cover
Contact Name
-
Contact Email
journal@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Provinsi Jawa Tengah, 50229
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana
ISSN : -     EISSN : 26866404     DOI : -
Core Subject : Education,
Seminar nasional Pascasarjana merupakan kegiatan rutin yang dilakasanakan oleh Pascasarjana UNNES. Tahun 2018 adalah kali ke 5 pelaksanan yang diselenggarakan oleh Kampus yang telah berubah alamat dari lokasi di Kampus Bendan Ngisor berpindah di Kampus Kelud Utara III Kecamatan Gajahmungkur kota Semarang. Kegiatan akademik ini merupakan kerjasama yang sinergi antar enam Kampus Pascasarjana LPTK di Indonesia.
Articles 830 Documents
Makna Kungkurung dalam Tradisi Manugal Masyarakat Dayak Meratus Kecamatan Piani Kabupaten Tapin Muhammad Najamudin; Wadiyo Wadiyo; Syahrul Syah Sinaga; Suharto Suharto
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kegiatan manugal terekspresikan musik kungkurung oleh masyarakat Dayak Meratus Desa Piani Kabupaten Tapin. Berladang ditanah bukit merupakan kegiatan bercocok tanam masyarakat Dayak Meratus sebagai mata pencaharian dilakukan sampai sekarang. Kegiatan manugal dalam bahasa masyarakat setempat menamam padi dibukit atau lereng gunung.. Metode penelitian adalah Kualitatif pendekatan interdisiplin, ingin mengetahui konsep yang subjek dibangun dengan fenomena atau peristiwa tertentu. Masyarakat Dayak Meratus Desa Pipitak Jaya adalah masyarakat yang harmonis dengan alam, karena alam telah memberikan penghidupan bagi mereka. Ada beberapa ritual yang mereka lakukan: mangirau memberikan sesajen kepada roh-roh hutan menunggu leluhur, tumbuh, meminta izin kepada arwah leluhur untuk membuka lahan. Upaya yang dilakukan untuk melestarikan alam dengan kearifan lokal manugal dengan mengajarkan generasi penerus, memanfaatkan lahan hutan dengan baik. Kehadiran kungkurung menyiratkan suatu hal sehingga ia konsisten digunakan masyarakat Dayak Meratus sebagai media tradisi Manugal setiap tahunnya. Kehadiran kungkurung memiliki makna simbolik dalam kegiatan manugal dapat dilihat dari; tradisi sebelum menanam padi (ritual) dan unsur bunyi (harmonis).
Perspektif Siswa Terhadap Integrasi Kearifan Lokal Maluku Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Natalia Manuhutu; Abdurrachman Faridi; Frimadhona Syafri; Zulfa Sakhiyya
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap integrasi kearifan lokal Maluku dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa menengah pertama. Kualitatif deskriptif menjelaskan perspektif 45 siswa dari SMP Kristen Kusu-Kusu Sereh Ambon yang berasal dari berbagai suku di Maluku. 10 pernyataan diberikan kepada siswa menggunakan angket untuk mendapatkan tanggapan siswa terkait dengan tujuan penelitian ini. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan yang kuat untuk menangkap informasi baru dengan cepat dan proaktif dengan memasukan unsur kearifan lokal sebagai materi ajar bagi mereka untuk belajar bahasa Inggris dalam hal bagaimana membuat papeda (makanan pokok khas Maluku). Mereka pun percaya diri dengan kemampuan mereka untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan tentang langkah-langkah pembuatan papeda baik yang ditujukan kepada perorangan atau kelompok. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa keterampilan siswa meningkat dan mereka termotivasi untuk belajar bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan mereka belajar mengenai sesuatu hal yang berkaitan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Serta penelitian ini dapat menjadi masukan dan rujukan bagi guru dalam memotivasi dan mendorong anak-anak di Maluku maupun daerah lain yang ada di Indonesia untuk dapat memanfaatkan kearifan lokal daerah mereka masing-masing yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan siswa mereka.
Tantangan dan Strategi Pengajar dalam Menyikapi Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI), Study Kasus pada Mahasiswa Keperawatan dalam Penyelesaian Tugas Akhir Noor Hidayah
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi artificial intelligence (AI) merupakan salah satu teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. ChatGPT, sebuah model percakapan besar (Large Language Model/LLM) berbasis AI, memberikan dampak positif dalam berbagai bidang, termasuk di bidang keperawatan. Penggunaannya memberikan kemudahan, efektivitas, dan efisiensi dalam pengambilan keputusan pada aspek pendidikan, penelitian, dan praktek perawatan kesehatan. Meskipun AI sangat membantu, penggunaannya juga memunculkan beberapa tantangan dalam pemanfaatannya. Program studi S1 Keperawatan Universitas Muhammadiyah Kudus mencantumkan muatan kurikulum 4 SKS skripsi. Sebelum mahasiswa memulai penyusunan, mata kuliah pendukung, buku panduan, dan apersepsi sudah diberikan. Namun, sebagian besar mahasiswa mengalami kesulitan menyusun ide judul dan latar belakang sesuai dengan target yang disepakati oleh pembimbing dan mahasiswa.Penelitian bertujuan mengetahui perbedaan capaian hasil belajar sebelum dan setelah pemanfaatan OpenAI/ChatGPT dalam penulisan latar belakang skripsi. Metode Penelitian Quasi eksperimen dengan model non equivalent control group design, populasi 20 mahasiswa semester 6 (sedang menyusun skripsi), 10 responden intervensi di berikan informasi tatacara pemanfaatan ChatGBT dan 10 responden control tanpa pemberian informasi tatacara pemanfaatan ChatGPT Terdapat perbedaan capaian hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok control, dengan nilai uji t terhadap hasil test awal diperoleh t hitung > t tabel (3,685 >2.101) pada α =0,05 dengan df = 18 dan uji t terhadap hasil tes akhir di peroleh t hitung < tabel (-,814 < 2,101) pada α = 0,05 df = 18 ChatGBT bermanfaat memicu kreativitas, mempercepat proses penyelesaian tugas mahasiwa dalam aspek keruntutan ide, bahasa dan sumber pustaka. Namun demikian, tetap di perlukan pendampingan dan koreksi untuk memvalidasi kesesuaian isi dan sumber dari hasil pekerjaan mahasiswa.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Aplikasi Turunan Fungsi Trigonometri Berbasis Desain Didaktis Noviana Dini Rahmawati; Muhammad Prayito; Andini Putri Salsabilla
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trigonometri merupakan salah satu materi yang penting dalam matematika yang diajarkan di jenjang SMA di setiap tingkatan kelas namun siswa masih merasa sulit dalam mempelajarinya. Hal ini mengakibatkan kesalahan dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana analisis kesulitan belajar matematika siswa SMA dalam memecahkan masalah aplikasi turunan fungsi trigonometri berbasis desain didaktis. Selain itu, peneliti akan menggolongkan hambatan belajar siswa kedalam jenis Epistemological Obstacle, Ontogenic Obstacle atau Didactical Obstacle. Metode penelitiannya adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa siswa kelas XII MIPA 5 di SMA Negeri 1 Bae Kudus. Analisis data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah subjek dengan tingkat kesulitan rendah dalam memecahkan masalah aplikasi turunan fungsi trigonometri berbasis desain didaktis, memenuhi 4 indikator dan mengalami kesulitan belajar pada kriteria Ontogenic Obstacle, subjek dengan tingkat kesulitan sedang, memenuhi 1 indikator saja dan mengalami kesulitan belajar pada kriteria Didactical Obstacle dan subjek dengan tingkat kesulitan tinggi, tidak memenuhi semua indikator dan mengalami kesulitan belajar pada kriteria Epistemological Obstacle. Dari hasil penelitian ini diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam memecahkan berbagai masalah matematika sehingga akan memiliki tingkat kesulitan rendah.
Penguatan Literasi Pendidikan Anti Korupsi berbasis Kearifan Lokal dalam Pembalajaran IPS Noviani Achmad Putri; Eko Handoyo; Martitah Martitah; Moh. Solehatul Mustofa
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi di Indonesia sudah tidak asing lagi bagi kita saat ini. Korupsi merupakan sebuah permasalahan klasik dan sangat kompleks. Tindak pidana korupsi merupakan masalah yang sangat serius, dapat membahayakan membahayakan pembangunan sosial politik, ekonomi masyarakat, stabilitas dan keamanan negara, bahkan dapat pula merusak nilai-nilai demokrasi serta moralitas. Salah satu upaya pencegahan korupsi adalah dengan menanamkan nilai-nilai pendidikan anti korupsi. Penguatan budaya dan kearifan lokal akan membentuk karakter dalam upaya pencegahan korupsi khusunya bagi para pelajar yang notabenya adalah calon penerus dan pemimpin bangsa. Tingginya kasus korupsi salah satunya masih rendahnya tentang literasi Pendidikan Anti Korupsi. Oleh karena itu, betapa pentingnya penguatan literasi Pendidikan anti korupsi saat ini salah satunya bagi para pelajar. Pemahaman dan penerapan kearifan lokal yang ada di masyarakat akan membentuk budaya dan sikap anti korupsi yang mendasari upaya-upaya pencegahan korupsi. Penelitian ini berdasarkan studi literatur. Hasil dari penelitian ini yakni penguatan literasi Pendidikan anti korupsi dapat dilakukan melalui beberapa literasi yang ada yakni literasi baca, literasi digital dan literasi budaya. Pertama Literasi baca, pelajar dapat membaca dari berbagai literatur baik dari jurnal, e-book yang berkaitan dengan Pendidikan Anti Korupsi; Kedua Literasi digital, pelajar dapat meningkatkan literasi digitalnya melalui berbagai aplikasi yang ada di HP dan optimalisasi sosial media; Ketiga Literasi Budaya dan Kewarganegaraan, pelajar dapat belajar tentang kearifan lokal di seluruh nusantara seperti di Jawa, Lombok, Bali dan lain-lain.
Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Konteks Budaya Organisasi di Perguruan Tinggi yang Berglobalisasi Nunik Pujiyanti; Suwito Eko Pramono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi saat ini perguruan tinggi dihadapkan pada berbagai tantangan dalam mengelola sumber daya manusia (SDM). Budaya organisasi yang kuat dan strategi pengelolaan SDM yang efektif menjadi kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif dan keberlanjutan dalam lingkungan perguruan tinggi yang berglobalisasi. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan SDM dalam konteks budaya organisasi di perguruan tinggi yang berglobalisasi. Metode makalah ini menggunakan pendekatan deskriptif analitis dengan mengumpulkan data melalui tinjauan literatur dari sumber-sumber yang sesuai. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk mengidentifikasi strategi pengelolaan SDM yang efektif dalam budaya organisasi yang mendukung perguruan tinggi yang berglobalisasi, kemudian disimpulkan melalui pemikiran yang logis. Hasil penelitian adalah bahwa perguruan tinggi yang berglobalisasi menghadapi tantangan yang kompleks dalam pengelolaan SDM mereka. Dalam konteks budaya organisasi, strategi pengelolaan SDM yang efektif menjadi penting untuk mencapai keunggulan kompetitif dan keberlanjutan. Adapun strategi yang dapat diadopsi oleh perguruan tinggi yaitu perekrutan dan seleksi yang cermat, pengembangan dan pelatihan yang berkelanjutan, penghargaan yang tepat, manajemen kinerja yang efektif, serta membangun budaya organisasi yang inklusif, kolaboratif, dan inovatif. Perguruan tinggi yang berhasil menerapkan strategi ini akan mampu menghadapi tantangan global dengan lebih baik, menarik, mempertahankan SDM berkualitas, dapat mencapai keunggulan akademik serta reputasi yang kuat di tingkat internasional.
Mengevaluasi Konten Kontekstual dan Language Integrated Learning (CLIL) pada Kelas Bahasa Inggris di Fakultas Teknik Universitas Pancasakti Tegal Nur Aflahatun; Januarius Mujiyanto; Sri Wuli Fitriati; Hendi Pratama
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap penerapan pendekatan CLIL dalam meningkatkan penggunaan dan pembelajaran bahasa Inggris siswa di Fakultas Teknik UPS Tegal. Ini bertujuan untuk memberdayakan peserta didik dengan mobilitas tinggi dan kemampuan kerja di pasar kerja global. Namun, implementasi CLIL yang berhasil di negara-negara ini sulit karena berbagai alasan, termasuk kurangnya materi kurikuler berbasis CLIL yang sesuai. Studi ini melaporkan bagaimana seorang guru Bahasa Inggris untuk Tujuan Khusus (ESP), yang juga seorang praktisi CLIL, bekerja sama dengan seorang pelajar bahasa Inggris yang memiliki pengalaman magang industri profesional, untuk menghasilkan bahan pembelajaran CLIL yang kontekstual untuk pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode descriptive dengan uji t dab uji Anova. Hasil analisis mengungkapkan bahwa pembelajar CLIL memiliki ekspektasi yang cukup tinggi terhadap materi kurikulum di fakultas teknik UPS. Selain itu, jenis kelamin peserta didik, kemahiran bahasa, dan jurusan sekolah menengah sebelumnya merupakan faktor yang memengaruhi cara mereka memahami kriteria kualitas dan materi CLIL kami sendiri. Hal ini menunjukkan kerumitan dalam merancang materi kurikuler berbasis CLIL untuk mengatasi perbedaan individu peserta didik (terutama dalam hal kebutuhan dan harapan) di fakultas teknikdengan implikasi pedagogik.
Mengembangkan Keterampilan Metakognisi Melalui Model Pembelajaran N03R Nur Rokhman
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students require metacognitive skills to reflect on what is being done, what is required in completing assignments, and selecting and implementing learning strategies that promote learning success. The development of metacognitive skills requires creative thinking and a systematic process in learning to solve mathematical problems, which has not been implemented optimally. This study aims to determine students' metacognitive skills through NO3R learning in solving mathematical problems. This study uses sequential exploratory mixed methods. Data was collected through tests, observation techniques, interviews, and documentation. The research subjects were 31 students who were asked to work on geometry problems. The researchers analyzed each student's work based on the NO3R learning stages. Furthermore, to clarify answers and explore students' metacognitive skills, in-depth observations and interviews were performed. The results showed that students' metacognitive skills in solving math problems were on high criteria. NO3R learning is effective for developing students' metacognitive skills. Metacognitive skills can be taught to students to develop their thinking so that their learning outcomes are better.
Kajian Kritis Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Terhadap Seni Tari Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Batang Hari Nurmalinda Zari; Andi Dwi Resqi Pramana; Dini Kausari; Zulkaida Apriliyanti
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan bagaimana pemikiran pada mahasiswa jurusan Pendidikan islam anak usia dini terhadap pembelajaran seni tari berbasis kearifan lokal yang berkembang di kabupaten batang hari. Tujuan nya untuk mengetahui cara atau pandangan secara kritis pada mahasiswa Pendidikan islam anak usia dini di kampus Institut Agama Islam Nusantara Batang Hari, dikaji dengan pembelajaran seni tari yang berbasis budaya kearifan lokal di Kabupaten Batang Hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Subjek penelitian pada mahasiswa PIAUD IAI Nusantara Batang Hari. Hasil dari penelitian ini, memberikan manfaat baik bagi mahasiswa, program studi, kampus dan budaya kesenian di kabupaten Batang Hari, bahwa dengan pembelajaran pada mata kuliah seni tari berbasis budaya kearifan lokal ini memberikan pemahaman sekaligus upaya pelestarian tarian yang ada d Kabupaten Batang Hari,dan di aplikasikan pada mata kuliah seni tari pada mahasiswa jurusan PIAUD di IAI Nusantara Batang Hari.
Kemampuan Literasi Siswa Kelas V dalam Pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) di SD Negeri 1 Tegalgandu Brebes Prasetyo Yuli Kurniawan; Subyantoro Subyantoro; Ida Zulaeha; Tommi Yuniawan
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi siswa khususnya pada SD Negeri 1 Tegalgandu Brebes. Metode penelitian yang digunakan yaitu mixed methods. Kemudian teknik pengumpulan data digunakan teknik observasi, teknik tes AKM, dan teknik wawancara. Teknik analisis data digunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini menunjukan bahwa (1) pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum dilaksanakan dengan mandiri oleh sekolah; (2) kemampuan literasi siswa kelas V di SD Negeri 1 Tegalgandu sejumlah 14 siswa dengan 20 soal diperoleh nilai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) sebesar 29,45% dengan kategori kurang; (3) beberapa kendala pada pelaksanaan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yaitu pada guru, siswa, dan fasilitas sekolah. Upaya untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan melakukan kegiatan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pojok Cerita (POCI), kelompok baca tulis siswa, dan pohon/papan literasi.