cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2024)" : 25 Documents clear
Implementasi Photovoltaic On-Grid guna Meminimalisir Pemadaman Listrik Bergilir serta Jaringan Telekomunikasi di Pulau Bawean Wibowo, Rony Seto; Penangsang, Ontoseno; Aryani, Ni Ketut; Mukti, Prasetiyono Hari; Pamuji, Feby Agung; Mardiyanto, Ronny
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.795

Abstract

Bawean yang berada di 135 km dari utara Kabupaten Gresik adalah kepulauan dengan luas wilayah 197,42 km2. Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat sepanjang tahun, beban listrik yang harus ditanggung juga semakin meningkat. Kecamatan Sangkapura di Pulau Bawean memiliki jumlah pengguna listrik mencapai 17.112 orang. Akan tetapi, dengan pembangkit konvensional, penduduk Bawean kesulitan dalam segi ekonomi dan ketersediaan bahan bakar. Upaya peningkatan kapasitas dari pembangkit perlu ditingkatkan sebab pemadaman listrik merugikan perekonomian dari warga setempat. Energi terbarukan seperti energi surya dapat menjadi salah satu pembangkit alternatif karena pulau Bawean memiliki potensi energi surya yang besar dengan rata-rata intensitas radiasi matahari sebesar 5,5 kWh/m2/hari. Hal ini menjadikan Pulau Bawean sebagai salah satu daerah yang berpotensi untuk pengembangan energi surya. Di samping itu, masyarakat Bawean masih kesulitan mengakses layanan telekomunikasi akibat penyediaan akses internet yang belum merata, khususnya penyedia WiFi yang sangat jarang ditemui. Seiring dengan berkembangnya teknologi seputar energi baru terbarukan dan telekomunikasi, pengaplikasian teknologi tepat guna diperlukan di daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah memasang photovoltaic dengan tipe hybrid untuk menyuplai energi yang dibutuhkan oleh modem WiFi guna menunjang kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, beban yang dapat disuplai adalah berupa sebuah masjid, mengingat 100% penduduk Pulau Bawean memeluk Agama Islam. Dengan demikian, maka pelaksanaan kegiatan peribadatan tidak terganggu oleh adanya pemadaman bergilir.
Dendeng Olahan Ikan Laut dan Tawar Bernilai Ekonomis dan Bergizi Tinggi Potensi Daerah Kapas Krampung Surabaya Wahyudi, Suhud; Widiana, Muslichah Erma; Adityo, R. Dimas; Surjanto, Sentot Didik; Hanafi, Lukman
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.800

Abstract

Mitra pada program pengabdian ini adalah IKM Nelayan Q yang dimiliki oleh Siti Chotimah. Toko dan tempat produksi berada di Jl. Kapas Krampung No.45 Surabaya. Tujuan dari program ini adalah menciptakan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi wisata kenjeran dengan melakukan inovasi produk seperti dendeng dan abon aneka rasa dari ikan laut maupun ikan tawar. Peningkatan produk kearifan lokal diharapkan menjadi bagian peningkatan ekodaya daerah pesisir Kenjeran Surabaya. Permasalahan yang ada yakni proses produksi pada penghalusan bumbu dan daging ikan selama ini masih secara konvensional, proses pengeringan dendeng menggunakan sinar matahari, pemasaran produk dendeng masih terbatas, merk mitra masih kurang dikenali dan tidak mudah ditemukan oleh calon konsumen, manajemen usaha belum diterapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian yakni pelatihan, pendampingan, penggunaan dan perawatan penggunaan mesin pelumat (chopper), mesin pengering (oven). Memberikan pelatihan dan pendampingan ekonomi kreatif dan inovasi pembuatan produk dan dipasarkan secara e-marketing. Memberikan pelatihan, serta pemahaman manajemen dan entrepreneurship yang aplikatif. Sehinga mitra memiliki skill entrepreneur dan mampu menjawab tantangan masa depan berdasar IPTEK, fungsi manajemen dan fungsi operasional manajemen, serta muncul wirausaha baru.
Proses Sertifikasi Halal Self Declare di Sentra Wisata Kuliner Convention Hall Surabaya dan UMKM di Wilayah Benowo Surabaya: Studi Perbandingan: Analisis Perbandingan Proses Sertifikasi Halal Self-Declaring di Sentra Wisata Kuliner Convention Hall Surabaya dan UMKM di Benowo Surabaya Nasori, Nasori; Puspitasari, Nurrisma; Saifuddin, Saifuddin; Gunawan, Setiyo; Rubiyanto, Agus
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.803

Abstract

Sertifikasi halal adalah serangkaian proses untuk memperoleh sertifikat halal, sedangkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri adalah fatwa tertulis Majelis Ulama Indonesia yang menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam. Pendampingan sertifikasi halal dilakukan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berada pada Sentra Wisata Kuliner (SWK) Convention Hall dan UMKM di daerah Benowo. Tahapan pendampingan Sertifikasi Halal di Convention Hall meliputi 5 tahap yaitu musyawarah bersama pengurus Sentra Wisata Kuliner Convention Hall Surabaya, pendataan UMKM yang mengikuti program sertifikasi halal, pendampingan dalam melakukan pengisian website oss dan sihalal, proses verifikasi dan validasi (verval) di tempat produksi setiap UMKM, dan terakhir proses penerbitan sertifikat halal oleh Komite Fatwa Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Jawa Timur. Sedangkan tahapan pendampingan Sertifikasi Halal di Benowo meliputi 4 tahap yaitu sosialisasi dan pendataan UMKM yang mengikuti program sertifikasi halal, pendampingan dalam melakukan pengisian website oss dan sihalal, proses verifikasi dan validasi (verval) di tempat produksi setiap UMKM, dan terakhir proses penerbitan sertifikat halal oleh Komite Fatwa BPJPH Jawa Timur. Untuk sentra wisata kuliner Convention Hall Surabaya hanya 4 UMKM yang telah masuk proses komite fatwa. Sedangkan, UMKM di wilayah Benowo total ada 10 UMKM atau keseluruhan UMKM telah berhasil masuk ke proses komite fatwa dan menunggu sertifikat halal terbit.
Pengembangan Bisnis Digital Terpadu untuk UMKM dengan Eco-Friendly Product sebagai Akselerasi Green Economy ER, Mahendrawathi; Febrianti, Nur Aida; Daffa, Bariqi Raihan; Amalia, Shinta; Muhammad, Ghifary; Nurkasanah, Ika; Suryani, Erma; Mudjahidin; Wibisono, Arif
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.804

Abstract

Kemajuan teknologi digital memberikan dampak terhadap perkembangan bisnis UMKM. Saat ini semakin banyak UMKM yang peduli dengan keberlanjtan dengan menekankan pada produk-produk mereka yang ramah lingkungan (eco-friendly products). UMKM tersebut menjadi salah satu solusi untuk mendorong akselerasi green economy. Penggunaan produk ramah lingkungan dapat membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan iklim, sementara bisnis digital dapat membantu mempercepat pertumbuhan UMKM dengan memperluas jangkauan pasar. Permasalahan yang muncul sekarang yakni masih sedikitnya UMKM eco-friendly yang memanfaatkan teknologi dengan optimal dalam proses promosi produknya. Salah satu UMKM tersebut adalah Shantika Fashion yang memiliki produk fashion eco-print. Atas permasalahan tersebut, perlu diimplementasikannya konsep pemasaran melalui media sosial dan penjualan pada e-commerce untuk meningkatkan brand awareness, mendapatkan umpan balik, serta membangun hubungan dan memudahkan interaksi dengan pelanggan. Hal ini dilakukan dengan metode design thinking yang berfokus pada pengembangan pemasaran berdasarkan kondisi nyata yang terjadi pada Shantika Fashion. Pada penerapannya, Shantika Fashion mengalami peningkatan pengikut media sosial hingga 250% dan menjangkau lebih dari 16.000 akun. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan kemudahan untuk Shantika Fashion dalam menyampaikan produk dan kegiatan yang diikuti ke masyarakat yang lebih luas melalui media sosial.
Optimalisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Pelatihan Dasar Manajemen di Desa Duri Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Setyowati, Endah; Mustofa, Al Hilalul; Yuliawan, Dwi; Astuti, Eka Nurwidi; Mahasti, Helda Sri Gana Duwi
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.806

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran yang signifikan dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan penciptaan lapangan kerja, UMKM juga memiliki peran penting dalam distribusi manfaat pembangunan dan berfungsi sebagai pendorong utama dalam menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat nasional. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menemukan aset yang ada di Desa Duri, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dimana terdapat potensi berkembangnya UMKM. Pengabdian masyarakat ini menerapkan pendekatan ABCD (Asset Based Community-driven Development) dengan langkah-langkah meliputi proses inkulturasi, discovery, design, define, dan reflection. Langkah yang diambil dalam mengoptimalisasi pelaku UMKM di Desa Duri yaitu dengan mengadakan program seminar dan pelatihan dasar manajemen dengan kegiatan tindak lanjut berupa pembuatan dan pengelolaan akun di platform Google Bisnis, sertifikasi label halal, serta inovasi branding produk. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan dasar manajemen berkontribusi positif dalam meningkatkan pendapatan dari usaha mikro di Desa Duri, Ponorogo.
Peningkatan Kompetensi Pembuatan Animasi 2D pada Kru Studio Progresif TV untuk Iklan Pendek di PP Bumi Sholawat Sidoarjo Berbasis Project Based Learning Zikky, Moh; Rante, Hestiasari; Santoso, Tri Budi; Fathoni, Kholid; Sukaridhoto, Sritrusta; Zainuddin, Muhammad Agus; Susanto, Dwi; Sarinastiti, Widi; Anggraeni, Martianda Erste; Dianta, Ashafidz Fauzan; Darmawan, Zakha Maisat Eka; Faradisa, Rosiyah; Aji, Rendra Suprobo
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.809

Abstract

Potensi industri kreatif di indonesia khususnya pada periklanan digital memiliki potensi yang sangat besar. Pada tahun 2023, belanja iklan mencapai $ 2,55 milliar. Saat ini industri periklanan lebih bervariasi, salah satunya dengan mengadopsi konsep animasi. Dengan menggunakan animasi, iklan lebih dinamis dan memiliki daya tarik visual. Namun ketersediaan SDM yang memiliki kompetensi di bidang animasi periklanan saat ini sangat terbatas. Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, melalui Departemen Teknologi Multimedia Kreatif, Program Studi Teknologi Rekayasa Multimedia melakukan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan pembuatan Iklan berbasis animasi 2D pada Progressive TV PP Bumi Sholawat Sidoarjo. Diharapkan dengan pelatihan ini mampu meningkatkan kompetensi SDM talenta digital di Indonesia Khususnya di Sidoarjo.
Pemrosesan Limbah Kotoran Ternak Sapi Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar Astuti, Fahmi; Fatimah, Iim; Silvia, Linda; Purwaningsih, Sri Yani; Cahyono, Yoyok
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.810

Abstract

Slumbung merupakan salah satu desa di Kabupaten Blitar yang sebagian besar masyarakatnya memiliki profesi sebagai peternak sapi, sehingga dari sekian banyak sapi yang dipelihara mengakibatkan penumpukan limbah kotoran sapi. Apabila limbah kotoran sapi tidak ditangani akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar, sehingga diperlukan upaya untuk pengolahan limbah kotoran sapi untuk mencegah pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk pemrosesan limbah kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik ramah lingkungan di Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar telah dilaksanakan oleh tim dari Departemen Fisika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Proses fermentasi selama 2 minggu dilakukan dengan mencampurkan kotoran ternak sapi, EM4 (Effective Microorganism 4), molase (tetes tebu), dan trico G. Dari proses fermentasi didapatkan pupuk organik yang tidak basah dan tidak berbau. Pupuk organik yang telah dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian dan dapat dijadikan produk lokal desa yang tentunya sangat berdampak positif pada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Penerapan Integrated Farming Berbasis Zero Waste dalam Mendukung Perekonomian Masyarakat Desa Grenden Putri, Ditta Kharisma Yolanda; Mumtazah, Zuhriah; Sari, Difka Augustina Diana; Widjatma, Ridho Rahadina; Saputra, Ilham
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.811

Abstract

Beberapa masalah dalam bidang pertanian di Indonesia berdampak negatif terhadap indeks ketahanan pangan. Sistem akuaponik dapat mengatasi hal tersebut karena sistem ini menghasilkan ikan dan tanaman dengan ramah lingkungan sehingga memungkinkan proses instalasi yang mudah. Desa Grenden yang terletak di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, sebagian wilayahnya masih tergolong lahan sawah produktif namun minat pemuda bekerja di bidang pertanian kurang. Permasalahan lain yaitu pabrik sedang melakukan pengurangan tenaga kerja secara besar-besaran yang menyebabkan banyaknya pemuda yang awalnya sebagai buruh kasar di pabrik menjadi pengangguran. Hal ini yang mendasari tim pengabdian dari Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember untuk melakukan sosialisasi mengenai penerapan sistem akuaponik. Berdasarkan hasil diskusi dengan mitra terkait permasalahan yang dihadapi, kegiatan ini menggunakan metode sosialisasi dan pendampingan dalam menerapkan integrated farming berbasis zero waste yaitu dengan konsep pertanian akuaponik. Metode kegiatan yang dilakukan, yaitu memberikan sosialisai mengenai penerapan pertanian terpadu dengan sistem akuaponik. Sosialisasi dilakukan agar karang taruna Desa Grenden mampu menciptakan peluang usaha yang dapat diterapkan. Hasil sosialisasi menunjukkan bahwa masyarakat Desa Grenden memahami konsep mampu menerapkan sistem akuaponik.
Pembuatan Pupuk Organik Menuju Peningkatan Produktivitas Lahan Pertanian Desa Pandanan Kabupaten Bangkalan Utama, Widya; Wihardjaka, Anicetus; Viandari, Nourma Al; Warnana, Dwa Desa; Lestari, Wien; Komara, Eki; Imaaduddiin, Muhammad Hafiizh; Indriani, Rista F.; Garini, Sherly A.; Putra, Dhea P. N.; Ramadhani, Annisa V.
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.814

Abstract

Salah satu wilayah pertanian aktif di Kabupaten Bangkalan adalah Desa Pandanan. Tingginya potensi degradasi lahan di Desa Pandanan menjadikan upaya mitigasi degradasi lahan harus segera dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pengabdian kepada masyarakat (abmas) oleh tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan Badan Riset Inovasi Nasional terkait optimasi kesuburan lahan pertanian. Kegiatan abmas yang dilakukan berfokus pada tiga tahap utama yakni: (1) Sosialisasi/penyuluhan terkait pentingnya optimasi kesuburan lahan pertanian berbasis data (satelit dan validasi lapangan), (2) penyuluhan/sosialisasi terkait penggunaan pupuk organik berbahan dasar limbah peternakan lokal Desa Pandanan, dan (3) pelatihan serta pendampingan pembuatan pupuk organik. Hasil sosialisasi dan pelatihan menunjukkan bahwa kelompok tani Harapan Jaya 1, Desa Pandanan mampu mengolah limbah peternakan setempat menjadi pupuk organik, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian petani dan masyarakat terhadap input pertanian, sehingga dapat mengoptimalkan kesuburan tanah seiring waktu dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang memiliki potensi mencemari lingkungan khususnya lahan pertanian. Kedepan secara bertahap diharapakan dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian dan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya para petani Desa Pandanan Kabupaten Bangkalan.
Pemanfatan Teknologi Trash Can-Composter (TCC) Berbasis Zero Waste dalam Pengolahan Sampah Organik Penghasil Kompos Amini, Helda Wika; Syarifah, Ratna Dewi; Maulina, Wenny; Shofa, Ghaitsa Zhahira; Sholihah, Athaya Farras; Prasetyani, Tiana Febrianti Eka; Ma'rifah, Binti Ni'matul
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.821

Abstract

Desa Tanah Wulan menjadi sasaran dalam menerapkan gagasan terletak di Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur. Ketertarikan dalam menerapkan gagasan ini karena faktor dari Desa Tanah Wulan tidak memiliki fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA), tempat pembuangan sampah (TPS), bahkan sebagian penduduk yang tidak memiliki tempat sampah memadai di rumah karena tingkat ekonomi dan kesejahteraan yang masih rendah. Permasalahan tersebut memicu penduduk membuang sampah rumah tangga ke lahan kosong, sungai, dan dibakar. Selain itu, penduduk dengan mayoritas mata pencarian sebagai petani, ketika musim panen penduduk serempak membuang sampah jerami dengan cara dibakar. Penduduk belum menyadari manfaat sampah organik. Melihat permasalahan Desa Tanah Wulan, dibuatlah alat yang mendukung agar digunakan oleh para penduduk dalam membuat pupuk kompos organik. Kegiatan pengabdian meliputi (1) kaderisasi ibu rumah tangga; (2) sosialisasi manajemen sampah, (3) sosialisasi cara pembuatan pupuk kompos dan praktek penggunaan alat TCC, (4) evaluasi. Hasil pengabdian ini adalah adanya 13 ibu rumah tangga yang bergabung pada program ini sebagai sebagai kader peduli lingkungan yang diketuai oleh Ibu Asnawati. Selanjutnya ibu-ibu telah memahami cara pemilahan sampah dan mampu memanfaatkan sampah organik menjadi kompos dengan bantuan alat Trash Can Composter (TCC).

Page 2 of 3 | Total Record : 25