cover
Contact Name
Yusep Supriadi
Contact Email
supriadi@iaipibandung.ac.id
Phone
+6281221770776
Journal Mail Official
islamicedujournal@iaipibandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciganitri No.2, Cipagalo, Kec. Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40287
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
IJED
ISSN : 28287908     EISSN : 28287894     DOI : https://doi.org/10.54801/ijed
IJED: Islamic Journal of Education is the leading journal in Islamic educational institutions concerning Islamic education. Islamic Journal of Education promotes research and scholarly discussion concerning the education practices in Islamic educational institutions internationally, both formal and non-formal education. Topics might be about Islamic educational studies in a madrasa, pesantren, Islamic higher education, and the worldviews upon the practices in those settings. 1. Leasson Plan 2. educational Psycology
Articles 54 Documents
Implementasi Budaya Religius Dalam Mendisiplinkan Peserta Didik SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung Nurpujianti, cici; Mukhlishah; Ibrohim, Iim; Muhtadin; Hernawati
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.209

Abstract

Sekolah memiliki peran penting untuk dapat meminimalisir serta menanggulangi kenakalan remaja dengan meningkatkan dan memperkuat karakter disiplin peserta didik, melalui pembiasaan dan penerapan budaya beragama yang dilakukan di sekolah. Tujuan menjadikan peserta didik yang mempunyai kepribadian baik dengan menerapkan kedisiplinan. Maka dari itu, Pentingnya disiplin karena beberapa alasan, yaitu karena kesadaran diri, sehingga siswa berhasil dalam belajarnya. Tanpa disiplin yang baik, suasana sekolah menjadi kurang kondusif seperti peserta didik yang datang terlambat, aturan bahkan memberikan sanksi ketika peserta didik tidak disiplin. Sekolah dapat membiasakan norma-norma, nilai-nilai kehidupan dengan menerapkan kedisiplinan. Disiplin merupakan jalan bagi peserta didik dalam meraih kesuksesan dan berguna bagi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik melalui: 1) Desain implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung 2) Implementasi budaya keagamaan dalan mendisiplinkan peserta didik kelas 3) Faktor pendukung dan penghambat implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik, 4) Hasil implementasi budaya keagamaan dalam mendisiplinkan peserta didik kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya suatu perubahan perilaku peserta didik setelah menerapkan budaya religius,  
Peran Ekstrakulikuler Hizbul Wathon Pada Jiwa Kepemimpinan Siswa SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung kaniawati, imasdewi; hendarriyadi; chadidjah, sitti; ibrohim, iim; hernawati, hernawati
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.210

Abstract

 Jiwa kepemimpinan merupakan salah satu topik yang selalu menarik untuk diteliti dan dikaji, karena paling banyak diamati sekaligus hal yang sedikit bisa dipahami. Yang menjadi masalah yaitu dinamika itu ke arah lebih baik atau malah mengalami kemunduran. Untuk mengatasi adanya kemunduran dibutuhkan upaya-upaya untuk mengantisipasinya, yaitu dengan adanya pendidikan kepemimpinan sejak dini. Fokus penelitian ini adalah latihan Hizbul Wathon dalam mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui Latihan PBB, Tali-temali, Semafhore, Sandi morse dan Penjelajahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Program ekstrakulikuler Hizbul Wathon Di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. 2) Mengetahui jiwa kepemimpinan siswa pada anggota Hizbul Wathon di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. 3) Hasil implementasi jiwa kepemimpinan siswa di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesimpulan Program ekstrakulikuler Hizbul Wathon kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung mencakup . a) Latihan PBB (pelaturan baris berbaris), b) Latihan tali-temali, c) Latihan semafhore d) latihan sandi morse, e) Latihan penjelajahan. 2) Jiwa kepemimpinan siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung nampak baik. Hal tersebut dibentuk melalui pelaksanakan pelatihan PBB (pelaturan baris berbaris), Latihan tali temali, Latihan semafhore, Latihan sandi morse, dan Latihan penjelajahan. 3) Hasil implementasi jiwa kepemimpinan siswa kelas 8 SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung cukup baik. Hal tersebut ditunjukan dengan didapatkanya siswa di SMP Muhammadiyah 3 Kota Bandung yang setelah mengikuti pelatihan Hizbul Wathon lebih disiplin dalam memanfaatkan waktu, pelaksanaan pelatihan di sekolah dan luar sekolah lebih baik serta lebih menaati peraturan sekolah yang ada.    
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran Siswa Smpn 1 Baleendah Jan, Sadiah; Nurjanah Hadiati, Siti
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.211

Abstract

Strategi merupakan metode yang digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa. Dalam meningkatkan kemampuan siswa tidak lepas dari ketetapan guru dalam memilih strategi pembelajaran yang tepat. Membaca Alquran merupakan salah satu sub mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang memiliki karakteristik sebagai mata pelajaran yang tidak lepas dari membaca Alquran. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian untuk mengetahui strategi apa yang digunakan para guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran Siswa.Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung (2) Untuk mengetahui efektif tidaknya penerapan strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa. (3) Untuk Mengetahui Faktor pendorong dan menghambat penerapan strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa SMPN 1 Baleendah, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder, peneliti menggunakan data primer untuk mendapatkan informasi secara langsung dari guru PAI. Sedangkan data sekunder untuk pelengkap dan memperkuat hasil data dan informasi yang didapat. Penelitian dilakukan dengan observasi lapangan melalui wawancara dengan guru PAI mengenai masalah yang diteliti serta melakukan pengamatan langsung terhadap strategi Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan kemampuan membaca Alquran siswa dalam melaksanakan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Alquran Siswa di SMPN 1 Baleendah ialah menggunakan standarisasi kurikulum yang diberikan pemerintah dan juga menggunakan strategi kontrol yang didalamnya terdapat pembiasaan membaca Alquran mengelompokkan siswa sesuai dengan kemampuannya. Adapun dalam penerapan strategi kontrol ini jika dilihat dari segi ketercapaian memang kurang efektif akan tetapi dari perkembangan jauh lebih efektif. Adapun faktor pendukung dari penerapan strategi ini ialah faktor ekstenal (orang tua) dan Internal (sekolah). Sedangkan faktor pemghambat yaitu kurangnya keinginan dari diri siswa, kurangnya dukungan dan motivasi dari orangtua, serta keterbatasan waktu yang ada.
Pengaruh Menghafal Al Quran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Hanifah, NIta; Rohaeni, Anie; Nurjanah, Naih
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.212

Abstract

Kegiatan menghafal Al Quran merupakan salah satu program unggulan yang terdapat di sekolah SD Plus Raudhatul Firdaus Bandung. Sekolah tersebut tidak hanya mempelajari pelajaran umum tetapi juga mempelajari pelajaran agama seperti Pendidikan Agama Islam (PAI) dan lainnya. Pada mata pelajaran PAI, didalamnya terdapat ayat Al Quran atau hadits Nabi yang memerlukan kemampuan khusus untuk membaca, menulis, serta menghafalkannya. Dalam kegiatan menghafal Al Quran ini siswa diharapkan, selain memiliki banyaknya jumlah hafalan juga dapat melatih kemampuan membaca Al Quran siswa dengan baik dan benar, sehingga hasil belajar dari tujuan pendidikan dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui bagaimana proses menghafal Al Quran (2) Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa pada pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) (3) Untuk mengetahui adakah pengaruh menghafal Al Quran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Untuk menunjang keberhasilan siswa dalam kegiatan menghafal Al Quran, maka kelancaran menghafal Al Quran, membaca sesuai dengan kaidah ilmu tajwid dan kafasihan dalam membaca Al Quran harus dimiliki oleh siswa. Selanjutnya untuk memperoleh hasil belajar siswa maka dapat dilihat dari ketiga aspek belajar, yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik. Penelitian ini dilakukan dengan observasi lapangan menggunakan metode kausal komparatif dimana data dikumpulkan setelah fenomena/kejadian yang diteliti berlangsung. Adapun data yang didapatkan peneliti melalui penyebaran angket kepada siswa kelas V dan VI sebagai responden mengenai masalah yang sedang diteliti. Serta dokumentasi data hasil nilai rapot siswa pada mata pelajaran PAI di SD Plus Raudhatul Firdaus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kegiatan menghafal Al Quran mendapatkan hasil yang baik. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan perolehan nilai angket dari 3 indikator menghafal Al Quran adalah 4,0 berada pada interval kategori tinggi. Begitupun pada mata pelajaran PAI siswa memperoleh nilai diatas rata-rata. Berdasarkan perhitungan uji pengaruh mengahfal Al Quran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI, memperoleh nilai presentase sebesar 10,82%. Dengan demikian maka hasil tersebut menunjukan bahwa terdapat pengaruh menghafal Al Quran terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajan PAI, dan sisanya 89,18% dipengaruhi oleh variabel lain selain variabel independen (menghafal Al Quran).
Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Kemampuan Kolaborasi Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas VIII Mts Cijawura Kota Bandung Sopiah, Siti; Hadiati Pujawardani, Hani
Islamic Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2023): IJED: Islamic Journal Of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/ijed.v2i2.214

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kemampuan kolaborasi siswa yang masih tergolong rendah. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa yang aktif hanya itu-itu saja, kurang mampu menyatukan pendapat, saling mengandalkan temannya untuk presentasi, dan sering memilah dalam menentukan anggota kelompok. Tujuan dalam penelitian ini yaitu, 1) untuk mengetahui model discovery learning kelas VIII di MTs Cijawura Kota Bandung 2) untuk mengetahui realitas kemampuan kolaborasi kelas VIII di MTs Cijawura Kota Bandung 3) untuk mengetahui pengaruh model discovery learning terhadap kemampuan kolaborasi siswa pada mata pelajaran akidah akhlak kelas VIII di MTs Cijawura Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan penelitian ini adalah analisis deskriptif. Populasi sampel adalah seluruh siswa kelas VIII di Mts Cijawura Kota Bandung yang berjumlah 75 siswa.data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis instrumen, uji asumsi klasik, uji statistik deskriptif, dan pengujian hipotesis uji t, dan analisis reagresi sederhana. Hasil dalam penelitian ini yakni 1) hasil analisis deskriptif diperoleh sebesar 3,60. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning kelas VIII di MTs Cijawura Kota Bandung termasuk “baik”. 2) hasil analisis deskriptif diperoleh sebesar 3,46. Maka dapat disimpulkan bahwa realitas kemampuan kolaborasi kelas VIII di MTs Cijawura Kota Bandung termasuk “baik”. Model pembelajaran discovery learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan kolaborasi siswa dengan nilai signifikansi pada tabel coeffisiens sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pengembangan kemampuan kolaborasi.
Psychological Risk Management: Mitigating the Impact of Future Uncertainty on Student Learning Motivation Izhar, Lazwardhi; Hidayat, Wahyu
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 1 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/w059jg18

Abstract

Entering the VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) era, both global and local educational landscapes are confronted with an escalation of future uncertainty that fundamentally burdens the psychological well-being of students. This study aims to investigate the causality between future uncertainty and student learning motivation, as well as to examine the efficacy of social support as a psychological buffer within the Indonesian sociocultural context. Employing a cross-sectional correlational design with a quantitative approach, data were collected through a multistage stratified random sampling technique and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The empirical investigation reveals that future uncertainty predominantly degrades both intrinsic and extrinsic learning motivation by dismantling students' success expectations and task value. Nevertheless, the analysis confirms that a robust social support ecosystem comprising family, educators, and peers significantly moderates and mitigates the destructive effects of such anticipatory anxiety. Furthermore, this study uncovers sharp disparities in academic resilience driven by socio-economic stratification and geographical location. The synthesis of these findings necessitates a paradigmatic pedagogical reorientation shifting from pure knowledge transfer toward the cultivation of mental resilience thereby urging educational institutions to integrate proactive counseling and adaptive curricula to fortify student motivation against global disruptions.
Learning Assessment as a Strategic Tool for Improving Educational Quality Safrudin, Abdul Malik
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 2 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/k22g7k67

Abstract

This article critically examines learning evaluation as a strategic instrument for enhancing the quality of education in the context of 21st-century challenges. Drawing on philosophical foundations (ontological, epistemological, and axiological perspectives), the study argues that evaluation is no longer merely a measurement tool but a dynamic mechanism for systemic improvement, curriculum development, and pedagogical transformation. Employing a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA protocol, this research synthesizes 68 core sources from reputable international and national journals (2015–2026), classical texts, and policy documents. The discussion is structured around four main themes: (1) ontological and epistemological concepts of learning evaluation; (2) contemporary typologies and models, including CIPP, formative-summative, and Higher Order Thinking Skills (HOTS)-based evaluation; (3) pedagogical implications for teaching quality, feedback mechanisms, and curriculum refinement; and (4) modern-era challenges such as algorithmic bias, digital divide, and accountability pressures, along with strategic reconstruction solutions. Findings affirm that a hybrid, reflective, and technology-integrated evaluation system can serve as a powerful lever for inclusive, equitable, and sustainable educational transformation. The article concludes with practical recommendations for policymakers and practitioners, particularly in implementing the Merdeka Curriculum in Indonesia, to position evaluation as the core driver of national education quality improvement
Pergeseran Paradigma Pendidikan Setiawati, Tita
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 1 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/zftfxx94

Abstract

Pergeseran paradigma pendidikan merupakan suatu keniscayaan dalam merespons dinamika abad ke-21 yang ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Transformasi ini tidak hanya menyentuh aspek metodologis pembelajaran, tetapi juga menyentuh ranah filosofis pendidikan, yaitu dari pendekatan teacher-centered menuju student-centered. Paradigma baru ini menekankan pada pengembangan kompetensi abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Pandemi COVID-19 berperan sebagai katalisator yang mempercepat adopsi pembelajaran daring, sekaligus menyingkap tantangan besar dalam akses teknologi dan kesiapan pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka (library research), mengkaji berbagai literatur, kebijakan pendidikan, serta hasil-hasil penelitian relevan guna mengidentifikasi faktor pendorong, tantangan, dan strategi dalam menghadapi pergeseran paradigma pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pergeseran ini didorong oleh revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi informasi, serta kesadaran akan pentingnya pendidikan yang adaptif dan humanis. Tantangan yang muncul meliputi kesenjangan digital, ketimpangan sumber daya, dan resistensi perubahan dari pemangku kepentingan. Adapun strategi yang disarankan antara lain penguatan kapasitas guru, peningkatan literasi digital, penyusunan kurikulum adaptif, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Kesimpulannya, pergeseran paradigma pendidikan merupakan langkah strategis menuju sistem pendidikan yang lebih inklusif, fleksibel, dan relevan dengan tuntutan zaman. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengambil kebijakan dan pelaku pendidikan dalam merancang pendidikan masa depan yang transformatif.
The Transformation of the Independent Curriculum: Integrating 21st Century Skills and Islamic Educational Values in Facing the Era of Disruption Nurwahid, Lutfi; Tarliah, Liah
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 1 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/3v13qh43

Abstract

 The era of volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity (VUCA) demands a fundamental redefinition of educational paradigms. This study aims to critically analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) as a strategic instrument in accelerating 21st-Century Skills (critical thinking, creativity, collaboration, and communication) and its intersection with the ontology of holistic Islamic education. Employing a qualitative descriptive-analytical approach and extensive literature review, this research dissects the epistemological shift in the classroom—from instructional pedagogy to cognitive autonomy. The findings indicate that the Independent Curriculum structurally succeeds in deconstructing learning authority through the integration of Project-Based Learning (PjBL) and instructional differentiation. This flexibility not only stimulates student agency in solving contextual problems but also resonates with the concept of ta'dib, integrating intellectual and spiritual intelligence to form the insan kamil (perfect human). Nevertheless, critical discourse reveals that the curriculum's effectiveness is still reduced by digital literacy disparities and the cultural resistance of educators in marginalized areas. This study concludes that the Independent Curriculum is an essential social engineering tool, yet it requires a continuous transformation of the educators' professional ecosystem to align with the demands of global citizenship.  
Kajian Komprehensif Pengertian, Bentuk, dan Kehujjahan Sunnah serta Relasinya dengan Al-Qur’an Atik Santika; Sazkya Mutaabidah; Yayat Hidayat
Islamic Journal of Education Vol. 4 No. 2 (2025): Ijed: Islamc Journal of Education
Publisher : Institut Agama Islam Persis Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54801/7wm1bk23

Abstract

Sunnah memiliki kedudukan penting dalam hukum Islam sebagai penjelas Al-Qur’an sekaligus sumber hukum kedua setelahnya, namun terdapat perdebatan mengenai pengertian, bentuk, kehujjahan, dan relasinya dengan Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan memberikan kajian komprehensif terhadap aspek-aspek tersebut, sekaligus menelaah relevansinya dalam konteks kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan analisis literatur klasik dan kontemporer, mengkaji definisi Sunnah, klasifikasi bentuk Qawliyyah, Fi‘liyyah, dan Taqririyyah, serta mekanisme kehujjahannya melalui validitas hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sunnah berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat Al-Qur’an, pelengkap hukum, dan sumber hukum independen, dengan kehujjahan yang bergantung pada kriteria sanad dan matan. Relasi Sunnah-Al-Qur’an bersifat dialektis, di mana Al-Qur’an memberikan prinsip dasar, sedangkan Sunnah menjelaskan, menegaskan, dan melengkapi hukum agar dapat diterapkan secara praktis. Penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kontekstual terhadap Sunnah agar prinsip-prinsipnya tetap relevan menghadapi tantangan hukum modern. Dengan demikian, kajian ini memperkuat landasan epistemologis studi hadis dan ushul fikih, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman integratif tentang posisi Sunnah dalam struktur hukum Islam.