cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 228 Documents
Kesantunan Berbahasa Berita Politik pada Kolom Komentar TikTok Akun @Narasi Wahyu Nugraha, Bima; Rahmayantis, Marista Dwi; Lailiyah, Nur
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i2.5491

Abstract

Abstrak Bahasa memegang peranan penting dalam komunikasi dan interaksi manusia dalam kehidupan sosialnya. Setiap komunikasi manusia saling menyampaikan informasi berupa pikiran, gagasan, maksud, perasaan maupun emosi secara langsung. Sejalan dengan hakikat pragmatik bahwa penggunaan bahasa digunakan untuk memengaruhi orang lain dan berkomunikasi dengan efektif. Keterampilan menggunakan bahasa yang santun masih belum banyak diperhatikan. Hal ini terjadi karena pemakai bahasa belum mengetahui bahwa di dalam struktur bahasa juga terdapat struktur kesantunan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif menggunakan pendekatan pragmatik. Data dalam penelitian ini berupa tuturan tertulis warganet dengan sumber data yang terdapat pada kolom komentar tiktok akun @Narasi. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi, dengan mengamati interaksi sosial yang terjadi di aplikasi tiktok akun @Narasi untuk kemudian dilakukan pengambilan gambar menggunakan gawai atau laptop. Triangulasi teori dipilih karena peneliti dapat mengecek kembali hasil temuan dengan kajian teori yang digunakan selama proses penelitian berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat prinsip-prinsip kesantunan yang mematuhi, yaitu; a) maksim kebijaksanaan, b) maksim kedermawanan, c) maksim pujian, d) maksim kerendahan hati, e) maksim kesepakatan, dan f) maksim kesimpatian. Kata kunci: Pragmatik, Kesantunan Berbahasa, Komentar, TikTok Abstract Language plays an important role in human communication and interaction in social life. Every human communication conveys information in the form of thoughts, ideas, intentions, feelings and emotions directly. In line with the nature of pragmatics, language use is used to influence others and communicate effectively. The skill of using polite language is still not given much attention. This happens because language users do not know that in the language structure there is also a structure of politeness. This research is a descriptive qualitative research using pragmatics approach. The data in this study are in the form of written speech of netizens with data sources contained in the tiktok comment column of the @Narasi account. Data collection techniques are carried out using observation and documentation techniques, by observing social interactions that occur in the @Narasi account tiktok application and then taking pictures using a device or laptop. Theoretical triangulation was chosen because researchers can recheck the findings with the theoretical studies used during the research process. The results of this study show that there are principles of politeness that comply, namely; a) tact maxim, b) generosity maxim, c) approbation maxim, d) modesty maxim, e) agreement maxim, and f) sympathy maxim. Keywords: Pragmatics, Language Politeness, Comments, TikTok
Ekspansi Tematik Dan Naratif Dalam Hikayat Raja Damsyik: Penambahan Unsur Fantasi Dan Konflik Sosial Suci Ramadhani, Dedek Dwi; Rahman , Elmustian
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.5926

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis ekspansi tematik dan naratif terjadi dalam Hikayat Raja Damsyik, dengan fokus pada penambahan unsur fantasi dan konflik sosial. Secara spesifik, tujuan penelitian ini adalah: Mengidentifikasi unsur-unsur tematik dan naratif yang diekspansi dalam Hikayat Raja Damsyik, Menganalisis bagaimana unsur fantasi dan konflik sosial ditambahkan dalam teks tersebut untuk membentuk alur dan pengembangan karakter, menilai dampak penambahan unsur fantasi dan konflik sosial terhadap makna keseluruhan dalam cerita serta relevansinya dengan konteks sosial dan budaya pada masa cerita itu ditulis. Jenis penelitian yang digunakan untuk topik ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi teks sastra. Penelitian kualitatif berfokus pada analisis mendalam terhadap elemen-elemen tematik dan naratif dalam teks Hikayat Raja Damsyik. Jenis penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena sastra dalam konteks yang lebih luas, termasuk ekspansi tema dan pengembangan naratif serta pengaruh penambahan unsur fantasi dan konflik sosial terhadap struktur dan pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat penggunaan inovasi tematik dan naratif dalam Hikayat Raja Damsyik yang merupakan hal penting untuk menjaga relevansi karya sastra klasik di tengah perubahan zaman. Hal ini tidak hanya memperkuat posisi hikayat dalam khazanah sastra Melayu, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang fleksibilitas dan daya tahan tradisi budaya. Dengan demikian, Hikayat Raja Damsyik tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga inspirasi bagi masa kini dan mendatang.
Konsep Ruang dan Waktu dalam Bahasa Sasak Dialek A-E di Lombok Tengah Kurnia Kasih, Mitha; Mahsun; Saharudin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i2.5988

Abstract

Persoalan ruang dan waktu adalah dua dimensi yang sangat penting dalam kehidupan manusia sehingga ditandai dengan bahasa yang sangat rinci. Penelitian ini mendeskripsikan sisi kebahasaan tentang konsep ruang dan waktu dalam Bahasa Sasak (dialek a-e) di dusun Polak Penyayang, Lombok Tengah dan pandangan budaya masyarakatnya. Penyediaan data dilakukan dengan metode simak, cakap, dan introspeksi. Lalu dilakukan reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menemukan bahwa satuan lingual yang dipakai untuk menandai konsep ruang dan waktu dalam Bahasa Sasak (di Polak Penyayang) berbentuk kata dasar dan berbentuk kata kompleks. Konsep ruang yang termasuk bentuk dasar, yaitu leksikon bat ‘barat’, boloq ‘atas, sumber aliran air’, dereq ‘bawah, arah air mengalir’; sementara bentuk kompleks meliputi leksikon běbat ‘ke arah barat’ dan bětimuq ‘ke arah timur’. Konsep waktu yang termasuk bentuk dasar, yaitu leksikon baruq ‘barusan’, uiq ‘kemarin’, dan laeq ‘dulu’; bentuk kompleks meliputi leksikon baruq kělemaq ‘tadi pagi’, jělo ni ‘hari ini’, dan lemaq aru ‘besok pagi’. Selain itu, ditemukan pula konsep waktu yang dilihat dari tanda-tanda alam dan ritual siklus kehidupan tertentu, seperti leksikon kêtaun ‘musim hujan’, kêbalit ‘musim kemarau’, rorampaq ‘antara musim penghujan dan kemarau’, serta nyiwaq ‘hari kesembilan dari hari kematian’. Adapun pandangan budaya masyarakat setempat terkait konsep ruang dan waktu, seperti konsep ruang boloq ‘atas/tinggi’ yang tidak hanya dipandang sebagai sumber mata air, tetapi sebagai sesuatu yang dimuliakan (sakral) dan ini mengacu pada gunung Rinjani sebagai iněn paer ‘induknya bumi Sasak’. Juga pandangan budaya tentang konsep waktu sêrêp jêlo ‘menjelang matahari terbenam’ sebagai waktu pantangan untuk beraktivitas
Komunitas ASEAN Dalam Cerminan Bahasa: Studi Linguistik Tentang Hubungan Negara-Negara ASEAN Burhanuddin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i2.5990

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan bukti-bukti kebahasaan yang menunjukkan bahwa negara-negara Asean secara sosial budaya memiliki hubungan yang erat. Penelusuran bukti-bukti tersebut dilakukan dengan mengikuti kerangka kerja dalam studi linguistik historis. Data dikumpulkan menggunakan metode dokumentasi berupa data kebahasaan yang terdapat pada bahasa-bahasa negeri Asean, untuk kemudian dianalisis menggunakan metode dalam prinsip kerja studi linguistik historis. Hasil penelitian menunjukkan beberapa bukti yang menunjukkan negara-negara yang tergabung dalam komunitas Asean memiliki hubungan seasal, yaitu berasal dari satu nenek moyang yang sama yaitu Proto Austronesia. Kesatuasalan tersebut ditunjukkan adanya pewarisan unsur-unsur kebahasaan baik berupa retensi dan inovasi (baik teratur maupun tidak teratur) yang terdapat dalam bahasa-bahasa negara Asean. Pemahaman terhadap kesamaan dan kesatuasalan ini penting untuk memantapkan langkah negara-negara yang tergabung dalam Asean untuk mengimplementasikan visi-misi Asean yang telah disepakati
Semiotika Budaya Masyarakat Melayu dalam Lirik Lagu “Kuala Tungkal” Fajriani Fitri; Ayu Roselani, Ni Gusti
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6069

Abstract

Penelitian ini menganalisis lirik lagu Kuala Tungkal (Negeri Sarat Budaye) karya Kichky Gunawan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, dan mitos. Lagu ini merepresentasikan nilai-nilai budaya Melayu, ragam budaya, dan kebiasaan masyarakat Kuala Tungkal. Secara denotasi, lirik ini menggambarkan kehidupan masyarakat Kuala Tungkal yang erat dengan budaya. Konotasinya menampilkan simbol-simbol budaya yang memperkuat identitas Melayu, seperti toleransi dan keramahan. Pada tingkat mitos, lirik membangun citra sosial sebagai sifat alami masyarakat Kuala Tungkal, yang lahir dari konstruksi sosial, sejarah terdahulu, dan interaksi budaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik catat untuk menganalisis data secara sistematis. Hasilnya menunjukkan bahwa lagu ini tidak hanya mencerminkan budaya lokal, tetapi juga berfungsi sebagai media pelestarian identitas budaya Melayu Kuala Tungkal.
Analisis Nilai-Nilai Kehidupan dalam Novel Negeri Lima Menara Karya Ahmad Fuadi Apiriliyani, Nania Rizka; Faroha , Dena Itsnayatul; Virnando, Arsa; Kanzunnudin, Mohammad
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6094

Abstract

Abstrak Menganalisis konflik dalam naskah drama Bila Malam Pertambah Malam karya Putu Wijaya, dengan fokus pada peran konflik dalam membentuk alur dan tema. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengungkap konflik internal tokoh utama, Nyoman, antara tradisi keluarga dan keinginan pribadi, serta benturannya dengan ibunya, Ratu Ngurah. Latar malam dan tempat terbatas memperkuat ketegangan emosional tokoh. Konflik ini menggambarkan tema pencarian jati diri, kebebasan individu, dan batasan sosial, serta memberikan pesan moral tentang keseimbangan antara keinginan pribadi dan kewajiban sosial melalui berbagai resolusi konflik. Kata kunci: Bila Malam Pertambah Malam, konflik, kebebasan. Abstract Analyzes the conflict in the drama script Bila Malam Pertambah Malam by Putu Wijaya, focusing on the role of conflict in shaping the plot and theme. Using qualitative descriptive methods, this study reveals the internal conflict of the main character, Nyoman, between family tradition and personal desires, as well as his clash with his mother, Ratu Ngurah. The night setting and limited space enhance the emotional tension of the characters. This conflict illustrates the themes of searching for identity, individual freedom, and social limitations, and provides a moral message about the balance between personal desires and social obligations through various conflict resolutions. Keywords: Bila Malam Pertambah Malam, conflict, freedom
Kohesi Gramatikal : Studi Pada Teks Cerpen Siswa Kelas 5 SD 4 Jekulo Putri, Hefna Alkhila Saira; Dwi, Anggi Marta; Azzahra, Sherin Himatussabrina; Setiawaty, Rani
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6124

Abstract

Abstrak Cerita pendek adalah sebuah karya sastra prosa yang menceritakan sebuah kisah dalam bentuk naratif dengan durasi yang relatif singkat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kohesi gramatikal pada teks naratif yaitu dalam bentuk cerita pendek yang ditulis siswa kelas lima SD 4 Jekulo, Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik analisis dokumen dari cerita pendek yang ditulis oleh siswa dan wawancara dengan wali kelas. Data penelitian berupa satuan bahasa baik kata, frasa, klausa maupun kalimat yang mengandung piranti kohesi gramatikal. Sumber data berupa cerita pendek yang ditulis oleh siswa kelas lima SD 4 Jekulo, Kudus. Metode pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Adapun, teknik analisis data menggunakan metode padan dan agih. Hasil penelitian menujukkan pertama, kohesi gramatikal yang terdapat dalam cerita pendek siswa kelas lima SD 4 Jekulo, Kudus berupa referensi, subtitusi, konjungsi, dan elipsis. Kata kunci: kohesi gramatikal; cerita pendek, siswa kelas lima SD, konjungsi
Ideologi Radikal Dalam Puisi “Nggahi Dana” Dalam Permainan Masyarakat Kabupaten Dompu: Kajian Hermeneutik Irwansyah; Suyatno; Syamsul Sodiq; Roni
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6127

Abstract

Tempatkan abstrak berbahasa Indonesia pada bagian ini. Abstrak memberikan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi makna ideologi radikal dalam puisi “Nggahi Dana” dalam permainan masyarakat di Kabupaten Dompu. Oleh karena itu untuk mengetahui permasalahan tersebut digunakan teori hermeneutika Hans-george Gadamer dan teori-teori lain seperti teori poststruktural dan sosiologi sastra untuk melengkapi instrumen I yang menjadi teori bedah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang bersifat deskripsi analitis. Interpretasi data dilakukan melalui metode kepustakaan dan observasi lapangan dengan teknik perekaman video pada permainan masyarakat di Kabupaten Dompu yang selanjutnya ditranskrip dengan pembukuan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa konstruksi ideologi puisi “Nggahi Dana” dalam permainan masyarakat di Kabupaten Dompu mengacu pada nilai, filosofi, norma, keyakinan agama, sentimentalitas, aturan etika, pengetahuan atau persepsi tentang dunia dan etos.
Bentuk Dan Fungsi Ragam Bahasa Prokem Di Kalangan Remaja Nyurlembang Daya Kec. Narmada Lombok Barat Sam'un, Ahmad; Riadi, Selamet; Idham
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6151

Abstract

Usia remaja merupakan masa labil, namun penuh dengan kreatifitas. Salah satu bentuk kreatifitas mereka, terutama berkaitan dengan bahasa adalah membuat bahasa-bahasa sandi yang disebut ragam bahasa prokem. Bagi remaja Nyurlembang Daya ragam bahasa ini merupakan sarana kebahasaan efektif yang digunakan untuk mengomunikasikan persoalan-persoalan pribadi mereka yang bersifat rahasia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu menggambarkan bentuk dan fungsi ragam bahasa prokem yang dituturkan apa adanya oleh remaja Nyurlembang Daya. Terdapat tiga tahapan dalam metode penelitian ini, yaitu tahap pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil analisis data. Adapun pengumpulan data dilakukan dengan dua metode pengumpulan data yang dipilih, yaitu metode observasi dan wawancara. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan teknik distribusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan ragam bahasa prokem di kalangan remaja Nyurlembang Daya dilakukan dengan penghilangan vokal, konsonan, atau silabel; penggantian vokal atau konsonan; penambahan vokal, konsonan, dan silabel; metatesis. Sedangkan tujuan dan fungsi ragam bahasa prokem yang mereka buat umumnya ingin menyembunyikan tema atau topik yang mereka bicarakan dari orang lain.
Kajian Sosiologi Sastra Dan Nilai Sosial Dalam Novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi Nur Kholida Hanum; Akhmad Fatoni
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i1.6152

Abstract

Penelitian ini menggunakan salah satu karya sastra novel yang berjudul Negeri 5 Menara karya A. Fuadi yang terbit pada tahun 2009 sebagai sumber kajian. Novel ini menceritakan budaya pesantren, perjuangan dan keinginan kuat tokoh utama Alif menempuh pendidikan untuk mencapai cita-citanya. Novel ini mencakup beberapa nilai seperti nilai agama, budaya, dan nilai pendidikan. Namun, pada kajian ini peneliti lebih berfokus pada nilai-nilai sosial di tokoh utama Alif. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk penelitian ini. pengumpulan datanya menggunakan teknik baca, analisis dan catat dengan tujuan untuk mengetahui nilai sosial yang terkandung dalam novel. dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa terdapat beberapa nilai sosial yang ditunjukkan oleh Alif, seperti kasih sayang, kepedulian, kesetiaan, keadilan, kerja sama, tolong-menolng, rasa menerima, kewajiban, dan empati.