Sewagati
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Articles
14 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 1 (2023)"
:
14 Documents
clear
Automatic Solar Hidroponik Berbasis Energi Surya dengan Kontrol pH dan Nutrisi Guna Meningkatkan Produktivitas Kelompok Hidroponik Simomulyo, Kota Surabaya
Feby Agung Pamuji;
Dedet Candra Riawan;
Soedibyo;
Heri Suryoatmojo;
Mochamad Ashari
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6080.773 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.116
Hidroponik merupakan salah satu metode penanaman tumbuhan yang dapat diaplikasikan secara luas. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan tanaman hidroponik adalah kandungan kadar pH yang terdapat pada aliran air dimana kadar pH tersebut akan berubah seiring penambahan nutrisi saat aliran air yang terus menerus didaur ulang, kadar pH yang tidak stabil dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan tidak subur. Selain itu, suatu sistem hidroponik membutuhkan sumber energi listrik yang cukup besar karena penyalaan pompa yang dilakukan secara terus menerus selama 24 jam menyebabkan kebutuhan listrik menjadi besar. Disisi lain, potensi energi terbarukan yaitu energi matahari yang memanfaatkan solar panel pada kelompok Hidroponik Simomulya sangat besar. Maka dari itu dirancanglah sistem dengan inovasi hidroponik yang bertenaga energi matahari yang dilengkapi dengan sistem timer yang dapat mengatur lamanya pengairan dalam sistem hidroponik serta penggunaan sensor pH dan nutrisi dalam proses pertaniannya. Pada sistem ini pompa difungsikan sebagai alat untuk mengalirkanair ke pipa-pipa yang berisikan tanaman hidroponik, aliran tadi akan kembali lagi pada tandon besar yang mana letak dari pompa tersebut. Kemudian untuk mengatur lamanya pengairan dalam sistem hidroponik, kami menggunakan timer sebagai pengatur waktu penyalaan pompa, sehingga pompa tidak mudah panas dan mengurangi pemanfaatan sumber energi listrik. Oleh karena itu, dengan menerapkan inovasi automatic solar water pump pada hidroponik, diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada sumber energi listrik dan pemakaian pompa secara terus menerus. Serta mampu meningkatkan produktifitas kelompok hidroponik Simomulya.
Pembuatan Mesin Penggiling Kotoran Kambing untuk Kelompok Tani Karya Bakti II sebagai Upaya Mendukung Program SIGARPUN – Aksi Gerakan Pemupukan Organik di Kabupaten Lumajang
Putri Yeni Aisyah;
Dwi Nur Fitriyanah;
Adhista Widya Nandasari;
Tsurayya Alifia Zahrah;
Yanuari Rizqii Waahidah;
Leyli Lathifatul Azizah
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (5493.446 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.128
Lumajang sebagai wilayah agraris dimana 80% penduduk bermata pencaharian sebagai petani. Data semester I tahun 2011, lahan pertanian sebagai sumber pangan menunjukkan kondisi yang hampir kritis, dengan kandungan bahan organik tanah berkisar 0,63 – 1,51% akibat penggunaan pupuk kimia. Salah satu strategi yang wajib ditempuh adalah melalui kegiatan meningkatkan kandungan bahan organik tanah dengan penggunaan pupuk organik dalam program SIGARPUN – Aksi Gerakan Pemupukan Organik. Kelompok Tani Karya Bakti II Desa Kenongo Kecamatan Gucialit adalah kelompok tani yang mendukung suksesnya program tersebut dengan potensi yang dimiliki yaitu melimpahnya bahan baku berupa kotoran kambing. Namun Unit Pengolahan Pupuk Organik yang dimiliki kelompok Tani tidak bisa memecah kotoran kambing dengan baik sehingga perlu proses dan waktu yang lama untuk menjadikan pupuk organik. Kotoran kambing adalah limbah yang tidak bermanfaat dan memiliki geometri kulit yang keras. Dari keluhan masyarakat terkait kesulitan pengolahan pupuk organik dari kotoran kambing, maka pada abdimas akan dibuat mesin penggiling kotoran kambing untuk menghancurkan geometri kulit yang keras sehingga bisa digunakan sebagai pupuk. Mesin penggiling kotoran kambing adalah sebuah mesin dengan sistem mekanik dengan penggerak motor bensin yang dilengkapi dengan dua buah roll pengiling, motor bensin sebagai penggerak utama, dan di transmisikan dengan dua buah pulley dan v-belt.
Sertifikasi CPPOB dan Halal pada Produk Makanan Minuman: Upaya Meningkatkan Keunggulan Ekonomi Suatu Produk
Sari Kusumahati;
Sri Rachmania Juliastuti;
Nuniek Hendrianie;
Raden Darmawan;
Yeni Rahmawati;
Eva Oktavianingrum;
Orchidea Rachmaniah
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3164.05 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.145
Makanan dan minuman merupakan kebutuhan dasar manusia. Seiring perkembangan zaman, sentuhan kreatifitas dan inovasi yang mengikuti selera konsumen dan pasar mewujudkan suatu produk dengan potensi usaha tersendiri. Seluk beluk mengenai bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja sebagai komponen biaya produksi menumbuhkan motivasi untuk memulai merintis usaha. Tentunya, disertai kolaborasi antara pengusaha dengan stake holder terutama terkait perijinan, sertifikasi CPPOB, dan HALAL. Ketiga hal tersebut merupakan keunggulan tersendiri produk terutama bagi produk makanan-minuman (mamin); sekaligus menambah nilai ekonomis produk yang perlu diketahui oleh calon pelaku usaha. Oleh karena itu, pembinaan dan bimbingan pengetahuan tentang produk, cara pengolahan produk secara aman, bermutu, dan berkualitas mulai hulu hingga hilir ke konsumen tanpa mengurangi nilai gizi pangan penting untuk dibekalkan kepada calon pelaku usaha. Tata cara terkait pengajuan sertifikasi pangan sesuai dengan regulasi PemerintahRepublik Indonesia, kiat-kiat memulai bisnis mamin, dan pentingnya pengembangan produk dalam siklus hidup produk juga penting untuk diketahui calon pelaku usaha.
Pelatihan Pembuatan Keramik Kepada Masyarakat Umum untuk Meningkatkan Kereativitas dan Memperkenalkan Proses Pembuatan Keramik Sebagai Upaya Melestarikan Karya Seni Indonesia
Aria Weny Anggraita;
Nanik Rachmaniyah;
Budiono;
Firman Hawari
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6835.3 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.160
Keramik sebagai salah satu seni terapan dengan kearifan lokal memiliki kekhasan dengan Teknik finishing yang beragam menghasilkan keramik estetik dan fungsional. Saat ini tren akan keramik semakin meningkat, semakin banyak usaha kecil menjual keramik dengan kekhasan masing-masing. Pelatihan keramik yang ditujukan kepada masyarakat umum maka masyarakat umum dapat memanfaatkan pengetahuan pembuatan keramik sebagai hobi atau untuk memulai usaha kecil yang dapat dikembangkan. Melalui pelatihan ini masyarakat dapat menuangkan kreativitasnya pada seni terapan dengan material lokal sekaligus untuk melestarikan budaya seni keramik Indonesia dengan bahan tanah liat lokal. Pelatihan keramik dilakukan secara online menyesuaikan kondisi pandemic saat ini dimana harus membatasi pertemuan secara langsung. Pelatihan akan diadakan sebanyak tiga kali dengan jeda satu minggu/pertemuan untuk memberi kesempatan kepada peserta mencoba berkreasi dengan tanah liat. Peralatan dalam membuat keramik pada workshop keramik ini sangat sederhana dan dapat ditemukan di sekitar lingkungan masing-masing peserta. Untuk lebih memudahkan para peserta, kami membuat paket khusus peralatan sederhana dan mengirimkan tanah liat earthenware untuk mendukung membuat keramik yang kami kirimkan langsung ke alamat rumah masing-masing peserta. Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini, peserta menjadi lebih kreatif. Peserta dapat berkreasi membuat keramik sesuai keinginan dan kebutuhannya. Dampak lainnya diharapkan pengetahuan dalam membuata keramik ini dapat menjadikan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan lestarinya budaya seni keramik di Indonesia.
Pembuatan Cool Box Portable dengan Sistem Pendingin Air Guna Mendukung Cold Chain pada Distribusi Ikan dan Menjaga Kualitas Ikan Tangkapan Nelayan
Achmad Mustakim;
Mashuri;
Firmanto Hadi;
Hasan Iqbal Nur;
Pratiwi Wuryaningrum;
Oktaviani Turbaningsih;
Alwi Sina Khaqiqi
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2181.99 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.166
Desa Bulak merupakan daerah yang berada di Kota Surabaya, dengan penduduk mayoritas bekerja sebagai nelayan. Permasalahan yang terjadi pada nelayan mengenai sulitnya bongkar muat hasil tangkapan ketika selesai mencari ikan. Hal ini dikarenakan lama waktu yang dibutuhkan untuk mencari ikan saat air pasang tidak bisa diprediksi dan nelayan tidak bisa membawa hasil tangkapan ke darat. Ikan yang akan dibawa perlu dipanggul membuat hasil tangkapan dapat berjatuhan. Penggunaan alat untuk menjaga kualitas ikan menggunakan es batu, tetapi tidak tahan lama dan biaya mahal. Ketika dalam penangkapan ikan membutuhkan waktu lama, maka kualitas ikan menurun yang membuat pendapatan nelayan menurun. Dengan kondisi ini, dilakukan analisi dengan metode HOQ membuat Cool Box Portable untuk menjaga kualitas tangkapan nelayan dan membantu proses bongkar muat hasil tangkapan. Untuk Cool Box Portable memiliki panjang 1150 mm, lebar 500 mm, dan tinggi 500 mm dengan kapasitas 25 kg. Untuk tinjauan waktu selama lima tahun dengan rasio manfaat sebesar 4,16 dengan kondisi eksisting sebesar 1,57.
Pemanfaatan Digital Marketing terhadap Produk Minyak Kayu Putih sebagai Pemberdayaan Masyarakat Desa Dawarblandong
Alvida Mustika Rukmi;
Nurul Hidayat;
Hendro Juwono;
Yatim Lailun Ni’mah;
Djarot Sugiarso;
Ita Ulfin
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3654.778 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.183
Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) merupakan salah satu sumber penghasil minyak atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia dan merupakan produk hasil hutan bukan kayu dengan prospek cukup baik untuk dikembangkan. Kandungan daun kayu putih kering memiliki senyawa yang berfungsi sebagai anti-virus, analgesic, dekongestan, anti-piretik, anti-septik, tonic, anti-inflamasi, anti-oksidan. Desa Dawarblandong Mojokerto mempunyai hutan daun kayu putih. Karakteristik tanahnya kurang bagus untuk pertanian karena cenderung kering, sehingga pohon daun kayu putih dapat menjadi potensi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Jurnal ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pelatihan produksi minyak kayu putih dan digital marketing kepada masyarakat desa Dawarblandong. Pembuatan minyak kayu putih ini menggunakan 1 set alat Distiller Portable berkapasitas 20 L dengan 2 metode yaitu menggunakan daun kayu putih yang telah dikeringkan dan daun kayu putih yang belum dikeringkan. Daun minyak kayu putih basah sebanyak 715g didistilasi menghasilkan minyak kayu putih sebesar 3 mL dengan rendemen sebesar 0,38\% dan untuk daun kayu putih kering menghasilkan minyak kayu putih sebesar 4 mL dengan rendemen sebesar 0,56\%. Pengemasan produk menggunakan botol kaca vial sehingga kualitas dari minyak kayu putih dapat lebih terjaga. Pembuatan digital marketing berupa website penjualan adalah untuk mempermudah dalam konsumen melihat dan membeli produk.
Pemanfataan Teknologi Tepat Guna Mesin Balistik Pencacah Sampah untuk Sistem Pengolahan Sampah Organik pada TPS Bangsal sebagai Salah Satu Sumber Keuangan BumDes Desa Bangsal, Mojokerto
Liza Rusdiyana;
Suhariyanto;
Bambang Sampurno;
Budi Luwar Sanyoto;
Mashuri;
M. Lukman Hakim
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3653.968 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.190
Penduduk berkontribusi terhadap besarnya timbulan 17.498.160 kg/hari sampah dengan asumsi komposisi sampah organik 60% dan sampah plastik 14%. Hal ini juga terjadi pada masyarakat desa Bangsal Mojokerto. Masyarakat belum mengolah sampah dengan benar, sehingga BUMDes Bangsal berinisiatif mengelola sampah warga. BUMDes Bangsal juga menerima sampah dari desa tetangga yaitu desa Puloniti, Sumberwono, Sidomulyo dan Pacing. Pada kenyataannya, yang paling banyak menumpuk dan tak terolah adalah sampah organik, dimana sebenarnya dapat dimanfaatkan salah satunya untuk menghasilkan pupuk organik/ kompos yang berguna untuk perkembangbiakan dan kesuburan tanaman. Dari hasil tinjauan, pembuatan kompos masih banyak dilakukan secara manual terutama proses pencacahan sampah organik. Pencacahan adalah salah satu proses yang penting, sampah yang dicacah menjadi lebih kecil (0,55–25mm) bentuknya sehingga mempermudah decomposing sehingga mikrobakteri pengurai bekerja secara maksimal. Hasil abdimas dengan pemberian Mesin Balistik ini, sampah organik yang ada di TPS Bangsal berhasil dikelola menjadi kompos hingga 70%. Hasil olahannya dikembalikan ke penduduk desa untuk pertanian masyarakat setempat dimana salah satunya kompos ini diberikan kepada ibu-ibu PKK yang menggerakkan pertanian skala rumah tangga, sehingga pertanian mereka mampu menjadi penopang kebutuhan pangan untuk keluarga. Adapun BUMDes selaku pengelola TPS berharap bisa menjadikan hasil olahan kompos ini dikemudian hari dapat menjadi salah satu pemasukan BUMDes.
Kajian Potensi Bambu untuk Mendukung Penerapan Co-firing pada Pembangkit Listrik Jawa Bali
Hamdan Dwi Rizqi;
Harus Laksana Guntur;
Ary Bachtiar Krishna Putra;
Tri Vicca Kusumadewi;
Arman Hakim Nasution;
Puti Sinansari;
Fredy Kurniawan
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.056 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.277
Untuk menunjang penerapan co-firing salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menyiapkan keterediaan sumber daya biomassa dalam jumlah besar. Biomassa yang cukup potensial di Indonesia adalah Bambu. Bambu adalah salah satu produk hutan bukan-kayu yang dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, Untuk mendukung pemanfaatan bambu sebagai bahan pendukung co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali, maka diperlukan kajian sebagai dasar penentuan kebijakan terkait Potensi Bambu untuk menunjang penerapan co-firing dalam mendukung pembangkit listrik Jawa Bali. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan Untuk mendukung penerapan co-firing tersebut dibutuhkan kurang lebih 9 Juta Ton biomassa/tahun untuk mendukung penerapan Co-Firing di 52 PLTU PLN di Indonesia. Bambu dirasa memiliki potensi yang cukup besar karena memiliki nilai konversi kalor yang cukup tinggi dibandingkan dengan biomassa lainnya. Potensi ini di dukung juga oleh ketersediaannya yang cukup melimpah dan perawatannya yang tidak rumit sehingga sangat berpeluang untuk memenuhi kebutuhan pasokan biomassa untuk mendukung penerapan co-firing pada pembangkit listrik Jawa Bali.
Pengembangan Kualitas Pendidikan SMP di Kalimantan Utara Melalui Pembelajaran Robotik Menggunakan Metode Action Learning STEM
F Faridawati;
Eko Minarto;
Bahtera Indarto;
Muhammad Arif Bustomi;
Nurrisma Puspitasari;
Gontjang Prayitno;
Sudarsono;
Yono Hadi Pramono;
Gatut Yudoyono;
Erna Wati
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (6540.687 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.282
Pendidikan mempunyai peran yang amat penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Adanya pandemi Covid 19, telah membuka mata semua pihak bahwa pendidikan di Indonesia masih banyak yang harus dibenahi. Ketidaksiapan infrastruktur sekolah membuat proses pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan oleh pemerintah menciptakan beberapa masalah baru, banyak anak putus sekolah karena kesulitan mengikuti pembelajaran online yang memakan waktu hampir dua tahun. Sebagai salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dibuat kurikulum bebasis teknologi dan literasi. Proses pembelajaran difokuskan pada kelas yang interaktif, dimana siswa harus memiliki kompetensi berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kerjasama (4K). Pembelajaran robotik menjadi salah satu pilihan untuk bisa mendapatkan komponen penilaian siswa terkait kompetensi 4K. Pelatihan pembelajaran robotik ini diberikan kepada 33 guru IPA tingkat SMP se-kota Tarakan. Dari hasil survey setelah pelatihan sebanyak 79% peserta menyatakan bahwa pelatihan robotik ini sangat bermanfaat dan menunjang pembelajaran sehingga bisa diterapkan di sekolahan, 18% menyatakan bermanfaat namun kurang menunjang pembelajaran, dan 3% menyatakan bermanfaat namun tidak bisa menunjang pembelajaran sehingga sulit untuk diterapkan sebagai pembelajaran di sekolah. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan bisa memberikan dampak pengembangan kualitas pendidikan bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di luar pulau Jawa, yang secara kondisi baik fasilitas, guru pengajar, dan program kurikulum sekolah masih tertinggal dengan sekolah di pulau Jawa.
Pemanfaatan Sampah Organik untuk Produksi Biogas di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember dengan Melibatkan Narapidana
Maktum Muharja;
Rizki Fitria Darmayanti;
Ditta Kharisma Yolanda Putri;
Atiqa Rahmawati
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1833.399 KB)
|
DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.443
Kabupaten Jember memiliki Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas II A yang berlokasi di tengah kota Jember. Sampah yang dihasilkan di Lapas cukup banyak. Jumlah sampah yang dihasilkan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penghuni Lapas. Namun, jika sampah yang ada tidak dimanfaatkan dengan baik akan langsung mencemari lingkungan. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah mendapatkan sumber energi baru agar lebih ekonomis. Solusi tersebut dilakukan dengan cara melaksanakan pengabdian berupa pemasangan perangkat pengolah biogas untuk Lapas Jember serta sosialisasi dan demonstrasi penggunaan alat. Metode yang dilaksanakan yaitu dengan cara survey, instalasi alat, dan pelaksanaan sosialiasi. Pengabdian ini menghasilkan teknologi tepat menggunakan alat fermentor biogas, dengan bahan baku yang dimasukkan ke dalam fermentor berupa sampah organik, air, dan rumen (kotoran sapi). Uji coba alat fermentor tersebut telah menghasilkan biogas dan dapat disosialisasikan kepada penghungi Lapas Klas IIA Jember.