cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Manajemen Student Engagement untuk Mahasiswa Keperawatan Nina Indriyawati; DYP Sugiharto; Martono Martono; Muchsin Muchsin
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Latar belakang penelitian, pendidikan keperawatan yang mendasari bahwa student engagement sangat penting dan berpengaruh terhadap kualitas perawat. Keterlibatan mahasiswa bukanlah hal baru di pendidikan tinggi tetapi terus memainkan peran yang lebih penting dalam institusi pendidikan keperawatan terutama untuk membangun perilaku peduli mahasiswa keperawatan. Tujuan penelitian, untuk menggambarkan keterlibatan mahasiswa mahasiswa keperawatan. Metode penelitian, desain penelitian ini adalah studi deskriptif pada keterlibatan mahasiswa mahasiswa Keperawatan Poltekkes Semarang. 250 siswa direkrut dalam penelitian ini dengan random sampling. Kuesioner keterlibatan siswa digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Hasil, mahasiswa keperawatan memiliki rerata skor terendah (12,24, SD=1,473) pada domain performance engagement kemudian disusul oleh emotional engagement (15,84, SD=1,673), skill engagement (15,94, SD=1,695) dan partisipasi/interaksi (20,75, SD=2.043). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor engagement mahasiswa keperawatan (64,77, SD=5.922) hal ini menunjukkan bahwa engagement mahasiswa keperawatan berada pada level sedang. Implikasi, keterlibatan kinerja, emosional dan keterampilan mahasiswa keperawatan perlu ditingkatkan ke kualitas mahasiswa yang lebih baik. Pendidik perawat dan sekolah keperawatan perlu menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik termasuk guru sangat berperan dalam meningkatkan keterlibatan siswa. Abstract. Research background, nursing education underlying that student engagement is very important and effect on quality of nurses. Student engagement is not new to higher education but continued to play more essential role in nursing education institutions especially to build nursing student caring behavior. Research purpose, is to describe the student engagement of nursing students. Research method, this research design was desriptive study in student engagemnt of Poltekkes Semarang Nursing students. 250 students were recruited in this study by randam sampling. Questionares of student engagement were used to colect the data. Descriptive analysis was used to analyse the data. Result, nursing students have the lowest mean score (12.24, SD=1.473) on performance engagement domain then fowlowed by emotional engagement (15.84, SD=1.673), skill engagement (15.94, SD=1.695) and participation/interaction engagement (20.75, SD=2.043). The result showed that mean score of nursing student engagement (64.77, SD=5.922) this indicates that the engagement of nursing student in moderate level. Implication, nursing students engagement of performance, emotional and skill need to improve to better quality of students. Nurse educators and nursing schools need to create better learning environment including teachers are very play role in increasing student engagement.
Individu Gifted and Talented Nindia Lu’luil Maknun; Mintarsih Arbarini; Yuli Kurniawati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Latar belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mereview beberapa tulisan yang berhubungan dengan individu gifted dan talented. Anak gifted sering pula disebut dengan istilah anak cerdas istimewa berbakat istimewa yang memiliki Intelligence Quotient (IQ) ataupun tingkatan kecerdasan yang lebih dari wajar ialah Intelligence Quotient (IQ) nya antara 120- 140. Selain itu, ia juga memiliki bakat khusus atau luar biasa, terutama musik, drama, keterampilan dan keahlian dalam memimpin masyarakat. Individu gifted dan talented cenderung memerlukan kemampuan dalam mengelola emosinya sesuai dengan perkembangan Erikson. Metode penelitian: menggunakan review artikel sejumlah 20 artikel yang dipilih sesuai dengan kata kunci, yang menjadi sampel dalam penyusunan ini adalah 20 tulisan 10 artikel internasional dan 10 artikel nasional, tipe riset baik kuantitatif, kualitatif, ataupun literature review. Abstrak. Background: This study aims to review several articles related to gifted and talented individuals. Gifted children are often referred to as special intelligent children with special talents who have an Intelligence Quotient (IQ) or a more than reasonable level of intelligence, namely their Intelligence Quotient (IQ) between 120-140. In addition, they also have special or extraordinary talents, especially music, drama, skills and expertise in leading the community. Gifted and talented individuals tend to need the ability to manage their emotions in accordance with Erikson's development. Research method: using article reviews of 20 articles selected according to keywords, the samples in this compilation are 20 articles, 10 international articles and 10 national articles, research types are either quantitative, qualitative, or literature review.
Pengembangan Model Pembelajaran Project-Based Scaffolding TPACK Novi Ratna Dewi; Ani Rusilowati; Sigit Saptono; Sri Haryani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pembelajaran abad 21 menuntut guru IPA untuk memiliki pengetahuan yang baik dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam pengajaran. Penting bagi para guru IPA memiliki pengetahuan tentang teknologi, yang dikenal dengan kerangka TPACK. TPACK memaparkan pengetahuan yang penting bagi guru di era milenial untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pengajarannya. Untuk memastikan peserta didik mampu mengembangkan, mempraktikkan, dan menerapkan keterampilan abad 21, guru IPA harus menguasai TPACK. Tujuan penelitian ini adalah mengembangakan model PBST yang valid dan efektif untuk meningkatkan penguasaan TPACK mahasiswa calon guru. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Data validasi ahli dianalisis menggunakan Aiken’s V, data kepraktisan dianalisis secara deskriptif, data penguasaan TPACK dianalisis menggunakan independent t-test. Model PBST hasil pengembangan memiliki sintaks Orientation, Exploration, Workshop, Modelling, Peer Review, Evaluation. Model PBST yang dikembangkan telah teruji valid dan praktis digunakan dalam pembelajaran. Model PBST yang dikembangkan juga terbukti dapat meningkatkan penguasaan TPACK calon guru IPA. Abstract. 21st century learning requires science teachers to have good knowledge in integrating technology into teaching. It is important for science teachers to have knowledge of technology, known as the TPACK framework. TPACK describes the knowledge that is important for teachers in the millennial era to integrate technology in their teaching process. To ensure that students are able to develop, practice, and apply 21st century skills, science teachers must master TPACK. The purpose of this study is to develop a valid and effective PBST model to increase pre-service teachers TPACK mastery. This study uses the ADDIE development model. Expert data validation was analysed using Aiken's V, practicality data was analysed descriptively, mastery of TPACK data was analysed using independent t-test. The results of the development of the PBST Model have the syntax of Orientation, Exploration, Workshop, Modelling, Peer Review, Evaluation. The developed PBST model has been tested and practically used in learning. The developed PBST model is also proven to be able to increase the mastery of TPACK for pre-service science teachers.
Implementasi Project Based Learning dalam pengajaran mata kuliah English for Specific Purpose pada masa pandemi Covid-19 Novita Eka Tristiana; Rudi Hartono; Abdurrachman Faridi; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Project based learning sebagai metode pembelajaran yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi kemampuan mahasiswa dengan berbagai proyek yang diberikan dalam pembelajaran. Penelitian-penelitian sebelumnya menemukan bahwa project based learning merupakan metode yang tepat dan efektif dalam perkuliahan English for specific purpose (ESP) . ESP merupakan salah satu mata kuliah yang ada di dalam program studi bahasa inggris yang memiliki tujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan tentang konsep dan penggunaan bahasa Inggris untuk tujuan tertentu seperti bahasa Inggris untuk sains dan teknologi, sekolah kejuruan, bisnis, dll. Sehingga, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskrisikan implementasi PjBL dalam mata kuliah ESP pada masa pandemi Covid-19 dan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap implementasi PjBL dalam mata kuliah ESP pada masa pandemic Covid-19. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi kasus deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada mata kuliah English for Specific Purposes. 34 mahasiswa semester tujuh program Studi Bahasa Inggris di sebuah universitas di Lampung, Indonesia yang mengambil mata kuliah ESP berpartisipasi dalam penelitian ini. Proses perkuliahan menggunakan Google Classroom dan Google Meet karena penelitian ini dilakukan pada masa pandemi Covid-19 pada semester gasal tahun ajaran 2021-2022.Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data, antara lain; wawancara, dokumen dan kuesioner. Kemudian, enam siswa berpartisipasi dalam wawancara penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi project-based learning pada mata kuliah English for specific purpose berjalan dengan baik dan seluruh mahasiswa mampu mengerjakan dan mempresentasikan hasil karya dari proyek mereka. Kemudian, mahasiswa juga memiliki persepsi yang baik terhadap metode project based learning dalam pembelajaran English for specific purpose. Abstract: Project based learning as a learning method that can be used to explore student abilities with various projects given in learning. Previous studies have found that project-based learning is an appropriate and effective method in English for specific purpose (ESP) lectures. ESP is one of the courses in the English study program which aims to equip students with knowledge of the concepts and use of English for specific purposes such as English for science and technology, vocational schools, business, etc. Thus, the purpose of this study is to describe the implementation of PjBL in ESP courses during the Covid-19 pandemic and to determine student perceptions of PjBL implementation in ESP courses during the Covid-19 pandemic. The research design used in this study is a descriptive case study. This research was conducted in the English for Specific Purposes course. 34 seventh semester students of the English Studies program at a university in Lampung, Indonesia who took ESP courses participated in this study. The lecture process uses Google Classroom and Google Meet because this research was conducted during the Covid-19 pandemic in the odd semester of the 2021-2022 academic year. To obtain data, researchers used data collection techniques, including; interviews, documents and questionnaires. Then, six students participated in the research interview. The results of this study indicate that the implementation of project-based learning in English for specific purpose courses is going well and all students are able to work on and present the work of their projects. Then, students also have a good perception of the project-based learning method in learning English for specific purposes.
Sastra: Sarana Mengoptimalkan Belajar Fitur dan Struktur Bahasa Inggris Nur Antoni Eko Tanuso; Yan Mujiyanto; Rudi Hartono; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keberhasilan pemahaman bahasa diyakini terjadi ketika sastra diintegrasikan dalam prosesnya. Sastra adalah sumber yang kaya masukan untuk pengetahuan tentang struktur bahasa, fitur bahasa, kemampuan membaca, memperkaya kosakata, keterampilan berpikir, dan kesadaran budaya. Dalam penelitian ini kuesioner survei awal dan akhir mencakup pertanyaan yang sama untuk mengungkapkan pengalaman pembelajar dalam kaitannya dengan sastra dan kontribusi potensialnya terhadap perkembangan bahasa. Tanggapan awal dan akhir dari dosen dibandingkan satu sama lain untuk menentukan apakah studi teks sastra memberi mereka kesempatan untuk membuat keuntungan nyata mengenai pengembangan kemahiran bahasa. Sebagian besar peserta survei menunjukkan kesepakatan tentang dimasukkannya sastra dalam pengajaran bahasa dan sepakat bahwa sastra adalah sarana yang berharga untuk meningkatkan pembelajaran bahasa. Abstract: The success of language understanding is believed to occur when literature is integrated in the process. Literature is a rich source of input for knowledge of language structure, reading ability, enriching vocabulary, improving skills in target language, thinking skills, and cultural awareness.In this study the initial and final survey questionnaires included the same questions to reveal the learner's experience in relation to literature and its potential contribution to language development. The initial and final responses of the teachers were compared with each other to determine whether the study of literary texts gave them the opportunity to make real gains regarding the development of language proficiency. Most survey participants indicated agreement on the inclusion of literature in language teaching and agreed that literature is a valuable tool for enhancing language learning.
Literasi Statistik : Kemampuan Siswa SMP dalam Membaca Data Nur Arina Hidayati; Anggit Prabowo; Trisna Muharyati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Literasi menjadi suatu hal yang perlu dikembangkan oleh masyarakat pada bidang ilmu pengetahuan, salah satunya literasi statistik. Dalam pembelajaran statistika siswa masih kurang teliti dalam membaca data dan penyajian data. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan siswa SMP dalam hal membaca data ditinjau dari tingkat literasi statistik. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa SMP dalam membaca data dengan kategori tinggi adalah siswa mampu membaca data dalam bentuk tabel atau diagram, dan tidak mengalami kesulitan dalam membaca data. kemampuan siswa SMP dalam membaca data dengan kategori sedang adalah siswa mampu membaca data dalam bentuk tabel atau diagram, dan tidak mengalami kesulitan dalam membaca data.. dan kemampuan siswa SMP dalam membaca data dengan kategori rendah adalah Mampu membaca data dalam bentuk tabel atau diagram namun ada ketidaktelitian dalam memahami data. Manfaat penelitin ini bagi masyarakat adalah dapat memberikan informasi tentang literasi statistik siswa SMP khususnya dalam hal kemampuan membaca data. Abstract. Literacy is something that needs to be developed by the community in the field of science, one of which is statistical literacy. In learning statistics, students are still less thorough in reading data and presenting data. The purpose of this study was to describe the ability of junior high school students in terms of reading data in terms of statistical literacy level. This research method is descriptive qualitative research. The results showed that the ability of junior high school students to read data in the high category was that students were able to read data in the form of tables or diagrams, and had no difficulty in reading data. the ability of junior high school students to read data in the medium category is that students are able to read data in the form of tables or diagrams, and have no difficulty in reading data. inaccuracy in understanding the data. The benefit of this research for the community is that it can provide information about the statistical literacy of junior high school students, especially in terms of the ability to read data.
Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk SMA di Era Digital Nur Azmi Rohimajaya; Rudi Hartono; Issy Yuliasri; Sri Wuli Fitriati
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Era digital menjadi konteks pendidikan digital, di mana perangkat teknologi digunakan untuk memfasilitasi pembelajaran. Kurikulum sebagai penentu keberhasilan pendidikan harus tanggap terhadap segala tantangan dan inovasi kontemporer. Kurikulum Merdeka saat ini sedang dilaksanakan setelah beberapa kali terjadi perubahan kurikulum di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah menyesuaikan kurikulum semaksimal mungkin untuk memenuhi tujuan pendidikan yang diharapkan di era digital ini. Tujuan dari artikel penelitian ini adalah untuk membandingkan kurikulum 2013 dengan kurikulum Merdeka pada pembelajaran bahasa Inggris untuk tingkat menengah atas (SMA) berdasarkan kerangka dasar, kompetensi yang ditargetkan, struktur kurikulum, pembelajaran, penilaian, perangkat pengajaran, dan perangkat kurikulum. Analisis isi merupakan metodologi penelitian kualitatif yang digunakana pada penelitian ini. Dari segi kerangka dasar, kompetensi yang ditargetkan, struktur kurikulum, pembelajaran, penilaian, perangkat pengajaran, dan perangkat kurikulum, penelitian ini mengungkapkan bahwa kurikulum 2013 dan kurikulum Merdeka memiliki persamaan dan perbedaan. Abstract. The digital era has become the context of digital education, where technological devices are used to facilitate learning. The curriculum as a determinant of educational success must be responsive to all contemporary challenges and innovations. The Merdeka curriculum is currently being implemented after several curriculum changes in Indonesia. The Indonesian government has adjusted the curriculum as much as possible to meet the educational goals expected in this digital era. The objective of this article is to compare the 2013 curriculum with the Merdeka curriculum in English language learning for upper secondary level (SMA) based on the basic framework, targeted competencies, curriculum structure, learning, assessment, teaching tools, and curriculum tools. Content analysis is a qualitative research methodology used in this study. In terms of the basic framework, targeted competencies, curriculum structure, learning, assessment, teaching tools, and curriculum tools, this research reveals that the 2013 curriculum and the Merdeka curriculum have similarities and differences.
Pengaruh Gaya Kognitif dan Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa N. Adiastuty; S. B. Waluya; Junaedi Junaedi; Masrukan Masrukan; C. M. Putri
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh gaya kognitif dan gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian ex post facto dengan desain penelitian adalah desain two factorial. Penelitian ini dilakukan di kelas X SMK Pertiwi Kuningan tahun pelajaran 2019/2020 dengan subjek penelitian berjumlah 49 siswa pada dua kelas. Satu kelas sebagai kelas laki-laki terdiri dari 23 siswa dan satu kelas lainnya sebagai kelas perempuan terdiri dari 26 siswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kemampuan berpikir kreatif dan tes uji GEFT (Group Embedded Figure Test). Data dianalisis menggunakan uji two way anova. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa 1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa dengan gaya kognitif field dependent dan field independent, 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara siswa laki-laki dan siswa perempuan, 3) Tidak terdapat interaksi faktor gaya kognitif dengan faktor gender terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa. Abstract. The purpose of this research is to see whether there is effect of cognitive style and gender on student’s mathematical creative thinking skills. This research used ex post facto method with the research design was a two factorial. This research was conducted in class X SMK Pertiwi Kuningan school year 2019/2020 with research subjects totaling 49 students in both classes. One class as a male class consisting of 23 student and one other class as a female class consisting of 26 student which used by proportionate stratified random sampling tecnique. Data collection using test instruments for creative thinking skills and GEFT test (Group Embedded Figure Test). The analysis used two-way anova test. The conclution in this research is 1) There are differences in the ability to think creatively between students with cognitive style field dependent and field independent, 2) There is no difference in the ability to think creatively between male and female student, 3) There is no interaction between cognitive style factors and gender factors on student’s creative thinking skills.
Efektifitas Penguasaan Guru dalam Teknologi Terhadap Pencapaian Siswa di Kelas pada Pengajaran Daring Nurfisi Arriyani; Rudi Hartono; Sri Wuli Fitriati; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Dengan adanya penutupan sekolah secara mendadak akibat Covid-19 sejak awal 2020, membuat para guru tidak punya pilihan selain melakukan pembelajaran jarak jauh. Dalam hal TEFL, jenis pembelajaran ini menuntut guru untuk berusaha lebih giat dalam mengajar karena mengajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing memiliki tantangan tersendiri sedangkan bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu mata pelajaran tersulit setelah matematika dan IPA. Oleh karena itu, dalam pembelajaran jarak jauh, para guru tersebut perlu memikirkan untuk menemukan strategi yang tepat dan efektif untuk mengemas mata pelajaran yang diajarkan sedemikian rupa agar tersampaikan dengan baik melalui bantuan teknologi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut apakah pembelajaran jarak jauh yang dilakukan guru sudah efektif atau tidak terhadap prestasi belajar siswa. Pembahasan hanya terbatas pada pengetahuan teknologi guru yang diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh. Abstract. The sudden school closures due to Covid-19 since early 2020 has been offering teachers no option but conducting distance learning. In terms of TEFL, this type of learning requires teachers to put their efforts more since teaching English to non-English students has its own challenging whereas English is considered as one of most difficult subjects after mathematics and sciences. Therefore, in distance learning, these teachers need to think of finding appropriate and effective strategy to pack the subject taught in such a way to be well delivered through technology. Thus, this study was held to investigate further whether or not distance learning held by the teachers was effective with regard to students’ achievement. The discussion was limited to teachers’ technological knowledge applied in distance learning.
Pengetahuan Mahasiswa Calon Konselor pada Layanan Konseling Multikultural Nurmawati, Mungin Eddy Wibowo, Sugiyo, Sunawan Nurmawati Nurmawati; Mungin Eddy Wibowo; Sugiyo Sugiyo; Sunawan Sunawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Setiap individu memiliki budaya yang dapat membentuk kebiasaan berakhlak atau berperilaku. Proses pelaksanaan konseling masih banyak konselor yang hanya menitik beratkan pada aspek-aspek psikologis dalam pemberian proses konseling tanpa menitikberatkan konseling multicultural. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat pengetahuan calon konselor pada pemahaman layanan konseling multikultural dengan metode deskriptif pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data SPSS. Berdasarkan hasil tingkat pemahaman calon konselor terhadap pemberian layanan konseling multicultural berada pada kategori rendah sebesar 51.5% dengan indicator kesadaran diri kategori rendah sebesar 39.2%, kesadaran budaya kategori rendah 40.2%, kesadaran akan rasisme, seksisme dan kategori rendah 37.1%, kesadaran akan perbedaan individu kategori rendah sebesar 34.0%, kesadaran akan budaya-budaya lain kategori rendah sebesar 49.5%, kesadaran akan keanekaragaman kategori sangat rendah sebesar 38.1%, keterampilan akan teknik-teknik konseling kategori tinggi sebesar 41.2%. Abstract. Every individual has a culture that can form habits of character or behavior. The process of implementing counseling is still a lot of counselors who only focus on psychological aspects in providing the counseling process without focusing on multicultural counseling. This study aims to see the level of knowledge of prospective counselors on understanding multicultural counseling services with a descriptive quantitative approach with SPSS data processing. Based on the results, the level of understanding of prospective counselors towards the provision of multicultural counseling services is in the low category of 51.5% with indicators of self-awareness in the low category of 39.2%, cultural awareness in the low category of 40.2%, awareness of racism, sexism and low category 37.1%, awareness of individual differences low category by 34.0%.