cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 622 Documents
Redesain Kemasan Bumbu Rujak Manis menjadi Sambelo Dressing untuk Segmen Pasar Gen Milenial dan Gen Z Anny Maryani; Ratna Sari Dewi; Retno Widyaningrum; Arief Rahman; Adithya Sudiarno; Dyah Santhi Dewi; Andyna Aulia Rahma; Feritta Rosa Earlynda; Ikhwan Nur Fatah; Nabila Ramadhani Djatmiko; Nadhifa Qintharani Amira; Aini Milania Adiati; Daniel Chrisdio Dwi Nugroho; Diah Kusuma Indrawati; Leonando Aqilamiki Wijaya; Mochammad Abiyyu Rahmat Agung; Nahdia Amalia Choironi; Prambudi Bagasnanta; Riztasya Qonitah Dewi; Sheilla Della; Zafira Khairunnisa
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1471.694 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.174

Abstract

Generasi Milenial menghabiskan 85% waktunya di depan gadget, cenderung kurang olahraga, dan makan makanan cepat saji dengan nilai gizi rendah. Hal ini memberikan pengaruh kurang baik pada kesehatan. Beragam inovasi makanan dihadirkan sebagai pilihan untuk memenuhi kebutuhan makan. Saat ini banyak bermunculan varian olahan makanan dari luar negeri yang tinggi kalori, namun rendah protein dan vitamin. Salah satunya adalah salad buah yang disajikan dengan mayonaise tinggi kalori, susu tinggi gula, dan keju tinggi lemak. Sedangkan, Indonesia sendiri memiliki cara menikmati buah segar yang menyehatkan, yaitu rujak buah dengan bumbu kacang dan gula merah. Namun, kendala pembuatannya tidak praktis, sehingga kurang diminati. Melihat kondisi ini, Cak Mimin yang merupakan UMKM di Surabaya merintis bumbu rujak manis praktis. Bumbu Rujak Manis Cak Mimin cukup diminati masyarakat, mengingat budaya rujakan umum dilakukan masyarakat. Produk ini hadir dalam kemasan 250 gr dan 500 gr. Guna melebarkan pasar ke Generasi Milenial, maka dilakukan repositioning keunggulan produk. Pengembangan produk dilakukan dengan konsep Kansei Engineering yang mempelajari perilaku dan mendapatkan informasi kebutuhan konsumen. Selanjutnya dikembangkan alternatif pengembangan produk yang sesuai. Harapannya dengan adanya produk baru yang dihasilkan hasil repositioning ini, maka Bumbu Rujak Manis Cak Mimin dapat diterima Generasi Milenial untuk menghadirkan makanan yang sehat dan kaya gizi.
Bawean Innovative Ice Maker For Economist Fish Cooling System (BIM-Fish) Suyanto; Ontoseno Penangsang; Aulia Siti Aisjah; Syamsul Arifin; Katherin Indriawati; Ruri Agung Wahyuono; Bambang Lelono Widjiantoro; Detak Yan Pratama; Luthfansyah Mohammad; Andri Haris Setyawan; Muhammad Khamim Asyari
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1531.403 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.176

Abstract

Pulau Gili timur adalah salah satu pulau yang belum mendapatkan akses listrik, padahal pulau ini dihuni oleh lebih dari 2000 jiwa. Mayoritas penduduk yang mendiami Pulau Gili timur bekerja sebagai nelayan. Tidak adanya listrik di pulau tersebut menyulitkan masyarakat memenuhi kebutuhan sehar-hari, terutama yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Es batu adalah salah satu bahan baku yang biasa digunakan untuk menjaga kesegaran ikan dan memiliki harga yang mahal area tersebut. Oleh karena itu diperlukan suatu inovasi berupa Bawean innovative ice maker for economist fish cooling system (BIM-Fish). Rancang bangun dibuat dengan memanfaatkan energi baru terbarukan dan perangkat kelistrikan untuk membuat es batu nelayan.. Metode peneliitan menggunakan pendekatan implementasi tepat guna sehingga secara langsung dapat memberi dampak pada masyarakat setempat. Pengerjaan BIM-Fish membutuhkan waktu selama 4 bulan samapai tahap peresmian. Pemasangan sistem langsung bertempat di Pulau Gili Timur, Bawean, dengan proses dan target capaian yang telah sesuai dengan perencanaan. Dampak yang diperoleh masyarakat setempat adalah adanya penghematan biaya operasional berupa pembelian es batu untuk kebutuhan pengolahan hasil tangkapan ikan. Besar penghematan tersebut adalah Rp. 450.000,- per-harinya, dengan estimasi sistem dapat bekerja secara optimal lebih dari 2 tahun.
Desain Bisnis Herbal (Minyak Atsiri dan Madu AMKE) Pasca Produksi dalam Upaya Pengabdian kepada Masyarakat Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu Awik Puji Dyah Nurhayati; Noor Nailis Sa’adah; Edwin Setiawan; Dini Adni Navastara; Lissa Rosdiana; Didit Prasetyo
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.446 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.182

Abstract

Desa Oro-oro Ombo memiliki letak yang strategis di dekat Kota Batu dengan kondisi iklim yang sangat mendukung untuk pertanian tanaman herbal. Semakin bertambahnya waktu, terjadi penurunan minat konsumen terhadap produk produk herbal. Penyebab utama terjadinya fenomena ini adalah produk herbal memiliki masa kadaluarsa yang lebih cepat, kemasan yang kurang efektif dan efisien, serta kurangnya promosi sehingga tidak banyak masyarakat yang mengetahui keunggulan suatu produk herbal. Maka dari itu perlu adanya rancangan bisnis untuk meningkatkan nilai jual suatu produk herbal melalui video promosi dan juga pembaruan kemasan dan label. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan mutu produk herbal dalam bidang kesehatan dan perekonomian. Proses kegiatan ini dilakukan dengan membuat Business Model Canvas untuk mengorganisir dan mengontrol jalannya suatu bisnis, kemudian pengembangan upaya promosinya dilakukan dengan iklan berupa video untuk mengenalkan produk herbal AMKE seperti madu serta minyak atsiri roll on} dan gantungan mobil. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebuah luaran berupa video promosi dan juga desain produk beserta kemasan yang baru bagi produk madu, minyak atsiri roll on, dan gantungan mobil.
Pemanfaatan Digital Marketing terhadap Produk Minyak Kayu Putih sebagai Pemberdayaan Masyarakat Desa Dawarblandong Alvida Mustika Rukmi; Nurul Hidayat; Hendro Juwono; Yatim Lailun Ni’mah; Djarot Sugiarso; Ita Ulfin
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3654.778 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.183

Abstract

Tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendra L.) merupakan salah satu sumber penghasil minyak atsiri yang penting bagi industri minyak atsiri di Indonesia dan merupakan produk hasil hutan bukan kayu dengan prospek cukup baik untuk dikembangkan. Kandungan daun kayu putih kering memiliki senyawa yang berfungsi sebagai anti-virus, analgesic, dekongestan, anti-piretik, anti-septik, tonic, anti-inflamasi, anti-oksidan. Desa Dawarblandong Mojokerto mempunyai hutan daun kayu putih. Karakteristik tanahnya kurang bagus untuk pertanian karena cenderung kering, sehingga pohon daun kayu putih dapat menjadi potensi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Jurnal ilmiah ini bertujuan untuk memberikan pelatihan produksi minyak kayu putih dan digital marketing kepada masyarakat desa Dawarblandong. Pembuatan minyak kayu putih ini menggunakan 1 set alat Distiller Portable berkapasitas 20 L dengan 2 metode yaitu menggunakan daun kayu putih yang telah dikeringkan dan daun kayu putih yang belum dikeringkan. Daun minyak kayu putih basah sebanyak 715g didistilasi menghasilkan minyak kayu putih sebesar 3 mL dengan rendemen sebesar 0,38\% dan untuk daun kayu putih kering menghasilkan minyak kayu putih sebesar 4 mL dengan rendemen sebesar 0,56\%. Pengemasan produk menggunakan botol kaca vial sehingga kualitas dari minyak kayu putih dapat lebih terjaga. Pembuatan digital marketing berupa website penjualan adalah untuk mempermudah dalam konsumen melihat dan membeli produk.
Kemitraan Pembangunan Desa untuk Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Waktu Kerja Petani dalam Mencapai Ketahanan Pangan melalui Pemanfataan TTG Transplanter Sistem Jajar Legowo pada Komunitas Petani NU Wilayah Cabang Jatirejo, Mojokerto Liza Rusdiyana; Suhariyanto; Bambang Sampurno; Budi Luwar Sanyoto; Mashuri
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.715 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.185

Abstract

Kelompok Tani ini memiliki tanah mereka sendiri yang terbilang cukup luas per orangnya, akan tetapi keuntungan yang mereka dapatkan dari hasil Tanah (Sawah) mereka sendiri terbilang kurang begitu besar karena ongkos yang begitu besar dalam proses penanaman hingga proses pemanenan padi, dikarenakan untuk memberi upah sekitar Rp. 60.000-, per orang per ru tidak termasuk ongkos Makan dan Rokok kalaupun ada yang merokok sedangkan kapasitas kerjanya untuk satu petak sawah membutuhkan sekitar 3-4 orang dan memakan waktu sehari penuh, sedangkan dengan menggunakan Mesin yang berada dipasaran saat ini membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk menanam 1 hektar sawah dengan ongkos Rp. 150.000-, per ru ( 1 hektar sama dengan 700 ru ). Ditinjau dari segi efisiensi masih terbilang sangat kurang dengan proses tradisional tersebut, sehingga para petani lebih memilih menggunakan mesin penanam padi yang modern tersebut, akan tetapi harga dari mesin mesin tersebut masih terbilang mahal untuk para petani dan harga sewa pun juga masih lumayan menguras kantong para petani. Proses penyemaian, penanaman hingga pemanenan yang sangat sederhana membutuhkan banyak tenaga kerja dan proses waktu yang lama. Hal ini terjadi karena petani masih menggunakan metode tanam konvensional. Komunitas Petani NU Wilayah Cabang Jatirejo saat ini mulai mencoba system jajar legowo. Sistem ini memudahkan petani untuk melakukan ativitas perawatan seperti pembersihan gulma (dadak), pemupukan, serta ternyata dengan system ini jumlah bibit tanam lebih sedikit namun hasil anakan juga bisa lebih banyak. Menurut para teman-teman petani NU ini, aplikasi penggunaan mesin penanm padi juga sangat dibutuhkan. Namun harga mesin baik pembelian maupun sewa sangat memberatkan petani. Selain itu system penanaman bibitnya juga masih sama dengan system tanam konvensional bukan system tanam jajar legowo. Berdasarkan permasalahan inilah, kami mencoba memberikan solusi agar dalam proses penanaman bibit padi ini tidak membutuhkan banyak tenaga, biaya dan waktu yang lama, yaitu dengan menciptakan sebuah alat bantu dengan mengaplikasikan sistem tanam jajar legowo yang dapat dioperasikan secara mudah untuk dapat dioperasikan oleh semua masyarakat petani dengan harapan dapat meningkatkan produktifitas, mempersingkat waktu tanam, hemat biaya serta dapat dikembangkan oleh para petani itu sendiri dengan harga yang cukup terjangkau.
Pemetaan Potensi Airtanah Menggunakan Geolistrik di Daerah Pasca Gempa Studi Kasus Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang Juan Pandu Gya Nur Rochman; Fikri Abdulah; Aditya Manafiska Putra; Ilham Adi Priyambodo; Muhammad Haidar
Sewagati Vol 6 No 3 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2263.606 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i3.186

Abstract

Desa Wirotaman mengalami gempabumi magnitudo 6,1. Kejadian tersebut menyebabkan korban jiwa dan kerugiaan materiil. Didapati juga bahwa pasokan air saat musim kemarau menjadi sedikit, akibat jaringan air bersih yang kurang baik. Agar tidak bergantung pada mata air Gunung Semeru, perlu dilakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan airtanah di Desa Wirotaman. Penyelidikan airtanah dapat dilakukan dengan memanfaatkan parameter resistivitas. Adanya air akan memberikan variasi nilai resistivitas di bawah permukaan. Nilai resistivitas bawah permukaan dapat diukur menggunakan metode geolistrik. Metode geolistrik yang umum diterapkan untuk mendeteksi airtanah adalah Vertical Electrical Sounding. Pengukuran geolistrik VES dilakukan di lima titik, termasuk area yang kekurangan pasokan air. Dilakukan pula survei geologi dan survei sumur untuk mengetahui kondisi hidrogeologi dan kedalaman muka airtanah sebagai penunjang interpretasi hasil VES. Hasil pengukuran didapatkan nilai error sebesar kurang dari 10%. Kedalaman muka airtanah di desa Wirotaman bervariasi, dari 5 meter di sisi utara akuisis hingga 60 meter di sisi selatan daerah akuisisi yang merupakan titik tertinggi desa. Akuifer yang terdapat di Desa Wirotaman diidentifikasi sebagai pasir, yang berada di atas litologi impermeabel seperti lempung dan batuan lava. Rekomendasi pembuatan sumur didapatkan di sisi tenggara daerah survei, yang diperkirakan memiliki kedalaman airtanah dari 11 hingga 40 meter.
Penggunaan Adsorben dalam Pengolahan Limbah Pewarna dari Kerajinan Tenun Ikat di Desa Parengan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan Sebagai Upaya Mengurangi Pencemaran Pewarna di Sungai Bengawan Solo Adi Setyo Purnomo; Hendro Nurhadi; Refdinal Nawfa; Herdayanto Sulistyo Putro; Hamdan Dwi Rizqi; Muhammad Lukman Hakim; Asranudin; Taufiq Rinda Alkas; Alya Awinatul Rohmah; Eka Pratiwi Yuniarti; Badzlin Nabila
Sewagati Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.084 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i1.188

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang pesat di Indonesia saat ini. Selain, menghasilkan produk tekstil, industri juga menghasilkan limbah warna. Desa Parengan yang terletak di Kabupaten Lamongan merupakan Desa yang telah dikenal sejak lama sebagai Desa industri penghasil kain tenun ikat. Pembuangan limbah pewarna di Desa tersebut masih dilakukan secara langsung ke badan Sungai Bengawan Solo. Hal tersebut sangat berdampak negatif terhadap biota Sungai, sehingga sangat diperlukan solusi untuk penanganan pengolahan limbah. Tim pengabdian Institut Teknologi Sepuluh Nopember telah membuat teknologi dekolorator berbasis kolom matriks yang mengandung adsorben super adsorpsi, yang merupakan hasil riset laboratorium kimia. Reaktor terhubung dengan kolom matriks yang berisi adsorben arang aktif-silika-zeolit. Sistem ini dapat menghilangkan limbah pewarna menjadi larutan yang aman dibuang di lingkungan. Tim abdimas ITS telah menyerahkan 1 unit reaktor kepada UMKM tenun ikat di Desa Parengan dimana diharapkan akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan limbah pewarna di Sungai Bengawan Solo. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mengubah pola pikir warga desa untuk tetap selalu menjaga ekosistem lingkungan dan menggalakkan terciptanya Desa cerdas lingkungan.
Pengolahan Limbah Pewarna Batik di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan dengan Penerapan Adsorben Superadsorpsi Adi Setyo Purnomo; Didik Prasetyoko; Hendro Nurhadi; Muhammad Lukman Hakim; Asranudin; Taufiq Rinda Alkas; Eka Pratiwi Yuniarti; Alya Awinatul Rohmah; Badzlin Nabilah
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.095 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.189

Abstract

Industri batik di Indonesia didominasi oleh kelompok UMKM yang tersebar di seluruh Nusantara. Hampir setiap daerah terdapat industri batik yang mencirikan budaya daerah. Salah satu UMKM batik yang sedang digalakkan oleh pemerintah adalah UMKM batik Madura di Desa Klampar, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Wilayah Klampar telah ditetapkan sebagai kampung batik melalui surat keputusan Bupati Pamekasan. UMKM batik di Desa Klampar hampir sama seperti di daerah lain, namun produk batik dengan motif Madura yang kuat telah menjadi ciri khas produk kain atau pakaian batik jadi. UMKM batik di Desa Klampar menggunakan pewarna sintetik yaitu Remazol dan Naftol dalam pewarnaannya. Sekitar 15 tahun terakhir mereka menggunakan Remazol dan Naftol secara masif bahkan bahan kimia lainnya seperti HCl dan Hipoklorit sebagai pemudar. Pengetahuan bahan berbahaya dan beracun oleh UMKM Desa Klampar sangat rendah yang ditandai dengan pembuangan limbah sisa pencucian atau perendaman batik secara langsung. Berdasarkan kasus penanganan limbah yang buruk, maka tim abdimas ITS telah mendiseminasikan paket teknologi dekolorator basis kolom matriks adsorben super adsorpsi dari hasil riset laboratorium kimia. Reaktor terhubung dengan tabung dekolorator yang berisi adsorben arang aktif-silika-zeolit. Sistem ini dapat menghilangkan limbah pewarna menjadi larutan yang aman dibuang di lingkungan. Tim abdimas telah menyerahkan 1 unit reaktor kepada UMKM batik Mawar di Desa Klampar dengan harapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kontaminasi lingkungan pertanian dan perairan di sekitar mitra UMKM Batik Mawar di Desa Klampar.
Pemanfataan Teknologi Tepat Guna Mesin Balistik Pencacah Sampah untuk Sistem Pengolahan Sampah Organik pada TPS Bangsal sebagai Salah Satu Sumber Keuangan BumDes Desa Bangsal, Mojokerto Liza Rusdiyana; Suhariyanto; Bambang Sampurno; Budi Luwar Sanyoto; Mashuri; M. Lukman Hakim
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3653.968 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.190

Abstract

Penduduk berkontribusi terhadap besarnya timbulan 17.498.160 kg/hari sampah dengan asumsi komposisi sampah organik 60% dan sampah plastik 14%. Hal ini juga terjadi pada masyarakat desa Bangsal Mojokerto. Masyarakat belum mengolah sampah dengan benar, sehingga BUMDes Bangsal berinisiatif mengelola sampah warga. BUMDes Bangsal juga menerima sampah dari desa tetangga yaitu desa Puloniti, Sumberwono, Sidomulyo dan Pacing. Pada kenyataannya, yang paling banyak menumpuk dan tak terolah adalah sampah organik, dimana sebenarnya dapat dimanfaatkan salah satunya untuk menghasilkan pupuk organik/ kompos yang berguna untuk perkembangbiakan dan kesuburan tanaman. Dari hasil tinjauan, pembuatan kompos masih banyak dilakukan secara manual terutama proses pencacahan sampah organik. Pencacahan adalah salah satu proses yang penting, sampah yang dicacah menjadi lebih kecil (0,55–25mm) bentuknya sehingga mempermudah decomposing sehingga mikrobakteri pengurai bekerja secara maksimal. Hasil abdimas dengan pemberian Mesin Balistik ini, sampah organik yang ada di TPS Bangsal berhasil dikelola menjadi kompos hingga 70%. Hasil olahannya dikembalikan ke penduduk desa untuk pertanian masyarakat setempat dimana salah satunya kompos ini diberikan kepada ibu-ibu PKK yang menggerakkan pertanian skala rumah tangga, sehingga pertanian mereka mampu menjadi penopang kebutuhan pangan untuk keluarga. Adapun BUMDes selaku pengelola TPS berharap bisa menjadikan hasil olahan kompos ini dikemudian hari dapat menjadi salah satu pemasukan BUMDes.
Pemanfaatan Potensi Kali Geruh Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan untuk Mendukung Desa Wisata Terpadu (Studi Kasus: Lembah Mbencirang, Desa Kebontunggul, Kabupaten Mojokerto) Novi Andriany Teguh; Mahendra Andiek Maulana; Mohamad Bagus Ansori; Anak Agung Ngurah Satria Damarnegara; Nadjadji Anwar
Sewagati Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.565 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i2.195

Abstract

Lembah Mbencirang merupakan suatu kawasan wisata edukasi terpadu yang terletak di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Pembangunan kawasan wisata ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh Kepala Desa Kebontunggul demi terciptanya kemakmuran dan kesejahteraan penduduk dengan meningkatkan perekonomian desa. Salah satu bentuk pengembangan yang direncanakan pada kawasan ini adalah pemanfaatan Kali Geruh sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) untuk desa wisata sebagai alternatif pengembangan sumber energi yang terbarukan. Pemanfaatan Kali Geruh sebagai PLTMH diharapkan dapat meminimalisir biaya suplai energi listrik untuk kawasan wisata Lembah Mbencirang, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan wisata Lembah Mbencirang. Hasil perhitungan potensi daya listrik pada Kali Geruh sebagai sumber tenaga listrik masyarakat Desa Kebontunggul Mojokerto, dengan tinggi jatuh efektif direncanakan sebesar 8,764 m dan debit andalan 75% sebesar 0,785 m3/detik, dapat dihasilkan energi listrik per hari sebesar 1268,88 kWh atau 463141,2 kWh per tahun, setara dengan pemenuhan kebutuhan energi listrik sekitar 436 orang. Selanjutnya dilakukan sosialisasi dengan menyebarkan booklet mengenai tingginya potensi yang ada tersebut agar masyarakat Desa Kebontunggul memperoleh informasi dan timbul kesadaran untuk memanfaatkan Kali Geruh sebagai sumber energi listrik terbarukan.

Page 7 of 63 | Total Record : 622