cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Pelatihan Pendidik Sebaya Tentang Status Gizi dan Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA N 1 Donorojo Jepara Veftisia, Vistra; Dian A, Luvi; Kristiningrum, Wahyu
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.568 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1619

Abstract

Adolescents are often classified as a group that is always healthy away from risk factors for illness, but many health problems suffered by adolescents due to behavioral factors that can actually be prevented. Adolescents are faced with complex problems related to physical, psychological and emotional changes that cause them to experience health problems. Some of the health problems that often occur are nutrition and reproductive health. Prevention can be done if students make early detection of nutritional problems and adolescent reproductive health problems with the support of the environment both at home and at school. The obstacle that often occurs in schools is the large comparison between the number of health service providers and the number of students in the school. The role of adolescent health cadres is to help adolescents be more comfortable discussing issues of nutrition and adolescent reproductive health, health education and strengthening about early childhood development and social media divided into 2 stages of implementation. Data collection instruments in the form of questionnaires. The activity was carried out at SMA N 1Donorojo Jepara with the method of providing training to students who would be used as peer educators about nutritional status and adolescent reproductive health problems with the small group method of discussion in the delivery of material, which was divided into 2 stages of implementation, namely training and evaluation. The data collection instrument is in the form of a questionnaire. It was found that there was an increase in the knowledge of adolescent health cadres after the training. This peer educator training becomes a means of providing information which can later be continued to peers so that it can increase knowledge of adolescents in high school about nutritional status and adolescent reproductive health problems.ABSTRAKRemaja sering digolongkan sebagai kelompok yang selalu sehat jauh dari faktor resiko sakit, namun banyak masalah kesehatan yang diderita oleh remaja karena faktor perilaku yang sebenarnya bisa dicegah. Remaja dihadapkan pada permasalahan yang komplek terkait dengan perubahan fisik, psikis dan emosi yang menyebabkan remaja mengalami masalah kesehatan. Beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi adalah gizi dan kesehatan reproduksi. Pencegahan dapat dilakukan jika siswa melakukan deteksi dini masalah gizi dan masalah kesehatan reproduksi remaja dengan adanya dukungan dari lingkungan baik dirumah dan disekolah. Kendala yang sering terjadi di sekolah adalah perbandingan yang cukup besar antara jumlah pelaksana pelayanan kesehatan dengan jumlah siswa di sekolah. Peran kader kesehatan remaja untuk membantu remaja lebih nyaman berdiskusi tentang masalah gizi dan kesehatan reproduksi remaja.Pelaksanan kegiatan dilaksnakan di SMA N 1Donorojo Jepara dengan metode pelaksanaan pemberian melatih siwa yang akan dijadikan pendidik sebaya tentang stataus gisi dan masalah Kesehatan reproduksi remaja dengan metode small group dicussiun dalam penymapain materi, yang terbagi menjadi 2 tahap pelaksanaan yaitu pelatihan dan evaluasi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner. Didapatkan ada peningkatan pengetahuan kader kesehatan remaja setelah dilakukan pelatihan. pelatihan pendidik sebaya ini menjadi sarana pemberian informasi yang nantinya bisa dilanjutkan kepada teman sebaya sehingga dapat meningkatkan pengetahuan pada remaja di SMA tentang stataus gisi dan masalah Kesehatan reproduksi remaja .
Optimalisasi Fisik dan Mental Ibu Hamil dengan Prenatal Yoga dan Afirmasi Positif Rudin, Oktaviana Pratiwi; Erika, Nurlia; Salafas, Eti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.277 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1620

Abstract

Pregnancy is a physiological process, during pregnancy pregnant women experience physical and psychological changes that can cause discomfort. One of the efforts to overcome this discomfort is by doing Prenatal Yoga. Prenatal yoga is a sport that emphasizes respiratory movements, stretching, and strengthening which is useful for reducing complaints of pregnant women and preparing for physical fitness during childbirth. Research conducted by Islam, found that the health condition of the mother before prenatal yoga experienced one to three pregnancy complaints as much as 69%, the remaining more than three complaints 31% while the mother's health condition after doing prenatal yoga 58.6% did not experience pregnancy complaints and 41% experienced one to three complaints due to pregnancy. Physical fitness activities combined with positive affirmations really help mothers reduce complaints of discomfort during pregnancy while preparing physically and psychologically for childbirth. The purpose of this community service is to teach Prenatal yoga and positive affirmations to pregnant women through a class for pregnant women in Pringapus which is attended by 10 pregnant women. The result is a change in knowledge, attitudes and skills of pregnant women about prenatal yoga and positive affirmations. It is expected that pregnant women apply prenatal yoga and positive affirmations independently and regularly.ABSTRAKKehamilan merupakan proses fisiologis, selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Salah satu upaya mengatasi ketidaknyamanan tersebut dengan melakukan Prenatal Yoga. Prenatal yoga adalah olahraga yang menekankan pada gerakan respirasi, peregangan, serta penguatan yang bermanfaat untuk mengurangi keluhan ibu hamil dan mempersiapkan kebugaran fisik saat persalinan. Penelitian yang dilakukan Islami, diperoleh kondisi kesehatan ibu sebelum prenatal yoga mengalami satu hingga tiga keluhan kehamilan sebanyak 69%, sisanya lebih dari tiga keluhan 31% sedangkan kondisi kesehatan ibu setelah melakukan prenatal yoga 58.6% tidak mengalami keluhan kehamilan dan 41% mengalami satu hingga tiga keluhan karena kehamilan. Aktifitas fisik kebugaran yang dipadukan dengan afirmasi positif sangat membantu ibu mengurangi keluhan ketidaknyamanan selama kehamilan sekaligus mempersiapkan fisik dan psikologis untuk menghadapi persalinan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengajarkan Prenatal yoga dan afirmasi positif kepada ibu hamil melalui kelas ibu hamil di Desa Pringapus yang diikuti oleh 10 ibu hamil. Hasilnya ada perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ibu hamil tentang prenatal yoga dan afirmasi positif. Diharapkan ibu hamil menerapkan prenatal yoga dan afirmasi positif secara mandiri dan teratur.
Pengenalan Produk Mie Basah Kombinasi Tepung Labu Kuning dan Tepung Mocaf Sebagai Makanan Indeks Glikemik Rendah Pencegah Obesitas bagi Balita Rissa Laila Vifta; Fania Putri Luhurningtyas; Dyah Kartika Wening
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.383 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1621

Abstract

The tendency of modern society's lifestyle that demands fast food due to dense activities, noodles have been used as a substitute for rice. The raw material used in the manufacture of noodles is wheat flour which is still imported. So it is necessary to reduce the consumption of wheat flour by moving to pumpkin and mocap flour as alternative. Another analysis stated that noodles with wheat flour can increasing glycemic index and trigger the occurrence of obsession up to the prevalence of Diabetes Mellitus. The survey to target from Keji Village by random sampling stated that the consumption of instant noodles for toddlers is relatively high. The factor that cause the high consumption factor is the lack of education for housewives and also lack of skills of housewives in serving healthy on varied types of food for toddlers. The implementation of community service is education of the glycemic index and its effect on food, training on functional food processing of low glycemic index noodles from pumpkin and mocap flour and continued by discussion session. The activities carried out and received by the participants enthusiastically. Pretest and post-test were also carried out and results showed that 70.82% of participants could not answer correctly, but after a demonstration of making low glycemic index noodles, the results showed that 76.71% of participants had answered correctly according to the material presented, and the participant knowledge increase up to 72% after this service activities.ABSTRAKKecenderungan pola hidup masyarakat modern yang menuntut makanan siap saji akibat aktivitas yang padat, mie telah digunakan sebagai salah satu pangan pengganti nasi. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan mie adalah tepung terigu yang selama ini masih impor. Sehingga perlu adanya pengurangan konsumsi tepung terigu dalam pembuatan mie yang salah satunya menggunakan alternatif tepung labu kuning dan tepung mocaf. Analisis lain menyebutkan bahwa mie dengan bahan baku tepung terigu dapat menyebabkan peningkatan indeks glikemik dan memicu terjadinya obsesitas sampai dengan prevalensi Diabetes Mellitus. Hasil survey kepada mitra sasaran di wilayah Dusun Suruhan-Desa Keji secara random sampling menyebutkan bahwa konsumsi mie instan bagi Balita masih tergolong tinggi. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya faktor konsumsi tersebut adalah kurangnya edukasi bagi ibu rumah tangga sekaligus kurangnya keterampilan Ibu rumah tangga dalam menyajikan jenis makanan sehat dan bervariasi bagi Balita. Adapun pelaksanaan pengabdian masyarakat berupa edukasi pentingnya mengetahui indeks glikemik dan pengaruh pada makanan, serta pelatihan pengolahan pangan fungsional mie rendah indek glikemik berbahan tepung ubi ungu dan labu kuning dan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Kegiatan berjalan dengan baik dan diterima peserta dengan antusias. Selain edukasi, dilakukan juga tahapan pretes dan postest, sebagai evaluasi apakah pelaksanaan pengabdian ini dapat dipahami peserta setelah proses pemberian edukasi dan pelatihan. Hasil yang diperoleh sebanyak 70.82% peserta kegiatan tidak dapat menjawab dengan benar, namun setelah dilakukan demonstrasi pembuatan mie rendah indeks glikemik, didapatkan hasil 76,71% peserta telah menjawab dengan benar dan sesuai dengan materi yang telah disampaikan. Pemahaman peserta meningkat sampai 72% setelah kegiatan pengabdian dilaksanakan.
Implementasi Deteksi Perkembangan Anak Melalui Pelatihan KPSP ( Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) pada Guru TK Islam Nurul Izzah Haryani, Siti; Astuti, Ana Puji; Minardo, Joyo; Sari, Kartika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.678 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1622

Abstract

Development is an increase in abilities (skills) in more complex body structures and functions in a regular and predictable pattern, as a result of the maturation process. The purpose of this activity is to provide an overview of the detection of child development through training. The method used is to provide KPSP training (Pre-Development Screening Questionnaire) to teachers at Nurul Izzah Kindergarten in order to detect the development of students according to their age. The result of this activity is that 100% of teachers participate in developmental detection training using KPSP and the development of students who are carried out for developmental detection is in accordance with their age(100%).ABSTRAKPerkembangan merupakan bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan gambaran tentang deteksi perkembangan anak melalui pelatihan. Metode yang digunakan yaitu memberikan pelatihan KPSP (Kuesioner pra Skrining Perkembangan) kepada para guru di TK Nurul Izzah agar dapat mendeteksi perkembangan para siswa sesuai usianya. Hasil kegaiatan ini adalah 100 % guru mengikuti pelatihan deteksi perkembangan dengan menggunakan KPSP dan perkembangan siswa yang dilakukan deteksi perkembangan sudah sesuai dengan usianya (100%).
Penyuluhan Vaksin Covid-19 untuk Meningkatkan Kesadaran Mengikuti Program Vaksinasi Covid-19 Oktianti, Dian; Angelica, Dita; Elvansi, M.; Abririn, Martina Lestiana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.512 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1624

Abstract

As a pandemic disease, Covid-19 has had a negative impact on people's lives and economy. In villages there is still frequent rejection of vaccination by the community, this is because people still believe that the circulating issues are not true and the lack of information on the right Covid-19 vaccine so that people do not dare to be vaccinated. Overall, Indonesia's population, on August 12, 2021, of the entire population, only 19% received dose 1 vaccination, and only 9.4% received complete vaccination. This is still very far from the number that has been targeted. This is due to the lack of information received by the public regarding the importance of the Covid-19 vaccination so that public awareness to follow is low. The PKK women in Mijen Village, Gedang Anak Village, are a small part of a community group that is expected to increase awareness to take part in the Covid-19 vaccination in their immediate environment. With the increased knowledge of mothers, they can choose reliable information so that people are not afraid to carry out the Covid-19 vaccination. This outreach activity uses the Zoom meeting media, due to reduce the risk of the spread of Covid-19. The enthusiasm of the PKK women in Mijen Village, Gedang Anak Village was very large, especially regarding information regarding the Covid-19 vaccination. The question that is often asked is that the Covid-19 vaccination will actually cause the person to be positive for Covid-19. In addition, it is about the use of eucalyptus oil which can be used as a treatment for Covid-19.ABSTRAKPandemi Covid-19 telah berdampak negatif terhadap kehidupan dan ekonomi masyarakat. Di desa-desa masih sering terjadi penolakan vaksinasi oleh masyarakat, hal ini dikarenakan masyarakat masih percaya dengan isu-isu yang beredar tidak benar serta kurangnya informasi vaksin Covid-19 yang tepat sehingga masyarakat tidak berani divaksin. Secara keseluruhan penduduk Indonesia, pada tanggal 12 Agustus 2021 dari seluruh populasinya baru sekitar 19% yang menerima vaksinasi dosis 1, dan baru 9,4% yang menerima vaksinasi lengkap 2 dosis. Hal ini masih sangat jauh dari jumlah yang telah ditargetkan. Hal ini disebabkan karena kurangnya informasi yang diterima masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 sehingga kesadaran masyarakat untuk mengikuti menjadi rendah. Ibu-ibu PKK Desa Mijen Kelurahan Gedang Anak merupakan bagian kecil dari kelompok masyarakat yang diharapakan dapat meningkatkan kesadaran untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 di lingkungan terdekatnya. Dengan meningkatnya pengetahuan ibu-ibu, maka dapat memilih informasi yang dapat dipercaya sehingga masyarakat tidak takut untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan media Zoom meeting, dikarenakan untuk mengurangi resiko penyebaran Covid-19. Antusiasme ibu-ibu PKK Desa Mijen Kelurahan Gedang Anak sangat besar terutama mengenai informasi mengenai vaksinasi Covid-19. Pertanyaan yang sering ditanyakan adalah bahwa dengan vaksinasi Covid-19 justru akan menyebabkan orang tersebut positif terkena Covid-19. Selain itu adalah mengenai penggunaan minyak kayu putih yang dapat digunakan sebagai pengobatan Covid-19.
Promosi Kesehatan untuk Meningkatkan Perilaku Asertif sebagai Upaya Mengurangi Kecenderungan Kenakalan Remaja Putri, Risma Aliviani; Kristiningrum, Wahyu; Nilawati, Ika
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.191 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1626

Abstract

The period of transition or transition from childhood to adulthood is called adolescence. During this time there are various changes both physical and psychological that require new mental adjustments, attitudes and interests that can have a positive and negative impact, especially on juvenile delinquency. Prevention of juvenile delinquency behavior should be suppressed and minimized by various efforts made both by the family, school and the surrounding environment. Assertive behavior is one of the behaviors of adolescents that contains the ability to express themselves without hurting others. The implementation of activities is carried out at MAN 2 Jepara with the method of implementing health promotion on juvenile delinquency and assertive behavior. Data collection instruments in the form of questionnaires Adolescent characteristics by gender are mostly women 71.8% and males 28.13%. Knowledge of adolescent delinquency and assertive behavior before being given health promotion was mostly knowledgeable enough (50.0%) and after being given health promotion largely prevented the improvement of being knowledgeable (59.38%). Assertive behavior is one of the preventive efforts / prevention of juvenile delinquency.ABSTRAKMasa peralihan atau transisi dari masa kanak-kanak menuju kemasa dewasa disebut masa remaja. Pada masa ini terjadi berbagai perubahan baik fisik maupun psikologis yang memerlukan penyesuaian mental, sikap dan minat yang baru yang dapat berdampak positif dan negatif terutama pada kenakalan remaja. Pencegahan perilaku kenakalan remaja seharusnya dapat ditekan dan diminimalisir dengan berbagai upaya yang dilakukan baik oleh keluarga, sekolah maupun lingkungan disekitarnya. Perilaku asertif merupakan salah satu perilaku remaja yang berisikan kemampuan mengekspresikan diri tanpa menyakiti orang lain. Pelaksanan kegiatan dilaksanakan di MAN 2 Jepara dengan metode pelaksanaan pemberian promosi kesehatan tentang kenakalan remaja dan perilaku asertif. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner Karakteristik remaja berdasarkan jenis kelamin sebagian besar perempuan 71,8% dan laki-laki 28,13 %. Pengetahuan tentang kenakalan remaja dan perilaku asertif sebelum diberi promosi kesehatan yaitu sebagian besar berpengetahuan cukup (50,0%) dan setelah diberikan promosi kesehatan sebagian besar menagalami peningkatan menjadi berpengetahuan baik (59,38%). Perilaku Asertif merupakan salah satu upaya preventif/pencegahan kenakalan remaja
Manajemen Sitasi (Psikologi, Laktasi, Gizi): Monitoring Kesehatan Fisik Jiwa Ibu Menyusui di Masa Pandemi Covid 19 Liyanovitasari, Liyanovitasari; Oktarina, Natalia Devi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.053 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1627

Abstract

Transmission of Covid-19 during pregnancy or childbirth is still rare. Global guidelines released by WHO and Unicef believe that until now there is no evidence or case reports of vertical transmission from mother to fetus. In limited studies, there have been no findings of Covid-19 in breast milk in breastfeeding mothers who have been confirmed positive. These two reasons allow mothers with Covid-19 to continue breastfeeding and provide breast milk. Nowadays parents' anxiety increases with the problems of their income, food, and future. The success of breastfeeding will increase if the mother gets support from the family. This community service activity was carried out for 1 day on November 30, 2021, starting from the preparation stage, collecting data on breastfeeding mothers, providing materials, and evaluating. The material delivery stage, where breastfeeding mothers will receive "SITASI" guidelines (psychology, lactation, and nutrition) for breastfeeding mothers to improve understanding and mental and physical health during breastfeeding during the COVID-19 pandemic. At the evaluation stage, breastfeeding mothers will measure their level of understanding and the ability to carry out SITASI by using a questionnaire. The method of activity is carried out with field activities because the condition of the covid-19 pandemic has begun to decline. The media for this activity include power points and leaflets. The results of the evaluation showed that 100% of participants' knowledge increased and 75% of participants' abilities increased and all participants were very enthusiastic and had high motivation to carry out SITATION management in exclusive breastfeeding during the Covid 19 pandemic. It is hoped that this activity can increase mothers' knowledge and abilities in psychological problems, lactation and nutrition when breastfeeding babies during the COVID-19 pandemic.ABSTRAKPenularan Covid-19 selama kehamilan atau persalinan masih langka. Pedoman global yang dirilis WHO dan Unicef meyakini hingga saat ini belum ada bukti atau laporan kasus transmisi vertikal dari ibu ke janin. Dalam penelitian terbatas, belum ada temuan Covid-19 dalam ASI pada ibu menyusui yang terkonfirmasi positif. Kedua alasan tersebut memungkinkan ibu dengan Covid-19 untuk terus menyusui dan memberikan ASI. Saat ini kecemasan orang tua bertambah dengan masalah pendapatan, makanan, dan masa depan mereka. Keberhasilan menyusui akan meningkat jika ibu mendapatkan dukungan dari keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan selama 1 hari pada 30 November 2021 yang dimulai dari tahap persiapan, pendataan ibu menyusui, pemberian materi, dan evaluasi. Tahap pemberian materi, dimana ibu menyusui akan mendapatkan pedoman “SITASI” (psikologi, laktasi, dan gizi) pada ibu menyusui untuk meningkatkan pemahaman dan kesehatan fisik jiwa selama menyusui di masa pandemi covid 19. Pada tahap evaluasi, ibu menyusui akan diukur tinglat pemahamannya dan kemampuan menjalankan SITASI dengan menggunakan kuesioner.Metode kegiatan dilakukan dengan kegiatan lapangan karena kondisi pandemi covid-19 sudah mulai menurun. Media kegiatan ini meliputi power point dan leaflet. Hasil evaluasi menunjukkan 100% pengetahuan peserta meningkat dan 75% kemampuan peserta meningkat serta semua peserta sangat antusias dan memiliki motivasi tinggi untuk melakukan manajemen SITASI dalam pemberian ASI Eksklusif Di Masa pandemi Covid 19. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ibu dalam masalah psikologis, laktasi dan gizi saat memberikan ASI pada bayi selama masa pandemi Covid 19.
Pemberdayaan Remaja dalam Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di MA Miftahul Huda Tayu Heni Setyowati; Ida Sofiyanti; Sigit Ambar Widyawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.36 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1631

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood. Based on BKKBN data related to the situation of adolescent sexual and reproductive health rights in August-October 2020, it was recorded that around 6.74% of unmarried adolescents aged 18-24 years had sexual relations. Among them, 44% did not use contraception, 51% used condoms, and 5% used birth control pills. In the long term, this condition (the Covid-19 pandemic) can pose a risk of sexual and reproductive health problems. Due to a substantial decrease in physical activity and an increase in screen time. This situation affects his physical and mental health. The purpose of this activity is to provide education and optimize adolescent reproductive health. Problems that often arise are usually related to sexual problems, such as unwanted pregnancy (KTD), abortion, HIV/AIDS, and drug abuse, sexual violence, victims of neglect. Adolescents with deviant behavior need treatment and need to get information about reproductive health for both young women and men, need to organize a good future by abandoning useless behavior that can damage the future of teenagers. Realizing this, the community service team for the Midwifery Study Program and the Public Health Study Program at the Faculty of Health felt that they were responsible for facilitating youth to learn to understand and be able to practice healthy living behaviors to become strong teenagers, the hope of the nation. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage of selecting active student groups. The second stage socializes reproductive health. The third stage evaluates the delivery of information on reproductive health.ABSTRAKMasa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Berdasarkan data BKKBN terkait situasi hak kesehatan seksual dan reproduksi remaja pada Agustus-Oktober 2020, tercatat sekitar 6,74% dari remaja 18-24 tahun yang belum menikah ternyata telah berhubungan seksual. Di antara itu, 44% tidak menggunakan kontrasepsi, 51% menggunakan kondom, dan 5% menggunakan pil KB. Dalam jangka panjang kondisi ini (pandemi Covid-19) dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan seksual dan reproduksi. Karena penurunan substansial dalam aktifitas fisik dan peningkatan waktu dalam screen time. Situasi ini mempengaruhi kesehatan fisik dan mentalnya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi dan mengoptimalisasi kesehatan reproduksi remaja. Masalah yang sering muncul biasanya berkaitan dengan masalah seksualtas, seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, HIV/AIDS, dan penyalahgunaan NAPZA, kekerasan seksual,korban penelantaran. Remaja dengan penyimpangan perilaku tersebut membutuhkan penanganan serta perlu mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi baik untuk remaja putri dan putra, perlu menata masa depan yang baik dengan meninggalkan perilaku yang tidak bermanfaat yang dapat merusak masa depan remaja. Menyadari hal tersebut tim pengabdian masyarakat prodi Kebidanan dan prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan merasa ikut bertanggung jawab untuk memfasilitasi remaja agar belajar memahami dan mampu mempraktekkan perilaku hidup sehat untuk menjadi remaja yang kuat harapan bangsa. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama pemilihan kelompok siswa yang aktif. Tahap Kedua mensosialisasikan kesehatan reproduksi. Tahap Ketiga melakukan evaluasi terhadap penyampaian informasi tentang kesehaan reproduksi.
PKM Peningkatan Kemampuan Orang Tua dalam Pemantauan Pertumbuhan Anak pada Masa Pandemi Covid 19 di TK ABA 43 Kota Semarang Anugrah, Riva Mustika; Afiatna, Puji; Oktarina, Natalia Devi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.584 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1640

Abstract

Pandemic of Covid-19 has resulted in a multi-dimensional crisis that has no impact on the education sector as one of the sectors most severely affected by the crisis. Currently, it is estimated that 60 million students from all levels of education from play group to senior high school in Indonesia study from home. TK ABA 43 is still applying the rules for studying at home for students accompanied by parents. The activities of monitoring children's growth and development, which are usually carried out regularly in schools, are currently unable to be carried out. The school asked parents to weigh and measure height and monitor the child's development and then report the data to the school. The accuracy data reported by the parents is an activity carried out to improve the ability of parents to grow through training in monitoring the growth and development of children. This activity was directly attended by 12 parents and 7 teachers, parents and teachers who were given direct training by being given the material first then given an example of an evaluation carried out by providing opportunities for parents to measure the growth of children directly and the teacher was able to understand and do independent measurement of growth.ABSTRAKPandemi Covid-19 mengakibatkan krisis multi-dimensi tidak terkecuali sektor pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling parah terdampak. Saat ini diperkirakan 60 juta murid dari semua jenjang pendidikan PAUD hingga SMA/SMK di Indonesia belajar dari rumah dengan sistem pembelajaran jarak jauh. TK ABA 43 sampai saat ini masih memberlakukan aturan belajar di rumah untuk peserta didiknya dengan didampingi oleh orangtua/wali. Kegiatan pemantauan tumbuh kembang anak yang biasanya dilakukan secara berkala di sekolah saat ini tidak dapat dilakukan. Pihak sekolah meminta orang tua untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan dan pemantaun perkembangan anak secara mandiri kemudian melaporkan data tersebut ke pihak sekolah. Keakuratan data yang dilaporkan oleh para orang tua tidaklah sama oleh karena itu tujuan dilakukan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam memantau tumbuh kembang melalui kegiatan pelatihan pemantauan petumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 orang tua dan 7 orang guru, orang tua dan guru diberikan pelatihan secara langsung dengan diberikan materi terlebih dahulu kemudian diberikan contoh Evaluasi dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mengukur pertumbuhan anak secara langsung seluruh orang tua dan guru mampu memahami dan melakukan pengukuran pertumbuhan secara mandiri.
Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Oleh Kader di Posyandu Lestari, Ita Puji; Lestari, Sri
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.874 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i1.1646

Abstract

Growth and development is a process experienced by every individual where in the process physiological changes occur as a result of maturation of physical functions that take place normally. Monitoring the growth and development of toddlers is carried out every month. Children are one of the groups who feel the impact of the Covid-19 pandemic, therefore it is necessary to ensure that children's growth and development continues despite social restrictions during the pandemic so that delays in growth and development of toddlers can be overcome as early as possible. The purpose of this service is to increase efforts to monitor the growth and development of toddlers by cadres in carrying out early detection of toddler growth and development. This service method uses a cross-sectional design with the target of community service being Posyandu cadres for toddlers in the RT 7 Banyumanik area. It was found that there was an increase in cadre knowledge about the growth and development of toddlers as much as 94.5%, there was an increase in the ability to measure children's anthropometric parameters by 87.5% by cadres. It is hoped that through this service activity, posyandu cadres can be more capable and precise in measuring and detecting early growth. development of toddlers properly in order to prevent the emergence of nutritional problems in children.ABSTRAKPertumbuhan dan Perkembangan merupakan proses yang dialami oleh setiap individu dimana dalam prosesnya terjadi erubahan secara fisiologis sebagai hasil pematangan fungsi fisik yag berlangsung secara normal. Pemantauan tumbuh kembang balita dilakukan setiap bulan. Anak menjadi salah satu kelompok yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19, oleh sebab itu perlu memastikan tumbuh kembang anak tetap berjalan meskipun pada kondisi pembatasan sosial dimasa pandemi agar keterlambatan dalam pertumbuhan dan perkembangan balita dapat diatasi sedini mungkin. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan upaya pemantauan tumbuh kembang balita oleh kader dalam melakukan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan balita. Metode pengabdian ini menggunakan desain crosssectional dengan sasaran pengabdian masyarakat adalah kader posyandu balita di wilayah RT 7 Banyumanik.Hasil Pengabdian didapatkan adanya peningkatan pengetahuan kader tentang tumbuh kembang balita, dan cara melakukan pengukuran yang tepat pada parameterantropometri anak. Didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan kader tentang tumbuh kembang balita sebanyak 94,5%, terdapat peningkatan kemampuan pengukuran parameter antrompometri anak sebanyak 87,5% oleh kader.diharapkan melalui kegiatan pengabdian ini para kader posyandu dapat lebih mampu dan tepat dalam melakukan pengukuran dan deteksi dini tumbuh kembang balita secara baik guna mencegah timbulnya masalah gizi pada anak.

Page 9 of 25 | Total Record : 243