cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Prinsip, Karakteristik, dan Profil dalam Pelatihan Kepewaraan Formal Mahasiswa di Perguruan Tinggi Berorientasi Kecakapan Hidup Irfan Efendi; Fathur Rokhman; Rustono Rustono; Rahayu Pristiwati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa dalam meningkatkan kepewaraan sebagai sebuah kecakapan hidup sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) Keterampilan berbicara dan Retorika. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan prinsip, karakteristik dan profil pelatihan kepewaraan formal mahasiswa di perguruan tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library research). Dalam penelitian ini, studi pustaka yang digunakan adalah jurnal nasional dan internasional, buku, maupun hasil penelitian yang relevan. Setelah data-data pustaka terkumpul, penulis menyusun dan mengurutkannya menjadi temuan baru atau pijakan baru. Hasil penelitian kajian ini bahwa pelatihan yang baik harus memiliki pertama prinsip pelatihan, yaitu (1) perbedaan individu; (2) spesifikasi mahasiswa; (3) motivasi mahasiswa; (4) partisipasi aktif; (5) seleksi mahasiswa; (6) seleksi pengajar; (7) kompetensi pengajar; (8) metode pelatihan; dan (9) asas belajar. Kedua, menentukan karakteristik pelatihan kepewaraan mahasiswa, yaitu (1) memiliki pengetahuan kebahasaan; (2) memiliki pengetahuan nonkebahasaan; (3) memiliki motivasi; (4) memiliki keberanian; (5) memiliki kepercayaan diri; (6) memiliki keterampilan Media kepewaraan atau teknologi informasi; (7) menguasai panggung. Ketiga, menentukan profil pewara formal.. Untuk menjadi pewara professional yang berorientasi kecakapan hidup diperlukan sintax berupa OEKIER, yaitu Orientasi, Eksplorasi, Konseptual, Implementasi, serta Evaluasi dan Refleksi. Simpulan penelitian ini adalah prinsip, karakteristik, dan profil pelatihan kepewaraan disusun berdasarkan kajian kurikulum dan CPMK yang telah disusun berdasarkan kebutuhan mahasiswa untuk menjadikan keterampilan kepewaraan sebagai sebuah kecakapan hidup. Untuk menjadi seorang pewara profesional dibutuhkan pengetahuan kebahasaan dan nonkebahasaan, selain itu harus ditunjang pula dengan unsur penunjang pewara, yaitu etika, estetika, kecakapan personal,kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional. Proses mewujudkannya dilakukan dengan pelatihan kepewaraan dengan langkah sintaks OEKIER (Orientasi, Eksplorasi, Konseptualisasi, Implementasi, Evaluasi dan Refleksi). Abstract. This research is motivated by the needs of students in improving sanity as a life skill in accordance with the learning outcomes of the subjects (CPMK) Speaking and Rhetoric Skills. The purpose of this study is to describe the principles, characteristics and profiles of formal student training in tertiary institutions. The research method used is library research. In this research, literature studies used are national and international journals, books, and relevant research results. After the library data has been collected, the authors arrange and sort them into new findings or new footholds. The results of this study indicate that good training must have the first principles of training, namely (1) individual differences; (2) student specifications; (3) student motivation; (4) active participation; (5) student selection; (6) teacher selection; (7) teacher competence; (8) training methods; and (9) the principle of learning. Second, to determine the characteristics of student sanity training, namely (1) having linguistic knowledge; (2) have non-linguistic knowledge; (3) have motivation; (4) have courage; (5) have self-confidence; (6) possessing media skills or information technology; (7) dominate the stage. Third, determine the profile of a formal presenter. To become a professional presenter with life skills orientation, a syntax in the form of OEKIER is required, namely Orientation, Exploration, Conceptual, Implementation, as well as Evaluation and Reflection. The conclusion of this research is that the principles, characteristics, and profiles of civic training are compiled based on a study of the curriculum and CPMK which have been compiled based on the student's needs to make civic skills a life skill. To become a professional presenter, linguistic and non-linguistic knowledge is needed, besides that, it must also be supported by supporting elements of the presenter, namely ethics, aesthetics, personal skills, social skills, academic skills, and vocational skills. The process of making it happen is carried out by sanity training with the OEKIER syntax steps (Orientation, Exploration, Conceptualization, Implementation, Evaluation and Reflection).
Nilai Moral dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2019 dan Pemanfaatannya sebagai Bahan Ajar di SMA Inir Inir; Juwanda Juwanda; Masrurih Masrurih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan nilai moral yang terdapat dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas 2019, , (2) merancang bahan ajar teks cerpen untuk siswa kelas XI SMA, dan (3) mengetahui hasil validasi bahan ajar. Cerpen merupakan karya sastra yang di dalamnya menceritakan kehidupan sosok tokoh. Di dalam teks cerpen pastinya mengandung nilai kehidupan. Salah satunya yaitu nilai moral. Dalam lingkup nilai moral terdapat empat yaitu; (1) kategori nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, (2) kategori nilai moral hubungan manusia dalam lingkup sosial, (3) kategori nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan-Nya, dan (4) kategori nilai moral hubungan manusia dengan alam. Sedangkan bahan ajar digunakan untuk membantu seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Metode yang digunakan oleh peneliti yaitu metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitik. Simpulan dalam penelitian ini adalah; (1) kategori nilai moral yang terdapat dalam kumpulan cerpen pilihan Kompas 2019 yaitu nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri, nilai moral hubungan manusia dengan manusia dalam lingkup sosial, dan nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan-Nya, dari ketiga masing-masing kategori tersebut di dalamnya mengandung nilai Moral. (2) cerpen yang dijadikan sebagai bahan ajar teks cerpen adalah empat, yaitu Mereka Mengeja Larangan Mengemis karya Ahmad Tohari, Mek Mencoba Menolak Memijat karya Rizqi Turama, Hyang Ibu karya Made Adnyana Oleh, dan Di Atas Tanah Retak karya Indra Tranggono. (3) rancangan bahan ajar disusun berdasarkan KD 3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca dan KD 4.8 Mendemonstrasikan salah satu nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang dibaca. (4) hasil validasi dosen ahli dan guru bahasa Indonesia, yaitu berdasarkan hasil validasi dosen ahli yang diperoleh yaitu sebanyak 94%. Hasil validasi guru bahasa Indonesia yang diperoleh yaitu sebanyak 92%. Nilai secara keseluruhan dari hasil kedua validator ahli di atas yaitu 93% dikategorikan sangat valid. Abstract. The purpose of this study are; (1) to describe the moral values contained in the collection of short stories selected by Kompas 2019, (2) to design short story text teaching materials for class XI high school students, and (3) to find out the results of the validation of teaching materials. Short story is a literary work that tells the life of a character. The short story contains the value of life. One of them is moral values. Within the scope of moral values, there are four namely; (1) category of moral value of human relationship with himself, (2) category of moral value of human relationship in the social sphere, (3) category of moral value of human relationship with God, and (4) category of moral value of human relationship with nature. While teaching materials are used to assist a teacher in carrying out the learning process. The method used by the researcher is a qualitative method using an analytical descriptive approach. The conclusions in this study are; (1) the categories of moral values contained in the collection of short stories selected by Kompas 2019 are the moral values of human relations with themselves, the moral values of human relations with humans in the social sphere, and the moral values of human relationships with God, from each of these three categories, it contains moral values. (2) short stories that are used as teaching materials for short stories are four, namely They Spelling The Prohibition of Begging by Ahmad Tohari, Mek Trying to Refuse to Massage by Rizqi Turama, Hyang Ibu by Made Adnyana By, and On the Ground of Cracks by Indra Tranggono. (3) the design of teaching materials is prepared based on KD 3.8 Identifying the values of life contained in a collection of short stories read and KD 4.8 Demonstrating one of the values of life contained in a collection of short stories read. 4) the results of the validation of expert lecturers and Indonesian language teachers that is based on the results of expert lecturer validation obtained as much as 94%. The results of the Indonesian language teacher validation obtained were 92%. The overall value of the results of the two expert validators above is 93% categorized as very valid.
Inovasi Media Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dalam Pendidikan Abad 21 Leli Nisfi Setiana; Agus Nuryatin; Teguh Supriyanto; Nas Haryati Setyaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis digital. Pendidikan abad 21 menjadi tonggak perubahan besar dalam berbagai bidang sektor kehidupan, tak terkecuali bidang pendidikan. Semakin berkembangnya teknologi masa depan, sehingga masyarakat perlu berbenah dan mampu beradaptasi dengan cepat. Media pembelajaran menjadi satu diantara beberapa perangkat pembelajaran yang sangat penting bagi seorang pendidik. Penggunaan media pembelajaran berbasis digital di abad 21 menjadi sebuah keharusan yang wajib diketahui dan dimiliki oleh setiap pengguna media pembelajaran yaitu pendidik dan peserta didik. Pentingnya media pembelajaran seperti halnya jantungnya sebuah proses belajar mengajar yang akan memberikan dampak besar berupa positif dan atau negatif terhadap peserta didik. Inovasi media dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dapat terwujud dalam beberapa aplikasi yaitu aplikasi poetry, aplikasi messi, aplikasi teprodiwa, dan aplikasi marbel teksi. Keempat inovasi media pembelajaran tersebut terbukti dapat menambah pengetahuan pendidik, menarik perhatian peserta didik, dan sangat fleksibel karena dapat tersimpan di HP. Abstract. The purpose of this study is to describe digital-based Indonesian language and literature learning media. 21st century education is a milestone for major changes in various sectors of life, including education. The development of future technology, so people need to improve and be able to adapt quickly. Learning media is one of several learning tools that are very important for an educator. The use of digital-based learning media in the 21st century is a must that must be known and owned by every user of learning media, namely educators and students. The importance of learning media is like the heart of a teaching and learning process that will have a large positive and or negative impact on students. Media innovation in learning Indonesian language and literature can be realized in several applications, namely poetry applications, messi applications, teprodiwa applications, and taxi marbel applications. The four learning media innovations have been proven to increase the knowledge of educators, attract the attention of students, and are very flexible because they can be stored on cell phones.
Studi Literatur: Analisis Penerapan dan Pengembangan Penilaian Autentik Kurikulum 2013 pada Jurnal Nasional dan Internasional Suhud Aryana
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian studi literatur yang bertujuan menganalisis beberapa temuan dari hasil artikel, jurnal dan prosiding penelitian sebelumnya. Tujuan analisis ini mengacu pada penerapan dan pengembangan penilaian autentik kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif kualitatif melalui cara menganalisis, mengidentifikasi, serta mendalami temuan-temuan dari hasil penelitian sebelumnya. Objek penelitian ini adalah jurnal, artikel dan prosiding pada yang diterbitkan pada tingkat nasional dan internasional. Singkat kata, hasil dari penelitian ini menunjukkan dua kategorisasi analisis yang pertama, kategori penerapan ditemukan bahwa masih ada guru yang mengalami beberapa kesulitan sehingga dibutuhkan pengarahan khusus melalui workshop atau seminar terkait penilaian autentik yang mengacu pada tiga aspek afektif, kognitif dan psikomotor penilaian. Akan tetapi, sebagai penelitian yang menunjukkan penerapan penilaian autentik ini guru merasa cukup terbantu menilai ketercapaian siswa dalam belajar. Kategori kedua yaitu pengembangan, hasil dari beberapa pengembangan penilaian autentik dari beberapa peneliti menunjukkan hasil bahwa penilaian autentik ini dapat diterima oleh guru, siswa, dosen maupun mahasiswa untuk menilai kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan dalam belajar. Ini terbukti bahwa suatu penelitian dan pengembangan penilaian autentik dari beberapa inovasi penerapan dapat diterima dengan baik, efektif dan efisien. Abstract. This research was conducted literature study that aims to analyze several findings from the results of articles, journals and proceedings of previous studies. The purpose of this analysis refers to the application and development of assessments using the 2013 curriculum. This research is a qualitative method with a descriptive design through analyzing, identifying, and exploring the findings of previous research. The objects of this research are journals, articles and proceedings published at national and international levels. In short, the results of this study show two categorizations, the first analysis, the application category, it was found that there were still teachers who experienced some difficulties so that special guidance was needed through workshops or seminars related to authentic assessment which refers to three aspects of affective, cognitive and psychomotor. However, as research shows authentic assessment, teachers find it quite helpful to assess student achievement in learning. The second category is development, the result of several authentic developments from several researchers. The results that are authentic can be accepted by teachers, students, lecturers as well as to assess the ability of attitudes, knowledge and skills in learning. It is proven that an authentic research and development of several application innovations can be well received, effective and efficient.
Pendekatan Nilai Profetik pada Assesment Karakter Peserta Didik (Studi Kasus Nilai Humanisasi) Azam Hanif Adin; Supriyadi Supriyadi; Joko Sutarto; Wahyu Lestari
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan Karakter menjadi sebuah wacana dan perhatian berbagai pihak selama beberapa dekade. Termasuk salah satunya Presiden Joko Widodo yang membawa revolusi mental. Gagasan Pendidikan Karakter membuka luas diskursus tentang bagaimana menanamkan moral value kepada peserta didik. Pandemi Covid 19 dan digitalisasi membawa kondisi proses belajar berubah 180 derajat. Kajian pendidikan modern mengarah kepada perspektif baru, sebuah wacana pendidikan karakter melalui pendekatan profetik. Humanisasi, liberasi, dan transendensi menjadi tafsiran kuntowijoyo akan frasa Nilai Profetik. Manusia yang diciptakan sesuai dengan khodrat Yang Maha Esa untuk mengurus bumi dan menyembah kepada Tuhannya. Konsep penilaian karakter yang sederhana dan berkonsep kuat menjadi sebuah dambaan dari pelaksana pendidikan dan orang tua. Nilai Profetik menjadi sebuah gagasan transformasi nilai sosial khas Indonesia. Metode penelitian yang dilakukan adalah studi pustaka dengan pendekatan uji sample. Data yamg diperoleh dari studi pustaka akan dideskripsikan dengan data lainnya. Merangkai sebuah model penilaian karakter dengan pendekatan Nilai Profetik Kuntowijoyo. Peran tenaga kependidikan tidak hanya memberikan pembelajaran saja, namun kekuatan emosional dan keteladanannya mampu mempengaruhi proses pendidikan peserta didik secara kolektif. Humanisasi dipandang perlu untuk muncul ditengah masyarakat yang saat ini mengalami dehumanisasi, agresif, dan penyendiri. Sehingga Kuntowijoyo mengajukan manusia humanis yang berorientasi kepada Tuhan dengan mengangkat martabat manusia. Penilaian pendidikan bisa didefinisikan sebagai sebuah sistem kolektif untuk mengumpulkan informasi mengenai kualitas dan perkembangan peserta didik. Konsep Penilaian pendidikan karakter berdasarkan nilai profetik kuntowijoyo menjadi salah satu gagasan yang menarik untuk terus dikembangkan. Selain karena sederhana tetapi juga diharapkan mampu untuk menjebatani definisi dari pendidikan karakter itu sendiri di lingkungan kependidikan Abstract. Character education has become a discourse and attention of various parties for decades. Including one of them, President Joko Widodo, who brought a mental revolution. The idea of ​​Character Education opens a wide discourse on how to instill moral values ​​in students. The Covid-19 pandemic and digitalization have brought the conditions of the learning process to a 180 degree turn. Modern education studies lead to a new perspective, a discourse on character education through a prophetic approach. Humanization, liberation, and transcendence are Kuntowijoyo's interpretation of the phrase Prophetic Values. Humans were created in accordance with the nature of the Almighty to take care of the earth and worship their Lord. The concept of character assessment which is simple and has a strong concept has become a dream of educators and parents. The Prophetic Value became an idea for the transformation of Indonesian social values. The research method used is a literature study with a sample test approach. The data obtained from the literature study will be described with other data. Assemble a character assessment model with Kuntowijoyo's Prophetic Values ​​approach. The role of education personnel is not only to provide learning, but their emotional strength and example are able to influence the collective education process of students. Humanization is deemed necessary to emerge in the midst of a society that is currently experiencing dehumanization, aggression, and aloofness. So Kuntowijoyo proposes a humanist human being oriented to God by elevating human dignity. Educational assessment can be defined as a collective system for gathering information about the quality and development of learners. The concept of character education assessment based on Kuntowijoyo's prophetic values ​​is an interesting idea to continue to develop. Apart from being simple, it is also expected to be able to bridge the definition of character education itself in the educational environment.
Tanggapan Mahasiswa terhadap Penggunaan Google Classroom dalam Program Tutorial Bahasa Inggris di Perguruan Tinggi Asa Bani Putria; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi yang sangat pesat memudahkan para instruktur bahasa Inggris untuk menggunakan berbagai macam media dalam proses belajar mengajar. Instruktur dapat memanfaatkan sistem ruang kelas virtual tidak berbayar dan juga internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap pembelajaran program Tutorial Bahasa Inggris menggunakan ruang kelas virtual. Penelitian ini menggunakan sistem Google Classroom. Sampel penelitian ini adalah 53 mahasiswa semester 3 angkatan 2019 dari program studi yang berbeda di salah satu Perguruan Tinggi Islam swasta di Semarang. Mahasiswa-mahasiswa tersebut mengikuti program Tutorial Bahasa Inggris dengan total 14 pertemuan. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan penelitian survey dan kuesioner sebagai instrumennya. Hasil kuesioner menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan Google Classroom dapat berjalan baik dengan persentase 73% untuk indikator performa Google Classroom dan 74% untuk indikator kemudahan pengoperasian Google Classroom. Ada beberapa kendala yang mahasiswa temui selama penggunaan Google Classroom. Salah satunya adalah terlambatnya pemberitahuan yang masuk di email. Penelitian ini juga memberikan saran kepada pengguna Google Classroom lainnya untuk meminimalisir kendala yang dialami oleh mahasiswa, contohnya dengan mengintegrasikan sistem ini dengan aplikasi lainnya Abstract. The rapid development of technology makes it easier for English instructors to use various media in their teaching and learning process. Instructors can take advantages from free virtual classroom systems as well as the internet. This study aims to find out how students respond to the teaching and learning process of the English Tutorial Program using virtual classrooms. This study uses the Google Classroom system. The samples of this study are 53 3rd semester students’ class of 2019 from different study programs at an Islamic Private University in Semarang. The students attend an English Tutorial Program with a total of 14 meetings. The research method of this study is quantitative which uses survey research and questionnaire as the instrument. The results of the questionnaire state that the teaching and learning process using Google Classroom can run well with a percentage of 73% for Google Classroom performance indicator and 74% for the ease of operating Google Classroom indicator. There are several obstacles that students encounter while using Google Classroom. One of them is the late notification they get in their email. This study also provides suggestions to other Google Classroom users to minimize the obstacles experienced by students, for example by integrating this system with other applications.
Strategi Guru dalam Melaksanakan Penilaian Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 Di Kelas Tinggi Sekolah Dasar Parwati Dewi Jatiningtyas; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi guru dalam melakukan penilaian kelas selama pandemi covid 19 di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 1 Baler Bale Agung dari Mei hingga Juni 2021. Pengumpulan data untuk penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya dilakukan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki strategi untuk menerapkan pelajaran matematika untuk memberikan gambaran yang realistis tentang kemampuan siswa, karena pendidikan hanya berfokus pada penilaian kemampuan kognitif siswa selama pandemi COVID-19. Strategi pengajaran yang digunakan oleh guru adalah pengajaran tatap muka; penilaian berdasarkan tugas harian siswa; penilaian berdasarkan pengalaman siswa; merujuk pada transkrip nilai semester sebelumnya. Karena guru memiliki kebebasan untuk terlibat dengan siswa selama pandemi Covid19, guru membutuhkan strategi pengajaran yang dapat membantu guru melakukan penilaian holistik yang mencerminkan kemampuan dunia nyata siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru untuk mencapai hasil belajar di masa pandemi saat ini efektif ketika mengetahui kapasitas siswa yang sebenarnya, dengan syarat siswa tidak harus mengerjakan tugas yang diberikan guru melalui bentuk jarak, tetapi juga dapat dilakukan oleh siswa. Abstract. This study aims to explain teacher strategies in conducting classroom assessments during the Covid 19 pandemic in elementary schools. This research was conducted at SD Negeri 1 Baler Bale Agung from May to June 2021. Data collection for this study was carried out through observation, interviews, and documentation. After the data is collected, qualitative analysis is then carried out. The results of this study indicate that teachers have strategies to apply mathematics lessons to provide a realistic picture of students' abilities, because education only focuses on assessing students' cognitive abilities during the COVID-19 pandemic. The teaching strategy used by the teacher is face-to-face teaching; assessment based on students' daily assignments; assessment based on student experience; refer to the transcript of the previous semester. Because teachers have the freedom to engage with students during the Covid19 pandemic, teachers need teaching strategies that can help teachers conduct holistic assessments that reflect students' real-world abilities. which is actually on the condition that students do not have to do the tasks given by the teacher through the form of distance but can also be done by students.
Pengembangan Media Multi Interaktif Flash Player pada Pembelajaran Zakat untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Muhammad Reza; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era globalisasi kemajuan keilmuan dan teknologi menghadirkan manfaat guru dalam proses belajar mengajar. Zakat merupakan pembelajaran yang membutuhkan metode khusus agar dapat memberikan pemahaman kepada siswa. Artikel ini membahas pengembangan media interaktif flash player untuk mendeteksi pemahaman siswa pada pelajaran zakat. Hasil akhir dari artikel ini adalah menghasilkan media pembelajaran interaktif flash player pada pembelajaran zakat valid dalam meningkatkan pemahaman siswa. Jenis penelitian ini adalah Research and Development dengan menggunakan model penelitian ADDIE dengan tahapan Analyze (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementasi dan Evaluation (Evaluasi). Teknik analisis data dengan menggunakan kuantitatif dan deskriptif kualitatif melalui angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan berupa lembar validasi dan lembar angket respon dan format wawancara. Subjek penelitian adalah 3 tim ahli, 1 guru dan 12 siswa kelas VII sekolah menengah pertama. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif kemudian diubah menjadi data kuantitatif dengan menggunakan teknik Method of Summated Ratings. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinyatakan layak dengan persentase N-gian 3,94, segi kepraktisan media interaktif flash player mendapat nilai N-gian 4,3 dan segi efektifan memperoleh N-gian . Kesimpulan akhir menunjukan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman dengan N-gian 0,67 yang dikategorikan dalam kategori sedang setelah pembelajaran menggunakan media interaktif flash player. Abstract. The era of globalization of scientific and technological progress presents the benefits of teachers in the teaching and learning process. Zakat is learning that requires special methods in order to provide understanding to students. This article discusses the development of interactive media flash player to detect students' understanding of zakat lessons. The final result of this article is to produce an interactive flash player learning media on zakat learning that is valid in improving students' understanding. This type of research is Research and Development using the ADDIE research model with the stages of Analyze (Analysis), Design (Design), Development (Development), Implementation and Evaluation (Evaluation). Data analysis techniques using quantitative and qualitative descriptive through questionnaires and interviews. The instruments used are validation sheets and questionnaire responses and interview formats. The research subjects were 3 expert teams, 1 teacher and 12 grade VII junior high school students. The data obtained is qualitative data and then converted into quantitative data using the Method of Summated Ratings technique. The results showed that the developed media was declared feasible with an N-gian percentage of 3.94, in terms of practicality of interactive flash player media, it got an N-gian value of 4.3 and in terms of effectiveness it obtained an N-gian. The final conclusion shows that students experience an increase in understanding with an N-gian of 0.67 which is categorized in the moderate category after learning using the interactive flash player media.
Penerapan Kearifan Lokal dalam Pelestarian Gumuk Mochamad Ainul Yaqin; Suyahmo Suyahmo; Hamdan Tri Atmaja
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Gumuk merupakan istilah khusus yang diberikan masyarakat pada suatu bukit di Jember. Dengan ketinggian berkisar antara 1 meter sampai 57,7 meter, unsur utama gumuk adalah batuan dan tanah. Namun, seiring berjalannya waktu gumuk banyak yang di eksploitasi oleh warga sekitar terutama pemilik gumuk tersebut yang berdampak pada kerusakan lingkungan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya keberadaan gumuk perlu diberi pendidikan untuk pelestarian yang berbasis kearifan lokal masyarakat Jember. Jadi, bagaimana menerapkan kearifan lokal dalam pelestarian gumuk?. Abstract. Gumuk is a special term given by the community to a hill in Jember. With a height ranging from 1 meter to 57.7 meters, the main elements of the dune are rock and soil. However, over time many dunes have been exploited by residents, especially the owners of the dunes, which have an impact on environmental damage. The lack of public knowledge about the importance of the existence of dunes needs to be given education for conservation based on the local wisdom of the Jember community. So, how to apply local wisdom in the preservation of the dune?.
Peran Pendidikan Formal, Keluarga, dan Masyarakat dalam Pendidikan Bencana Nur Hamid; Dewi Liesnoor Setyowati; Juhadi Juhadi; Agustinus Sugeng Priyanto; Nur Rohmah Wijayanti; Elvara Norma Aroyandini
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan bencana merupakan salah satu upaya mitigasi bencana yang penting untuk diberikan kepada masyarakat, utamanya kepada masyarakat Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan akan bencana alam. Pendidikan bencana utamanya diberikan oleh pemerintah, tetapi pemerintah juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak demi terwujudnya pendidikan bencana bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak seperti instansi pendidikan formal, keluarga, dan diri masyarakat sendiri sangat diperlukan. Melalui penelitian pustaka dengan mengkaji berbagai referensi yang mendukung tujuan penelitian, penelitian ini akan mengungkap tentang peran ketiga pihak tersebut dalam penyelenggaraan pendidikan bencana di masyarakat. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan formal berperan melalui pendidikan bencana di sekolah dan universitas, dimana siswa dan mahasiswa berperan sebagai perantara yang menyampaikan informasi dari atau menjadi perantara antara pendidikan formal dengan masyarakat. Peran keluarga dilakukan melalui transfer informasi dan pengalaman dari generasi yang lebih tua ke generasi yang lebih muda. Adapun peran masyarakat dilakukan melalui adanya “community leader” di masyarakat serta peran aktif pemuda. Abstract. Disaster education is one of the vital disaster mitigation efforts to be given to the community, especially to the people of Indonesia, considering that Indonesia is a country that is prone to natural disasters. The government mainly provides disaster education, but the government also needs support from various parties to realize disaster education for all Indonesian people. Support from various parties such as formal education institutions, families, and the community is needed. Through library research by reviewing various references that support the research objectives, this research will reveal the role of these three parties in implementing disaster education in the community. The results show that formal education plays a role through disaster education in schools and universities, where students and students act as intermediaries that convey information from or become intermediaries between formal education and the community. The role of the family is carried out through the transfer of information and experience from the older generation to the younger generation. The role of the community is carried out through the existence of "community leaders" in the community and the active role of youth.