cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 241 Documents
Optimasi Konsentrasi Larutan Hara Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) pada Hidroponik Sistem Wick: Optimization of Nutrient Solution Concentration of Pakcoy (Brassica rapa L.) Plant in Hydroponic Wick System Megasari, Ria; Fatmawati, Fatmawati; Darmawanto, Darmawanto
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2982

Abstract

Hidroponik merupakan salah satu system pertanian modern yang dapat dibudidayakan di berbagai tempat, baik di desa, kota di lahan terbuka maupun di lahan terbatas seperti pekarangan ataupun apartemen. Sistem wick merupakan salah satu model budidaya hidroponik paling sederhana, karena larutan nutrisi ditarik ke media tanam dengan bantuan sumbu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh optimasi larutan hara tanaman pakcoy pada hidroponik sistem wick. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan yang digunakan terdiri dari berbagai dosis hidroponik dengan konsentrasi N1 = ABmix 500 ppm, N2 = ABmix 1.000 ppm, N3 = ABmix 1.500 ppm, dan N0 = 0 ppm (sebagai kontrol). Perlakuan ini dilakukan dengan empat instalasi hidroponik dan diulang tiga kali, sehingga totalnya adalah dua belas unit penelitian. Hasil penelitian menunjukan perlakuan Abmix 1.500 ppm (N3) berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman pakcoy. Rata-rata tinggi tanaman yaitu 16,73 cm, rata-rata jumlah daun yaitu 9,38 helai dan rarta-rata berat tanaman pakcoy yaitu 55,03 g. This research aims to determine the effect of optimizing the nutrient solution for pakcoy plants on the hydroponic wick system. This research was conducted using a Randomized Block Design (RBD) method. The treatments used consisted of various hydroponic doses with concentrations of N1 = ABmix 500 ppm, N2 = ABmix 1,000 ppm, N3 = ABmix 1,500 ppm, and N0 = 0 ppm (as control). This treatment was carried out with four hydroponic installations and repeated three times for twelve research units. The research showed that Abmix 1,500 ppm (N3) treatment significantly affected plant height, number of leaves, and wet weight of pakcoy plants. The average plant height was 16.73 cm, the average number of leaves was 9.38 and the average weight of the pakcoy plant was 55.03 g.
Aplikasi Teknik Hydropriming untuk Meningkatkan Invigorasi Benih Kapas Cokelat pada Tahap Perkecambahan: Application of Hydropriming Technique to Improve the Invigoration of Brown Cotton Seeds at the Growth Stage Yamin, Mayasari; Qadri, Sri Nur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3011

Abstract

Kapas salah satu penghasil serat alam yang memiliki peran penting dalam industri tekstil dan berpengaruh pula pada bidang pertanian, industri dan sektor ekonomi suatu negara. Namun, secara morfologi tanaman ini memiliki tekstur kulit benih yang tergolong keras dan berpengaruh terhadap tingkat dormansi benih yang berdampak terhadap viabilitas benih kapas. Penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh informasi terkait kualitas benih berdasarkan fenotipe benih, (2) memperoleh media tanam terbaik untuk perkecambahan benih kapas cokelat, (3) dan memperoleh waktu perendaman terbaik menggunakan suhu sesaat 80°C dalam meningkatkan perkecambahan benih kapas. (4) memperoleh kombinasi perlakuan antara media tanam dan lama perendaman yang terbaik dalam meningkatkan invigorasi benih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare pada bulan Juli 2023. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama yaitu jenis media perkecambahan dan faktor kedua yaitu taraf waktu perendaman menggunaan suhu sesaat 80°C. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, perlakuan perendaman benih dengan suhu 80°C sesaat selama 18 jam mampu meningkatkan keserempakan tumbuh, kecepatan tumbuh, indeks vigor, dan viabilitas benih kapas denga rerata masing-masing 77,20 %/etmal; 90,07%; 86,735 dan 94,33%. Sedangkan panjang kecambah terbaik ditunjukkan oleh perlakuan dengan perendaman suhu 80°C sesaat selama 6 jam. Cotton is a natural fiber producer which has an important role in the textile industry and also has an influence on agriculture, industry and the economic sector of a country. However, morphologically, this plant has a relatively hard seed coat texture and this affects the level of seed dormancy which has an impact on the viability of cotton seeds. This research aims to (1) obtain related seed quality based on seed phenotype, (2) obtain the best planting medium for germinating brown cotton seeds, (3) and obtain the best soaking time using an instantaneous temperature of 80°C to increase cotton seed germination, and (4) obtain the best combination of treatment between planting media and soaking time to increase seed invigoration. This research was carried out at the Agriculture, Livestock and Fisheries Laboratory, Muhammadiyah University of Parepare in July 2023. This research used a factorial design consisting of two factors from the Faculty. The first factor is the type of germination media and the second factor is the level of soaking time using a temperature of 80°C. Based on the research results obtained, seed soaking treatment at a temperature of 80°C for 18 hours was able to increase growth synchrony, growth speed, vigor index, and viability of cotton seeds by an average of 77.20%/ethmal each; 90.07%; 86.735 and 94.33%. Meanwhile, the best length of sprouts was achieved by soaking at 80°C for 6 hours.
Efektivitas Kerapatan Bakteri Bacillus subtilis Terhadap Peningkatan Produksi Bawang Merah: Effectiveness of Bacillus subtilis Density on Increasing Onion Production Gau, Andi Dita Tawakkal; Qadri, Sri Nur
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3012

Abstract

Produk bawang merah termasuk ke dalam kelompok bumbu non-substitusi yang digunakan sebagai penyedap masakan dan bahan obat tradisional. Komoditas ini juga merupakan sumber pendapatan dan kesempatan kerja yang telah memberikan kontribusi penting bagi pembangunan ekonomi daerah yang menjadikan budidaya bawang merah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Kebutuhan bawang merah pada tahun 2016 sebesar 1,04 juta ton dan diperkirakan akan terus mengalami peningkatan hingga mencapai rata-rata 3,26% per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan umbi bawang merah dari beberapa umur panen umbi bawang merah dan bakteri Bacillus subtilis dengan kerapatan berbeda terhadap produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilakukan di Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari - Juli 2020. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan petak utama adalah umbi bawang merah dari berbagai umur panen yang terdiri atas 3 taraf yaitu 70, 75, dan 80 hari setelah tanam (HST) dan anak petak adalah bakteri Bacillus subtilis dengan kerapatan berbeda yang terdiri atas 4 taraf yaitu kontrol, kerapatan 104, kerapatan 108, dan kerapatan 1012. Parameter pengamatan yang diamati yaitu berat kering umbi (g), produksi umbi (ton/ha), berat kering tiap 5 hari dan jumlah umbi membusuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter berat kering umbi dan produksi umbi (ton/ha) tidak berbeda nyata pada α taraf 1% kecuali pada parameter umur panen umbi bawang merah berpengaruh nyata terhadap berat kering umbi tiap 5 hari dan jumlah umbi membusuk. Pemberian Bacillus subtilis berpengaruh nyata terhadap parameter berat kering umbi/5 hari sedangkan interaksi antara umur panen umbi bawang merah dan Bacillus subtilis berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah umbi membusuk. Umur panen 80 HST yang di berikan perlakuan Bacillus subtilis kerapatan 108 memberikan hasil terbaik pada parameter berat kering tiap 5 hari dan jumlah umbi membusuk yaitu dengan rerata masing-masing (207,27 g) dan (0,17 umbi). Shallot products are included in the group of non-substitutable spices which are used as cooking flavorings and traditional medicinal ingredients. This commodity is also a source of income and employment opportunities which has made an important contribution to regional economic development which has made shallot cultivation spread to almost all provinces in Indonesia. The need for shallots in 2016 was 1.04 million tons and is predicted to continue to increase to reach an average of 3.26% per year. This study aims to examine the effect of using shallot bulbs from several harvest ages of shallot bulbs and Bacillus subtilis bacteria with different densities on the production of shallots. The research was conducted at the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University Makassar. The research was carried out from February to July 2020. The study used a Separate Plot Design (RPT) with the main plots of shallot bulbs of various harvest ages consisting of 3 levels, namely 70, 75, and 80 days after planting (HST) and the subplots were Bacillus subtilis bacteria with different densities consisting of 4 levels, namely control, density 104, density 108, and density 1012. Parameters observed were dry weight of tubers (g), tuber production (tons/ha), dry weight every 5 days and number of rotting tubers. The results showed that the characteristics of dry weight of tubers and tuber production (tons/ha) were not significantly different at 1% level except that the harvest age of shallot bulbs significantly affected the dry weight of tubers every 5 days and the number of rotting bulbs. The administration of Bacillus subtilis had a significant effect on the dry weight parameter of tubers/5 days, while the interaction between the harvesting age of shallot bulbs and Bacillus subtilis had a very significant effect on the parameters of the number of rotting tubers. Harvest age 80 HST treated with Bacillus subtilis density 108 gave the best results on the dry weight parameters every 5 days and the number of rotting tubers with an average of (207.27 g) and (0.17 bulbs, respectively).
Efektivitas Pemberian Bahan Organik Melalui Lubang Resapan Biopori pada Tanaman Kakao: Effectiveness of Applying Organic Matter Through Biopore Infiltration Holes in Cocoa Plants Nur Qadri, Sri; Gau, Andi Dita Tawakkal
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3016

Abstract

Rendahnya produktivitas pada tanaman kakao disebabkan sifat kimia tanah yang kurang baik, pH rendah, tanaman yang sudah tua, pengelolaan tanaman sangat rendah seperti pemupukan, pemangkasan, sanitasi kebun, dan pemanenan terlambat mengakibatkan tingginya tingkat serangan hama dan penyakit. Membuat lubang resapan biopori dengan penambahan bahan organik merupakan solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik pada lubang resapan biopori. Penelitian ini dilaksanakan di lahan perkebunan kakao milik petani dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan setiap unit percobaan terdiri dari 4 tanaman masing-masing 3 ulangan. Faktor pertama yaitu lubang resapan biopori terdiri dari empat lubang (r1), delapan lubang (r2), dua belas lubang (r3) dan faktor kedua yaitu dosis kompos terdiri dari tiga taraf yaitu dosis 0.5 kg (b1), dosis 1 kg (b2), dosis 1.5 kg (b3). Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengaruh lubang resapan biopori dan dosis bahan organik menunjukkan tidak berpengaruhh nyata karena pada proses penyerapan bahan organik memerlukan waktu yang relatif lama. Low productivity in cocoa plants due to poor soil chemistry, low pH, old plants, very low plant management such as fertilization, pruning, garden sanitation, and late harvesting result in high rates of pest and disease attacks. Making biopore infiltration holes with the addition of organic matter is a solution to this problem. This study was conducted to determine the effect of giving organic matter to biopore infiltration holes. This research is carried out on cocoa plantation land owned by farmers and uses a Randomized Block Design (RBD) with 9 treatments each experimental unit consisting of 4 plants of 3 tests each, namely the first factor, namely the biopore infiltration hole consisting of Four holes (r1), eight holes (r2), twelve holes (r3) and the second factor, namely the compost dose consisting of three levels, namely dose 0.5 kg (b1), dose 1 kg (b2), dose 1.5 kg (b3). Based on the results of the study, the influence of biopore infiltration holes and doses of organic matter showed no real effect because the process of absorption of organic matter requires a relatively long time.
Perbandingan Produktivitas dan Pendapatan Usahatani Padi Varietas MR 219 dan Inpari 9 di Desa Sidomakmur Kecamatan Tana Lili Kabupaten Luwu Utara: Comparison of Productivity and Income of Rice Farming Varieties MR 219 and Inpari 9 in Sidomakmur Village Tana Lili District North Luwu Regency Safaruddin, Safaruddin; I Nyoman Arnama; Syamsuddin, Syamsuddin; Abdul Rais
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produktivitas dan pendapatan usahatani padi sawah antara varietas MR 219 dan Inpari 9 di Desa Sidomakmur Kecamatan Tana Lili Kabupaten Luwu Utara. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan sistem random sampling. Penelitian ini menggunakan dua data yaitu data sekunder dan data primer yang diperoleh dengan observasi langsung menggunakan instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas MR 219 memberikan pendapatan lebih bagi petani padi dibandingkan dengan varietas Inpari 9, varietas MR 219 sebesar Rp.47.884.831,- dibandingkan varietas Inpari 9 yang hanya Rp. 42.351.964,-. Jika dibandingkan dengan pendapatan keduanya, disini terlihat jelas perbedaan pendapatan yang dimana pendapatan tertinggi yaitu varietas MR 219 lebih tinggi dibandingkan dengan Inpari 9. Alasan petani menanam padi varietas MR 219 adalah karena proses penanamannya yang lebih mudah, hasil produksi lebih tinggi serta lebih disenangi oleh pasar sehingga dapat memberikan keuntungan yang lebih baik kepada petani. This research aims to determine the differences in productivity and income from lowland rice farming between the MR 219 and Inpari 9 varieties in Sidomakmur Village, Tana Lili District, North Luwu Regency. This research method is quantitative descriptive. Sampling was carried out using a random sampling system. This research uses two data, namely secondary data and primary data obtained by direct observation using research instruments. The results of this research show that the MR 219 variety provides more income for rice farmers compared to the Inpari 9 variety, the MR 219 variety which is IDR 47,884,831 compared to the Inpari 9 variety which is only IDR 42,351,964. When compared with the income of the two, here the difference in income is clearly visible, where the highest income, namely the MR 219 variety, is higher than the Inpari 9. The reason farmers plant the MR 219 rice variety is because the process of receiving the results is greater, as well as getting higher profits.
Pengaruh Pemberian Abu Boiler Kelapa Sawit dan POC (Pupuk Organik Cair) Kotoran Ayam pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.): The Effect of Providing Palm Boiler Ash and Chicken Manure Liquid Organic Fertilizer on the Growth and Yield of Cucumber Plants (Cucumis sativus L.) Muhammad Naim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3031

Abstract

Mentimun merupakan salah satu tanaman labu-labuan yang diminati oleh masyarakat. Buah mentimun dapat dikonsumsi sebagai pencuci mulut atau pelepas dahaga, dapat juga digunakan sebagai bahan pembuatan kosmetik, obat-obatan dan bahan baku industri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian abu boiler kelapa sawit dan POC kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan II Fakultas Pertanian Kampus 2 Universitas Cokroaminoto Palopo pada bulan September sampai November 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan 4 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan. P0= tanpa perlakuan (kontrol), P1= abu boiler kelapa sawit 50 gram + POC kotoran ayam 250 ml/tanaman, P2= abu boiler kelapa sawit 100 gram + POC kotoran ayam 220 ml/tanaman, P3= abu boiler kelapa sawit 150 gram + POC kotoran ayam 190 ml /tanaman, P4= abu boiler kelapa sawit 200 gram + POC kotoran ayam 160 ml /tanaman, P5= abu boiler kelapa sawit 250 gram + POC kotoran ayam 130 ml/tanaman. Hasil penelitian pada pemberian abu boiler kelapa sawit dan POC kotoran ayam tidak berpengaruh nyata terhadap keseluruhan parameter pengamatan. Pada penelitian ini dosis yang terbaik pada perlakuan P1= abu boiler kelapa sawit 50 gram + POC kotoran ayam 250 ml terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun dengan rata-rata tinggi tanaman 115,50 cm, rata-rata umur berbunga 25,50 hari, rata-rata jumlah buah 1,38 buah, dan rata-rata berat buah 318,50 gram. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian abu boiler kelapa sawit 50 gram dan POC kotoran ayam 250 ml/tanaman dapat menyediakan unsur hara yang sesuai untuk kebutuhan tanaman mentimun. Cucumber is one of the gourd plants that is popular with the public. Cucumber fruit can be consumed as a dessert or thirst quencher, and can also be used as an ingredient for making cosmetics, medicines and industrial raw materials. This research aims to determine the effect of giving palm oil boiler ash and chicken manure POC on the growth and production of cucumber plants. This research was carried out at Experimental Field II, Faculty of Agriculture, Campus 2, Cokroaminoto Palopo University, from September to November 2022. The method used in this research was a Randomized Block Design (RBD) with 6 treatments and 4 replications so there were 24 experimental units. P0= without treatment (control), P1= palm oil boiler ash 50 grams + chicken manure POC 250 ml/plant, P2= palm oil boiler ash 100 grams + chicken manure POC 220 ml/plant, P3= palm oil boiler ash 150 grams + chicken manure POC 190 ml/plant , P4= palm oil boiler ash 200 grams + chicken manure POC 160 ml /plant, P5= palm oil boiler ash 250 grams + chicken manure POC 130 ml/plant. Results of this research exposure to palm oil boiler ash and chicken manure POC had no significant effect on the overall parameters. In this study, the best dose in treatment P1 = palm oil boiler ash 50 grams + POC chicken manure 250 ml on the growth and production of cucumber plants with an average plant height of 115,50 cm, average flowering age 25,50 cm days, average number of fruit 1,38, and average fruit weight 318.5 grams. This shows that the provision of palm oil boiler ash 50 gram and chicken manure POC 250 ml/plant can provide nutrients that suit the needs of cucumber plants.
Pembuatan Pupuk Organik Kombinasi Tiga Jenis Rumput Laut Modifikasi ZPT Alami: Manufacturing Organic Fertilizer From a Combination of Seaweed Modification of Natural Growth Regulators Yamin, Mayasari; Nur Qadri, Sri; Hidayat Rahman Side, Taufiq
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3032

Abstract

Status kesuburan tanah merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pertumbuhan dan produksi tanaman. Kesuburan tanah menggambarkan kemampuan tanah mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman. Ketersediaan unsur hara di dalam tanah terus berkurang akibat dari pengambilan hasil tanam atau pengurasan hasil panen sehingga tanah perlu dipupuk untuk menggantikan unsur hara yang terangkut dan untuk mempertahankan tingkat produktivitas lahan. Pemupukan tanah dapat dilakukan menggunakan pupuk anorganik dan atau pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pupuk organik Eco Glasum yang ramah lingkungan. Eco Glasum merupakan pupuk kompos modifikasi berbentuk padat yang terdiri atas 3 jenis rumput laut yaitu Eucheuma cottoni, Glacilaria sp., Sargassum sp. dan dikombinasikan dengan ekstrak bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di KP. Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Universitas Muhammadiyah Parepare pada bulan Juni 2023. Parameter amatan terdiri atas tekstur, warna, dan aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan pupuk organik yang berbahan dasar kombinasi dari rumput laut yang dimodifikasi dengan ZPT alami memiliki tektur yang remah, warna gelap dan tidak beraroma. Gelap ini menunjukkan bahwa pupuk organik memiliki tingkat kematangan yang optimal. Soil fertility status is an important factor that determines the success of plant growth and production. Soil fertility describes the ability of the soil to support plant growth and production. The availability of nutrients in the soil continues to decrease due to harvesting or depletion of crops, so the soil needs to be fertilized to replace the transported nutrients and to maintain the level of land productivity. Soil fertilization can be done using inorganic fertilizer and/or organic fertilizer. This research aims to obtain Eco Glasum organic fertilizer which is environmentally friendly. Eco Glasum is a solid modified compost fertilizer consisting of 3 types of seaweed, namely Eucheuma cottoni, Glacilaria sp., Sargassum sp. and combined with red onion extract. This research was carried out in KP. Faculty of Agriculture, Animal Husbandry and Fisheries, Muhammadiyah University, Parepare in June 2023. Observed parameters consist of texture, color and aroma. The results of the research show that making organic fertilizer made from a combination of modified seaweed with natural PGRs has a crumbly texture, dark color and no aroma. This darkness indicates that the organic fertilizer has an optimal level of strength.
Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Galur Tomat Hasil Persilangan Karina x Mawar: Growth and Production of Some Tomato Strains Resulting from the Cross of Karina x Mawar Muh. Farid; Feranita Haring; Muhammad Fuad Anshori; Katriani Mantja; Andi Dirpan; Siti Halimah Larekeng; Marlina Mustafa; Adnan, Adnan
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3059

Abstract

Peningkatan konsumsi tomat semakin meningkat, namun produksi tomat masih lebih rendah dari potensi produksinya. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tomat dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul yang dapat beradaptasi baik dengan lingkungannya dan berproduksi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengujian lanjutan beberapa galur hasil persilangan Karina x Mawar terhadap karakter pertumbuhan dan produksi. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin sejak bulan April hingga Juli 2023. Hasil yang didapatkan yaitu, galur hasil persilangan Karina x Mawar yang memberikan produksi terbaik adalah KM 69.6.8 (g8) dengan rata-rata produksi 1858.83 g dan berbeda nyata dengan kedua tetuanya, karakter yang memiliki nilai heritabilitas tinggi, yaitu karakter tinggi tanaman, tinggi dikotomus, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah tandan berbuah, jumlah buah total, panjang buah, diameter buah, bobot buah, jumlah biji perbuah dan produksi, serta terdapat 4 karakter yang berkorelasi positif nyata terhadap produksi, yaitu karakter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah bunga pertandan dan jumlah tandan berbuah. The increase in tomato consumption is increasing, but tomato production is still lower than its production potential. One effort to increase tomato production can be done by using superior varieties that can adapt well to their environment and produce high yields. This research aims to carry out further testing of several lines resulting from the Karina x Mawar cross on growth and production characteristics. The research was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, Hasanuddin University from April to July 2023. The results obtained were, the line resulting from the Karina x Mawar cross that gave the best production was KM 69.6.8 (g8) with an average production of 1858.83 g and was significantly different from the two parents, characters that have high heritability values, namely plant height, dichotomous height, number of branches, flowering age, harvest age, number of fruit bunches, total number of fruit, fruit length, fruit diameter, fruit weight, number of seeds per fruit and production, and there are 4 characters that have a real positive correlation with production, namely plant height, number of branches, number of flower bunches and number of fruit bunches.
Analisis Pemasaran Tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru: Analysis Marketing of Tobacco in Lempang Village Tanete Riaja Subdistrict Barru Regency Suaedin, Hasri Aynun; Lukman Yunus; Munirwan Zani; M Arhim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 12 No. 1 (2024): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v12i1.3064

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui margin pemasaran tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru, (2) mengetahui efisiensi pemasaran tembakau di Desa Lempang Kecamatan Tanete Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif untuk saluran pemasaran dan analisis kuantitatif pada pendapatan, margin dan efisiensi pemasaran (Farmer’s Share). Populasi dalam penelitian ini terdiri dari petani tembakau, pedagang pengumpul, pedagang besar dan perwakilan pabrik dengan jumlah populasi 23 responden. Hasil penelitian ini adalah saluran distribusi tembakau rajangan di Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru yang paling dominan dalam menyerap tembakau ialah saluran distribusi 2. Tiap lembaga distribusi menjalankan fungsi pertukaran, fisik, dan fasilitas. Meskipun saluran distribusi 3 (petani-perwakilan pabrik) terbukti efisien, dalam konteks penelitian, saluran distribusi 1 (petani- perusahaan mitra) memiliki potensi pengembangan mengingat kebanyakan petani kekurangan jaringan dan usaha mereka berskala kecil. Melalui kerjasama ini, petani memperoleh akses ke input serta jaminan pasar yang lebih menguntungkan. Biaya terbesar dalam transaksi pembiayaan berkaitan dengan pencarian informasi, sementara dalam transaksi pemasukan dan pengeluaran, biaya utamanya adalah biaya negosiasi. This research aims to find out (1) knowing the tobacco marketing margin in Lempang Village, Tanete Riaja District, Barru Regency, (2) knowing the efficiency of tobacco marketing in Lempang Village, Tanete Riaja District, Barru Regency. This research was analyzed using qualitative descriptive analysis for marketing channels and quantitative analysis on revenue, margin and marketing efficiency (Farmer's Share). The population in this study consisted of tobacco farmers, collecting traders, wholesalers and factory representatives with a total population of 23 respondents. The results of this research are that the distribution channel for chopped tobacco in Lempang Village, Tanete Riaja District, Barru Regency which is most dominant in absorbing tobacco is distribution channel 2. Each distribution institution carries out exchange, physical and facility functions. Although distribution channel 3 (farmer-Factory Representative) is proven to be efficient, in the context of the research, distribution channel 1 (farmer-partner company) has development potential considering that most farmers lack networks and their businesses are small scale. Through this collaboration, farmers gain access to inputs and guaranteed more profitable markets. The biggest costs in financing transactions are related to searching for information, while in income and expenditure transactions, the main costs are negotiation costs.
Pengendalian Hama Tikus Sawah (Rattus argentiventer) dengan FOKUS (Fogging Tikus) Menggunakan Fumigan dari Ekstrak Cabai di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu: Pest Control of Rats (Rattus argentiventer) with FOKUS (Fogging Rats) Using Repellent from Chili Extract in South Ponrang District Luwu Regency Yusri
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.3084

Abstract

Tikus sawah merupakan salah satu hama utama pertanaman padi yang dapat menyebabkan penurunan produksi hingga kegagalan panen. Berbagai teknik pengendalian dapat dilakukan guna untuk mengamankan produksi tanaman padi, salah satunya dengan metode fumigasi atau fogging. FOKUS (Fogging Tikus) merupakan alat yang dirancang untuk mengendalikan hama tikus dengan metode fumigasi atau pengasapan yang dilakukan pada sarang tikus. FOKUS dibuat dari peralatan bekas dan sederhana namun efektif untuk digunakan sebagai alat fumigasi. Alat FOKUS ini menggunakan bahan pengendali (fumigan) dari ekstrak cabai yang dapat menyebabkan rasa perih pada mata dan mengganggu sistem pernapasan tikus. Percobaan dilakukan di lahan sawah yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu pada bulan Mei – Juni 2023. Dalam pengujiannya ada tiga varian jumlah semburan asap yang dilakukan, yaitu satu, tiga, dan lima semburan asap dengan waktu tunggu selama tiga menit dan selang waktu semburan asap selama 10 detik. Masing – masing jumlah semburan asap dilakukan percobaan selama tiga kali. Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan di lapangan memperlihatkan bahwa FOKUS berfungsi dengan sangat baik. Jumlah semburan 1 kali tidak efektif membuat tikus keluar dari sarang. Sementara itu, 3 kali semburan asap mampu membuat tikus keluar dari sarang namun masih aktif dan kondisi sehat. Sedangkan pada jumlah semburan asap 5 kali ditemukan tikus keluar dari lubang aktif dengan kondisi lemas. Tikus yang keluar dan terperangkap pada jaring kemudian dimatikan. Rats are one of the main pests of rice crops which can cause a decrease in production and even crop failure. Various control techniques can be used to secure rice production, one of which is the fogging method. FOKUS (Rat Fogging) is a tool designed to control rat pests using the fumigation method carried out in rat nests. This FOCUS tool uses a control agent (repellent) from chili extract. The experiment was carried out in rice fields in South Ponrang District Luwu Regency in May – June 2023. In the test, there were three variants of the number of smoke bursts carried out, namely one, three and five smoke bursts with a waiting time of three minutes with a smoke burst interval of 10 seconds. Each number of smoke bursts was tested three times. Based on the results of experiments carried out in the field, it shows that FOKUS functions very well. One burst is not effective in getting rats out of the nest. Meanwhile, 3 bursts of smoke were able to make the rats come out of the nest but were still active and in good health. Meanwhile, with 5 smoke bursts, rats were found coming out of the active holes in a weak condition. Rats that come out and are trapped in the net are then killed.

Page 7 of 25 | Total Record : 241