cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2023)" : 11 Documents clear
Efektivitas Obat Antihipertensi Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Banguntapan I Kabupaten Bantul Baroroh, Faridah; Solikhah, Maratush
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1575

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah kelainan sistem sirkulasi darah yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah diatas nilai normal yaitu ≥140/90 mmHg. Efektivitas pengobatan hipertensi berguna untuk mengetahui obat mana yang lebih efektif digunakan untuk penyakit hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui obat anthipertensi terbanyak, besar efektivitasanthipertensi terbanyak, dan ada atau tidak ada hubungan antara jenis kelamin dan usia dengan efektivitas pengobatan. Metode: Metode penelitian ini adalah observational analitik dengan pengambilan data secara rertrospective dari data rekam medis pasien yaitu nama obat dan tekanan darah. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, lokasi penelitianPuskesmas Banguntapan 1 Kabupaten Bantul. Efektivitas di ukur pada 3 bulan setelah pengobatan dengan menghitung perbandingan antara jumlah pasien hipertensi yang sudah mencapai target terapi terhadap jumlah total pasien yang mengkonsumsi obat hipertensi. Selain itu juga dilakukan analisa hubungan antara jenis kelamin dan usia terhadap efektivitas pengobatan. Hasil: Hasil penelitian dari 43 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, 81,4% perempuan dengan 74,7% usia kurang dari 60 tahun, serta 90,7% di diagnose hipertensi tanpa komplikasi. Obat antihipertensi yang diberikan kepada pasien amlodipine (97,7%) dan yang menggunakan obat kombinasi amlodipine-captopril (2,3%). Efektivitas amlodipine sebagai antihipertensi terbanyak digunakan adalah 48%. Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas (p=0,466), dan ada hubungan yang signifikan antara usia dengan efektivitas (p=0,037) dari amlodipine sebagai obat antihipertensi terbanyak yang digunakan. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian menunjukkan obat antihipertensi terbanyak adalah amlodipine dengan besar efektivitas 48%, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan efektivitas pengobatan (p>0,05) dan ada hubungan antara usia dengan efektivitas pengobatan (p<0,05).
Formulasi Dan Evaluasi Hand And Body Lotion Ekstrak Bunga Rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) Dengan Variasi Trietanolamin Sebagai Emulgator Marlina, Dewi; Fadly, Fadly; Sarmadi, Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1666

Abstract

Latar Belakang: Hand and body lotion merupakan salah satu kosmetik untuk melindungi kulit tetap baik. Trietanolamin merupakan emulgator yang membuat sediaan emulsi stabil bersama asam stearat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi trietanolamin yang optimal untuk menghasilkan sediaan hand and body lotion yang stabil dan memenuhi syarat. Sediaan dibuat menggunakan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang mengandung antioksidan untuk mencegah penuaan dini Metode:Penelitian menggunakan metode eksperimental, 400 gram simplisia bunga rosella di maserasi dengan 2 liter pelarut etanol 70%. Kemudian ekstrak diformulasikan dalam sediaan hand and body lotion sebesar 1,5%. Konsentrasi trietanolamin sebesar 1,5% pada formula I dan kontrol, 2,5% pada formula II dan 3,5% pada formula III. Evaluasi sediaan pada suhu kamar dan uji dipercepat (Cycling Test) meliputi pH, daya sebar, pemisahan fase, homogenitas, tipe emulsi, warna, bau dan iritasi kulit. Hasil:Hasil evaluasi pH dan daya sebar sediaan mengalami penurunan pada kedua uji penyimpanan. Formula I (1,5%) tidak memenuhi syarat uji pH sedangkan formula III (3,5%) mengalami persentase penurunan terendah pada kedua uji penyimpanan yaitu 7,75% dan 4,14%. Hasil uji daya sebar pada kedua uji penyimpanan, persentase penurunan terendah pada formula III (3,5%) yaitu 3,03% dan 3,75%. Formula II (2,5%) memiliki daya sebar paling besar. Ditinjau dari pemisahan fase, tipe emulsi, homogenitas, warna, bau dan iritasi kulit ketiga formula memenuhi syarat. Kesimpulan: Ekstrak bunga rosella konsentrasi 1,5% dapat diformulasikan menjadi sediaan yang stabil dan memenuhi persyaratan menggunakan konsentrasi trietanolamin yaitu 2,5%. Kata kunci : Antioksidan, bunga rosella, hand and body lotion, trietanolamin
Kepatuhan Pelaporan Obat yang Mengandung Prekursor di Apotek Kota Palembang Sumatera Selatan Rulianti, Mona Rahmi; Tedi, Tedi; Maryanti, Lilis; Natasyah, Natasyah
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i1.1688

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kesalahan dalam proses pengelolaan obat yang mengandung prekursor dapat menjadi penyebab terjadinya penyalagunaan yang berdampak pada keselamatan pasien. Untuk mencegah terjadinya penyimpangan maka Apotek perlu menerapkan proses pengelolaan obat yang mengandung prekursor yang termasuk dalam Pedoman Pengelolaan Prekursor Farmasi Dan Obat Mengandung Prekursor Farmasi. Penelitian telah dilakukan mengenai Kepatuhan Pelaporan Obat Yang Mengandung Prekursor Di Apotek Kota Palembang Sumatera Selatan. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif. Pengambilan data dengan cara mengisi lembar kuesioner menggunakan alat pengumpulan data berupa lembar kuisioner yang selanjutnya dianalisis berdasarkan pedoman (BPOM,2013). Hasil : Hasil penelitian pada 54 Apotek yang diteliti menunjukkan bahwa 54 (100%) Apotek sudah patuh dalam melaksanakan pencatatan pemasukan obat yang mengandung prekursor, tetapi masih terdapat Apotek yang tidak mencantumkan beberapa kelengkepan pencatatan pemasukan. 50 (92,60%) Apotek sudah patuh dalam melaksanakan pencatatan penggunaan obat yang mengandung prekursor, sedangkan 4 (7,40%) Apotek masih belum melaksanakan pencatatan penggunaan obat yang mengandung prekursor. 40 (74,07%) Apotek sudah patuh dalam melaksanakan pelaporan obat yang mengandung prekursor, tetapi masuk dalam penilaian kurang baik. Kesimpulan : Pelaksanaan pencatatan obat yang mengandung prekursor sudah baik, namun masih terdapat Apotek yang melakukan pencatatan hanya pada kartu stok, tetapi tidak pada buku khusus obat yang mengandung prekursor dan pencatatan obat yang mengandung prekursor masih tergabung dengan obat yang tidak mengandung prekursor. Pelaksanaan pelaporan obat yang mengandung prekursor masuk dalam penilaian kurang baik, Apoteker di Apotek belum melakukan pelaporan obat yang mengandung prekursor.
Profil Penggunaan Obat Pada Pasien Gout Arthritis Dengan Penyakit Penyerta Di Rumah Sakit Umum Gorontalo Nurkamiden, Firman S.; abdulkadir, widy susanti; Tululi, Rahmatiya; Jahja, Bariq; Datu, Yunita; Yambese, Alpiani; Utami, Sri
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1902

Abstract

Latar Belakang: Gout arthritis merupakan kondisi pembengkakkan pada area persendian yang disebabkan oleh tingginya tingkat asam urat pada tubuh (hiperurisemia), Faktor risiko yang mengakibatkan seseorang terkena asam urat antara lain riwayat keluarga/genetik, hipertensi, gagal ginjal, konsumsi alkohol yang berlebihan, kegemukan (obesitas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan obat pada pasien gout arthritis dengan penyakit penyerta dirumah sakit umum gorontalo Metode: Penelitian menggunakan teknik pengambilan data rekam medis pasien gout arthritis disertai penyakit penyerta yang dirawat diinstalasi rawat inap pada periode September – Desember 2022 Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita gout artritis terbanyak berdasarkan kelompok umur yaitu 65-74 tahun (34,8%), karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin paling banyak pada pria yaitu sebanyak 16 pasien (69,6%) sedangkan wanita 7 pasien (30,4%), kadar asam urat tinggi pada pasien pria memiliki presentase 56,6% dibandingkan dengan wanita hanya 21,7 % dan penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi dengan presentase 21,6% dengan jumlah 5 pasien. Pasien menerima berbagai obat, sebagian besar termasuk dalam golongan obat NSAID yang digunakan dengan presentase 14,9% dibandingkan dengan pengobatan gout atrithis Xanthine Oxide Inhibitor (12,3%) & Colchicine (11,6%). Kesimpulan: Pasien dengan penggunaan terapi obat gout artritis paling banyak adalah golongan NSAID dengan presentase 14,9% dan penyakit penyerta terbanyak adalah hipertensi dengan presentase 21,6%
Studi Penggunaan Kortikosteroid Pada Pasien Dermatitis Atopik di RSUD Toto Kabila Gorontalo Ismail, Delvita; Hiola, Faramita; Salamanya, Ahmad Hayun; Goni, Latifa
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1936

Abstract

Dermatitis atopik (DA) adalah peradangan yang terjadi pada kulit bersifat kronik dan residif, dengan gatal yang berhubungan dengan atopi. Penyakit ini selalu berhubungan dengan tingginya serum IgE dan adanya riwayat atopi, rhinitis alergi dan asma pada penderita atau keluarganya, umumnya muncul pada waktu bayi, anak-anak ataupun dewasa. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis penggunaan kortikosteroid pada pasien dermatitis atopik di RSUD Toto Kabila Provinsi Gorontalo tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode rancangan deskriptif bersifat retrospektif dan total sampling. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien dermatitis atopik di instalasi rawat jalan yang mendapat pengobatan di RSUD Toto Kabila Provinsi Gorontalo pada tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan kejadian dermatitis atopik di RSUD Toto Kabila Provinsi Gorontalo paling banyak ditemui pada pasien pria dibandingkan dengan pasien wanita, dengan presentasi pasien laki-laki sebanyak 76% dan pasien perempauan sebanyak 24%. Penderita dermatitis atopik paling banyak ditemui pada pasien yang tergolong dalam usia lansia akhir yaitu sebanyak 23%. Penggunaan obat kortikosteroid merupakan obat yang sering digunakan dalam pengobatan dermatitis atopik. Pasien dermatitis atopik di RSUD Toto Kabila untuk pengobatannya sering menggunakan obat golongan kortikosteroid yaitu deksosimetason topikal sebanyak 41%.
Uji Kualitatif dan Kuantitatif Kandungan Nitrit pada Produk Makanan Kemasan Olahan Daging yang Beredar di Super Market Kota Jambi Zahra, Fitrah Annisa; Elisma, Elisma; Rifqi, M
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1966

Abstract

Sodium nitrite is one of the permitted food preservatives that are widely used in meat. This study aims to identify and determine the level of sodium nitrite with samples used in the form of corned beef sausage and nuggets. Identification of sodium nitrite cadarn was done by UV-Vis Spectrophotometry method. The results showed that of the 9 samples tested, all were positive for sodium nitrite. From all samples, it was found that all food samples met the standards set by the Regulation of the Head of the Food and Drug Administration Number 36 of 2013, the maximum use limit of sodium nitrite preservative in processed meat products is 30 mg/kg.
Kandungan Kadar Beta Karoten dalam Buah Melon Orange dan Hijau (Cucumis Melo Linn) Secara KCKT Mangunsong, Sonlimar -; Simamora, Sarmalina; Taswin, Muhamad; Puspita, Dinda
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1969

Abstract

Latar Belakang: Jenis melon dapat membedakan kandungan beta karoten. Betakaroten merupakan salah satu isomer dari karotenoid yang dapat ditemukan pada buah-buahan berwarna hijau tua atau kuning tua, serta sayuran, berfungsi sebagai antioksidan dan berperan dalam fungsi tubuh. Pada penelitian ini digunakan buah melon orange dan melon hijau yang diekstraksi dengan pelarut etil asetat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar beta karoten pada daging buah melon orange dan melon hijau (Cucumis melo Linn) yang dilakukan dengan menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan melakukan ekstraksi terhadap buah melon orange dan hijau selanjutnya hasil ekstrak dijadikan sebagai sampel kemudian diukur dengan cara sampel disuntik sebanyak 20 µl ke dalam alat KCKT dengan menggunakan fase gerak kloroform:methanol (95:5) dan aju alir 1,0 ml/menit dengan detektor cahaya tampak (visibel) pada panjang gelombang 450 nm. Hasil: Kadar beta karoten yang dihasilkan dari ekstrak buah melon orange sebesar 50,62 mg/100 gram dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi dan kadar beta karoten ekstrak buah melon hijau sebesar 3,6 mg/100 gram dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Kesimpulan: Kadar beta karoten pada ekstrak buah melon orange jauh lebih besar dibandingkan dengan kadar beta karoten ekstrak buah melon hijau yang diukur dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi. Kata kunci: Beta Karoten, Melon Orange, Melon Hijau, Kromatografi Cair Kinerja Tinggi.
Kajian Terapi Penggunaan Obat Pasien Glaukoma Terhadap Penurunan TIO Pada Rumah Sakit Di Provinsi Gorontalo Bumulo, Mohamad Ramdan Rahmat; Papeo, Dizky Ramadani Putri; Mubaraq, Fajar Saril; Kahar, Oktaviani; Adati, Agnesia; Wahyuni, Sri; Begali, Musdhalifah M.
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.1988

Abstract

Latar Belakang: Glaukoma adalah penyakit mata dimana terjadinya kerusakan saraf optik yang disebabkan oleh hambatan pengeluaran cairan bola mata (Humor Aquous) . Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan monoterapi timolol dan terapi kombinasi timolol-acetazolamide pada pasien glaukoma di RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Provinsi Gorontalo. Metode: Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif yaitu berdasarkan data-data rekam medik yang sudah ada tanpa melakukan perlakuan ataupun wawancara langsung kepada subjek uji. Hasil: Pada pemberian monoterapi timolol diperoleh hasil pemeriksaan pertama pasien pada tahun 2020 dengan TIOD (Tekanan Intraokular Dextra ) 15,1 mmHg dan TIOS (Tekanan Intraokular Sinistra ) 16,0 mmHg, hingga pemeriksaan terakhir pasien pada tahun 2022 dengan hasil pemeriksaan TIOD 14, 1 dan TIOS 15,6, sedangkan pada pemberian terapi kombinasi timolol-acetazolamide diperoleh hasil pemeriksaan pertama pasien pada tahun 2022 dengan TIOD 31,3 mmHg dan TIOS 17,5 mmHg, hingga pemeriksaan terakhir pasien pada tahun 2022 dengan hasil pemeriksaan TIOD 24,7 dan TIOS 14,2. Kesimpulan: terjadi penurunan Tekanan Intraokular (TIO) pada pemberian monoterapi timolol dan kombinasi terapi timolol-acetazolamide, dimana penurunan tekanan intraokular yang paling signifikan adalah pada pemberian kombinasi terapi timolol dan acetazolamide.
Pengkajian Rasionalitas Antibiotika Pada Pasien Ispa Dengan Metode Gyssens Di Puskesmas Wilayah Surakarta Waty, Carolina Eka; Aditya P, Avianti Eka Dewi; Keswara, Yane Dila
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.2038

Abstract

Background: The irrational use of antibiotics in upper respiratory tract infections is one of the causes of the high rate of resistance in the community. Antibiotics are a treatment that is still often used in prescription by doctors even though most of the causes of upper respiratory tract infections are viruses. The success of ARI therapy really depends on the accuracy of using antibiotics. The purpose of this study was to evaluate the use of antibiotics with the Gyssens method in patients with ARD in outpatient pharmacy installations in the Surakarta health center. Methods: Non-experimental research with cross sectional design with retrospective data collection techniques from patient medical records at the Surakarta Regional Health Center. Results: The results showed 76.4% of the rationality of the accuracy of the use of antibiotics in patients with ARD at the outpatient pharmacy installation at the Surakarta health center and 23.6% of the use of antibiotics was irrational which consisted of inappropriate doses and intervals, and there were alternative drugs that were more effective and cheaper. Antibiotics were also incorrectly dosed by 23%. Conclusion: The rationality for the appropriate use of antibiotics in patients who met the inclusion criteria was 516 patients. The highest use of antibiotics in ISPA patients was Amoxicillin, 442 patients, namely 85.7%, the second highest was Cefadroxil, namely 8.7%, 45 people and the third highest was Cefixime, namely 3.3%, 17 people. The accuracy of antibiotic use in outpatient ISPA patients in the Surakarta regional health center using the Gysens method was 76.4%, as many as 394 people used antibiotics rationally, and the inappropriate use of antibiotics was 23.6%, consisting of 9.3% of inappropriate antibiotic use, incorrect interval 0.2%, cheap and effective alternative drugs 10.3%, alternative drugs cheaper, effective but with inappropriate dosage 3.3%, alternative cheap, effective drugs and inappropriate intervals 0.4%, alternative cheap, effective drugs and inappropriate doses and intervals of 0.2%. Keywords : Antibiotic, ISPA, Drug accuracy, Accuracy of dosage
Uji Mutu Fisik Dan Stabilitas Body Scrub Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea Canephora) Suzalin, Ferawati; Rahmania, Dhea; Wilsya, Mayaranti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.2062

Abstract

Kopi robusta (Coffea canephora) telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya Sumatera Selatan sebagai bahan pangan, obat tradisional, dan kosmetika. Kopi robusta memiliki senyawa metabolit yang memiliki peran sebagai antioksidan dan sebagai pelembab kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Formulasi yang baik untuk membuat Body Scrub dari Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) yang telah memenuhi syarat uji mutu fisik dan stabilitas sesuai dengan standar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Eksperimental. Hasil dari penelitian akan dilakukan pengujian meliputi Uji organoleptik, Uji homogenitas, Uji daya sebar, Uji Daya Lekat, Uji jenis emulsi, Uji pH, Uji Stabilitas, dan Uji Hedonik. Hasil dari Uji Organoleptik menunjukkan bahwa masing-masing formula tidak mengalami perubahan warna, aroma dan tekstur. Hasil dari Uji Homogenitas menunjukkan tidak terlihat adanya gumpalan dan warna pada sediaan yang merata. Hasil Uji Daya Sebar menunjukkan bahwa daya sebar yang baik ada pada Formulasi III yaitu 5,1 cm. Hasil Uji Daya Lekat menunjukkan semua formulasi memenuhi syarat daya lekat yang baik. Hasil Uji Jenis Emulsi menunjukkan bahwa sediaan ini termasuk dalam Jenis emulsi Minyak dalam Air (O/W). Hasil Uji pH menunjukkan semua formula masuk dalam persyaratan Uji pH yang baik. Uji Stabilitas menunjukkan seluruh formulasi stabil dalam suhu 4°C and 40°C. Uji Hedonik menunjukkan hasil bahwa Formula III paling banyak disukai panelis. Formulasi sediaan Body Scrub Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) telah memenuhi karakteristik uji Mutu Fisik Body Scrub dan Stabilitas yang meliputi Uji Organoleptik, Uji Homogenitas, Uji Daya Sebar, Uji Daya Lekat, Uji Jenis Emulsi, Uji pH, Uji Stabilitas sediaan Body Scrub, dan Uji Hedonik.

Page 1 of 2 | Total Record : 11