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dan efektivitas pemberian makanan tambahan Cookies Moridu terhadap kenaikan berat badan balita gizi kurang di Puskesmas Leuwinutug Kabupaten Bogor Mei- Juli tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan two group pretest-posttest, melibatkan 86 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (pemberian Cookies Moridu) dan kelompok kontrol (pemberian biskuit PMT standar), masing-masing 43 balita. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji paired t-test, dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan berat badan pada kelompok intervensi adalah 0,8 ± 0,2 kg, lebih tinggi dibanding dengan kelompok kontrol sebesar 0,3 ± 0,2 kg dengan nilai signifikansi p<0,05.  

Page 8 of 10 | Total Record : 91