cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 251 Documents
Edukasi Web Woop Self-Management pada Siswa SMA (Alternatif Menurunkan Social Media Addiction ) Reike Kumalasari; Yennisa Nanda Prastiwi; Anit Savia Damayanti; Shinta Uqbadamayanti; Selvira Risti Pamasih; Suwanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4565

Abstract

The development of social media such as TikTok and YouTube Shorts has a significant impact on the lives of teenagers, especially in psychological aspects and social behavior. Excessive use of social media can lead to addiction, reduce self-control, and impact mental health and academic achievement. This Community Service activity aims to increase student literacy about the web which is useful for reducing social media addiction. This website is about training self-management through the WOOP method (Wish, Outcome, Obstacle, Plan). The approach used in this service is an educational approach (Educational/Training Approach). The activity is carried out with a focus on increasing students' knowledge and skills in using the web. The activity was carried out at SMA Negeri 2 Ungaran involving 40 students. The results of the activity showed an increase in knowledge and skills in using the web as shown by students being able to use the web by identifying goals (wish), obstacles (obstacle), results (Outcome), concrete plans (plan) to reduce excessive use of social media. Thus, WOOP Self-Management web education has been proven to be able to increase students' knowledge and skills in using WOOP self-management web to reduce the level of social media addiction and increase healthy digital behavior in adolescents. This program is recommended to be integrated into school guidance and counseling activities to support character development and students' mental health.   ABSTRAK Perkembangan media sosial seperti TikTok dan YouTube Shorts memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan remaja, khususnya dalam aspek psikologis dan perilaku sosial. Penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menimbulkan kecanduan, menurunkan kontrol diri, serta berdampak pada kesehatan mental dan prestasi akademik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa tentang web yang yang berguna untuk menurunkan addiksi/ kecanduan sosial media. Web ini tentang  melatih self-management melalui metode WOOP (Wish, Outcome, Obstacle, Plan). Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian ini dengan pendekatan edukasi (Educational/Training Approach).Kegiatan dilaksanakan fokusnya pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menggunakan web. Kegiatan dilakukan di SMA Negeri 2 Ungaran dengan melibatkan 40 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan web yang ditunjukkan dari siswa mampu menggunakan web dengan mengidentifikasi tujuan (wish), hambatan (obstacle), hasil (Outcome), rencana konkret (plan) untuk mengurangi penggunaan media sosial secara berlebihan. Dengan demikian, edukasi web WOOP Self-Management terbukti mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam menggunakan web WOOP self-management untuk menurunkan tingkat social media addiction dan meningkatkan perilaku digital yang sehat pada remaja. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam kegiatan bimbingan konseling sekolah guna mendukung pengembangan karakter dan kesehatan mental siswa.
Optimalisasi Basic Life Support bagi Pelajar dalam Upaya Kesiapan Kedaruratan di Lingkungan Sekolah Siyamti, Dewi; Maksum; Tri Susilo; Joyo Minardo; Eka Adimayanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4598

Abstract

Emergency conditions involving respiratory arrest and cardiac arrest which require prompt and accurate intervention to save the victim’s life and help for stabilization until advanced medical assistance arrives or the patient transferred to an appropriate healthcare facility. The general public can contribute by giving basic life support (BLS). To ensure that these lifesaving principles are applied correctly, education and training on basic life support and victim transport evacuation are essential. Students of SMK Kesehatan Darussalam Bergas, Semarang Regency, represent a potential group to receive training in BLS and emergency transport evacuation. The goal of this community service was to improve participants’ knowledge and skills in giving BLS and victim transport during emergency situations. The training was conducted over two days using lectures, discussions, demonstrations, and role play methods. Result which shown from pre-test and post-test assessment indicated a significant improvement in participants’ knowledge and skills regarding BLS and victim transport evacuation form 7,48%  increase  to 82,24%  for  good knowledge. Continuous education and training BLS and emergency transport are crucial foundations for effective emergency management.   ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan henti nafas dan henti jantung mengharuskan pertolongan diberikan dengan tepat dan akurat sehingga dapat menyelamatkan korban serta membantu stabilisasi sampai pertolongan datang atau sampai ke fasilitas kesehatan yang memadai. Tindakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat secara umum yaitu memberikan bantuan hidup dasar. Agar prinsip pertolongan dapat diberikan dengan benar dan tepat diperlukan edukasi dan pelatihan tentang hidup dasar dan evakuasi transport korban. Siswa-siswi SMK Kesehatan Darussalam Bergas Kabupaten Semarang merupakan pelajar yang potensial untuk diberikan pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) dan evakuasi transport korban. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan BHD serta evakuasi transport korban pada kondisi kegawatdaruratan. Metode pelaksanaan kegiatan dengan ceramah, tanya jawab, demonstrasi dan role play selama dua hari. Hasil pre tes dan pos tes pelatihan dan edukasi selama dua hari tentang BHD dan evakuasi transport menunjukkan peningkatan yang signifikan yaitu meningkat dari 7,48% untuk pengetahuan baik menjadi 82,24%. Edukasi dan pelatihan secara berkesinambungan tentang BHD dan evakuasi transport perlu dilakukan sebagai dasar dalam penanganan kegawatdaruratan.
Generasi Berencana (Genre) Peduli Tumbuh Kembang : Edukasi Dasar Pijat Bayi bagi Siswa SMK Siti Haryani; Ana Puji Astuti; Eka Adimayanti; Natalia Devi Oktarina; Riski Fizal Latif; Enggal Maharani; Linda Puspitasari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4624

Abstract

Infancy is a golden period of growth and development that determines a child's future quality of life. One simple form of stimulation that can support optimal growth and development is infant massage. However, knowledge and skills in infant massage among teenagers, especially vocational high school students, are still low. This community service activity aims to enhance vocational high school students' basic knowledge and skills in infant massage through the Planned Generation (GENRE) Cares About Growth and Development program. The implementation method involves interactive education, demonstrations, and hands-on practice. The results of the activity showed an increase in student knowledge of 91.14% and an increase in basic baby massage skills of 85% after the training. This program succeeded in raising awareness among teenagers about the importance of stimulating infant growth and development and equipped them with basic skills that are useful for preparing them to become smart and caring parents.   ABSTRAK Masa bayi merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan yang menentukan kualitas hidup anak di masa mendatang. Salah satu stimulasi sederhana yang dapat mendukung tumbuh kembang optimal adalah pijat bayi. Namun, pengetahuan dan keterampilan pijat bayi di kalangan remaja, khususnya siswa SMK, masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar pijat bayi bagi siswa SMK melalui program Generasi Berencana (GENRE) Peduli Tumbuh Kembang. Metode pelaksanaan dilakukan melalui edukasi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan siswa sebesar 91,14 dan keterampilan dasar pijat bayi meningkat sebesar 85% setelah pelatihan. Program ini berhasil menumbuhkan kesadaran remaja tentang pentingnya stimulasi tumbuh kembang bayi serta membekali mereka dengan keterampilan dasar yang bermanfaat untuk persiapan menjadi calon orang tua yang cerdas dan peduli.
Skrining dan Edukasi Tentang Anemia pada Remaja di SMK Negeri 2 Kelas XVI Jakarta Pusat Fitria Endah Purwani; Syifa Azahra; Maulida Faatihah Yasmin; Mohammad Azmi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4505

Abstract

The prevalence of anemia in teenagers in DKI Jakarta reached 23% which adversely affected the health of teenage girls, mostly due to iron deficiency. The effects of anemia not only cause fatigue and decreased concentration of learning, but can affect the growth and reproductive health of adolescents in the future. Youth's lack of knowledge and awareness of the importance of preventing anemia is a challenge in itself. Therefore, interesting and easy - to - understand health education needs to be provided to teenagers, especially in the school environment. This activity aims to provide education on anemia to teenagers and improve students' ability to convey health information effectively. The activity was carried out at SMK Negeri 2 Central Jakarta with a target of 34 students aged 15-19 through educational stages with video animation, Q&A, discussion, evaluation. The results of the activity show that SMKN 2 students have good insight and can be concluded that video media has proven effective in attracting attention and conveying information about anemia clearly and interestingly.   ABSTRAK Prevalensi anemia pada remaja di DKI Jakarta mencapai 23% yang berdampak buruk pada kesehatan remaja putri, mayoritas karena kekurangan zat besi. Dampak dari anemia tidak hanya menyebabkan kelelahan dan menurunnya konsentrasi belajar, tetapi dapat memengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan reproduksi remaja di masa depan. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran remaja akan pentingnya pencegahan anemia menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang menarik dan mudah dipahami perlu diberikan kepada remaja, khususnya di lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai anemia pada remaja serta meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan informasi kesehatan secara efektif. Kegiatan dilaksanakan di SMK Negeri 2 Jakarta Pusat dengan sasaran 34 siswi yang berusia 15-19 tahun melalui tahapan edukasi dengan video animasi, tanya jawab, diskusi, evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan siswa SMKN 2 memiliki wawasan yang baik dan dapat disimpulkan media video terbukti efektif dalam menarik perhatian dan menyampaikan informasi mengenai anemia secara jelas dan menarik. Kegiatan edukatif serupa perlu dilakukan secara rutin untuk memperkuat pemahaman remaja terhadap pentingnya pencegahan anemia.
Pemanfaatan Daun Mangrove Avicennia Marina untuk Produksi Stik sebagai Penguatan Ekonomi Pesisir di Bedono Destri Maya Rani; Abdul Haris Kuspranoto; Muslihun; Septi Wulandari; Salsa Maydzul Da’imadah; Jiska Alviana Febrianti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4608

Abstract

This community service activity aims to increase the capacity of coastal MSME actors in producing innovative food products based on mangrove leaves (Avicennia marina) while providing a basic understanding of the bioactive content of leaves through simple phytochemical analysis. The activity was carried out in Bedono Village, Sayung District, involving 10 MSME actors, 3 lecturers, and 20 students as facilitators. The implementation methods included counseling, hands-on practice in mangrove stick production, technical assistance, and demonstrations of simple phytochemical tests for saponins, flavonoids, alkaloids, quinones, tannins, and steroids/triterpenoids. The results showed that all participants were able to produce mangrove sticks suitable for consumption with a significant increase in independence and skills, with an average score increase of 36.9 points from the pre-test to the post-test. Phytochemical analysis confirmed the presence of bioactive compounds that have the potential to be antioxidants, immunomodulators, and natural pharmacological agents. This programme successfully transferred knowledge and skills to the community and increased awareness of the safe and sustainable use of local resources.   ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM pesisir dalam memproduksi produk pangan inovatif berbahan dasar daun mangrove (Avicennia marina) sekaligus memberikan pemahaman dasar mengenai kandungan bioaktif daun melalui analisis fitokimia sederhana. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, dengan melibatkan 10 pelaku UMKM, 3 dosen, dan 20 mahasiswa sebagai fasilitator. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, praktik langsung produksi stik mangrove, pendampingan teknis, dan demonstrasi uji fitokimia sederhana untuk senyawa saponin, flavonoid, alkaloid, kuinon, tanin, dan steroid/triterpenoid. Hasil menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu menghasilkan stik mangrove yang layak konsumsi dengan peningkatan kemandirian dan keterampilan yang signifikan, dengan rata-rata peningkatan skor 36,9 poin dari pre-test ke post-test. Analisis fitokimia menegaskan keberadaan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antioksidan, imunomodulator, dan agen farmakologis alami. Program ini berhasil mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran akan pemanfaatan sumber daya lokal secara aman dan berkelanjutan.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan Bayi Oktarina, Natalia Devi; Siti Haryani; Untari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4611

Abstract

Integrated Service Post (Posyandu) cadres play a crucial role in monitoring infant growth and development in the community. One form of stimulation that can be provided is infant massage, which has been proven to be beneficial in supporting optimal infant growth and development. However, many cadres still lack adequate knowledge and skills regarding proper infant massage techniques. This community service activity aims to improve Posyandu cadres' knowledge of infant massage through training. Methods used included lectures, demonstrations, and hands-on practice using baby dolls. A total of 33 Posyandu cadres participated in the training, and knowledge was measured before and after the training using questionnaires. The results showed that the infant massage training was effective in increasing Posyandu cadres' knowledge about the benefits and techniques of infant massage as a form of stimulating infant growth and development, with an average increase of 8.63 points compared to the pre-training average of 5.84. It is hoped that this activity will be sustainable so that cadres can become agents of education for the community in efforts to improve child health at the community level.   ABSTRAK Kader posyandu memiliki peran penting dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi di masyarakat. Salah satu bentuk stimulasi yang dapat dilakukan adalah pijat bayi, yang terbukti bermanfaat untuk mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Namun, masih banyak kader yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang teknik pijat bayi yang benar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai pijat bayi melalui kegiatan pelatihan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung dengan media boneka bayi. Sebanyak 33 kader posyandu mengikuti pelatihan dan dilakukan pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa pelatihan pijat bayi efektif dalam meningkatkan pengetahuan kader posyandu mengenai manfaat dan teknik pijat bayi sebagai bentuk stimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi, peningkatan rata-rata 8,63 dibandingkan sebelum diberikan pelatihan yakni rata-rata 5,84. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga kader mampu menjadi agen edukasi bagi masyarakat dalam upaya peningkatan kesehatan anak di tingkat komunitas.
Optimalisasi Peran Pemuda Karang Taruna dalam Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Melalui Aplikasi Digital Ariani, Resti; Rina Puspita; M Ulin Nuha; Choiry Amalya; Rery Renita; Tedy H Wijaya
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4616

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) and Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) remain a global health threat, with young people being the most vulnerable population. This activity aims to increase the knowledge, attitudes, and roles of Karang Taruna Catur Bina Taruna youth in HIV/AIDS prevention education through digital applications. The training involved 25 participants. The implementation method included interactive socialization and training on the use of educational applications. Evaluation through pre-tests and post-tests showed a 32% increase in knowledge, a 25% increase in attitudes towards people living with HIV/AIDS, and a 31% increase in willingness to become education agents. The results indicate that a digital-based approach is effective in improving youth health literacy and building community change agents. For sustainability, it is necessary to develop more interactive application features and collaborate with local health centers.   ABSTRAK Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) masih menjadi ancaman kesehatan global, dengan kelompok usia muda sebagai populasi yang rentan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan peran pemuda Karang Taruna Catur Bina Taruna dalam edukasi pencegahan HIV/AIDS melalui aplikasi digital. Peserta pelatihan sejumlah 25 orang. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi interaktif dan pelatihan penggunaan aplikasi edukatif. Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 32%, sikap terhadap ODHA sebesar 25%, dan kesediaan menjadi agen edukasi sebesar 31%. Hasil menunjukkan pendekatan berbasis digital efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan pemuda serta membangun agen perubahan komunitas. Guna keberlanjutan, diperlukan pengembangan fitur aplikasi yang lebih interaktif dan kolaborasi dengan Puskesmas setempat.
Peningkatan Nilai Tambah dan Kemandirian Pangan melalui Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Lokal di Desa Kawengen, Kabupaten Semarang Anugrah, Riva Mustika; Erwiyani , Agitya Resti; Siswati , Ari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4619

Abstract

Kawengen Village in Semarang Regency has local agricultural potential that has not been optimally utilized for improving the economy and food security of the community. This service activity aims to increase the capacity of MSMEs through education and training on local food processing, the safe use of food additives (BTP) according to BPOM regulations, packaging design, sales price calculation, and digital marketing. A total of 20 MSME participants who are members of BUMDes actively participated in the training. The implementation methods include situation observation, counselling, product-making practice, and results evaluation. The products developed include cassava bitterballen, chicken cassava sempolan, and banana snack bars. The results of the organoleptic evaluation show that the product has good sensory quality, and participants are able to develop standard recipes to maintain product consistency. Education also enhances understanding of legal BTPs and supports the development of digital packaging and marketing strategies. This activity results in highly nutritious, competitive, and commercially viable local food product innovations, as well as improving participants' technical and managerial knowledge and skills. This program is expected to accelerate the strengthening of the village economy based on local resource potential and support the achievement of sustainable food self-sufficiency.   ABSTRAK Desa Kawengen di Kabupaten Semarang memiliki potensi pertanian lokal yang belum optimal dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM melalui edukasi dan pelatihan pengolahan pangan lokal, penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) yang aman sesuai regulasi BPOM, desain kemasan, perhitungan harga jual, dan pemasaran digital. Sebanyak 20 peserta UMKM yang tergabung dalam BUMDes mengikuti pelatihan secara aktif. Metode pelaksanaan meliputi observasi situasi, penyuluhan, praktik pembuatan produk, dan evaluasi hasil. Produk yang dikembangkan meliputi bitterballen singkong, sempolan singkong ayam, dan snack bar pisang. Hasil evaluasi organoleptik menunjukkan produk memiliki mutu sensory yang baik, dan peserta mampu menyusun resep standar untuk menjaga konsistensi produk. Edukasi juga meningkatkan pemahaman tentang BTP legal serta mendukung pengembangan kemasan dan strategi pemasaran secara digital. Kegiatan ini menghasilkan inovasi produk pangan lokal bergizi tinggi yang berdaya saing dan berpotensi komersial, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis maupun manajerial peserta. Program ini diharapkan mempercepat penguatan ekonomi desa berbasis potensi sumber daya lokal dan mendukung terwujudnya kemandirian pangan yang berkelanjutan.
Pendampingan Pencegahan Hipertensi pada Kader Posyandu dengan Optimalisasi Deteksi Dini Risiko Berbasis Digital Widodo, Gipta Galih; Setyoningrum, Umi; Wibowo, Agung; Anisha Putri Wulandari; Revalina Yevy
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4699

Abstract

Hypertension is one of the leading causes of morbidity in Indonesia and is often undetected in the community. The limited capacity of Posyandu cadres and manual recording systems result in suboptimal early detection. This community service program aimed to improve the ability of Posyandu cadres in RW 06 Gedanganak Village to conduct screening and provide hypertension prevention education using the SEMAR application (Screening, Education, Monitoring of Atherothrombosis). The implementation methods included program socialization, cadre training, assistance in using the application, and evaluation through pre–post tests. The results showed an increase in cadre competencies in measuring blood pressure, blood glucose, and cholesterol levels, as well as interpreting risk using the application. Community knowledge increased by 30%, and Posyandu participation improved. The SEMAR application proved to support more accurate documentation and facilitated counseling. This program concludes that digital technology is effective in enhancing cadre performance and strengthening community-based hypertension prevention efforts.   ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama morbiditas di Indonesia dan sering tidak terdeteksi pada masyarakat. Rendahnya kapasitas kader Posyandu serta pencatatan manual menyebabkan deteksi dini tidak optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan kader Posyandu RW 06 Kelurahan Gedanganak dalam melakukan skrining dan edukasi pencegahan hipertensi menggunakan aplikasi SEMAR (Skrining, Edukasi, Monitoring Atherotrombosis). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan kader, pendampingan penggunaan aplikasi, serta evaluasi melalui pre–post test. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi kader dalam pengukuran tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta interpretasi risiko berbasis aplikasi. Pengetahuan masyarakat meningkat sebesar 30% dan partisipasi Posyandu meningkat. Aplikasi SEMAR terbukti membantu pencatatan lebih akurat dan memudahkan konseling. Program ini menyimpulkan bahwa teknologi digital efektif meningkatkan kinerja kader dan mendorong pencegahan hipertensi berbasis komunitas.
Edukasi "Food Fear of Missing Out (FOMO)" dan Ancaman Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja Sofiyanti, Ida; Putri, Risma Aliviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4713

Abstract

The phenomenon of Fear of Missing Out (FOMO) toward viral food on social media encourages the excessive consumption of high-sugar and high-calorie foods among adolescents. This trend significantly increases the risk of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) at a young age. This community service project aimed to raise awareness among students at SMA Muhammadiyah Sumowono regarding the dangers of "food FOMO" and its correlation with T2 DM. The method employed was interactive counseling utilizing PowerPoint presentations and concise flyers or posters. To measure the impact, pre-tests and post-tests were administered to 78 students from grades X and XI. The evaluation results showed a significant increase in student knowledge, with the average score rising from 65 in the pre-test to 88 in the post-test. This activity successfully provided a deep understanding of the health risks associated with impulsive eating patterns, emphasizing the urgency of school-based health education interventions to prevent a surge in Diabetes cases in the future. A recommendation for the school is to distribute digital copies of the flyers or a summary of the activity's findings to parents via WhatsApp groups.   ABSTRAK Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) terhadap makanan viral di media sosial mendorong konsumsi berlebihan makanan tinggi gula dan kalori pada remaja, fenomena tersebut meningkatkan risiko Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) di usia muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa SMA Muhammadiyah Sumowono mengenai bahaya food FOMO dan korelasinya dengan DM Tipe 2. Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan media ppt dan flyer atau poster ringkas, dan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman kegiatan pada siswa kelas X dan XI yang berjumlah 78 mahasiswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan siswa, dari rata-rata 65 pada saat pretest menjadi 88 pada saat posttest. Kegiatan ini berhasil memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko kesehatan akibat pola makan impulsif, menekankan urgensi intervensi edukasi kesehatan berbasis sekolah untuk mencegah lonjakan kasus DM di masa mendatang. Saran untuk sekolah yaitu menyebarkan salinan digital flyer atau ringkasan hasil kegiatan kepada grup WhatsApp orang tua siswa.