cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 622 Documents
Analisis Efektivitas Pelatihan Singkat 3D Modelling, 3D Scanning, dan 3D Printing pada Siswa SMA Achmad Syaifudin; Muhammad Khoirul Effendi; Agus Sigit Pramono; Yusuf Kaelani; Julendra Bambang Ariatedja; Dinny Harnany; Yohanes
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.522 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.283

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0, teknologi cetak tiga dimensi (3D printing) sedang berkembang pesat. Di Taiwan dan Korea Selatan, siswa sekolah menengah telah memiliki kemampuan menjalankan 3D printing. Sebaliknya di Indonesia, lulusan sekolah menengah belum memiliki kompetensi sejenis. Oleh sebab itu, tim Pengabdian Masyarakat dari departemen Teknik Mesin ITS memberikan pengenalan dasar teknologi cetak 3D untuk meningkatkan kompetensi siswa sekolah menengah. Pelatihan ini diberikan secara singkat kepada 29 siswa SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung dengan persentase 25% berupa pemberian teori dasar dan 75% berupa praktik mengerjakan proses 3D modelling-scanning-printing. Berdasarkan analisis kuantitatif, pemahaman peserta meningkat sebesar 35.05% untuk materi 3D modelling dan 22.55% untuk materi 3D scanning dan printing. Adapun berdasarkan analisis kualitatif, hasil pencetakan produk 3D dengan metode 3D printing yang dikerjakan oleh peserta sudah cukup bagus. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan singkat selama dua hari mampu meningkatkan kompetensi siswa SMA dalam memahami dasar teknologi manufaktur 3D printing.
“Smart Room” Media Peraga Sains yang Edukatif dan Interaktif Guna Menunjang Pembelajaran Tematik di SDN Garahan 1 Jember Nur Fadhilah; Doty Risanti; Ruri Agung Wahyuono; Dyah Sawitri; Lizda Mawarani; Zulkifli Abdullah; Maktum Muharja
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (935.966 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.286

Abstract

Pada pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran secara aktif sehingga memperoleh pengalaman langsung untuk dapat menemukan pengetahuan yang dipelajarinya secara mandiri. Namun, di SDN Garahan 1 Jember proses pembelajaran tematik masih menggunakan metode konvensional yang bersumber dari buku dan hanya mentranfer pengetahuan atau pikiran guru kedalam pikiran siswa. Akibatnya siswa di kelas secara umum terlihat pasif, aktivitas siswa lebih banyak mencatat dan mendengarkan guru. Oleh karena itu, pada program pengabdian masyarakat ini dibuat alat bantu pembelajaran berupa “Smart Room” media peraga sains guna menunjang pembelajaran tematik di SDN Garahan 1 Jember. Alat peraga dirancang mengikuti standar kompetensi dan materi pokok pada silabus pelajaran Tematik kurikulum 2013. Pada setiap alat peraga terdapat modul yang berisi tentang petunjuk penggunaan, penjelasan ilmiah mengenai fenomena yang terjadi, beberapa pertanyaan dan sebuah artikel. Alat peraga dapat digunakan guru saat proses belajar mengajar dan dapat diakses dengan mudah oleh para siswa. Dengan adanya media peraga tersebut guru dapat lebih muda dalam penyampaian materi dan mempercepat dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan rasa keingintahuan dan minat belajar  siswa, serta merangsang daya fikir dan nalar siswa.
Pengolahan Serat Nanas Menjadi Material Komposit di Desa Satak Kabupaten Kediri Soeprijanto Soeprijanto; Niniek Fajar Puspita; Eva Oktavia Ningrum; Afan Hamzah; Achmad Dwitama Karisma; Saidah Altway; Agung Subyakto
Sewagati Vol 6 No 4 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1993.025 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i4.289

Abstract

Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri terletak di kaki Gunung Kelud di Provinsi Jawa Timur merupakan penghasil buah nanas yang memiliki rumpun tanaman nanas yang cukup banyak dan dijadikan sebagai sumber penghasilan utama. Setelah buah dipanen, limbah pohon nanas hanya dibiarkan menumpuk di sekitar lahan tanpa diolah, sehingga menjadi masalah bagi petani pasca panen. Selain itu, karena limbah daun nanas tidak dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak, masyarakat biasanya hanya membakar limbah daun nanas, sehingga dapat menimbulkan polusi udara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan upaya nyata untuk mengolah limbah daun nanas menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi mata pencaharian alternatif bagi masyarakat. Pada kegiatan abmas TTG berbasis produk ini, Tim abmas telah merancang dan membuat mesin degumming dan mesin cutting sebagai alat pengolahan limbah daun nanas. Alat degumming berfungsi untuk menghilangkan gum atau getah yang terkandung dalam serat kasar dan menghasilkan serat yang lebih halus, sedangkan alat cutting berfungsi untuk menghasilkan potongan serat halus dengan ukuran tertentu. Potongan serat halus ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan biokomposit. Pelaksanaan kegiatan abmas TTG ini melibatkan kegiatan KKN abmas mahasiswa dalam sosialisasi pengoperasian alat dan pemasaran produk yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Karang Taruna, Perangkat Desa Satak, Staf-staf KepalaKecamatan Puncu, dan Kepala Balitbangda Kabupaten Kediri. Setelah dilakukan sosialisasi, dilakukan penyerahan alat kepada masyarakat Desa Satak yang diwakili oleh perangkat Desa Satak dengan harapan dapat digunakan untuk mengatasi limbah daun nanas serta dapat mengembangkan dan memasarkan produk di masa depan.
Evaluasi Kehalalan dan Personal Hygiene Penjual Makanan/Jajanan di Sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang Eko Minarto; Sudarsono; Faridawati; Sri Yani Purwaningsih
Sewagati Vol 6 No 5 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.386 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i5.291

Abstract

Di hampir semua daerah di negara Indonesia, banyak sekali kita temui penjual makanan/jajanan yang berjualan secara bebas di tempat-tempat seperti lingkungan sekitar sekolahan, sekitar pabrik, perkantoran, dan juga disekitar pondok pesantren. Semakin banyaknya ragam makanan yang dijual memunculkan kompetisi antar penjual, yang secara tidak langsung persaingan ini berpengaruh terhadap kehalalan, kualitas dan keamanan makanan yang di jual. Efek ketidaktahuan para penjual menjadi penyebab timbulnya masalah kesehatan dengan efek jangka panjang dapat menyebabkan penyakit kanker dan tumor. Tujuan kegiatan abmas ini adalah untuk mengevaluasi dan memberikan rekomendasi personal hygiene penjual makanan/jajanan di sekitar pondok pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Kegiatan dilaksanakan pada 20-21 Oktober 2021. Hasil observasi menemukan hampir semua penjual makanan/jajanan ditemukan tidak memenuhi standar personal hygiene yang baik. Solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah memberikan penyuluhan aktif kepada para penjual tentang konsep kehalalan suatu produk dan proses pengolahan makanan yang sehat dan hygienis serta memberikan rekomendasi kepada Dinas Kesehatan kabupaten Jombang untuk berperan aktif memberikan edukasi kepada para penjual makanan/jajanan.
Pemanfaatan Pompa Air-PLTS UNTUK Pemenuhan Ketersediaan Air Penyiram Tanaman pada Program Ecogarden SDIT Al Uswah Ontoseno Penangsang; Suwito; Adi Soeprijanto; Ni Ketut Aryani
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.515 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.292

Abstract

Surabaya Eco School adalah program lingkungan hidup berkelanjutan bagi seluruh sekolah di Surabaya yang di Tahun 2014 bertema Konservasi Air. Karena kegiatan ini sangat sejalan dengan salah satu misi sekolah, yaitu membentuk karakter siswa untuk peduli lingkungan, maka SDIT Al Uswah Surabaya sangat antusias dalam mengikutinya. Berkat kerja keras, kesungguhan dan komitmen dari seluruh elemen sekolah yang seolah tanpa jeda pedulinya terhadap lingk ungan sekolah, SDIT Al Uswah menerima penghargaan sebagai juara keempat Surabaya Eco School (SES) tingkat SD se Surabaya Tahun 2014. Dalam rangka mewujudkan program ECOGARDEN maka pihak SDIT Al Uswah Surabaya merencanakan pembangunan kebun hijau pada lantai paling atas gedung sekolah yang tidak termanfaatkan. Dan air pembuagan bekas wudlu akan dimanfaatkan sebagai penyiram tanaman pada kebun hijau tersebut. Tetapi terdapat kendala teknis mengenai mengenai penyaluran air buangan tersebut. Sehingga dirancang sebuah pompa surya, sebagai salah satu solusi dan sekaligus memberikan nilai pembelajaran dan penguaatan mengenai program ECOGARDEN di SDIT Al Uswah Surabaya tersebut. Dalam pelaksanannya program ECOGARDEN mencapai 80 % keberhasilan rencana program. Ketecapaiana tersebut terdiri Peralatan teknis yang diataranya adalah pompa air, panel surya dengan sistem pendukungnya, box panel yang dirancang khusus untuk sarana edukatif, tangki penampungan serta sistem pengolahan air bekas wudlu dan sungai pun telah dirancang. Sehingga didalam program ini, telah sampai pada tahap siap implementasi pada Mitra yakni SDIT Al Uswah Surabaya. Dalam rencana kedepannya, akan dilaksanakan beberapa hal yang initinya adalah pemasangan perlatan pompa air tenaga surya serta pelaksanaan sosialisasi kepada guru- -guru di SDIT Al Uswah Surabaya mengenai cara penggunaan serta perawatan teknologi tersebut sehingga dapat memberikan pembelajaran yang harapannya dapat diteruskan kepada para siswa – siswi dan menjadi materi pembelajaran baru di SDIT Al Uswah Surabaya tersebut.
Implementasi Sistem Pembangkit Listrik dari Limbah Cair Mesin Cuci untuk Mereduksi Pencemaran Lingkungan dan Meningkatkan Efisisensi di Umkm Gd Laundry Keputih Surabaya Purwadi Agus Darwito; Tutug Dhanardono; Heri Joestiono; Roekmono; Totok Soehartanto; Arief Abdurrakhman; Nur Laila Hamidah
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.459 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.293

Abstract

Banyaknya limbah usaha laundry yang tidak dikelola dengan baik dapat mencenari lingkungan. Salah satu usaha laundry di Surabaya yang juga menjadi mitra dalam Program ini adalah UMKM GC Laundry. UMKM ini berlokasi di Keputih Surabaya. Tiap harinya laundry ini melakukan pencucian pakaian sekitar 25 kg dengan 2 mesin cuci. Berdasarkan observasi, limbah cair yang dikeluarkan sekitar 15 liter/ hari. Hal ini dapat merusak ekosistem di sekitar laundry. Pada sisi yang lain mitra juga masih belum efisien dalam penggunaan listrik yang selama ini dapat menurunkan pendapatan per bulan. Oleh sebab itu dirancang suatu sistem pembangkit listrik dengan prinsip elektrokimia dengan larutan elektrolit dari limbah cair mesin cuci. Proses perancangan dari pembangkit listrik ini sebagian sudah terselesaikan. Proses pemilihan bahan untuk proses elektrokimia adalah menggunakan tembaga dan kawat penghantar untuk menunjukkan besarnya beda potensial. Proses assembly dilakukan pada dua wadah yang berisi dua larutan limbah laundry, setelah itu dilakukan pengukuran dengan menggunakan multimeter dan diperoleh besarnya energy listrik yang dihasilkan sebesar 0,549 V. Nilai ini masih terlalu kecil. Untuk itu perlu dilakukan susunan seri dengan wadah yang lebih banyak lagi untuk menghasilkan energi listrik yang lebih besar. Pada pengujian yang telah dilakukan, dihasilkan nilai secara berurutan adalah nilai tegangan listrik yang merupakan output dari sistem ini adalah 0,3 volt pada volume 200 ml; 0,5 volt pada volume 400 ml; 0,6 volt pada volume 600 ml, dan 0,7 volt pada volume 800 ml. Publikasi dilakukan Seminar Material, Instrumentasi, Pembelajaran, Dan Aplikasinya (Semipa 2016) yang diadakan oleh Fisika FMIPA ITB, dengan judul “Studi Eksperimental Pengaruh Volume Air Limbah Laundry terhadap Sistem Penghasil Tegangan Listrik Menggunakan Metode Elektrokimia”.
Pembuatan Biogas dari Kotoran Sapi Menggunakan Biodigester di Desa Jumput Kabupaten Bojonegoro Soeprijanto; Suprapto; Danawati Hari; Niniek Fajar Puspita; Lily Pudjiastuti; Budi Setiawan; Warlinda Eka Triastuti; Achmad Ferdiansyah; Nurlaili Humaidah; Arino Anzip
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.926 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.294

Abstract

Di desa Jumput Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, kebanyakan masyarakatnya hidup bertani dan berternak sapi. Terutama pada masyarakat yang berternak sapi, mereka mempunyai kendala dalam pembuangan limbah kotoran sapi, karena banyak limbah yang dihasilkan, sehingga kebanyakan mereka membuang limbah ke sembarang tempat dan belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah banyak dibuang ke sungai, sehingga pada musim hujan akan menimbulkan banjir karena terjadi penumpukan padatan dan juga akan mencemari air sungai yang menjadi tidak baik pada kesehatan manusia dan hewan. Untuk mengatasi buangan limbah kotoran sapi tersebut, maka limbah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan, salah satunya adalah biogas. Biogas yang dihasilkan nanti akan dimanfaatkan oleh masyarakat di desa Jumput untuk keperluan masak di dapur dan untuk penerangan. Biogas adalah merupakan salah satu bioenergi yang dihasilkan melalui proses fermentasi biomassa dengan bantuan aktifitas mikroorganisme. Proses fermentasi dalam pembentukan biogas dilakukan dalam biodigester dengan mengumpankan limbah kotoran sapi dan dicampur dengan air dengan komposisi tertentu. Proses fermentasi umumnya memerlukan waktu cukup lama sekitar 14-21 hari untuk menghasilkan biogas. Sebelum di implementasikan ke lapangan, kegiatan pembuataan biogas sering dilakukan di laboratorium Pengolahan Limbah Industri, Program Studi DIII Teknik Kimia FTI-ITS menggunakan berbagai bahan baku. Hasil luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah berupa alat biodigester bekerja secara semi kontinyu
Identifikasi Kandungan Boraks dan Formalin pada Makanan dengan Menggunakan Scientific Vs Simple Methods Siti Nurkhamidah; Ali Altway; Sugeng Winardi; Achmad Roesyadi; Yeni Rahmawati; Siti Machmudah; Widiyastuti; Tantular Nurtono; Siti Zullaikah; Lailatul Qadariyah
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.063 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.295

Abstract

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan bahan makanan yang tidak mudah rusak, boraks banyak sekali digunakan dalam industri makanan, seperti: dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, tahu, bakso, sosis, dan lain-lain. Selain boraks, formalin juga banyak digunakan sebagai bahan pengawet makanan. Padahal zat-zat kimia tersebut merupakan bahan beracun dan bahan berbahaya bagi manusia sehingga sangat dilarang digunakan sebagai bahan baku makanan. Oleh karena itu, diperlukan metode identifikasi yang sederhana (simple method) untuk kedua bahan berbahaya tersebut dalam makanan. Sehingga, dapat dilakukan oleh konsumen terutama para ibu rumah tangga dengan mudah. Untuk menguji validitas dari simple method tersebut, maka hasil ujinya perlu dibandingkan dengan scientific method. Hasil uji kandungan boraks pada makanan dengan menggunakan simple method telah dilakukan di Laboratorium dan hasil uji menunjukaan bahwa dari 28 sampel yang di uji, ada dua sample yang positif mengandung boraks. Hasil dari metode nyala api yang merupakan scientific method untuk uji kandungan boraks menunjukkan hasil yang sama dengan hasil uji menggunakan simple method. Sedangkan pada uji formalin, baik menggunakan scientific method menunjukkan hasil bahwa terdapat tujuh sampel yang positif mengandung formalin dari 28 sampel yang diuji dan sebagian besar sampel tersebut merupakan ikan asin. Hasil dari uji tersebut telah disosialisasikan kepada masyarakat sekitar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yaitu ibu-ibu PKK di Perumahan Sukolilo Dian Regency RT 8 dan 9, RW 2 Kelurahan Keputih Kecamatan Sukolilo Surabaya pada 26 Juni 2016 dan dilakukan sosialisasi kedua pada tanggal 30 Juli 2016 untuk melihat tingkat keberhasilan dan keberlanjutan dari sosialisasi yang pertama.
Pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebagai Pendukung Utama Peternakan Kambing di Dusun Laharpang Desa Puncu Kabupaten Kediri Fakhreza Abdul; Sungging Pintowantoro; Yuli Setiyorini; Rochman Rochiem; Dyah Santhi Dewi
Sewagati Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.144 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v1i1.296

Abstract

Dusun Laharpang adalah dusun terdekat dari puncak Gunung Kelud. Dusun ini terletak di Desa (Kelurahan) Puncu Kecamatan Puncu - Pare Kabupaten Kediri. Karena berada di dekat puncak Gunung Kelud, maka temperatur dan kelembaban di Dusun Puncu ini sangat cocok untuk peternakan kambing. Vegetasi sebagai makanan kambing banyak tersedia serta peluang untuk budidaya Indigofera juga potensial. Program pemberdayaan masyarakat Dusun Kelud sudah dimulai sejak tahun 2014 melalui Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Azhar Peduli Umat (APU). Program tersebut salah satunya ialah pembuatan peternakan kambing, pengeringan cabai dan budidaya tanaman indigofera. Ketiga program tersebut membutuhkan energi listrik untuk menjalankan peralatan-peralatan. Selain itu energi listrik juga diperlukan untuk penerangan jalan dan fasilitas umum Dusun. Kebutuhan energi tersebut merupakan hal yang krusial, mengingat listrik di Dusun Laharpang sangat terbatas. Untuk itu perlu adanya pembangkit listrik skala kecil yang dapat digunakan untuk kemandirian energi masyarakat Dusun Laharpang. ITS melalui Laboratorium Pengolahan Mineral dan Material bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Al Azhar Peduli Umat (APU) berencana untuk memberikan solusi dengan cara pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Pemilihan PLTMH tersebut dikarenakan sumber air di Dusun Laharpang yang cukup deras dan kontinu baik musim penghujan maupun kemarau. Sebelum dilakukan pembangunan PLTMH, terlebih dahulu dilakukan analisa SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang ada di Dusun Laharpang. Melalui pembangunan PLTMH ini diharapkan akan dapat memberikan solusi kepada masyarakat pada permasalahan pemenuhan kebutuhan listrik, tidak hanya mendukung kegiatan perekonomian namun juga mendukung aktivitas masyakarat umum. Di akhir kegiatan, telah dilakukan penyerahan turbin dan generator PLTMH berkapasitas 2,8 kW. Untuk tahun berikutnya, akan dilakukan instalasi perpipaan dan kelistrikan untuk mendukung PLTMH.
Konsep Promosi Kampung Wisata Dolly Melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelompok Karang Taruna Di Kelurahan Putat Jaya Eka Dian Savitri; Kartika Nuswantara; Ni Gusti Made Rai
Sewagati Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.93 KB)

Abstract

Salah satu cara membangun citra positif eks lokalisasi Dolly adalah dengan mempromosikannya sebagai kampung wisata edukasi. Upaya mempromosikan kampung wisata membutuhkan peran dan keterlibatan kelompok pemuda karang taruna. Mereka diharapkan dapat berperan sebagai agen promosi dan pengelola bisnis perjalanan wisata Dolly. Oleh karena itu, pelatihan peningkatan kapasitas dilakukan agar karang taruna memiliki persiapan dalam mengelola bisnis perjalanan wisata. Konsep pelatihan bersifat andragogi, bertujuan memberi gambaran dan pengalaman nyata dalam mengonsep, mengelola, dan memandu kawasan wisata Dolly. Pelatihan dibagi menjadi dua kegiatan yaitu: pertama, kegiatan pelatihan memandu dan mengelola bisnis perjalanan wisata Dolly. Kegiatan kedua berupa praktik perjalanan wisata Dolly. Luaran pengabdian berupa modul pelatihan Mengelola dan Memandu Bisnis Perjalanan Wisata Dolly. Hasil kegiatan pengabdian yaitu (1) peserta mampu mengidentifikasi potensi wisata di Dolly, (2) peserta mampu menyusun konsep perjalanan wisata Dolly, (3) peserta mampu mengelola perjalanan wisata, dan (4) peserta mampu menyusun konsep pengembangan kawasan wisata Dolly. Konsep pengembangan kawasan wisata Dolly berupa kampung tematik “Kampung Bunga dan Toga”, “Kampung Mural Batik”, “Kampung Kostum”, “Kampung Literasi”, dan “Kampung IT” yang rencananya akan ditawarkan kepada pihak swasta agar dapat direalisasikan. Oleh karena itu, pendampingan lanjutan pengembangan, pengelolaan, dan promosi kawasan wisata Dolly masih dibutuhkan hingga tahun berikutnya.

Page 11 of 63 | Total Record : 622