cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2021)" : 84 Documents clear
Pengembangan Keterampilan Berpikir dalam Pembelajaran Nursiwi Nugraheni; YL Sukestiyarno; Wardono Wardono; Masrukan Masrukan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana mengembangkan keterampilan berpikir dalam pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Kemampuan pembelajar untuk mengingat, memahami, mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, serta mengkreasi dinamakan keterampilan berpikir. Kegiatan tersebut berkaitan erat dengan ingatan jangka pendek (STM) dan ingatan jangka panjang (LTM). Keterampilan berpikir siswa dapat ditingkatkan dengan latihan yang sering. Perasaan senang berpengaruh kepada proses peningkatan kemampuan kognitif siswa. Guru perlu mengemas pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Aktivitas yang dilakukan dalam pengembangan keterampilan berpikir level tinggi adalah penggalian informasi yang penting, pengajuan dugaan, melakukan inkuiri, pembuatan konjektur, pencarian alternatif, pengambilan kesimpulan.
Pengembangan Disposisi Matematis melalui Konstruksi Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Matematika Realistik Ratri Rahayu; Kartono Kartono; Dwijanto Dwijanto; Arief Agoestanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disposisi matematis memegang peranan penting dalam menunjang keberhasilan siswa untuk memecahkan masalah. Salah satu pembelajaran yang dapat menunjang pengembangan disposisi matematis dan konstruksi pemecahan masalah siswa yaitu pendekatan Pembelajaran Realistik Matematika Indonesia (PMRI). Melalui PMRI siswa dapat membangun konsep/prinsip matematika dengan kemampuannya sendiri melalui proses asimilasi dan akomodasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi pendekatan PMRI dalam rangka pengembangan disposisi matematis dan konstruksi pemecahan masalah berbasis teori Piaget. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Peneliti mengumpulkan informasi bersumber dari jurnal, prosiding, buku, dan literatur lainnya yang berisi mengenai teori dan data yang relevan. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disposisi matematis dapat ditumbuhkan melalui tahapan PMRI antara lain: memahami masalah kontekstual, menyelesaikan masalah, membandingkan dan mendiskusikan jawaban, serta penarikan kesimpulan. Melalui penyajian masalah sehari-hari dapat membantu siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan mereka secara lebih baik.
Desain Pembelajaran Kreatif untuk Menumbuhkan Kemampuan Mahasiswa Membuat Bahan Ajar Matematika berbasis HOTS Rini Utami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompetensi abad 21 dapat dicapai jika proses pembelajaran dan penilaian menghasilkan pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Pembuatan bahan ajar merupakan salah satu pendukung lancarnya proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian adalah mendesain pembelajaran kreatif untuk menumbuhkan kemampuan mahasiswa membuat bahan ajar matematika berbasis HOTS. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan penugasan terstruktur. Temuan menunjukkan bahwa desain pembelajaran kreatif yang direncanakan dapat menumbuhkan kemampuan mahasiswa dalam membuat bahan ajar matematika berbasis HOTS.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dengan Memotivasi Matematis Siswa Sugianto Sugianto; St. Budi Waluya; YL. Sukestiyarno; Wardono Wardono; Kartono Kartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari riset ini merupakan untuk mendapatkan gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi logika matematika di kelas VII. Riset ini memakai deskriptif kualitatif dengan subjek riset terdiri dari 30 siswa kelas VII SMPIQu Al- Bahjah Pusat Cirebon. Bersumber pada hasil riset bisa dikenal kalau sebagian besar siswa bisa menggambarkan permasalahan kontekstual, pada keahlian komunikasi pada indikator berkata serta menerangkan pemikiran tentang inspirasi serta suasana matematis, sebagian siswa tidak bisa berdialog dengan baik sebab deskripsi materi kurang signifikan, terdapat siswa yang mempunyai deskripsi buat menghubungkan Pengetahuan sebelumnya merupakan buat mengungkap permasalahan dasar yang diberikan, namun terdapat siswa yang menghubungkan materi mata pelajaran lain dengan tata cara yang salah serta deskripsi matematika siswa hendak pengaruhi tingkatan kemampuan komunikasi matematis serta bisa memotivasi prestasi siswa sebab itu mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap realisasi sebagian indikator terkait dengan deskripsi siswa tentang diri mereka sendiri.
Proses Berpikir Geometris Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Geometri Trimurtini Trimurtini; SB Waluya; YL Sukestiyarno; Iqbal Kharisudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Masalah geometri masih dianggap sulit oleh mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), padahal materi geometri diajarkan di setiap level pendidikan dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengetahuan konseptual dan prosedural serta proses berpikir geometris pada mahasiswa PGSD level deduktif dan informal deduktif dalam menyelesaikan masalah geometri. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif, dengan lima orang mahasiswa semester 6 sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan dengan tes awal, tes uraian dan wawancara. Analisis data kualitatif yang digunakan adalah interaktif model menurut Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan tiga mahasiswa berada pada level deduktif memiliki pengetahuan konseptual dan prosedural yang benar, baik dan lengkap. Mahasiswa pada level deduktif mampu menalar dengan baik dari permasalahan geometri yang dihadapi dan menunjukkan proses pemecahan masalah geometri yang runtut dan masuk akal. Sedangkan mahasiswa pada informal deduktif, analisis dan visualisasi menunjukkan berpikir yang rumpang dan proses pemecahan masalah yang kurang terorganisasi. Simpulan penelitian ini adalah mahasiswa level deduktif telah memiliki pengetahuan konseptual dan prosedural dalam geometri yang memadai untuk digunakan dalam menyelesaikan masalah geometri.
Pemahaman Konseptual dan Prosedural Matematis dalam Pembelajaran Kontekstual Sri Solihah; Kartono Kartono; Dwijanto Dwijanto; Scolastika Mariani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan konseptual matematis siswa menyelesaikan masalah kontekstual. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif. Data dianalisis berdasarkan enam indikator kemampuan pemahaman konsep matematis. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hampir semua siswa cenderung tidak dapat menyatakan ulang suatu konsep yang telah dipelajari; eberapa siswa mampu menggunakan, memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu untuk menyelesaikan soal; Hanya siswa yang berkemampuan awal matematis rendah yang belum mampu menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematis; Hampir semua siswa cenderung belum mampu mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari konsep yang telah dipelajari; dan Hanya siswa yang berkemampuan awal matematis tinggi yang mampu memberikan contoh atau bukan contoh dari suatu konsep; dan Hanya siswa yang berkemampuan awal matematis tinggi yang mampu mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah.
Penerapan Pembelajaran Blended Learning Terhadap Kemampuan Spasial Mahasiswa Henry Suryo Bintoro; Y.L. Sukestiyarno; Mulyono Mulyono; Walid Walid
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan spasial mempunyai peran untuk membantu mengingat, berkomunikasi, memahami, dan bernalar tentang hubungan antar objek yang direpresentasikan dalam ruang. Salah satu usaha untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami kemampuan spasial yaitu materi harus dikemas dengan baik dan pembelajaran dilaksanakan secara daring dan luring. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penggunaan pembelajaran blended learning terhadap kemampuan spasial mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen semu. Metode pengumpulan data dilakukan dengan tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah instrumen tes kemampuan spasial. Analisa data yang digunakan adalah independent sample t-test. Uji prasyarat dengan melakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan implementasi pembelajaran blended learning materi geometri menghasilkan kemampuan spasial yang lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Hal tersebut dibuktikan dengan kemampuan spasial mahasiswa pada kelas eksperimen dikategorikan tinggi dengan skor rata-rata sebesar 70,93. Sementara pada kelas kontrol lebih rendah dengan rerata skor sebesar 53,79
Tinjauan Pustaka Sistematis Proses Berpikir Kreatif Matematika Lasia Agustina; Zaenuri Zaenuri; Isnarto Isnarto; Dwijanto Dwijanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berpikir kreatif matematis merupakan prasyarat dalam pembelajaran matematika yang harus dimiliki oleh siswa, baik di tingkat sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi. Banyak artikel penelitian yang membahas tentang proses berpikir kreatif matematis. Oleh karena itu, perlu dilakukan tinjauan sistematis terhadap proses berpikir kreatif matematis. Tinjauan ini mensintesis temuan dari penelitian yang ada dari berbagai pendekatan yang digunakan untuk menyelidiki proses berpikir kreatif matematis antara 1998-2021. Diperoleh 23 judul dari hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan dan mereview semua artikel yang berkaitan dengan proses berpikir kreatif matematis yang diterbitkan pada periode 1998-2021. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 23 artikel jurnal nasional terakreditasi dan tidak terakreditasi yang diperoleh dari database Google Scholar dan Scopus. Dalam tinjauan literatur review ini, kami mencoba menyampaikan hal-hal yang mendukung proses berpikir kreatif matematis ke tataran proses berpikir matematis, diantaranya indikator berpikir kreatif fluency, flexibility dan novelty (originality and elaboration) sedangkan tahapan proses berpikir kreatif menurut Wallas terdiri dari persiapan, inkubasi, iluminasi dan verifikasi, serta menurut Osborn terdiri dari menemukan kekeliruan, mencari fakta, menemukan masalah, menemukan ide, menemukan solusi serta penerimaan.
Profil Kemampuan Spasial dari Siswa SMP Tunarungu di SLB Swasta Kota Yogyakarta Ni Kadek Dianita
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada SMP tunarungu, salah satu yang mereka pelajari adalah geometri dua dan tiga dimensi. Untuk memaksimalkan pembelajaran geometri, guru harus dapat mengidentifikasi perbedaan tingkatan kemampuan spasial pada setiap siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kemampuan spasial siswa SMP tunarungu dan mengetahui faktor-faktor yang mengakibatkannya. Subjek dari penelitian ini adalah siswa SMP tunarungu swasta di Yogyakarta. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan tes, wawancara, dan dokumentasi dengan analisis data berupa triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan siswa berkemampuan spasial rendah kebanyakan memiliki kategori rendah pada semua aspek, akan tetapi ada dua siswa yang memiliki kategori sedang pada spatial perception dan mental rotation. Siswa yang berkemampuan spasial sedang memiliki aspek spatial perception yang tergolong tinggi, aspek mental rotation yang tergolong sedang, dan kedua aspek yang lain yang rendah. Siswa yang berkemampuan spasial tinggi, seluruh aspeknya cenderung sedang ke tinggi. Aspek yang paling rendah adalah aspek disembedding. Aspek disembedding merupakan aspek yang paling kurang dikuasai oleh siswa. Aspek spatial orientation berada pada aspek dua dari bawah untuk aspek yang dikuasai oleh siswa. Aspek mental rotation dan spatial perception berada pada tingkat penguasaan yang hampir sama. Kemudian, kemampuan spasial siswa SMP tunarungu dipengaruhi oleh kemampuan matematis, lingkungan, keadaan sosial-ekonomi, serta kegemaran terhadap olahraga dan seni. Selain itu, faktor pengalaman, aktivitas terdahulu, dan keadaan psikologis seseorang mempengaruhi perbedaan kemampuan spasial juga. Penggunaan media pembelajaran tiga dimensi, model pembelajaran yang berfokus pada kegiatan siswa, dan pelatihan kemampuan spasial merupakan cara-cara untuk meningkatkan kemampuan spasial siswa.
Abstraksi Reflektif Matematis Mahasiswa PGSD Nuhyal Ulia; Stevanus Budi Waluya; Isti Hidayah; Emi Pudjiastuti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan abstraksi reflektif sebagai kemampuan matematis untuk membantu menyelesaikan masalah matematika yang bersifat abstrak mempunyai indikator mampu menerapkan konsep, mampu membuat hubungan antar konsep untuk membentuk makna baru dan mampu memanipulasi objek abstrak matematika. Melalui penelitian deskriptif kualitatif bertujuan mendeskripsikan profil abstraksi reflektif mahasiswa PGSD. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan abstraksi reflektif mahasiswa PGSD mahasiswa belum tampak mampu menerapkan konsep dan mampu membuat hubungan antar konsep untuk membentuk makna baru dengan baik meskipun mereka mampu memanipulasi objek abstrak matematika. Sedangkan pada level abstraksi reflektif, mahasiswa sudah menunjukkan karakteristik level rekognisi dan abstraksi struktural namun untuk level representasi dan kesadaran struktural belum banyak muncul. Sehingga perlunya menerapkan apersepsi, scaffolding dan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan abstraksi reflektif mahasiswa dan perlunya melaksanakan pembelajaran bermakna dengan strategi pembelajaran student centered agar konsep yang disampaikan dapat dipahami dengan baik.