cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Karakteristik Proses Komunikasi Matematis pada Penalaran Analogi Mujiasih Mujiasih; Budi Waluya; Kartono Kartono; Scolastika Mariani
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Komunikasi merupakan aktivitas seseorang dengan dirinya sendiri, dan diikuti aktivitas dengan individu lainnya yaitu berupa reaksi atas adanya aktivitas berpikir. Belajar matematika dimaknai sebagai perubahan berkembangnya bahasa dan kognitif yang dapat berlangsung selama berkomunikasi. Penelitian ini mendeskripsikan proses komunikasi matematis dalam menyelesaikan masalah dengan memanfaatkan penalaran analogi. Khususnya bentuk proses komunikasi matematis intrapersonal dan interpersonal. Desain penelitian yang digunakan yaitu eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yang dipilih yaitu 4 orang mahasiswa Pendidikan Matematika UIN Walisongo. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik proses komunikasi matematis yang dilakukan mahasiswa melalui penalaran analogi berdasarkan empat aspek komognitif dijelaskan sebagai berikut. 1) pada aspek penggunaan kata, gagasan matematis disajikan dengan menganalogikan masalah dan strategi penyelesaian, mengaitkan kesamaan kata, dan menguasai kosakata matematis. 2) pada aspek mediator visual, komunikasi matematis verbal dilakukan dengan menuliskan gagasan yang bersumber dari perkembangan informasi dan serangkaian pengetahuan yang ada dalam ingatan. Bahasa matematis dituangkan dalam bentuk simbol, kata-kata atau teks, dan gambar geometri. 3) pada aspek narasi, teks matematika diperoleh dengan cara menyusun konsep geometri melalui gambar yang sudah dikenal sebelumnya. 4) pada aspek rutinitas, gagasan matematis muncul melalui proses menulis matematis, mengenali karakteristik sumber, menginterpretasikan strategi sumber, dan mengevaluasi kesamaan dan perbedaan. Empat aspek proses komunikasi matematis yang dikembangkan dengan baik secara komprehensif dapat saling mendukung sehingga keberhasilan belajar dapat tercapai. Abstract. Communication is a person's activities with himself, followed by activities with other individuals, namely in the form of reactions to thinking activities. Learning mathematics is defined as the changes in language and cognitive development that can occur during communication. This study describes the process of mathematical communication in solving problems by utilizing analogical reasoning. In particular, the form of intrapersonal and interpersonal mathematical communication processes. The research design used is exploratory with a qualitative descriptive approach. The research subjects selected were 4 students of Mathematics Education UIN Walisongo. The results showed that the characteristics of the mathematical communication process carried out by students through analogical reasoning based on four cognitive aspects were explained as follows. 1) in the aspect of word use, mathematical ideas are presented by analogizing problems and solving strategies, linking similar words, and mastering mathematical vocabulary. 2) on the aspect of visual mediators, verbal mathematical communication is done by writing down ideas that come from the development of information and a series of knowledge that is in memory. Mathematical language is expressed in the form of symbols, words or text, and geometric images. 3) in the narrative aspect, mathematical texts are obtained by compiling geometric concepts through previously known images. 4) on the routine aspect, mathematical ideas emerge through the process of writing mathematically, recognizing the characteristics of sources, interpreting source strategies, and evaluating similarities and differences. Four aspects of a well-developed mathematical communication process can support each other comprehensively so that learning success can be achieved.
Evaluasi Program Praktikum Fisika Dasar Menggunakan Model CIPP Mujib Ubaidillah; Putut Marwoto; Wiyanto Wiyanto; Bambang Subali
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program praktikum fisika dasar. Metode Penelitian menggunakan CIPP (Contect, Input, Process, dan Product). Responden penelitian terdiri dari dosen fisika dasar, asisten praktikum, dan mahasiswa calon guru biologi sejumlah 34 orang yang berasal dari salah satu universitas di Jawa Barat, Indonesia. Instrumen terdiri dari lembar wawancara, lembar cek list, angket, lembar observasi keterampilan proses sains, lembar penilaian laporan praktikum, dan soal tes pemahaman konsep fisika. Data yang telah diperloleh kemudian dianalisis dan dikonversikan dengan kriteria efektifitas. Hasil evaluasi contex menunjukan bahwa program praktikum fisika dasar mempunyai tujuan untuk membekalkan pemahaman tentang konsep fisika siswa dan keterampilan laboratorium. Hasil evaluasi aspek input meliputi sarana dan prasarana, panduan praktikum, asisten praktikum dan laboran dengan nilai rata-rata persentase efektivitas sebesar 80.24% dengan kriteraia baik. Hasil evaluasi aspek proses meliputi persiapan praktikum, pelaksanaan praktikum dan system evaluasi praktikum rata-rata persentase efektifitas proses sebesar 83.42% dengan kriteria baik. Hasil evaluasi keefektifan product yang meliputi aspek keterampilan proses sains, laporan praktikum, kognitif, dan sikap dengan rata-rata persentase efektifitas produk sebesar 81.49% dengan kriteria baik. Pelaksanaan program praktikum fisika dasar dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat ditingkatkan. Abstract. This study aims to evaluate the basic physics practicum program. The research method uses CIPP (Context, Input, Process, and Product). Research respondents consisted of basic physics lecturers, practicum assistants, and 34 prospective biology teacher students from a university in West Java, Indonesia. The instruments consist of interview sheets, checklist sheets, questionnaires, science process skill observation sheets, practicum report assessment sheets, and physics concept understanding test questions. The data that has been obtained is then analyzed and converted to the effectiveness criteria. Context evaluation results show that the basic physics practicum program has the aim to explore the understanding of the concepts of student physics and laboratory skills. The evaluation results of the input aspects include facilities and infrastructure, practicum guides, practicum assistants, and laboratory assistants with an average effectiveness of 80.24% with good criteria. The evaluation results of process aspects include practicum preparation, practicum implementation, and practicum evaluation system, the average percentage of process effectiveness is 83.42% with good criteria. The evaluation results of the product's effectiveness include aspects of science process skills, practical reports, cognition, and attitudes. The average percentage of product effectiveness is 81.49%, with good criteria. The implementation of the basic physics practicum program can be appropriately implemented and can be improved.
Psikoedukasi Kelompok dengan Peer Support untuk Meningkatkan Career Adaptability Santri di Pesantren Muslikah Muslikah; DYP Sugiharto; Sugiyo Sugiyo; Anwar Sutoyo
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tidak langsung kemampuan beradaptasi karir yang dimediasi oleh peer support yang dialami oleh santri di pesantren. Dukungan sebaya atau peer support adalah salah satu bentuk dukungan sosial yang dirasakan sehingga dapat dianggap sebagai jumlah total faktor seseorang yang menyadari bahwa individu tersebut ada di lingkungan tersebut dan sedang didukung. Sementara itu, tidak semua santri memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan karir mereka. Santri di pesantren masih kurang pemahaman tentang adaptasi dengan karir. Oleh karena itu, fokus dalam kajian ini adalah untuk mengetahui apakah dukungan teman sebaya atau peer support dapat menentukan kemampuan adaptasi karir pada santri di pesantren. Metode tinjauan sistematis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan kajian literatur review. Kajian ini merupakan sebuah artikel konseptual yang didasarkan pada review artikel dengan jurnal bereputasi. Hasil telaah literatur ini mengindikasikan bahwa psikoedukasi kelompok dengan mediasi peer support dapat meningkatkan adaptabilitas karir santri di pesantren. Penyampaian menggunakan metode psikoedukasi dapat juga dimanfaatkan untuk mengembangkan keterampilan santri. Abstract. This study aims to determine the indirect relationship between career adaptability mediated by peer support experienced by students in Islamic boarding schools. Peer support is a form of perceived social support so that it can be considered as the total number of factors a person realizes that the individual is in the environment and is being supported. Meanwhile, not all students have the ability to adapt to their careers. Santri in pesantren still lack an understanding of adaptation to a career. Therefore, the focus of this study is to find out whether peer support can determine the career adaptability of students in Islamic boarding schools. The methode systematic review carried out in this study was using a literature review review. This study is a conceptual article based on a review of articles by reputable journals. The results of this literature review indicate that group psychoeducation with peer support mediation can improve the career adaptability of students in Islamic boarding schools. Submissions using psychoeducational methods can also be used to develop students' skills.
Desain Model Pembelajaran ethno-discovery-project (edp): Misi Ketiga Perguruan Tinggi Dalam Pembelajaran Sains Muslimah Susilayati; Wahyu Hardyanto; Supriyadi Supriyadi; Arif Widyatmoko
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Misi ketiga (The Third Mission) perguruan tinggi meniscayakan sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha/industri di era digital. Misi yang mengubah paradigma tradisional menuju masyarakat modern berbasis pengetahuan. Perguruan tinggi tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan trasfer pengetahuan saja, tetapi juga harus berdampak pada sosial-ekonomi. Peran dan misi ketiga perguruan tinggi ini sejalan dengan tagihan dalam instrumen akreditasi program studi (IAPS). Desain model pembelajaran ethno-discovery-learning (edp) dapat menjadi salah satu alternatif dalam upaya pencapaian misi ketiga (TM) perguruan tinggi dalam pembelajaran sains. Artikel ini menyajikan desain model pembelajaran ethno-discovery-project (edp) yang bertujuan menjembatani sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri sebagai misi ketiga (TM) perguruan tinggi di era digital yang dapat diterapkan pada prodi Tadris IPA. TM dalam pembelajaran IPA dan keterlaksanaan sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan industri didiskusikan dalam artikel ini. Abstract. The third mission of higher education requires synergies with the government and the business/industry world in the digital era. A mission that changes the traditional paradigm to a modern knowledge-based society. Higher education not only excels in education, research, and knowledge transfer, but also has an impact on socio-economics. The roles and missions of these three universities are in line with the bill in the study program accreditation instrument (IAPS). The design of the ethno-discovery-learning (EDP) learning model can be an alternative in the effort to achieve the third mission (TM) of higher education in science learning. This article presents the design of the ethno-discovery-project (EDP) learning model which aims to bridge the synergy of universities, government, and industry as the third mission (TM) of higher education in the digital era that can be applied to the Tadris Science study program. TM in science learning and the implementation of synergies between universities, government, and industry are discussed in this article.
Implementasi TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) bagi Guru Bahasa Inggris dalam pembelajaran Bahasa dengan Penggunaan BOT Telegram Mustakim Sagita; Issy Yuliasri; Zulfa Sakhiya; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pergeseran dalam pengajaran dari tradisional ke pengajaran dengan pendekatan berbasis online telah menyebabkan perubahan dari pedagogical ke teknologi pedagogical content knowledge (TPACK). Dengan demikian, studi kasus ini bertujuan untuk mengamati dan menteorikan implementasi TPACK oleh seorang guru Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) yang bermigrasi dari platform pembelajaran online instan dan komersial ke aplikasi Bot Telegram yang dirancang sendiri untuk tujuan pengajaran. Subjek adalah seorang guru bahasa Inggris dari salah satu SMA unggulan di Sigli, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan mengikuti kelas selama satu semester dan melalui wawancara mendalam berdasarkan teori TPACK. Analisis tematik dengan pendekatan induktif diterapkan secara simultan pada kerangka TPACK. Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi, pedagogis, dan pengetahuan konten dari Bot Telegram bergeser, menerapkan, merepresentasikan, dan memodelkan. Empat kesamaan teori TPACK terutama mewakili keberhasilan implementasi aplikasi pengajaran buatan guru menggunakan Bot Telegram . Abstract. The transition from offline to online modes of imparting education has resulted in a transformation from pedagogical to technical pedagogical content knowledge. Traditional teaching methods have been supplanted by these newer modes (TPACK). As a result, the purpose of this case study is to investigate and theorize the application of TPACK by an English as a Foreign Language (EFL) instructor who switched from instant and commercial online learning platforms to a self-designed Telegram Bot application that was used for instructional purposes. An English instructor from one of the most prestigious vocational high schools in Pidie, Indonesia, served as the topic of this article. The TPACK theory was used to guide in-depth interviews, which were used to collect data with participant observation gained through attending a class for an entire semester. The TPACK framework also underwent parallel application of a thematic analysis that took an inductive method. According to the findings, the Telegram Bot possessed technological, pedagogical, and content knowledge that was capable of changing, applying, representing, and modelling. The four commonalities of TPACK theory primarily reflect the effective deployment of teacher-made educational apps through the use of the Telegram Bot.
Peran Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis dan Penalaran Analogi dalam Pembelajaran Matematika Guna Memenuhi Tuntutan Perkembangan Abad 21 Mutia Mutia; Kartono Kartono; Dwijanto Dwijanto; Kristina Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Matematika merupakan pelajaran yang seringkali dikatakan abstrak sehingga membutuhkan penalaran yang baik pula untuk mampu menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Kemampuan berpikir kreatif memiliki peranan penting dalam kehidupan karena dengan kemampuan berpikir kreatif dapat membawa kemajuan dan pengembangan bagi ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan ilmu yang sedang dihadapi dunia pendidikan saat ini yaitu harus memiliki berbagai kecakapan atau keterampilan yang nantinya setelah lulus dari sekolah dapat membawa mereka terjun ke dunia kerja dan dapat meraih keberhasilan. Untuk dapat mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis, perlu dilakukan aktivitas-aktivitas pemecahan masalah seperti analogi. Penalaran analogi penting untuk dimiliki dalam bidang matematika karena merupakan kunci daripada kreativitas. Jika penalaran analogi diterapkan dalam pembelajaran matematika maka dapat meningkatkan kreativitas siswa, mengembangkan kemampuan penalaran, meningkatkan motivasi, meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, mengingat konsep-konsep matematika untuk jangka panjang, mengaitkan konsep-konsep matematika yang abstrak dengan kehidupan nyata siswa, dan dapat memberikan contoh lain melalui contoh analogi matematika. Abstract. Mathematics is a subject that is often said to be abstract so it requires good reasoning to be able to solve these problems. The ability to think creatively has an important role in life because the ability to think creatively can bring progress and development of science and technology in accordance with the demands of the times and science that is being faced by the world of education today, namely having various skills or skills that later after graduating from school can bring them into the world of work and can achieve success. Analogous reasoning is a very important reasoning in the field of mathematics and is the key to creativity. If analogical reasoning is applied in learning mathematics, it can increase students' creativity, develop students' reasoning and motivation skills, improve problem solving skills, remember mathematical concepts for the long term, relate abstract mathematical concepts to students' real lives, and can provide examples others through analogy examples in mathematics.
Representasi Isu Sosial Budaya pada Desain Poster dan Relevansinya terhadap Kemampuan Literasi Visual Tingkat Perguruan Tinggi Nadia Sigi Prameswari; Agus Cahyono; Slamet Subiyantoro; Eko Haryanto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pendidikan seni di masa modern saat ini banyak sekali tantangan kontradiktif antara konsep dan implementasi di lapangan dalam kurikulumnya. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa perguruan tinggi, khususnya mahasiswa Desain Komunikasi Visual di era modern ini adalah literasi visual. Namun, hingga saat ini kemampuan literasi visual mahasiswa masih sering dikesampingkan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi karya dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual yang dihasilkan dalam perkuliahan praktik, ditinjau dari keterampilan atau kemampuan literasi visual serta kreativitas dalam produksi ide. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Desain Komunikasi Visual dari empat universitas, yaitu Universitas Negeri Semarang, Institut Seni Indonesia, Universitas Dian Nuswantoro, dan Universitas Sebelas Maret. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik interpretivisme untuk menganalisis semua data tersebut. Dengan mengacu pada standar literasi visual di perguruan tinggi, hasil penelitian menunjukkan dari tiga gambar poster yang dibuat oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual, seluruhnya menunjukkan bahwa kemampuan literasi visual dan kreativitias produksi ide mahasiswa Desain Komunikasi Visual sudah baik dalam merepresentasikan isu – isu sosial dan budaya ke dalam hasil karyanya selama perkuliahan praktik, sehingga terdapat kebermaknaan pesan dalam karya tersebut. Abstract. Art education in the modern era today has many contradictory challenges between concepts and implementation in the field in the curriculum. One of the competencies that college students must possess, especially visual literacy students in this modern era, is visual literacy. However, until now, students’ visual literacy skills are still often neglected in the world of education. This study aims to determine the representation of the work of Visual Communication Design students produced in practical lectures regarding visual literacy skills or abilities and creativity in creating ideas. The samples used were Visual Communication Design students from four universities: Semarang State University, Indonesian Art Institute of Surakarta, Dian Nuswantoro University, and Sebelas Maret University. The sampling technique used was purposive sampling. The data obtained were analyzed using interpretivism techniques to explore all of the data. By referring to the visual literacy standards in universities, the results of the study show that from the three poster images made by Visual Communication Design students, all their work show that visual literacy skills and creativity in producing ideas for Visual Communication Design students are good at representing social and cultural issues into their work in lecture practice activities so that there is a meaningful message in their posters.
Peningkatan Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Melalui Hasil Produksi Kerajinan Rumahan di Desa Sambori Kecamatan Lambitu Kabupaten Bima Nahrul Faidin; Nurnaningsih Nurnaningsih
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kerajinan anyaman merupakan aktivitas yang dilakukan oleh keluarga dengan tujuan untuk menambah penghasilan dan memenuhi kebutuhan hidup. Tujuan penelitian (1) Menganalisis Kehidupan sosial Ekonomi Pengrajin anyaman, (2) Menganalisis upaya Pengrajin Anyaman dalam mempertahankan hidup. Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan menggunakan Porposive Sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan Observasi, wawancara dan dokumentasi. Jumlah Informan dalam penelitian ini adalah Enam Orang pengrajin anyaman. Hasilnya (a) Kehidupan sosial ekonomi keluarga kelas rendah, keluarga kelas menengah dan keluarga kelas atas sangat memperhatikan pendidikan anak. Kemudian penggunaan pendapatan keluarga kelas rendah dan Menengah mengutamakan kebutuhan hidup, sementara Keluarga kelas atas, mengutamakan tuntutan gaya hidup secara berlebihan. (b) Sementara Upaya keluarga meningkatkan kehidupan sosial ekonomi, Selain dari hasil pertanian, masyarakat mengnadalkan hasil kerajinan tradisional seperti anyaman tikar, camping, nyiru. Simpulanya (a) Kehidupan sosial Ekonomi keluarga Kelas rendah, kelas menengah dan keluarga kelas atas sangat memperhatikan kondisi pendidikan anak hal itu terlihat dari cara orang tua memenuhi segala keperluan pendidikan anak. Sementara penggunaan pendapatan Keluarga Kelas atas mementingkan kebutuhan gaya hidup, sementara keluarga kelas rendah dan menengah, mengutamakan kebutuhan mendasar. (b) Upaya keluarga mempertahankan hidup menjadi pengrajin anyaman seperti tikar, camping, dan nyiru yang nanti hasilnya akan dipasarkan di beberapa pasar di Bima. Penelitian ini dapat menambah khazanah keilmuan bagi generasi baik secara teori maupun praktik dalam melestarikan kerajinan rumahan pada masyarakat desa Abstract: Woven crafts are activities carried out by families with the aim of increasing income and meeting the needs of life. The research objectives (1) analyze the socio-economic life of weaving craftsmen, (2) analyze the efforts of weaving craftsmen in maintaining life. This type of qualitative descriptive research with the technique of selecting informants using Porposive Sampling. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. The number of informants in this study were six weaving craftsmen. The results are (a) The socio-economic life of lower-class families, middle-class families and upper-class families is very concerned about children's education. Then the use of the income of the lower and middle class families prioritizes the necessities of life, while the upper class families prioritize the demands of an excessive lifestyle. (b) Meanwhile, in the family's efforts to improve socio-economic life, apart from agricultural products, the community relies on traditional crafts such as woven mats, tents, and nyiru. Conclusion (a) Family Socio-Economic Life Lower, middle and upper class families are very concerned about the condition of children's education, this can be seen from the way parents fulfill all their children's educational needs. While the use of upper-class family income emphasizes lifestyle needs, while lower and middle-class families prioritize basic needs. (b) The family's business to survive is weaving crafts such as mats, tents, and nyiru, the results of which will later be marketed in several markets in Bima. This research can add to the scientific treasures from generation to generation both in theory and practice in preserving household crafts in rural communities
Eksplorasi Computational Thinking Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Menggunakan Media Interaktif Scratch Mutiara Budhi Nuursya’ baani; Neneng Aminah; Wahyu Hartono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Computational Thinking (CT) adalah kemampuan yang dibutuhkan bagi manusia untuk menghadapi perkembangan teknologi. Dibidang pendidikan, CT sering digunakan dalam proses penyelesaian masalah yang ada dalam soal. Dalam bidang pendidikan matematika kemampuan CT dapat diterapkan melalui penyelesaian soal yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Melihat akan pentinnya CT dalam suatu kehidupan maka saat ini para peneliti dalam bidang pendidikan yang mengembangkan model atau alat yang bisa digunakan untuk mengasah dan mengembangkan kemampuan tersebut. Pada suatu pembelajaran di kelas tidak semua unsur CT dapat dilihat dalam proses berfikir siswa. oleh karena itu dalam penelitian ini menggunakan media interaktif Scratch untuk melihat kemampuan CT melalui penyelesaian soal matematika pada materi bangun ruang sisi datar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeskplor kemampuan CT yang dimiliki oleh siswa dilihat dari ketercapaian unsur CT yang dipenuhi selama proses penyelesaian soal. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dimana data yang dihasilkan akan diuraikan menjadi kata-kata. Data penelitian ini didapatkan dari dokumentasi hasil penyelesaian soal, wawancara, dan lembar observas. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan CT yang dimiliki siswa dalam proses penyelesaian soal matematika menggunakan media interaktif Scratch beragam dengan sebagian besar populasi partisipan memenuhi semua unsur kemampuan CT.Abstract. Computational Thinking (CT) is the ability needed by humans to deal with technological developments. In the field of education, CT is often used in the process of solving problems in the problem. In the field of mathematics education, CT abilities can be applied through solving complex problems into simpler forms. Seeing the importance of CT in a life, currently researchers in the field of education are developing models or tools that can be used to hone and develop these abilities. In a classroom learning not all elements of CT can be seen in students' thinking processes. Therefore, in this study, Scratch interactive media was used to see CT's ability to solve math problems on the data side space structure. The purpose of this study was to explore the CT abilities possessed by students seen from the achievement of not fulfilling CT satisfactorily during the problem solving process. This research method uses a qualitative method with a descriptive type of research where the resulting data will be broken down into words. The research data was obtained from the documentation of the results of the problem solving, interviews, and observation sheets. The results showed that the CT abilities possessed by students in the process of solving mathematics using Early interactive media varied with most of the population meeting all CT abilities.
Aktualisasi Mathematical Literacy berbasis E-Scaffolding di Era Digital Nila Ubaidah; Zaenuri Zaenuri; Iwan Junaedi; Sugiman Sugiman; Wardono Wardono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mathematical literacy mahasiswa berbasis e-scaffolding di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan atau studi pustaka, dengan mengumpulkan data, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Hasil yang diperoleh adalah tingkat literasi matematika siswa, dan upaya peningkatan literasi matematika siswa, dengan menerapkan sistem pembelajaran pemahaman konsep dan pembiasaan siswa untuk memecahkan masalah literasi matematika, kemudian memotivasi siswa untuk belajar lebih banyak, dan juga memfasilitasi belajar siswa untuk belajar. berjalan lebih efektifTeknik scaffolding seperti interaksi dalam hal saling memberi umpan balik baik antar-mahasiswa maupun antara mahasiswa dengan dosen memainkan peran penting untuk terciptanya pembelajaran yang lebih kolaboratif. Artikel ini memaparkan hasil sintesa kajian literatur terkait pengembangan scaffolding, terutama tentang bagaimana membangun kerangka scaffolding yang terintegrasi dengan sistem ICT (e-scaffolding), tipe-tipe e-scaffolding yang akan dikembangkan, dan implementasinya dalam membantu mahasiswa untuk memecahkan masalah matematika. Abstract: The purpose of this study was to determine the mathematical literacy of students based on e-scaffolding in the digital era. The method used in this research is literature study or literature study, by collecting data, reading and taking notes and processing research materials. The results obtained are the level of students' mathematical literacy, and efforts to increase students' mathematical literacy, by implementing a learning system for understanding concepts and habituation of students to solve mathematical literacy problems, then motivating students to learn more, and also facilitating student learning to learn. run more effectively Scaffolding techniques such as interaction in terms of giving each other feedback both between students and between students and lecturers play an important role in creating more collaborative learning. This article describes the results of the synthesis of literature studies related to scaffolding development, especially about how to build a scaffolding framework that is integrated with the ICT system (e-scaffolding), the types of e-scaffolding that will be developed, and their implementation in helping students to solve mathematical problems.