cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Pemberian Terapi Akupresure terhadap Penurunan Nyeri Disminore pada Remaja Widyaningsih, Ari; Khayati, Yulia Nur; Windayanti, Hapsari; Veftisia, Vistra; Isfaizah, Isfaizah; Listyaningsih, Moneca Diah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.186 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1653

Abstract

This complementary community service activity is carried out online/online media to increase the knowledge and understanding of teenagers about menstrual pain and provide tutorials to relieve menstrual pain. The implementation time of the activities is in the 1st and 2nd weeks. After the counseling, this complementary community service activity is expected to increase the knowledge and skills of adolescents in practicing acupressure to relieve menstrual pain.  The method used is online/online media and then conduct counseling about Acupressure to relieve Menstrual Pain using leaflets and videos.  During adolescence there are changes that occur such as hormonal, physical, psychological and social changes, where this condition is called puberty. One of the signs of puberty in adolescent girls is the occurrence of menstruation (Batubara, 2012). During menstruation, the problem experienced by most women is severe discomfort or pain. This is commonly known as menstrual pain (dysmenorrhea).ABSTRAKKegiatan pengabdian komplementer pada masyarakat ini dilakukan secara daring/media online untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang Nyeri Haid serta memberikan tutorial meringankan nyeri haid. Waktu pelaksanan kegiatan pada minggu ke 1 dan 2. Setelah adanya penyuluhan kegiatan pengabdian masyarakat komplementer ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mempraktikan akupresure untuk meringankan Nyeri haid. Metode yang dilakukan adalah dengan cara daring/ media online kemudian melakukan penyuluhan tentang Akupresur untuk meringankan Nyeri Haid menggunakan leaflet dan video. Pada masa remaja terdapat perubahan-perubahan yang terjadi seperti perubahan hormonal, fisik, psikologis maupun sosial, dimana kondisi tersebut dinamakan dengan masa pubertas. Salah satu tanda pubertas pada remaja putri yaitu terjadinya menstruasi (Batubara, 2012). Pada saat menstruasi, masalah yang dialami oleh hampir sebagian besar wanita adalah rasa tidak nyaman atau rasa nyeri yang hebat. Hal ini biasa disebut dengan nyeri haid (dismenore).
Optimalisasi Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Efendi, Arifatun; Sapitri, Dewi; Christiani, Ninik; Susanti, Rini
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.979 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1654

Abstract

Maternal and child health as part of the MDGs goal is due to the high rate of maternal mortality and morbidity as well as infant mortality which is an indicator of maternal health and community welfare. The birth planning and complication prevention program launched by the government aims to monitor pregnancy leading to delivery safe and secure and the target is all pregnant women. Indicator P4K is the installation of P4K stickers consisting of birth attendants, delivery places, birth attendants, transportation, and prospective blood donors. In the Pringsari  area, knowledge of pregnant women about P4K is still lacking, this is due to various factors. The purpose of this community service is to provide information or knowledge about the Maternity Planning and Complications Prevention (P4K) Program in Pringsari Village, Pringapus District to pregnant women through a class for pregnant women in Pringapus Village which was attended by 10 pregnant women. The result is a change in knowledge, attitudes and skills of pregnant women regarding the implementation of P4K. It is hoped that pregnant women will be more independent and confident with the pregnancy process and labor consolidation.ABSTRAKKesehatan ibu dan anak sebagai bagian dari tujuan MDGs dikarenakan masih tingginya angka kematian dan kesakitan ibu serta angka kematian bayi yang merupakan indikator kesehatan ibu dan kesejahteraan masyarakat. Program perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi yang dicanangkan pemerintah bertujuan memantau kehamilan menuju persalinanyang aman dan selamat dan sasarannya adalah seluruh ibu hamil. Indikator P4K adalah dengan pemasangan stiker P4K yang terdiri dari penolong persalinan, tempat persalinan, pendamping persalinan, transportasi, dan calon pendonor darah. Di desa Pringsari pengetahuan ibu hamil tentang P4K masih kurang, hal ini dikarenakan berbagai faktor. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan informasi atau pengetahuan tentang Program Perencanaan Persalinan Dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus kepada ibu hamil melalui kelas ibu hamil di Desa Pringapus yang diikuti oleh 10 ibu hamil. Hasilnya ada perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ibu hamil tentang pelaksanaan P4K. Diharapkan ibu hamil semakin mandiri dan percaya diri dengan proses kehamilan dan pemantapan persalinan.
Penyuluhan Tentang Cara Mengatasi Morning Sickness Dan Pengukuran Lingkar Lengan Atas Pada Ibu Hamil Di Praktek Mandiri Bidan Jaba Sagitarini, Putu Noviana; Wisnawa, I Nyoman Dharma
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.264 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1655

Abstract

Pregnant women are a group that is most vulnerable to nutritional problems because it can affect the growth and development of the fetus they contain. One of the nutritional problems of pregnant women in Indonesia is chronic energy deficiency. LILA measurement is an indicator to determine whether pregnant women are at risk of experiencing chronic energy deficiency or not. Another problem that also affects the nutrition of pregnant women that often appears in the first trimester of pregnancy is morning sickness. To reduce the incidence of morning sickness in pregnant women, namely providing health education about self-management for primigravida pregnant women. In self-management, pregnant women can change healthy living behavior or new habits according to their conditions. The purpose of this activity is to increase the knowledge of pregnant women about how to deal with morning sickness and the measurement of LILA in pregnant women to determine their nutritional status. The hope of this activity is that participants in this activity will experience an increase in knowledge related to how to overcome morning sickness and know the nutritional status of pregnant women so that they can carry out healthy lifestyle behaviors so that the pregnancy process runs smoothly.ABSTRAKIbu hamil merupakan suatu kelompok yang paling rawan terhadap masalah gizi karena dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin yang dikandung. Salah satu masalah gizi ibu hamil di Indonesia yaitu kekurangan energi kronis. Pengukuran LILA adalah indikator untuk mengetahui apakah ibu hamil beresiko mengalami kurang energi kronis atau tidak. Masalah lain yang juga mempengaruhi gizi ibu hamil yang sering muncul pada kehamilan trimester pertama yaitu morning sickness. Untuk mengurangi kejadian morning sickness pada ibu hamil yaitu memberikan health education tentang self management pada ibu hamil primigravida. Dalam self management ibu hamil dapat mengubah perilaku hidup sehat atau kebiasan yang baru sesuai dengan kondisinya. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang cara mengatasi morning sickness dan pengukuran LILA pada ibu hamil untuk mengetahui status gizinya. Harapan dari kegiatan ini adalah peserta dalam kegiatan ini mengalami peningkatan pengetahuan terkait cara mengatasi morning sickness dan mengetahui status gizi ibu hamil sehingga bisa melakukan perilaku hidup sehat agar proses kehamilan berjalan lancar.
Akupresur dan Yoga untuk Mengurangi Desminore pada Remja Putri di Kelurahan Langensari Cahyaningrum, Cahyaningrum; Setyaningsih, Neni; Dewi, Febri Ariyana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.49 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1668

Abstract

Adolescence is a period of transition from children to adults. Adolescents at this time experience puberty, namely the occurrence of rapid growth, secondary sex characteristics arise, and fertility is achieved. One of the signs of a woman entering puberty is experiencing menstruation. Menstruation is the discharge of the endometrial lining that accompanies an unfertilized ovum from the reproductive tract in the form of fluid, namely blood (Hardisman, 2014).Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen, which spreads to the lower back and legs. Pain begins to arise shortly before or during menstruation (Manan, 2013). According to data from the American Congress of Obstetricians And Gynecologists (2016), more than 50% of women experience menstrual pain every month. There are 90% of women in Indonesia have experienced dysmenorrhea. Based on data from the Profile of the Central Java Provincial Health Office in 2016, the number of young women aged 10-19 years was 2,899,120 people. Meanwhile, those experiencing dysmenorrhea in Central Java Province reached 1,465,876 people.Acupressure is a medical technique from China that can reduce pain sensations by increasing endorphins, which are hormones that are able to naturally relax the body, blocking pain receptors to the brain (Aprillia, 2010). Yoga is a relaxation technique that has the effect of reducing abdominal cramps. In addition, it can increase endorphins to increase uterine blood flow thereby reducing the intensity of dysmenorrhea pain.ABSTRAKRemaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Remaja pada masa ini mengalami masa pubertas yaitu terjadinya pertumbuhan yang cepat, timbul ciri-ciri seks sekunder, dan tercapai fertilitas. Salah satu tanda seorang wanita memasuki masa pubertas adalah mengalami menstruasi. Menstruasi merupakan keluarnya lapisan endometrium yang menyertai ovum yang tidak dibuahi dari saluran reproduksi berupa cairan yaitu darah (Hardisman, 2014). Disminore merupakan rasa nyeri pada perut bagian bawah, yang menyebar menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai. Rasa nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi (Manan, 2013). Menurut data dari American Congress Of Obstetricians And Gynecologist (2016), bahwa lebih dari 50% wanita mengalami nyeri haid setiap bulannya. Terdapat 90% wanita di Indonesia pernah mengalami dismenore. Berdasarkan data dari Profil Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2016 jumlah remaja putri usia 10 – 19 tahun sebanyak 2.899.120 jiwa. Sedangkan yang mengalami dismenore di Propinsi Jawa Tengah mencapai 1.465.876 jiwa. Akupresur merupkan teknik pengobatan dari Cina yang dapat mengurangi sensasi-sensasi nyeri melalui peningkatan endorphin, yaitu hormon yang mampu menghadirkan rasa rileks pada tubuh secara alami, memblok reseptor nyeri ke otak (Aprillia, 2010). Yoga merupakan salah satu teknik relaksasi memberikan efek mengurangi kram abdomen. Selain itu, dapat meningkatkan hormon endorphin untuk meningkatkan aliran darah uterus sehingga mengurangi intensitas nyeri Dismenore.
Tapping Touch (Tato) sebagai Upaya Penurunan Nyeri Dismenore Tina Mawar Dika; Umi Aniroh; Fiktina Vifri Ismiriyam Ismiriyam
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.682 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1808

Abstract

A way to support the government's efforts to provide quality health services to adolescents, especially young women, requires the involvement of health educators to conduct education about tapping touch as an effort to reduce dysmenorrhea pain. Problems that occur in adolescents during menstruation are not only related to cleanliness but also the emergence of discomfort in the abdomen which we often know as dysmenorrhea pain. Health education about tapping touch to treat dysmenorrhea pain is given to young women who are still in school where most of the students are girls so that the interventions provided are right on target. Based on the survey, it is known that the students of SMP An Nur Ungaran have never received health education about tapping touch as an effort to reduce dysmenorrhea pain. The implementation of this community service activity is carried out by the method of providing education to the students of SMP An Nur Ungaran. The percentage of evaluation results before being given education was in the category of not understanding as much as 19.95%, quite understanding 50.88%, good understanding 21.79% and very good 7.86%. The understanding of female students has increased after being given education which is included in the very good category by 35.42%, good 56.94%, 4.82% enough and 2.82% less. Thus it is known that after being given education there is an increase in female students' understanding of tapping touch as an effort to reduce dysmenorrhea pain. Based on statistical analysis (Wilcoxon test) obtained a significance value of 0.003 <0.05, which means that there is a significant difference in the level of knowledge between before and after education. about the TATO (Tapping Touch) program to treat adolescent girls with dysmenorrhea pain. The purpose of this community service activity is to teach young women to reduce the degree of dysmenorrhea pain with the tapping touch technique.ABSTRAKSuatu cara mendukung upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada remaja, khususnya pada remaja putri maka diperlukan ketelibatan tenaga pendidik bidang kesehatan untuk melakukan edukasi tentang tapping touch sebagai upaya penurunan nyeri dismenore. Permasalahan yang terjadi pada remaja saat terjadi menstruasi tidak hanya terkait tentang kebersihan tetapi juga munculnya rasa tidak nyaman pada bagian perut yang sering kita kenal dengan nyeri dismenore. Pendidikan Kesehatan tentang tapping touch untuk mengatasi nyeri disminore diberikan pada remaja putri yang masih berada di sekolah yang siswanya sebagian besar perempuan sehingga intervensi yang diberikan tepat sasaran. Berdasarkan survey diketahui bahwa siswi SMP An Nur Ungaran belum pernah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang tapping touch sebagai upaya penurunan nyeri dismenore. Pelaksanaan kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pemberian edukasi pada siswa SMP An Nur Ungaran. Persentase hasil evaluasi sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori kurang paham sebanyak 19,95%, cukup paham 50,88 %, pemahaman yang baik 21,79% dan sangat baik 7,86%. Pemahaman siswa perempuan mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu termasuk dalam kategori sangat baik sebesar 35,42%, baik 56,94%, cukup 4,82% dan kurang sebanyak 2,82%. Dengan demikian diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman siswa perempuan tentang tapping touch sebagai upaya penurunan nyeri dismenore. Berdasarkan analisis statistik (uji Wilcoxon) didapatkan nilai signifikansi 0,003 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah edukasi. tentang program TATO (Tapping Touch) untuk mengatasi remaja putri dengan nyeri disminorea. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat berikut adalah mengajarkan kepada remaja putri untuk menurunkan derajat nyeri dysminorea dengan tehnik tapping touch
Peningkatan Perilaku Diri Warga Terhadap Pencegahan Covid 19 Niken Dyahariesti; Agitya Resti Erwiyani; Kartika Dian Pertiwi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.401 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1823

Abstract

The spread of the COVID-19 virus is now out of control. The virus attacks regardless of age, place or gender. Everyone has the same chance of contracting this virus. Candi Rejo Village is one of the largest contributors to the 3rd largest confirmed case of COVID-19 in Semarang Regency. The cause of the high number of patients who are confirmed positive are many things, including the lack of public understanding about covid 19, both prevention and treatment. The purpose of this study is to provide education to the Candirejo community about behaviors that can prevent the spread of Covid 19. The target of community service is more to housewives household, because housewives are the main pillar who maintains health in the family environment and is assisted by health cadres. The method used is by providing education to the community through Candirejo health cadres by distributing posters and education about covid 19 including 7M, nutritious and balanced food and vaccinations. Health cadres are given knowledge and posters are posted in places that are easily accessible to the general public. The success of this education can be seen from changes in people's behavior or community knowledge. The definition of success is an increase in public knowledge about correct behavior, the use of vitamins for prevention and covid vaccination for a better life.ABSTRAKPenyebaran virus covid 19, saat ini sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Virus menyerang tidak memandang usia, tempat ataupun jenis kelamin. Semua orang mempunyai peluang yang sama untuk tertular virus ini. Kelurahan Candi rejo merupakan salah satu daerah penyumbang 3 terbesar pasien terkonfirmasi positif covid 19 di Kabupaten Semarang. Penyebab tingginya pasien yang terkonfirmasi positif banyak hal antara lain kurangnya pemahaman masyarakat tentang covid 19, baik pencegahan maupun pengobatannya.Tujuan penelitian ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat Candirejo tentang perilaku yang dapat mencegah terjangkitnya Covid 19. Sasaran pada pengabdian kepada masyarakat ini lebih ke ibu rumah tangga, karena ibu rumah tangga merupakan pilar utama yang menjaga kesehatan di lingkungan keluarga dan dibantu oleh kader kesehatan. Metode yang dilakukan adalah dengan pemberian edukasi ke masyarakat melalui kader kesehatan Candirejo dengan membagikan poster serta edukasi tentang covid 19 meliputi 7M, makanan bergizi dan seimbang serta vaksinasi. Kader kesehatan diberikan pengetahuan serta poster yang diberikan ditempel ditempat yang mudah diakses oleh khalayak umum. Keberhasilan edukasi ini, dapat dilihat dari perubahan perilaku masyarakat ataupun pengetahuan masyarakat. Definisi berhasil adalah adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang perilaku yang benar, penggunaan vitamin untuk preventif dan vaksinasi covid untuk hidup yang lebih baik. 
Upaya Cepizi (Cegah Picky Eater Melalui Peningkatan Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Seimbang) pada Anak Prasekolah Fiki Wijayanti Wijayanti; Umi Setyoningrum; Puji Afiatna
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.125 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1905

Abstract

Picky eaters in children have strong food preferences, have limited intake (especially vegetables), and are unwilling to try new foods. The eating behavior of parents cannot be separated from their daily habits. Parents have a big role in providing and regulating the child's diet. Parents should first pay attention to how to eat themselves before applying to their children. The purpose of the service is to prevent picky eater behavior in preschool children at Attoyibah PAUD. The place for service at PAUD Attoyibah Gedang Anak is carried out in August 2022. The target of this activity is mothers who have preschool age children who attend PAUD Attoyibah. The results obtained are increased knowledge of mothers about preventing picky eater behavior by fulfilling balanced nutrition in children. Suggestions for parents to make food variations to prevent picky eater behavior in childrenABSTRAKPicky eater pada anak adalah perilaku memilih - milih makan, memiliki preferensi makanan yang kuat, memiliki asupan terbatas (terutama sayuran), dan yang tidak mau mencoba makanan baru. Perilaku makan orang tua tidak terlepas dari kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Orang tua mempunyai peran besar dalam memberikan dan mengatur pola makan anak. Sebaiknya terlebih dahulu orangtua memperhatikan cara makan sendiri sebelum mengaplikasikan kepada anaknya. Tujuan pengabdian yang dilakukan adalah untuk mencegah perilaku picky eater pada anak prasekolah di PAUD Attoyibah. Tempat dilakukan pengabdian di PAUD Attoyibah gedang anak dilakukan pada bulan agutus 2022. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu yang mempunyai anak usia prasekolah yang bersekolah di PAUD attoyibah. Hasil yang didapatkan adalah bertambhanya pengetahuan ibu tentang pencegahan perilaku picky eater dengan pemenuhan gizi seimbang pada anak. Saran bagi orang tua untuk melakukan variasi makanan untuk mencegah perilaku picky eater pada anak.
Pemanfaatan Posko Anti Hipertensi Sebagai Langkah Awal Penanganan Hipertensi di Desa Kalongan Aprilia Ayuningtyas; Isfaizah Isfaizah; Sinta Dwi Lestari; Safrida Zulfi Rahmawati; Elinda Eka Susanti; Ingge Karunia Sandy; Annisa Rahim; I Nyoman Candra Saputra; Rofa Irfani; Prabu Auliansyah; Evony Prawaningrum; Avivatul Indah Mawaddah; Laela Aprilia; Achmad Fauzan
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.482 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1906

Abstract

Hypertension that occurs is related to various risk factors, both irreversible and modifiable. Non-modifiable risk factors include genetics, nutritional status, and age. Modifiable risk factors are obesity, diet, and physical activity or exercise. The high number of cases of hypertension in the community. Lack of general knowledge about hypertension related to the causes, symptoms, and therapy of hypertension. Lack of public awareness in routine blood pressure checks. Community service activities at the anti-hypertension post for people with a history of hypertension. In counseling here using the lecture method and question and answer. Blood pressure measurement training was carried out using the presentation method and training on digital blood pressure devices. Making infused water using counseling methods related to tools, materials, and benefits as well as a demonstration on how to make infused water. Anti-hypertensive exercise for people with a history of hypertension. Our work program activity is initiating the establishment of an anti-hypertensive post. This activity is carried out to prevent, reduce and suppress the rate of growth of hypertension incidence in Kalongan Village. The results of the increase in public knowledge about hypertension, the ability of the community or health cadres in measuring blood pressure increased, the ability of the community in making infused water increased, blood pressure measurements were 1.3% who had hypertension in Kalongan Village and the enthusiasm of the community in participating in high gymnastics. The conclusion is that the anti hypertension post can be a place that initiates the community and health cadres in screening and preventing hypertension in Kalongan Village.ABSTRAKHipertensi terjadi berkaitan dengan beragam faktor risiko, baik yang tidak dapat diubah maupun dapat diubah. Faktor risiko yang tidak dapat diubah meliputi genetik, keadaan gizi, dan umur. Faktor risiko yang dapat diubah adalah kegemukan, diet, dan aktifitas fisik atau olahraga. Tingginya angka kasus hipertensi di masyarakat. Kurangnya pengetahuan umum tentang penyakit hipertensi terkait penyebab, gejala, dan terapi hipertensi. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam pemeriksaan rutin tekanan darah. Kegiatan KKN posko anti hipertensi bagi masyarakat dengan riwayat hipertensi. Dalam penyuluhan disini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab. Pelatihan pengukuran tekanan darah dilakukan dengan metode penyajian serta melatih menggunakan alat tensi digital. Pembuatan infused water menggunakan metode penyuluhan terkait alat, bahan, dan manfaat serta demonstrasi bagaimana cara membuat infused water. Senam anti hipertensi bagi masyarakat dengan riwayat hipertensi. Kegiatan pogram kerja yang kami lakukan adalah menginisiasi pembentukan posko anti hipertensi. Kegiatan ini dilakukan untuk mencegah, menurunkan dan menekan laju pertumbuhan kejadian hipertensi di Desa Kalongan. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, kemampuan masyarakat atau kader kesehatan dalam melakukan penngukuran tekanan darah meningkat, kemampuan masyarakat dalam dalam pembuatan infused water meningkat, pengukuran tekanan darah 1,3% yang mengalami hipertensi di Desa Kalongan dan antusiasme masyarakat dalam mengikuti senam tinggi. Kesimpulan yaitu posko anti hipertensi mampu menjadi tempat yang menginisiasi masyarakat dan kader kesehatan dalam melakukan screening dan pencegahan hipertensi di Desa Kalongan.
Pelatihan Pelatih Renang Tentang Keselamatan Berenang Anak Penyandang Disabilitas di Klub Tirta Gemilang Semarang Ika Nilawati; Nur Amin; Risma Alifiani Putri; Atika Kurnia Wardani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.16 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1908

Abstract

Swimming sports activities, among others, are to maintain and improve body fitness, maintain body health, for personal safety, to form physical abilities such as endurance, muscle strength and are also beneficial for children's physical development and growth, for education, recreation, rehabilitation and achievement facilities. Swimming is one of the sports of choice for rehabilitation of physical disorders. Citizens who have physical, emotional, intellectual and or social disabilities have the right to obtain education and the same opportunities to develop as other children, children with disabilities have the potential to live life to the fullest and contribute to society. The purpose of this service activity is to provide training competencies to overcome the difficulties of trainers at the Tirta Gemilang Swimming Club Semarang in training children with special needs or children with disabilities. The target to be achieved in this Community Service is to increase the competence of trainers in the knowledge and ability of swimming coaches in swimming safety techniques for children with special needs or children with disabilities. The method of this activity is in the form of training for swimming club coaches at Tirta Gemilang Semarang. Swimming coaches are given theoretical material, hands-on practice. This Community Service Method with material presentation, question and answer, discussion, training was carried out 2 times in theory and practice, this was done so that participants not only understood the theory, but also received guidance in training directly in the swimming pool properly and correctlyABSTRAKAktivitas olahraga renang antara lain adalah untuk memelihara dan meningkatkan kebugaran tubuh, menjaga kesehatan tubuh, untuk keselamatan diri, untuk membentuk kemampuan fisik seperti daya tahan, kekuatan otot serta bermanfaat pula bagi perkembangan dan pertumbuhan fisik anak, untuk sarana pendidikan, rekreasi, rehabilitasi serta prestasi. Olahraga renang merupakan salah satu olahraga pilihan untuk rehabiltasi kelainan fisik. Warga Negara yang memiliki kelainan fisik, emosional, intelaktual dan atau sosial berhak memperoleh pendidikan dan kesempatan yang sama untuk berkembang sebagaimana anak-anak lainnya, anak-anak penyandang disabilitas berpotensi untuk menjalani kehidupan secara penuh dan berkontribusi pada masyarakat.Tujuan kegiatan Pengabdian ini adalah memberikan kompetensi melatih untuk mengatasi kesulitan pelatih di Klub Renang Tirta Gemilang Semarang dalam melatih anak berkebutuhan khusus atau anak disabilitas. Target yang ingin dicapai dalam Pengabdian kepada Masyarkat ini adalah meningkatan kompetensi pelatih dalam pengetahuan dan kemapuan pelatih renang dalam teknik keselamatan berenang bagi anak berkebutuhan khusus atau anak disabilitas. Metode kegiatan ini berupa pelatihan kepada para pelatih klub renang Tirta Gemilang Semarang. Pelatih renang diberikan materi teori, praktek langsung. Metode Pengabdian kepada Masyarakatini denganpemaparan materi, tanya jawab, diskusi, Pelatihan dilaksanakan sebanyak 2 kali secarateori dan praktek, hal ini dilakukan agar peserta tidak hanya sekedar memahami teorinya saja, akan tetapi akan mendapat bimbingan dalam melatih langsung di kolam renang dengan baik dan benar.
Metode Akupresur untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi pada Lansia Dusun Bonganti RT 01 RW 03 Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung Cahyaningrum Cahyaningrum; Nada Hilma Husnia; Reni Setiawati; Sasti Roemi Eka Pratiwi; Munawaroh Munawaroh; Hadiatun Fitriah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.095 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1909

Abstract

Elderly is an advanced stage of a life process characterized by:decreased ability of the body to adapt to environmental stress. The morbidity rate, according to the Indonesian Ministry of Health's Data and Information Center (2016) is one of the indicators used to measure the health status of the population. The health rate of the elderly population in 2014 was 25.05%, meaning that out of every 100 elderly people, 25 of them were sick. The most common diseases are non-communicable diseases (PTM) including hypertension, arthritis, stroke, diabetes mellitus (Ratnawati, 2017). An elderly person is said to have high blood pressure or hypertension if his blood pressure reaches more than 140/90 mmHg. Blood pressure is not a permanent condition. Blood pressure can vary over time depending on many things, ranging from what activities are carried out, the food consumed, the time of measurement, to age. The older you get, the higher your blood pressure tends to be, the higher your risk of developing hypertension. Both in conditions of high blood pressure and normal, systolic blood pressure will increase significantly until entering the age of 70 or 80 years. Meanwhile, diastolic pressure will continue to increase until the age of 50 or 60 years. The purpose of this community service is to provide complementary therapy for the elderly with hypertension or high blood pressure which is carried out offline (at home) to provide material about hypertension and how to reduce regional pressure by giving acupressure TherapyABSTRAKLansia merupakan tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan. Angka kesakitan, menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI (2016) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur derajat kesehatan penduduk. Angka kesehatan penduduk lansia tahun 2014 sebesar 25,05%, artinya bahwa dari setiap 100 orang lansia terdapat 25 orang di antaranya mengalami sakit. Penyakit terbanyak adalah penyakit tidak menular (PTM) antar lain hipertensi, artritis, strok, diabetes mellitus (Ratnawati, 2017). Seorang lansia disebut memiliki tekanan darah tinggi atau hipertensi apabila tekanan darahnya mencapai angka lebih dari 140/90 mmHg.Tekanan darah bukanlah sebuah kondisi yang menetap. Tekanan darah bisa bervariasi setiap waktu tergantung dari banyak hal, mulai dari aktivitas apa yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi, waktu pengukurannya, hingga usia. Semakin bertambah usia, tekanan darah cenderung semakin meningkat, risiko mengalami hipertensi semakin tinggi. Baik dalam kondisi tekanan darah tinggi maupun normal, tekanan darah sistolik akan meningkat secara signifikan hingga memasuki usia 70 atau 80 tahun. Sementara itu, tekanan diastolik akan terus mengalami peningkatan hingga usia 50 atau 60 tahun. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan terapi komplementer pada lansia dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dilakukan secara luring (di rumah masingmasing) untuk pemberian materi tentang hipertensi dan cara penurunan tekanan dearah dengan pemberian terapi akupressur.

Page 10 of 25 | Total Record : 243