cover
Contact Name
Andi Safitri Sacita
Contact Email
jurnalperbal@gmail.com
Phone
+6281213302660
Journal Mail Official
jurnalperbal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Cokroaminoto Palopo Jalan Lamaranginang, Kel. Wara Utara, Kota Palopo, 91913
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
ISSN : 23026944     EISSN : 25811649     DOI : https://doi.org/10.30605/perbal
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini berisi tentang lingkup ilmu-ilmu pertanian, dengan prioritas pada ilmu dan teknologi tanaman (pangan, perkebunan, hortikultura, dan kehutanan), termasuk aspek pascapanen, sosial ekonomi, maupun ketatawilayahan.
Articles 224 Documents
Teknik Pengambilan Ubinan dalam Rangka Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian di Kecamatan Panca Rijang: Technique Tiles Taken in the Frame Work of Increasing Agricultural Production in Panca Rijang District Astrina Nur Inayah; Mudasirah, Mudasirah; Salfiana, Salfiana; Asmuliani R
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2747

Abstract

Peningkatan produksi pertanian di kawasan Panca Rijang lebih difokuskan pada peningkatan produktivitas dibandingkan peningkatan luas lahan. Pemerintah daerah menggunakan metode yang disebut ubinan saat menghitung hasil panen padi. Output ubinan menentukan produktivitas keseluruhan. Pemahaman tentang variabel-variabel yang mempengaruhi hasil padi dapat digunakan dalam perencanaan dan evaluasi program pembangunan pertanian daerah untuk lebih meningkatkan produksi pertanian. Pelaksanaan teknik ubinan ini dilakukan di Desa Bulo Kecamatan Panca Rijang, pada bulan Maret - April 2023. Luas panen penghitungannya menggunakan metode Survei Kerangka Sampel Area (KSA) yang akurasi data dan ketepatannya teruji. Sedangkan produktivitas diperoleh dari survey ubinan. Dimana metode pengukuran perkiraan hasil padi melalui petak berukuran 2,5x2,5m2, dilanjutkan dengan pengukuran dan penimbangan. Hasil ini dapat digunakan sebagai dasar penentuan rendemen 1 Ha. Pengambilan ubinan ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perkiraan hasil produksi tanaman di areal 1 Ha. Memuat data hasil pengambilan ubinan padi menunjukkan berat ubinan tertinggi di Desa Bulo dengan berat ubinan 5,625kg. Rata-rata produktivitas hasil ubinan sebesar 4,827 kg. Komposisi faktor produksi yang menjadi obyek pengambilan ubinan diatas perlu dilakukan perubahan agar terjadi peningkatan hasil. Beberapa faktor yang diamati dalam pengambilan ubinan ini yang mempengaruhi hasil padi adalah jumlah rumpun, jumlah bibit, jumlah pupuk kimia, pestisida, dan ada tidaknya serangan hama atau penyakit. Increasing agricultural production in the Panca Rijang Region is more focused on increasing productivity than increasing land area. Local governments in calculating rice crop production use a method known as ubinan. They yield of rice crop determines the overall level of production. An understanding of the variables that affect rice yields can be used in planning and evaluating regional agricultural development programs to further increase agricultural production. The implementation of this technique was carried out in Bulo Village, Panca Rijang District, in March-April 2023. The harvested area is calculated using the Area Sampling Survey (KSA) method whose data accuracy and precision are tested. While productivity is obtained from tile surveys. Where is the method of measuring estimated rice yields through plots measuring 2.5x2.5m2, followed by measurement and weighing. These results can be used as a basis for determining the yield of 1 Ha. The purpose of this yam sampling is to determine the estimated yield of crop production in an area of I Ha. Loading data from rice crop collection shows the highest yam weight in Bulo Village with a yam weight of 5.625 kg. The average productivity of rice crop yield is 4,827 kg. The composition of the production factors that are the object of taking rice crop above needs to be changed so that there is an increase in yield. Some of the factors observed in the intake of rice crop that affect rice yield are the number of clumps, the number of seedlings, the amount of chemical fertilizers, pesticides, and the presence or absence of pest ordisease attacks.
Karakteristik Habitat dan Produksi Berbagai Aksesi Sagu di Tana Luwu Provinsi Sulawesi Selatan: Habitat Characteristics and Production of Various Sago Accessions in Tana Luwu South Sulawesi Province Masluki, Masluki; Mochamad Hasjim Bintoro; Sudarsono, Sudarsono; Herdhata Agusta
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2754

Abstract

Sagu merupakan salah satu tanaman penghasil pangan yang potensial dimasa yang akan datang jika dikelola dengan baik. Pada kondisi alami sagu tumbuh menyebar pada berbagai ekosistem yang luas. Sagu memiliki daya adaptasi yang kuat dikarenakan dapat tumbuh pada lahan bercekaman tinggi bagi tumbuhan lain. Tanaman sagu menyebar luas mulai dari Kawasan pesisir, rawa mineral, Daerah Aliran Sungai, dataran menengah hingga dataran tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik habitat berbagai aksesi sagu dan korelasinya terhadap produksi. Penelitian menggunakan metode observasi lapang dan pengujian dilaboratorium dengan analisis data kadar lengas dengan metode gravimetri, volume dengan metode ring sampel, berat jenis dengan prinsip hukum Archimedes, tekstur tanah dengan metode pipet serta analisis kimia tanah dengan pengujian di laboratorium. Koefisien korelasi menggunakan analisis korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara kualitas tanah dengan dengan produksi sagu dengan taraf kepercayaan 95% dengan menggunakan perangkat lunak SPSS 26. Metode pengamatan hidrologi dengan mengukur tinggi muka air tanah dengan penggalian minipit dan tinggi genangan air pada daerah yang tergenang. Tipe habitat tumbuhan sagu di Tana Luwu sangat beragam ditemukan pada kondisi lahan pesisir, rawa mineral, daerah aliran sungai, dataran menengah hingga 1000 mpdl. Rata-rata produksi terendah yaitu 181.52 kg pati kering pohon-1 terdapat pada lokasi sampel rawa pesisir dengan lama genangan 3-6 bulan dengan ketinggian 10-80 cm diatas permukaan tanah saat musim hujan dan 0-40 cm dibawah permukaan tanah saat musim kemarau. Rawa pesisir tersebut dapat dikategorikan memiliki kelas hidrologi agak baik. Aksesi sagu menyebar tidak merata pada berbagai lingkungan tumbuhnya. Sago is one of the potential food-producing plants in the future if managed properly. Under natural conditions sago grows spread over a wide range of ecosystems. Sago has strong adaptability because it can grow in high stress areas for other plants. Sago plants spread widely from coastal areas, mineral swamps, watersheds, medium to highland areas. This study aims to determine the characteristics of the habitat of various sago accessions and their correlation to production. The study used field observation methods and laboratory testing with analysis of moisture content data using the gravimetric method, volume using the sample ring method, specific gravity using the principle of Archimedes' principle, soil texture using the pipette method and soil chemical analysis using laboratory testing. The correlation coefficient used Pearson's correlation analysis to see the relationship between soil quality and sago production with a 95% level of confidence using SPSS 26 software. The hydrological observation method was by measuring the height of the groundwater by digging a minipit and the height of the puddles in the inundated areas. Habitat types for sago plants in Tana Luwu are very diverse, found in coastal land conditions, mineral swamps, watersheds, medium plains up to 1000 meters above sea level. The lowest average production, namely 181.52 kg of tree-1 dry starch, was found in coastal swamp sample locations with an inundation period of 3-6 months with a height of 10-80 cm above ground level during the rainy season and 0-40 cm below ground level during the dry season. The coastal swamp can be categorized as having a rather good hydrological class. Sago accession is spread unevenly in various growing environments.
Pendugaan Komponen Ragam dan Aksi Gen Karakter Agronomi Populasi F1 Kapas : Estimation of Components Variety and Gene Action Agronomic Characters F1 Population of Cotton Yamin, Mayasari; Sri Nur Qadri
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 2 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i2.2773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui keragaman genetik F1 kapas (Gossypium hirsutum), (2) menduga karakter seleksi langsung dan tidak langsung, dan (3) memperoleh informasi mengenai aksi gen yang mengendalikan karakter agronomi F1 kapas. Penelitian ini dilaksanakan di KP Sumberejo mulai Januari-Desember 2021. Bahan yang digunakan yaitu 38 generasi F1 dan Varietas Kanesia 10 (varietas pembanding). Sebanyak 38 hibrida F1 dan varietas pembanding disusun dalam RAK dan diulang sebanyak dua kali. Ukuran plot 5 x 6 m (30 m2), jarak tanam 100 cm x 30 cm dan menggunakan sistem tugal. Masing-masing lubang tanam terdapat satu tanaman (total luas netto 2340 m2). Karakter yag diamati dan diukur yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah cabang per tanaman, jumlah buah per tanaman (buah), bobot 100 buah (g), dan populasi tanaman per plot (tanaman), produksi tanaman/ha (kg), dan skor kerusakan daun akibat serangan Amrasca biguttula. Hasil penelitian menunjukkan semua karakter sangat berbeda sangat nyata pada taraf α 1% kecuali pada karakter tinggi tanaman. Karakter jumlah cabang vegetatif, bobot 100 buah dan produksi/ha menunjukkan nilai heritabilitas yang tinggi dan KKG yang luas yaitu 60.32 dan 24.28, 94.15 dan 15.23 serta 89.26 dan 22.63. Karakter bobot 100 buah dan produksi/ha dikendalikan oleh banyak gen. Karakter bobot 100 buah diduga dapat digunakan sebagai karakter seleksi tidak langsung. Sedangkan, karakter produksi/ha diduga dapat digunakan sebagai karakter seleksi langsung populasi F1 kapas yang berproduksi dan mutu serat tinggi. This study aims to (1) determine the genetic diversity of F1 cotton (Gossypium hirsutum), (2) estimate the direct and indirect selection characters, and (3) obtain information on the action of genes controlling F1 cotton agronomic characters. This research was conducted at KP Sumberejo from January to December 2021. The materials used were 38 F1 generations and Kanesia 10 (comparison variety). A total of 38 F1 hybrids and comparison varieties were arranged in RAK and repeated twice. The plot size was 5 x 6 m (30 m2), the spacing was 100 cm x 30 cm and the tugal system was used. Each planting hole contained one plant (total net area of 2340 m2). The characters observed and measured were plant height (cm), number of branches per plant, number of fruits per plant (fruit), 100 fruit weight (g), and plant population per plot (plant), plant production/ha (kg), and leaf damage score due to Amrasca biguttula attack. The results showed that all characters were significantly different at 1% α level except for the character of plant height. The characters of the number of vegetative branches, weight of 100 fruits and production/ha showed high heritability values and a wide GFC of 60.32 and 24.28, 94.15 and 15.23 and 89.26 and 22.63. The characters of 100 fruit weight and production/ha are controlled by many genes. The 100 fruit weight character is thought to be used as an indirect selection character. Meanwhile, the character of production/ha is thought to be used as a direct selection character.
Analisis Sifat Fisik Tanah Gambut pada Perkebunan Kelapa Sawit PTPN 4 Ajamu II Perk. Meranti Paham: Analysis of Physical Properties of Peat Soil on Palm Oil Plantation PTPN 4 Ajamu II Meranti Paham Suratni Afrianti; Rian Gordon Sitorus; Edwina Zainal
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan beberapa sifat fisik tanah gambut antara tanah yang belum ditanami kelapa sawit, tanah dengan usia tanam tahun 1999, dan tanah dengan usia tanam tahun 2009. Penelitian dilaksanakan di perkebunan PTPN 4 Ajamu II Perkebunan Meranti Paham, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhan Batu, Provinsi Sumatera Utara pada bulan Maret 2023. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode observasi. Titik pengambilan sampel ditentukan menggunakan metode purposive random sampling. Sampel tanah diambil menggunakan bor belgi dengan kedalaman 20 cm - 40 cm, kemudian dilakukan analisis di laboratorium. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai bulk density tanah yang belum ditanami kelapa sawit adalah 0,15025 g/cm³, yang termasuk dalam kategori kepadatan rendah. Sementara itu, rata-rata nilai bulk density pada tanah dengan usia tanam tahun 2009 adalah 0,17575 g/cm³, juga termasuk dalam kategori kepadatan rendah, dan rata-rata nilai bulk density pada tanah dengan usia tanam tahun 1999 adalah 0,12625 g/cm³, yang juga termasuk dalam kategori kepadatan rendah. Selanjutnya, berdasarkan hasil pengukuran porositas, tanah yang belum ditanami kelapa sawit memiliki nilai porositas sebesar 79,375%, tanah dengan usia tanam tahun 2009 memiliki nilai porositas sebesar 76,5425%, dan tanah dengan usia tanam tahun 1999 memiliki nilai porositas sebesar 74,3%. Penelitian ini juga mengukur partikel density, dengan nilai rata-rata partikel density untuk tanah yang belum ditanami kelapa sawit sebesar 0,7425 g/cm³, nilai rata-rata partikel density untuk tanah dengan usia tanam tahun 2009 sebesar 0,79 g/cm³, dan nilai rata-rata partikel density untuk tanah dengan usia tanam tahun 1999 sebesar 0,517 g/cm³. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan pada partikel density dan porositas tanah pada perkebunan kelapa sawit. Nilai porositas tanah gambut yang diperoleh termasuk dalam kriteria yang sangat baik. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang karakteristik lahan dan tanah, yang dapat menjadi dasar untuk pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan di perkebunan kelapa sawit. This research aims to analyze the differences in several physical properties of peat soil between unplanted soil, soil with oil palm planting in 1999, and soil with oil palm planting in 2009. The study was conducted in the PTPN 4 Ajamu II Meranti Paham Plantation, Panai Hulu Sub-district, Labuhan Batu Regency, North Sumatra Province on March 2023. The research method used was descriptive research with an observational approach. The sampling points were determined using purposive random sampling method. Soil samples were taken using a belgian auger with a depth of 20 cm - 40 cm, and then analyzed in the laboratory. The analysis results showed that the average bulk density value of unplanted soil was 0.15025 g/cm³, which falls under the category of low density. Meanwhile, the average bulk density value of soil with oil palm planting in 2009 was 0.17575 g/cm³, also falling under the category of low density, and the average bulk density value of soil with oil palm planting in 1999 was 0.12625 g/cm³, also falling under the category of low density. Furthermore, based on the porosity measurements, the unplanted soil had a porosity value of 79.375%, the soil with oil palm planting in 2009 had a porosity value of 76.5425%, and the soil with oil palm planting in 1999 had a porosity value of 74.3%. This research also measured particle density, with an average particle density value of 0.7425 g/cm³ for unplanted soil, 0.79 g/cm³ for soil with oil palm planting in 2009, and 0.517 g/cm³ for soil with oil palm planting in 1999. The results showed a decrease in particle density and soil porosity in the oil palm plantation. The obtained values of peat soil porosity fall within the criteria of excellent quality. This research provides a deeper understanding of land and soil characteristics, which can serve as a basis for more effective and sustainable management in oil palm plantations.
Strategi Pengendalian Hama Tikus: Peluang Pemanfaatan Minyak Sereh Wangi Sebagai Salah Satu Komponen Teknologi Pengendalian Tikus: Strategies to Control Rats: Opportunities to Utilize Citronella Oil as a Technology to Control Rats Istianto, Mizu
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2851

Abstract

Tikus merupakan salah satu hama tanaman yang menimbulkan kerugian cukup besar. Sampai saat ini pengendalian hama tikus belum bisa dilakukan secara efektif walaupun telah dilakukan dengan memadukan beberapa teknik pengendalian. Untuk meningkatkan efektivitas pengendalian hama tikue secara terpadu, perlu ditelusuri tambahan komponen teknologi pengendalian yang bisa diintegrasikan dengan komponen teknologi yang sudah ada. Salah satu komponen tersebut adalah penggunaan minyak atsiri sereh wangi sebagai bahan penolak/penghambat serangan tikus. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa minyak sereh wangi memiliki potensi sebagai agen pengendali tikus melalui manipulasi ekologi kimia tikus sehingga menekan kehadiran dan konsumsi tikus pada tanaman inang. Teknologi ini bisa diintegrasikan dengan komponen teknologi lain sehingga meningkatkan efektivitas pengendalian terpadu terhadap hama tikus. Rat is one of the plant pests that cause substantial losses. Until now rat control cannot be done effectively even though it has been done by combining several control techniques. To increase the effectiveness of rat control in an integrated contrrol, it is necessary to explore additional control technology components that can be integrated with existing technological components. One of these components is the use of citronella essential oil as a rat repellent/deterent. The results of the research that had been carried out showed that citronella oil had the potential as a rat control agent through manipulation of the chemical ecology of rats so as to suppress the presence and consumption of rats on host plants. This technology can be integrated with other technological components to increase the effectiveness of integrated control to rat pests.
Pengaruh Teknologi Pasca Panen Terhadap Kualitas Biji Kakao di Desa Benua Kecamatan Benua Kabupaten Konawe Selatan : The Influence of Post-Harvest Technology on the Quality of Cocoa Beans in Benua Village Benua District South Konawe District Indriana, Indriana; Rosmawaty, Rosmawaty; Fahria Nadiryati Sadimantara
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan penanganan pasca panen kakao dan menganalisis pengaruh dari teknologi pasca panen terhadap kualitas biji kakao di Desa Benua, Kecamatan Benua, Kabupaten Konawe Selatan. Populasi penelitian ini yaitu seluruh petani kakao yang ada di Desa Benua yang berjumlah 234 petani, dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh 71 responden sebagai sampel penelitian. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan penanganan pertama pasca panen sortasi dan pemeraman buah tidak dilakukan oleh petani karena dalam proses pemanenan buah langsung dipecah hal ini juga menyebabkan biji kakao yang memiliki mutu yang tinggi bercampur, selanjutnya pemecahan buah dilakukan secara manual menggunakan alat seperti golok atau sabit untuk membukan dan memisahkan kotoran maupun biji yang cacat. Tahap fermentasi membutuhkan waktu yang cukup lama, dengan alasan tersebut hanya beberapa petani kakao di Desa Benua yang melakukan proses fermentasi, selanjutnya penjemuran/pengeringan biji kakao untuk menurunkan kadar air < 7,5% dilakukan dengan dijemur melalui sinar matahari langsung dan beberapa petani menggunakan solar dryer dari bantuan pemerintah, sedangkan pengemasan dan penyimpanan tidak dilakukan oleh petani kakao di Desa Benua karena langsung dijual ke pedagang. Penelitian ini juga menemukan penanganan pasca panen tahap fermentasi (X1) dan pengeringan (X2) memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kualitas mutu biji kakao di Desa Benua Kecamatan Benua Kabupaten Konawe Selatan. This study aims to determine the process of post-harvest handling of cocoa and analyzing the effect of post-harvest technology on the quality of cocoa beans in Benua Village, Benua District, South of Konawe Regency. The population of this study is all cocoa farmers existing in the village of Benua totaling 234 farmers, using the Slovin formula obtained 71 respondents as a sample of research. Data analysis used is a descriptive statistical analysis and multiple linear regression analysis. The results showed the first post-harvest handling. Sorting and ripening of fruit is not done by farmers because in the process of harvesting the fruit directly broken down it also causes of cocoa beans have high quality mixed. Furthermore, the breakdown of the fruit is done manually using tools such as cleaver or sickle to opening and separating impurities and fermentation-resistant defective bins takes time long enough, with the reason that only beherana cocoa farmers in the village of do continent fermentation process, then the drying of cocoa beans to reduce the moisture content < 7.5% done by drying through direct sunlight and some farmers use solar dryer dar government assistance, while packaging and storage is not done by farmers cocoa in the village of Benua because it is directly sold to traders. The study also found puddles post-harvest stage of fermentation (Xi) and drying (X2) has a positive influence and significant to the quality of cocoa bean quality in Benua Village, Benua District, South of Konawe.
Konsep Permakultur Sebagai Metode Pengendalian Serangan Tikus pada Jagung Manis di Pertanian Perkotaan: Permaculture Concept as Control Method of Rats Attack on Sweet Corn in Urban Farming Azis, Asti Irawanti; Ratih, Ratih; Andraini, Dea Ekaputri
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2953

Abstract

Jagung merupakan sumber pangan terpenting setelah padi yang mudah dikembangkan pada pertanian di perkotaan (urban farming). Kendala yang sering dijumpai dalam pertanian di perkotaan adalah serangan tikus. Penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan tikus masih menjadi cara yang paling banyak digunakan tetapi menjadi penyebab pencemaran lingkungan dan kesehatan. Permakultur merupakan konsep pertanian yang inovatif dan sinergis berdasarkan keanekaragaman tanaman, ketahanan, produktivitas alami, dan berkelanjutan yang dapat diterapkan sebagai upaya pengelolaan hama terpadu. Keunggulan lain dari permakultur adalah menghasilkan berbagai jenis hasil pangan tanpa memerlukan lahan yang luas, sehingga konsep ini dapat menjadi solusi untuk keterbatasan lahan dan upaya pemenuhan pangan di perkotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep permakultur dapat diterapkan pada pertanaman urban farming yang mampu mencegah serangan tikus khususnya pada jagung manis. Serangan tikus pada jagung manis di pertanaman monokultur dimulai pada 21 HST dan mencapai 53% pada pengamatan 49 HST sedangkan pada pertanaman permakultur tidak terdapat serangan tikus (0%). Gejala serangan yang ditunjukkan berupa adanya bekas gigitan pada pangkal bawah batang jagung yang menyebabkan tanaman jagung manis patah, roboh, dan akhirnya mati. Corn is the most important food crops after rice which is easy to grow in urban farming. Obstacles encountered in urban farming are rat attacks. The use of chemical pesticides to control rats is still the most widely used method, but it becomes environmental and health pollution. Permaculture is an innovative and synergistic agricultural concept based on plant diversity, resilience, natural productivity and sustainability which can be applied as an integrated pest management effort. Another advantage of permaculture is that it produces various types of food without requiring large areas of land, so this concept can be a solution for limited land and efforts to fulfill food needs in urban areas. The results showed that the concept of permaculture can be applied to urban farming which is able to prevent rat attacks, especially on sweet corn. Rat attacks on sweet corn in monoculture plantings started at 21 DAP and reached 53% at 49 DAP observations, while there was no rat attack on permaculture plantations (0%). Symptoms of the attack are shown in the form of bite marks on the lower base of the corn stalks which cause the sweet corn plants to break, collapse, and eventually die.
Respon Jagung Hibrida (Zea mays L.) Terhadap Jarak Tanam dan Jumlah Tanaman per Lubang Tanam: Response of Hybrid Corn (Zea mays L.) to Distance Plant and Number of Plants per Planting Hole Muhammad Nasrul; Erse Drawana Pertiwi; Tahir Mooridu
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2954

Abstract

Permintaan jagung di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Untuk memenuhinya maka diperlukan peningkatan produksi. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengatur jarak tanam dan jumlah tanaman per lubang tanam. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato yang berlangsung mulai bulan Maret 2023 sampai Juli 2023. Penelitian ini berbentuk percobaan faktorial 2 faktor dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu jarak tanam 50x20 cm, jarak tanam 70x20 cm, jarak tanam 100x20 cm dan jarak tanam 100x40 cm. Faktor kedua yaitu jumlah tanaman perlubang tanam (B) yang terdiri dari: 1 tanaman per lubang tanam, 2 tanaman per lubang tanam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jarak tanam 100x40 cm memberikan respon terbaik pada komponen pengamatan panjang tongkol (36,82 cm), lingkar tongkol (27,60 cm), bobot tongkol (372,50 gr) dan bobot jagung pipil/tanaman (370 gr). Sedangkan jumlah benih yang memberikan respon terbaik yaitu 1 benih per lubang tanam pada komponen rata-rata jumlah daun 56 HST (58,67 helai), lingkar tongkol (54,97 cm) dan bobot jagung pipil/tanaman (707 gr). The demand for corn in Indonesia is increasing from year to year. To fulfill it, it is necessary to increase production. One way that can be done is to adjust the spacing and the number of plants per planting hole. This research was carried out in Marisa District, Pohuwato Regency which took place from March 2023 to July 2023. This research was in the form of a 2-factor factorial experiment in a randomized block design (RBD). The first factor is the planting distance of 50x20 cm, spacing 70x20 cm, spacing of 100x20 cm and spacing of 100x40cm. The second factor is the number of planting holes (B) consisting of: 1 plant per planting hole, 2 plants per planting hole. The results of this study showed that a planting distance of 100x40 cm gave the best response to the observation components of cob length (36.82 cm), cob circumference (27.60 cm), cob weight (372.50 gr) and shelled corn/plant weight (370 gr ). Meanwhile, the number of seeds that gave the best response was 1 seed per planting hole with an average component of leaf number 56 DAT (58.67 pieces), cob circumference (54.97 cm) and weight of shelled corn/plant (707 gr).
Efektivitas Ekstrak Pelarut Fosfat Berbasis Bonggol Pisang dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moech): Effectiveness of Banana Stump-Based Phosphate Solubilizing Extracts and SP-36 Fertilizer on the Growth and Yield of Sorghum Plants (Sorghum bicolor (L.) Moech) Andi Cakra Yusuf; Hafizhah Al-Amanah; Eka Sudartik; Sulkifli, Sulkifli; Ismail, Ismail; Jumarni, Jumarni
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2956

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak pelarut fosfat berbasis bonggol pisang dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum (Sorghum Bicolor (L.) Moech). Penelitian dilaksanakan di laboratorium terpadu dan kebun percobaan Universitas Muhammadiyah Bone, yang berlangsung pada bulan Juli-September 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari 2 (dua) faktor perlakuan dan 3 (tiga) ulangan. Faktor pertama adalah Ekstrak Bonggol Pisang (EBP) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu; dosis 0 ml l-1(E0), 50 ml l-1(E50) dan 100 ml l-1(E100). Faktor kedua adalah pemupukan SP-36 yang terdiri dari 5 taraf, yaitu; pemupukan SP-36 0 kg ha-1(P0), 50 kg ha-1(P50), 100 kg ha-1(P100), 150 kg ha-1(P150) dan 200 kg ha-1(P200). Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman, bobot kering total tanaman dan hasil panen. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara ekstrak bonggol pisang dan pupuk fosfat terhadap parameter hasil panen per hektar. Pemberian EBP sebesar 100 ml l-1, pada taraf pemupukan 150 kg dan ha-1 200 kg ha-1 mampu menghasilkan rata-rata hasil panen yang lebih tinggi, yaitu menunjukkan adanya peningkatan rata-rata hasil panen secara berurutan sebesar 65,88%, 54,02% dan 79,15% apabila dibandingkan dengan dosis 0 kg ha-1. The purpose of this study was to determine the effectiveness of banana stump-based phosphate solubilizer extract and SP-36 fertilizer on the growth and yield of sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moech). The research was conducted in the integrated laboratory and experimental garden of Muhammadiyah Bone University, which took place in July-September 2023. This study used a divided plot design (RPT) consisting of 2 (two) treatment factors and 3 (three) replications. The first factor is Banana Weevil Extract (BWE) which consists of 3 levels, namely; doses of 0 ml l-1(E0), 50 ml l-1(E50) and 100 ml l-1(E100). The second factor is SP-36 fertilization which consists of 5 levels, namely; SP-36 fertilization of SP-36 0 kg ha-1(P0), 50 kg ha-1(P50), 100 kg ha-1(P100), 150 kg ha-1(P150) and 200 kg ha-1(P200). Parameters measured were plant height, number of leaves, total plant fresh weight, total plant dry weight and yield. Based on the results of the study, there was an interaction between Banana weevil extract and phosphate fertilizer on the parameters of yield per hectare. The application of BWE at 100 ml l-1, at the fertilization level of 150 kg ha-1 and 200 kg ha-1was able to produce higher average yields, which showed an increase in the average yield respectively by 65.88%, 54.02% and 79.15% when compared to the dose of 0 kg ha-1.
Pengaplikasian Jarak Tanam dan Waktu Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.): Application of Plant Spacing and Weeding Time on Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.) Asmuliani R.
Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan Vol. 11 No. 3 (2023): Perbal: Jurnal Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/perbal.v11i3.2965

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jarak tanam dengan waktu penyiangan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini berlangsung dari September 2020 sampai Februari 2021 di Desa Palopo Kecamatan Marisa Kabupaten Pohuwato. Penelitian ini menggunakan Faktorial Dua Faktor dalam Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari faktor pertama berupa jarak tanam terdiri dari dua taraf yaitu jarak tanam 60 x 70 cm (J1) dan jarak tanam 60 x 80 cm (J2) dan faktor kedua berupa penyiangan terdiri dari tiga taraf yaitu tanpa penyiangan (Y0), penyiangan setiap dua minggu (Y1), dan penyiangan setiap empat minggu (Y2) diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan J1 memberikan hasil terbaik pada parameter jumlah buah terung (1,898 buah) dan berat buah (202,019 gr). Sedangkan perlakuan Y1 memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman (56,250 cm), jumlah buah (2,139 buah), dan berat buah (193,425 gr). The research aims to determine the effect of the combination of plant spacingand weeding time on the growth and yield of eggplants. This research took place from September 2020 to February 2021 in Palopo Village, Marisa District, Pohuwato Regency. This research used a two-factorial factor in randomized block design consisting of the first factor in the form of plant distance consisting of two levels, namely plant distance of 60 x 70 cm (J1) and plant spacing of 60 x 80 cm (J2) and the second factor, which was weeding with three levels, namely no weeding (Y0), weeding every two weeks (Y1), and weeding every four weeks (Y2) repeated three times. The treatment J1produced the best results on the parameters of number of eggplant fruit (1,898 fruit) and fruit weight (202,019 gr). Meanwhile, the Y1 treatment produced the best results on the parameters of plant height (56,250 cm), number of fruit (2,139 fruit) and fruit weight (194,425 gr).

Page 6 of 23 | Total Record : 224