cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Analisis Risiko Usahatani Padi Sawah di Desa Iwoimea Jaya Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur : Risk Analysis of Rice Farming in Iwoimea Jaya Village Aere District Kolaka Timur Regency Linda, Yuliana; Marsuki Iswandi; Idrus Salam
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2645

Abstract

Tanaman padi sawah adalah tanaman penghasil beras yang merupakan sumber penghasil karbohidrat bagi sebagian penduduk dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko yang terdapat pada usahatani padi sawah dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan petani untuk mengelola risiko usahatani padi sawah. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 193 petani. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak sederhana (Simple Random Sampling) berjumlah 36 petani dengan menggunakan rumus slovin. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko yang terjadi pada saat pengolahan lahan yaitu kurangnya ketersediaan alat mesin traktor, dan kurangnya ketersediaaan air irigasi. Pada saat penanaman risiko yang terjadi yaitu tanaman gagal tumbuh dan tanaman kerdil. Pada saat pemeliharaan risiko yang terjadi yaitu penyakit blast, tikus, walang sangit, dan wereng. Pada saat pemanenan risiko yang terjadi yaitu pada saat masa panen keterbatasan alat mesin panen sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam pemanenan.Upaya petani dalam pengelolaan risiko yang dihadapi sebelum terjadi, pada saat terjadi dan setelah terjadi adalah dilakukan dengan menghindari risiko tersebut dengan cara apabila terjadi tanda-tanda serangan hama dan penyakit maka petani mengatasi dengan cara menyemprotkan obat-obatan atau pestisida yang sesuai untuk mengatasi hama dan penyakit tersebut agar tidak berkelanjutan keareal lainnya yang akan mengakibatkan penurunan kualitas hasil produksi padi sawah. Rice plants are rice-producing plants that are a source of carbohydrate production for some of the world's population.This study aims to determine the risks found in paddy farming and describe the efforts made by farmers to manage the risks of paddy rice farming. The population in this study was 193 farmers.The determination of samples in this study was carried out by simple random sampling (Simple Random Sampling) totaling 36 farmers using a slovin formula.The data analysis used in this study was qualitative descriptive. The results showed that the risks that occur during land processing are the lack of availability of tractor machine tools, and the lack of availability of irrigation water. At the time of planting, the risks that occur are plants that fail to grow and stunted plants. At the time of maintenance the risks that occur are blast disease, rats, walang sangit, and leafhoppers. At the time of harvesting, the risk that occurs during the harvest period, the limitations of harvesting machine tools resulting in delays in harvesting.Farmers' efforts in managing risks faced before they occur,When it occurs and after it occurs is done by avoiding these risks by means of if there are signs of pest and disease attacks, farmers overcome by spraying drugsor pesticides that are suitable to overcome these pests and diseases so that they are not sustainable in other areas that will result in a decrease in the quality of rice field production.
Analisis Penerapan Subsistem Agribisnis Nilam di Desa Aladadio Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur : Analysis of the Implementation of Patchouli Agribusiness Subsystem in Aladadio Village Aere District Kolaka Timur Regency Eling Sari, Ayu; Yusna Indarsyih; La Ode Kasno Arif
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan subsistem agribisnis nilam di Desa Aladadio Kecamatan Aere Kabupaten Kolaka Timur. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 39 orang yang terdiri dari 35 orang petani nilam, 2 orang penyuling nilam dan 2 orang pedagang. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling dan metode sensus. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis marjin pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subsistem penyediaan bibit dan sarana produksi alsintan tersedia tepat waktu, harga, jumlah, jenis dan kualitas. Sedangkan pupuk tepat waktu, jumlah dan harga, dan pestisida tepat waktu, jenis dan kualitas. Sisanya belum tersedia persis. Subsistem agroindustri (pengolahan) minyak nilam, proses pemurnian minyak nilam membutuhkan waktu 12-13 jam dengan sekali penyulingan membutuhkan 500 kg bahan baku nilam kering dan menghasilkan 8-9 kg minyak nilam. Proses penyulingan memakan waktu selama 12-13 jam. Subsistem pemasaran minyak nilam melalui satu saluran pemasaran yaitu petani ke pedagang pengumpul kecil ke pedagang pengumpul besar berakhir di PT. Sam Aroma Surabaya. Total margin pemasaran minyak nilam sebesar Rp250.000/kg. This study aims to determine the application of the patchouli agribusiness subsystem in Aladadio Village, Aere District, East Kolaka Regency. The number of samples in this study amounted to 39 people consisting of 35 patchouli farmers, 2 patchouli distillers and 2 traders. Samplkpe sampling using simple random sampling method and census method. The analysis method in this study uses descriptive analysis, revenue analysis and marketing margin analysis. The results of this study show that the subsystem providing seed and alsintan production facilities is available precisely in terms of time, price, quantity, type and quality. Meanwhile, fertilizer in terms of time, quantity and price is right, and pesticides in terms of time, type and quality are right. The rest is not yet available exactly. Agro-industrial subsystem (processing) of patchouli oil, the process of refining patchouli oil takes 12-13 hours with one distillation requiring 500 kg of dry patchouli raw materials and producing 8-9 kg of patchouli oil. The distillation process takes as long as 12-13 hours. Patchouli oil marketing subsystem through one marketing channel i.e. farmers to small collector traders to large collector traders ends up in PT. Sam Aroma Surabaya. Total margin pemasaran minyak nilam sebesar Rp250.000/kg.
Aplikasi Biourin dan Sistem Tanam pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.): Biourin Applications And Croping Systems In Paddy Rice (Oryza sativa L.) Megasari, Ria
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2669

Abstract

Bagi hampir semua orang Indonesia, beras merupakan makanan pokok. Menginteraksikan dukungan kegiatan antar sektor dan antar wilayah dalam pengembangan usaha pertanian, merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mendongkrak produktivitas tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui efektivitas penggunaan biourin dan penggunaan system tanam terhadap pertumbuhan dan produktivitas padi sawah dan (2) interaksi perlakuan antara system tanam dengan aplikasi biourine. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Donri-donri Kecamatan Donri-donri, Kabupaten Soppeng. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2022 sampai April 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah system tanam (S) yang terdiri dari 3 taraf yaitu S1 = Sistem Legowo 2:1; S2 = Sistem Legowo 4:1 dan S3 = Sistem Tegel. Anak Petak adalah konsentrasi biourin (P) yang terdiri atas 4 taraf yaitu P1 = 15 cc.L-1; P2 = 20 cc.L-1; P3 = 25 cc.L-1; dan P4 = 30 cc.L-1. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi system tanam legowo 2:1 dan konsentrasi biourin 25 cc.L-1 merupakan perlakuan terbaik terhadap rendemen tanaman padi (64,50 %). Perlakuan sistem tanam 2:1 terbaik ditunjukkan pada perlakuan jumlah anakan (19,4 anakan.rumpun-1), jumlah malai (11,25 malai.rumpun-1) dan perlakuan konsentrasi biourine 25 cc.L-1 menunjukkan hasil terbaik untuk bobot 1000 biji (31,19 g). For almost all Indonesians, rice is a staple food. Interacting support for activities between sectors and between regions in the development of agricultural businesses is one of the efforts made to boost the productivity of rice plants. This study aims to (1) determine the effectiveness of the use of biourine and the use of cropping systems on the growth and productivity of lowland rice and (2) the interaction of treatments between the cropping system and the application of biourine. This research was conducted in Donri-donri Village, Donri-donri District, Soppeng Regency. This research was conducted from December 2022 to April 2023. This research used a Split Plot Design (RPT). The main plot is a cropping system (S) which consists of 3 levels, namely S1 = Legowo System 2:1; S2 = Legowo 4:1 system and S3 = Tegel system. Subplots were biourin concentrations (P) which consisted of 4 levels, namely P1 = 15 cc.L-1; P2 = 20 cc.L-1; P3 = 25 cc.L-1; and P4 = 30 cc.L-1. Each treatment was repeated 3 times. The results showed that the interaction of the legowo cropping system 2:1 and the biourin concentration of 25 cc.L-1 was the best treatment for the yield of rice plants (64.50%). The best treatment of the 2:1 cropping system was shown in the treatment of the number of tillers (19.4 tillers.clump-1), the number of panicles (11.25 panicles.clump-1) and the treatment of 25 cc.L-1 biourine concentration showed the best results for weight 1000 seeds (31.19 g).
Analisis Efisiensi Alokatif Input Produksi pada Usahatani Padi di Desa Harapan Kecamatan Walenrang: Analysis of Production Allocative Input Efficiency in Rice Farming in Harapan Village Walenrang District Mudaffar, Rahmi Azizah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis efisiensi alokatif input produksi pada usahatani padi di Desa Harapan Kecamatan Walenrang. Penelitian ini menggunakan metode analisis fungsi produksi Cobb-Dauglass, dengan produksi usahatani padi untuk variabel dependen dan variabel independen adalah produksi padi, luas lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja dan pestisida. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder (wawancara dan kuisioner) terhadap 38 responden petani padi di Desa Harapan Kecamatan Walenrang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis input produksi yang terdiri dari luas lahan, bibit, pupuk, tenaga kerja dan pestisida secara bersama-sama (simultan) berpengaruh nyata terhadap produksi padi di Desa Harapan. Sedangkan secara (parsial) bibit, pupuk, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Luas lahan dan pestisida tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi di Desa Harapan. Berdasarkan analisis efisiensi variabel bibit, pupuk, dan tenaga kerja tidak efisien. This study aims to determine the allocative efficiency analysis of production inputs on rice farming in Harapan Village, Walenrang District. This study uses the Cobb-Dauglass production function analysis method, with rice farming production for the dependent variable and the independent variables are rice production, land area, seeds, fertilizers, labor and pesticides. The data in this study used primary data and secondary data (interviews and questionnaires) on 38 rice farmer respondents in Harapan Village, Walenrang District. The results showed that the analysis of production inputs consisting of land area, seeds, fertilizers, labor and pesticides simultaneously had a significant effect on rice production in Harapan Village. While (partially) seeds, fertilizers, and labor have a significant effect on rice production. Land area and pesticides had no significant effect on rice production in Harapan Village. Based on the efficiency analysis of seeds, fertilizers, and inefficient labor.
Efisiensi Pemasaran Cabai Melalui Inovasi Abon Cabai Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang: Chili Marketing Efficiency Through Shredded Chili Innovation, Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency Hartina, Hartina; Mursalat, Aksal; Fitriani R
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2704

Abstract

Cabai termasuk komoditas hortikultura yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Permintaan cabai cukup tinggi dan relatif kontinyu yaitu rata-rata sebesar 4,6 kg per kapita per tahun. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui bagaimana model saluran pemasaran (2) untuk mengetahui efisiensi pemasaran (3) untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari inovasi produk cabai menjadi abon cabai di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang, penelitian ini akan di mulai pada bulan Februari sampai April tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 petani. sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 5 petani cabai, pedagang pengumpul 2 responden, pedagang besar 1 responden, pedagang pengecer 2 responden dan UMKM 1 responden. pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer yaitu dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi dan pengumpulan data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti BPS Provinsi Sulawesi Selatan dalam Angka 2022 dan Kabupaten Sidenreng Rappang dalam Angka 2022, jurnal, buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapa dua saluran pemasaran cabai di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. Margin pemasaran cabai rawit paling besar pada saluran pemasaran II yakni Rp. 8.000. Farmer’s share yang paling besar ditunjukkan pada saluran pemasaran I sebesar 89,36 %. Rasio keuntungan pada saluran pemasaran I sebesar Rp. 13.28, pada saluran pemasaran II sebesar Rp. 15. Nilai tambah yang diperoleh pada pengolahan abon cabai atau bubuk cabai sebesar Rp. 36.785,71. Chili is a horticultural commodity that is often consumed by Indonesian people. The demand for chili is quite high and relatively continuous, namely an average of 4.6 kg per capita per year. This study aims (1) to find out how the marketing channel model is (2) to find out marketing efficiency (3) to find out the added value resulting from chili product innovation into shredded chili in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency. This research was conducted in Bulo Village, Panca Rijang District, this research will start from February to April 2023. The type of research used is descriptive qualitative, namely descriptive research with a qualitative approach. The population in this study were 30 farmers. The sample was selected using purposive sampling method as many as 5 chili farmers, 2 respondents as collectors, 1 respondent for wholesalers, 2 respondents for retailers and 1 respondent for UMKM. data collection was carried out using primary data, namely by observation, interview, questionnaire and documentation techniques and secondary data collection was obtained from various sources such as BPS South Sulawesi Province in Figures 2022 and Sidenreng Rappang Regency in Figures 2022, journals, books. The results showed that there were two chili marketing channels in Bulo Village, Panca Rijang District, Sidenreng Rappang Regency. The biggest marketing margin for cayenne pepper is in marketing channel II, namely Rp. 8,000. The largest farmer's share is shown in marketing channel I of 89.36%. Profit ratio in marketing channel I is Rp. 13.28, on marketing channel II of Rp. 15. The added value obtained from the processing of shredded chili or chili powder is Rp. 36,785.71.
Analisis Usahatani Padi Sawah dengan Sistem Menanam Jajar Legowo 6 : 1 Terhadap Pendapatan Petani di Desa Salukayu Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju: Analysis of Rice Farming (Oryza sativa L.) with the Planting System Line Up Legowo 6:1 on Farmers' Income in Salukayu Village, Papalang District, Mamuju Regency Nurhayati, Nurhayati; Samsuddin, Samsuddin; Tika Kurniasi
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2711

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa tingkat pendapatan petani padi sawah dengan menggunakan sistem tanam jajar legowo 6 : 1 di Desa Salukayu Kecamatan Papalang Kabupaten Mamuju. Pengambilan populasi dalam penelitian ini dilakukan dengan cara acak sederhana atau simple random sampling yaitu petani yang mengusahakan padi sawah dengan sistem jajar legowo 6 : 1 yaitu sebanyak 110 orang. Sampel yang digunakan sebanyak 20% dari keseluruhan populasi jadi jumlah sampel yang dipilih sebesar 22 orang. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis kuantitatif. Hasil penelitian yang dilaksanakan di Desa Salukayu Kecamatan Papalang Kabupaten mamuju menunjukkan bahwa setelah panen padi sawah jajar legowo 6 : 1 dijual dengan satuan perkarung dalam kilo kering, sehingga penelitian ini memperoleh pendapatan rata-rata perorang usahatani padi sawah jajar legowo 6 : 1 sebanyak Rp.11.659.828, dengan RC/Ratio sebesar 2,85. This study aims to determine the level of income of lowland rice farmers using the row-legowo 6:1 cropping system in Salukayu Village, Papalang District, Mamuju Regency. Population collection in this study was carried out by simple random sampling, namely farmers who cultivate lowland rice with the Legowo 6:1 row system, namely as many as 110 people. The sample used was 20% of the entire population, so the number of samples selected was 22. The analysis used in this research is quantitative. The results of the research conducted in Salukayu Village, Papalang District, Mamuju Regency showed that after harvesting the 6:1 jajar legowo paddy rice, it was sold in units per sack in dry kilos, so that this study obtained an average income per person from the 6:1 line-up legowo paddy farming business of Rp. 11,659,828 with an RC/Ratio of 2.85.
Faktor Pendorong Alih Fungsi Lahan Sagu Menjadi Komoditi Padi di Desa Tirowali Kecamatan Ponrang Kabupaten Luwu: Driving Factors of the Land Use Change of Sago Land Into Rice Commodities in Tirowali Village, Ponrang District, Luwu Regency Anisa Mair; Abdul Rais; Marlia Muklim
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2723

Abstract

Alih fungsi Lahan atau biasa disebut sebagai konversi lahan adalah perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan sagu menjadi lahan sawah. Pada dasarnya konversi lahan terjadi akibat adanya ketidakpuasan petani dalam peningkatan hasil panen. Adapun permasalahan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas tanaman sagu mulai menurun dari tahun ke tahun, ini disebabkan karena areal lahan perkebunan sagu mengalami konversi menjadi tanaman padi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 petani dan 1 penyuluh pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi lahan sagu menjadi tanaman padi ini didukung oleh beberapa faktor diantranya faktor umur tanaman sagu, faktor produksi, faktor harga, faktor pendapatan, serta faktor lingkungan. Faktor tersebut sangat berperan penting dalam mempengaruhi petani untuk melakukan alih fungsi lahan sagu menjadi lahan persawahan di Kecamatan Ponrang. Land conversion or commonly referred to as land conversion is a change in the function of part or all of the sago land area into paddy fields. Basically land conversion occurs due to farmer dissatisfaction with increasing crop yields. The problems in this study indicate that the productivity of sago plants has begun to decline from year to year, this is because the area of ​​sago plantations has been converted into rice plants. The analytical method used in this study is descriptive qualitative analysis. Sampling used a purposive sampling technique with a total sample of 20 farmers and 1 agricultural extension worker. The results showed that the conversion of sago land into rice plants was supported by several factors, including the age of sago plants, production factors, price factors, income factors, and environmental factors. These factors play an important role in influencing farmers to convert sago land into rice fields in Ponrang District.
Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok terhadap Pembuatan Cupcake: The Effect of Kepok Banana Skin Flour Substitution on Cupcake Making Isiming, Mulyansyah; Nurul Qisti; Rukmelia, Rukmelia; Astrina Nur Inayah
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2724

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kulit pisang kepok pada pembuatan cupcake yang terbaik ditinjau dari uji kimia meliputi kadar rendemen, kadar air, dan kadar serat. Penelitian ini dilakukan dengan 4 perlakuan 3 pengulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah substitusi tepung terigu: tepung kulit pisang yaitu A0 (kontrol) (100%:0%), A1 (95%:5%), A2 (90%:10%), A3 (85%:15%). Parameter yang diamati meliputi kadar rendemen, kadar air, dan kadar serat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), apabila ada beda nyata dipakai uji lanjut Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung kulit pisang kepok berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar serat. Kadar rendemen tertinggi pada A3 93,33%, kadar air tertinggi pada A0 14,54%, kadar serat tertinggi pada A2 0,91%. This study aims to determine the effect of substitution of kepok banana peel flour on the best cupcake making in terms of chemical tests including yield, water content, and fiber content. This research was conducted with 4 treatments 3 repetitions. The treatment in question is the substitution of wheat flour: banana peel flour namely A0 (control) (100%:0%), A1 (95%:5%), A2 (90%:10%), A3 (85%:15%) . Parameters observed included yield, water content, and fiber content. This study used a Completely Randomized Design (CRD). If there was a significant difference, Duncan's follow-up test was used. The results of this study indicate that the substitution of kepok banana peel flour has a significant effect on water content and fiber content. The highest yield content was in A3 93.33%, the highest water content was in A0 14.54%, the highest fiber content was in A2 0.91%.
Pengaruh Pemberian Giberelin Acid dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari Akar Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.): The Effect of Gibberellin Acid and PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) from Bamboo Roots on Growth and Results Two Varieties Cucumber Plants (Cucumis sativus L.) Karmila, Karmila; Marlina Mustafa; Mustafa R
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2737

Abstract

Mentimun merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak disukai konsumen dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengunaan bahan alami seperti PGPR dari akar bambu dan pengunaan homon Giberelin acid diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian giberelin acid dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari akar bambu terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak-Petak Terbagi (RPPT) faktorial dengan 3 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama V1 (batara F1) dan V2 (varietas zatavy F1). Faktor kedua P0 (kontrol), P1 (10 ml/liter air) dan P2 (20 ml/liter air). Faktor ketiga G0 (kontrol), G1 (100 ppm) dan G2 (200 ppm), sehingga terdapat 54 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga 50%, umur panen, jumlah buah, diameter buah, panjang buah, bobot perbuah dan bobot buah pertanaman. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi P2 (20 ml/liter air) dan G2 (200 ppm) memberikan pengaruh baik terhadap komponen-komponen pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Cucumber is one of the most popular horticultural commodities by consumers and has high economic value. The use of natural ingredients such as PGPR from bamboo roots and the use of Gibberellin Acid is expected to increase the production of cucumber plants. This study aims to determine the effect of Gibberellin Acid and PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) from Bamboo Roots on the Growth and Yield of two varieties of Cucumber (Cucumis sativul L.). This study used a factorial Divided Block Design (RPPT) with 3 factors and 3 replications. The first factor was V1 (batara F1) and V2 (zatavy variety F1). The second factor was P0 (control), P1 (10 ml/liter of water) and P2 (20 ml/liter of water). The third factor is G0 (control), G1 (100 ppm) and G2 (200 ppm), so that there are 54 experimental units. The variables observed included plant height, number of leaves, 50% flowering age, harvest age, number of fruits, fruit diameter, fruit length, fruit weight and fruit weight. Data were analyzed using analysis of variance, then continued with Duncan's test. Based on the results of the study, it can be concluded that the concentrations of P2 (20 ml/liter of water) and G2 (200 ppm) have a good effect on the components of growth and yield of cucumber plants.
Pengaruh Konsentrasi Inoculant Rhizobium dan Pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merr) di Desa Lamedai: Effect of Rhizobium Inokulan Concentration and MKP Fertilizer (Mono Potassium Phosphate) on Growth and Production of Soybean (Glycine max L. Merr) in Lamedai Village Marlina Mustafa
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2743

Abstract

Tingkat kesuburan tanah yang rendah mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman, sehingga diperlukan penambahan hara melalui pemupukan. NPK merupakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman sehingga perlu ditambahkan ke pertanaman setiap musim tanam. Nitrogen dapat diperoleh tanaman secara alami dengan memaksimalkan peran rhizobium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis inokulan rhizobium dan pupuk MKP (Mono Kalium Phosphate) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama inokulan rhizobium terdiri dari 3 taraf yaitu R0 (tanpa inokulan), R1 (3 g/kg benih), dan R2 (6 g/kg benih). Faktor kedua adalah dosis pupuk MKP yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 (tanpa MKP), K1 (3 g/L), K2 (6 g/L), dan K3 (9 g/L). Pemberian inokulasi rhizobium berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong, jumlah polong berisi, jumlah biji per tanaman, bobot biji pertanaman dan bobot 1000 biji. Perlakuan pemberian pupuk MKP berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah polong, jumlah polong berisi, jumlah biji per tanaman, dan bobot 1000 biji. Tidak ada pengaruh interaksi antara inokulasi rhizobium dengan pemberian pupuk MKP. Rata-rata pertumbuhan dan produksi terbaik adalah perlakuan pupuk MKP dengan konsentrasi 9 g/L (K3). Rata-rata perlakuan inokulasi rhizobium terbaik pada dosis 6 g/kg benih (R2). The low level of soil fertility affects plant growth and yield, so it is necessary to add nutrients through fertilization. NPK is a macronutrient that is needed by plants so it needs to be added to the crop every growing season. Nitrogen can be obtained by plants naturally by maximizing the role of rhizobium. This study aims to determine the effect of doses of rhizobium inoculant and MKP fertilizer on the growth and yield of soybean plants. This study used a randomized block design with a factorial pattern of two factors and three replications. The first factor is the rhizobium inoculant consisted of 3 levels, namely R0 (control), R1 (3 g/kg seed), dan R2 (6 g/kg seed). The second factor is the dose of MKP fertilizer consisted of 4 levels, namely K0 (control), K1 (3 g/L), K2 (6 g/L), and K3 (9 g/L). Rhizobium inoculation had a significant effect on plant height, number of pods, number of filled pods, number of empty pods, number of seeds per plant, seed weight per planting and weight of 1000 seeds. The MKP fertilizer treatment had a significant effect on plant height, number of pods, number of filled pods, number of seeds per plant, and weight of 1000 seeds. There was no interaction effect between rhizobium inoculation and MKP fertilizer application. The best average growth and production was treated with MKP fertilizer with a concentration of 9 g/L (K3). The best average rhizobium inoculation treatment was at a dose of 6 g/kg seed (R2).

Page 5 of 23 | Total Record : 224