cover
Contact Name
ZAKARIA
Contact Email
zakaria.abuarfa@gmail.com
Phone
+62895328499297
Journal Mail Official
jurnalpangripta@malangkota.go.id
Editorial Address
Jl. Gedung MBO Simpang Majapahit 1 lantai 3 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
ISSN : 26205785     EISSN : 26155702     DOI : https://doi.org/10.58411/pangripta.v6i1
PANGRIPTA adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang. Jurnal PANGRIPTA memuat artikel hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya yang FOKUS PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN untuk bidang kajian ekonomi, sumber daya alam, pembangunan manusia, pembangunan masyarakat, sosial budaya, infrastruktur, pengembangan wilayah dan inovasi daerah guna menunjang perumusan kebijakan pembangunan Kota Malang
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 159 Documents
RESPON LEMBAGA SATUAN PENDIDIKAN DASAR NEGERI ATAS KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DINIYAH DI KABUPATEN SUMENEP Shiddiq, Ahmad; Asmoni
PANGRIPTA Vol. 2 No. 2 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/gwsp2776

Abstract

Sumenep, as one of the regencies that has a majority Muslim population, is evidence that the Sumenep community is very thick with religious values. This becomes lame if Sumenep conducts the education process without the process of religious education. The mandatory diniyah program organized by the Sumenep Regency Government, with the issuance of the Sumenep Regent's Regulation, Number: 15 of 2016, concerning Compulsory Education for Early Education became the flagship program in implementing education for Sumenep students. This Mandatory Diniyah Program, that with the promulgation of the Sumenep Regent's Regulation, responding July 18, 2016, Education Unit (SD / SDLB / Pursuing Package A, SMP / SMPLB / Pursuing Package B, SMA / SMK / SMALB / SMKLB / Pursuing Package C, in Sumenep Regency MUST conduct a Mandatory Diniyah program by including it in the Education Unit Level Curriculum This research uses two methodological approaches, namely: First, library reseach (library research), used to facilitate the running of literature-based research, especially on conceptual studies and legal basis for compulsory policy diniyah and Second, field research as a way to obtain compulsory implementation of diniyah data in the sub-district of Sumenep city as a pilot project.These two approaches are carried out because the research to be carried out requires that two approaches be used so that this research becomes holistic and integrative. The response of educational unit institutions to the waj program b diniyah of Sumenep Regency in the District of Sumenep City there are two models for implementing the program. First, the partner model. In this partner model educational units, such as elementary schools collaborate with existing Madrasah Diniyah. Second, the standalone model. The independent model referred to here is that schools implement their own mandatory diniyah by establishing their own madrasa diniyah.
KOLABORASI ANTAR STAKEHOLDERS PENTA HELIX DALAM PENGEMBANGAN KOTA KREATIF (Studi di Kota Malang) Rozikin, M.AP., Dr. Mochamad
PANGRIPTA Vol. 2 No. 2 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/jnk7gn61

Abstract

Creative city is a city that in its development relies on aspects of human creativity. Creative cities are also inseparable from creative economy. The creative economy in Malang City is classified into 16 subsectors. The development of creative cities must be done collaboratively stakeholders. Stakeholders in the creative city are known as penta helix. Penta helix consists of Academicians, Business, Community, Government and Media (ABCGM). This study uses the theory of the collaboration process from Ansell and Gash, the collaboration of Emerson, Nabatchi and the theory of penta helix. This research uses descriptive qualitative type with three focuses, namely the process of collaboration, the role of actors in penta helix and the results of collaboration. The results of the study show that the collaboration process in Malang City has gone quite well. The positive collaboration result is the roadmap policy making that begins the construction of the MCC building. While the negative results in question are individuals involved in collaboration experiencing saturation due to intensive meetings.
ANALISA DERAJAT KESEHATAN DI KOTA MALANG Valianto, Eko Budi
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/xr1h5a25

Abstract

Perencanaan kesehatan bermaksud merumuskan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pada masa mendatang untuk meningkatkan derajat kesehatan. Tujuan dari kegiatan Analisa Derajat Kesehatan di Kota Malang adalah memetakan situasi Derajat Kesehatan berdasar status kesehatan yang bisa menggambarkan kondisi kesehatan di wilayah kota Malang. Mengidentifikasi lingkungan sosio-budaya dan fisik yang memberi pengaruh kepada status Derajat Kesehatan di kota Malang dan memetakan persepsi masyarakat terhadap layanan publik pendukung status Derajat Kesehatan di kota Malang. Survey analisa derajat kesehatan ini dilakukan kepada 400 (empat ratus) responden yang tersebar di 5 (lima) Kecamatan Wilayah Administratif Kota Malang. Dalam pelaksanaannya telah menggunakan metode wawancara dan pengisian kuisioner. Derajat Kesehatan di Kota Malang mengalami trend Positif dimana terdapat kecenderungan jumlah yang menurun pada kurun waktu 2012-2016 pada parameter Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kelahiran, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Angka Kesakitan Pneumonia, Status Gizi, Angka Kesakitan Kusta, Angka Kesakitan Campak dan Angka Kesakitan Diare. Strategi prioritas dalam peningkatan Derajat Kesehatan Kota Malang. Strategi ini adalah dengan mengembangkan program-program baru di bidang kesehatan termasuk di dalamnya pengembangan teknologi kesehatan. Saran yang disampaikan terkait dengan Derajat Kesehatan ke depan adalah tetap mempertahankan dan meningkatkan kualitas Derajat Kesehatan dengan mengimplemtasikan peraturan yang terkait dengan Derajat Kesehatan serta melakukan pengawasan yang ajeg.
PERAN LEMBAGA KEUANGAN TERHADAP PENGEMBANGAN UMKM DI KOTA MALANG Saadiah, Riza
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/qmhr9b83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis peran LKM terhadap pengembangan UMKM. Metode purposive sampling digunakan untuk menentukan lokasi, pengambilan sample dengan judgement sampling dan convenience. Analisis diskriptif dengan dipandu data hasil wawancara mendalam melalui focus Group discussion, serta analisis IPA (Important Performant Analysis) dengan memamfaatkan diagram Cartesius. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesesuaian dengan kepentingan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebesar 100,37 % ( Seratus koma tigapuluh tujuh persen). Adapun strategi yang dapat dilakukan agar dimasa mendatang perannya semakin meningkat diantaranya: Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) secara internal, Monitoring LKM Kota Malang, Tehnologi dalam pengelolaan, Intensitas komunikasi antara pengurus LKM di Kota Malang melalui wahana formal maupun informal sehingga terdapat sinergitas antara LKM Kota Malang sebagai mitra UMKM, sistem informasi debitur terintegrasi antar lembaga pembiayaan bank dan non bank untuk mencegah terjadinya pembiayaan berulang pada UMKM, model pembiayaan linkage dan channeling, Perlindungan terhadap hak dan kewajiban anggota LKM terhadap ketidak wajaran pengelolaan LKM yang merugikan anggota LKM.
KAJIAN PEMBANGUNAN SEKTOR PENGEMBANGAN WILAYAH PERKOTAAN SUB KEGIATAN PEMETAAN PARTISIPATIF KELURAHAN Januar, M. Anis
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/b8mys436

Abstract

Peta merupakan penyajian grafis bentuk ruang dan hubungan keruangan antara berbagai perwujudan dan yang diwakili. Selain itu, peta merupakan gambar permukaan bumi pada bidang datar dalam ukuran yang lebih kecil. Metode yang digunakan adalah metode kompilasi data awal, metode persiapan survei, metode survey primer, metode survei sekunder dan metode menggambar dan manipulasi/editing data dalam aplikasi GIS. Tujuannya untuk menggambarkan secara umum kegiatan pemetaan partisipatif di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Klojen, Blimbing dan Lowokwaru agar terlaksana dengan baik terutama kegiatan survei lapangan untuk mengakuisisi dan mengenali batas wilayah di masing-masing kecamatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah berupa pemetaan secara partisipatif wilayah Kecamatan Klojen, Blimbing dan Lowokwaru. Kegiatan ini juga mampu membangun pemahaman bersama masyarakat mengenai arti penting batas wilayah kecamatan maupun kelurahan, sehinga diharapkan mampu membendung adanya konflik horisontal yang disebabkan oleh perselisihan batas wilayah.
PENYUSUNAN ANALISA INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA KOTA MALANG TAHUN 2017 Siswanto
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/by4eav23

Abstract

IPM merupakan indikator komposit tunggal untuk mengukur tiga dimensi pokok pembangunan manusia yang dinilai mencerminkan status kemampuan dasar (basic capabilities) penduduk. Ketiga kemampuan dasar itu adalah umur panjang dan sehat yang mengukur peluang hidup, berpengetahuan dan berketrampilan, serta akses terhadap sumberdaya yang dibutuhkan untuk mencapai standar hidup layak.IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara. Maka dari itu kajian ini dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui IPM Kota Malang sebagai upaya untuk pemenuhan dan peningkatan standar hidup masyarakat di Kota Malang. Sumber data yang digunakan dalam adalah: Angka harapan hidup saat lahir (Sensus Penduduk 2010-SP2010, Proyeksi Penduduk), Angka harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah (Survei Sosial Ekonomi Nasional/Susenas), PNB per kapita tidak tersedia pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sehingga diproksi dengan pengeluaran per kapita disesuaikan menggunakan data Susenas., Penentuan nilai maksimum dan minimum menggunakan Standar UNDP untuk keterbandingan global, kecuali standar hidup layak karena menggunakan ukuran rupiah.IPM mengukur pencapaian pembangunan manusia dalam tiga dimensi. Ketiga dimensi tersebut adalah dimensi umur panjang dan sehat, dimensi pengetahuan dan kehidupan yang layak.
MODEL SIMULASI JARINGAN PIPA DAN PENENTUAN TARIF AIR MINUM DI KECAMATAN KEPANJEN KABUPATEN MALANG Haribowo, Riyanto; Nurdiansyah, Irfan; Ivan, Hans; Daniswara, Demas Trihatma
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/z8m5ap63

Abstract

Sumber Dieng merupakan sumber yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Malang yang mempunyai debit sebesar 150 lt/dt dan akan direncanakan untuk suplai air bersih ke 3 desa yaitu Desa Kemiri, Sukorejo dan Sukoraharjo melalui Tandon Dieng. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui berapa kebutuhan air bersih, bagaimana kondisi hidraulis jaringan pipanya dan juga kelayakan ekonomi untuk pelaksanaannya. Perhitungan kebutuhan air dan persyaratan teknis jaringan perpipaan berdasarkan peraturan yang berlaku. Sedangkan untuk analisa hidraulik menggunakan bantuan program WaterCAD V8i. kelayakan ekonomi dihitung berdasarkan 3 kriteria yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), serta Benefit Cost Ratio (BCR). Dari hasil analisa diperoleh total kebutuhan air rata-rata yang dibutuhkan sebesar 17,90 lt/dt dan distribusi air bersih untuk 3 desa dapat terlayani 100% baik untuk kebutuhan rata-rata maupun pada jam puncak. Rencana anggaran biaya total untuk 3 desa yaitu sebesar Rp.2.970.769.637. Analisa Ekonomi pada tingkat suku bunga 9,75% didapatkan periode pengembalian selama 6 tahun dengan harga air Rp. 1500/m3
ANALISIS ANGKA PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MALANG Rukayah; Saadiah, Risa
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/ktfrba42

Abstract

Kota Malang merupakan dataran tinggi dengan ketinggian antara 440-667 meter di atas permukaan laut dan jumlah penduduk hingga saat ini 820.943 jiwa. Dari segi ekonomi, total nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2010 sebesar Rp.30.802.611,88 sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp. 14.044.625,15 dengan konstribusi terbesar disumbangkan oleh sektor pedagangan, hotel, restoran, sektor industri pengolahan dan sektor jasa. Wilayah studi kegiatan Penyusunan Analisa Angka Pertumbuhan Ekonomi Kota Malang Tahun 2014 adalah seluruh wilayah Kota Malang, yang meliputi luas Kota Malang 110,06 km2, dan terdiri dari dari 5 wilayah kecamatan dan 57 wilayah kelurahan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang bersumber dari data sekunder. Data kuantitatif adalah data yang dapat dinumerikkan seperti data PDRB, produksi sektoral, jumlah penduduk, jumlah tenaga kerja dan lain-lain. Data-data ini dikumpulkan dari publikasi off-line maupun on-line dari Biro Pusat Statistik (BPS). Ada beberapa alat analisa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan kegiatan kajian ini. Perangkat analisa tersebut meliputi: analisa statistik deskriptif, analisa Location Quotient (LQ) dan analisa Shift-Share (SS) dan analis trend.
ANALISA INDEKS GINI DI KOTA MALANG Suciaty, Sri Endang; Nur, Sophia
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/ncqcxv30

Abstract

Pengukuran ketimpangan pendapatan dengan menggunakan indeks gini hanya merepresentasikan ketimpangan pendapatan masyarakat secara makro. Pada kajian ini berusaha melihat ketimpangan dari sisi mikro dengan fokus perhatian pada sisi sosial dan ekonomi. Pada kajian ini juga diharapakan mampu mendeteksi faktor pendorong ketimpangan maupun pemerataan pendapatan. Variabel yang digunakan untuk memproxy variabel sosial adalah pendidikan, kesehatan, dan kewirausahaan. Sementara itu, variabel yang digunakan untuk memproxy variabel ekonomi adalah kememilikan asset, produktivitas dan ketimpangan pendapatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur dengan alat analisis PLS. Hasil kajian ini menunjukan bahwa variabel yang mampu mendorong pemerataan pendapatan adalah variabel Pendidikan, Kesehatan, Kewirausahaan, dan Produktivitas. Sedangkan variable yang mendorong ketimpangan pendapatan adalah variabel Kepemilikan Asset.
MOBILITAS MASYARAKAT LUAR KOTA MALANG YANG BERAKTIFITAS DI KOTA MALANG Zakaria; Valianto, Eko Budi
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/vmdr9312

Abstract

Perkembangan Kota Malang yang pesat menjadi daya tarik bagi penduduk luar daerah untuk pindah ke Kota Malang baik untuk bekerja maupun menempuh pendidikan. Keberadaan pendatang tiap tahun yang terus bertambah di Kota Malang secara langsung menyediakan pasar luas bagi pelaku industri dan juga membawa persoalan dalam berbagai ranah; baik ekonomi, sosial, maupun budaya terutama terkait mobilitas penduduk pendatang di Kota Malang. Tekait hal tersebut, perlu dilakukan usaha untuk menggambarkan mobilitas masyarakat luar Kota Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dan metode deskriptif untuk analisa. Data tentang mobilitas penduduk ini dapat digunakan sebagai acuan untuk mengambil kebijakan bagi Pemerintah Kota Malang terkait mobilitas penduduk pendatang di Kota Malang yang beraktivitas di Kota Malang. Sehingga dapat dengan mudah diwujudkan untuk menata dan menjamin kualitas kehidupan masyarakat Kota Malang