cover
Contact Name
Hatta Abdi Muhammad
Contact Email
Hatta.abdi@unja.ac.id
Phone
+6281336709980
Journal Mail Official
Jisip-unja@unja.ac.id
Editorial Address
Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik (JISIP) Universitas Jambi Faculty of Social and Political Science Jl. Lintas Jambi - Muara Bulian Km. 15, Mendalo Darat, Jambi Luar Kota, Kota Jambi, Jambi 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi)
Published by Universitas Jambi
ISSN : 2597789X     EISSN : 25977938     DOI : DOI: https://doi.org/10.22437/jisipunja.
Core Subject : Humanities, Social,
Jisip Unja is premier scholarly journal on Indonesian social and politics, providing peer-reviewed articles, review essays, and book reviews from subfields throughout the discipline. Areas covered: Politics, Sociology, Government, International Relations, and Communication.
Articles 137 Documents
TRANSFORMASI PERAN AKTOR INTERMEDIARY DALAM AKTIVISME DIGITAL : STUDI KASUS FERRY IRWANDI DALAM DEMONSTRASI AGUSTUS 2025 Novianto, Hibatulloh Akbar; Frianto, Denddy; Ash Shidiqi, Hilmi
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.53985

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Ferry Irwandi sebagai aktor intermediary digital dalam aksi demonstrasi melalui platform media sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran fungsi intermediasi politik dari institusi formal menuju aktor digital non-partisan yang memperoleh legitimasi melalui proses komunikatif horizontal di ruang digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan pendekatan netnografi. Data primer berupa enam video YouTube dan 18 unggahan Instagram Ferry Irwandi beserta akun Malaka Project periode Agustus hingga September 2025, dianalisis menggunakan analisis tematik deduktif yang dipandu kerangka connective action. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan konsep aktor intermediary pada konten kreator digital non-partisan dalam konteks demonstrasi non-elektoral, sebuah dimensi yang selama ini luput dari kajian intermediasi politik yang umumnya berfokus pada entitas institusional dan konteks pemilihan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ferry Irwandi menjalankan fungsi intermediary digital melalui tiga dimensi yakni partisipasi berbasis preferensi personal, ekspresi politik melalui narasi personal, dan komunikasi jaringan yang terdesentralisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa aktor intermediary digital tidak menggantikan intermediary formal, melainkan beroperasi dalam relasi yang saling melengkapi sekaligus tegang, di mana tekanan wacana digital belum selalu terkonversi menjadi perubahan kebijakan institusional. Keterbatasan penelitian ini adalah fokusnya pada satu kasus tunggal sehingga generalisasi perlu dilakukan secara hati-hati. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji perbandingan lintas kasus pada aktor intermediary digital lain dalam konteks gerakan sosial di Indonesia guna memperkuat generalisasi temuan dan memperluas pemetaan fenomena intermediasi politik digital di tingkat nasional.
MODALITAS KEMENANGAN PRAMONO-RANO PADA PILKADA DAERAH KHUSUS JAKARTA TAHUN 2024 Malindir, Gaston Otto
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan mengenai modalitas pemenangan Pramono-Rano pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis-interpretatif, dengan desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini meliputi; observasi dan wawancara partisipatif terbatas. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis di atas maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kemenangan Pramono-Rano dipengaruhi oleh modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik. Hal tersebut secara spesifik dapat diuraikan bahwa; kampanye Pramono-Rano memanfaatkan modal sosial untuk membangun kepercayaan dan keterlibatan langsung dengan berbagai elemen masyarakat. Modal ekonomi justru muncul melalui pengelolaan berbagai sumber daya, mulai dari dana, tenaga, waktu, hingga ide yang dijalankan secara bersama-sama oleh tim dan kader partai. Sedangkan modal budaya tidak hanya tercermin dari kapasitas intelektual Pramono-Rano, tetapi juga dari kemampuan memahami serta menghidupkan nilai-nilai budaya lokal Betawi. Modal simbolik Pramono-Rano terbentuk dari proses panjang yang melibatkan pengalaman, pengakuan publik, dan kepercayaan sosial yang terus terbangun.
PERBANDINGAN SEKURITISASI ISU PENGUNGSI DI JERMAN DAN INGGRIS, PERIODE 2015 – 2021 Puspitasari, Ayu
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54057

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan membandingkan sekuritisasi isu pengungsi di Jerman dan Inggris pada periode 2015 – 2021. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan persepsi terhadap pengungsi di dua negara yang memiliki karakteristik serupa, yaitu sebagai negara anggota Uni Eropa, penganut paham liberal, memiliki komitmen regional dan internasional, dan pengalaman sejarah terhadap penerimaan pengungsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dan the Most Similar System Design (MSSD) untuk menjelaskan persoalan pengungsi secara detail dan membandingkan dua negara. Fokus penelitian ini ialah perbandingan sekuritisasi pengungsi di Jerman dan Inggris periode 2015 – 2021 menggunakan teori sekuritisasi dari Buzan, Wæver, and de Wilde. Hasil kajian ini menunjukan bahwa puncak arus pengungsi terjadi pada tahun 2015 yang diterima melalui skema open door immigration policy dari Uni Eropa, dimana pengungsi memberikan manfaat berupa tenaga kerja bagi Jerman dan pajak khusus bagi Inggris. Tetapi, manfaat tersebut tidak sebanding dengan beban biaya yang harus ditanggung dua negara dalam pemenuhan fasilitas publik bagi pengungsi. Hasil kajian ini juga menegaskan bahwa terjadi pergeseran kebijakan Jerman terhadap pengungsi dan menyebabkan Inggris melakukan referendum Brexit tahun 2016.
KEPEMIMPINAN INOVATIF DALAM PENGELOLAAN SAMPAH PERKOTAAN TERHADAP PERUBAHAN NILAI BUDAYA DI KOTA BANDUNG Rosana, Mira; Firdausijah, Taqwaty
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54065

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah perkotaan di Kota Bandung tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut perilaku dan nilai budaya masyarakat, sehingga memerlukan pendekatan yang lebih integratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan inovatif dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas terhadap perubahan nilai budaya serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga informan kunci, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik melalui proses reduksi, kategorisasi, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan inovatif berperan dalam mendorong perubahan nilai budaya melalui tiga mekanisme utama, yaitu konstruksi makna, mobilisasi tindakan kolektif, dan institusionalisasi praktik sosial. Perubahan tersebut tercermin dari meningkatnya kesadaran masyarakat, terbentuknya kebiasaan memilah sampah, serta munculnya norma sosial yang mendukung pengelolaan sampah berbasis komunitas. Namun demikian, implementasi kepemimpinan inovatif masih menghadapi hambatan berupa rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, keterbatasan infrastruktur, serta kapasitas sumber daya manusia yang belum merata. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah informan yang terbatas dan fokus pada konteks komunitas tertentu, sehingga temuan bersifat kontekstual. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan aktor yang lebih beragam serta menggunakan pendekatan campuran guna memperluas pemahaman mengenai hubungan antara kepemimpinan inovatif dan perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.
PENATAAN RUANG SEBAGAI ARENA KUASA: ANALISIS KRITIS PEMBANGUNAN TPA BINUANG Hastira, Muh Fichriyadi; Noviano Patty, Alberto; Rafdi, Hashfi; Elyn Kailola, Angelica Eiren
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penataan ruang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Binuang di Desa Paku, Kabupaten Polewali Mandar, sebagai manifestasi relasi kuasa dalam tata kelola lingkungan. Penetapan lokasi TPA yang diarahkan untuk menunjang sistem pengelolaan sampah perkotaan pada kenyataannya memunculkan ketimpangan sosial-ekologis yang cukup signifikan bagi masyarakat lokal di kawasan pinggiran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma kritis serta desain studi kasus eksplanatoris. Pengumpulan data dilakukan melalui analisis dokumen kebijakan, pemetaan spasial, dan kajian literatur, yang selanjutnya dianalisis secara tematik dengan mengacu pada kerangka ekologi politik dan teori produksi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan lokasi TPA Binuang didominasi oleh aktor negara yang mengedepankan rasionalitas teknokratis melalui mekanisme pengambilan keputusan yang bersifat top-down, dengan tingkat keterlibatan masyarakat terdampak yang sangat terbatas. Praktik penataan ruang tersebut berimplikasi pada reproduksi eksklusi spasial, di mana wilayah Desa Paku dikonstruksikan sebagai ruang penampung eksternalitas pembangunan perkotaan, sementara beban pencemaran serta kerugian sosial-ekologis ditanggung oleh komunitas lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persoalan TPA Binuang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis pengelolaan sampah, tetapi juga merefleksikan ketimpangan relasi kuasa dalam tata kelola ruang dan lingkungan.
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI OTONOMI DESA DI DESA JUANGA Lule, Alwadud
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54626

Abstract

Penelitian ini mengkaji problem implementasi kebijakan otonomi desa di Desa Juanga. Secara ideal, otonomi desa memberikan kewenangan bagi desa untuk mengatur dan mengelola kepentingannya secara mandiri. Namun, dalam praktiknya, pelaksanaannya belum optimal dan cenderung tidak selaras dengan konsep ideal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan ambivalensi dalam implementasi kebijakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan beberapa permasalahan utama, seperti penentuan APBDes yang bersifat top-down, perencanaan desa yang formalistik, serta lemahnya fungsi legislasi desa. Selain itu, pembangunan desa sering kali tidak sesuai dengan karakteristik dan potensi lokal. Kondisi ini diperburuk oleh intervensi pemerintah daerah yang membatasi kemandirian desa, sehingga kewenangan otonomi menjadi tereduksi dan desa tidak memiliki keleluasaan dalam menentukan kebijakan maupun programnya. Bahkan, program yang dijalankan lebih banyak ditentukan oleh dinas terkait daripada kebutuhan masyarakat. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup yang hanya mencakup satu desa serta pendekatan kualitatif yang bersifat interpretatif. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengkaji pola relasi kewenangan yang lebih proporsional, melakukan studi komparatif antar desa, serta mengeksplorasi penguatan kelembagaan lokal dan partisipasi masyarakat guna mendukung otonomi desa yang lebih substantif.
PROGRAM NASIONAL DALAM SISTEM DESENTRALISASI: DINAMIKA TATA KELOLA KEBIJAKAN MAKAN BERGIZI GRATIS DI DAERAH Rohmah, Neneng Sobibatu; Millata, Chanifia Izza; Perdani, Titis; Pambudi, Dimas Purbo; Ramdlani, Muhammad Riyan Fitria; Tabrizia, Nadhira Shania Tabrizia
JISIP UNJA (Jurnal Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Jambi) Vol 10, No 1 (2026): April
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Fakultas Hukum Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisipunja.v10i1.54644

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat dan kualitas sumber daya manusia, khususnya kelompok rentan kurang gizi. Dalam konteks desentralisasi, implementasi MBG di daerah menghadapi ketegangan antara standardisasi kebijakan nasional dan kebutuhan fleksibilitas lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi MBG dalam relasi pusat–daerah untuk menilai apakah program ini memperkuat atau melemahkan desentralisasi, mengidentifikasi peran pemerintah daerah, dan menilai pengaruh kapasitas daerah terhadap keberhasilan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif melalui studi literatur pada berbagai daerah dengan karakteristik kapasitas yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teori desentralisasi yang dikemukakan oleh Cheema dan Rondinelli (1983) untuk menganalisis pelimpahan kewenangan, kapasitas kelembagaan, serta dinamika hubungan pusat–daerah dalam implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program MBG cenderung memperkuat sentralisasi dalam tata kelola kebijakan nasional, sementara keberhasilannya sangat ditentukan oleh kapasitas daerah dan efektivitas koordinasi pusat–daerah. Oleh karena itu, diperlukan model desentralisasi adaptif melalui pembagian kewenangan yang lebih jelas, penguatan kapasitas daerah, dan fleksibilitas kebijakan berbasis kebutuhan lokal agar tujuan nasional penurunan stunting dan peningkatan gizi dapat tercapai secara lebih efektif dan merata.