cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
“Lansia Sehat dan Bahagia” , Edukasi Penurunan Nyeri Otot dan Sendi Di Desa Lerep Kabupaten Semarang Luhurningtyas, Fania Putri; Oktianti, Dian; Galih Y, Yunita
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.732 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1295

Abstract

Joint flexibility decreases in the elderly due to a degenerative process resulting in changes in joints, connective tissue, and cartilage in the elderly. Joints in the elderly become inflamed and painful, synovial fluid thickens and hyaline cartilage degenerates. These changes can affect the range of activities and actions in the elderly. In general, diseases in the body cause pain. Pain management can be done with pharmacological therapy (NSAID, herbal drugs) and non-pharmacological therapy (compresses, joint exercises). The purpose of this activity is to increase the understanding and independence of the elderly in pain therapy and to improve the quality of life of the elderly. The method used is counseling which is explained using Youtube media and followed by evaluation. Based on the completed form, the lowest score was 30 and the highest score was 100. The results obtained were 5 spectators who scored less than 60 (<60) and 26 people who scored more than 60 (> 60). The educational activities carried out were very effective and showed that the material presented was acceptable to the audienceABSTRAKFleksibilitas sendi menurun pada usia lanjut dikarenakan terjadi suatu proses degeneratif sehingga terjadi perubahan pada persendian, jaringan ikat dan tulang rawan pada lanjut usia. Persendian pada usia lanjut mengalami peradangan dan menimbulkan rasa sakit, cairan synovial mengental dan kartilago hialin berdegenerasi. Perubahan-perubahan inilah yang dapat mempengaruhi rentang gerak dan cara berjalan pada lansia. Pada umumnya penyakit pada tubuh menimbulkan rasa nyeri. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan terapi farmakologis (obat NSAID, obat herbal) dan terapi non farmakologis (kompres, senam sendi). Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemandirian lansia di dalam manajemen terapi nyeri serta meningkatkan kualitas hidup lansia. Metode yang digunakan adalah penyuluhan yang dijelaskan menggunakan media Youtube dan dilanjutkan dengan evaluasi. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi diperoleh nilai terendah 30 dan nilai tertinggi 100. Hasil perolehan skor yang diperoleh ada 5 audience yang mendapat skor kurang dari 60, ( <60 ) dan terdapat 26 orang yang mendapat skor lebih dari 60 ( > 60).  Kegiatan edukasi yang dilakukan sangat efektif dan menunjukkan bahwa materi yang disampaikan dapat diterima oleh para audience.
Pelatihan Pembibitan dan Pembuatan Produk Minuman Jahe Bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) “Dewi Sri” Desa Kemetul Kecamatan Susukan Wahyudi, Avian Tri; Prasetyo, Damar Adi; Vifta, Rissa Laila; Pujiastuti, Anasthasia; Santoso, Wingit
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.851 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1297

Abstract

Ginger is a one of rhizome herbal plant that has many health benefits. Consumption of ginger both directly and through the manufacture of ginger-based products has also increased during the pandemic and after the pandemic. The utilization of yard land that is less than optimal and the low selling of ginger are the main problems faced by the Women Farmer Group "Dewi Sri" in Kemetul Village, which are the background for the implementation of Community Service activities carried out by the Himafarsi Service Team, Ngudi Waluyo University. The activity was carried out through Training on Breeding and Making Ginger Drink Products with the target partner of the Women Farmers Group (KWT) “Dewi Sri” Kemetul Village. The method of implementing the program is done offline and online. The results of the Service activities can be seen through the success indicators which show an increase in participants' knowledge by 64%. Community Service Activities have resulted in activity outputs in the form of ginger seeds in polybags on the pilot land and beverage products in the form of instant ginger powder with the basic ingredients of Red Ginger and Emprit Ginger which have been through hedonic tests by respondents. ABSTRAKJahe merupakan salah satu tanaman herbal jenis rimpang yang memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Konsumsi terhadap jahe baik secara langsung maupun melalui pembuatan produk berbahan dasar jahe juga meningkat selama pandemi berlangsung maupun pasca pandemi. Pemanfaatan lahan pekarangan yang kurang maksimal serta rendahnya harga jual jahe merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh Kelompok Wanita Tani Dewi Sri Desa Kemetul menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Himafarsi Universitas Ngudi Waluyo. Kegiatan dilakukan melalui Pelatihan Pembibitan dan Pembuatan Produk Minuman Jahe dengan mitra sasaran Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri Desa Kemetul. Metode pelaksanaan program dilakukan secara offline dan online. Hasil kegiatan Pengabdian dapat dilihat melalui indikator keberhasilan yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 64%. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat telah menghasilkan output kegiatan berupa bibit jahe dalam polybag pada lahan percontohan dan produk minuman berupa serbuk jahe instan dengan bahan dasar Jahe Merah dan Jahe Emprit yang telah melalui uji hedonik oleh responden.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu dalam Pemantauan Tumbuh Kembang serta Pola Konsumsi Omega 3 pada Anak Ramadhani, Melati Apriliana; Sofiyanti, Ida; Roni, Abdul
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.327 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1299

Abstract

Nutrition is one of the determinants of the quality of human resources. Good nutritional conditions can be achieved when the body gets enough nutrients to be consumed to allow physical growth, brain development, and the ability to achieve optimal levels of health. Nutrients that play a vital role in the development process of brain neuron cells for baby intelligence are fatty acids. The purpose of this community service program is to increase the knowledge and skills of the community, especially mothers in monitoring child growth and development, as well as adding an explanation on the importance of providing fatty acid intake, one of which is omega 3, for toddlers and children. The implementation method in this community service program consists of location surveys, coordination meetings of the distribution team per group, socialization of activities, and monitoring and evaluation of the results of the community knowledge program. The result of this community service is that activities run well and smoothly. The material presented received a good response and enthusiasm from the community. Knowledge of the importance of providing omega 3 and skills in monitoring child development can be well received by the community with the results of the participant posttest, 33.33% excellent results, 50% good categories, and 16.67% adequate. The conclusion of this service activity is that the activity has been carried out well, this can be seen from the community enthusiastically following the activity until the end, and community service activities have an impact on the results ranging from very good to sufficient knowledge of skills in monitoring growth and development and the importance of providing omega 3 in children. ABSTRAKGizi merupakan salah satu penentu kualitas sumber daya manusia. Kondisi gizi baik dapat dicapai bila tubuh memperoleh cukup zat gizi yang dikonsumsi sehingga memungkinkan terjadinya pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kemampuan untuk mencapai tingkat kesehatan optimal. Zat gizi yang berperan vital dalam proses tumbuh kembang sel sel neuron otak untuk kecerdasan bayi adalah asam lemak. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya ibu-ibu dalam pemantauan tumbuh kembang anak, serta ditambah pula adanya pemaparan mengenai pentingnya pemberian asupan asam lemak, salah satunya adalah omega 3, pada balita dan anak. Metode pelaksanaan pada program pengabdian ini terdiri dari survey lokasi, rapat koordinasi tim pembagian per kelompok, sosialisasi kegiatan, serta adanya monitoring dan evaluasi hasil program pengetahuan masyarakat. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Materi yang disampaikan mendapatkan respon dan antusias yang baik dari masyarakat. Pengetahuan tentang pentingnya pemberian omega 3 serta keterampilan dalam pemantauan tumbuh kembang anak dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dengan adanya hasil posttest peserta, hasil sangat baik sebanyak 33,33%, katagori baik sebanyak 50%, dan cukup sebanyak 16,67%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan telah terlaksana dengan baik, hal ini dapat terlihat dari masyarakat secara antusias mengikuti kegiatan hingga akhir, dan kegiatan pengabdian masyarakat memberikan dampak hasil dengan rentang sangat baik sampai cukup pada pengetahuan keterampilan dalam pemantauan tumbuh kembang dan pentingnya pemberian omega 3 pada anak.
Meditasi Untuk Mengurangi Nyeri Pre Menstruasi Sindrom Pada Remaja Putri Widyaningsih, Ari; Ernawati, Sri; Fanggi, Windy Anisa Veryany; Bien, Agnes; Boki, Maryeni R.; Krismonita, Krismonita; Isfaizah, Isfaizah; Putri, Risma Aliviani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 3 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Community Empowerment November
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.713 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v3i2.1300

Abstract

Menstruation which is usually accompanied by discomfort in activities is called premenstrual syndrome, including physical, psychological and emotional symptoms associated with hormonal changes that can cause a teenager to feel uncomfortable in his body, especially in the abdomen and breast area. Premenstrual syndrome can be prevented by therapy, one of which is meditation. Meditation is a diversion of attention to a deeper level of thought to enter the deepest level of thought and reach the source of thought, meditation is able to inhibit the negative effects of the sympathetic system that causes aggressive behavior in humans if they are disturbed. This community service activity is carried out online/online media to increase the knowledge and understanding of teenagers about meditation on reducing premenstrual syndrome pain and provide tutorials on relieving premenstrual syndrome pain through meditation. The implementation time of the activities in weeks 1 and 2. After counseling this community service activity is expected to increase the knowledge and skills of adolescents in practicing meditation to relieve premenstrual syndrome. The method used is online/online media and then conduct counseling about meditation on reducing premenstrual syndrome in adolescents using leaflets and videos. The results of this community service program are able to provide benefits for teenagers who experience premenstrual syndrome pain online in their respective regions during the Covid-19 pandemic who are the targets of this service. This form of online discussion is an effective form of providing new insights to adolescents who experience premenstrual syndrome pain, and this learning is accepted by teenagers in the implementation of community service programs, namely through Whatsapp Group by providing Power Points, videos of materials and practices, and obstacles. when doing community service online this is a network disturbance in their respective regions that hinders the discussion process.ABSTRAKMenstruasi yang biasa disertai ketidaknyamanan dalam beraktivitas disebut dengan pra menstruasi sindrom diantaranya seperti gejala fisik, psikologi dan emosional yang terkait dengan perubahan hormonal yang dapat menyebabkan seorang remaja merasakan tidak nyaman pada tubuhnya, terutama di area perut dan payudara. Pra menstruasi sindrom dapat dicegah dengan terapi, salah satu terapinya adalah meditasi. Meditasi merupakan pengalihan perhatian ketingkat pemikiran yang lebih dalam hingga masuk ke tingkat pemikiran yang paling dalam dan mencapai sumber pemikiran, meditasi mampu menghambat efek negative dari system simpatis yang menimbulkan sikap agresif pada manusia jika medapat gangguan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan secara daring/media online untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para remaja tentang meditasi terhadap penurunan nyeri pra menstruasi sindrom sertamemberikan tutorial meringankannyeri pra menstruasi sindrom melalui meditasi. Waktu pelaksanaan kegiatan pada minggu ke 1 dan 2. Setelah penyuluhan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mempraktikan meditasi untuk meringankan pra menstruasi sindrom. Metode yang dilakukan adalah dengan cara daring/ media online kemudian melakukan penyuluhan tentang meditasi terhadap penurunan pra menstruasi sindrom pada remaja menggunakan leaflet dan video. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat bagi remaja-remaja yang mengalami nyeri premenstruasi sindrom secara daring diwilayah masing-masing selama masa pandemi Covid-19 yang menjadi sasaran pengabdian ini. Bentuk diskusi secara daring ini merupakan bentuk yang efektif untuk memberikan wawasan baru kepada remaja yang mengalami nyeri premenstruasi sindrom, dan pembelajaran ini diterima oleh remaja-remaja dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yaitu melalui Whatsapp Group dengan memberikan Power Point, video materi dan praktik, dan kendala saat melakukan pengabdian masyrakat secara daring ini adalah gangguan jaringan pada daerah masing - masing yang menghambat selama proses diskusi .
Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Putri dengan Metode Teleconference di Masa Pandemi Umi Aniroh; Tina Mawardika; Purbowati Purbowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.155 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1509

Abstract

In order to support the government's efforts to provide quality health services to adolescents, especially young women, it is necessary to involve health educators to conduct education about Increasing Knowledge about Adolescent Reproductive Health with the Teleconference Method. Problems during menstruation are not only related to cleanliness but also about the emergence of health problems during menstruation. Education on Increasing Knowledge about Adolescent Reproductive Health with the Teleconference Method needs to be given to young women who are still in school. Schools that can be used as partners in this effort include schools whose students are mostly female so that the education that will be provided is right on target. Based on the survey, it is known that students at the Nahdlatul Ulama Vocational School have never received education about Increasing Knowledge about Adolescent Reproductive Health with the Teleconference Method. The implementation of this community service activity is carried out by providing education to Nahdlatul Ulama Vocational High School students online using a zoom meeting platform. The percentage of evaluation results before being given education was in the category of not understanding as much as 13.88%, quite understanding 21.82%, good understanding 56.71% and very good 7.59%. The understanding of female students has increased after being given education, which is included in the very good category by 28.82%, good 53.94%, sufficient 7.82% and less as much as 9.42%. Thus it is known that after being given education there is an increase in students' understanding of Adolescent Reproductive Health. Based on statistical analysis (Wilcoxon test) obtained a significance value of 0.002 < 0.05, which means that there is a significant difference in the level of knowledge between before and after education. Increasing Knowledge about Reproductive Health for Adolescent Girls with the Teleconference Method.ABSTRAKDalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada remaja, khususnya pada remaja putri maka diperlukan keterlibatan tenaga pendidik bidang kesehatan untuk melakukan edukasi tentang Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Metode Teleconfrence. Permasalahan pada saat terjadi menstruasi tidak hanya terkait tentang kebersihannya tetapi juga tentang munculnya gangguan kesehatan saat menstruasi. Edukasi tentang Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Metode Teleconfrence perlu diberikan pada remaja putri yang masih berada dibangku sekolah. Sekolah yang dapat dijadikan mitra dalam upaya ini antara lain sekolah yang siswanya sebagian besar perempuan sehingga edukasi yang akan diberikan tepat sasaran. Berdasarkan survey, diketahui bahwa siswi di SMK Nahdlatul Ulama belum pernah mendapatkan edukasi tentang Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Metode Teleconfrence Pelaksanaan kegiatan pengabdiaan kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode pemberian edukasi pada siswa SMK Nahdlatul Ulama secara online menggunakan platform zoom meeting. Persentase hasil evaluasi sebelum diberikan edukasi masuk dalam kategori kurang paham sebanyak 13,88%, cukup paham 21,82%, pemahaman yang baik 56,71% dan sangat baik 7,59%. Pemahaman siswa perempuan mengalami peningkatan setelah diberikan edukasi yaitu termasuk dalam kategori sangat baik sebesar 28,82%, baik 53,94%, cukup 7,82% dan kurang sebanyak 9,42%. Dengan demikian diketahui bahwa setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pemahaman siswa tentang Kesehatan Reproduksi Remaja. Berdasarkan analisis statistik (uji Wilcoxon) didapatkan nilai signifikansi 0,002< 0,05 yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada tingkat pengetahuan antara sebelum dan setelah edukasi.Peningkatan Pengetahuan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja putri dengan Metode Teleconfrence.
Optimalisasi Kerjasama Tripartit Pengelolaan Tandem Paralayang di Site Wisata Tlogo Terbinpotdirga Paralayang FASI Jawa Tengah Sahri, Sahri; Sugiharto, Sugiharto; Indardi, Nanang; Aristiyanto, Aristiyanto
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.478 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1510

Abstract

This community service is intended to meet the expectations of partners in the development of Tandem Paragliding tourism management, especially those included in the TerBinPotDirga (Dirgantara Potential Development Territory) Pordirga Paragliding FASI Central Java which is currently still running independently and is not efficient in managing tourist areas. This becomes a burden for managers and faces counter-productive conditions in the form of high-cost tourism services that burden service users, and have a direct impact, namely; sluggish and lonely visitors. Cooperation between institutions in Tourism Village Communities in Sports Tourism Areas into joint management known as Tripartite between Tourism Village Communities, Perhutani and the Tourism Office is a solution to solve problems faced by Tourism Village Communities or called Tripartite cooperation. The form of activity is socialization, education, and assistance to participants, namely the Tlogo Tourism Village community, through training with the following materials: Socialization on Organizational Communication Forums, Tripartite management education, Introduction to Aerospace Sports Tourism Service SOPs, and Paragliding Site Determination Simulations. The results of the service are 1) increasing knowledge of communication forums, 2) increasing tripartite management, 3) increasing knowledge of tourist service SOPs, and 4) increasing understanding of determining paragliding sites. So it can be concluded that the optimization of tripartite cooperation in the management of tandem paragliding has an impact on increasing the knowledge, understanding, and ability of Service Partners in managing Aerospace Sports Tourism in the Tlogo tourist area, Wonosobo Regency.ABSTRAKPengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk memenuhi harapan mitra dalam pengembangan management wisata Tandem Paralayang khususnya yang termasuk dalam TerBinPotDirga (Teritorial Pembinaan Potensi Dirgantara) Pordirga Paralayang FASI Jawa Tengah yang saat ini dirasa masih berjalan sendiri-sendiri dan tidak efisien dalam pengelolaan Kawasan Wisata. Hal ini menjadi beban bagi pengelola dan menghadapi keadaan kontra produktif berupa Layanan Wisata dengan biaya tinggi yang memberatkan pengguna layanan, dan berdampak secara langsung yakni; lesu dan sepinya pengunjung. Kerjasama antara lembaga pada Masyarakat Desa Wisata di Kawasan Wisata Olahraga ke dalam Management bersama yang dikenal dengan istilah Tripartit antara Masyarakat Desa Wisata, Perhutani dan Dinas Kepariwisataan menjadi solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh Masyarakat Desa Wisata atau disebut kerjasama Tripartit. Bentuk kegiatannya adalah sosialisasi, edukasi, dan pendampingan kepada peserta yaitu masyarakat Desa Wisata Tlogo, melalui pelatihan dengan materi: Sosialisasi tentang Forum Komunikasi Organisasi, edukasi manajemen Tripartit, Pengenalan SOP Pelayanan Wisata Olahraga Dirgantara, dan Simulasi Penentuan Site Paralayang. Hasil pengabdian adalah 1) meningkatnya pengetahuan forum komunikasi, 2) meningkatnya pengelolaan secara tripartit, 3) meningkatnya pengetahuan SOP pelayanan wisata, 4) meningkatnya pemahaman penentuan site paralayang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa optimalisasi Kerjasama tripartit pengelolaan tandem paralayang berdampak pada meningkatnya pengetahuan, pemahaman dan kemampuan Mitra Pengabdian dalam mengelola Wisata Olahraga Dirgantara di kawasan wisata Tlogo Kabupaten Wonosobo.
Pendampingan Remaja Menggunakan Gawai Oleh Ibu di Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabanan Sariyani, Made Dewi; Ariyanti, Kadek Sri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.216 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1549

Abstract

Each family member has a role and function of each. During the period of adolescent development, parents who are in the closest environment, play an important role in providing supervision and management of free time. 50% of adolescents experience behavioral problems as a result of a lack of communication with parents. Lack of communication between parents and adolescents is one of the main factors causing adolescents to seek replacement attention and information through online devices. This activity aims to increase the role of parents, especially mothers, in assisting teenagers using devices at home. The method of implementing the activity is by means of talk shows (counseling) for women who are members of the Association of Women's Organizations (GOW) of Tabanan Regency. The hope is that they can convey the information received in this talkshow to mothers in their organizations and disseminate information to all mothers who have teenage children. The output of this activity is to establish good communication between mothers and adolescents, thereby reducing deviations in the use of gadgets by adolescents. Mothers who are members of the Tabanan Regency GOW have good self-efficacy to assist teenagers in using gadgets. The hope is that the participants in this activity can convey the information obtained to other mothers who have teenage children, so that we are all able to reduce the incidence of irregularities due to the use of gadgets by teenagers.ABSTRAK Setiap anggota keluarga memiliki peran dan fungsi masing-masing. Selama periode masa perkembangan remaja, orangtua yang berada pada lingkungan terdekat, memegang peranan penting dalam memberikan pengawasan dan pengelolaan waktu luang. 50% remaja mengalami permasalahan perilaku akibat dari kurangnya berkomunikasi dengan orangtua. Kurangnya komunikasi antara orangtua dan remaja menjadi salah satu faktor penyebab utama remaja mencari perhatian dan informasi pengganti melalui gawai secara daring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran orang tua terutama ibu dalam mendampingi remaja menggunakan gawai dirumah. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara talkshow (penyuluhan) pada ibu-ibu yang tergabung dalam Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabanan. Tujuan dari kegiatan ini adalah bertukar pengalaman dan memberikan pemahaman kepada ibu remaja dalam pendampingan menggunakan gawai. Harapannya adalah mereka dapat menyampaikan informasi yang diterima dalam talkshow ini kepada ibu-ibu di organisasnya serta menyebarluaskan informasi kepada seluruh ibu yang memiliki anak remaja. Luaran dari kegiatan ini adalah membentuk komunikasi yang baik antara ibu dengan remaja, sehingga mengurangi penyimpangan dalam penggunaan gawai oleh remaja. Ibu-ibu yang tergabung dalam GOW Kabupaten Tabanan, memiliki efikasi diri yang baik untuk mendampingi remaja dalam menggunakan gawai. Harapannya bahwa peserta dalam kegiatan ini dapat menyampaikan informasi yang diperoleh kepada ibu-ibu lain yang memiliki anak remaja, sehingga kita semua mampu untuk menekan kejadian penyimpangan akibat penggunaan gawai oleh remaja. 
Upaya Deteksi Penyakit Degeneratif untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat pada Warga RT 03, RW 01 Kelurahan Candirejo, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang Minardo, Joyo; Haryani, Siti; Pujiastuti, Ana; Maksum, Maksum; Ismiryam, Fiktina Vifri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.135 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1600

Abstract

Degenerative disease is a health condition that deteriorate tissues or organs over time. Degenerative disease can be classified into three groups, namely cardiovascular, neoplastic, and nervous system.. WHO stated that degenerative disease is the most common cause of death in the world that has become a global epidemic, especially in countries with medium and small income. The residents of RT 03 RW 01 Candirejo Sub-district have the potential to suffer degenerative disease caused by unhealthy lifestyle. This service activity was aimed to help the residents receive proper information about degenerative disease and detect its indicators by checking blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid that can be used as a reference for their health status. The approach method is by giving health education about various degenerative diseases and its prevention, as well as medical examination. From the results after conducting service activity on the residents, most of the residents’ knowledge about degenerative disease and its prevention by improving healthy lifestyle are at value 33.3% for very good understanding, 47.6% good understanding, and 19.1% sufficient understanding. Additionally, the results of medical examination shows that 15 people have increased blood pressure from minor to medium, 5 people have increased blood sugar above normal, 5 people have increased cholesterol above normal, and 3 people have increased uric acid.From the results above, , the residents knowledge and understanding of degenerative diseases have increased. Furthermore, from the medical examination results, there are some residents who have increased their blood pressure, blood sugar, cholesterol, and uric acid above normal.ABSTRAKPenyakit degenerative adalah kondisi kesehatan yang menyebabkan jaringan atau organ tubuh memburuk dari waktu kewaktu. Penyakit degenerative diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu kardiovaskular, neoplastic, dan system saraf. WHO menyatakan penyakit degenerative merupakan penyakit penyebab kematian terbesar didunia yang telah menjadi epidemic global terutama dinegara dengan tingkat pendapatan sedang dan kecil. Warga masyarakat RT 03 RW 01 kelurahan candirejo termasuk warga masyarakat yang mempunyai potensi mengalami penyakit degenerative yang diakibatkan oleh faktor resiko gaya hidup tidak sehat. Tujuan dilakukan kegiatan pengabdian ini agar para warga mendapatkan informasi yang benar tentang penyakit degenerative dan deteksi terhadap indicator terjadinya penyakit degenerative pada warga melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat yang dapat digunakan sebagai acuan untuk melakukan pemeliharaan terhadap status kesehatanya Metode pendekatan yang dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan tentang macam penyakit degenerative dan upaya pencegahannya serta melakukan pemeriksaan kesehatan Hasil dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan didapatkanhasil sebagian besar warga pemahamnanya baik tentang penyakit degenerative dan upaya pencegahanya dengan memperbaiki pola hidup sehat sebesar 33.3 % pemahamnan sangat baik, 47,6 % pemahamannya baik, serta 19.1 % pemahamannya cukup. Sedangkan hasil pemeriksaan kesehatan pada warga didapatkan hasil ada 15 warga mengalami peningkatan tekanan darah dari ringan sampai sedang, 5 warga gula darah meningkat diatas normal, 5 warga kolesterol meningkat diatas normal, dan 3 warga mengalami peingkatan asam urat. Kesimpulan pengabdian kepada masyarakat terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuannya tentang penyakit degenerative dan upaya pencegahanya, serta terdapat beberapa warga yang hasil pemeriksaan terhadap tekanan darah, gula darah, kolesterol dan asam urat mengalami peningkatan diatas normal.
Pijat Bayi untuk Menstimulasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan Masruroh Masruroh; Heni Hirawati Pranoto; Widayati Widayati; Nurrohman Nurrohman; Cindy Cicilia Kale; Siti Adhoat Aristiani; Faidatul Choifin
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.476 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1614

Abstract

Infancy is an important time for the health, growth and development of the baby. Infancy as the basis for the growth and development of the physical, psychological and social of an individual who will step into the next period. Every baby born into this world has potential that must be developed since its golden age. Infancy is a golden age and a critical period in a person's development, this time the baby is very sensitive to his environment to support the process of growth and development, the baby needs stimulation in the form of touch such as massage.Baby massage is a form of communication between a mother and her baby in order to become closer through eye contact, smiles and facial expressions. A mother by doing a baby massage can provide many benefits including weight gain, stimulating development, increasing endurance, helping children focus more, improving the quality of sleep, improving parent-child bonding, and increasing breast milk production.Community service consists of several stages, namely the first stage determines the sample consists of 25 mothers who have babies aged 0-12 months. The second stage determines the measuring instrument used is a questionnaire of the respondent's level of knowledge about baby massage to stimulate the growth and development of the baby. The third stage is conducted lectures and discussions and practices online through Whatsapp Grup.The fourth stage applies baby massage by mentoring online and evaluating in the way each mother practices baby massage. he purpose of this service is to increase the knowledge of the baby's mother about baby massage to stimulate the growth and development of the baby. The result of this service activity was an increase in mother's knowledge about baby massage from the category of sufficient knowledge to the category of good knowledge ABSTRAKMasa bayi merupakan waktu yang penting untuk kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan bayi. Masa bayi sebagai dasar untuk pertumbuhan dan perkembangan dari fisik, psikologis dan sosial seorang individu yang akan menapaki masa-masa berikutnya. Setiap bayi yang lahir ke dunia ini memiliki potensi yang harus dikembangkan sejak masa keemasannya.Masa bayi merupakan masa keemasan dan masa kritis dalam perkembangan seseorang, masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungannya guna mendukung proses tumbuh kembangnya, bayi membutuhkan stimulasi berupa sentuhan seperti pijatan. Pijat bayi merupakan bentuk komunikasi antara seorang ibu dengan bayinya agar menjadi lebih dekat melalui kontak mata , senyuman dan ekspresi wajah . Seorang ibu dengan melakukan Pijat bayi dapat memberikan banyak manfaat antara lain penambahan berat badan, menstimulasi perkembangan , meningkatkan daya tahan tubuh, membantu anak lebih fokus, memperbaiki kualitas tidurnya, meningkatkan ikatan orang tua-anak, dan meningkatkan produksi ASI. Pengabdian masyarakat terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pertama menentukan sampel terdiri dari 25 ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan. Tahap kedua menentukan alat ukur yang digunakan adalah kuesioner tingkat pengetahuan responden tentang pijat bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tahap ketiga dilakukan ceramah dan diskusi maupun praktik secara online melalui Whatsapp Grup. Tahap keempat mengaplikasikan pijat bayi dengan melakukan pendampingan secara daring/online serta mengevaluasi dengan cara setiap ibu mempraktekkan pijat bayi.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu bayi tentang pijat bayi untuk menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat bayi dari kategori pengetahuan cukup menjadi kategori pengetahuan baik
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Kecukupan ASI pada Ibu Menyusui Septiana, Maria; Sari, Intan; Sapitri, Ana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.994 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1618

Abstract

Exclusive breastfeeding for six months worldwide is not in accordance with the recommendations of the World Health Organization (WHO). Mother's Milk (ASI) is a natural nutrient for babies with the most suitable nutritional content for optimal growth. However, some mothers cannot give exclusive breastfeeding because the milk does not come out or only comes out a little. Many problems arise on the first day of breastfeeding such as breast milk does not come out so that the baby does not get adequate milk, one of the efforts to increase the adequacy of breast milk is oxytocin massage. Apart from the benefits of breastfeeding, problems in exclusive breastfeeding are one of the main obstacles, namely milk production that is not smooth. Clinically, drug therapy is given to post partum mothers to facilitate breastfeeding. Unfortunately, this method has a dependency effect on the mother. The purpose of the implementation of this community service is to add insight to the community, especially mothers during productive periods, especially mothers who are breastfeeding their babies so that they better understand the benefits of breast milk and emphasize it more than formula milk which society considers better and produces smarter children when compared to exclusive breastfeeding. The material used in this Community Service is the lecture method and direct practice of implementing oxytocin massage to nursing mothers. Based on the results of a preliminary study conducted by interview method with 10 postpartum mothers, 8 postpartum mothers said their breast milk did not come out smoothly and did not know about oxytocin massage, while 2 postpartum mothers said they had heard of oxytocin massage. This community service aims to analyze the effect of oxytocin massage on the adequacy of breastfeeding in postpartum mothers at BPM Irma Suryadi. ABSTRAKPemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif selama enam bulan di seluruh dunia belum sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO). Air Susu Ibu (ASI) merupakan nutrisi alamiah bagi bayi dengan kandungan gizi paling sesuai untuk pertumbuhan optimal. Namun pada sebagian ibu tidak dapat memberikan ASI eksklusif karena alasan ASI tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Banyak masalah muncul di hari pertama pemberian ASI seperti ASI tidak keluar sehingga bayi tidak mendapatkan ASI yang memadai, salah satu upaya untuk meningkatkan kecukupan ASI yaitu pijat oksitosin. Terlepas dari manfaat ASI, masalah masalah dalam pemberian ASI eksklusif salah satu kendala utamanya yakni produksi ASI yang tidak lancar. Secara klinis pemberian terapi obat diberikan pada ibu post partum untuk memperlancar ASI. Sayangnya, metode ini memiliki efek ketergantungan pada ibu. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menambah wawasan masyakat terutama ibu-ibu masa produktif khususnya ibu yang sedang menyusi bayinya agar lebih memahami manfaat dari Air Susu Ibu dan mementingkannya lebih dari susu formula yang dianggap masyarakat lebih baik dan menghasilkan anak yang lebih pintar bila dibangdingkan dengan ASI ekslusif. Bahan yang digunakan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah metode ceramah dan praktek langsung pelaksanaan pijat oksitosin kepada ibu-ibu menyusui. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan metode wawancara dengan 10 ibu nifas dimana 8 ibu nifas mengatakan ASI nya tidak keluar dengan lancar dan belum mengetahui pijat oksitosin, sedangkan 2 ibu nifas mengatakan sudah pernah mendengar pijat oksitosin. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis pengaruh pijat oksitosin terhadap kecukupan ASI pada ibu nifas di BPM Irma Suryadi.

Page 8 of 25 | Total Record : 243