cover
Contact Name
Giati Anisah
Contact Email
rumahjurnal@unugiri.ac.id
Phone
+6281913546494
Journal Mail Official
alulya@unugiri.ac.id
Editorial Address
https://journal.unugiri.ac.id/index.php/al-ulya/about/editorialTeam
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
AL ULYA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM
ISSN : 25408127     EISSN : 25976656     DOI : 10.36840/ulya
a) Islamic education; b) Elementary education; c) Madrasa education; d) formal education; e) non-formal education, and f) informal education
Articles 89 Documents
NATIONALISM IN ISLAMIC LITERATURE : (Study of Mustafa al-Ghalayaini’s thought in Izzat al-Nasyi’in) Mumtaz, Nadhif Muhammad; Azmi, Muhammad Bagus; Khoiriyah, Siti
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Al Ulya : Jurnal Pendidikan Islam (Oktober)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v8i2.2051

Abstract

Zamakhsari Dhofier said that the Islamic classic book became the crucial component of Indonesia's Pesantren (Islamic boarding school). Various Islamic classic books were used to determine orientations of education in the Pesantren. However, all these orientations lead to one main goal: to create qualified Muslims. This condition caused the weakness of nationalist character in the pesantren environment; even at the next level, it could produce radical movements. This is due to the absence of classic Islamic books explaining that a Muslim must have a nationalist character. The available literature is only oriented toward making Muslims as good Muslims, not as good citizens. The book Izzat al-Nasyi'in, written by Mustafa Al Ghalayaini, specifically came with nuances of nationalist character. This study aims to elaborate on the contents of the Izzat al-Nasyi'in. This qualitative research uses a socio-historical approach with an analytical descriptive method. The technique used is content analysis. The results of this study show that according to Mustafa Al Ghalayaini in Izzat al-Nasyi'in, morality (Akhlaq) is related not only to the divine aspect but also to nationalism aspects. He explained that one of the pillars to become a civilized country and a prosperous society is the existence of a nationalist character. So, He included the nationalist character as an integral part of a moral (Akhlaq) education. Izzat al-Nasyi'in is necessary to be applied in every Pesantren in Indonesia. 
PENERAPAN METODE QAWAID WA TARJAMAH PADA KETERAMPILAN QAIRA’AH DAN KITABAH KELAS V SDI AL HADAD KEDUNGJAMBE SINGGAHAN TUBAN Mu’allimah, Siti Khofifatul; Anisah, Zulfatun; Ulya, Vita Fitriatul
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2023): Al Ulya : Jurnal Pendidikan Islam (Oktober)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v8i2.2248

Abstract

This research aims to explain the Qawaid wa tarjamah method for qiraah and kitabah skills in Arabic language subjects for class V SDI Al Hadad Kedungjambe Singgahan Tuban. Qualitative research as a method in this research. Three techniques include observation,pinterviews and documentation. The research resultshshow that applying the Qawaid wa tarjamah method in learning Arabic can improve reading, writing and translation skills. From the results of applying the qawaid wa tarjamah method, many class V students at SDI Al Hadad Kedungjambe Singgahan Tuban have reached thehKKM. The KKM score that must be achieved is 70. There are 85% or 29 studentspwho are able to achieve the KKMuscore and 15% or 5 students whohhave not been able to achieve the KKM score. Supporting factors in implementing this method include the presence of nahwu shorof learning, guru who have teaching skills, and ustaz/guru who can condition the class well. Meanwhile, the inhibiting factor in implementing this method is that students are often noisy and chat to themselves, so that students experience delays in reading and writing Arabic.
Kegiatan Ektrakurikuler LCD (Language Course Departement) Membangun Disiplin Bahasa Arab Santri Pondok Pesantren Majelis Tafsir Al Quran ( MTA ) Karanganyar Abdullah, Mu'in; Safitri, Yuni; Kuncoro , Muhammad Prio
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2725

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler LCD dalam membangun disiplin berbahasa Arab santri di Pondok Pesantren MTA Karanganyar, kendala-kendala dalam membangun disiplin berbahasa Arab santri melalui kegiatan ekstrakurikuler LCD, dan mengetahui prestasi yang dicapai santri dalam mengunakan Bahasa Arab melalui kegiatan ekstrakurikuler LCD. Lokasi penelitian ini adalah Pondok Pesantren MTA Karanganyar. Metode deskriptif kualitatif yang peneliti digunakan dalam penelitian ini, dalam pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian kegiatan ekstrakurikuler LCD termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang di ikuti oleh santri yang berminat saja, pelaksanaan nya di lakukan seminggu duakali pada hari Rabu sore dan Sabtu siang, pelaksanaan ekstrakurikuler ini dapat di katakan dapat membangun disiplin bahasa santri dalam kesehariannya, setidaknya dengan kegiatan LCD santri sudah berlatih berbicara dengan Bahasa Arab yang baik sesuai dengan kaidah sehingga hal tersebut bisa membiasakan santri untuk disiplin menggunakan Bahasa Arab dalam kesehariannya.
Progresivisme dan Rekonstruksionisme dalam Perspektif Pendidikan Islam Rizqiyah, Afi; Fahmi, Muhammad; Chovifah, Anisatul
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2793

Abstract

Progresivisme dan rekonstruksionisme adalah aliran filsafat modern yang memberi sumbangsih dalam pembaharuan pemikiran filsafat pendidikan. Termasuk di antaranya pendidikan Islam yang dalam perkembangannya tidak luput dari filsafat yang merupakan alat berpikir. Perbedaan pandangan yang kadang kala terjadi antara filsafat dan pendidikan Islam mendorong penulis untuk menganalisis aliran progresivisme dan rekonstruksionisme melalui perspektif pendidikan Islam. Penelitian dilakukan dengan studi literatur dan pendekatan kualitatif. Sumber data berupa artikel dan e-book yang diakses melalui platform google scholar dan google book. Data dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran progresivisme dan pendidikan Islam berpandangan sama mengenai potensi akal peserta didik, prinsip pendidikan fleksibel, serta pengalaman hidup sebagai landasan perubahan dalam pendidikan. Bedanya, aliran progresivisme menolak nilai-nilai absolut dan ranah metafisik-spiritual. Sedangkan, aliran rekonstruksionisme berpandangan sama dengan pendidikan Islam terkait peyesuaian diri tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, peradaban, dan nilai-nilai sosial. Perbedaan terletak pada latar belakang munculnya dan landasan dalam pemecahan masalah. Bisa disimpulkan bahwa pembeda utama antara pandangan dua aliran filsafat tersebut dengan pendidikan Islam adalah kepercayaan terhadap konsep metafisik-spiritual seperti tuhan dan landasan seperti Al-Qur’an dan Hadis. Sedangkan dalam aspek lain, pendidikan Islam tidak menentang pandangan dua aliran tersebut selama tidak keluar dari koridor agama Islam.
Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam di Era Modern nuridyanto, nurdiyanto; Muhajir, Muhajir; Zuhri, Saefudin; Basri, Hasan; Suhartini, Andewi
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2797

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perspektif Al-Qur’an dan Hadits, komponen- komponen kurikulum, prinsip-prinsip dasar, kerangka dasar, landasan kurikulum, prinsip- prinsip kurikulum, dan orientasi kurikulum pada hakikat kurikulum pendidikan Islam yang sebenarnya berlandaskan filsafat dan teori yang sesuai dengan landasan normatif Al-Qur'an dan Hadits. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode Library Research melalui literatur yang ada seperti jurnal, e-book, majalah, dan media internet lainnya. Setelah data terkumpul dilanjutkan dengan kategorisasi yaitu memilah dan memilih data yang sesuai dengan penelitian. Setelah peneliti melakukan kategorisasi, data tersebut ditampilkan sebagai temuan penelitian dan diinterpretasikan dalam hasil penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan memadukan pengetahuan umum dan khusus berdasarkan temuan melalui literatur yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komponen, prinsip dasar, kerangka dasar, landasan, asas, dan orientasi hakikat kurikulum pendidikan Islam mengandung unsur pendidikan di era abad-21 yaitu peserta didik atau peserta didik dituntut untuk kritis, berpikir, berkolaborasi, berkomunikasi, kreativitas, dan inovasi. Sehingga guru dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan kepada siswa sudah mengetahui hakikat kurikulum itu sendiri.
Internalisasi dan Nilai-Nilai Moderasi Islam (Studi Pondok Pesantren di Provinsi Lampung) Bahri, Saiful Bahri; Wahyudi, Waluyo Erry; Sunarto, Sunarto
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2809

Abstract

Di tengah masyarakat, sebenarnya agama telah dipahami secara proporsional dan sesuai dengan nilai-nilai dasar tujuan syariat (maqashid al- syariah), penyebutan maqashid alsyariah tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai yang dibawa agama seperti keadilan (al‘adl), keseimbangan (tawazun), moderat (tawassuth), proporsional (i’tidal), dan toleransi (tasamuh). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendiskripsikan konsep Internalisasi Dan Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Islam di Pondok Pesantren Al-Hikmah Kota Bandar Lampung, Pondok Pesantren Nurul Huda Kabupaten Pringsewu dan Pondok Pesantren Ushuludin Kabupaten Lampung Selatan. Adapun jenis penelitian adalah diskriptif kualitatif dengan tiga teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu: 1) observasi, 2) wawancara, dan 3) dokumentasi. Lalu tehnik analisis terdiri dari tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil temuan penelitian dalam konsep Internalisasi dan Implementasi Nilai-Nilai Moderasi Islam bahwa penerapan nilai tawazun berbasis moderasi beragama di ketiga pondok pesantren tersebut semua menjalankan nilai-nilai moderasi. Nilai-nilai moderasi tidak hanya transformasi, transaksi, dantransinternalisasi, melainkan ada tindak lanjut setelah 3 tahap tersebut terlaksana yaitu tahap pertama terkait dengan tranformasi nilai, tahap yang kedua mengenai transaksi nilai, dan tahap ketiga berkaitan dengan transinternalisasi nilai Islam moderat di pondok pesantren dan selanjutnya terdapat tindak lanjut kegiatan semacam evaluasi untuk memantau santri dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderat.
Analisis Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di MI Salafiyah Tanjungsari Salsabila, Yulia Rakhma; Achadi, Muh. Wasith
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2817

Abstract

Perubahan kurikulum disesuaikan dengan perkembangan zaman, dalam menjawab keinginan masyarakat untuk menciptakan lulusan yang unggul dan kompeten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran sejarah kebudayaan Islam kelas IV MI Salafiyah Tanjungsari, serta problematika guru khususnya guru sejarah kebudayaan Islam dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini ada 1 orang yaitu guru Sejarah Kebudayaan Islam. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengimplementasian Kurikulum Merdeka mata pelajaran SKI di MI Salafiyah Tanjungsari sudah cukup baik meskipun masih ada beberpa kendala yang dihadapi seperti belum adanya buku paket mata pelajaran SKI Kurikulum Merdeka, tetapi hal itu tidak menghambat proses pembelajaran mata pelajaran SKI di MI Salafiyah Tanjungsari. Problematika yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka meliputi pertama, belum adanya kesiapan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka karena kurangnya pemahaman dan pengalaman guru secara mendalam tentang Kurikulum Merdeka. Kedua, kurangnya sosialisasi atau bimtek tentang Kurikulum Merdeka yang masih sangat kurang dan hanya dilakukan secara online. Ketiga, belum adanya pendampingan khusus kepada guru-guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Keempat, Kurangnya akses terhadap materi pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan Kurikulum Merdeka. Bagi penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa dalam pembelajaran SKI dan disarankan untuk membandingkan analisis penerapan Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran SKI di 1 atau 2 sekolah Madrasah Ibtidaiyah agar memberikan wawasan yang mendalam tentang keberhasilan, tantangan dan variasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Manajemen Sistem Evaluasi Kinerja Guru Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan di Madrasah Diniyah Mu’allimin Zainul Hasanain Genggong Pajarakan Probolinggo Hidayah, Ahmad Fauzi; Triwisudaningsih, Endah; Ma'arif, Ahyar
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2950

Abstract

Pelaksanaan sistem evaluasi kinerja guru dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional. Dalam mewujudkan guru yang profesional maka di butuhkan sebuah manajemen sistem evaluasi kinerja guru guna meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Mu’allimin Pesantren Zainul Hasanain Genggong Pajarakan Probolinggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana manajemen sistem evaluasi kinerja guru dan perencanaan kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan teknik wawancara, observasi, dan tehnik dokumentasi. teknik analisis data dilakukan dengan melalui tahapan data display, data kondensasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen sistem evaluasi kinerja guru meningkatkan mutu pendidikan di Madrasah Diniyah Mu’allimin Pesantren Zainul Hasanain Genggong Pajarakan Probolinggo. Kegiatan yang dilakukan guru meliput perencanaan kinerja guru dan proses pembelajaran. Hal ini penting dalam tercapainya tujuan mutu pendidikan. Hal- hal yang dilakukan seperti menyiapkan materi, membuat perangkat pembelajaran dan lain-lain. Manajemen sistem evaluasi kinerja guru merupakan upaya untuk meningkatkan sikap profesional guru dalam kinerjanya selain itu juga usaha kepala madrasah untuk mengetahui kinerja guru dalam proses belajar dan mengajar sehingga visi dan misi lembaga dapat tercapai.
Dynamics of Religious Thought in Pesantrens in Indonesia: Between Radicalism, Moderation, and Liberalism Khoiriyah, Siti; Noor, Aditia Muhammad; Ibrahim, Abdullah Malik
Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2024): Al Ulya: Jurnal Pendidikan Islam (April)
Publisher : Fakultas Tarbiyah - Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alulya.v9i1.2958

Abstract

This research aims to track the evolution of thought and religious movements in Islamic boarding schools (pesantren) within the era of globalization. The approach employed in this study is literature review. The findings from this research indicate that radicalism and liberalism within a pesantren are greatly influenced by its leaders, whether they are the owners, kyai (religious leaders), or senior students (santri). If the leaders of a pesantren tend towards radical views, then the pesantren and its students are likely to also hold radical perspectives. Conversely, if the leaders maintain moderate attitudes, the pesantren and its students are inclined towards moderation, and in certain situations and times, may even lean towards liberalism. In the context of globalization, pesantren in Indonesia are no longer entirely dominated by traditional or fundamental-radical groups. New pesantrens established by other Islamic groups have altered the landscape of pesantren, each with its unique identity. This illustrates changes in the face and mindset of pesantren, which have become increasingly diverse over time due to the influence of globalization.