cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Kemampuan Literasi Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar pada Pembelajaran MEA Pendekatan Saintifik Dominikus Tasekeb; Wardono Wardono; Mulyono Mulyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel konseptual ini bertujuan untuk mendeskripsikan literasi matematika dalam memecahkan masalahmelalui pembelajaan Mean-Ends Analysis pendekatan saintifk ditinjau dari kemandirian belajar. Literasimatematika merujuk pada kemampuan individu untuk memformulasikan, mengunakan, dan menginterpretasikan matematika dalam berbagai konteks. Terdapat tujuh komponen kemampuan yang terdapat dalam literasi matematika yaitu (1) komunikasi, (2) matematisasi, (3) menyajikan kembali, (4) menalar dan memberi alas an, (5) mengunakan strategi pemecahan masalah, (6) menggunakan symbol, Bahasa formal dan Teknik, (7) mengunakan alat matematika. Hasil kajian diperoleh bahwa diprediksi pembelajar mean-Ends Analysis pendekatan saintifik dengan ditinjau dari kemandirian belajar merupakan pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan kemampuan literasi matematika.
Nilai-nilai Pendidikan Cerita Mamanda bagi Generasi Milenial dalam Cendera Mata sebagai Hasil Industri Kreatif Dwi Wahyu Candra Dewi; Agus Nuryatin; Teguh Supriyanto; Ida Zulaeha
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita mamanda merupakan cerita lisan dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang biasanya disampaikan melaluipertunjukan mamanda. Pertunjukan mamanda mulai jarang diadakan oleh karena itu cerita mamanda pun mulaijarang didengar oleh generasi milenial. Seperti cerita-cerita yang lainnya, cerita mamanda memiliki nilai-nilaipendidikan yang terkandung di dalamnya. Tujuan penelitian ini yaitu memaparkan kembali nilai-nilai pendidikancerita mamanda bagi generasi milenial dan mempertahankan nilai-nilai pendidikan tersebut pada cendera mata.Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdapatbeberapa nilai-nilai pendidikan dari cerita mamanda untuk generasi milenial yaitu nilai kesantunan, nilai kerukunan,nilai kerjasama dan pemertahanan nilai-nilai pendidikan cerita mamanda pada cendera mata. Simpulan dari penelitianini, terdapat nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam cerita mamanda untuk generasi milenial dan terdapat carapemertahanan nilai-nilai cerita mamanda tersebut.
Smart Campus di Era 4.0 Melalui Blended Learning Mencetak Polri Promoter Menuju Indonesia Maju Elisa Ika Yuniawati; Fakhrudin Fakhrudin; Rusdarti Rusdarti; Kardoyo Kardoyo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era revolusi industri 4.0 terjadi banyak perubahan di berbagai bidang utamanya pada bidang pendidikan.Dengan munculnya perubahan disrupsi informasi ini menjadi tantangan besar bagi lembaga Pendidikan AkademiKepolisian untuk menjalankan perannya sebagai Lembaga Pendidikan yang membentuk calon perwira Polri yangprofessional, modern, dan terpercaya menuju Indonesia maju. Akpol menerapkan teknologi smart campus sebagaiupaya dalam mengahdapi perubahan era ini. Perubahan zona waktu generasi milenial yang mana taruna lahir di eradigital memiliki budaya yang berbeda dengan generasi sebelumnya menuntut Lembaga Pendidikan Akpol untukmenerapkan sarana digital pada komponen pendidikan seperti pembelajaran yang disesuaikan dengan eranya tanpamengenyampingkan pendidikan karakter untuk menghasilkan Polri yang professional, cerdas, bermoral, modernyang berwawasan global dan berstandar internasional guna menuju Indonesia maju. Konsep pembelajaran blendedlearning diterapkan untuk menjawab tantangan tersebut dengan memanfaatkan perangkat elektronik dan internetyang terpadu dalam satu aplikasi sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Penggunaan konsep ini akanmenjadikan taruna belajar melalui pendekatan pembelajaran seumur hidup guna mengembangkan kompetensinya.
Kurikulum PAUD Inklusi dalam Menghadapi Era Industri 4.0 Elizabeth Wahyu Margareth Indira
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan layanan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yangmemiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan secara bersamasamadengan peserta didik lainnya. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui kurikulum PAUD inklusi dalammeghadapi era industri 4.0., bagaimana bentuk kurikulum PAUD inklusi yang dikembangkan dan apa saja yangmenjadi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam pelaksanaan kurikulum PAUD inklusi.Bentuk kurikulum PAUD inklusi yang dikembangkan berdasarkan pada kurikulum PAUD reguler yang telahdimodifikasi. Penyusunan kurikulum PAUD inklusi berdasarkan jenis gangguan, tingkat berat ringannya gangguandan hasil asesmen yang telah dilakukan. Bentuk kurikulum dikembangkan sesuai dengan aspek perkembangan nilaiagama dan moral, perkembangan fisik motorik, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, perkembangan sosialemosional dan seni. Faktor penghambat dalam implementasi kurikulum PAUD inklusi meliputi terbatasnyainformasi tentang PAUD inklusi, latar belakang pendidikan guru belum sesuai, kurangnya ketersediaan referensitentang PAUD inklusi. Faktor pendukung meliputi kerjasama secara holistik mempermudah orangtua, guru danterapis untuk memberikan pendidikan secara menyeluruh dan terintegrasi. Disarankan PAUD inklusi bekerjasamadengan penyelenggara sekolah inklusi, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.
Kemampuan Literasi Matematis Melalui Strategi REACT Berpendekatan SPUR Endang Setiasih; Mohammad Asikin; Scolastika Mariani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi matematika dilihat berdasarkan hasil PISA 2016. Pembelajaran melalui strategiREACT berpendekatan SPUR diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kemampuan literasi. Tujuan kajiankonseptual ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa melalui strategi REACTberpendekatan SPUR. Literasi matematika merupakan pengetahuan untuk mengetahui dan menerapkan dasarmatematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk meningkatkan kemampuan literasi matematika diperlukan adanyastrategi dan pendekatan pada proses pembelajaran. Strategi REACT dapat melatih siswa untuk mengembangkankemampuan pemahaman konsep matematika karena dalam pembelajaran siswa dituntut untuk memahami suatukonsep berdasarkan permasalahan yang diberikan mengaitkannya dengan pengalaman dan pengetahuan awal yangdimiliki siswa. SPUR yaitu: (a) Skill : menggambarkan prosedur seperti menggunakan satu atau beberapa langkahdalam algoritma, menemukan algoritma baru, dan menggunakan teknologi untuk menyelesaikan perhitunganmatematika. (b) Properties : adalah teori-teori dan prinsip-prinsip yang mendasari matematika, sering digunakansiswa untuk mengidentifikasi atau menggunakan sifat matematika atau memberikan alas an kesimpulan matematika.(c) Uses : adalah aplikasi dunia nyata, memungkinkan siswa untuk mengembangkan model untuk menggambarkanmasalah matematika. (d) Representation : adalah pelukisan visual dari konsep matematika. Penilaian denganmenggunakan SPUR ini dilihat dari masalah matematika dengan level atau tingkatan yang terendah yaitu skill yangakan mengarah kepada tingkatan yang tertinggi yaitu representation.
Analisis Sikap Tanggap Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada Milenial Kota Semarang Erni Suharini; Edi Kurniawan; Muchamad Dafip
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran generasi milenial akan adanya bencana terutama banjir merupakan salah satu aspek personal yangmenentukan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana. Kesadaran akan bencana muncul denganmengembangkan sikap tanggap dan siap siaga bencana terkait bagaimana bertindak saat bencana datang.Sering kali, milenial terdistorsi dengan perkembangan teknologi dan justru menjadikan bencana sebagai ajangpamer di media sosial. Penelitian ini bertujuan sebagai upaya untuk meningkatkan peran masyarakat,khususnya kaum milenial melalui identifikasi sikap tanggap dan kesiapsiagaan milenial dalam menanganibanjir di Kota Semarang. Sebanyak 278 responden berusia 18-35 tahun dilibatkan yang berasal dari seluruhkecamatan di kota Semarang, dengan metode observasi eksploratif untuk menilai sikap dan kesiapsiagaan.Data diperoleh dengan menggunakan observasi, kuesioner berbasis Google Form. Pengamatan lapangandilakukan untuk memperkuat hasil dan digunakan sebagai data pendukung. Semua data yang diperolehdilakukan wawancara mendalam dan melanjutkan ke tahap pengkodean, tabulasi dan penyaringan. Datadianalisis menggunakan metode persamaan compare means dengan softwere SPSS 24. Analisis yangdigunakan ada uji ANOVA untuk melihat persamaan antar parameter, uji t-test untuk melihat perbedaan antarvariable dan uji korelasi untuk melihat hubungan antar variable. Hasil kuesioner dan data penilaian instrumenkemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan analisis komponen. Data yang telah diperoleh disajikandengan bantuan Ms. Excel. Berdasarkan hasil observasi, kaum milenial yang berada di daerah bencana, lebihtanggap dan memiliki sikap kesiapsiagaan bencana lebih tinggi serta mampu mengelola strategi dalammenangani masalah terkait banjir
Model Manajemen Sekolah Berbasis Modal Sosial untuk Meningkatkan Kinerja Sekolah di Era Revolusi 4.0 Erwin Erlangga; Sugiyo Sugiyo; Haryono Haryono; Titi Prihatin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan suatu produk berupa model yang digunakan untuk meningkatkan kinerja sekolah.Lokasi penelitian ini di MI Annur Losari Brebes. Subjek terdiri dari kasus yang dipilih secara purposive. Pendekatanpenelitian ini adalah pendekatan Research and Development (R&D) dengan menggunakan desain pengembangan Dickand Carey. Produk akhir penelitian ini berupa model manajemen sekolah berbasis modal sosial yang telah dievaluasioleh ahli manajemen pendidikan dan praktisi manajemen pendidikan serta uji terbatas. Penelitian pengembangan inimenghasilkan produk untuk meningkatkan kinerja sekolah. Produk manajemen sekolah berbasis modal sosial layakdigunakan sebagai model manajemen sekolah di Kabupaten Brebes Jawa Tengah Indonesia karena model manajemensekolah berbasis modal sosial secara statistik terbukti efektif untuk meningkatkan kinerja sekolah.
Modalitas Estetis Penyandang Tunanetra dalam Distingsi Sosial- Budaya di Era Industri Nur Fajrie; T. R. Rohidi; M. Syakir; I. Syarif
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran seni untuk penyandang tunanetra dalam paradigma era industri society 5.0 didasarkan pada karakteristik sumberdaya manusia yang memiliki kepekaan rasa dan intuisi terhadap kedalaman budaya. Pendidikan seni menjadi mediumberinteraksi radikal terhadap perubahan zaman yang dapat meminimalisir problem dependensi penyandang tunanetra.Kapabilitas teknologi menunjang keberadaan penyandang tunanetra dalam menterjemahkan cipta, rasa dan karsa untukmendapatkan kebenaran, keindahan dan kebaikan dari segala sesuatu yang alaminya. Pendekatan artikel ini mengarahpada konsep Art Based Research dalam pendidikan dan pelayanan sosial penyandang tunanetra. Estetika danpenerapannya menjadi fokus kebutuhan penyandang tunanetra melalui (1) potensi personal, (2) proses interaktif sosial, (3)kolaboratif . Hasil yang ditemukan mengarah pada nilai fungsi (utilitarianism) dan nilai kepedulian sosial (Care of Ethics)bagi evolusi era industri saat ini dan mendatang. Resistensi sosial terbentuk sebagai pembeda kelompok penyandangtunanetra dalam ranah arena di era industri sosial yang mengutamakan nilai humanisme terhadap keterbatasan fisik dankehidupan selanjutnya. Social Model lahir dari kebutuhan dan perubahan sosial melalui pelayanan estetis yangmengakomodir hak penyandang tunanetra sebagai Inclusive Society dalam variabilitas paradigma perkembangan zaman.
Membangun Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa dengan Pembelajaran PjBL terintegrasi Pendekatan STEM Farida Maria Ulfa; M Asikin; Nur Karomah Dwidayati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan makalah ini bertujuan mengkaji tentang bagaimana membangun kemampuan berpikir kreatif matematisdengan model PjBL terintegrasi Pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). ModelPjBL terintegrasi pendekatan STEM adalah salah satu inovasi pembelajaran yang dapat melatih kemampuanberpikir kreatif matematis. Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan kemampuan menemukan solusiberagam secara mudah dan fleksibel terhadap masalah matematika yang terbuka, namun dapat diterimakebenarannya. Hal ini selaras dengan keuntungan menerapkan model PjBL terintegrasi pendekatan STEM yaitumelalui kegiatan kolaboratif melibatkan siswa untuk berpikir pada suatu permasalahan yang kompleks yangmengasah daya berpikir dan bernalar mereka, dapat meningkatkan minat belajar siswa, menciptakan pembelajaranyang bermakna, dan membantu siswa dalam memecahkan suatu masalah serta menunjang karir dimasa yang akandatang. PjBL berbasis STEM juga memberikan tantangan dan motivasi bagi para siswa, karena hal tersebut mampumelatih siswa berpikir kreatif matematis.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa dalam Pembelajaran Flipped Classroom berbantuan Android Feti R Kristanti; Isnarto Isnarto; Mulyono Mulyono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dalampembelajaran Flipped Classroom berbantuan Android. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif denganpendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 36 peserta didik kelas XI MIPA 6 SMA Negeri 1 Kendal.Pengumpulan data melalui tes tertulis dan wawancara.. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil studipendahuluan pada 36 peserta didik, terdapat 8,3 % pesera didik dapat menyelesaika 6 indikator ,11,1 % pesertadidik dapat menyelesaikan 5 indikator , 16,6 % peserta didik dapat menyelesaikan 4 indikator , 55,5% pesertadidik dapat menyelesaikan 1 sampai 3 indikator , dan 8,3% peserta didik tidak dapat menyelesaikan 6 indikatorkemampuan pemahaman konsep matematis melalui pembelajaran Flipped Classroom .Dari hasil wawancaraditemukan bahwa peserta didik yang kemampuan pemahaman matematisnya kurang baik menyatakan sulitmemahami materi, menganggap pembelajaran Flipped Classroom hanya menghabiskan biaya dan menyitakesenangannya. Mereka juga mengatakan tidak suka matematika, enggan belajar mandiri karena kebiasaanketergantungan terhadap guru dan temannya. Mereka yang tertinggal ini cenderung bersikap pasif dan tidakmengejar ketinggalannya.

Page 10 of 83 | Total Record : 830