cover
Contact Name
Putri Hana Pebriana
Contact Email
putripebriana99@gmail.com
Phone
+6285321149444
Journal Mail Official
jurbalbenefit@gmail.com
Editorial Address
https://publikasi.abidan.org/index.php/benefit/Editorial_Team
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Benefit : Journal of Bussiness, Economics, and Finance
ISSN : -     EISSN : 2986545X     DOI : https://doi.org/10.37985
Core Subject : Economy, Education,
Benefit: Journal of Business, Economics, and Finance aims to facilitate and promote the inquiry into and dissemination of research results on business, economy, and finance fields. The scope of our Journal Includes: Business Management, Business Economics, Digital Business, Public Economics, Industrial Economics, Development Economics, Sharia Economics, Economic Education, Financial Accounting, Cost Accounting, Auditing, Managerial Accounting, Accounting Information Systems, Economics Education and Learning.
Articles 269 Documents
Pengaruh Cita Rasa dan Persepsi Harga Terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Mediasi (Studi Pada Hisana Fried Chicken di Kota Makassar) Marsena Limbong; Anwar Anwar; Ilma Wulansari Hasdiansa; Nurfadilla Ayu Sandira; Wiwin Riski Windarsari
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cita rasa dan persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada Hisana Fried Chicken di Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Populasi penelitian adalah seluruh pelanggan Hisana Fried Chicken di Kota Makassar, sedangkan sampel berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik judgemental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cita rasa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Sebaliknya, persepsi harga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Selain itu, cita rasa, persepsi harga, dan kepuasan pelanggan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hasil pengujian mediasi juga menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan tidak mampu memediasi pengaruh cita rasa maupun persepsi harga terhadap loyalitas pelanggan. Temuan ini mengindikasikan bahwa loyalitas pelanggan Hisana Fried Chicken di Kota Makassar belum sepenuhnya dipengaruhi oleh cita rasa, persepsi harga, maupun kepuasan pelanggan, sehingga terdapat faktor lain di luar model penelitian yang berpotensi memengaruhi loyalitas pelanggan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi manajemen Hisana Fried Chicken dalam meningkatkan strategi pemasaran dan mempertahankan loyalitas pelanggan.
Perencanaan Keuangan dan Analisis Kelayakan Investasi B-Flesa Sebagai Usaha Pangan Fungsional Berbasis Fermentasi Firra Fiqriyah; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2161

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur perencanaan keuangan, proyeksi kinerja, dan kelayakan investasi B-FLESA sebagai usaha pangan fungsional berbasis fermentasi. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang berasal dari dokumen financial plan B-FLESA tahun 2026, meliputi investasi awal, proyeksi pendapatan, harga pokok produksi, laba rugi, posisi keuangan, dan arus kas selama lima tahun. Analisis dilakukan melalui pertumbuhan pendapatan, margin laba, arus kas operasi, return on investment (ROI), net present value (NPV), internal rate of return (IRR), dan payback period. Hasil menunjukkan kebutuhan investasi awal sebesar Rp5,845 miliar dan total kebutuhan modal tahun pertama sebesar Rp11,025 miliar. Pendapatan diproyeksikan meningkat dari Rp5,928 miliar pada tahun pertama menjadi Rp42,482 miliar pada tahun kelima. Usaha diperkirakan mencapai laba pada tahun ketiga dan menghasilkan laba bersih Rp8,686 miliar pada tahun kelima. Berdasarkan perhitungan ulang menggunakan laba bersih kumulatif terhadap investasi awal, ROI mencapai 208,41%. Dokumen financial plan melaporkan NPV positif Rp4,400 miliar pada tingkat diskonto 10%, IRR 22,4%, dan payback period 4,03 tahun. Temuan menunjukkan B-FLESA berpotensi layak dikembangkan, tetapi kelayakannya sangat bergantung pada realisasi penjualan, stabilitas harga bahan baku, pengendalian produk kedaluwarsa, dan konsistensi rantai dingin.
Kesiapan Strategic Human Capital Pada Perancangan Business Plan B-Flesa: Studi Dokumen Rencana Bisnis Tahap Awal Louise Vincent; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2163

Abstract

Business Plan tidak hanya berperan sebagai pedoman dalam merancang strategi bisnis, tetapi juga menjadi dasar dalam merencanakan pengelolaan sumber daya manusia yang mendukung pertumbuhan startup. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Strategic Human Capital Management diterapkan dalam Business Plan B-FLESA untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia sejak tahap perencanaan bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap Business Plan B-FLESA. Analisis dilakukan dengan mengkaji keterkaitan antara strategi bisnis dan strategi Human Capital yang meliputi workforce planning, recruitment and selection, training and development, performance management, serta compensation and benefits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aspek Human Capital telah dirancang selaras dengan arah strategi bisnis sehingga mampu mendukung kebutuhan organisasi pada tahap pengembangan startup. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi bisnis dan strategi Human Capital menjadi landasan penting dalam penyusunan Business Plan yang mendukung pengembangan startup. Kata kunci: Strategic Human Capital Management, Business Plan, Human Capital, Business Strategy, Startup
Strategi Operasional B-FLESA: Menjaga Konsistensi Quality dan Cold Chain Dalam Scale-Up Produk Fermentasi Chrysnawati Yuel Parinding; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2164

Abstract

Penelitian ini merumuskan desain operasional B-FLESA, bisnis pangan fungsional berbasis fermentasi dengan empat kelompok produk yaitu yoghurt, susu kefir, kombucha, dan snack bar. Dengan strategi focused differentiation dan product development, desain operasi dibangun untuk menjamin keamanan pangan, konsistensi mutu antarbatch, serta viabilitas kultur mikroba fungsional hingga ke tangan konsumen. Pemisahan jalur produksi untuk produk cair dan produk kering diintegrasikan melalui perencanaan permintaan, SOP, ketertelusuran batch, dan pengendalian parameter kritis suhu, pH, waktu, dan sanitasi sesuai prinsip ISO 22000:2018 dan HACCP. Target tahun pertama adalah 116.000 unit dengan sistem rolling schedule, FEFO, dan cold chain yang andal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keunggulan B-FLESA tidak hanya terletak pada narasi kesehatan, melainkan pada disiplin sistem operasional end-to-end yang memungkinkan scale-up bertahap tanpa mengorbankan mutu, sehingga proposisi nilai produk fermentasi yang ilmiah, konsisten, dan mudah diakses dapat diwujudkan secara operasional. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Desain Operasional, Keamanan Pangan, ISO 22000, HACCP, Konsistensi Mutu, Cold Chain, B-FLESA
Pengembangan Strategi Pemasaran Berbasis STP, Marketing Mix 4P, dan NICE Framework untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis Functional Food B-FLESA Anisa Miranti; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2166

Abstract

Perkembangan industri functional food global dan nasional menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran B-FLESA sebagai perusahaan premium functional food berbasis fermentasi dengan pendekatan Customer Value Proposition, Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing Mix 4P, dan strategi Focus Differentiation. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi NICE Framework yaitu Networking, Interaction, Common Interest, dan Experience sebagai strategi Relationship Marketing untuk memperkuat customer engagement dan loyalitas pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen utama B-FLESA adalah konsumen berusia di atas 40 tahun, kelas menengah atas, health-conscious di wilayah urban dengan perilaku preventive health. B-FLESA memposisikan diri sebagai premium functional food melalui inovasi produk berbasis riset ilmiah, formulasi rendah gula, kandungan probiotik terstandarisasi, dan slogan "Healthier Tomorrow". Strategi Marketing Mix diimplementasikan melalui pengembangan produk diferensiatif, value-based pricing, distribusi omnichannel, serta promosi Integrated Marketing Communication berbasis edukasi. Implementasi NICE Framework terbukti mampu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kemitraan strategis, komunikasi dua arah, kesamaan visi kesehatan, dan penciptaan pengalaman konsumsi yang positif. Dengan demikian, integrasi seluruh strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, trial, repeat purchase, dan mendukung pertumbuhan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Functional Food, Fermentasi, Strategi Pemasaran, Customer Value Proposition, STP, Marketing Mix 4P, Focus Differentiation, NICE Framework, Relationship Marketing, B-FLESA.
Integrasi Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management dalam Mendukung Keunggulan Bersaing pada Industri Pangan Fungsional: Studi Kasus B-FLESA Ririn Khoerunnisa; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2167

Abstract

Industri pangan fungsional mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Namun, tingginya risiko operasional pada produk fermentasi menuntut perusahaan untuk memiliki strategi bisnis yang kompetitif sekaligus sistem manajemen risiko yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan bisnis B-FLESA melalui pemetaan posisi kompetitif menggunakan Strategic Group Model dan mengevaluasi penerapan Enterprise Risk Management berdasarkan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada B-FLESA, perusahaan pangan fungsional berbasis fermentasi dengan produk yoghurt, kefir, kombucha, dan snack bar. Data primer diperoleh dari Business Plan B-FLESA, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, laporan industri, dan standar ISO 31000:2018. Analisis dilakukan melalui pemetaan posisi kompetitif berdasarkan dimensi diferensiasi produk dan cakupan pasar, serta identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa B-FLESA berada pada kelompok focused differentiation dengan keunggulan pada inovasi produk, bahan alami, kandungan probiotik terstandarisasi, dan edukasi kesehatan. Risiko prioritas tertinggi adalah kegagalan fermentasi dan produk basi sebelum kedaluwarsa yang berdampak pada kualitas dan reputasi merek. Strategi mitigasi difokuskan pada pengendalian mutu, monitoring cold chain, SOP, dan kepatuhan regulasi. Integrasi antara Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif hanya dapat dipertahankan apabila didukung oleh pengelolaan risiko yang sistematis. Dengan demikian, pendekatan terintegrasi ini dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Strategic Group Model, Focus Differentiation, Enterprise Risk Management, ISO 31000:2018, Manajemen Risiko, B-FLESA
Penerapan Green Accounting dalam Pengelolaan Limbah Medis Pada RSUD Labuang Baji Makassar Fadilah Yusriyah Bestari; Baso Amang; Asri Ady Bakri
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2179

Abstract

ABSTRACT This study aimed to analyze the implementation of green accounting in medical waste management at Labuang Baji Regional General Hospital, identify the challenges encountered, and formulate strategies to improve medical waste management based on green accounting principles. This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving informants responsible for medical waste management and hospital financial management. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The results show that medical waste management at Labuang Baji Regional General Hospital has been implemented in accordance with standard operating procedures and applicable regulations, covering waste segregation, temporary storage, transportation, and final disposal. However, green accounting has not been fully implemented because environmental management costs are still recorded as part of general operational expenses, without separate recognition and disclosure of environmental costs. The main challenges include the absence of separate environmental cost accounting, constraints in waste manifest reporting, dependence on third-party service providers for medical waste disposal, and the suboptimal implementation of standard operating procedures. Based on these findings, the proposed strategies include developing an environmental accounting system, separately recording environmental costs, optimizing the waste reporting system, strengthening compliance with standard operating procedures, and improving interdepartmental coordination. In conclusion, strengthening the implementation of green accounting is essential to enhance the transparency, accountability, and sustainability of medical waste management at Labuang Baji Regional General Hospital. Keywords:green accounting, medical waste management, hospital, environmental costs, environmental accounting.
Pengaruh Skeptisisme Profesional, Independensi, Dan Etika Pemeriksa Terhadap Perilaku Kognitif Pemeriksa Pada BPK Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan Andi Pallawagau; Syamsuri Rahim; Juliyanty Sidik Tjan
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2186

Abstract

ABSTRACT Public sector auditing plays an important role in ensuring accountability and transparency in public financial management. In performing audit assignments, auditors of the Supreme Audit Institution of Indonesia (Badan Pemeriksa Keuangan/BPK) are required not only to possess technical competence but also cognitive abilities in evaluating information, assessing evidence, and making professional judgments. Auditors’ cognitive behavior may be influenced by internal factors, including professional skepticism, independence, and auditor ethics. This study aims to examine the effect of professional skepticism, auditor independence, and auditor ethics on auditors’ cognitive behavior at the Audit Board of the Republic of Indonesia Representative Office of South Sulawesi Province. This study employed a quantitative approach with a causal research design. The population consisted of auditors at the BPK Representative Office of South Sulawesi Province, while the sample was selected using purposive sampling. Data were collected through questionnaires using a five-point Likert scale. Data analysis was conducted using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 through outer model evaluation, inner model analysis, and bootstrapping for hypothesis testing. The results indicate that professional skepticism has a positive and significant effect on auditors’ cognitive behavior, with a path coefficient of 0.437 and a p-value of 0.015. Auditor independence also has a positive and significant effect on cognitive behavior, with a path coefficient of 0.616 and a p-value of 0.000. Meanwhile, auditor ethics has a significant negative effect on auditors’ cognitive behavior, with a path coefficient of -0.065 and a p-value of 0.017. Furthermore, the R-square value of 0.980 indicates that professional skepticism, auditor independence, and auditor ethics explain 98% of the variance in auditors’ cognitive behavior. This study demonstrates that improving auditors’ cognitive behavior at BPK requires strengthening professional skepticism, maintaining auditor independence, and implementing ethical values beyond formal compliance. Therefore, improving audit quality should not only focus on procedural compliance but also on developing critical thinking abilities and professional judgment among auditors. Keywords: Professional Skepticism, Auditor Independence, Auditor Ethics, Auditor Cognitive Behavior, Supreme Audit Institution
Pengaruh Foreign Direct Investment, Inflasi, Nilai Tukar Dan Trade Openness Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Negara D-8 Zara Nurul Arifa; Nurjannah Nurjannah; Asnidar A
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2183

Abstract

This study aims to determine the effect of Foreign Direct Investment, Inflation, Exchange rates, and Trade Openness on economic growth in D-8 countries. The data used in this study are secondary data obtained from the world bank. This study employs panel data regression analysis for the periode 2020-2024, using the fixed effect model as the selected model. The results show that, partially, Foreign direct investment has a negative and insignificant effect on economic growth, inflation has a negative and significant effect on economic growth, the exchange rate has a positive and insignificant effect on economic growth, and trade openness has a positive and significant effect on economic growth. Simultaneously, Foreign direct investment, inflation, exchange rates, and Trade openness have a significant effect on economic growth in D-8 countries.