cover
Contact Name
ZAKARIA
Contact Email
zakaria.abuarfa@gmail.com
Phone
+62895328499297
Journal Mail Official
jurnalpangripta@malangkota.go.id
Editorial Address
Jl. Gedung MBO Simpang Majapahit 1 lantai 3 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
ISSN : 26205785     EISSN : 26155702     DOI : https://doi.org/10.58411/pangripta.v6i1
PANGRIPTA adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang. Jurnal PANGRIPTA memuat artikel hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya yang FOKUS PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN untuk bidang kajian ekonomi, sumber daya alam, pembangunan manusia, pembangunan masyarakat, sosial budaya, infrastruktur, pengembangan wilayah dan inovasi daerah guna menunjang perumusan kebijakan pembangunan Kota Malang
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 163 Documents
PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA DAERAH KOTA MALANG Dimas Wisnu Adrianto; Deny Dwi Cahyono; Eko budi Valianto
PANGRIPTA Vol 6 No 1 (2023): PANGRIPTA
Publisher : Bappeda Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/pangripta.v6i1.188

Abstract

Abstract: Measurement of Regional Performance Indicators (IKD) is intended to identify measures of success in achieving the vision and mission of regional heads and deputy regional heads which are designated as regional Main Performance Indicators (IKU) and performance indicators for regional governance. In the Malang City RPJMD Amendment document for 2018-2023 there are changes in targets on several Regional Performance Indicators based on the results of evaluation of performance achievements up to 2020, as well as targeted interventions due to the Covid-19 pandemic which has not yet been predicted to end. The measurement of Malang City Regional Performance Indicators in 2022 is expected to be able to describe the performance of local governments in general in the implementation of regional government affairs. The purpose of this study was to measure the achievements of nine regional performance indicators, namely the Human Development Index, Poverty Rate, PPKS Reduction Percentage, Gender Development Index, Community Development Index, and Social Capital Index. The analysis technique used is an analysis of the measurement of the results of nine regional performance indicators. The results of this analysis are that there are three indicators that have met the target of changing the Malang City RPJMD for 2018-2023, namely the Human Development Index, the Education Index, and the Health Index. Meanwhile, six other indicators still have not met the set targets.
PENGUKURAN INDIKATOR PROGRAM PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL KOTA MALANG TAHUN 2022 Ucca Arawindha; Atu Bagus Wiguna; Zakaria
PANGRIPTA Vol 6 No 1 (2023): PANGRIPTA
Publisher : Bappeda Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/pangripta.v6i1.189

Abstract

Abstract: Measurement of Social Development Indicators for the City of Malang is carried out to be able to measure the achievement of social sector program performance indicators in 2021 and 2022 until the second quarter, review the targets of social development indicators that have been set, present social indicator data, and be able to provide recommendations policies and steps that need to be taken by the City Government of Malang based on the results of the study. There are 23 (twenty three) P-RPJMD programs and 54 (fifty four) indicators in the social sector that are in accordance with the related regional apparatus. Measuring indicators of the social development program has analysis techniques for measuring the achievements of indicators in the social sector, measuring the effectiveness of target achievements, classifying the level of effectiveness of target achievements, and identifying the determinants of program implementation. The results of the analysis show that 80% of the indicators have a very high level of effectiveness in 2021. This effectiveness has increased from the previous year by a difference of 23%. However, there are still 3 (three) indicators that have a very low level of effectiveness and 2 (two) indicators that have a low level of effectiveness.
PENYUSUNAN MONITORING DAN EVALUASI RENCANA INDUK KELITBANGAN TAHUN 2022: PENYUSUNAN MONITORING DAN EVALUASI RENCANA INDUK KELITBANGAN TAHUN 2022 Fadillah Amin; Lintang Edityastono; Eko budi Valianto
PANGRIPTA Vol 6 No 1 (2023): PANGRIPTA
Publisher : Bappeda Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/pangripta.v6i1.190

Abstract

Abstract: In accordance with the Regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 17 of 2016 concerning Guidelines for Research and Development at the Ministry of Home Affairs and Regional Government, in order to carry out the research and development function, it is necessary to develop a policy framework for research and development for the domestic government and regional governments that accommodate various aspects of governance in a comprehensive and synergistic concept of a research plan. The Department of Public Works, Spatial Planning, Housing and Residential Areas has the largest percentage, namely 10%, while the Environmental Laboratory Technical Implementation Unit has the smallest percentage, namely 1%. The percentage of implementation of R&D Programs/Activities Plans has increased in 2019 by 71.07% to 80.86% in 2020, then 94.81% in 2021 then in 2022 to 99.30% and increased again by 100% in year 2023.
Study of Regional Innovation System (SIDa) in Accelerating RegionalDevelopment in Malang City Suhartono Winoto; Kumalasari, Ima; Nashihah, Durratun
PANGRIPTA Vol. 7 No. 2 (2024): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/chj38455

Abstract

As an acceleration of development, several ministries in Indonesia formed a joint program called Smart City. To accelerate the program, the central government issued a National Innovation System (SINas) policy which was handed down in each region called the Regional Innovation System (SIDa). SIDa is in the form of a roadmap for mapping innovations that must be carried out by local governments as part of development in the region. The method used in this study is a qualitative approach with a desk review study on the 2022 Malang City Government Monev SIDa Final Report document as well as interviews with representatives of Bappeda and the Research and Development Agency to find out the extent of the success of the program formulated with the realization that has been carried out for a period. The results obtained are the preparation of the SIDa roadmap mapped based on the pillars determined to facilitate monitoring and evaluation. It can be concluded that the Malang City Government has provided innovation to every development carried out, so that the needs of the community can be met.
PENGUKURAN PERTUMBUHAN EKONOMI KREATIF KOTA MALANG Prabandari, Sri Palupi; Yuniati, Franciska; Zakiyah, 3Dwi Maulidatuz
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/z3gmdw14

Abstract

Ekonomi kreatif adalah suatu konsep untuk merealisasikan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan berbasis kreativitas. Pemanfaatan sumber daya yang bukan hanya terbarukan, bahkan tidak terbatas, yaitu berupa ide, gagasan, bakat atau talenta dan kreativitas. Ekonomi kreatif merupakan suatu penciptaan nilai tambah (ekonomi, sosial, budaya, lingkungan) berbasis ide yang lahir dari kreativitas sumber daya manusia (orang kreatif) dan berbasis pemanfaatan ilmu pengetahuan, termasuk warisan budaya dan teknologi. Dengan kata kreatif dan inovatif, nilai barang/jasa yang dihasilkan tentu bernilai jual tinggi. Kota Malang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sebagai kota kreatif, dimana dalam hal ini Kota Malang melakukan berbagai inovasi untuk menunjang ekonomi kreatif. Kota Malang memiliki 12.948 pelaku ekonomi Kreatif di Kota Malang. Hal ini tentu merupakan potensi besar dalam pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Malang. Hasil pertumbuhan angka PDRB Ekonomi Kreatif Kota Malang Tahun 2021 atas dasar harga konstan mengalami peningkatan signifikan yaitu menjadi 3,47% dari -8,85% pada Tahun 2020. Hal ini dikarenakan pelaku usaha ekonomi kreatif terdampak pandemi COVID-19 di Tahun 2020. Pertumbuhan mengalami peningkatan di Tahun 2021 dikarenakan adanya perekonomian di Kota Malang yang mulai pulih dan pelaku usaha ekonomi kreatif mulai beradaptasi pada era normal sehingga nilai PDRB ekonomi kreatif mengalami kenaikan.
PENGUKURAN INDEKS KEPUASAN LAYANAN INFRASTRUKTUR (IKLI) KOTA MALANG TAHUN 2022 Kurniawan, Eddi Basuki; Fitriani, Rahma; Zakaria
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/97e1m446

Abstract

Pengukuran Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Kota Malang dimaksudkan untuk mengukur tingkat mutu dan pelayanan infrastruktur di Kota Malang pada dokumen Perubahan RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023 terdapat perubahan target pada beberapa Indikator Kinerja Daerah yang didasarkan pada sasaran Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur Kota Malang pada tahun 2022 yaitu 4,35. Pengukuran Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Kota Malang pada tahun 2022 ini diharapkan dapat menggambarkan kondisi kepuasan masyarakat terhadap infrastruktur di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengukur angka/capaian indeks kepuasan layanan infrastruktur tahun 2022. Teknik analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA), Analisis Gap Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur, dan Analisis Potential Gain Customer Value (PGCV). Hasil dari analisis ini, yaitu nilai IKLI tahun 2022 sebesar 4,36 masuk dalam kategori puas yang telah memenuhi target Perubahan RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023, serta terdapat rekomendasi untuk 6 indikator yang digunakan indikator ketersediaan fisik (availability), kualitas fisik (quality), kesesuaian (appropriateness), pemanfaatan (utility), penyerapan tenaga kerja (job creation), dan kontribusi terhadap perekonomian
PENGUKURAN INDIKATOR KINERJA DAERAH KOTA MALANG Adrianto, Dimas Wisnu; Cahyono, Deny Dwi; Valianto, Eko Budi
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/s1ckw738

Abstract

Pengukuran Indikator Kinerja Daerah (IKD) dimaksudkan untuk mengidentifikasi ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang ditetapkan menjadi Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah dan indikator kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada dokumen Perubahan RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023 terdapat perubahan target pada beberapa Indikator Kinerja Daerah yang didasarkan pada hasil evaluasi capaian kinerja sampai dengan Tahun 2020, serta intervensi target karena adanya pandemi Covid-19 yang belum terprediksi berakhirnya. Pengukuran Indikator Kinerja Daerah Kota Malang pada Tahun 2022 ini diharapkan dapat menggambarkan kinerja pemerintah daerah secara umum dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur capaian sembilan indikator kinerja daerah, yaitu Indeks Pembangunan Manusia, Angka Kemiskinan, Persentase Penurunan PPKS, Indeks Pembangunan Gender, Indeks Pembangunan Masyarakat, dan Indeks Modal Sosial. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis pengukuran capaian sembilan indikator kinerja daerah. Hasil dari analisis ini, yaitu terdapat tiga indikator yang telah memenuhi target Perubahan RPJMD Kota Malang Tahun 2018-2023, yaitu Indeks Pembangunan Manusia, Indeks Pendidikan, dan Indeks Kesehatan. Sementara itu, enam indikator lainnya masih belum memenuhi target yang telah ditetapkan.
PENGUKURAN INDIKATOR PROGRAM PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL KOTA MALANG TAHUN 2022 Arawindha, Ucca; Wiguna, Atu Bagus; Zakaria
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/b1nsfj04

Abstract

Pengukuran Indikator Pembangunan Bidang Sosial Kota Malang dilakukan untuk dapat mengukur capaian indikator kinerja program bidang sosial pada tahun 2021 dan tahun 2022 hingga triwulan dua, review target indikator pembangunan bidang sosial yang telah ditetapkan, menyajikan data-data indikator sosial, dan dapat memberikan rekomendasi kebijakan serta langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang berdasarkan hasil kajian. Terdapat 23 (dua puluh tiga) program P-RPJMD dan 54 (lima puluh empat) indikator pada bidang sosial yang sesuai dengan perangkat daerah terkait. Pengukuran indikator program pembangunan bidang sosial ini memiliki teknik analisis pengukuran capaian indikator bidang sosial, pengukuran efektivitas capaian target, pengelompokan tingkat efektivitas capaian target, dan identifikasi faktor determinan pelaksanaan program. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa sejumlah 80% indikator telah memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi di tahun 2021. Efektivitas tersebut meningkat dari tahun sebelumnya dengan selisih 23%. Akan tetapi masih terdapat 3 (tiga) indikator yang memiliki tingkat efektivitas sangat rendah dan 2 (dua) indikator memiliki tingkat efektivitas rendah.
PEMETAAN BANGUNAN BERIJIN DAN TIDAK BERIJIN SEBAGAI UPAYA SINKRONISASI PEMANFAATAN RUANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Sari, Titin Widiya Permata; Shoimah, Fadhilatus
PANGRIPTA Vol. 6 No. 1 (2023): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/dddfa746

Abstract

Terdapat banyak pelanggaran Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya di perkotaan Kecamatan Tenggarong. Selain itu, beberapa penggunaan  lahan yang ada di perkotaan Kecamatan Tenggarong perlu diidentifikasi secara aktual di lapangan yang bisa dijadikan bahan dasar dalam proses penataan ruang kedepannya. Penelitian bertujuan untuk melakukan pemetaan bangunan yang telah memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan yang belum memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dimana dari hasil pemetaan ini dapat dijadikan dasar dalam proses penertiban Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) di wilayah perkotaan Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara. Proses analisa data dilakukan pada perangkat lunak Arc GIS. Analisa dilakukan dengan menggunakan operasi-operasi  digitasi, query, dan overlay untuk manipulasi feature spasial. Hasil pemetaan bangunan yang telah dilakukan di wilayah penelitian, didapatkan bahwa: 1) Bangunan permukiman yang memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar 270 bangunan atau 0,94% dari total  bangunan permukiman di wilayah perencanaan; 2) Bangunan badan usaha yang memiliki Ijin  Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar 2,5% atau 715 bangunan dari total bangunan badan usaha  di wilayah perencanaan; 3) Bangunan yang memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar 3,44% atau 985 bangunan dari total bangunan di wilayah perencanaan; dan 4) Bangunan yang  tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sebesar 96,56% atau 27.616 bangunan dari total bangunan di wilayah perencanaan.
ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN AKIBAT PANDEMI COVID-19 DI KABUPATEN PASURUAN Khoiri, Achmad Miftahul; Binada, Ulfa; Nastiti, Bahagia
PANGRIPTA Vol. 5 No. 2 (2022): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/550n6p68

Abstract

Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Pasuruan yang diakibatkan oleh Covid-19 menuntut strategi efektif dari pemerintah daerah setempat. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengkaji apa saja strategi untuk mengentaskan kemiskinan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 di Kabupaten Pasuruan serta bagaimana dampak dari strategi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan sumber data primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemerintah Kabupaten Pasuruan telah melaksanakan strategi program pengentasan kemiskinan melalui koordinasi dengan masing-masing dinas terkait, misalnya program menurunkan beban pengeluaran dan penguatan ekonomi kreatif oleh Dinas Sosial dan Dinas Koperasi yang diidentifikasi menjadi program yang cukup efektif dalam pengentasan kemiskinan. Penelitian ini juga menemukan bahwa identifikasi kelompok sasaran merupakan komponen prasyarat keberhasilan program pengentasan kemiskinan, serta perlu adanya peran lebih dari stakeholder untuk meningkatkan keefektifitasan program pengentasan kemiskinan. Dengan demikian, Program yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Pasuruan perlu dilakukan secara optimaldengan diiringi peran stakeholders untuk meningkatkan efektivitas program untuk mengentaskan kemiskinan akibat pandemi Covid-19.

Page 11 of 17 | Total Record : 163