cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa dalam Pembelajaran Matematika Inarotus Saidah; Dwijanto Dwijanto; Iwan J
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika masalah yang terjadi saat ini banyaknya siswa yang memiliki kemampuan rendah dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan berpikir siswa dalam pembelajaran matematika
Literasi Matematika PISA Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran CPS Berbantuan GC Maharani Anisa; Wardono Wardono; Tri Sri Noor Asih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi matematika PISA siswa Indonesia tergolong rendah, data tersebut diperoleh dari OECD tahun 2000-2018, Indonesia ranking 10 dari bawah. Faktor penyebabnya yaitu siswa kurang berpengalaman menghadapimasalah-masalah PISA dan tipe gaya belajar setiap siswa yang tidak sama. Jika guru dapat mengakomodasigaya belajar siswa dengan baik, maka siswa akan lebih terarahkan ketika mereka belajar. Kebijakan Kemendikbud saat masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring denganmemberikan pengalaman yang bermakna dan menarik bagi siswa. Selain itu, guru juga memerlukan strategiatau metode pembelajaran yang tepat untuk berperan aktif dalam pelaksanaan pembelajaran, maka digunakanlah model pembelajaran CPS (Creative Problem Solving) berbantuan GC (Google Classroom) untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran. Hal tersebut didukung oleh penelitian sebelumnya bahwa pembelajaran CPS dapat merangsang perkembangan, kemajuan berpikir siswa dan mengembangkan kemampuan literasi matematika. Penggunaan platform LMS seperti Google Classroom cukup efektif membantu guru untuk membuat dan mengumpulkan tugas tanpa adanya kertas dan siswa dapat membuat salinan dokumen secara otomatis.
Pembelajaran Ethno-STEM Berbantu Google Classroom Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa Ayu Andira Risnawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan yang harus dimiliki siswa salah satunya adalah kemampuan berpikir kreatif. Siswa membutuhkan pemikiran kreatif, karena hal ini menjadi dasar untuk merespon solusi dari masalah yang dihadapinya. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa, diperlukan metode pembelajaran yang mendukung. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah pembelajaran ethno-STEM. Pembelajaran Etno-STEM merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan, teknologi, teknik dan matematika berbasis budaya di lingkungan siswa. Di era pandemi COVID-19, pembelajaran hanya bisa dilakukan secara online. Agar pembelajaran tetap lancar, bisa menggunakan aplikasi Google Classroom. Pada aplikasi Google Classroom, fungsi yang disediakan sangat sederhana, siswa dapat dengan mudah mengikuti, dan dapat mendukung pembelajaran ethno-STEM. Oleh karena itu, diharapkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam matematika dapat meningkat.
PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS TEORI MULTIPLE INTELLIGENCES BERBANTU APLIKASI KAHOOT UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF Ayu Andaru Lisnawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memaparkan inovasi pembelajaran matematika menggunakan pembelajaran berbasis teori multiple intelligence yang terdapat delapan jenis kecerdasan, diantaranya kecerdasan: 1) verbal-linguistik; 2) logiska matematis; 3) visual spasial; 4) kinestetik; 5) musikal; 6) interpersonal; 7) intrapersonal; 8) naturalis. Menggunakan bantuan aplikasi kahoot yang dapat digunakan dengan android/laptop untuk menciptakan suasa belajar yang dapat mencakup seluruh kemampuan kecerdasasan yang dimiki siswa. Dalam praktik pembelajaran kebanyakan belum memanfaatkan semua kecerdasan yang dipunyai siswa dalam kelas, guru hanya menilai hasil akhir dari kemampuan siswa sehingga kemampuan kognitif siswa kurang bisa berkembang. sehingga perlu dibuat inovasi pembelajaran yang mencakup selurug kecerdasan siswa. Untuk menunjang kemampuan kognitif siswa penulis mencoba mencoba menggali pembelajaran matematika berbasis teori multiple intelligences berbantu aplikasi kahoot. Simpulan dari artikel ini melalui pembelajaran berbasis teori Multiple intelegence dengan Memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini yang dibantu aplikasi kahoot yang dapat menghadirkan kecerdasan majemuk yang dimiliki peserta didik sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif matematis peserta.
Implementasi Arah Kebijakan Dan Penyelenggaraan Pendidikan Di Indonesia Pasca Pandemi Covid 19 Mazulfah Mazulfah; Abdurrachman Faridi; Dwi Rukmini; Januarius Mujiyanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan di Indonesia pasca pandemi covid 19. Lembaga mulai tingkatan RA Sampe universitas tidak masuk sekolah sebagai upaya untuk menahan penyebaran wabah covid-19 di seluruh dunia yang berdampak pada milyaran pelajar terutama di Indonesia. Pengaruh dalam proses belajar mengajar antara siswa dan guru dan menurunnya kualitas kreativitas serta keterampilan murid . Beban semacam itu adalah tanggung jawab bersama berbagai kalangan Pendidikan khususnya negara dalam memfasilitasi kelangsungan Madrasah/perguruan tinggi untuk semua elemen pendidikan guna melaksanakan proses belajar mengajar luring .
Pengaruh Literasi Kesehatan dan Literasi Gizi Terhadap Status Gizi Mahasiswa Unnes Siti Fathonah; Edy Cahyono; Sarwi Sarwi; Indah Urwatin Wusqo; Nurul Hanifah; Laela Rahma Agustin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah 1) untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan dengan berat badan dan literasi gizi dengan berat badan, 2) untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan dengan status gizi dan literasi gizi dengan status gizi, 3) menganalisis pengaruh literasi kesehatan dan literasi gzi terhadap berat badan dan 4) menganalisis pengaruh literasi kesehatan dan literasi gzi terhadap status gizi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan subyek penelitian mahasiswa UNNES. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, dengan sampel yang telah ditentukan yakni mahasiswa yang mendapat mata kuliah gizi dan kesehatan. Literasi kesehatan diukur dengan The Newest Vital Sign (NVS) dan titerasi gizi Diet and Health Knowledge Survey (DHKS). Berat bedan diukur dengan timbangan dan status gizi diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan person correlation dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan tingkat literasi kesehatan mahasiswa 64,6 % pada kategori memadai, tingkat literasi gizi pada kategori kurang. Status gizi mahasiswa 7.3% sangat kurus, 14.6 % kurus, 56.1% normal, 4.9 % gizi lebih dan 17.1% obesitas. Rerata berat badan 55.8 ± 12.35 kg. Ada hubungan negatif antara literasi kesehatan dengan berat badan (r = - 0,270), literasi gizi dan berat badan (r = - 0,323), literasi kesehatan dengan status gizi (r = - 0,268), dan literasi gizi dengan status gizi (r = - 0,268). Ada pengaruh negatif antara literasi kesehatan dengan berat badan(p = 0,014), literasi gizi dan berat badan (p = 0,015), dan literasi gizi dengan status gizi (p = 0,015). Tidak ada pengaruh literasi kesehatan dengan status gizi (p= 0,106), literasi kesehatan dan gizi bersinergi mempengaruhi berat badan ( p = 0,001) dan status gizi (p = 0,020). Penelitian lanjutan diperlukan untuk memberikan intervensi pendidikan gizi dan kesehatan dalam proses pembelajaran MK gizi dan Kesehatan untuk memperbaiki status gizi mahasiswa.
Keefektifan Model Pembelajaran Blended Learning melalui E-Learning UNIPMA (eLMA) dalam Pembelajaran Membaca pada Era Digital Rengganis Siwi Amumpuni; Rudi Hartono; Dwi Rukmini; Rahayu Puji Haryanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Masa pandemic telah mempengaruhi dunia pendidikan, memaksa pergeseran dari pembelajaran langsung ke pembelajaran online. Sebagai model pembelajaran alternatif, blended learning dapat digunakan dengan eLMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas blended learning menggunakan e-LMA untuk pemahaman bacaan di era digital. Dalam penelitian ini menggunakan populasi eksperimen semu yang mencakup populasi tahun kedua Pengajaran Bahasa Inggris. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas 2A sebagai kelas eksperimen dan kelas 2B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan uji baca dan dianalisis menggunakan SPSS Tipe 22 dan uji-t independen..Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan antara siswa yang mendapat perlakuan blended learning dengan e-LMAdan tanpa penggunaan Elma, mahasiswa dengan perlakuan mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa tanpa perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa pengajaran membaca menggunakan blended learning dengan e-LMA lebih efektif dan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan membaca siswa Kata kunci: membaca, pengajaran membaca, blended learning, LMS, eLMA. Abstract. The COVID-19 outbreak has influenced education, forcing face-to-face learning to shift to online learning. Thus, blended learning with eLMA can be used as an alternate teaching model. The aim of this study is to know the effectiveness of blended learning using eLMA on reading skill. The study implemented a quasi-experimental with population of all of the second semester of English Teaching Department, Universitas PGRI Madiun. The samples are 2A-class as the experimental class and 2B-class as the control class. The data is collected through reading test which then analyzed using SPSS 22 by independent t-test. The result showed that the students treated using blended learning with eLMA got higher results than those in traditional class. It means that teaching reading using blended learning with eLMA is more effective and has a significance effect on students’ reading skill. Key words: reading, teaching reading, blended learning, LMS, eLMA.
Kolaborasi Bimbingan Orangtua, Guru, dan Tokoh Masyarakat dalam Kesuksesan Pembelajar Dasar di Era Digital Farida; Mungin Eddy Wibowo; Edy Purwanto; Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia lahir dengan seluruh potensi yang perlu untuk dikembangkan oleh lingkungan, diawali oleh orang tuanya (lembaga informal) dan dilanjutkan oleh guru (di lembaga pendidikan) serta masyarakat (lembaga non formal). Tulisan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kolaborasi bimbingan orang tua, guru, dan masyarakat dapat berkontribusi dalam kesuksesan pembelajar dasar di era digital dan faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data dalam penelitian ini mengadaptasi pola yang digunakan oleh Miles dan Huberman, yaitu tahapan reduksi data, penyajian data, dan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah : (1) Bentuk-bentuk kolaborasi dalam kesuksesan pembelajar di era digital seperti kolaborasi orang tua dapat dilakukan dengan cara membangun komunikasi yang harmonis dengan pembelajar dasar, kolaborasi guru dapat dilakukan dengan melakukan aktivitas yang beragam di luar kegiatan belajar mengajar dengan menyediakan waktu berkonsultasi dan kunjungan dengan pendekatan kekeluargaan, koaborasi dengan tokoh masyarakat dapat dilakukan dengan cara aktualisasi keteladanan sosial; (2) Faktor pendukung kesuksesan pembelajar di era digital, yaitu keterlibatan orangtua dalam memberikan ruang psikologis yang nyaman bagi pembelajar dasar ketika belajar bersama keluarga, kompetensi guru yang rata-rata sarjana memungkinkan guru memiliki wawasan luas dalam proses belajar maupun memanajemen kelas, serta tokoh masyarakat terlibat secara aktif maupun pasif pada jam belajar pembelajar dasar. Sementara faktor penghambat kesuksesan pembelajar di era digital yaitu kerjasama seluruh aspek pendidikan (orangtua, guru dan tokoh masyarakat) yang kurang integral.
Literature Review: Problematika Gender dalam Bermain Anak Usia Dini Afi Zumrotul Fikria; Ali Formen; Deni Setiawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problematika gender kondisi yang terjadi di taman kanak-kanak membahas mengenai stereotip maskulin feminin dalam kegiatan bermain anak laki-laki dan anak perempuan. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan problematika gender bermain anak usia dini. Metode penelitian menggunakan metode literature review. Hasil penelitian jurnal dalam rentan waktu 20 tahun terakhir yaitu 2000-2022 dan didapatkan 8 artikel problematika gender stereotip maskulin feminin dalam aktifitas bermain anak laki-laki dan anak perempuan di Atlantik Tengah, Ontario, Los Angeles, Amerika Serikat dan Indonesia.
Penata Layanan Musik Gereja sebagai Bentuk Tata Kelola Pendidikan Seni dalam Masyarakat Agus Budi Handoko; Wadiyo Wadiyo; Widodo Widodo; Suharto Suharto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gereja sebagai bagian dari organisasi keagamaan dalam masyarakat agar bisa berjalan dengan baik tentu juga berhubungan dengan kegiatan tata kelola, yaitu usaha kegiatan untuk menata dan mengelola gereja sehingga bisa menjadi organisasi yang lebih teratur dan lebih baik, dan tujuan gereja bisa tercapai dengan lebih efektif.  Sayangnya penatalayanan di gereja belum bisa menyentuh merata ke semua bagian secara maksimal, biasanya yang menjadi perhatian tentang tata kelola organisasi secara umum, sedangkan penatalayanan di bidang musik gereja masih kurang dan belum seimbang. Penatalayanan musik gereja dilakukan sebatas jika sudah ada alat musik dan pemain dianggap sudah cukup, tanpa perlu memikirkan pengembangan dan pendidikan musik gereja. Penelitian ini berusaha mengumpulkan, mengolah dan kemudian manganisis data terkait: konsep penatalayanan musik gereja, pentingnya pelayanan musik gereja, bentuk penatalayanan musik gereja sebagai bagian dari pendidikan musik gereja. Metode penelitian  dalam  artikel  ini adalah  penelitian  studi  pustaka  dengan pendekatan  kualitatif  deskriptif. Musik liturgi sebagai bagian untuk menunjang atau melayani liturgi  senantiasa diperlukan keberadaannya, sehingga penggunaan musik dalam liturgi perlu dikelola atau ditata dengan baik untuk menunjang keberhasilan ibadah. Pendidikan seni musik gereja tidak hanya mencakup masalah keterampilan bermusik atau bernyanyi semata, tetapi juga menyangkut tentang spiritualitas dan karakter dari para musisi dan pemuji yang melayani, dengan kata lain bahwa kualitas rohani para pemuji juga menjadi sasaran utama dalam pendidikan musik yang dilaksanakan.