cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Analisis Self-Efficacy dalam Mata Pelajaran Matematika sebagai Upaya Pemetaan Kemampuan Non-Kognitif di Siswa Kelas 8 MTS N 2 Pemalang Imam Sayekti; Hardi Suyitno; Wardono Wardono; Dwijanto Dwijanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika seringkali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi sebagian besar siswa sekolahmenengah pertama. Self-efficacy pada siswa merupakan sebuah keyakinan yang menggambarkan kemampuan siswauntuk mengatur dan menggunakan potensi diri dalam menghadapi situasi yang akan dating. Siswa seringkalimengalami kesulitan dalam mengaplikasikan kemampuan self-efficacy untuk mengelola potensi dalam rangkamenyelesaikan permasalahan dalam menghadapi kesulitan selama proses belajar mengajar. Oleh sebab itu, penelitianini mencoba menganalisis kemampuan self-efficacy siswa usia sekolah menengah pertama sebagai dasar masukanpengelolaan kemampuan non-kognitif siswa. Penelitian dilakukan di MTS N 2 Pemalang dengan melibatkan 174siswa kelas delapan sebagai responden. Data dikoleksi menggunakan instrument angket online skala Likert yangmenggambarkan sikap inisiasi, persistensi dan aksi dalam menghadapi pembelajaran mata pelajaran matematika.Data yang diperoleh ditabulasi dan dianalisis secara structural equation modeling (SEM) menggunakan SmartPLS3.0. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan inisiasi siswa mencapai 68.44±10,98%, sedangkansikap persistensi mencapai 69,14±10,23%, dan aksi dalam memanfaatkan potensi diri sebesar 72,50±12,07%.Adapun kontribusi masing-maing aspek terhadap self-efficacy adalah aspek inisiasi sebesar 34,1%, persistensisebesar 19,8% dan aksi sebesar 56,9%. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa masih memiliki tindakan inisiasiyang rendah dan mudah mengalami penurunan minat dalam belajar matematika, namun dalam segi eksekusi tindakanmenyelesaikan tugas lebih tinggi dibanding aspek lain. Self-efficacy kemungkinan berpengaruh terhadap motivasisiswa dalam menghadapi permasalahan pada mata pelajaran matematika, serta keinginan mengejar prestasi di bidangtersebut. Selain itu, masalah lingkungan pergaulan atau teman sebaya juga memiliki peran dalam peningkatan selfefficacy.Secara rata-rata self-efficacy siswa kelas delapan MTS N2 Pemalang memiliki self-efficacy yang masihtergolong dalam kategori rendah.
Keseuaian Alat Evaluasi dengan Aspek Kognitif pada Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan Yrama Widya (Analasis Isi) Indah Rahmayanti; Andi Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui kognitif dan keragaman alat evaluasi Buku Teks Bahasa Indonesia kelas XI SMAKurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan Yrama Widya yang disesuaikan dengan aspek kognitif TaksonomiBloom dari C1 (Mengingat), C2 (Memahami), C3 (Mengaplikasikan), C4 (Menganalisis) , C5 (Mengevaluasi), C6(Mencipta). Metode analisis digunakan melalui deskriptif kualitaif. Hasil analisis mengungkapkan, bahwa analisissoal alat evaluasi buku teks Bahasa Indonesia kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan YramaWidya, maka dapat peneliti uraikan di dalam penelitian ini yaitu soal alat evaluasi yang terdapat pada buku teksBahasa Indonesia kelas XI SMA Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2016 Terbitan Yrama Widya terdapat 200 soal didalamnya,peneliti menemukan hasil soal alat evaluasi pada kategori C1 (Mengingat) sebanyak 64 soal denganpersentase 32%, soal alat evaluasi pada kategori C2 (Memahami) sebanyak 89 soal dengan persentase 44,5%, soalalat evaluasi pada kategori C3 (Mengaplikasikan) sebanyak 1 soal dengan persentase 0,5%, soal alat evaluasi padakategori C4 (Menganalisis) sebanyak 39% dengan persentase 19,5%, soal alat evaluasi pada kategori C5(Mengevaluasi) sebanyak 3 soal dengan persentase 1,5%, dan soal alat evaluasi pada kategori C6 (Mencipta)sebanyak 4 soal dengan persentase 2%
Peran Pendidikan Seni dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir kritis, Konstruktif dan Inovatif pada Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0 Indar Sabri; Muhammad Jazuli; Totok Sumaryanto F; Autar Abdillah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan peran pendidikan seni dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, konstruktif dan inovatif pada era society 5.0 untuk revolusi industri 4.0. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya. Peran pendidikan seni tidak hanya dalam konteks mikro (sekolah dan pergruan tinggi), tetapi juga dalam konteks makro, yakni masyarakat yang merupakan luaran dari lembaga-lembaga pendidikan. Oleh karena itu pendidikan seni harus bisa menjawab berbagai macam persoalan yang berhubungan dengan masyarakat. Belum selesai dengan isu Revolusi Industri 4.0, kini masyarakat dihadapkan kembali dengan isu society 5.0 (masyarakat 5.0) yaitu masyarakat, benda dan segala tatanan sosial yang ada terintegrasi dengan dunia maya. Pendidikan seni menjadi salah satu elemen yang sangat penting bagi masyarakat dalam menghadapi era yang terus berubah. Melalui pendidikan seni ini peserta didik diberikan layanan secara optimal dalam hal meningkatkan keterampilan berpikir kritis, konstruktif dan inovatif.
Pengaruh Metode Latihan Agility V terhadap Ketepatan Smash pada Atlet Bulutangkis Club Mahantara Bima Irfan Irfan; Esa Mahardhika
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan Agility V terhadap ketepatan smash pada atletbulutangkis klub Mahantara Bima. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain “one grouppretest-posttest desaign”. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Klub Mahantara Bima yang berjumlah 18 orang.Teknik sampling menggunakan total sampling. Atlet diberikan perlakuan selama 16 kali pertemuan. Analisis datamenggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh metode latihan V terhadap ketepatansmash pada atlet bulutangkis klub Mahantara Bima, dengan t hitung 10,66 > t tabel 2,12, dan nilai signifikansi 0,000< 0,05, dengan peningkatan persentase sebesar 53,59%.
Pentingnya Pendidikan Karakter pada Siswa Sekolah Dasar di Era 4.0 Irma Sofiasyari; HT Atmaja; Purwadi Suhandini
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia telah memasuki era revolusi industri 4.0. Revolusi industri 4.0 ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga semua orang dapat dengan mudah mengakses apapun, dimana pun dan kapan pun. Fenomena yang terjadi saat ini yaitu siswa menjadi lebih mudah untuk mengakses informasi, sehingga berdampak pada perilaku siswa yang ikut meniru perbuatan kurang baik. Oleh karena itu pendidikan pada era 4.0 di Sekolah Dasar perlu diimbangi dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan proses penanaman moral dan agama yang diberikan kepada siswa dengan cara pembiasaan sejak dini, penguatan dan pengembangan perilaku. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pendidikan era revolusi 4.0, mendeskripsikan pentingnya pendidikan karakter pada siswa Sekolah Dasar di era 4.0 dan mendeskripsikan cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada siswa Sekolah Dasar untuk menghadapi era 4.0. Hasil studi menunjukkan bahwa pendidikan karakter begitu penting untuk menghadapi degradasi akhlak, moral dan budi pekerti di era 4.0, sehingga pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini.
Pemanfaatan Youtube untuk Pembelajaran Fisika dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Laboratorium Siswa Thomas Tris Triantoa; Hartono Hartono; Isa Akhlis
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Fisika sangat identik dengan penyelidikan fenomena alam. Mempelajari fisika sebaiknyatidak hanya melalui teori saja, namun juga melalui praktik di laboratorium (praktikum). Penelitian inimemanfaakan media sosial Youtube untuk share media video pembelajaran (materi dan kegiatanpraktikum) berbasis guided inquiry. Tujuan penelitian adalah pembuatan media Youtube Channel“Laboratorium Fisika” berbasis guieded inquiry untuk meningkatkan pemahaman konsep danketerampilan laboratorium siswa. Hal ini didasarkan pada kurangnya keterampilan laboratorium siswa,sehingga dalam pembelajaran mereka tidak dapat mencapai tujuan belajar dengan maksimal. Metodepenelitian mengggunakan Research and Development untuk pembuatan media Youtube Channel“Laboratorium Fisika” dan Quasi Experimental Design dengan metode PreTest and PostTest GroupDesign untuk mengetahui peningkatan pemahaman konse siswa dan keterampilan laboratorium siswa.Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sampling dan didapat satu kelas yaitu kelas XIIPA 1 SMA N 2 Semarang. Selanjutnya dilakukan pengambilan data menggunakan angket dan soal yangtelah divalidasi. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah uji N-Gain dan uji t berpasangan.Hasil penelitian menunjukkan telah berhasil dibuat Youtube Channel “Laboratorium Fisika” berbasisguided inquiry dengan kriteria “Sangat Layak” dengan penilaian 91%, serta sudah memenuhi kriteriavideo pembelajaran berbasis guided inquiry. Pembelajaran dengan media tersebut juga dapatmeningkatkan pemahaman konsep dengan Nilai N-Gain 0,4 dengan kriteria “Sedang” dan keterampilanlaboratorium dengan Nilai N-Gain 0,7 dengan kriteria “Sedang”.
Desain Bahan Ajar Berbasis Koneksi Matematis Isep Badrussalam Wanasima; Liana Dwi Utami
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, karena matematika memiliki keterkaitandengan disiplin ilmu lainnya. Kemampuan mengaitkan konsep-konsep matematika baik dengan antar konsep matematika, maupun dengan bidang lainnya disebut kemampuan koneksi matematis. Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan yang penting dan esensial yang harus dikuasai oleh siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kemampuan koneksi matematis siswa diantaranya adalah dengan ditemukannya learning obstacle yang bersifat epistimologis. Hal inilah yang dijadikan pertimbangan oleh guru dalam pengembangan desain didaktis. Desain didaktis memiliki peranan penting dalam pembelajaran, sehingga harus disusun sebaik mungkin agar mampu meminimalisir learning obstacle. Selain itu, peranan guru dalam pembelajaran pun sangat penting. Guru harus mampu memberikan intervensi dalam pembelajaran, baik intervensi didaktis dengan menyajikan situasi didaktis yang berkaitan dengan materi, maupun intervensi pedagogis. Sehingga siswa dapat mengoptimalkan kemampuan koneksi matematisnya.
Kajian Literatur Strategi Belajar Metakognisi dalam Belajar Instrumen Musik Riyan Hidayatullah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ini bertujuan untuk melakukan melakukan melakukan penelurusan tentang strategi pemnelajaran metakognisi dalam pembelajaran musik. Strategi ini memungkinkan seorang pembelajar musik memaksimalkan pengaturan diri dalam menyusun perencanaan, memonitor dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis literatur dan referensi yang relevan berdasarkan penggunaan metakognisi dalam pembelajaran musik. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan pemetaan yang komprehensif dan refleksi terhadap pembelajaran musik yang umum terjadi di Indonesia. Hasilnya, metakognisi menekankan pada pengaturan diri dalam belajar untuk mengambil sebuah keputusan, merefleksikan tujuan belajar, latihan secara intensif, memecahkan masalah dan mencatat setiap kemajuan dalam belajar musik. Kesimpulannya, metakognisi merupakan kemampuan belajar tingkat tinggi yang menuntut kemandirian dan masih memerlukan guru. Kemampuan mengorganisasi waktu dan materi latihan menjadi faktor penentu dalam pembelajaran musik. Strategi ini dapat diterapkan pada pembelajaran individu dan ansambel untuk setiap instrumen musik.
Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Menyelesaikan Masalah Soal Cerita Rizki Ahid Nurhasanah; S B Waluya; Iqbal Kharisudin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data pendahuluan mengenai kemampuan komunikasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan masalah berbentuk soal cerita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 36 peserta didik dari kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Lasem. Pengumpulan data terdiri dari tes tertulis dan wawancara. Tes tertulis dilakukan untuk mengukur kemampuan komunikasi matematis dan wawancara dilakukan untuk memperoleh data lebih mendalam dari peserta didik mengenai kemampuan komunikasi matematis. Berdasarkan hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis peserta didik kelas XI masih rendah. 4 peserta didik atau 11% dari jumlah perserta didik mampu menyelesaikan soal cerita menggunakan 4 indikator kemampuan komunikasi matematis, 6 peserta didik atau 17% dari jumlah peserta didik dapat menyelesaikan soal cerita menggunakan 3 indikator kemampuan komunikasi matematis, 12 peserta didik atau 33% dari jumlah perserta didik mampu menyelesaikan soal cerita menggunakan 2 indikator kemampuan komunikasi matematis, 8 atau 22% dari jumlah peserta didik menyelesaikan soal cerita menggunakan 1 indikator kemampuan komunikasi matematis, dan 6 peserta didik atau 17% dari jumlah peserta didik yang belum dapat menyelesaikan soal cerita sesuai indikator kemampuan komunikasi matematis.
Optimalisasi Peran Akademika Prodi S-2 Pendidikan Dasar dalam Menyiapkan Big Data Akreditasi Unggul S Sarwi; A Anggraini; W A Azizah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu wujud upaya adalah melakukan evaluasi diri bertujuan menentukan kekurangan dan keunggulan prodi S2 Pendidikan Dasar. Melalui penelitian ini ditujukan untuk menghimpun big data dalam upaya menyiapkan akreditasi pada periode tahun 2021. Tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan dan memaknai data dan informasi serta merancang program unggulan dalam upaya untuk memajukan atmosfer akademika prodi S2 Pendidikan Dasar Pascasarjana UNNES. Subjek penelitian adalah civitas akademika yang terkait dengan pengelolaan Program Studi S2 Pendidikan Dasar, mulai dari mahasiswa, sumber daya manusia (tenaga kependidikan dan dosen) yang ditentukan secara purposive sampling. Alat pengumpul data adalah kuesioner tertutup dan terbuka, lembaga observasi dan studi dokumen, serta panduan wawancara. Teknik analisis data menggunakan deskriptif persentase dan analisis kualitatif. Hasil penelitian meliputi pendataan prestasi dosen, mahasiswa, serta peran tenaga kependidikan prodi S2 Pendidikan Dasar untuk menyiapkan big data akreditasi unggul pada masa yang akan datang. Sebagian besar mahasiswa S-2 Pendidikan Dasar Unnes memperoleh predikat dengan pujian, namun sebagian besar masih menempuh durasi belajar di atas 2 tahun. Untuk itulah perlu kerjasama semua pihak agar durasi belajar maksimal 2 tahun.