cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 211 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2022)" : 211 Documents clear
Efektivitas Pembelajaran Kimia Berbasis Chemoentrepreneurship (CEP) Terhadap Life Skill Siswa Mohammad Agus Prayitno; Nanik Wijayati; Sri Haryani; Sri Wardani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Banyaknya subbab materi kimia yang harus disampaikan menyebabkan pembelajaran disampaikan secara konseptual. Pembelajaran secara konseptual hanya memberikan bekal pengetahuan saja tetapi belum dapat memberikan bekal life skill siswa. Untuk memberikan bekal life skill kepada siswa, maka diperlukan pembelajaran kontekstual. Salah satu pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran kimia berbasis chemoentrepreneurship. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran kimia berbasis chemoentrepreneurship terhadap lifeskill siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA MAN 1 Rembang. Sampel pada penelitian ini adalah kelas XI IPA-2 sebagai kelas eksperimen dan XI IPA-3 sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode obeservasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran chemoentrepreneurship efektif dalam meningkatkan life skill siswa pada aspek keterampilan berkomunikasi, keterampilan bekerjasama, dan keterampilan kerja. Abstract. The number of sub-chapters of chemistry that must be delivered causes learning to be delivered conceptually. Conceptual learning only provides knowledge but has not been able to provide students with life skills. To provide students with life skills, contextual learning is needed. One of the contextual learning is chemoentrepreneurship-based chemistry learning. This research is an experimental study that aims to determine the effectiveness of chemoentrepreneurship-based chemistry learning on students' life skills. The population in this study were students of class XI IPA MAN 1 Rembang. The sample in this study was class XI IPA-2 as the experimental class and XI IPA-3 as the control class. The data collection method used in this study is the observation method. The data analysis technique used is the independent sample t test. The results showed that chemoentrepreneurship learning was effective in improving students' life skills in the aspects of communication skills, collaboration skills, and work skills.
Relevansi Pelaksanaan Teknik Menulis Tangan Berwaktu Berbasis Portofolio Untuk Pengajaran Menulis: Pandangan Mahasiswa Muh Syafei; Januarius Mujiyanto; Issy Yuliasri; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kajian empiris dan teoretis terkait tulisan tangan, nenulis berwaktu, dan penilaian portofolio berpengaruh positif terhadap kemapuan menulis mahasiswa. Ketiga pilar tersebut tergabung dalam apa yang disebut Teknik Menulis Tangan Berwaktu Berbasis Portofolio (Portfolio-Based Timed-Handwriting Technique – PBTHT). Penelitian ini mengevaluasi relevansi/kesuaian penerapan PBTHT di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muria Kudus untuk mengajar menulis. Subyek penelitian ini terdiri dari 72 mahasiswa yang menyelesaikan mata kuliah Paragraph Writing yang menggunakan strategi PBTHT tahun akademi 2019/2020 dengan kuesioner untuk mengumpulkan padangan subyek penelitian. Kajian ini menemukan bahwa penerapan PBTHT relevan atau sesuai untuk peningkatan kemampuan menulis dengan rata-rata skor 4,03 (dari skala 5). Penerapan PBTHT dipandang relevan dan sesuai dengan unsur-unsur pengajaran yang meliputi tujuan pemebaljaran, silabus, RPS materi, prosedur, media, dan evaluasi pada proses pembelajaran pada mata kuliah Paragraph Writing.Berdasarkan temuan tersebut peneliti merekomendasikan bahwa PBTHT disarankan untukdigunakan di kelas menulis karena memungkinkan mahasiswa menulis dengan rasa ingin tahu, otonomi, dan kemampuan memecahkan masalah yang lebih besar. Abstract: Empirical and theoretical studies related to handwriting, timed writing, and portfolio assessment have a positive effect on students' writing skills. These three pillars are incorporated in what is called the Portfolio-Based Timed-Handwriting Technique (PBHTT). This study evaluates the relevance of implementing PBTHT in the English Education Study Program, Universitas Muria Kudus in teaching writing. The subjects consisted of 72 students who completed the Paragraph Writing course in the academic year of 2019/2020 using the PBTHT strategy with a questionnaire to collect the views of the research subjects. This study showed that the application of PBTHT is relevant to teaching writing with an average score of 4.03 (out of 5.0). The subjects viewed PBTHT as relevant to the teaching elements which included the objectives, syllabus, lesson plans, materials, procedures, media, and evaluation of the learning process in the Paragraph Writing course because it allows students to write with greater curiosity, autonomy, and problem-solving skills.
Penguatan Sumber Daya Konselor Unggul di Era Digital Muhamad Rozikan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Menjadi sebuah kenyataan bahwa era modern seperti saat sekarang ini, teknologi dan informasi yang berkembang saat ini akan memberikan peran dalam pengembangan yang sangat penting dalam peningkatan kehidupan manusia dan pertumbuhan perekonomian di masyarakat. Kemajuan tekonologi tersebut akan memberikan peluang bagi semua pihak dalam membagikan akses informasi dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganilisis tentang penguatan sumber daya konselor di era digital. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yang mana proses penelitian yang dikembangkan dengan metode mengumpulkan berbagai literatur dan catatan yang ada, yang berkaitan dengan data dan informasi. Adapun hasil penelitian ini adalah terdapat 7 (tujuh) type milenial yakni: 1) the adventurer; 2) the visionary; 3) the artist, 4) the leader, 5) the socializer6) the conservative, low profile, dan 7) the collaborator . Abstract. It becomes a fact that the modern era as it is today, technology and information that are developing today will provide a role in development which is very important in improving human life and economic growth in society. These technological advances will provide opportunities for all parties to share access to information and technology. The purpose of this study is to analyze the strengthening of counselor resources in the digital age. This research method uses a literature method which is a research proses developed by the method of collecting various existing literature and records, which are related to data and information. The results of this study are that there are 7 (seven) types of millennials, namely: 1) the adventurer; 2) the visionary; 3) the artist, 4) the leader, 5) the socializer6) the conservative, low profile, and 7 ) the collaborator .
Karakteristik Proses Komunikasi Matematis pada Penalaran Analogi Mujiasih Mujiasih; Budi Waluya; Kartono Kartono; Scolastika Mariani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Komunikasi merupakan aktivitas seseorang dengan dirinya sendiri, dan diikuti aktivitas dengan individu lainnya yaitu berupa reaksi atas adanya aktivitas berpikir. Belajar matematika dimaknai sebagai perubahan berkembangnya bahasa dan kognitif yang dapat berlangsung selama berkomunikasi. Penelitian ini mendeskripsikan proses komunikasi matematis dalam menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan penalaran analogi. Khususnya bentuk proses komunikasi matematis intrapersonal dan interpersonal. Desain penelitian yang digunakan yaitu eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih yaitu 4 orang mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Walisongo. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik proses komunikasi matematis yang dilakukan mahasiswa melalui penalaran analogi berdasarkan empat aspek komognitif dijelaskan sebagai berikut. 1) pada aspek penggunaan kata, gagasan matematis disajikan dengan menganalogikan masalah dan strategi penyelesaian, mengaitkan kesamaan kata, dan menguasai kosakata matematis. 2) pada aspek mediator visual, komunikasi matematis verbal dilakukan dengan menuliskan gagasan yang bersumber dari perkembangan informasi dan serangkaian pengetahuan yang ada dalam ingatan. Bahasa matematis dituangkan dalam bentuk simbol, kata-kata atau teks, dan gambar geometri. 3) pada aspek narasi, teks matematika diperoleh dengan cara menyusun konsep geometri melalui gambar yang sudah dikenal sebelumnya. 4) pada aspek rutinitas, gagasan matematis muncul melalui proses menulis matematis, mengenali karakteristik sumber, menginterpretasikan strategi sumber, dan mengevaluasi kesamaan dan perbedaan. Empat aspek proses komunikasi matematis yang dikembangkan dengan baik secara komprehensif dapat saling mendukung sehingga keberhasilan belajar dapat tercapai. Abstract. Communication is a person's activities with himself, followed by activities with other individuals, namely in the form of reactions to thinking activities. Learning mathematics is defined as the changes in language and cognitive development that can occur during communication. This study describes the process of mathematical communication in solving problems by utilizing analogical reasoning. In particular, the form of intrapersonal and interpersonal mathematical communication processes. The research design used is exploratory with a qualitative descriptive approach. The research subjects selected were 4 students of Mathematics Education UIN Walisongo. The results showed that the characteristics of the mathematical communication process carried out by students through analogical reasoning based on four cognitive aspects were explained as follows. 1) in the aspect of word use, mathematical ideas are presented by analogizing problems and solving strategies, linking similar words, and mastering mathematical vocabulary. 2) on the aspect of visual mediators, verbal mathematical communication is done by writing down ideas that come from the development of information and a series of knowledge that is in memory. Mathematical language is expressed in the form of symbols, words or text, and geometric images. 3) in the narrative aspect, mathematical texts are obtained by compiling geometric concepts through previously known images. 4) on the routine aspect, mathematical ideas emerge through the process of writing mathematically, recognizing the characteristics of sources, interpreting source strategies, and evaluating similarities and differences. Four aspects of a well-developed mathematical communication process can support each other comprehensively so that learning success can be achieved.
Evaluasi Program Praktikum Fisika Dasar Menggunakan Model CIPP Mujib Ubaidillah; Putut Marwoto; Wiyanto Wiyanto; Bambang Subali
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program praktikum fisika dasar. Metode Penelitian menggunakan CIPP (Contect, Input, Process, dan Product). Responden penelitian terdiri dari dosen fisika dasar, asisten praktikum, dan mahasiswa calon guru biologi sejumlah 34 orang yang berasal dari salah satu universitas di Jawa Barat, Indonesia. Instrumen terdiri dari lembar wawancara, lembar cek list, angket, lembar observasi keterampilan proses sains, lembar penilaian laporan praktikum, dan soal tes pemahaman konsep fisika. Data yang telah diperloleh kemudian dianalisis dan dikonversikan dengan kriteria efektifitas. Hasil evaluasi contex menunjukan bahwa program praktikum fisika dasar mempunyai tujuan untuk membekalkan pemahaman tentang konsep fisika siswa dan keterampilan laboratorium. Hasil evaluasi aspek input meliputi sarana dan prasarana, panduan praktikum, asisten praktikum dan laboran dengan nilai rata-rata persentase efektivitas sebesar 80.24% dengan kriteraia baik. Hasil evaluasi aspek proses meliputi persiapan praktikum, pelaksanaan praktikum dan system evaluasi praktikum rata-rata persentase efektifitas proses sebesar 83.42% dengan kriteria baik. Hasil evaluasi keefektifan product yang meliputi aspek keterampilan proses sains, laporan praktikum, kognitif, dan sikap dengan rata-rata persentase efektifitas produk sebesar 81.49% dengan kriteria baik. Pelaksanaan program praktikum fisika dasar dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat ditingkatkan. Abstract. This study aims to evaluate the basic physics practicum program. The research method uses CIPP (Context, Input, Process, and Product). Research respondents consisted of basic physics lecturers, practicum assistants, and 34 prospective biology teacher students from a university in West Java, Indonesia. The instruments consist of interview sheets, checklist sheets, questionnaires, science process skill observation sheets, practicum report assessment sheets, and physics concept understanding test questions. The data that has been obtained is then analyzed and converted to the effectiveness criteria. Context evaluation results show that the basic physics practicum program has the aim to explore the understanding of the concepts of student physics and laboratory skills. The evaluation results of the input aspects include facilities and infrastructure, practicum guides, practicum assistants, and laboratory assistants with an average effectiveness of 80.24% with good criteria. The evaluation results of process aspects include practicum preparation, practicum implementation, and practicum evaluation system, the average percentage of process effectiveness is 83.42% with good criteria. The evaluation results of the product's effectiveness include aspects of science process skills, practical reports, cognition, and attitudes. The average percentage of product effectiveness is 81.49%, with good criteria. The implementation of the basic physics practicum program can be appropriately implemented and can be improved.
Psikoedukasi Kelompok dengan Peer Support untuk Meningkatkan Career Adaptability Santri di Pesantren Muslikah Muslikah; DYP Sugiharto; Sugiyo Sugiyo; Anwar Sutoyo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tidak langsung kemampuan beradaptasi karir yang dimediasi oleh peer support yang dialami oleh santri di pesantren. Dukungan sebaya atau peer support adalah salah satu bentuk dukungan sosial yang dirasakan sehingga dapat dianggap sebagai jumlah total faktor seseorang yang menyadari bahwa individu tersebut ada di lingkungan tersebut dan sedang didukung. Sementara itu, tidak semua santri memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan karir mereka. Santri di pesantren masih kurang pemahaman tentang adaptasi dengan karir. Oleh karena itu, fokus dalam kajian ini adalah untuk mengetahui apakah dukungan teman sebaya atau peer support dapat menentukan kemampuan adaptasi karir pada santri di pesantren. Metode tinjauan sistematis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan kajian literatur review. Kajian ini merupakan sebuah artikel konseptual yang didasarkan pada review artikel dengan jurnal bereputasi. Hasil telaah literatur ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi kelompok dengan mediasi peer support dapat meningkatkan adaptabilitas karir santri di pesantren. Penyampaian menggunakan metode psikoedukasi dapat juga dimanfaatkan untuk mengembangkan keterampilan santri. Abstract. This study aims to determine the indirect relationship between career adaptability mediated by peer support experienced by students in Islamic boarding schools. Peer support is a form of perceived social support so that it can be considered as the total number of factors a person realizes that the individual is in the environment and is being supported. Meanwhile, not all students have the ability to adapt to their careers. Santri in pesantren still lack an understanding of adaptation to a career. Therefore, the focus of this study is to find out whether peer support can determine the career adaptability of students in Islamic boarding schools. The methode systematic review carried out in this study was using a literature review review. This study is a conceptual article based on a review of articles by reputable journals. The results of this literature review indicate that group psychoeducation with peer support mediation can improve the career adaptability of students in Islamic boarding schools. Submissions using psychoeducational methods can also be used to develop students' skills.
Desain Model Pembelajaran ethno-discovery-project (edp): Misi Ketiga Perguruan Tinggi Dalam Pembelajaran Sains Muslimah Susilayati; Wahyu Hardyanto; Supriyadi Supriyadi; Arif Widyatmoko
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Misi ketiga (The Third Mission) perguruan tinggi meniscayakan sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha/industri di era digital. Misi yang mengubah paradigma tradisional menuju masyarakat modern berbasis pengetahuan. Perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan trasfer pengetahuan saja, tetapi juga harus berdampak pada sosial-ekonomi. Peran dan misi ketiga perguruan tinggi ini sejalan dengan tagihan dalam instrumen akreditasi program studi (IAPS). Desain model pembelajaran ethno-discovery-learning (edp) dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya pencapaian misi ketiga (TM) perguruan tinggi dalam pembelajaran sains. Artikel ini menyajikan desain model pembelajaran ethno-discovery-project (edp) yang bertujuan menjembatani sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri sebagai misi ketiga (TM) perguruan tinggi di era digital yang dapat diterapkan pada prodi Tadris IPA. TM dalam pembelajaran IPA dan keterlaksanaan sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri didiskusikan dalam artikel ini. Abstract. The third mission of higher education requires synergies with the government and the business/industry world in the digital era. A mission that changes the traditional paradigm to a modern knowledge-based society. Higher education not only excels in education, research, and knowledge transfer, but also has an impact on socio-economics. The roles and missions of these three universities are in line with the bill in the study program accreditation instrument (IAPS). The design of the ethno-discovery-learning (EDP) learning model can be an alternative in the effort to achieve the third mission (TM) of higher education in science learning. This article presents the design of the ethno-discovery-project (EDP) learning model which aims to bridge the synergy of universities, government, and industry as the third mission (TM) of higher education in the digital era that can be applied to the Tadris Science study program. TM in science learning and the implementation of synergies between universities, government, and industry are discussed in this article.
Implementasi TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) bagi Guru Bahasa Inggris dalam pembelajaran Bahasa dengan Penggunaan BOT Telegram Mustakim Sagita; Issy Yuliasri; Zulfa Sakhiya; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pergeseran dalam pengajaran dari tradisional ke pengajaran dengan pendekatan berbasis online telah menyebabkan perubahan dari pedagogical ke teknologi pedagogical content knowledge (TPACK). Dengan demikian, studi kasus ini bertujuan untuk mengamati dan menteorikan implementasi TPACK oleh seorang guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) yang bermigrasi dari platform pembelajaran online instan dan komersial ke aplikasi Bot Telegram yang dirancang sendiri untuk tujuan pengajaran. Subjek adalah seorang guru bahasa Inggris dari salah satu SMA unggulan di Sigli, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan mengikuti kelas selama satu semester dan melalui wawancara mendalam berdasarkan teori TPACK. Analisis tematik dengan pendekatan induktif diterapkan secara simultan pada kerangka TPACK. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi, pedagogis, dan pengetahuan konten dari Bot Telegram bergeser, menerapkan, merepresentasikan, dan memodelkan. Empat kesamaan teori TPACK terutama mewakili keberhasilan implementasi aplikasi pengajaran buatan guru menggunakan Bot Telegram . Abstract. The transition from offline to online modes of imparting education has resulted in a transformation from pedagogical to technical pedagogical content knowledge. Traditional teaching methods have been supplanted by these newer modes (TPACK). As a result, the purpose of this case study is to investigate and theorize the application of TPACK by an English as a Foreign Language (EFL) instructor who switched from instant and commercial online learning platforms to a self-designed Telegram Bot application that was used for instructional purposes. An English instructor from one of the most prestigious vocational high schools in Pidie, Indonesia, served as the topic of this article. The TPACK theory was used to guide in-depth interviews, which were used to collect data with participant observation gained through attending a class for an entire semester. The TPACK framework also underwent parallel application of a thematic analysis that took an inductive method. According to the findings, the Telegram Bot possessed technological, pedagogical, and content knowledge that was capable of changing, applying, representing, and modelling. The four commonalities of TPACK theory primarily reflect the effective deployment of teacher-made educational apps through the use of the Telegram Bot.
Peran Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Penalaran Analogi dalam Pembelajaran Matematika Guna Memenuhi Tuntutan Perkembangan Abad 21 Mutia Mutia; Kartono Kartono; Dwijanto Dwijanto; Kristina Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Matematika merupakan pelajaran yang seringkali dikatakan abstrak sehingga membutuhkan penalaran yang baik pula untuk mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kemampuan berpikir kreatif memiliki peranan penting dalam kehidupan karena dengan kemampuan berpikir kreatif dapat membawa kemajuan dan pengembangan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan ilmu yang sedang dihadapi dunia pendidikan saat ini yaitu harus memiliki berbagai kecakapan atau keterampilan yang nantinya setelah lulus dari sekolah dapat membawa mereka terjun ke dunia kerja dan dapat meraih keberhasilan. Untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis, perlu dilakukan aktivitas-aktivitas pemecahan masalah seperti analogi. Penalaran analogi penting untuk dimiliki dalam bidang matematika karena merupakan kunci daripada kreativitas. Jika penalaran analogi diterapkan dalam pembelajaran matematika maka dapat meningkatkan kreativitas siswa, mengembangkan kemampuan penalaran, meningkatkan motivasi, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, mengingat konsep-konsep matematika untuk jangka panjang, mengaitkan konsep-konsep matematika yang abstrak dengan kehidupan nyata siswa, dan dapat memberikan contoh lain melalui contoh analogi matematika. Abstract. Mathematics is a subject that is often said to be abstract so it requires good reasoning to be able to solve these problems. The ability to think creatively has an important role in life because the ability to think creatively can bring progress and development of science and technology in accordance with the demands of the times and science that is being faced by the world of education today, namely having various skills or skills that later after graduating from school can bring them into the world of work and can achieve success. Analogous reasoning is a very important reasoning in the field of mathematics and is the key to creativity. If analogical reasoning is applied in learning mathematics, it can increase students' creativity, develop students' reasoning and motivation skills, improve problem solving skills, remember mathematical concepts for the long term, relate abstract mathematical concepts to students' real lives, and can provide examples others through analogy examples in mathematics.
Representasi Isu Sosial Budaya pada Desain Poster dan Relevansinya terhadap Kemampuan Literasi Visual Tingkat Perguruan Tinggi Nadia Sigi Prameswari; Agus Cahyono; Slamet Subiyantoro; Eko Haryanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan seni di masa modern saat ini banyak sekali tantangan kontradiktif antara konsep dan implementasi di lapangan dalam kurikulumnya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa perguruan tinggi, khususnya mahasiswa Desain Komunikasi Visual di era modern ini adalah literasi visual. Namun, hingga saat ini kemampuan literasi visual mahasiswa masih sering dikesampingkan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi karya dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang dihasilkan dalam perkuliahan praktik, ditinjau dari keterampilan atau kemampuan literasi visual serta kreativitas dalam produksi ide. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual dari empat universitas, yaitu Universitas Negeri Semarang, Institut Seni Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro, dan Universitas Sebelas Maret. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik interpretivisme untuk menganalisis semua data tersebut. Dengan mengacu pada standar literasi visual di perguruan tinggi, hasil penelitian menunjukkan dari tiga gambar poster yang dibuat oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual, seluruhnya menunjukkan bahwa kemampuan literasi visual dan kreativitias produksi ide mahasiswa Desain Komunikasi Visual sudah baik dalam merepresentasikan isu – isu sosial dan budaya ke dalam hasil karyanya selama perkuliahan praktik, sehingga terdapat kebermaknaan pesan dalam karya tersebut. Abstract. Art education in the modern era today has many contradictory challenges between concepts and implementation in the field in the curriculum. One of the competencies that college students must possess, especially visual literacy students in this modern era, is visual literacy. However, until now, students’ visual literacy skills are still often neglected in the world of education. This study aims to determine the representation of the work of Visual Communication Design students produced in practical lectures regarding visual literacy skills or abilities and creativity in creating ideas. The samples used were Visual Communication Design students from four universities: Semarang State University, Indonesian Art Institute of Surakarta, Dian Nuswantoro University, and Sebelas Maret University. The sampling technique used was purposive sampling. The data obtained were analyzed using interpretivism techniques to explore all of the data. By referring to the visual literacy standards in universities, the results of the study show that from the three poster images made by Visual Communication Design students, all their work show that visual literacy skills and creativity in producing ideas for Visual Communication Design students are good at representing social and cultural issues into their work in lecture practice activities so that there is a meaningful message in their posters.