cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Design Model Environmentally Friendly Smokeless Household Waste Burning Stoves: Reality And Perceptions Rabeea Mohammed Mansour Imleesha; Wasino Wasino; Rusdarti Rusdarti; Eko Handoyo; Meli Adriani Hotma Hasibuane
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract. Garbage is one of the most common environmental issues in the neighbourhoods. This issue is not limited to villages or towns; even industrialized countries are not immune to it. Several issues, such as the requirement for land for landfills, which has a severe influence on local inhabitants' health owing to smoke from open garbage burning, but whose onset is extremely dangerous to one's health. However, these findings have not been included in global illness burden estimations. Household air pollution is a key environmental risk factor that leads to more fatalities across the world. A garbage incinerator is equipment or machine for burning rubbish using combustion technology that is supposed to be ecologically beneficial and smoke-free in order to reduce air pollution. The objectives of this paper are 1) assess the forms of trash that are discarded in the home, 2) investigate the public understanding of environmental awareness in order to predict dangerous air pollution, and 3) develop an environmental care education model and create a smokeless waste burner stove.). In this mixed-methods design research, the researcher gives priority to main data collection (quantitative) and supporting data collection (qualitative).
Kendala Pendidikan Nilai Pada Anak Usia Dini di Era Pandemi Covid 19 Supriyanto Supriyanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Studi ini digunakan untuk menggali penanaman nilai moral pada siswa pada pandemi covid 19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Pendidikan nilai pada anak usia dini pada era pandemic Covid 19. Metode yang digunakan kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan: Kendala pendidikan nilai moral anak usia dini pada era pandemi covid 19 di TK Al Hidayah IV yaitu kendala kognitif, sosial dan budaya. Kesimpulan: Konsep, kendala dan dampak pendidikan nilai moral pada anak usia dini pada era pandemi covid 19 mencakup kognitif, emosional dan budaya siswa. Abstract. This study explored the cultivation of moral values ​​in students during the covid 19 pandemic. The purpose of this study was to examine how to value education was given to early childhood during the Covid 19 pandemic era. The method used was qualitative with a phenomenological approach. The results showed: The obstacles to education in early childhood moral values ​​in the era of the COVID-19 pandemic at Al Hidayah IV Kindergarten were cognitive, social and cultural barriers. Conclusion: The concepts, constraints and impact of moral value education in early childhood in the era of the covid 19 pandemic include students' cognitive, emotional and cultural aspects.
Pengembangan Model Pembelajaran Kewirausahaan berbasis Kemandirian terhadap Keterampilan Berwirausaha Yulina Ismiyanti; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti; Cahyo Budi Utomo; Eko Handoyo; Andarini Permata Cahyaningtyas
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemerintah menekankan kewirausahaan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi abad ke-21. Akibat terjadinya perubahan sistem pendidikan berbasis kewirausahaan, tidak hanya Jurusan Ekonomi dan Manajemen saja yang memberikan mata kuliah kewirausahaan, hampir semua jurusan di berbagai universitas membekali mahasiswa dengan mata kuliah kewirausahaan. Langkah Kemdikbud dalam memberdayakan pendidikan menuai tantangan guna menciptakan model pembelajaran yang sesuai permintaan pasar. Desain penelitian ini yaitu R&D menggunakan 10 langkah sebagai berikut: potensi masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk, revisi produk, uji coba pemakaian, revisi produk, produksi massal. Metode yang digunakan dalam uji skala kecil dan luas yaitu one group pre test post test design. Subjek penelitian yaitu UNISSULA yang menempuh mata kuliah kewirausahaan uji skala kecil 6 orang dan 1 dosen uji skala besar 20 orang dan 1 dosen diambil dengan purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket. Analisis data melalui persentase dan uji-t. Desain model kewirausahaan berbasis kemandirian yaitu identifikasi potensi dan peluang usaha, peningkatan mutu produksi, perluasan pemasaran hasil produksi, pengadministrasian kegiatan usaha, peningkatan jaringan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan model kewirausahaan berbasis kemandirian valid, efektif, dan praktis. Abstract. The government emphasizes entrepreneurship to meet the needs of the 21st-century economy. As a result of the change in the entrepreneurship-based education system, not only the Department of Economics and Management provides entrepreneurship courses, almost all majors at various universities provide students with entrepreneurship courses. The Ministry of Education and Culture's steps in empowering education have faced challenges in creating learning models that are in line with market demand. This research design is R&D using ten steps as follows: potential problems, data collection, product design, design validation, design revision, product trial, product revision, use trial, product revision, mass production. The method used in the small and wide-scale test is one group pre-test post-test design. The research subjects were UNISSULA, who took the small-scale test entrepreneurship course of six people and one lecturer on the large-scale test 20 people and one lecturer was taken by purposive sampling. The data collection tool used is a questionnaire—data analysis through percentage and t-test. The design of the self-reliance-based entrepreneurship model is identification of business potential and opportunities, improvement of production quality, expansion of product marketing, business activity administration, network improvement. Based on the study results, it was concluded that the self-reliance-based entrepreneurship model was valid, effective, and practical.
Peran Kepala Sekolah dalam Manajemen Bimbingan dan Konseling untuk Meningkatkan Kinerja Konselor Sekolah Yohanes Yohanes
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Kesalahpahaman tentang fungsi layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah serta persepsi negatif terhadap konselor sekolah menyebabkan program bimbingan dan konseling di sekolah tidak dapat berjalan optimal sehingga gagal mencapai hasil yang telah ditetapkan. Akibatnya kinerja konselor sekolah dianggap jelek oleh kepala sekolah dan rekan-rekan guru. Artikel ini dibuat dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang penyebab terjadinya kesalahpahaman yang mengakibatkan persepsi negatif terhadap konselor sekolah dan peran kepala sekolah dalam mengatasi hal tersebut. Artikel ini merupakan kajian teoretis dan analisis terhadap hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Sejumlah penelitian membuktikan bahwa kegagalan program bimbingan dan konseling serta buruknya kinerja konselor sekolah terjadi karena kurangnya pemahaman kepala sekolah terhadap tugas pokok dan fungsi konselor sekolah dan pelaksanaan manajemen sekolah yang tidak memadai. Hasil kajian menyimpulkan bahwa kepala sekolah selaku manajer dan administrator sekolah dapat berperan secara aktif dalam manajemen bimbingan dan konseling secara aktif dengan cara: 1) Memahami tugas pokok dan fungsi konselor sekolah secara tepat; 2) Berkolaborasi dengan konselor dalam mengimplementasikan program bimbingan dan konseling di sekolah; 3) Memastikan ratio konselor sekolah dan peserta didik adalah 1:150; dan 4) Melakukan pengembangan profesional bagi konselor sekolah secara terus-menerus. Peran aktif kepala sekolah dalam implementasi manajemen tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja konselor sekolah dan menghilangkan persepsi negatif atas kehadiran konselor sekolah di sekolah. Abstract. Misunderstandings about the functioning of guidance and counseling services (BK) in schools as well as negative perceptions of school counselors cause guidance and counseling programs in schools to be unable to run optimally so as to fail to achieve predetermined results. As a result the performance of school counselors is considered poor by the principal and fellow teachers. This article was created with the aim of providing an overview of the causes of misunderstandings that result in negative perceptions of school counselors and the role of principals in addressing them. This article is a theoretical study and analysis of the results of previously conducted studies. A number of studies prove that the failure of guidance and counseling programs as well as poor performance of school counselors occur due to the lack of understanding of the counselor's duties and functions and inadequate implementation of school management by the principal. The results of the study concluded that the principal as manager and school administrator can play an active role in the management of guidance and counseling actively in the way of: 1) Understanding the main tasks and functions of the school counselors appropriately; 2) Collaborate with counselors in implementing guidance and counseling programs in schools; 3) Ensure the ratio of school counselors and students is 1:150; and 4) Conduct professional development for school counselors continuously. The role of the principal in the implementation of management is expected to improve the performance of school counselors and eliminate negative concerns over the presence of school counselors in schools.
Potensi Google Classroom dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 pada Pembelajaran Daring Abdul Arif
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Satuan pendidikan di semua jenjang memberlakukan pembelajaran dalam jaringan (daring) merespons situasi Covid-19. Penggunaan platform digital seperti WhatsApp, Google Classroom, dan Zoom menjadi tren dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Dari ketiga platform tersebut, Google Classroom memiliki keunggulan dari berbagai aspek. Mulai dari fitur hingga integrasi dengan platform lain. Karenanya, Google Classroom banyak digunakan di satuan Pendidikan. Di sini lain, pembelajaran daring di saat pandemi menjadi tumpuan utama dalam menjawab tantangan pembelajaran abad 21. Makalah ini mencoba mengkaji lebih mendalam tentang potensi Google Classroom dalam meningkatkan keterampilan abad 21 pada pembelajaran daring. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan gambaran untuk pelaksanaan pembelajaran daring menggunakan Google Classroom secara optimal. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dari buku dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan, Google Classroom sangat mendukung untuk meningkatkan keterampilan abad 21, meliputi berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi dan kreativitas. Abstract. Education units at all levels apply online learning in response to the Covid-19 situation. The use of digital platforms such as WhatsApp, Google Classroom, and Zoom has become a trend in the implementation of online learning. Of the three platforms, Google Classroom has advantages in various aspects. From features to integration with other platforms. Therefore, Google Classroom is widely used in Education units. Here, on the other hand, online learning during a pandemic is the main focus in responding to the challenges of 21st century learning. This paper tries to examine more deeply the potential of Google Classroom in improving 21st century skills in online learning. The results of this study are expected to provide an overview for the optimal implementation of online learning using Google Classroom. The method used is a literature review from books and relevant research results. The results of the study show that Google Classroom is very supportive to improve 21st century skills, including critical thinking, communication, collaboration and creativity.
Reformasi Pembelajaran Abad 21: Implementasi Merdeka Bermain melalui Model Pembelajaran ABCD5E di TK Labschool UNNES Sri Wiji Handayani; Lita Latiana; Yuli Kurniawati Sugiyono Pranoto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan itu pada hakikatnya adalah hak setiap individu. Dalam hak itu ada sebuah kemerdekaan yang berarti manusia sebagai ciptaan Tuhan memiliki hak untuk mengembangkan diri sesuai dengan kodratnya. Ada sebuah kemandirian dalam kemerdekaan artinya mandiri dalam menentukan keputusan untuk pengembangan atas diri manusia. Sekalipun kemerdekaan merupakan kebebasan namun tetap memperhatikan aturan aturan yang berlaku dalam kehidupan masyarakat. Makalah disusun dari hasil penelitian untuk mengetahui arti dari sebuah kemerdekaan anak didik usia dini dalam belajar melalui bermain yang dikemas melalui konsep merdeka bermain dalam model Pembelajaran ABCD5E di TK Labschool Unnes. Sebuah model yang diciptakan oleh Sri Wiji Handayani dkk untuk melakukan sebuah reformasi pembelajaran di lembaga TK Labschool Unnes pada ABAD 21. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penelitian Observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa dengan dengan melalui merdeka bermain dalam model pembelajaran ABCD5E dapat mereformasi pembelajaran sebelumnya sehingga capaian kompetensi abad 21 dapat dicapai secara optimal. Abstract. Education is essentially the right of every individual. In that right there is an independence which means that humans as God's creation have the right to develop themselves according to their nature. There is an independence in independence which means being independent in making decisions for the development of human beings. Even though independence is freedom, it still pays attention to the rules that apply in people's lives. The paper is compiled from the results of research to find out the meaning of an independence for early childhood students in learning through play which is packaged through the concept of independent play in the ABCD5E Learning model at the Unnes Labschool Kindergarten. A model created by Sri Wiji Handayani et al to carry out a learning reform at the TK Labschool Unnes in the 21st century. The research method used was descriptive qualitative research with observation and interview techniques. Based on the results of observations and interviews, by being free to play in the ABCD5E learning model, you can reform previous learning so that the achievement of 21st century competencies can be achieved optimally.
Implementasi Sistem Among dalam Penjaminan Mutu PAUD Nur Rahadian Sari; Kurotul Aeni
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Sistem Among adalah konsep pendidikan yang digagas oleh Ki Hadjar Dewantara yang berlandaskan: Kodrat Alam dan Kemerdekaan. Pelaksanaan sistem Among di tingkat PAUD berpedoman pada pola asah, asih, asuh dan falsafah ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani . Penjaminan Mutu merupakan upaya mewujudkan PAUD berkualitas yang secara eksternal dilakukan oleh BAN PAUD berdasarkan pencapaian lembaga terhadap 8 standar nasional pendidikan dan secara internal dilakukan oleh lembaga dalam bentuk penetapan desain penjaminan mutu lembaga. Implementasi Sistem Among dalam Penjaminan Mutu PAUD adalah pelaksanaan pola asah, asih, asuh dan falsafah ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani dalam upaya lembaga melaksanakan penjaminan mutu eksternal yaitu pencapaian segala kualifikasi dan kriteria dalam Standar Mutu Nasional serta penjaminan mutu internal yakni penyusunan desain penjaminan mutu di dalam lembaga. Abstract. The Among system is an educational concept initiated by Ki Hadjar Dewantara based on: Nature and Independence. Implementing the Among system at the PAUD level is guided by the pattern of honing, compassion, nurturing and the philosophy of ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani. Quality Assurance is an effort to realize quality PAUD, which is externally carried out by BAN PAUD based on the institution's achievement of 8 national education standards and internally carried out by the institution to determine the institution's quality assurance design. Implementation of the Among System in PAUD Quality Assurance is the implementation of the pattern of honing, compassion, nurturing and the philosophy of ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani in the institution's efforts to carry out external quality assurance, namely the achievement of all qualifications and criteria in the National Quality Standards and quality assurance internal, namely the preparation of quality assurance designs within the institution.
Pengaruh Metode Mnemonik Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis dan Daya Ingat Yeni Heryani; Kartono Kartono; Kristina Wijayanti; Nuriana Rachmani Dewi
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pentingnya kemampuan penalaran matematis dan daya ingat peserta didik, pendidik diharapkan memberikan pembelajaran dengan menerapkan model dan metode pembelajaran yang dapat memberikan peluang dan mendorong peserta didik untuk melatih kemampuan penalaran matematis dan daya ingat peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mnemonik terhadap kemampuan penalaran matematis dan daya ingat siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan desain Pre-Eksperimental dengan bentuk One-Shot Case Study. Instrumen penelitian ini terdiri dari tes kemampuan penalaran matematis dan angket daya ingat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji proporsi satu pihak kanan yang ternormalisasi dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data dengan uji z, diperoleh Zhitung =3,15 > Ztabel = 1,645 Zhitung =3,15 > Ztabel = 1,645 yang artinya H0 H0 ditolak. Sedangkan hasil perhitungan angket daya ingat diperoleh Zhitung =3,15 > Ztabel = 1,645 Zhitung =3,15 > Ztabel = 1,645 yang artinya H0 H0 ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mnemonik berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematis dan Pembelajaran dengan metode mnemonik berpengaruh terhadap daya ingat peserta didik. Kata kunci: Kemampuan penalaran matematis, daya ingat. Abstract. The importance of mathematical reasoning abilities and students' memory, educators are expected to provide learning by applying learning models and methods that can provide opportunities and encourage students to train students' mathematical reasoning and memory skills. This study aims to determine the effect of the mnemonic method on students' mathematical reasoning abilities and memory. The method used in this research is an experimental method with a pre-Experimental design in the form of One-Shot Case Study. The research instrument consists of a mathematical reasoning ability test and a memory questionnaire. The data analysis technique used is the normalized right-hand proportion test and hypothesis testing. Based on the results of data analysis with the z test, it was obtained Zcount=3.15> Ztable=1.645, which means H0 H0 is rejected. While the results of the calculation of the memory questionnaire obtained Zcount=3.15> Ztable=1.645 which means H0 H0 is rejected. The results of this study indicate that the mnemonic method affects the ability of mathematical reasoning and learning with the mnemonic method affects the memory of students. Key words: geometric thinking, deductive, geometric problems mnemonic method, mathematical reasoning ability, memory
Identifikasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga FIK UNNES selama Pandemi Covid-19 Sungkowo Sungkowo; M. E. Winarno; Heny Setyawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Perkuliahan daring (online) merupakan sarana utama pada perkuliahan selama Pandemi Covid-19. Tidak terkecuali jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) FIK UNNES yang menggunakan sarana aplikasi online, seperti whatsapp group, telegram group, google classroom, zoom meeting dan media aplikasi lain ketika perkuliahan daring. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Seberapa Besar Kesehatan Mental para mahasiswa. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif deskriptif. Metode yang digunakan adalah metode survei tes. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa PKO FIK UNNES Angkatan 2019, yang berjumlah 156 orang. Kemudian teknik pengambilan sampel adalah total sampling, merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan mengambil seluruh jumlah sampel yang berjumlah 156 orang. Pengumpulan data utama dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menggunakan alat ukur atau kuesioner kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi kesehatan mental hasilnya dengan kategori baik ada 53 mahasiswa dan sangat baik ada 103 mahasiswa. Disimpulkan bahwa identifikasi kesehatan mental para mahasiswa sudah sangat baik, mengingat hanya ada 53 mahasiswa dengan kategori baik. Sehingga para mahasiswa dapat mempertahankan mentalnya dengan baik. Untuk mengetahui kesehatan mental maka diharapkan para mahasiswa bisa berlatih dengan baik dan bisa mengontrol kondisinya dan bisa waspada dalam menghadapi pandemi covid selama perkuliahan. Kata kunci: kesehatan mental, perkuliahan daring. Abstract. Abstract. Online lectures are the primary means of lectures during the Covid-19 Pandemic. The Department of Sports Coaching Education (PKO) FIK UNNES is no exception, which uses online application facilities, such as WhatsApp groups, telegram groups, google classroom, zoom meetings and other application media when lectures are online. The purpose of this study was to find out how big the students' mental health was. This research uses descriptive quantitative type. The method used is a test survey method. The population in this study were students of PKO FIK UNNES Class of 2019, which amounted to 156 people. Then the sampling technique is total sampling, which is a sampling technique considering taking the whole number of samples, amounting to 156 people. The primary data collection in this study was carried out through measuring instruments or mental health questionnaires. The results showed that the identification of mental health results in the very good category there were 53 students and very good there were 103 students. It was concluded that the identification of the mental health of the students was very good, considering that there were only 53 students in the good category. So that students can maintain their mental wellness. Understanding mental health, it is hoped that students can practice well, control their condition, and be alert when dealing with the covid pandemic during lectures. Key words: mental health, online lectures.
Penerapan Teori Belajar dalam Pengembangan Program Perkuliahan Berorientasi Etnosainstek Intan Indiati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Guru abad 21 tidak hanya dituntut untuk mengembangkan pengetahuannya terkait pengetahuan konten (termasuk integrasi materi yang diajarkan dengan etnosains), tetapi calon guru juga dapat mengetahui cara menyajikan materi pelajaran dengan pengajaran yang tepat (pengetahuan pedagogi) dan mampu memanfaatkan teknologi sehingga pengajaran dan pembelajaran tersebut dapat berjalan secara efektif dan efisien. Program Perkuliahan Berorientasi Etnosainstek untuk meningkatkan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) mahasiswa calon guru perlu dikembangkan. Teori belajar merupakan dasar mengembangkan program perkuliahan yang akan digunakan. Mempertimbangkan pentingnya teori belajar, maka dalam mengembangkan program perkuliahan berorientasi etnosainstek (PPBE) berdasarkan teori belajar behavioristik, kognitif, konstruktivistik, dan konektivitas. Kata kunci: teori belajar behavioristik, kognitif, konstruktivistik, dan konektivitas, program perkuliahan berorientasi etnosainstek. Abstract. 21st-century teachers are not only required to develop their knowledge related to content knowledge (including the integration of material taught with ethnoscience). Prospective teachers can also know how to present subject matter with appropriate teaching (pedagogical knowledge) and utilize technology so that teaching and learning can run effectively and efficiently. The Ethnoscience-Oriented Lecture Program to improve Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) for prospective teacher students’ needs to be developed. Learning theory is the basis for developing the lecture program that will be used. The learning theory develops an ethnoscience and technology-oriented lecture program. Based on behavioristic, cognitive, constructivist, and connectivity learning theories. Key words: learning theory behavioristic, cognitive, constructivist, and connectivity, ethnoscience-oriented lecture program.